Tittle : Bangtan Squad from Hell

Author : Jun_96

Genre : Crime/friendship/lil bit romance

Cast :

Namjoon Kim (Rapmon) 24 tahun

Seokjin Kim (Jin or Jinnie) 26 tahun

Yoongi Min (Suga ) 25 tahun

Hoseok Jung (J-hope) 24 tahun

Jimin Park ( Jimin or Baby J) 23 tahun

Taehyung Kim (V) 23 tahun

Jungkook Jeon (jungkook or… bts member call him Kookie) 21 tahun

Pairing :

Namjin

Yoonmin

Jikook

Taejin

Summary: Rapmon sang ketua geng mafia ingin mendirikan kelompok mafia yang tak terkalahkan. Namun dia butuh anggota yang kuat dan tak terkalahkan, karena itulah dia berada di Arkazam, untuk menjemput calon rekannya. (Namjin, Yoonmin, Jikook, Taejin,dll) (Jin & Jimin uke, Rapmon yonggi Taehyung Jungkook Jhope Seme)

.

.

.

Dua hari kemudia….

Suara ledakan yang cukup keras terdengar di penjuru Arkazam. Dan seperti mendengar alarm mereka yang terpilih sudah bersiap. Setelah mendengar ledakan kedua seluruh penghuni Arkazam di buat heboh dengan ledakan tersebut. Para petugas penjara yang masih hidup pun mulai mengabaikan tahanan dan malah menuju sumber ledakan yang berada di kantor penjara dan lorong barat. Bukan kah ini kesempatan bagus untuk menjalankan rencana, karena sekarang kita bisa melihat Suga dan Jin telah berlari ke arah selatan yaitu pintu keluar samping. Melihat suga dan jin bisa bebas, narapidana yang lain berteriak dan meraung ingin di bebaskan, mereka tidak ingin mati tertimpa reruntuhan penjara busuk ini.

.

Tanpa di duga di depan pintu saluran air jimin sudah duduk manis menunggu yang lain. Melihat Jin dan Suga yang datang jimin langsung berdiri dan membungkuk, menerapkan sopan santun ketika bertemu dengan orang yang lebih tua.

.

"my Angel Jiminie! Kau sudah datang!" kata jin sambil memeluk jimin.

"ii..ya hyung…" kata Jimin malu malu karena ada orang baru yang tidak kenal yang sedang menatapnya dengan tatapan dalam dan intense.

"oh suga kenalkan, ini Jimin dia juga pilihan Rapmon. Jimin kenalkan dia Suga, panggil suga hyung ya umurnya jauh lebih tua dari mu!" kata jin dengan riang, karena di bertemu dengan mainannya imutnya.

"Annyeonghaseyo Hyung" jimin dengan sopan memberi salam dengan membungkuk, tapi karena suga tak henti hentinya menatap tajam ke arahnya jimin jadi takut dan dia bersembunyi di belakang Jin.

"suga, jangan menatapnya seperti itu kau membuatnya takut!" kata Jin.

"apa si ketua mafia itu punya kelainan pedofil atau semacamnya? Setelah merekrut rubah betina seperti mu dia malah memilih anak kucing seperti ini!" ucap ketus suga, yang membuat jimin makin menenggelamkan diri di punggung Jin.

"Oh Sugar kau ini jarang bicara sekali bicara perkataan mu tajam sekali! Seimut apapun anak ini, dia tetaplah penghuni Arkazam. Dan kau tau sendiri artinya apa" dedas jin pada suga. Namun suga tetap tidak menghentikan kegiatannya mengamati jimin.

"Suga hentikan menatapnya seperti itu! Kau membuatnya takut. Lagi pula jika kau tatap terus jimin seperti itu yang kelihatan pedofil mesum itu kau!" jin masih setia menjadi tameng untuk Jimin.

"siapa yang pedofil mesum Jinnie?" Tanya rapmon yang baru saja datang sambil membawa kunci pintu yang menuju saluran air bawah tanah.

