Tittle : Bangtan Squad from Hell
Author : Jun_96
Genre : Crime/friendship/lil bit romance
Cast :
Namjoon Kim (Rapmon) 24 tahun
Seokjin Kim (Jin or Jinnie) 26 tahun
Yoongi Min (Suga ) 25 tahun
Hoseok Jung (J-hope) 24 tahun
Jimin Park ( Jimin or Baby J) 23 tahun
Taehyung Kim (V) 23 tahun
Jungkook Jeon (jungkook or… bts member call him Kookie) 21 tahun
Pairing :
Namjin
Yoonmin
Jikook
Taejin
Summary: Rapmon sang ketua geng mafia ingin mendirikan kelompok mafia yang tak terkalahkan. Namun dia butuh anggota yang kuat dan tak terkalahkan, karena itulah dia berada di Arkazam, untuk menjemput calon rekannya. (Namjin, Yoonmin, Jikook, Taejin,dll) (Jin & Jimin uke, Rapmon yonggi Taehyung Jungkook Jhope Seme)
.
.
Note: sudah di singgung di chapter sebelumnya tentang God Father, God Father di sini adalah 10 orang paling kaya sedunia yang bisa mengendalikan dunia dengan harta mereka. Dengan uang, mereka bisa mengendalikan perekonomian, pemerintahan dan apapun di dunia ini.
.
.
Mansion Bangtan
.
Rapmon tengah membaca dokumen dokumen yang ada di tangannya, dokumen itu baru di berikan Jungkook dan V beberapa menit yang lalu. Dan sekarang ini entah mengapa semua member Bangtan tengah merapat ke ruangan kerja sang Leader.
"kerja bagus! Kalian bahkan mendapatkan semua informasi yang butuhkan!" puji Rapmon pada Jungkook dan V.
"ada yang ingin ku tanyakan, berkas itu berisi detail dari acara lelang dunia di New York kan? Apa kita akan mengacau disana?" Tanya Jungkook hati-hati.
"kau sudah membacanya rupanya, aku belum tau apa kita akan terlibat dalam acara itu atau tidak" jawab Rapmon tenang sambil menarik Jin untuk duduk di pangkuannya.
"aku pernah mendengar acara itu sebelumnya, mungkin saat aku masih 10 atau 11 tahun. Acara itu adalah acara besar yang di adakan para God Father untuk memuaskan dahaga para konglomerat akan barang barang mewah dengan harga yang tidak masuk akal. Bahkan yang ku dengar undangan masuk perlelangan itu pun sangat exclusive dan tidak semua orang kaya bisa mendapatkannya." Jelas Jungkook.
"kau benar, acara itu memang acara yang sangat besar. Hampir setengah dari uang yang ada di dunia ini akan berkumpul di sana. Kau pasti bisa bayangkan bagaimana menggiurkannya tempat itu" kata Rapmon dengan nada yang masih tenang sembari mengusapi pinggang Jin yang ada di pangkuannya.
"tapi kau bisa bayangkan juga betapa ketatnya penjagaan untuk acara itu, jika banyak uang maka banyak penjahat juga yang akan mendekat dan itu berarti penjagaannya juga akan belipat lipat ganda untuk mengantisipasi keadaan terburuk." Sela Jin.
"maka dari itu Rapmon, aku dan Suga hyung belum membicarakan ini pada kalian" sahut Jhope.
"dan apa kau sudah memutuskanya?" Tanya Jin sambil mengalungkan tangannya pada leher Rapmon.
"justru itu yang akan ku tanyakan pada kalian. Acara ini sangat besar jika kita berhasil keuntungan yang kita dapat bukan main besarnya, bahkan dunia akan seperti ada di telapak kaki kita, tapi kalau gagal nyawa taruhannya. Dan dengan kalian mengetahui kenyataan ini apa kalian sudah memutuskan untuk mengambil peluang ini atau tidak" jawab Rapmon.
"bodoh! Lalu jika aku bilang tidak sementara kau ingin mengacau di sana apa kau masih membiarkan ku hidup?" sahutan malas terdengar dari Suga.
