Tittle : Bangtan Squad from Hell

Author : Jun_96

Genre : Crime/friendship/lil bit romance

Cast :

Namjoon Kim (Rapmon) 24 tahun

Seokjin Kim (Jin or Jinnie) 26 tahun

Yoongi Min (Suga ) 25 tahun

Hoseok Jung (J-hope) 24 tahun

Jimin Park ( Jimin or Baby J) 23 tahun

Taehyung Kim (V) 23 tahun

Jungkook Jeon (jungkook or… bts member call him Kookie) 21 tahun

Pairing :

Namjin

Yoonmin

Jikook

Taejin

Summary: Rapmon sang ketua geng mafia ingin mendirikan kelompok mafia yang tak terkalahkan. Namun dia butuh anggota yang kuat dan tak terkalahkan, karena itulah dia berada di Arkazam, untuk menjemput calon rekannya. (Namjin, Yoonmin, Jikook, Taejin,dll) (Jin & Jimin uke, Rapmon yonggi Taehyung Jungkook Jhope Seme)

.

.

Note: ini adalah cerita tentang Namjin beberapa bulan setelah acara pengikatan janji Suga dan Jimin.

.

.

Namjin (Marking)

Setelah acara pengikatan janji Yoongi dan Jimin di Jepang, kehidupan paran anggota Bangtan berjalan seperti semula. Mereka semua menjalankan bisnis yang telah Jin dan Jimin bangun dengan harta jarahan mereka, dan sesekali mereka menikmati hidup dengan bersenang senang di casino atau membunuh orang untuk kesenangan, benar benar hidup yang indah bagi penjahat yang di nobatkan sebagai buronan paling berbahaya seperti mereka.

Seperti biasa, hari ini sang permaisuri dari Leader kita melakukan kegiatan rutinnya melayani sang Raja. Dengan tubuhnya yang hanya terbalut kemeja tipis tembus pandang dia menggeliatkan tubuh mulusnya di pangkuan sang Raja yang menatapnya dengan botol bir di tangan kanannya dan sebatang rokok yang menyala di tangan kirinya. Tangan Jin dengan gerakan seduktif terus meraba tubuh kekar dengan proporsi sempurna di hadapannya, tangannya terus membelai tubuh sang Raja mulai leher, tulang belikat, perut dengan Abs yang terbentuk sempurna hingga kejantanan sang Raja yang masih tertutup celana Jeans yang ia kenakan.

"matahari masih berada di atas kepala sayang, kenapa aku sudah seagresif ini? tiga jam yang lalu bahkan kita baru saja selesai morning sex" Rapmon meneguk bir nya lalu menegukannya pada Jin yang masih membuat gerakan sensual dalam pangkuannya.

"aku bosan… tidak ada pekerjaan hari ini. Aku hanya ingin bermalas malasan dengan mu di ranjang seharian" jawab Jin setelah menelan bir yang di tuang ke mulutnya.

"kau bisa bergabung dengan Jungkook, V dan Jhope yang sedang menggila melenyapkan saingan bisnis kita" Rapmon menyelipkan rokok pada bibirnya lalu tangan kirinya ia gunakan untuk membelai paha mulus permaisurinya itu.

"mereka tidak pernah membiarkan ku bersenang senang dan memilih menghabisi orang orang itu sendiri, benar benar tidak asyik merusak kesenangan orang" Jin mengalungkan tangannya pada leher Rapmon.

"mereka hanya tidak ingin membuat tangan mu yang indah ini ternoda oleh darah busuk orang orang itu sayang" Rapmon menghisap rokoknya dalam dalam lalu medongakkan kepala menghembuskannya.

"lalu untuk apa gunanya aku di Bangtan? Untuk menghangatkan ranjang semua dominant yang ada di Bangtan? Aku terdengar seperti jalang" Jin melepaskan tangannya dan menegakan tubuhnya agar bisa melihat Rapmon dengan jelas.