"siapa lagi jika bukan si gunung es itu. Dia memandangi jimin terus dari tadi" ujar kesal jin, selama ini suga tidak pernah menatapnya dan sekarang dia malah menatap jimin seperti serigala mendapat mangsanya.

"apa kau ragu tentang kemampuan jimin? Dia itu professional dan setelah bebas dari sini silahkan kau mencoba ke profesionalannya sendiri" rapmon mengeluarkan seringai mesum, yang di balas senyum misterius oleh suga.

.

Setelah bunyi bom ke ketiga, V dan jhope pun datang. Jhope masih sibuk dengan peralatan pemicu bom nya, sedangkan V sudah tebar senyuman sok akrab dan minta kenalan sana sini. Tiga puluh detik setelahnya bom ke empat dan kelima di ledakan secara bersamaan. Dan saat bom keenam yang artinya akhir dari Arkazam akan di ledakan rapmon memerintahkan jhope untuk menundanya.

.

"jangan di ledakan dulu! Masih ada satu orang lagi yang belum datang!" perintah rapmon.

"kita tidak ada waktu, petugas penjara yang masih hidup pasti segera menemukan kita!" bantah jhope.

"tunggu satu menit lagi! Aku yakin dia pasti datang!" sanggah rapmon.

.

Dan benar, tak sampai satu menit akhirnya pembunuh bayaran muda kita telah datang sambil berlari terburu buru. Semua yang ada di sana hanya menatap tajam ke arahnya 'belum jadi anggota udah suka telat!' batin yang lainnya.

.

"kau telat maknae!" kata rapmon sambil membuka pintu saluran air itu.

"maknae?" Tanya jin.

"dia yang paling muda di antara kita semua" jawab singkat rapmon.

" Aku telat karena sel ku ada di paling utara! Jaraknya jauh dari pintu selatan! Aku juga masih harus membunuh beberapa petugas yang melihat ku kabur" jelas jungkook sambil sesekali masih tersengal.

"alesan!" ucap jhope mencibir.

"simpan dulu debatnya, sekarang semua masuk! Kita akan menuju suatu tempat lewat jalur ini! Dan jhope, ledakan bom terakhir!" rapmon masuk terlebih dulu kedalam saluran air itu setelah itu di susul yang lainnya. Tanpa seorang pun tau, di sana jimin tersenyum penuh arti memandang si 'Maknae' yang telat datang itu. 'aku senang kau selamat dan ikut bersama kami jungkook-kun' ucap jimin dalam hati.

.

.

Mereka semua(selain rapmon) tidak menyangka di bawah Arkazam terdapat saluran air besar dengan jalan setapak di pinggirnya seperti ini. Jangan bayangkan saluran air yang kotor dan sempit, walaupun saluran air ini tidak bisa di bilang bersih juga sih, tapi juga tidak bisa di bilang sangat buruk. Bayangkan kau berada dalam pipa yang sangat besar dengan saluran air seperti sungai membentang di tengah dan kalian jalan di jalan setapak yang ada di pinggirnya.

.

Setelah sekitar 1,5 Km mereka berjalan dalam keheningan, Rapmon menuntun mereka untuk menaiki sebuah tangga dan naik keluar ke sebuah tempat asing dengan tanah lapang, bangunan sederhana dengan menara penampung air di sampingnya, dan yang menakjubkan ada sebuah helicopter yang terlihat cukup mewah di sana. Tanpa bicara, rapmon langsung naik ke helicopter tersebut dan menyisakan member pilihannya yang masih setengah linglung.

.

"apa yang kalian lakukan? Ayo cepat naik!" perintah rapmon.

"aku mencintaimu dan semua kejutan yang ada di dirimu sayang!" seru jin sembari masuk ke dalam helicopter di ikuti yang lainnya.

"wah daebak! Aku tidak menyangka rencana kabur ini akan berjalan lancar dan sangat keren. Kau punya helicopter se mewah ini, kau keren hyung!" ujar V terkagum setelah dia dan member masuk. Helicopter tersebut memang bisa di bilang sangat mewah mirip seperti helicopter pribadi presiden, di dalam nya terdapat dua kursi kemudi di depan dan untuk bagian penumpang terdapat 6 kursi saling berhadapan dengan bantaran kursi yang empuk dan terlihat sangat elegant.

