Tittle : Bangtan Squad from Hell
Author : Jun_96
Genre : Crime/friendship/lil bit romance
Cast :
Namjoon Kim (Rapmon) 24 tahun
Seokjin Kim (Jin or Jinnie) 26 tahun
Yoongi Min (Suga ) 25 tahun
Hoseok Jung (J-hope) 24 tahun
Jimin Park ( Jimin or Baby J) 23 tahun
Taehyung Kim (V) 23 tahun
Jungkook Jeon (jungkook or… bts member call him Kookie) 21 tahun
Pairing :
Namjin
Yoonmin
Jikook
Taejin
Summary: Rapmon sang ketua geng mafia ingin mendirikan kelompok mafia yang tak terkalahkan. Namun dia butuh anggota yang kuat dan tak terkalahkan, karena itulah dia berada di Arkazam, untuk menjemput calon rekannya. (Namjin, Yoonmin, Jikook, Taejin,dll) (Jin & Jimin uke, Rapmon yonggi Taehyung Jungkook Jhope Seme)
.
.
Note: catatan untuk chapter ini yaitu asalnya Jimin dan Jungkook. Mereka berdua keturunan korea yang sudah menjadi warga negara jepang. Jimin ini udah jadi orang jepang sejak lahir sedangkan Jungkook sejak kecil saat keluarga besarnya pindah kesalah satu pulau pribadi yang ada di jepang. Jimin dan jungkook masuk Arkazam di waktu yang berbeda, jimin masuk sekitar 8 bulan yang lalu sedangkan Jungkook baru 2 bulan yang lalu, tapi karena suatu alasan jimin udah pernah lihat Jungkook. Jika ada yang belum jelas atu perlu penjelasan lagi silahkan review. Selamat membaca
.
.
.
Sel 402…
Jin memasuki sel 402 yang di dalamnya ada seorang anak laki-laki manis yang tengah duduk bersila di atas matras nya. Laki-laki itu memandang jin dengan ekspresi yang sedikit terkejut yang di balas senyuman manis oleh jin.
.
"apa aku melakukan kesalahan? Tanya anak itu sedikit takut takut.
"tidak… tidak ada… aku hanya berkunjung…!" jawab jin se kena nya.
"kau bukan petugas penjara kan?" jimin berdiri dari matrasnya.
"memang bukan!" jawab jin sedikit ketus, karena jin sedikit iri dengan anak itu. Anak itu terlihat begitu imut, menggemaskan, loveable, namun tubuhnya sangat sexy. 'dasar mafia mata keranjang tau saja yang bening-bening pasti langsung di gaet. Watu aku seumuran dia aku lebih imut darinya' batin jin dalam hati meruntuki rapmon.
"lalu kau ini siapa?" Tanya jimin masih sedikit waspada.
"aku tahanan sama seperti mu… dan sepertinya langsung saja. Aku menawarkan sesuatu yang menarik untuk mu"
"apa itu?
"keluar dari sini… aku menawarkan mu untuk keluar dari sini Baby J"
"panggil jimin saja… tunggu… keluar dari sini? Apa itu bisa? Maksudku…" jimin sebenarnya sangat tertarik saat ada yang bilang ingin mengajaknya keluar dari sini, tapi jujur dia takut akan mati jika berusaha kabur dari Arkazam.
"tidak perlu hawatir masalah teknisnya karena rencana kabur ini sudah terencana dengan baik. Tinggal kau mau ikut dalam rencana ini atau tidak!"
"aku mau…. Tapi…"
"tapi?" Jin sebenarnya gemas sendiri dengan jimin, karena anak ini sebenarnya mau tapi tapi ragu ragu. Kalau bukan incaraan rapmon pasti sudah jin bikin anak ini jadi gila.
"tapi…benarkan aku tidak akan mati?"
"kau tidak akan mati asal kan kau menuruti apa yang ku katakana. Untuk keluar dari sini tentu saja tidak gratis" jin menangkup wajah jimin dengan satu tangan.
"aku sudah tidak punya uang untuk membayar mu!, semua harta ku ada di jepang dan aku yakin pasti sudah di sita kepolisian" jimin semakin takut dengan kakak cantik yang sedang memegang wajahnya ini.
"berarti kau harus membayarnya dengan tenaga"
"masudnya?"
"kau harus bergabung dalam kelompok mafia yang akan Rapmon bentuk setelah keluar dari sini. Berani berhianat ku keluarkan isi kepalamu!"
