Tittle : Bangtan Squad from Hell
Author : Jun_96
Genre : Crime/friendship/lil bit romance
Cast :
Namjoon Kim (Rapmon) 24 tahun
Seokjin Kim (Jin or Jinnie) 26 tahun
Yoongi Min (Suga ) 25 tahun
Hoseok Jung (J-hope) 24 tahun
Jimin Park ( Jimin or Baby J) 23 tahun
Taehyung Kim (V) 23 tahun
Jungkook Jeon (jungkook or… bts member call him Kookie) 21 tahun
Pairing :
Namjin
Yoonmin
Jikook
Taejin
Summary: Rapmon sang ketua geng mafia ingin mendirikan kelompok mafia yang tak terkalahkan. Namun dia butuh anggota yang kuat dan tak terkalahkan, karena itulah dia berada di Arkazam, untuk menjemput calon rekannya. (Namjin, Yoonmin, Jikook, Taejin,dll) (Jin & Jimin uke, Rapmon yonggi Taehyung Jungkook Jhope Seme)
.
.
Note: baca sampai bawah dan jangan lupa review. Terimakasih!
.
.
The Day
New York, USA
Setelah kedatangan Rapmon, Jin dan Jhope ke New York, mereka langsung menggunakan harta Murad untuk mengurus segala kebutuhan mereka di sana seperti base camp, semua fasilitas dan akses ke segala tempat di New York dan juga persenjataan dan trap. Jhope mendapat tugas dalam memasang trap dan persenjataan sedangkan Jin dan Rapmon mencari informasi dan memangun relasi di New York. Mereka berdua juga telah mengamati tempat perlelangan dan selukbeluk tentang acara itu.
.
Tepat saat hari-H acara semua anggota Bangtan sudah berada di New York namun di tempat yang berbeda. Rangkaian acara perlelangan ini akan terbagi dalam beberapa sesi selama 10 hari dan acara puncak terhitung 4 hari lagi dari sekarang. Letak base camp yang di tetapkan Rapmon letaknya sangat strategis untuk pengintaian, dia telah mengeluarkan uang yang bukan main banyaknya guna menyewa gedung ini, mungkin menghabisi keluarga Murad adalah obsi yang paling bagus, karena mereka bisa merasakan keuntungannya saat ini.
"ini laporan pengamatan ku dan daftar jajaran panitia penyelenggara perlelangan, nanti saat jamuan makan malam di gedung XXX aku akan mencari tahu lebih banyak lagi tentang acara itu. Kau hanya perlu memperluas relasi dan meyakinkan banyak orang jika kau itu utusan dari Murad dan rebut perhatian sebanyak banyaknya" Jin meletakan beberapa dokumen di meja yang ada di hadapan Rapmon.
"aku sudah menghubungi Suga, Jimin, V, dan Jungkook, mereka sudah ada di New York dan mereka terhubung penuh dengan kita" Jin menuangkan wine ke dalam gelas lalu memberikannya pada Rapmon. "aku juga sudah menempatkan orang orang ku untuk berjaga di tempat yang kau perintahkan"
"kerja yang bagus sayang" Rapmon menarik Jin untuk duduk di pangkuannya.
"Jhope sedang memasang beberapa trap sekarang, dia bilang dia juga akan menemui Suga untuk konsultasi masalah trap dan senjata" Jin mengalungkan tangannya pada leher Rapmon.
"kau sudah menghubungi adik Jungkook?" Rapmon meneguk wine yang di berikan Jin.
"sudah, dia akan kemari menemui mu sebentar lagi. Ku ingatkan saja, adik Jungkook itu sangat cantik dan juga sexy, dia tipe mu sekali"
"menurut ku kau adalah orang paling cantik dan paling sexy di dunia, berhenti cemburu pada adik Jungkook. Toh aku tidak terlalu suka anak di bawah umur, aku bukan pedofil sayang" Rapmon memeluk pinggang Jin mesra.
"siapa yang cemburu…. Lagi pula adik Jungkook itu tidak terlihat seperti anak di bawah umur, dia terlihat dewasa, menawan dan sangat sexy" Jin memasang wajah tak suka.
"kau bilang tidak cemburu dengan wajah seperti itu, mana aku percaya. Lagi pula aku sudah berkata jutaan kali jika aku mencintai mu, apa kau belum puas dengan itu?"