"jangan samakan diri mu dengan jalang sayang, kau sangat berharga, bahkan ribuan jalang di dunia ini tidak bisa menggantikan posisi mu di Bangtan"

"tapi itu tidak mengubah fakta jika aku pernah tidur dengan semua anggota Bangtan kecuali Jimin kan? Aku heran, kenapa kau membiarkan ku tidur dengan anak buah mu?" Jin mengambil rokok dari tangan Rapmon dan menghisapnya.

"sex hanyalah sex, kau bisa melakukannya dengan siapa pun tanpa cinta sekali pun, dan aku percaya kau tidak akan melibatkan hati mu saat sex dengan mereka, lagi pula anggota Bangtan yang ku pulih sendiri itu bukan anak buah ku, mereka sudah ku anggap saudara yang berjuang bersama ku"

"jadi aku ini saudara mu?" Jin kembali menghisap rokok di tangannya.

"kau itu istri ku, kau permaisuri seorang Rapmon leader gangster paling berbahaya di dunia sayang" Rapmon menarik wajah Jin dan melumat bibir Jin sekilas.

"apanya yang istri mu, aku tidak pernah ingat pernah kau nikahi atau semacamnya" Jin membuang rokok yang ada di tangannya ke asbak yang berada tepat di meja belakangnya.

"kita sudah membicarakannya sayang, kita berdua tidak punya tradisi keluarga seperti Jimin atau Jungkook dan kita pun tidak terlalu percaya Tuhan, lalu cara seperti apa yang kau ingin kan?" Rapmon meletakan botol bir yang di bawanya dan beralih menyulut rokok baru.

"bahkan seorang submisif rendahan seperti ku yang tidak memiliki latar belakang keluarga dan hanya pembawa sial, sangat ingin di ikat secara resmi oleh seseorang yang ia anggap sebagai belahan jiwanya" Jin menatap Rapmon dengan tatapan sedih.

"Seokjin…." Ucapan Rapmon terputus.

"aku tau aku hanya seorang jalang, salah satu dari semua kesialan yang ada pada diriku yang bisa membuat ku hidup sampai sekarang hanya wajah sial ku ini, kalian semua menyukai wajah ku dan aku pun dengan senang hati membaginya dengan kalian semua. Aku tidak pernah keberatan menjadi jalang di sini… tapi tolong Namjoon… setidaknya ikat aku dengan sesuatu… buat tanda atau apa agar aku selalu ingat jika aku ini milik mu, agar semua orang tau hanya kau yang bisa memiliki hati mu…" tatapan Jin semakin terlihat suram.

"apa yang terjadi? Ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku? Katakan" perintah tegas Rapmon.

"saat kita di serang sindikat mafia Itali beberapa hari yang lalu, Ketua Grave Diggers(ganster mafia itali) mengaku dia sudah mengenal mu sejak lama, dia berkata aku tidak lebih dari jalang yang menghangatkan ranjangnya. Awalnya aku tidak terpengaruh sama sekali karena kata kata seperti itu sangat sering ku dengar dari semua musuh kita, tapi dia berkata jika wajah ku mirip sangat mirip dengan gadis mu dulu… dia berkata kau mencintainya dan aku hanya penggantinya" air mata Seokjin jatuh, dia sangat sensitive jika berhubungan dengan orang yang dia cintai.

"itulah mengapa kau membunuh ketua Grave Diggers itu dengan sangat kejam?" Rapmon menghapus air mata dari wajah Jin. "ketua Grave Diggers memiliki dendam sangat dalam pada ku, itulah mengapa dia mau jauh jauh datang dari Itali hanya untuk menyapa kita semua dengan peluru"

"itu bukan jawaban yang aku mau Namjoon…"

"Dia membual tentang gadis ku yang mirip dengan mu, kau sama sekali tidak mirip dengan gadis itu, kau jutaan kali lebih cantik dari gadis itu dan dia bukan gadis ku. Gadis yang dia maksud adalah putrinya yang jatuh hati pada ku, dia ingin aku menikahi putrinya namun aku menolaknya, aku tidak ada rasa sama sekali dengan nya" Rapmon kembali menghisap rokoknya.

