Tittle : Bangtan Squad from Hell

Author : Jun_96

Genre : Crime/friendship/lil bit romance

Cast :

Namjoon Kim (Rapmon) 24 tahun

Seokjin Kim (Jin or Jinnie) 26 tahun

Yoongi Min (Suga ) 25 tahun

Hoseok Jung (J-hope) 24 tahun

Jimin Park ( Jimin or Baby J) 23 tahun

Taehyung Kim (V) 23 tahun

Jungkook Jeon (jungkook or… bts member call him Kookie) 21 tahun

Pairing :

Namjin

Yoonmin

Jikook

Taejin

Summary: Rapmon sang ketua geng mafia ingin mendirikan kelompok mafia yang tak terkalahkan. Namun dia butuh anggota yang kuat dan tak terkalahkan, karena itulah dia berada di Arkazam, untuk menjemput calon rekannya. (Namjin, Yoonmin, Jikook, Taejin,dll) (Jin & Jimin uke, Rapmon yonggi Taehyung Jungkook Jhope Seme)

Note: untuk sekedar info biar gak bingung aja bacanya, bayangin aja Arkazam itu berada di suatu daerah di Amerika, dan penjara itu di bawah pengawasan PBB dan badan intelejen dunia jadi penjahat paling berbahaya dari seluruh dunia di kumpulkan di sini. Untuk di FF ini yang sudah terungkap asalnya baru beberapa. Tapi gak papa bakal aku jelasin lagi aja soalnya pengen…. #gabut banget lu thor# . Di cerita ini Rapmon dan Suga itu keturunan Korea yang udah jadi warga negara Amerika dan tinggal di sana sejak lahir, kalau Jin dia ini keturunan Korea yang dari kecil tinggal pindah pindah di kawasan Eropa, mulai dari Inggris, Jerman, Belanda, dan yang terahir setelah lulus kuliah di inggris dia menetap di Prancis. Beda lagi ceritanya sama V dan JHope yang asli korea dan berbuat kejahatannya juga di Korea tapi mereka di mutasi ke Arkazam karena kepolisian Korea gak sanggup menangani mereka. Untuk Jimin dan Jungkook menyusul ya. Maafkan Author yang kebanyakan cing cong, langsung saja…. selamat membaca…

Masih di arena pertaungan…..

Setelah pertarungan pertama mutlak di menangkan oleh V, kini berlanjut ke pertarungan ke dua. Nampaknya rapmon kurang begitu tertarik dengan pertarungan ini karena dua orang yang sebentar lagi akan saling membunuh itu tidak ada dalam daftar incarannya. Sebenarnya dia cukup jengkel Karena tadi Jin meninggalkannya dengan alasan "mau membujuk V" dan sekarang dia malah celingukan tidak jelas sendiri. Sebenarnya rapmon tidak celingukan sendiri juga, dia sedang memikirkan cara untuk membujuk sniper incarannya yang kata Jin sangat sulit untuk dia ajak komunikasi. Jin berkata jika setiapkali ada pertarungan seperti ini, Suga tidak akan keluar sel, dia akan tetap terada di sel nya sampai pertarungan itu selesai. Dari fakta itu rapmon mendapat ide yang cukup bagus, akan lebih mudah untuk bernegosiasi panjang jika hanya berdua saja dengan suga, maka dari itu pergi ke sel suga sepertinya ide yang lebih baik dari pada harus diam sendirian seperti anak hilang di sini.