"karena ini adalah proyek yang sangat berbahaya dan resikonya sangat tinggi aku akan buat pengecualian, aku tidak akan memaksa kalian, jika kalian merasa tidak sanggup kalian bisa menolak dan aku tidak akan membunuh kalian, karena jika aku memaksa kalian akan setengah hati melakukannya dan kita pasti akan berakhir mati sia sia" ujar Rapmon.
"bukankah menaklukan dunia dan menempatkannya di bawah kaki mu itu tujuan mu memilih kami semua, lalu apa gunanya kami jika hal seperti ini saja kami menolak" perkataan V membuat seluruh orang yang ada di ruangan itu tertuju padanya. "kenapa ngeliati aku semua? Aku salah?"
"kamu gak salah V tapi kita juga harus mempertimbangakan semua resiko yang akan terjadi, kalau salah ambil keputusan kita malah akan kehilangan anggota. Aku siap mati, tapi aku tidak siap kehilangan teman yang sudah ku anggap saudara" sahut Jimin dengan wajah suram.
"maka dari itu kita semua juga berusaha agar tidak mati, we have to survive right?" V tersenyum kea rah Jimin.
"Goodness! Apa kepala mu terbentur sesuatu? kenapa bicara mu mendadak keren begitu?" Jhope memegang kepala V dan menggoyang goyang kannya.
"iya hyung dia seperti bukan V saja, apa mungkin gara gara hampir ku tembak waktu itu!" Jimin ikut ikut melantur dan mengusapi kepala V.
"kalian ini apa an sih! Omongan ku ngelantur kalian bilang aku alien, giliran omongan ku benar kalian mengira ku gagar otak" V cemberut kesal sambil menyingkirkan tangan Jhope dan Jimin dari kepalanya.
"perkataan V benar, kita di sini karena leader memilih kita untuk meraih tujuannya, lalu kita akan sangat tidak berguna jika menolak peluang ini, dan seperti yang V katakana juga jika kita harus berusaha agar proyek itu berhasil dan kita semua selamat." Jin menengahi kericuhan dengan opininya. "dan sepertinya menyusun rencana yang matang, latihan sungguh-sungguh, dan memperluas relasi di acara itu bisa memperbesar peluang keberhasilan proyek ini walaupun tidak banyak. Dan hanya ku pertegas saja jika musuh kita para God Father, berarti kita harus mencari relasi di kubu yang berlawanan"
"maksud mu Mafia?" Tanya Suga.
"that's it! Aku yakin pasti banyak mafia yang tertarik dengan acara itu, tugas kita hanya berusaha meyakinkan mereka untuk membantu kita dan jika kita sudah berhasil baru kita bereskan mereka" jawab Jin.
"aku memang tidak pernah salah memilih anggota, bahkan kau sudah bisa menebak dengan tepat rencana ku selanjutnya!" Rapmon menarik leher Jin dan menciumnya sekilas.
"bukankah itu satu satu jalan untuk berhasil" sahut ketus Jin, karena Rapmon menciumnya di depan semua member Bangtan.
"sebenarnya tidak hanya itu juga, kita juga bisa menyusup di antara para Konglomerat dan menyelinap seakan kita berada di pihak God Father" Rapmon mengisaratkan Jin untuk berdiri dan sedikit menepi dari kursi yang di duduki. "sebenarnya aku sudah memikirkan banyak rencana untuk mengacau di tempat itu, dan aku menunggu keputusan dari kalian"
"kau terlalu banyak bicara bodoh! Cepat katakana apa rencana mu dan kita lakukan segera" ucap Suga tak sabaran.
"Ow… sepertinya kalian semua setuju. Oke kita aka susun rencananya" Rapmon berdiri dan dan mengambil sesuatu di salah satu rak yang ada di ruang kerja pribadinya. Dia pun meletakan barang yang di ambil itu ke meja yang ada di tengah ruangannya yang di kelilingi oleh sofa yang di duduki anggota Bangtan yang lain.
"well let's see! This is New York map"
"anak ingusan pun tau kalau itu peta New York bodoh!" kalian pasti bisa menebak siapa yang menyela perkataan Rapmon di sini.