.
.
Sebenarnya jin agak tidak enak juga menakuti jimin. Anak ini bisa di bilang paling bersih di antara member yang pilih rapmon, pasalnya catatan pembunuhannya tidak terlalu banyak atau bisa di bilang dia membunuh hanya saat benar benar nyawanya terancam saja. Dan menurut pengamatan jin, jimin ini pikirannya tidak terlalu rumit alias masih polos, yang ada dalam otaknya hanya jajaran kode pemrograman dan barang antic yang bisa di jual untuk menyambung hidup. Lalu bagaimana dia bisa masuk Akrazam? Itu karena dia adalah Hacker berbahaya dengan kemampuan luarbiasa yang bahkan bisa meng hack data rahasia sebuah negara. Dia juga penipu dan juga pencuri barang barang berharga museum untuk di jual ke pasar gelap. Rekor jimin adalah meng Hack data FBI dan menjualnya ke pihak Rusia dia juga pernah mencuri koleksi barang antic pribadi milik kerajaan Jepang yang berupa barang peninggalan raja terdahulu. Setelah 3 tahun berkecimpung di dunia hitam, dia di tangkap karena pemerintah Jepang merasa keberadaan jimin akan membahayakan keamanan dan rahasia negara.
.
.
"mafia? Rapmon?" jimin terlihat bingung dan tanpa sengaja wajahnya terlihat sangat imut.
"hah…. Kau imut sekali! Aku jadi tidak jadi benci pada mu!" kata jin sambil mencubit pipi tembam Jimin. "Rapmon itu ketua mafia Rach dia ingin membentuk kelompok mafia baru yang lebih kuat. Dan dia menginginkan mu untuk jadi anggotanya. Kurasa kau tidak ada pilihan untuk menolaknya. Asal kau tau saja dia itu pembunuh sadis yang bisa memisahkan kepala dengan tubuh mu hanya dalam hitungan detik" sambung jin yang makin membuat jimin bergidik ngeri.
"bb..baiklah…a ku mau.." ucap jimin tergagap karena jin masih menyiksa pipi tembamnya dengan terus menekan nekan dan mencubiti pipinya.
"anak baik! dua hari lagi saat ada ledakan di Arkazam kau keluarlah dari sini dengan ini dan tunggu kami di pintu saluran air samping gedung." Jin memberikan kunci sel jimin.
"awas sampai kau berani kabur! Akan ku kejar kau sampai ujung dunia dan akan ku pastikan aku sendiri yang akan memisahkan kepala dan tubuh mu juga mengeluarkan oragan dalam mu!" ancam jin dengan wajah menakutkan setelah itu tertawa lepas dan membuat jimin semakin takut.
"oh! Kau lucu sekali saat ketakutan! Selama kau jadi anak baik kau akan aman sayang!" jin memeluk gemas jimin, padahal tadi sempat benci jimin karena takut kalah saing. Tapi siapa yang bisa menolak ke imutan anak ini. Walaupun jin itu penjahat sadis tapi dia tetap tidak bisa tahan dengan yang imut imut.
"nn..nnama mu siapa? B..Bagaimana aku memanggil mu?" Tanya jimin takut takut.
"nama ku Jin, panggil Jin hyung ya! Aku lebih tua dari mu"
"hyung? Ku kira kita seumuran wajah mu terlihat sangat muda dan cantik! Maaf… aku tadi bicara tidak sopan pada hyung!" jimin menunduk.
"benarkah aku secantik itu sampa kau mengira kita seumuran?" Tanya jin antusias yang di jawab anggukan imut oleh jimin.
"jimin-ah… kau memang angel! Banyak yang bilang aku cantik tapi sedikit orang yang bilang aku seumuran 95 line" jin memeluk jimin dengan riang.
"memang umur hyung berapa?" Tanya polos jimin.
"aish… kau tidak perlu tau umur ku! Yang penting jika kita jalan bersama aku tidak terlihat tua sekali kan?" Tanya jin sambil memegangi wajahnya senidiri, yang di jawab anggukan oleh jimin.
"apa Jungkook-kun akan mati dalam ledakan ini…" gumam pelan jimin.
"kau bicara sesuatu jimin?" Tanya jin.
"tidak…tidak ada hyung!" jawab bohong jimin. 'kuharap kau baik baik saja' batin jimin.
.
.
.
.
Di tempat lain…..
.
.