"iya iya… terserah apa kata mu, tapi jangan salah kan aku jika adik Jungkook mati karena kau mendekatinya"
"aku akan sangat tersanjung jika itu terjadi sayang ku" Rapmon tersenyum penuh arti, dia tau tadi Jin tanpa sadar telah menyuarakan egonya yang cemburu pada adik Jungkook, itu sama seperti mengakui jika ia mencintai Rapmon sepenuh hati sampai dia tega membunuh siapapun yang mendekati Rapmon.
"permisi… maaf mengintrupsi kalian" untuk sejenak kedatangan Somi yang tidak di sadari oleh siapapun membuat Rapmon dan Jin terdiam sejenak. Bagaimana bisa seseorang menyusup dengan tanpa hawa keberadaan dan tiba tiba muncul di hadapan seperti ini 'pembunuh bayaran professional memang sangat berbeda' batin Jin dan Rapmon.
"Sejak kapan kau di sana?" Tanya Jin yang beranjak dari pangkuan Rapmon.
"belum lama, saat kalian berkata tentang mati… tenang saja aku tidak mendengar semua, aku tidak mendengar siapa yang akan mati" Somi mendudukan diri di sofa yang ada di ruangan itu.
"yang mati itu kau, kalau kau berbuat macam macam kau akan mati" Jin memberikan tatapan membunuh pada Somi.
"tenang saja eonnie cantik, aku tidak akan berbuat yang aneh aneh"
"aku laki laki, enak saja kau panggil eonni" ujar sewot Jin.
"benar kah? Habis kau cantik sekali, dan tadi kau duduk di pangkuannya, maka dari itu aku langsung berspekulasi kalau kau perempuan" jawab Somi sambil menunjuk Rapmon.
"ekhem! Langsung saja pada bisnis nona Jeon Somi, perkenalkan aku Rapmon Ketua Bangtan dan dia Jin anggota ku. Kau tentu sudah mendengar tentang kami dari Jungkook kan" sela Rapmon.
"tidak banyak yang aku ketahui dari kalian, yang ku tau hanya anda mengumpulkan anggota anggota yang berkompeten dan membangun geng mafia baru yang anda namai Bangtan, dan Jungkook kakak ku termasuk di dalamnya" jawab santai Somi.
"bagus jika kau sudah tau tentang kami, sekarang kita bicara penawaran" Rapmon menyodorkan cek kosong pada Somi. "penawaran ku sederhana, kau hanya perlu menjadi mata kami selama di New York, tugas mu adalah melaporkan apa saja dan siapa saja yang terlibat dalam perlelangan ini, termasuk keluarga mu. Jungkook berkata jika keluarga mu juga akan terlibat dalam acara ini, untuk menghindari hal yang tidak di inginkan kami memerlukan mata mata handal seperti mu. Silahkan tulis nominal yang kau ingin kan untuk uang muka, sisanya akan di bayar lunas setelah acara selesai, bagaimana?"
"apa aku perlu membunuh?" Tanya Somi ragu, pasalnya walaupun terlihat sederhana tugas menjadi mata mata ini bukan main sulitnya, di tempat penuh penjagaan seperti ini dia harus menjadi pihak yang tau segalannya. Walaupun bayaran yang di tawarkan amat besar tapi resikonya pun juga tidak main main.
"jika ada yang tau kau di sewa oleh Bangtan kau harus membunuh pastinya" sahut Jin.
"kau akan kami bekali dengan uang dan persenjataan selama di New York, soal keamanan mu kau bisa menghubungi semua anggota Bangtan saat kau dalam bahaya, dan dalam operasi ini patner mu Jhope, dia ahli trap dan peledak dia akan menjadi korddinator terror di New York kau dan dia punya tugas yang berhubungan jadi akan mudah jika kalian bekerja bersama" jela Rapmon.
"aku mengerti, Jungkook sudah memberi ku nomor telpon dari Jhope, aku akan kordinasi dengannya setelah ini, lagi pula aku sudah membuat janji dengannya" Somi menuliskan nominal di cek kosong itu. "ini jumblah nominal yang ku minta" Somi menunjukan cek nya pada Rapmon.
"apa kau yakin tidak kurang? Ku kira kau akan menuliskan lebih banyak dari itu" sindir Jin.