"bukan kah aneh saat kita naik helicopter mewah dengan memakai pakaian penjara seperti ini!" celetuk jhope.

"jeduli setan!" sahut Jin.

"Jimin ambil laptop di depan mu!" rapmon mulai sibuk dengan persiapan lepas landas helicopternya.

"eum? Yang ini hyung?" jimin mengambil laptop yang ada di depannya dan menyalakannya.

"Hack data gedung apartemen XXXX setelah itu ubah data kepemilikan Condominium teratas di sana atas nama pengusaha terkenal Alan Musk. Daftarkan juga data penerbangan helicopter ini ke bandara terdekat atas nama Alan Musk dan pilot Jean Stuard, data lengkap helicopter ini ada di bagian paling atas desktop" Rapmon memberi jimin perintah sembari berfokus dengan kemudinya.

"aku mengerti…!" jimin mulai mengutak atik laptop di pangkuannya dengan serius.

"oke guys! Pasang sabuk pengaman, kita lepas landas menuju Los Angles!" ucap rapmon yang menandakan helicopter yang mereka tumpangi mulai lepas landas.

.

Beberapa detik setelah lepas landas, jimin merasakan ada tangan yang mencoba memasangkan sabuk pengaman padanya. Awalnya dia mengira itu jin, sampai saat dia menoleh ke samping dan menemukan Suga dengan wajah stoic nya dengan telaten memasangkan atribut pengaman untuk jimin. Mau tak mau wajah jimin di buat memerah oleh nya.

.

"terimakasih hyung" ucap jimin malu malu, sambil pura pura focus ke laptopnya.

"focus itu baik, tapi perhatikan keselamatan diri. kau mau terjungkal dan jatuh dari sini!" siapa lagi yang punya nada setajam itu selain suga.

"mm..maaf…" jimin menundukan kepala sambil masih mengetikan beberapa code pemrograman.

"hey hey! Kenapa jadi seperti ini suasana nya, sejak kita bertemu sampai sekarang kita semua pada cangung! Gimana kalau sekarang ramah tamah dulu, biar kenal gitu!" kata kata jhope membuat semua orang di helicopter itu selain rapmon dan jin yang duduk di depan jadi saling memandang satu sama lain. 'ah..benar…kita belum saling mengenal' batin mereka.

"aku duluan ya! hehe aku V, 23 tahun dari korea. senang bertemu kalian" kata V dengan nada kelewat ceria.

"bodoh! Kau kira kita sedang perkenalan kelas taman kanak-kanak" ujar sakartis Jungkook.

"hey bicara lah yang sopan sedikit maknae! Kau yang paling bontot di sini" sahut jhope yang di balas decihan tak menyenangkan dari jungkook.

"Baby J, kalian bisa memanggil ku jimin. Aku seumuran dengan V" ucap jimin tiba-tiba dengan nada imut yang mau tidak mau membuat jhope dan V gemas sendiri di buatnya. Kalau tidak ada suga yang melayangkan tatapan mengerikan di samping jimin, pasti anak itu sudah habis di uyel-uyel(?).

"Baby J? rupanya kau hacker terkenal di jepang itu…" kata jungkook dengan nada sedikit terkejut.

"jungkook-kun menenal ku?" Tanya balik jimin.

"tidak sengaja saja aku pernah melihat artikel tentang mu di koran. Kau tau nama ku?" jungkook balik bertanya, dan pertanyaan itu hanya di jawab anggukan imut oleh jimin.

"kalian sama sama berasal dari jepang?, wah… seperti aku dan V yang sama sama berasal dari korea! Salam kenal aku jhope 24 tahun panggil hyung ya!"