"yang ku maksud adalah seluruh New York." Rapmon memberikan jeda sejenak sebelum meneruskan perkataannya. "seluruh New York akan jadi tempat Operasi kita, tempat perlelangan utama memang diadakan di gedung XXXXX tapi penjagaan dari pihak God Father akan di tempatkan di penjuru New York, karena akan ada banyak acara lelang lain yang di adakan selain lelang utama. Bisa di bilang seluruh New York akan di penuhi oleh aparat keamanan dan orang orang bayaran God Father terhitung dari seminggu sebelum acara lelang di mulai sampai tiga hari setelah leleng berakhir."
"Artinya 10 hari New York akan di beri intensitas penjagaan yang ketat?" Tanya Jimin.
"tidak hanya itu, para God Father juga menyewa beberapa pembunuh bayaran hebat dan menempatkan para agen intelligent alhi untuk menyingkirkan semua pengganggu" Rapmon duduk bersandar di salah satu sofa yang mengelilingi meja utama. "bahkan para agen rahasia yang dulu pernah menangkap kalian pun akan ikut serta dalam acara ini"
"bicara soal orang sewa an, aku dapat informasi jika ayah, kakek dan kakak laki-laki ku akan terlibat dalam perlelangan itu. Aku masih belum tau siapa yang menyewa mereka, tapi… menjadi musuh mereka adalah hal yang merepotkan" sahut Jungkook.
"kau benar, melawan keluarga mu itu hal yang merepotkan. Mereka semua professional di dunia gelap dengan jam terbang tinggi. Maju tanpa perhitungan sama saja dengan bunuh diri, dari mana kau dapat berita itu?" Tanya Rapmon pada Jungkook.
"mata-mata terpercaya, dan akan ku katakana jika kau tidak bisa menggunakannya sebagai umpan hyung, dia kerabat ku" seperti bisa menebak isi pikiran Rapmon Jungkook langsung memberi peringatan.
"tenang saja Jungkook, aku tidak akan menyentuh adik mu. Aku hanya sedang berpikir bagaimana cara menyembunyikan mu dari keluarga mu kalau sudah begini" Rapmon masih berujar santai.
"mereka belum tau jika aku masih hidup, upacara kematian ku di adakan di kediaman keluarga Jeon di Jepang tiga minggu yang lalu" Jungkook mengyahut.
"dan apa adik mu itu bisa di percaya?" Jhope menanggapi. "bisa saja sekarang dia bilang pada keluarga mu kalau kau masih hidup"
"adik ku lebih dekat dengan ku dari pada anggota keluarga Jeon yang lain, kami tumbuh dan bermain bersama sejak kecil. meskipun dia licik tapi dia tidak pernah ingkar janji." Kata Jungkook.
"dan bagaimana jika aku menyewa adik mu?" pertanyaan Rapmon mengejutkan semua orang di sana. "jangan hawatir, aku tidak akan mengumpankannya aku hanya ingin memakai jasanya untuk mempermudah jalan kita"
"berkata yang jelas bangsat jangan membuatku mual mendengar omongan mu yang berbelit belit tidak karuan" tegus kasar Suga.
"kita akan menyusup dalam perlelangan itu dengan cara halus. Seperti yang ku katakana tadi, kita bisa menyusup di antara para konglomerat itu dan seolah berdiri di pihak God Father. Dari data yang di temukan Jungkook dan V, ada 120 undangan yang di sebar untuk acara lelang utama. 120 undangan itu di peruntukan bagi 120 orang terkaya di dunia setelah 10 God Father. Dari catatan perlelengan 10 tahun lalu, perlelangan biasanya akan sangat berbahaya, maka dari itu biasanya para pemenerima undangan menyuruh orang sewaan untuk menghadiri acara tersebut sedangkan mereka hanya menunggu di tempat yang aman sampai barang yang mereka ingin kan sampai di tangan mereka" Rapmon meletakan kertas berisi daftar undangan perlelangan di atas bentangan peta di atas meja. "beritahu aku jika ada nama yang familiar di mata kalian"
"Alexander Nohstrat aku kenal dia, Pengusaha dengan kekayaan berlimpah dari Britania. Putrinya Jill Nohstrat adalah anak aneh kolektor organ tubuh manusia, mulai dari tengkorak kepala Suku Maya, mumi dari Pharaoh mesir sampai bola mata artis terkenal" sahut Jin setelah dia melihat daftar nama yang terpampang pada kertas itu.