Rapmon tau di setiap sudut penjara ini telah di pasang kamera pengintai, tapi bukan rapmon nama nya jika dengan kamera saja dia kalah. Dia sudah sangat hafal dengan cara kerja kamera pengintai model apapun dan begitu juga titik butanya. Rapmon berdiri tepat di titik buta antara dua kamera pengintai yang ada di dekatnya, dia pun mencoba memanggil satu petugas penjara yang dari hasil pengamatannya sedikit terlihat lengah. Petugas itu pun dengan tanpa kecurigaan mendekat ke arah rapmon. Tanpa buang waktu dalam waktu hitungan detik rapmon langsung mematahkan leher sang petugas penjara. Dalam keheningan pun rapmon berusaha mengambil alih baju seragam yang di kenakan petugas itu sebagai penyamarannya. Setelah selesai dengan penyamarannya rapmon menyingkirkan mayat sang petugas agar mayat tersebut tidak menarik perhatian, yang yah… sebenarnya narapidana di sini tidak akan pernah perduli dengan sesuatu seperti mayat yang tergeletak.

Menurut apa yang Jin bilang nomor sel suga adalah 379 bersebelahan pas dengan sel dokter cantik itu yang bernomor 378. Seperti dugaannya di dalam sel itu ada laki laki yang bernama suga sedang duduk berdiam diri. Setelah melakukan pengamatan sejenak akhirnya rapmon memutuskan untuk masuk ke sel sniper itu. Suga diam saja saat Rapmon berdiri di depannya. "dia tidak bereaksi sedikit pun!" batin rapmon penasaran.

"kenapa tidak keluar? Tidak bosan di sini bung?" Tanya rapmon yang hanya dib alas senyuman mengejek dari suga.

"kau tau… aku bukan petugas penjara… aku membawa tawaran menarik untuk mu!" ujar rapmon berusaha mendapat atensi nya.

"cih! Jika kau mau bilang akan membebaskan ku dari sini aku menolak! Aku tidak tertarik dengan tawaran idiot mu dan segera enyah dari hadapan ku!" ujar nya dingin tanpa melihat rapmon. Seperti yang di katakana jin, sangat sulit untuk berkomunikasi dengan orang ini.

"wow…wow… slow man… aku bahkan belum menyebutkan tawaran ku" rapmon menarik nafas dalam, akan sangat susah bernegosiasi dengan orang yang tak punya keinginan seperti suga.

"aku tau kau tidak tertarik dengan apapun termasuk keluar dari sini, tapi aku tertarik pada mu. Aku ingin bakat menembakmu yang luar biasa itu"

Rapmon sudah tertarik dengan Suga bahkan sebelum dia berencana untuk menyelinap ke Arkazam. Suga si sniper adalah matan sniper FBI saat umurnya masih 18 tahun, karena suatu alasan di umur 21 tahun dia akhirnya memilih membelok dan beralih profesi menjadi pembunuh bayaran. Sudah tak terhitung jumlah manusia yang mati di tangannya, rekornya adalah membunuh beberapa pejabat tinggi Amerika di tempat berbeda namun di waktu yang bersamaan tanpa di ketahui keberadaannya. Suga adalah tipikal sniper yang sangat sempurna, kerjanya sangat bersih dan tenang, kepiawaiannya dalam bermain senjata api sudah tidak perlu di Tanya lagi karena Suga bisa mengeluarkan isi kepala manusia dalam jarak 2 Km dengan hanya berbekal Pistol. Bagaimana bisa dia melakukannya padahal yang kita ketahui Pistol itu untuk jarak menengah yang hanya mungkin 500m- 1,5km saja, jawabanya adalah jika soal senjata Suga akan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

"aku tidak tau harus membujukmu dengan apa, tapi yang pasti bagaimana pun caranya, akan ku buat kau mau bergabung dengan kelompok mafia ku"

"kau acam akan membunuh ku pun aku tidak akan menerima nya" suga sudah mulai mengangkat kepalanya memandang rapmon.

"begitukah? Rupanya memang benar kau ini manusia yang sudah tidak memiliki ke inginan" rapmon hanya menyendikan bahu.

"itu bukan urusan mu. Lagi pula kau tidak punya jaminan setelah aku dan kau bebas dari sini aku tidak membunuh mu!"

"untuk apa aku takut kau bunuh jika kau sudah pernah mencoba membunuh ku sebelumnya" mendengar penuturan rapmon suga mulai sadar.