"wah kalian tambah akrab ya! Untuk yang belum mengenal ku aku Jin panggil Jin hyung ya aku lebih tua dari kalian. Dan… sugar! Kau tidak ingin memperkenalkan diri mu" perkataan jin membuat semua yang ada di sama memandang takut kea rah suga. Dari awal suga memang sudah mengeluarkan aura tidak bersahabat dan secara tidak kasat mata di atas kepalanya seperti tertulis 'berani mengusikku, ku congkel otak mu!'.

"aku sungguh sangat ingin mempercepat ajal mu dokter sinting!" perkataan tajam suga hanya dibalas tawa renyah dari Jin.

"my sugar kau manis sekali…semuanya, perkenalkan nama nya suga umurnya juga lebih tua dari kalian semua, jadi yang sopan ya padanya" jhope,V, jimin dan Jungkook hanya membalas perkataan jin dengan anggukan berat dan lirikan takut pada suga. Walaupun mereka semua penjahat, tapi aura dingin suga memang benar benar membuat mereka bungkam, suga seperti dapat membunuh seseorang hanya dengan tatapan tajam dan aura dinginnya. 'seperti malaikat pencabut nyawa' batin ke empat anak itu.

.

.

.

Los Angles…

Gedung XXXX

.

Condominium megah dengan interior super mewah menyambut kedatangan tujuh narapidana Arkazam dari perjalanan panjang yang cukup melelahkan. Rapmon mendapatkan tempat ini saat dia berhasil membunuh seorang koruptor dengan harta yang bukan main melimpah. Setelah koruptor itu mati rapmon menjarah semua harta yang di miliki koruptor tersebut termasuk condominium dan helicopter yang di kendarainya tadi, hanya saja untuk menghindari kecurigaan pihak kepolisian dia meminta jimin untuk mengubah kepemilikan condominium dan heli itu atas nama pengusaha terkenal.

.

Ruang tengah condominium ini menjadi tempat pelabuhan pertama untuk melepas penat bagi tujuh penjahat kita. Kabur dari penjara paling mengerikan di dunia ternyata kucup menguras tenaga. Melihat itu rapmon angakat suara memecah keheningan.

.

"kids! Di sini ada lima kamar tapi yang bisa di pakai tidur hanya tiga, karena dua ruangan sudah ku pakai sebagai gudang senjata dan brangkas. Untuk sementara kita harus saling berbagi kamar!" kata rapmon dengan nada letih.

"aahhh…. Aku ingin segera mandi air hangat dan mengosok bersih tubuh ku agar bau busuk Arkazam ini bisa hilang!" ujar Jin manja.

"mau ku bantu cantik?" tawar rapmon dengan ekspresi yang jangan di tanya lagi bentuknya karena itu pasti sangat mesum dan menjijikan, walaupun menawan.

"boleh! Aku juga bisa membantu mu untuk mandi!" jin mengedipkan mata kea rah rapmon.

"oke cantik kau milik ku malam ini!" rapmon merangkul dan membawa jin ke salah satu kamar.

"yah! Bidadari ku di bawa pergi…!" Kata V dengan wajah cemberut yang lucu.

"ya sudah kau dengan ku saja, kita ratapi bersama ke jomblo an kita!" Jhope memasuki kamar yang letaknya bersebrangan dengan kamar Namjin, dan di ikuti dengan V di belakangnya.

"ee..etto… Jungkook-kun..bagimana ka-"

"aku tidur disini saja, aku tidak biasa tidur dengan orang asing!" jungkook merebahkan diri di sofa besar yang ada di ruangan itu dengan satu lengan yang menutupi matanya.

.

Mendengar jawaban Junkook jimin hanya menundukan wajah sambil meremas ujung bajunya. Suga yang melihat acara penolakan secara tidak halus itu hanya memasang wajah datar menatap jimin.

.

"hei bocah hacker! Kemari sebentar aku butuh bantuan mu!" panggil suga.

"ada apa hyung!" jimin menghampiri dengan wajah sedih yang masih tak mau hilang dari wajahnya.

"masuk!" perintah suga langsung di turuti begitu saja oleh jimin. Jimin memasuki kamar itu dan begitu pun suga.