Rapmon POV
Kali ini aku memasuki sel Jhope yang berada di sebelah sel V. dia tamapak tidak terlalu kaget dengat kedatangan ku. Dia malah menyambutku dengan senyuman.
.
Menurut data ku Jhope adalah perampok dan pencuri paling fenomenal di korea. Kenapa bisa fenomenal? Karena dia selalu meledakan tempat yang telah ia jarah. Tujuan nya untuk menghilangkan barang bukti dan menewaskan saksi. Sasaran jhope biasanya adalah bank besar dan perusahaan terkenal juga museum barang bersejarah. Tidak seperti jimin yang hanya mencuri beberapa barang setelah itu pergi, dia ini akan menguras semua asset tempat jarahannya setelah itu meledakannya tanpa perduli ada manusia apa tidak di dalamnya. Bisa di bilang juga dia ini sama gilanya dengan V.
"apa kau ini rapmon?" Tanya jhope pada ku.
" bagaimana kau bisa yakin sekali jika aku rapmon?" aku balik bertanya padanya.
"kau membawa pemicu bom untuk ku kan, aku bisa mencium bau dynamite saat kau masuk!" dia masih memasang wajah antusias.
"penciuman yang bagus! Padahal aku memilih dynamite yang paling minim bau! Jadi kau sudah tau tugas mu?"
"yup! Aku hanya harus membuat pemicu bom itu bekerja dan membuat ledakan yang bisa meratakan gedung ini kan? Dan ledakan seperti apa yang kau minta? Satu ledakan besar atau bagaimana?" Tanya jhope.
"tidak tidak!, jangan ledakan besar. Buat 6 ledakan beruntun, pertama ledakan kecil di sekitar kantor penjara, 1 menit kemudian ledakan di lorong ujung bagian barat, 30 detik kemudia lorong tengah tak jauh dari sini, 30 detik kemudian lorong utara dan selatan secara bersamaan dan yang terakhir…" jelas ku terputus.
"gudang persenjataan kan" sambung jhope.
"benar! Buat ledakan yang sangat besar di sana!" aku menyerahkan beberapa bahan pembuat bom pada Jhope.
"tadi malam setelah V memberi tau ku tentang rencana ini aku berkeliling penjara dan menempatkan beberapa chip yang tersambung dengan listrik. aku akan buat ledakan yang terhubung dengan listrik agar bisa mengaktifkan bom nya dari sini. Tapi aku baru menaruhnya di kantor penjara di lorong tengah dan di dekat gudang persenjataan" jelas jhope, yang tadi malam saat pertarungan ke dua dan ke tiga di mulai dia sudah mulai survey ke tempat yang mungkin akan di minta rapmon untuk di ledakan, dan ternyata dia benar.
"dariman kau mendapatkan chip itu?" Tanya rapmon.
"aku mencuri HT milik petugas penjara dan memodifikasinya menjadi alat pemicu bom!"
"bagus! Kau melebihi ekspektasi ku! Setelah kau selesai merakit bom nya aku akan kemari untuk mengambil dan menempatkan bom di tempat yang ku sebutkan tadi"
"itu cara kerja bom jaman bahula bung! Kau cukup taruh chip lain di tempat yang belum ku beri chip se telah itu tebarkan bubuk mesiu yang ada di dynamite itu dan Bom mu siap di ledakan kapan saja!" ujarnya jhope.
"bukannya bubuk yang ada dalam dynamite akan berbau dan akan terbawa udara dan lenyap?" Tanya ku yang sebenarnya masih bingung dengan cara kerja otak orang ini.
"setelah aku memeriksa bubuk mesiu dalam dynamite yang kau bawa ini, ternyata bubuk ini sedikit special jika di campur dengan magnesium maka bubuk itu akan menempel di dinding dan lantai dan juga baunya tidak akan terlalu mencurigakan, ketika aku mengaktifkan chip itu dan membuat percikan api dari listrik maka… BAM! Semua akan meledak!, pastikan saja bubuknya tidak menempel di bajumu karena itu sangat mudah meledak!" jelas nya panjang lebar.
"cukup pintar, tidak perlu repot repot menyelundupkan bom" puji ku padanya.
"dan kita juga tidak perlu sering bertemu, menimbulkan kecurigaan tau!"