"apa gadis itu masih hidup?" Tanya Jin.

"tenang saja dia sudah mati sayang, aku sendiri yang membunuhnya. Kau tidak perlu mengotori tangan mu yang halus ini dengan darah jalang itu"

"kapan kau membunuhnya?" Tanya Jin lagi.

"saat dia menyelamatkan ku waktu operasi kita di New York, setelah bertahun tahun tidak bertemu ternyata dia orang yang menyelamatkan ku saat aku terjun dari pesawat itu dan aku membunuhnya agar aku bisa kembali padamu, itulah mengapa ayahnya menyimpan dendam sangat dalam pada ku" jawab Rapmon dengan tatapan tegas yang berarti dia sangat serius dalam perkataannya.

"beritahu aku dimana kuburan gadis itu, aku belum puas jika belum membakar habis jasatnya dengan tangan ku sendiri" ujar Jin penuh dendam.

"tidak perlu sayang, dia sudah mati dan tidak bisa hidup lagi"

"kau dan dia pasti sudah melakukan banyak hal, tangan kotornya itu pasti sudah menyentuh semua bagian tubuh mu" kata Jin penuh penekanan dan emosi di dalamnya.

"aku sangat tersanjung saat permaisuri ku terlihat begitu mencintai ku seperti sekarang, tenang saja Yang Mulia, hati ini tak pernah tersentuh olehnya" Rapmon melingkarkan tangannya pada pinggang Jin.

"mana aku tau kau berkata sejujurnya atau tidak, sudahlah lebih baik kita lanjutkan saja kegiatan kita yang sempat tertunda, aku ingin kau hajar dengan sangat kasar sampai aku lupa tentang pembicaraan kita malam ini" Jin membuka satu persatu kancing kemejanya dan berniat ingin menggoda Rapmon lagi.

"tahan sebentar Seokjin, simpan tenaga mu" Rapmon mengangkat tubuh Jin dari pangkuannya dan beranjak berdiri. "simpan tenaga mu untuk malam ini, aku akan menjadikan mu milik ku seutuhnya" Rapmon keluar dari ruangannya.

.

.

.

Setelah menyelesaikan latihan rutinnya dengan Suga, Jimin memasuki mansion Bangtan dan menuju dapur untuk mengambil minuman, dan tak di sangka dia melihat Jin di sana duduk di sendiri sambil menikmati wine.

"bukan kah ini masih terlalu siang untuk minum minum hyung?" Jimin mendekat pada Jin saat dia selesai mengambil air dari kulkas.

"ini wine dengan kadar alcohol rendah, aku tidak akan mabuk Jim" Jin kembali menegak wine nya.

"kau ada masalah hyung? Tidak biasanya kau minum minum seperti ini di siang hari" Jimin menarik kursi dan duduk di samping Jin.

"tidak ada… hanya masalah internal dengan baginda Raja" Jin menjawab seadanya sambil memijat ringan keningnya.

"dan aku yakin masalah ini ada pada mu" tuding Jimin.

"dia yang membuat ku bermasalah" elak Jin.

"hyung, sebenarnya apa yang kau ragukan lagi dari Rapmon hyung, jika kau minta dia untuk sujud mencium kaki mu di depan seluruh manusia di bumi ini, dia akan senang hati membuang harga dirinya demi dirimu hyung"

"dia itu pria yang sangat di minati wanita dan pria di dunia ini Jim, auranya, tubuhnya, daya tariknya, semua wanita pasti akan gila padanya…" pertakaan Jin di sela oleh Jimin.