"hyung butuh bantuan apa?"

"tidurlah di sini"

"aa..apa hyung?"

"kau tuli atau apa, ku bilang tidur di sini bodoh! Memangnya kau mau tidur di mana lagi? Di dapur?" suga meninggalkan jimin dan memasuki kamar mandi yang ada dalam kamar mereka.

"Ya Tuhan… dosa apa aku di masa lalu… kenapa banyak hal buruk yang menimpa ku. Lindungi kepala ku Ya Tuhan, aku tidak ingin isi kepala ku di keluarkan suga hyung" guman jimin sambil mendudukan diri di kasur.

.

Selagi menunggu giliran kamar mandi jimin mulai melakukan observasi terhadap kamar itu. Dia membuka laci laci dan lemari yang ada di kamar itu. Dan seperti sudah sengaja di sediakan, di lemari tersedia baju dan pakaian dalam yang siap pakai untuk mereka. Entah kenapa secara naluriah jimin menyiapkan satu setel baju santai dan celana dalam untuk Suga dan mengambil satu setel lagi untuk dirinya. Tak lama setelah itu Suga keluar dari kamar mandi dengan bathrope yang membalut tubuhnya.

.

"Hh..hyung sudah selesai? Jimin boleh pake kamar mandinya?" Tanya jimin yang berusaha berpaling tidak melihat suga. Suga hanya menjawab dengan ngumaman singkat.

"oh ya hyung baju hyung sudah ku siapkan di atas kasur" jimin masuk ke dalam kamar mandi.

Suga menatap baju yang telah di siapkan Jimin. Entah mengapa melihat baju itu membuat hatinya menghangat. 'sudah lama sekali' batin suga dalam hati.

"kelakuan mu itu seperti ingin minta di nikahi bocah…" gumam suga sambil ternyum.

.

Setelah berganti pakaian suga membaringkan diri di kasur king size yang ada di kamar itu. Pikirannya menerawang jauh pada keputusan yang ia buat. Sebenarnya ia tidak terlalu ingin terjun lagi ke dunia gelap, baginya membusuk di Arkazam adalah penebusan dosa yang selama ini ia buat. Namun, melihat ke sungguhan rapmon saat membujuknya membuatnya harus berpikir ulang malasah penebusan dosa itu.

.

Beberapa menit berlalu dengan lamunan tidak jelas akhirnya suga kembali ke alam sadarnya saat melihat Jimin yang keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut platinanya yang basah. jika di pikir lagi, Jimin itu memang sangat loveable, dia terlihat sangat menggemaskan dan fluffy namun lengkuk tubuh indah dan menggodanya tidak dapat tersamar oleh ke imutannya. Pinggang ramping, tubuh sintal, bokong yang padat dan berisi dengan kulit mulus bagaikan susu di padukan dengan paras manis membuatnya terlihat sangat menawan dan menyesatkan. Iya… jimin itu sexy sekali dan dia menyadarinya, sangat menyadarinya bahkan. Mengapa begitu? Karena baginya ke seksi an dalam dirinya inilah yang berulangkali menyelamatkan hidupnya dan memperlancar pekerjaannya, maka dari itu walaupun dia terlihat polos tapi dia tidak pernah sungkan untuk mempertonton kan kemolekan tubuhnya di depan siapapun, seperti sekarang ini. Jimin hanya mengenakan atasan piama dengan bahan tipis dengan kerah yang sangat rendah dan celana pendek setengah paha, alhasil kita bisa melihat betapa mulusnya dan menggodanya dada dan paha seorang Park Jimin.

.

Jangan di Tanya bagaimana reaksi suga melihat surga dunia di depannya, karena dia hanya terdiam sambil menelan ludah susah payah. Suga adalah pria sehat yang tidak impoten, wajarkan kalau dia merasa terundang dengan apa yang jimin suguhkan. 'anak ini minta di perkosa rupanya' pikiran laknat lewat di kepala suga.

.