"aku ingat sekarang… kau ketua Rach. Waktu itu ada klien yang ingin aku membunuh mu dan sialnya kau masih tetap hidup padahal aku yakin peluruku sudah menembus jantung mu"

"aku sudah biasa pakai rompi anti peluru asal kau tau, tapi aku bersyukur sudah menjadi incaran mu karena dengan begitu aku jadi tau siapa kau. Kita tinggal di kota yang sama di America tapi aku baru mengenal mu saat kau akan membunuh ku, tau begitu sudah sejak dulu saja kau ku rekrut" ucap rapmon mulai percayadiri, bukan rapmon namanya kalau harus kalah dengan si tukang tembak berotak batu ini.

"aku tidak ada niat untuk menjadi bawahan anak tengil seperti mu, pergilah kau menggangu!"

"aku heran kenapa kau begitu senang dengan penjara ini, apa karena di sini kau tidak perlu di kejar kejar polisi lagi? Ayolah hidup di luar lebih menyenangkan, walau membahayakan bung!" suga masih menatap rapmon namun tak berkata apapun.

"jika bagimu sudah tidak penting mau kau hidup di sini maupun hidup di luar, kenapa tidak memilih hidup di luar saja? Setidaknya di luar sana kau masih bisa melakukan sesuatu dengan bebas tidak di atur seperti di dalam sini. Dan lagi… apa kau tidak rindu memengang senapan? Aku yakin tangan mu pasti gatal berpisah lama dengan senjata api mu itu" kata kata rapmon membuat seringai di wajah suga muncul.

"di luar juga kau bisa bebas jika masih berniat untuk membunuh ku, itupun kalau kau bisa"

"kau meremehkan ku bocah" suga tersenyum mengejek, sebenarnya ketika Rapmon menyebut senjata dia sudah mulai tertarik. Karena baginya yang iya punya di dunia ini hanya senjata, sebagai perlindungan diri, alat mencari uang dan kesenangan.

"jabatan ketua yang ku sandang bukan sekedar omong kosong, aku sudah ribuan kali lolos dari maut asal kau tau. Bagaimana? Tertarik dengan tawaran ku?" suga masih menunjukan wajah datar, walau sebenarnya dia mulai berpikir atas tawaran itu.

"setelah kau di tangkap, aku menemukan koleksi senjata mu dan mengamankannya, jika kau mau kau bisa ambil lagi 'anak anak' mu itu" suga mulai menunjukan ekspresi kaget dan tertarik. Koleksi senjatanya itu memang harta karun yang sangat ia rindukan.

"tidak akan ada salahnya jika kita menghabis kan sisa umur kita untuk bersenang senang dan mencari kesenangan" rapmon mulai berbalik akan pergi. "pilihan ada pada mu, kau ingin mati membusuk di sini atau mati dengan penuh kepuasan di luar sana"

"kapan rencana kabur mu itu di mulai?" Tanya suga.

"tiga hari dari sekarang… ketika aku membuat kekacauan kau bawa Jin ke pintu saluran air di samping bangunan ini" jawab rapmon yang sudah ada di luar sel suga.

"jin?"

"dokter cantik tetanggamu, dia juga masuk dalam list member incaran ku. Aku tau kau masih memikirkannya tapi jika kau bersedia ikuti kata kata ku" rapmon pun pergi meninggalkan suga.

"orang yang lolos dari bidikan senapan ku memang orang terpilih!" suga bermonolog ria sambil tersenyum penuh arti.

Di sisi lain…..