"dan kau juga pria submissive paling di minati pria maupun wanita, kau hawatir jika kalian tidak ada ikatan maka salah satu diantara kalian akan terjerat dengan orang lain dengan mudahnya. Hyung… perasaan itu sangat kuat, mereka tidak akan goyang begitu mudahnya, dan kau juga tau bagaimana kuatnya perasaan Rapmon hyung pada mu"

"aku tau… aku hanya makin gila karena terlalu mencintainya sampai rasanya walaupun dia memberikan seluruh nya pada ku tapi aku masih belum puas" Jin kembali meminum wine nya.

"bilang saja pada nya kau ingin sebuah tanda pengikat"

"aku sudah bilang padanya, dia bilang malam ini dia akan menjadikan ku miliknya seutuhnya" Jin kembali memijat keningnya yang terasa pening.

"lalu apa masalahnya?"

"aku hanya bingung harus senang atau takut… aku melihat sedikit keraguan di matanya, aku takut dia hanya merasa terbebani, dan sekarang dia pergi entah kemana" ujar Jin.

"hyung percayalah padanya, dia tidak pernah ingkar janji pada mu, dan jika dia terbebani maka dia tidak akan pernah meminta mu memberikan hati mu padanya"

"aku benar benar membutuhkan kekuatan, semua drama percintaan ini membuat tenaga ku terkuras habis" Jin memeluk Jimin.

"tidurlah dulu hyung, persiapkan diri mu untuk nanti malam" Jimin mengusap punggung Jin lembut.

.

.

.

Malam pun tiba, Jungkook, V dan Jhope di tendang keluar oleh Suga, mereka di tugaskan untuk pergi bersenang senang sampai pagi dan tidak boleh menginjakan kaki di mansion Bangtan, sedangkan Jimin dan Suga akan berjaga di mansion.

"hyung, kenapa kita tidak ikut pergi dengan yang lain? Apa kita tidak menggangu mereka?" Tanya Jimin pada Suga.

"kau pikir mereka hanya akan melakukan sex biasa? Rapmon bilang pada ku tadi siang jika dia benar benar ingin menandai Seokjin" nada bicara Suga berubah menjadi serius.

"menandai dengan cara apa memangnya? Mereka akan menikah atau sebagainya?"

"Jim, kau tau mengapa Rapmon itu sangat kuat? dia berkali kali lolos dari maut, dia bahkan tidak mati setelah terjun dari pesawat, dan dia itu selalu di penuhi keberuntungan dalam hidupnya" Suga menatap Jimin.

"hah?" Jimin bingung mengapa tiba tiba Suga membahas tentang ke specialan leader mereka itu.

"tidak mungkin seseorang bisa kebetulan sangat sempurna, kuat, jenius, dan sangat beruntung seperti itu. Walaupun dia bergabung dengan mafia sejak dia masih sangat muda dan kenyataannya dia memang di karuniai otak yang cemerlang tapi dia tidak mungkin secepat itu menjadi pemimpin ganster paling berbahaya kan, dia bahkan adalah pemimpin gangster termuda sepanjang sejarah"

"hyung ada benarnya juga sih…"

"aku tidak pernah curiga sebelumnya sampai aku mendengar ucapan Taehyung" lanjut Suga.

"ucapan Taehyung?" Jimin makin bingung sekarang.

"saat pertama pindah kemari Taehyung bergumam jika ada yang aneh dengan Rapmon, Taehyung berkata 'Leader kita memang tidak percaya tuhan, namun dia meyakini sebuah kekuatan, bukankah dia adalah pria yang di berkati banyak keberuntungan?'. Awalnya ku kira dia hanya asal bicara saja, tapi tanpa sadar perkataan Taehyung itu membuat ku banyak berpikir dan mengawasi Rapmon secara diam diam, kau ingatkan Taehyung itu punya insting yang sangat tajam" Suga sedikit menghela nafas.

"fakta yang ku dapat adalah dia pernah mempelajari sesuatu dari suku primitive kuno yang aku tidak tau namanya, aku tidak tau dia belajar dari mana tapi yang pasti dia tau banyak hal. Meningkatkan kekuatan tubuh, bela diri dengan gaya yang tidak biasa, merapal mantra untuk lolos dari maut, dia mempelajari itu semua dengan otak cerdasnya itu" lanjut Suga.