Setelah selesai mengeringkan rambut dan menatanya jimin mendekat ke arah suga dan mendudukan diri di samping kasur.

.

"hyung… hyung terganggu ya? Jimin tidur bawah saja ya" dalam hati jimin komat kamit memanjatkan doa pada Tuhan yang maha esa atas keselamatan hidupnya. Satu kamar dengan pembunuh berdarah dingin seperti suga membuat jimin harus ekstra hati hati dalam perkataan maupun perbuatan, kalau tidak nyawa jimin yang Cuma satu ini bisa melayang.

"tidak usah. Kasur ini cukup luas untuk dua orang, lagi-" ucapan suga tiba tiba terputus karena keberadaan suara ganjil yang sangat…sangat… sangat… entah lah…

"aahh…emh…..Angghhh….eungh…"

"hyung… itu.. suara jin hyung.." wajah jimin menempilkan ekspresi bingung.

"f*ck! Pasangan sinting itu benar benar!" suga mengumpat sambil bangkit dari tempat tidur.

"memang ada apa hyung?" jimin masih tidak mengerti dengan apa yang di dengarnya barusan.

"di umur 23 tahun apa kau tidak tau yang namanya sex?" suga masih menahan geram dengan aksi tidak kenal tempat pasangan namjin. Tau begitu suga memilih kamar yang berseberangan dari kamar namjin.

"aa..aaku tau…" majah jimin memerah sempurna di buatnya. Jimin hanya menunduk dan tak berani menatap suga.

"aku tidak yakin kau tau"

"aa..aku tau hyung, aku pernah lihat film porno…" rasanya jimin ingin menenggelampan diri di dasar samudra sangking malunya.

"tidak pernah mempraktekannya?" pertanyaan suga hanya di jawab gelengan kecil dari jimin.

"masih perawan rupanya, hah… mana tahan aku tidur dengan perawan ting ting tipikal kembang desa seperti mu…" ujar suga dengan nada meremehkan.

"aahh…yes…tthere…yyaah…right there…aaahh…" suara ganjil itu masih berlanjut.

"SHIT! Awas saja akan ku patahkan leher pasangan mesum itu! Mereka pikir rumah ini hotel plus plus, sial! menyesal aku menyetujui ajakan bocah itu kalau hanya di suruh jadi pendengar untuk kegiatan laknatnya bersama dokter jalang itu"

.

Jimin hanya bisa menunduk menyembunyika wajahnya mendengar umpatan suga di tambah dengan desah kamar sebelah yang makin menjadi jadi. Bukannya di dunia hitam hal seperti sex sudah biasa, hanya saja jimin masih sanksi jika harus terlibat. Dia tau jika suatu saat nanti cepat atau lambat pasti dia juga akan melakukan hal itu dengan sesama anggota dalam kelompok mafia ini, tapi tidak secepat Jin dan rapmon juga yang baru kenal langsung hajar. JImin butuh waktu untuk menata hatinya dan mempersiapkan tubuhnya.

.

"di laci dekat TV ada Laptop dan perlengkapan lain disana, sumpal telinga mu dengan alat itu. Mendengar mereka terus kau bisa berakhir 'solo karir' di kamar mandi!" suga berjalan ke arah pintu. "aku di ruang persenjataan, jika mereka sudah selesai panggil aku" dan suga pun keluar dari kamarnya dan jimin.

"hah… hal buruk selalu saja menyertaiku…" jimin yang masih dengan jelas mendengar suara laknat pasangan namjin pun memutuskan untuk mengambil laptop di dekat tv lalu duduk di kasur lagi. Jimin mulai terlarut dalam dunia maya sampai dia tersadar sesuatu.

"oh ya aku lupa! Jungkook-kun kan belum mandi! Dia pasti sangat lelah sampai lupa membersihkan diri!" jimin beranjak dari kasurnya dan menuju lemari untuk mengambil baju dan handuk untuk jungkook. Setelah itu dia keluar dari kamar.

.