"Yuks! Itu membuat ku mual, orang sinting mana yang mau mengoleksi barang barang seperti itu!" Jhope membayangkan benda benda yang di sebutkan Jin, 'tengkorak? Mumi? Bola mata? Huh pasti mengerikan' batin Jhope.
"aku heran kenapa ada seorang ayah yang membiarkan putrinya mengoleksi barang aneh seperti itu" gumam Jimin.
"Jill Nohstrat adalah seorang peramal yang kabarnya ramalannya itu tepat 100%, banyak orang kaya dan terpandang yang minta di ramalkan olehnya, dan itu di manfaat kan oleh ayah dengan sangat baik. Dengan menggunakan kemampuan anaknya, Alexander Nohstrat bisa meraih semua kesuksesan seperti sekarang ini, bukan kah tidak heran jika dia memanjakan putrinya sedemikian rupa" ujar Jin.
"tapi tetap saja itu aneh, hah… aku sungguh tidak paham pemikiran orang kaya" Jhope geleng geleng kepala.
"Oh? Aku tau yang ini!" Jimin menunjuk salah satu nama dari 120 nama yang ada di kertas. "Flair de Reist, kalau tidak salah dia adalah pengusaha rempah dan barang langka yang terkenal di Amerika khususnya Amerika latin. Dia juga kolektor benda seni yang unik dan memiliki sisi mistis, aku pernah menjual barang curian ku padanya" lanjut Jimin.
"mistis yang seperti apa maksud mu?" Jhope mulai berdigik lagi, dia ini sangat anti dengan sesuatu yang menyeramkan dan tidak bisa di bunuh seperti hantu dan mayat.
"ya seperti lukisan karya orang orang dengan kematian tidak wajar, atau benda seni yang katanya memiliki kutukan di dalamnya. Tapi anehnya dia tidak pernah mendapat kutukan saat memilikinya." Jimin mencoba mengingat-ingat lagi tentang mantan customer nya itu. "sekedar info saja nyonya Reist sangat gila dengan keindahan, termasuk keidahan paras pria tampan jadi siapapun yang berurusan dengan nya ku mohon berhati hati lah. Aku sungguh tidak menyangka dia di undang dalam perlelangan itu."
"Reist memang pengusaha kaya raya yang sangat berpengaruh khususnya di amerika, apa tidak ada lagi yang kalian kenal?" Tanya Rapmon yang sedang sibuk dengan tab di tangannya.
"Zuhrada Murad pengusaha minyak dan real estate dubai, dia kolektor senjata antic dan langka. Dia orang kaya nomor 11 di dunia, yang artinya hanya satu urutan di bawah God Father, bisa jadi dia juga ambil andil besar dalam perlelangan ini mengingat kekuasaannya sangat absolute" Suga menunjuk nama Zuhrada Murad dengan short gun di tangannya.
"menarik…" gumam Rapmon. "tidak ada lagi?"
"maaf saja, aku rakyat jelata tidak pernah bergaul dengan orang orang kaya seperti itu" V cemberut kesal.
"aku anak rumahan tidak tau apa apa" ujar santai Jungkook.
"ranah karir ku tidak seluas itu" Jhope ikut menyahut.
"santai saja bung, aku Cuma tanya. Sebenarnya aku mengenal beberapa nama selain yang kalian sebutkan, tapi sepertinya tiga orang itu lebih menarik dan menjanjikan. Jimin, segera kau cari data lengkap tentang Nohstrat, Reist, dan Murad!" Rapmon menegakan badan dari sandaran kursi.
"ayay kapten!" Jimin segera berlari ke meja kerja Rapmon dan mengambil alih Laptop Rapmon yang tegeletak di meja kerjanya.