"Ya Tuhan…" hal ini cukup mengejutkan bagi Jimin, dia tidak menyangka seluas itu pengetahuan Rapmon, leadernya itu bahkan melihat berbagai macam dunia untuk menaiki posisi teratas dunia gelap.

"sepertinya dia akan melakukan pengikatan dengan caranya, sepertinya dia benar benar bersungguh sungguh"

"hyung, jangan menakut nakuti"

"ini serius Jim, sesuatu yang membuat Rapmon menjadi Raja mafia akan di terapkan pada Jin, dan sepertinya itu akan sedikit menyakitkan, maka dari itu kita berdua harus ada di sini"

"apa Jin hyung akan baik baik saja?"

"dia pasti baik baik saja, Rapmon terlalu mencintainya dan tidak mungkin membahayakan nyawa Jin"

.

.

.

Di sisi lain Jin tengah menunggu Rapmon di kamar Leader Bangtan itu. Entah mengapa dia ingin menangis sekarang, dia takut jika Rapmon tidak kembali karena merasa terbebani oleh permintaannya. Tapi jujur saja, dia tidak bisa membayangkan kehilangan Rapmon lagi, katakana saja dia masih sakit jiwa sama seperti dulu, dia tidak pernah rela orang lain memiliki pria yang ia cintai, dan dia yakin semua orang ingin memiliki kekasihnya itu.

Tak lama kemudian pintu kamar terbuka, seorang yang ia tunggu telah datang bungkusan aneh di tangannya.

"Namjoon…" Jin langsung beranjak untuk memeluk Rapmon.

"ada apa sayang? Kau sudah siap?" Tanya Rapmon lembut.

"apa kau juga siap ku ganggu terus seumur hidup, aku sadar… aku ini gila… dan jika kau benar benar mengikat ku kau akan menjadi objek kegilaan ku selamanya… aku tau kau mencintai ku tapi, sanggupkah kau bertahan di sisi ku selamanya…" Jin masih enggan melepaskan pelukannya.

"seharusnya aku yang berkata seperti itu, alasan aku belum mengikat mu adalah aku tidak ingin nanti kau menyesal merasa terikat dengan ku. Kau tau, setelah ini… setelah ritual ini kita akan terhubung dan terikat selamanya, jadi aku ingin Tanya sekali lagi apa kau bersedia terikat dengan ku selamanya?" Rapmon mengangkat wajah Jin agar menatapnya.

"bukannya dari awal memang aku yang memintanya…"

"aku tahu… tapi ini akan sedikit membingungkan dan menyakitkan, ku harap kau tidak pernah menyesalinya" Rapmon membawa Jin untuk duduk di ranjangnya, setelah itu dia beralih ke perapian yang ada di ruangan itu dan melepar sesuatu dari kantong yang ia bawa dalam bara api yang menyala. "kau tau, setelah ini kau tidak akan merasa nyaman lagi tidur dengan pria lain"

"tidak masalah… Taehyung sudah mencari seseorang yang di cintainya, Yoongi juga sudah bisa melakukannya dengan istrinya, dan Jhope mulai mecari restu untuk mendekati adik Jungkook, aku sudah tidak di butuhkan lagi untuk menjadi pelampiasan" Jin mengamati semua gerak gerik Rapmon.