Si dokter cantik kesayangan kita akan mulai rencananya. Keinginannya untuk keluar dari tempat mengerikan ini sudah sangat besar, dan ketika ada pria tampan yang berniat membebaskanya dia tidak akan menyianyia kan niat baik itu. Toh sebenarnya dia juga tertarik dengan pesona sang ketua mafia yang sialnya sangat menawan, menggoda dan sangat seksi di matanya, walaupun hanya pemakai pakaian penjara. Dan bicara soal rencana, untuk keluar dari sini yang harus di lakukannya adalah membujuk V dan orang orang yang di sebutkan rapmon sebelumnya, selain Suga tentunya karena Jin akan mengibarkan bendera putih jika di suruh berurusan dengan gunung es itu. Ini adalah kesempatan bagi Jin untuk bertemu V, karena yah… tau sendiri Arkazam tidak akan pernah membiarkan tahanannya untuk keluar sel jika tidak ada acara seperti ini.

Jin mendekat ke arah V yang di kerumuni oleh wanita wanita narapidana penjilat yang ingin perhatian laki-laki tampan yang baru saja menang duel itu. Walau ada banyak wanita yang mengerubuni V namun Jin tidak merasa tersaingi, ia sadar jika ia puluhan ribu jauh lebih cantik dari mereka, karena itulah dengan percaya diri Jin mendekati V dan berusaha menarik atensi nya.

"sssuuuiitt…sssuutt… wow apa kah aku sedang mimpi berada di surga sekarang? Ada bidadari cantik yang menghampiri ku!" siul V dan ia lalu mulai menarik Jin mendekat kearahnya, menimbulkan decak kesal para wanita penjilat di sekitarnya. #bener gak sih suara siulannya begitu? Yah anggap aja bener#

"selamat atas kemenangan mu!" ujar Jin basa basi.

"terimakasih cantik! Aku sangat senang ada orang secantik dirimu memberiku ucapan!" V mulai memeluk Jin.

"begitukah?, eum…. Aku ingin bicara berdua dengan mu boleh?" Jin mengalungkan tangannya ke leher V.

"tentu cantik! Kalian… bisa tinggalkan kami berdua" perintah V pada wanita wanita di dekatnya.

"kau ingin bicara apa?" Tanya V setelah mereka hanya berdua.

"kau tau Rapmon? Ketua mafia Rach?"

"tentu aku tau dia, penjahat hebat seperti dia pasti semua orang mengenalnya"

"dia ada di sini, dan dia menawari mu untuk keluar dari penjara ini dan menjadikan mu anggota kelompok mafianya yang baru" jin berusaha menggoda V dengan memainkan tangannya di sekitar wajah dan leher V.

"menarik… apa kau ikut juga?" Tanya V dengan posisi yang masih memeluk Jin.

"tentu… kau, aku, rapmon dan beberapa orang yang akan ia pilih akan keluar dari tempat busuk ini"

"dan bagaimana kau bisa yakin jika aku mau ikut?"

"aku tau kau lelah berada di dalam sini dan ingin berbuat gila di luar sana! Lebih baik menjadi anak buah orang dari pada mati sia sia di tempat mengerikan ini kan?"

"kau benar, baiklah aku mau!, tapi bisakah aku membawa teman ku?"

"teman?"

"ia teman, kurasa mungkin kau mengenalnya. Dia pencuri dan perampok terkenal namanya Jhope, aku dan Jhope hyung di pindahkan ke sini dari korea di waktu yang bersamaan, perjalanan telah menjadikan aku dan Jhope hyung menjadi teman, jika aku keluar dari sini maka dia juga harus keluar" V mulai melepaskan pelukannya karena obrolan semakin serius.

"kebetulan sekali karena Jhope itu juga ada dalam list rapmon. Kalau tidak salah dia juga ahli pembuat bom kan?"

"ia dia pembuat bom, dia sangat ahli dalam meratakan tempat dengan ledakan"

"kalau begitu beri tahu dia untuk mempersiapkan ledakan besar untuk tiga hari kedepan. Setelah ledakan di mulai kita bertemu di pintu saluran air di samping Arkazam" ujar Jin.