"semuanya dengarkan aku, kita akan di bagi jadi tiga kelompok. V kau dengan Jungkook akan menyusup dalam kediaman Reist, Jimin dan Suga Hyung kalian keluarga Nohstrat, aku Jin dan Jhope keluarga Murad dan untuk adik mu Jungkook, aku akan menyewa jasanya ketika kita sudah ada di New York jadi pastikan di standby di New York saat acara itu" Rapmon berdiri menuju dinding sisi ruangan, dia pun menarik turun tali pengait peta dunia yang tergantung di sana. "kita terpisah di tiga tempat, Spanyol, Inggris dan Dubai" Rapmon member tanda pada tiga tempat itu.
"bagaimana cara kita menyusupnya?" Tanya Jungkook.
"good question! Seperti yang ku katakana tadi orang orang kaya itu tidak akan terlibat langsung dalam perlelangan karena alasan keselamatan, mereka pasti akan memilih pengawal pribadi dengan kemampuan bertarung dan kepintaran yang memadai untuk datang mewakili mereka dalam acara itu. Tugas kalian adalah jadi salah satu dari orang kepercayaan 3 orang kaya itu" jawab Rapmon.
"menjadi pengawal bribadi ya? Eum…. Tidak buruk…" Jin mendekat kea rah Rapmon dan memeluk pria itu dari samping. "karena aku bersamamu"
"please! Hentikan itu aku mual melihatnya! Dan aku akan jadi obat nyamuk kalian selama opresasi ini. Tuhan ku tahu dosaku sangat banyak tapi mengapa coba'an seperti ini yang kau berikan pada ku Tuhan!" Jhope mengendus kesal.
"kau berlebihan sekali, awas saja nanti akan ku buat kau melihat kami berdua Making love!" ujar sinis Jin.
"acara itu akan di mulai 2 bulan lagi, jadi kita harus secepatnya mendekati target. Aku akan memberi waktu 10 hari untuk latihan dan semua persiapan, setelah itu kita berangkat ke target masing masing" kata Rapmon.
"aku sudah dapat semua datanya hyung!" pekik senang Jimin dari meja kerja Rapmon.
"bagus! Kirim kan ke semua anggota!" Rapmon mengukir senyum misterius. "ini akan sangat menyenangkan"
.
.
.
.
Ke esokan harinya…
.
Jimin dan Jin tengah focus dengan layar computer di hadapan mereka saat ini. Dengan teliti mereka membaca dan detail dari file yang baru saja di Hack Jimin yang akan di proses dalam bentuk susunan renca untuk kelompok yang mereka sudah buat kemarin.
Setelah dua jam berlalu, akhirnya tugas ke dua makhluk cantik itu pun usai. Secara bersamaan mereka merenganggangkan tubuh mereka yang kaku karena harus duduk dengan waktu yang lama.
"aku lapar dan bosan! Semua data itu membuat ku pusing!" gerutu Jin.
"sama hyung, melihat daftar kekayaan seseorang membuatku pusing dan mual!" sahut Jimin.
Tiba-tiba terdengar suara Pintu terbuka dan munculah sesosok Alien tampan dengan cengiran khas di wajahnya.
"Jimin-ah! kau di cari Suga hyung untuk latihan!" V masuk ke kamar Jimin dan langsung mengangkut paksa Jin. "dan Princess akan latihan dengan ku!"
"YAK! TURUN KAN AKU! TAEHYUNG…!" V membawa lari Jin dari kamar Jimin.
"dasar Alien aneh!" Jimin keluar dari kamarnya menuju halaman belakang tempat suga biasa berlatih.
Di taman belakang, Suga sudah bersiap dengan deretan senjata yang akan di gunakan untuk melatih Jimin.
"cepat bersiap kita mulai latihan!" Suga menyadari kedatangan Jimin dan langsung menyuruhnya bersiap.
"iya iya hyung sabar" Jimin mendekat kea rah Suga. "hari ini kita latihan apa hyung? Membidik jarak jauh atau dekat?"
"membidik jarak dekat dengan objek yang bergerak" Suga menekan tombol pada benda yang dia bawa, kemudian beberapa sasaran tembak yang tadinya diam mulai bergerak acak kekanan dan ke kiri.