"kalau begitu tugas mu sekarang adalah menahan sedikit rasa sakit, aku akan melakukan sebuah ritual kuno yang tidak pernah ku perlihatkan pada siapa pun kecuali diri mu" Rapmon mengambil benada yang ia lemparkan dalam bara api tersebut dan berjalan menghampiri Jin. "buka baju mu sayang"

Tanpa menjawab Jin langsung menanggalkan kemeja yang ia gunakan dan selanjutnya Rapmon menempelkan sesuatu yang ia ambil dari bara api itu pada pinggang sebelah kanannya, hal itu sontak membuatnya menjerit kesakitan. Bayangkan saja rasanya jika kulit mu menempel dengan besi panas, pasti sangat sakit dan menyiksa. Setelah dirasa sudah cukup Rapmon melepaskan benda itu dan kini di kulit Jin tercetak jelas sebuah pola aneh yang sangat asing. Rapmon berlutut di hadapan Jin sembari merapal sesuatu seperti mantra yang Jin tidak mengerti sama sekali, setelah itu Rapmon mengambil sebuah belati dan menggoreskannya pada pergelangan tangannya.

"apa yang kau lakukan?" kaget Jin melihat darah mulai keluar deras dari tangan Rapmon.

Rapmon sama sekali tidak menjawab dan masih sibuk merapalkan sesuatu, dia menggukakan tangannya yang tak tersayat untuk mengambar sesuatu di dekat tanda yang ada di tubuh Jin menggunakan darahnya.

"sekarang minum darah ku sebanyak yang kau bisa" Rapmon menyodorkan lengannya yang terluka pada Jin.

"Namjoon kau bisa kehilangan banyak darah" ujar cemas Jin.

"aku akan baik baik saja, lebih baik cepat kau lakukan agar ritual ini juga cepat selesai, setidak nya minum darahku sampai lima teguk" ucapan Rapmon mau tak mau di lakukan oleh Jin.

Jin menghisap darah dari tangan Rapmon sebanyak yang dia bisa, karena sungguh rasa dan bau anyir dari darah membuatnya semakin pusing, belum lagi luka bakar dari besi panas yang masih sangat terasa menyiksa baginya, sungguh ini semua membuatnya merasa tersiksa.

Setelah dirasa sudah tak sanggup lagi untuk meminum darah orang yang di cintainya itu Jin melepaskan mulutnya dari tangan Rapmon hingga bisa di lihat aliran darah yang mengalir di sudut bibirnya. Rapmon naik untuk duduk di ranjang samping Jin sembari kembali merapalkan sesuatu.

"ini yang terakhir dan akan jadi bagian yang sangat menyakitkan, jadi ku mohon bertahanlah sebentar" Rapmon mencengkram bahu Jin dan mendekatkan kepalanya pada perpotongan leher Jin.

Dengan tanpa aba aba Rapmon menancapkan giginya pada kulit perpotongan leher Jin hinggan kulit mulus itu terkoyak parah, dan membuat Jin menjerit penuh kesakitan. Setelah membuat luka yang cukup parah, Rapmon menghisap darah Jin sebanyak yang dia bisa dan setelah Rapmon melepaskan hisapannya dia menatap wajah lemas Jin yang mulai pucat karena kehilangan banyak darah.

"sedikit lagi tolong bertahanlah" Rapmon membaringkan tubuh Jin dan mulai melepas celana Jin.

Ditengah kegiatan intim mereka Jin mulai kehilangan kesadaran karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

.

.

.

Perlahan Jin mulai membuka mata, kepalanya sangat pusing dan tubuhnya terasa sangat lemas. Dia sadar jika dia sekarang sudah berada di kamarnya dengan selang tranfusi darah di tangannya.

"hyung kau sudah sadar?" Tanya Jimin yang lega melihat Jin sudah bangun. "syukurlah hyung, aku takut sekali, kau kehilangan banyak darah"

"Rapmon mana?" Tanya Jin lemah.

"Rapmon hyung di kamarnya dia juga harus mendapat tranfusi darah seperti mu. Hyung setelah ini makan ya, hyung harus makan yang banyak dan minum vitamin agar cepat pulih"

"baiklah, bantu aku duduk Jim" Jin berusaha duduk di bantu oleh Jimin, namun dia merasa ada yang aneh dari dirinya, untuk sejenak dia terdiam.