"jika kerja ku bagus aku baru punya muka untuk meminta bayaran tinggi" jawab enteng Somi.
"aku suka dengan prinsip mu nona Jeon, kuharap kerjasama kita berjalan lancar" ujar Rapmon.
"ku harap juga begitu tuan Rapmon"
.
.
.
Semenjak kedatangan rombongan keluarga Nohstrat ke New York Suga selalu mengawasi Jill. Dia tidak pernah memperbolehkan Jill hanya berdua dengan Jimin. Suga memang telah di alih tugaskan menjadi pengawal Jill, tapi dia juga diberi mandat untuk menjadi ketua pengawal yang berarti dia tidak sepenuhnya bisa mengawasi Jill, maka dari itulah Jimin tidak bisa sepenuhnya di bebas tugaskan menjadi pengawal Jill, hanya saja sekarang Suga punya kuasa untuk mengawasi tingkah Jill. Untuk sekedar informasi jika semenjak kejadian itu, Jill jadi menjadi sangat berhati hati pada Suga, dia merasa nyawanya akan terancam jika menyulut emosi Suga.
Setelah mengurus semua administrasi untuk keluarga Nohstrat, Suga langsung memasuki kamar hotelnya dan Jimin untuk bersiap.
"hyung mau kemana?" Tanya Jimin yang melihat Suga tengah sibuk dengan beberapa barang.
"aku akan bertemu dengan Jhope dan adik Jungkook, kami akan membicarakan trap dan rencana lanjutan yang sudah di informasikan. Kau akan ku tinggal beberapa jam, jangan dekati Jill saat kau sendiri, jangan masuk kedalam kamarnya karena kau akan membangunkannya dan jangan pernah mencoba untuk membangunkannya" Suga membereskan tas yang akan dia bawa.
"aku tau hyung, kau berubah sangat cerewet sekarang" Jimin membantu Suga memakai jaketnya.
"aku jadi cerewet begini karena mu Jim, jika kau tidak cari masalah dengan anak gila itu tidak mungkin aku sehawatir ini. Tetap diam di sini sampai aku kembali" Suga mencium kening Jimin lalu beralih ke bibir tebal itu.
"hati hati, dan jangan sampai jatuh cinta pada adik Jungkook, dia sangat cantik"
"mata ku sudah terlalu buta untuk jatuh cinta pada orang selain diri mu" Suga keluar dari kamar mereka.
"dan ku harap aku juga cepat buta untuk jatuh cinta pada orang selain dirimu hyung, walaupun tidak bisa ku pungkiri jika aku telah jatuh cinta pada mu" gumam Jimin setelah Suga pergi.
.
.
.
Overfall café, New York
"aku sungguh kaget melihat mu dalam keadaan sangat sehat di sini" ucap santai pria yang duduk di hadapan Jungkook.
"kau berharap aku mati?" jawab ketus Jungkook.
"jangan seperti gadis datang bulan, aku hanya menghawatirkan mu. Saat mendengar berita Arkazam meledak kukira kau tak terselamatkan"
"kau membuat ku mual dengan kata kata mu Yugyeom" Jungkook memutar bola mata malas.
"ayolah, kita sudah bersahabat sejak lama, kau seperti baru mengenal ku kemarin sore saja" ujar pria yang yang ternyata sabahat Jungkook dari kecil Kim Yugyeom.
Yugyeom adalah anak dari mafia terkenal di korea, bisnis gelap orang tuanya sudah bukan main besarnya di Korea. Sejak kecil Yugyeom telah di latih dengan sangat keras untuk menjadi mafia, dan karena itulah dia bisa mengenal Jungkook. Dia dan Jungkook di tempa dalam pelatihan yang sama di bawah pengawasan kakek Jungkook yang juga di beri tanggung jawab untuk melatih calon pewaris keluarga mafia Kim.
"karena aku sudah mengenal mu sejak lama, makannya aku semakin mual mendengar bualan mu itu" degus Jungkook.
"kau tidak pernah berubah ternyata, ku kira hawa panas Arkazam bisa meluluhkan sifat dingin mu itu, ternyata tidak. Back to topic, kenapa kau ingin bertemu dengan ku?" Yugyeom meneguk kopi yang ada di depannya.
"kau ingat dengan tunangan ku dulu Nagisa?" wajah Jungkook sedikit ragu.