"wah keren!" Jimin bersiap mengambil salah satu pistol yang berderet di meja, dan kemudian mengarahkannya pada sasaran yang bergerak itu, namun bidikan Jimin hanya mengenai tepi dari sasaran tembak itu. "susah hyung~!" rengek manja Jimin.
"kau baru pertama kali mencoba, tentu saja susah!" Suga mencubit pipi Jimin gemas. "ayo coba lagi!"
"hyung, kalau aku bisa mengenai sasaran itu dengan tepat kau harus member ku hadiah!"
"kenapa begitu?"
"biar semangatlah hyung!"
"oke ku hadiahi ciuman panas kalau perlu sex sekalian!"
"setuju!"
"YA! Kau serius?" Suga terkejut dengan perkataan santai jimin yang menyetujui ide gilanya.
"hyung sendirikan yang bilang" Jimin melanjutkan kegiatan menembaknya, tapi masih menanggapi Suga yang ada di sampingnya.
"Heol! Jim, jangan dekat dekat dengan Jin lagi, kau semakin tertular sintingnya!"
"hyung, aku sudah dewasa dan sudah legal melakukan sex, jadi jangan terlalu berlebihan seperti itu" tiba-tiba peluru Jimin berhasil mengenai tepat di tengah sasaran tembak yang bergerak itu. "YAY! Kena hyung! YAY!" Jimin meluk Suga. "aku berhasil hyung, ku tunggu hadiah mu!" Jimin melemparkan Wink pada Suga.
"aku akan melakukannya jika kau benar benar siap dan hati mu juga sudah lepas seutuhnya dari bocah manja itu!" Suga tersenyum lembut kearah Jimin dan memberi si manis itu kecupan singkat. Jimin yang awalnya terkejut pun langsung tersenyum manis.
"mungkin di kehidupan sebelumnya aku pernah menyelamatkan seorang raja atau apa sampai sampai di kehidupan ku yang sekarang aku bertemu dengan orang sebaik dirimu hyung. Akan ku pastikan kau yang pertama(?) bagi ku hyung" Jimin mengeratkan pelukannya pada Suga yang sempat merenggang.
"oke, drama romansa picisannya selesai! Sekarang lanjutkan latihan!" Suga melepaskan pelukan Jimin.
"cih! Hyung tidak asyik!" Jimin mengarahkan pistolnya lagi ke sasaran yang bergerak itu dengan wajah cemberut.
"hey hey hey, waktu kita tidak banyak manis! Kau harus ku ajari pegang senjata sebelum terjun ke lapangan!"
"hyung permisi bisa ganggu sebentar" Jungkook yang baru saja datang langsung mengintrupsi Suga yang sedang mengawasi Jimin menembak.
"ada apa?" Tanya singkat Suga.
"aku ingin bicara dengan Jimin sebentar boleh?"
"dengan ku?" Jimin berhenti menembak dan menoleh ke arah Jungkook.
"iya, dengan mu!" jawab Jungkook dengan wajah datar.
"baiklah bicara saja di sini!" Jimin menyahut dengan nada santai, membuat Jungkook sedikit terkejut. Pasalnya Jimin tidak pernah bicara sesantai ini pada Jungkook, Jimin selalu sangat hati hati dan sedikit gugup saat bicara padanya.
"bisa kau ikut aku ke paris sebentar, aku harus membeli beberapa barang untuk rencana kita dan beberapa hadiah untuk adik perempuan ku tapi aku tidak tahu harus beli apa, V hyung bilang kau mungkin bisa membantu ku" Jungkook berbohong, V tidak pernah bilang seperti itu padanya.
"eum… bisa…" jawab Jimin tanpa memandang Jungkook.
"baguslah kalau begitu aku akan menyi-" ucapan Jungkook terpotong.
"tapi tidak sekarang Jungkook, kau lihatkan aku sedang latihan dengan Suga hyung. Aku sudah terlanjur janji dengan hyung akan latihan hari ini jadi karena yang buat janji dulu Suga hyung perginya setelah latihan ya!" Jimin menatap Jungkook dengan wajah yang di buat se innocent mungkin. "maaf~! Aku janji gak bakal lama! Setelah latihan selesai kita langsung pergi!" Jimin mengeluarkan Aegyo yang biasanya di pakai di depan Jin, Suga dan Jhope jika dia mengingin kan sesuatu.