"tapi membuat bom itu kan butuh bahan, di Arkazam seorang narapidana tidak di perbolehkan memiliki barang berbahaya seperti mesiu, jangankan memiliki menyentuh saja tidak boleh, bagaimana bisa membuat bom?"

"kata Rapmon sel kalian itu dekat gudang persenjataan dia sana pasti banya mesiu kan?"

"tidak bisa di bilang dekat juga karena letaknya sekitar 200m dari sel kami"

" Sudah… katakana saja ini pada Jhope pasti dia akan memikirkan caranya, sepertinya dia professional dalam hal ini" Jin mengedipkan matanya pada V.

"kau seperti mengenal Jhope hyung lebih baik dari ku"

"tidak juga… hanya saja jika seseorang sudah masuk Arkazam itu berarti dia adalah professional dalam dunia kejahatan, benarkan?" jin mulai berjalan menjauh dari V. "sampai bertemu tiga hari lagi!" jin melambaikan tangannya kea rah V.

"sekarang tinggal si Hacker penipu dan si pembunuh bayaran itu… sepertinya aku butuh rapmon!" jin bermonolog ria ketika ia sudah jauh dari V.

Ke esokan harinya…

Tidak ada yang menarik pagi ini di Arkazam setelah pertarungan tadi malam selain ada dua orang petugas Penjara yang masuk ke sel Jin pagi ini.

"wah… ada perlu apa petugas penjara datang ke sel narapidana seperti ini? Apa aku melakukan kesalahan?" Tanya jin sambil mengamati dua petuga itu. Tapi sedetik kemudian Jin pun tersenyum penuh arti.

"senang bertemu dengan mu lagi sayang!" kata jin sembari menarik salah satu petugas penjara dan petugas yang satunya mematahkan leher petugas penjara yang di tarik Jin dari belakang.

"aku juga senang bertemu dengan mu lagi sayang ku!" kata petugas yang masih hidup atau bisa di bilang itu rapmon yang sedang menyamar menjadi petugas penjara. Rapmon sedikit menaikan topinya agar Jin bisa melihat wajahnya, dan Jin pun langsung menyambutnya dengan pelukan.

"di sel ku ini di pasang sisi TV dan apa yang kita lakukan tadi pasti terpantau dan kita akan mendapat masalah setelah ini" kata jin sambil bersandar di bahu rapmon.

"aku sudah meng hack sisi tv di ruangan mu, suga, V, Jhope, dua orang incaran ku yang lain. Apa itu sudah membuat mu lebih tenang?"

"kau berhasil membujuk Suga?" jin mengangkat wajahnya menatap rapmon.

"tentu saja sayang, tentu saja aku berhasil" rapmon mengecup sekilas bibir Jin. "dan kau masih ingat taruhan kita kan? Bebas dari sini akan ku sewakan hotel bintang lima untuk malam pertama kita"

"berhenti mengucapkan kata menjijikan yang bisa ku dengar kalian pasangan sinting!" teriak Suga dari ruang sebelah.

"Sugar? Kau bicara? Kau tidak pernah bicara dengan ku yang teman seperjuangan mu kau malah bicara dengannya yang baru kau kenal! Oh sial kau benar benar bisa membujuknya!" ujar kesal Jin sambil memukul bahu rapmon.

"sudahlah… sekarang kau ambil pakaian petugas itu pakai, dan pakaikan pakaian mu padanya taruh mayatnya di matras!"

"apa itu yang kau lakukan untuk menyamar menjadi petugas? Bukan ide yang buruk dengan begini kita bisa bergerak bebas" kata jin sambil melakukan perintah rapmon.

"kau sudah berhasil membujuk V?" Tanya rapmon sambil membantu jin menangani mayat petugas itu karena mayat dengan tulang leher yang patah tedikit susah untuk di pakaikan baju dan di pindahkan.

"lebih dari itu! Bahkan aku sudah mendapatkan Jhope!" ujar riang Jin.

"kerja yang sangat bagus cantik! Tapi bagaimana bisa?" Tanya rapmon penasaran.