"jangan bilang kau masih belum bisa melupakannya, itu sudah sangat lama Kook! Bahkan aku saja tidak yakin dia masih hidup"
"justru itu yang ingin cari tau kebenarannya, di daftar benda yang di lelangkan di perlelangan utama ada Jatung Nagisa. Aku hanya ingin memastikan apa Nagisa memang sudah mati atau belum"
"sulit mengatakan jika dia masih hidup kalau Jantungnya sudah ada dalam daftar benda lelang acara sebesar ini, orang yang menjual pasti mau bertaruh nyawa atas keaslian barangnya" Yugyeom mulai frustasi. Pasalnya dulu Jungkook lah yang setengah mati mengusir Nagisa pergi karena menganggap Nagisa berhianat pada keluarganya, namun setelah beberapa tahun Nagisa pergi dia sendiri yang merana.
"aku tau, aku juga beranggapan begitu awalnya. Tapi tidak ada salahnya jika aku tau yang sebenarnya. Jika memang dia sudah tiada, aku akan benar benar merelakannya. Jadi aku minta tolong pada mu, kau orang terbaik dalam mencari informasi yang pernah aku temui, soal bayaran jangan hawatir, kau bisa minta berapapun yang kau mau" Raut wajah Jungkook berubah sangat sendu.
"aku mengerti, akan ku cari tau tentang barang yang kau maksud, akan ku cari tahu sampai akarnya, tapi aku tidak janji bisa membawakan benda itu kehadapan mu. Kau tahu kan perlelangan ini sangat sulit di akses"
"kalau masalah itu tenang saja, aku yang akan mengambil sendiri benda itu. Kau hanya perlu mencari tahu asal usulnya untuk ku"
"kau akan mengambilnya? Bagaimana caranya?" Tanya Yugyeom bingung.
"aku bergabung dengan geng mafia yang di bentuk oleh ketua Rach Rapmon, kami akan mengacau di acara itu, jadi jika kau berniat untuk datang keperlelangan itu batalkan saja, karena akan terjadi pertumpahan darah besar besaran di sana, bukan… bukan hanya di sana, tapi hampir di seluruh New York" jawab sakartis Jungkook.
"ini gila, kau adalah manusia sinting berdarah dingin dan sekarang kau bergabung dengan orang sinting paling kejam di dunia dan berusaha menaklukan dunia. sungguh tidak bisa di percaya seorang Jeon Jungkook mau bergabung dengan Sesuatu yang mencolok seperti itu" Yugyeom menggelengkan kepala tidak percaya.
"awalnya aku bergabung hanya untuk membalas budi karena Rapmon hyung membebaskan ku dari Arkazam, namun setelah cukup lama bersama mereka aku mulai menikmatinya, kami mencari kesenangan sambil meraih tujuan bersama"
"sungguh sulit di percaya kata kata itu terucap dari mulut mu"
"sebenarnya bukan itu saja… ada hal lain yang membuat ku benar benar terikat dengan mereka"
"apa itu?"
"ada seseorang yang sangat mengingat kan ku dengan Nagisa, dan dia sangat misterius, wlaupun aku yakin dia bukan Nagisa tapi aku sangat ingin memilikinya"
"hah… ini bukan yang pertama kau mengatakan yang seperti ini. Dulu kau pernah mendekati seseorang yang mengingatkan mu pada Nagisa dan setelah kau mendapatkannya kau mencampakannya sampai dia menjadi gila" Yugyeom menyandarkan punggungnya.
"kau tau sendiri itu cuma pelampiasan" kata Jungkook remeh.
"apa yang ini juga akan jadi pelampiasan?"
"pastinya, bagiku sudah tidak penting lagi apa itu cinta, selama aku bisa memiliki apa yang ku ingin kan aku sudah cukup puas"
"obsesi mu semakin mengerikan Kook. Aku hanya mengingatkan jika prilaku mu itu bisa menjadi boomerang untuk mu sendiri, berhati hati lah"
"omongan mu sudah seperti kakek kakek saja"
"terserahlah, itu hanya sedikit nasehat dari ku sebagai sahabat mu, perkara kau ikuti atau tidak itu urusan mu"
.
.
.