"kau cukup professional, aku heran kenapa kau tidak keluar dari sini dari dulu saja"
"tidak ada yang membantu ku menyebar bom seperti kau, dan ku rasa bebas bersama sama lebih menyenangkan" katanya dengan nada sangat riang. Aku heran bagaimana dia bisa seceria ini saat bicara soal kabur dari penjara paling mengerikan di dunia.
"oke kalau begitu dua hari lagi setelah ledakan berkumpul di tempat yang sudah di janjikan!" aku berlalu meninggalkannya.
.
.
Urusan bom sudah selesai, dan sekarang aku harus membujuk anak manja itu. Aku yakin aku pasti bisa membujuknya, tapi aku juga harus memikirkan tawaran yang menarik untuk anak itu. Berhadapan dengan bocah itu mudah, tapi tidak akan mudah jika bocah itu seorang Jeon jungkook.
.
,
Jungkook adalah calon pewaris keluarga pembunuh bayaran legendaris Keluarga Jeon. Keluarga ini sudah menjadi pembunuh bayaran dari generasi ke kegenerasi. Bukan hanya satu dua orang yang menjadi pembunuh bayaran di keluarga ini, tapi semua anggota keluarnya adalah pembunuh bayaran. Sudah merupakan rahasia umum jika anggota keluarga Jeon telah menjadi buronan paling terkenal di dunia, kepala mereka bernilai milyaran dollar bagi yang bisa membunuh mereka. Dua bulan lalu aku melihat berita tertangkapnya Jungkook dan kabar bahwa ia akan di masukan kemari sambil menunggu masa eksekusinya. Dia di jatuhi hukuman mati mengingat telah banyak nyawa yang melayang di tangannya, karena dia menjadi pembunuh bayaran di umur yang relative muda. Keahlian nya dalam dunia hitam tidak perlu di tanya dan di ragukan lagi karena dia sangat professional. Dan karena itulah aku sangat tertarik padanya.
.
.
Ketika sampai di depan sel nya dia sudah berdiri tepat di depan pintu seolah menyambutku. Aku pun masuk tanpa meminta izin padanya, dia pun hanya tersenyum melihat ku masuk. Anak ini sungguh aneh, dia bersikap seolah-olah sedang menungguku datang.
.
"ternyata aku juga termasuk incaran mu!" ujarnya dengan nada merendahkan.
"incaran?" Tanya ku pura pura bodoh.
"aku tau kau mencari anggota untuk kelompok mafia baru mu!, dan selain Dokter Jin, Suga, dan V aku termasuk di dalamnya juga!" nada sombong masih dia perhankan.
"telingamu pajang juga rupanya" kata ku sambil mendekat ke arahnya.
"aku mengikuti mu bahkan sebelum dokter Jin mendekati mu, setelah itu aku mendengar semua yang kalian bicarakan."
"aku tidak melihat mu, bahkan merasakan hawa keberadaan mu pun tidak… tunggu hahaha bodohnya aku. Aku lupa kau ini pembunuh bayaran terkenal, menyembunyikan hawa keberadaan adalah hal mudah kan" aku meruntuki kebodohan ku sendiri yang lupa siapa bocah ini. Tapi jujur saja aku sungguh tidak menyadari jika dia mengikuti ku.
"dan apa kau kemari ingin membujuk ku jadi anggota mu? Asal kau tau aku tidak suka sesuatu yang tidak menarik"
.
BINGGO… apa aku bilang, dia ini bocah menyebalkan merepotkan dan sombong. Parahnya aku harus memikirkan sesuatu yang menarik untuk nya. Dan aku mulai dengan mengamati Jungkook, mungkin memakai sedikit trick Jinnie tidak masalah setidaknya aku harus tau apa yang dia sangat inginkan. Beberapa saat terdiam aku teringat sesuatu.
.
"aku tidak akan menawari mu harta atau apa pun karena aku yakin kau sudah memilikinya bahakan keluarga mu lebih kaya dari ku. Tapi… aku bisa menjamin sesuatu untuk mu" aku mencoba membuatnya tertarik dengan perkataan ku.
"apa itu?" Tanya nya penuh selidik.
"aku tau kau kabur dari rumah karena tidak ingin menjadi penerus keluarga Jeon, dan kau muak dengan kakak mu itu!" kata kata ku membuat raut wajah jungkook sedikit menegang. Sepertinya aku benar padahal masalah kakak itu aku cuman asal tebak.
"si berengsek itu membuat ku masuk ke tempat busuk ini!" emosi jungkook sudah mulai terpancing.