"Jhope itu ternyata teman baik V karena mereka sama sama berasal dari korea dan dipindahkan kemari di waktu yang bersamaan dan V bilang dia ingin mengajak Jhope keluar atas nama persahabatan. Bukankah ini kebetulan yang menguntungkan" kata jin yang masih sibuk menggati bajunya. Rapmon sempat bersiul menggoda saat melihat Jin telanjang di depannya.

"setelah ini tinggal dua orang, aku sudah melihat data lengkap mereka di kantor penjara ini tadi malam dan mereka ada di tempat terpisah yang satu di sebelah selatan yang satu lagi di utara umur mereka sepantaran dengan V jadi kuharapkan sesi negosiasi ini bisa berjalan cepat karena yang kita hadapi hanyalah bocah. Aku akan ke sel Jhope terlebih dahulu untuk memberinya bahan pemicu bom yang artinya aku akan ke arah utara. Ini kunci sel mu dan anak itu, ketika kau sudah selesai bernegosiasi dengannya beri dia kunci sel nya dan segera kembali kemari dan taruh mayat itu di bilik kamar mandi untuk sementara." Rapmon menyerahkan kunci sel jin dan kunci sel incaran mereka pada jin.

"berarti aku akan ke selatan. Beri tau aku nomor selnya dan katakana pada ku seperti apa dia!" jin sudah siap dengan penyamarannya.

" 402. Dia tidak terlalu terlalu berbahaya mengingat dia tidak bertarung dengan fisik melainkan dengan otak. Kalian sama sama submissive jadi ku rasa kalian akan cocok!"

"padahal aku inginnya bertemu dominan tampan!"

"ingatkan aku untuk menghukum mu saat kita keluar dari sini cantik!" rapmon menepuk pantat Jin.

"aku sangat menantikan itu tuan Rapmon" jin melenggang pergi ke sel nomor 402. Sebelum keluar rapmon sempat berpapasan dengan Suga.

"kau dan dokter sinting itu benar-benar perpaduan yang menjijikan! Aku bersumpah ingin muntah di wajah kalian berdua!" ujar ketus suga setelah melihat rapmon keluar dari sel Jin yang kembali di kunci.

"aku bisa ikut 'main' bersama kami saat keluar dari sini, threesome bukan sesuatu yang buruk kan?" ujar rapmon dengan senyum ganjil.

"terbakarlah kau di neraka bersama dengan otak mesum mu yang menjijikan itu!"

"hahahaha seperti kau tidak akan ke neraka saja! Calon penghuni neraka tidak perlu mengumpati calon penhuni neraka lainnya. Yang perlu kita lakukan adalah membuat surga di dunia ini untuk kita sebelum kita pergi ke neraka sungguhan." Kata kata rapmon membuat suga menyunggingkan sebuah senyuman.

TBC

Akhirnya jadi juga Chapter 2…..

Author atau panggil aja Jun mengucapkan terimaksih sebesar besarnya untuk kalian yang sudah baca FF gak jelas ini. Dan untuk yang udah Review kalian memang yang terbaik, karena sejatinya review adalah bahan bakar para author untuk melanjutkan cerita.

Harapan untuk ke depannya tolong…tolong banget…. Setidaknya kasih semangat Jun dengan review, biar Jun juga cepet dapet ide dan FF nya cepet lanjut.

Untuk sekarang ini mungkin akan fast update karena Jun masih Libur, jadi semoga saja FF ini akan selesai sebelum Liburan Jun berakhir tepatnya tgl 23 januari Jun udah mulai masuk.

Dan satu lagi untuk balasan Review mungkin mulai chapter depan, karena ceritanya masih nanggung semua tokoh belum keluar, tapi Jun usahain untuk cepet nyelesaikan FF ini biar bisa buat yang lain.

Akhir kata…. Terimakasih dan Tunggu Jun di Chapter berikutnya…. Annyeong….!