Keesokan harinya…
Hari ini di gedung XXXX tengah di adakannya jamuan makan malam khusus untuk para undangan yang akan ikut serta dalam perlelangan. Semua orang dari kalangan atas beserta pengawal pribadi mereka telah memenuhi ruangan utama gedung tersebut. Seperti yang di rencana kan semua member Bangtan hadir dalam acara tersebut termasuk adik Jungkook Somi, mereka semua berbaur sangat baik dalam jamuan tersebut tanpa dicurigai sedikit pun, apalagi Jin. Dia adalah bintang yang paling bersinar dalam pesta ini, semua perhatian tertuju padanya dan semua orang yang ada di pesta itu ingin mendekat padanya. Bukankah ini bagian dari rencana? Jin di tugaskan untuk menggali informasi dan memperluas relasi selama mereka menjalan kan misi ini.
Beralih pada pasangan yang mulai kasmaran kesayangan kita semua, Suga dan Jimin. Mereka menghadiri acara ini dengan hikmat bersama Putri Nohstrat, Jill.
"apa aku bermimpi?" ujar Jimin setelah melihat sekilas Nampak seseorang yang dia kenal.
"ada apa Jim? Kau melihat sesuatu?" Tanya Suga yang berada tepat di sampingnya.
"aku seperti melihat klan Inagawa… tapi aku juga tidak terlalu yakin"
"klan Inagawa? Untuk apa mereka kemari?" Tanya Suga.
"aku juga tidak tahu, tapi sepertinya mereka adalah salah satu tamu dalam aacara ini"
"kau tidak papa?" wajah Suga mulai menampakan ekspresi hawatir.
"mungkin… kurasa mereka tidak akan mengenali ku yang sekarang, aku sudah banyak berubah semenjak terakhir bertemu mereka, asal mereka tidak melihat tattoo di punggungku saja" Jimin menggenggam tangan Suga. "aku yakin aku akan baik baik saja, karena hyung pasti akan selalu melindungi ku seperti biasa, jadi untuk apa aku hawatir"
"kau benar, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu barang seujung kuku saja" Suga mencium punggung tangan Jimin.
"akan ku pastikan kau menjadi milik ku Jimin" gumam Jungkook yang melihat dari kejauhan. "akan ku buat kau datang memohon dan menyembah ku seperti dulu lagi"
.
.
.
H-1 Acara puncak
Dalam kamar hotel yang di sewa atas nama keluarga Nohstrat, Jimin bertugas untuk menemani Jill untuk sementara karena para pelayan dan pengawal yang lain keluar untuk mencari barang yang di inginkan Jill selain barang dalam perlelangan utama. Sedangkan Suga saat ini sedang melaksanakan tahap akhir pemasangan trap bersama Jhope dan adik Jungkook.
"Jim, Suga mana?" Tanya Jill sembari melihat sekitar.
"dia sedang keluar untuk mengurus sesuatu nona" jawab santai Jimin sembari menata rambut Jill.
"mengurus apa memangnya?"
"mengurus beberapa kepentingan selama di New York, kenapa nona tiba tiba menanyakannya?" Jimin balik bertanya.
"aku seperti merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk padanya, tapi… entahlah… aku belum tau jelas. Dia memang menakutkan dan keras hati, tapi merasakan feeling buruk pada orang yang kau kenal membuat hati ku tidak tenang" wajah Jill berubah gelisah.
"jangan berkata seperti itu nona, anda membuat saya juga tidak tenang. Kami akan melalui sesuatu yang besar, doa kan saja kami berdua selamat" wajah Jimin meneduh, gurat kesedihan terpancar jelas di wajahnya. Dia tidak bodoh untuk mengerti maksud perkataan Jill barusan, dia mengerti akan ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada mereka setelah ini, apa lagi jika kata-kata itu keluar dari mulut peramal terkenal seperti Jill. "nona, bisakah saya meminta sesuatu pada nona untuk terahir kalinya?"
"minta apa memangnya?"
"masalah barang perlelangan serahkan semua pada pengawal dan tinggalkan New York. Ini adalah permintaan saya untuk yang terakhir kalinya, mungkin saja sekarang adalah saat terakhir kita bertemu"
"Jimin… apa maksudmu?"
"nona, saya juga merasakan apa yang nona rasakan, dan sepertinya memang akan terjadi sesuatu yang buruk, jadi saya mohon tinggalkan New York dan selamatkan diri nona" Jimin berlutut di hadapan Jill.