"o-ok-oke, jika sudah selesai beritau aku!" dengan segala pertanyaan yang mengganjal di kepalanya Jungkook pergi menjauh dari tempat itu.
"kenapa kau menolaknya?" Tanya Suga heran.
"aku tidak menolaknya, aku hanya menundanya sebentar" jawab santai Jimin.
"tidak biasanya kau seperti ini, mengesampingkan Jungkook… sungguh baru pertama kalian aku melihatnya" Suga masih bingung dengan perubahan watak Jimin yang bahkan sudah dia rasakan beberapa hari yang lalu.
"aku hanya berusaha professional hyung, kan aku janjian sama hyung duluan jadi yah hyung dulu yang aku prioritaskan"
"aku bingung aku harus senang atau sedih melihat mu berubah seperti ini"
"Hyung~~! Kau mulai membahas perubahan lagi, sudahlah anggap saja aku mulai tumbuh dewasa" Jimin bergelayut manja di lengan Suga.
"pertumbuhan kata mu? Kalau tumbuh kenapa tau masih pendek seperti ini?" Suga tersenyum dan mengusak rambut Jimin gemas.
"hyung juga gak terlalu tinggi, Wuek…!" Jimin menjulurkan lidah mengejek kea rah Suga.
"anak nakal!" Suga mencubit hidung Jimin. 'aku akan membantumu melepaskan bayang bayang bocah itu Jim' batin Suga.
.
.
TBC
.
.
Sampai di sini dulu untuk chapter ini…
Terimakasih untuk yang selalu support FF ini, terus Review dan kasih masukan Jun biar semangat nerusin FF nya.
BTW Jun baru nyadar kalo Jun updatenya seminggu sekali, setiap hari sabtu pula. Padahal gak senganya, but anyway jun akan usahakan update sesering mungkin.
Banyak yang meyayangkan ke polosan jimin yang ilang. Eum….. Jun gak bisa berbuat apa apa soal itu karena udah terlanjur, jadi ikuti arus aja.
Ada yang bilang kalau manggil Jun berasa manggil Jun SVT. Hah… banyak yang bilang gitu sih, tapi sekedar info aja Jun ini K-popers angkatan tua, alias udah jadi K-popers dari jaman bahula, dan Jun di panggil Jun sama temen temen Jun itu jauh sebelum SVT debut. Walaupun Jun sama Jun SVT itu seumuran Juga sih tapi yaudah lah ya… Jun SVT kan Junhui kalo Jun itu Junra jadi beda kan?
Dan kemarin ada yang nanya apa jun gak ada niatan upload di wattpad. Jawabnya tergantung dari readers aja, kalo banyak yang minta upload di sana Jun turutin, tapi Jun juga upload di FFN juga soalnya udah kadung cinta FFN.
Kalau kalian ada yang mau di tanyain tentang FF ini atau sekedar mau kasih semangat Jun, bisa review dan itu pasti bikin Jun makin semangat lanjutinnya. Karena review itu bahan bakarnya Jun buat nyelesai'in nie FF.
Eh ya, Jun mau cerita sedikit sih… akhir akhir ini Jun lagi kepincut ama couple di bawah umur fandom sebelah NCT Dream. Jeno ama Renjun itu imut banget…. Dan kayaknya SM juga ngouple in mereka deh, karena banyak foto mereka berdua di album baru ini. Dan Jun mau minta ijin dan minta pendapat gimana kalo Jun bikin FF selain BTS, untuk selingan. Gak bakal serumit kayak cerita FF ini sih, tapi Jun ngerasa harus ijin dulu ke kalian sebelum Jun buat FF fandom lain, gak tau kenapa.
Yah itu dulu sih yang mau Jun sampaikan, jangan lupa Fav, Follow dan Review.
Sampai ketemu di chapter selanjutnya….
XOXO
Junra