"dan kau tau kan kau akan di hukum mati…" ucapan ku sempat terhenti setelah melihat ekspresi terkejutnya. "jangan bilang kau tidak tau jika beberapa bulan lagi kau akan di eksekusi!" sambung ku.
"F*ck! Jeon Wonwoo akan ku kirim kau ke neraka! Dia sengaja menjebloskan ku ke sini karena tau aku akan di hukum mati" melihat jungkook emosi aku jadi sedikit merasa menang. Pasalnya, tak perlu susah susah membujuknya dengan memanfaatkan ke benciannya pada kakaknya dia pasti mau bergabung dengan ku.
"jika aku mau menjadi anggota mu jaminan apa yang kau janjikan itu?" Tanya jungkook dengan emosi yang masih meluap luap.
"aku jamin ayah mu tidak bisa menarik mu pulang jika tau kau di pihak ku dan di luar sana kau bisa dengan bebas membalas kakak mu itu" raut wajah jungkook mulai melunak, seperti sedang berpikir.
"aku tau kau kabur dari rumah untuk mencari kesenangan, tapi ayah mu selalu mengejar mu dan menyuruh mu pulang. Tapi kuberi tahu satu hal, ayah mu itu sangat waspada dan tak mau berurusan dengan ku, jika dia tau kau bersama ku pasti dia berpikir lagi untuk menarik mu pulang"
"ayah memang pernah bilang jangan pernah mendekati Rach, dan karena aku penasaran jadi aku mengikuti mu semalam. Dan malah kau ingin mengajak ku bergabung menjadi mafia. Asal kau tau saja aku muak dengan pekerjaan ku, makanya aku lari dari rumah"
"terkadang membunuh orang memang memuakan, tapi menyebar terror berbuat gila dengan teman teman itu hal yang cukup menyenangkan" kata ku padanya.
"teman?"
"iya teman… kita tidak akan sendiri, kita kelompok kita akan berbuat hal gila bersama-sama! Kau bisa melakukan apa saja setelah keluar dari sini, aku memang akan jadi ketua mu tapi aku tidak melarang mu untuk berbuat yang kau mau"
"oke aku mau!"
"bagus, dua hari lagi akan ada ledakan dan itu sinyal untuk keluar dari sini!" aku melempar kunci sel kearahnya. "ku tunggu di pintu saluran air samping gedung!" aku pun pergi meninggalkanya.
.
.
Rapmon POV END
.
.
.
TBC
.
.
.
Oke hari ini segini dulu ya….
Untuk acara kabur dan moment-moment nya di next chapter
Jangan bosen baca FF ini ya, alurnya aku buat lambat biar jelas
Dan Jun gak bosen bosen untuk ngucapin terimakasih buat yang baca apalagi buat yang nge review
Review kalian itu bikin aku tetap semangat ngelanjutin ni FF. dan bikin inpirasi jatuh dari langit ke kepala ku #alay lu Jun#
Mohon tinggal kan jejak berupa Review, fav, follow
.
.
Balesan Review untuk Chapter 2:
Yikyuchan : doa in aku kuat bikin adegan hukum hukuman nya namjin ya!, makasih udah baca dan review
Kim HyeNi : Yoonggi masih jomblo makanya sok suci. Aku juga seneng ada yang nunggu FF ku. Makasih ya
Syuga YC : gak bisa jamin banyak Yoonmin nya ato banyak Jikook nya… hahaha #ketawa evil#
YOONMINs :Jun akan usahain nulis pelan pelan biar gak banya typo dan penempatan tanda bacanya bener. #efek kebanyakan liat tulisan hanzi jadi rada aneh pas liat latin, ups sory jadi curhat#
Soyu567 : aku juga ngerasa kurang feel… jadi bisa tambahin saran apa yang harus ku lakukan?
Bang Tae : pasti lanjut… tapi lanjut Review ya
Mandoohan : dede kookie nya udah muncul di sini!
Silvia462 : Yoonmin momen mungkin Next Chapter sabar nungguin nya ya…
GoodFF :makasih udah di bilang keren FF nya Review kamu juga keren. Jun bakal lanjut kalo kalian tetap nyemangatin Jun. Jimin ama kookie udah keluar kok, semua tokoh udah pada nonggol semua.
iPSyuu : Jun juga Jones kok…. Jadi kendala sendiri kalo nulis adegan romance jadi baper sendiri…huhuhu
pecinta alien : bakal lanjut kok tenang aja!