"lalu kau dan Suga?"
"saya dan Suga hyung akan melalui hal buruk itu, bukankah nona ingin jantung pewaris klan Inagawa?"
"kau benar…. Kau harus mendapatkan barang itu. Aku akan selalu berdoa untuk keselamatan kalian. Besok aku akan minta ayah untuk pulang ke London"
"terimakasih nona"
.
.
.
.
Sementara itu, Rapmon, Jin dan V tengah sibuk dengan barang tiruan yang mereka gunakan untuk mengganti barang perlelangan yang akan mereka curi. Mereka memang sengaja membuat duplikat barang perlelangan sesuai dengan rencana yang telah di susun.
"aku sungguh kagum kau bisa menemukan orang-orang yang bisa meniru barang barang langka seperti ini" ujar Rapmon pada V.
"aku juga heran, anak gila seperti mu tau tempat yang bisa menduplikat barang se professional ini dari mana?" ujar Jin tak percaya.
"kerja di kediaman Reist memberiku banyak kenalan ahli barang antik dan begitu juga ahli duplikatnya. Dan untuk duplikat senjata dan game aku minta tolong Suga hyung dan Jungkook" jawab V bangga.
"tapi bagaimana bisa kemiripannya hampir 100% seperti ini?" Rapmon masih tidak percaya.
"nyawa mereka akan melayang jika tidak mengerjakan barang itu dengan sungguh sungguh" ujar V enteng.
"ow jadi kau mengancamnya, baguslah kalau begitu, tidak usah keluar banyak uang juga kan jadinya" Jin masih memilah barang barang duplikat itu.
"sesuai rencana, besok setelah menjarah gudang ganti semua barang yang ada di dalam dengan barang barang ini, lalu lakukan perlelangan seperti biasanya, setelah itu rampok uang hasil lelang barang palsunya" jelas Rapmon.
"aku mengerti kau sudah mengatakannya waktu kita rapat hyung" sahut V dengan muka sedikit kesal.
"aku hanya ingin menyampaikan pesan yang mungkin akan menjadi pesan terakhir dari ku untuk kalian berdua dan anggota Bangtan yang lain" Rapmon memberi jeda sebelum dia melanjutkan kata katanya. "jangan mati. Berusahalah selamat dan kita akan menikmati hasil dari usaha kita bersama"
"kau juga jangan mati, aku bisa gila jika kau pergi. Aku akan langsung bunuh diri jika kau dan Taehyung mati" sahut ketus Jin.
"aw so sweet, aku akan berusaha bertahan hidup untuk mu princess" V mencium pipi Jin.
"jangan menciumnya sembarangan atau ku keluarkan isi kepala mu V" ujar Rapmon dengan wajah garang.
"kalian berdua berhenti kekanak kanakan seperti itu"
.
.
.
TBC
.
.
.
Jun is Back…..
Sebelumnya Jun mohon maaf yang sangat mendalam karena Jun menghilang hampir dua bulan. Jun lagi sibuk sibuknya magang#dan kerjanya juga rumayan menguras tenaga dan waktu#, jadi gak sempet upload FF.
Dan lagi, Jun juga udah hampir kehabisan ide buat FF ini, jadi review kalian juga mempengaruhi kelanjutan cerita ya, semakin banyak yang review semakin semangat Jun lanjut FF nya.
Jun berterimakasih sama semua yang udah nunggu FF gak jelas ini, Jun terharu liat komen kalian yang bilang masih setia nunggu FF ini.
Sekedar info aja kalo FF ini mungkin tinggal dua atau tiga chapter lagi setelah itu ending. Jadi jangan bosen review dan semangatin Jun ya, kita selesaikan FF ini bersama.
Jun juga akan buat FF Bantan yang lain setelah itu tunggu aja ya.
Jangan lupa review, fav dan follow biar Jun dapet pencerahan
Untuk kritik, saran, dan request bisa langsung review.
Maaf Jun gak bales komen kalian, tapi Jun baca semua kok tenang aja.
Dan mumpung bulan puasa Jun mohon maaf kalo semisal Jun ada salah dan bikin kalian kesel karena gak update update. Semoga aja lain kali Jun gak bikin semua orang yang baca FF Jun jadi kecewa.
Sampai ketemu di Chapter selanjutnya
XOXO
Junra