"hyung? Ada apa? Apa ada yang sakit?" Jimin jadi cemas melihat Jin tiba tiba diam sambil memegangi lengan kirinya dan dadanya secara bergantian.

"Jim… aku merasakannya… aku merasakan rasa sakit Rapmon… aku juga merasakan debaran jantungnya…" ini sungguh luar biasa bagi Jin, dia merasa menjadi satu dengan Namjoon seakan mereka berbagi jantung yang sama.

"hyung? Apa maksud mu…" Jimin sebenarnya tau ini efek dari ritual mereka semalam hanya saja dia tidak mengerti apa yang Jin rasakan.

"aku…aku dan dia seperti benar benar terikat sekarang…" Jin masih tidak bisa menjelaskan apa yang dia rasakan dengan kata kata.

"kita memang benar benar terikat sayang" ujar Rapmon yang tiba tiba masuk dalam kamar Jin.

"ritual yang kita lakukan semalam membuat kita menjadi Soulmate dalam arti sesungguhnya, apapun yang kau rasakan aku pasti juga bisa merasakan, jadi jika kau dalam bahaya aku pasti akan segera tau" lanjut Rapmon yang mendudukan diri di samping Jin.

"ini luar biasa Namjoon… terimakasih…" Jin memeluk Rapmon sembari menangis haru, dia merasa benar benar memiliki dan di miliki Rapmon sekarang.

"Rapmon hyung kau masih sakit, jangan jalan jalan dulu" ujar Jimin dengan raut wajah sebal, namun dia senang ke dua kakaknya ini terikat dengan sangat indah dan mereka terlihat sangat bahagia.

"tidak papa sayang, dia sudah selesai transfusi darah dan dia juga sudah menghabiskan makanannya, biarkan saja dia menemui istrinya" ujar santai Suga yang ternyata sudah berdiri di pintu kamar Jin.

"ya sudah, Rapmon hyung temani Jin hyung saja di sini, makanan dan vitamin Jin hyung sudah ku siapkan di meja itu, aku dan Yoongi hyung undur diri saja, kami tidak ingin mengganggu romantisme kalian" Jimin berdiri dan menyusul Suga untuk keluar dari kamar Jin.

"nah sayang, sekarang kau harus makan dulu" Rapmon hendak berdiri mengambil makanan Jin namun Jin memeluk lengannya.

"nanti saja makannya… di sini dulu… aku ingin memeluk mu…" ujar pelan Jin.

"as you wish my queen" Rapmon kembali membawa Jin dalam pelukannya.

.

.

.

End Sequel Namjin

.

.

.

Haiii…..

Ketemu lagi di FF ini, padahal ni FF udah tamat napa nongol lagi

Karena banyak yang minta sequel nya FF ini apa lagi versi Namjin dan Vkook yang masih gondal gangul(?) alias gantung, jadinya Jun buatin.

Untuk yang versi Vkook atau Yoonmin dan versi yang lain lain yang kalian mau bisa review, Jun buat sequel juga karena banyak yang review minta, kalo gak banyak yang review Jun juga gak bakal buat, jadi kalau mau sequel jangan sungkan buat request ke Jun dengan cara review.

Jun seneng banget FF ini rumayan sukses dan banyak yang suka, awalnya Jun sempet benci FF ini karena sering hilang inspirasi tapi makin kesini Jun makin cinta FF ini karena ternyata banyak yang gak rela FF ini selesai.

Jun berterimakasih pada semua pihak yang sudah membaca FF ini, Silent Reader pun Jun juga Jun ucapin terimakasih karena mau meluangkan waktu untuk membaca karya abal abal dari penulis abal abal ini.

Buat kalian yang masih ingin FF ini ada lanjutan oneshoot oneshoot nya bisa langsung review aja, ngobrol sama Jun tentang FF ini atau FF yang kalian pengen juga gak papa langsung review, nanti jun usahakan semua request kalian.

Sampai ketemu di Sequel selanjutnya atau FF lainnya…..

XOXO

Junra