Di ruang tengah jungkook masih tidur dengan posisi yang sama saat ia tinggalkan. Jimin dengan hati hati menaruh baju dan handuk itu di samping jungkook, jimin tidak ingin membangunkan jungkook yang menurut apa yang ia ketahui dan simpulkan jika pembunuh bayaran itu punya kebiasaan waspada bahkan saat tidur. Setelah meletakan baju itu jimin kembali kekamar sebentar dan keluar lagi membawa selembar selimut untuk jungkook. Jimin hanya menaruh selimut itu di dekat jungkook, yah karena alasan tadi dia tidak memasangkan selimut itu ke jungkook. Jimin tidak bisa menahan senyuman saat melihat Jungkook tidur. 'saat tidur pun kau sangat tampan jungkook-kun' setelah puas memandangi jungkook, jimin pun kembali masuk ke kamarnya.

.

"sebenarnya kau itu siapa jimin…" ternyata Jungkook masih terjaga di sana…

.

.

TBC

.

.

Oke oke….

Jun kembali…

Maaf Update nya agak lama, maklum tahun baruan. Sebenernya jun gak liburan kemana mana sih, tapi tahun baruan ini jun agak sibuk jadi ojeknya kanjeng mami jadi gak bisa setiap hari update deh.

Tapi jun usahain sebisa mungkin setiap hari update. Kalo sanggup…hehehe

Jun gak bosen bosen untuk ngucapin terimakasih ke kalian yang udah baca ff ini dan terutama yang udah setia review… jun seneng banget baca review kalian, dan Jun juga ngucapin selamat tahun baru 2017. Semoga di tahun ini bisa membawa berkah untuk kita semua, dan apapun yang kita harapkan bisa terwujud, amin…

.

Untuk review…. Jun mau bales satu satu tapi…. Untuk kali ini jun gabung aja tapi semua pertanyaan kalian akan jun jawab satu satu kok tenang aja. Mungkin chapter depan Jun bales rinci satu satu.

.

Untuk yang gemes ama jimin… sama. Jun juga gemes ama jimin. Karena bagi jun jimin itu mahluk unyu yang susah di benci. Dan yang nanya kapan adegan NC nya? Jun bikin yang gak langsung dulu ya… jujur bikin NC itu harus ngumpulin mood dulu biar dapet feel nya, dank arena akhir akhir ini jun sibuk jadi belum dapet mood bikin begituan. Tapi jun usahain kalo kalian mau, bakal jun buati adegan 'itu'.

.

Untuk yang nanya gak ada Vmin kah? Jawabannya tunggu cerita selanjutnya ya. Terus… bang jhope yang jomblo… yah terima nasib lah bang! Hahahaha.

.

Happy ending ato enggak? Em…. Gimana ya…. Stay tune terus aja biar tau endingnya, hahahaha.

.

Ada yang Tanya Jun line berapa. Jun ini anak 96 line.

.

Untuk yang masih ngerasa FF ini kurang feel nya, jun juga merasakan hal yang sama. Kalo boleh cerita, ini FF pertama Jun setelah Jun ambil Jurusan bahasa Asing. untuk dua semester ini jun di paksa pake bahasa asing terus baik lisan Waupun tulisan jadi penataan kata katanya kadang masih suka kebawa bahasa yang jun pelajari, jadi bisa di bilang ini FF pemanasan sambil penyegaran otak jun yang setahun kemarin cuman keisi sama tulisan china. Untuk yang punya saran jun harus gimana bisa review. Dan makasih Soyu567 dan RR269 yang udah kasih saran ke jun. Jun bakal berusaha memperbaiki FF ini sebisa mungkin, karena menulis adalah hobi jun dan jun gak mau setengah setengah dalam hal itu.

.

Oh ya! Buat yang pengen nanya nanya silahkan jun akan berusaha jawab apapun pertanyaan kalian, jun ini anak yang suka ngobrol dan kenalan dengan banyak orang.

.

Mungkin itu aja yang bisa jun sampaikan, jangan lupa Review, fav and follow ya! Sampai jumpa chapter selanjutnya.

XOXO

Junra