Revisi
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Hurt Comfort, sedikit Dark
Main pair : Hyuga Hinata, Sasuke Uchiha
Warn : Alur , Typo, EYD berantakan
1. The Lost Hope
Aku yang mungkin terlalu jatuh cinta padamu dan menghalakan segala cara untuk mendapatkan mu. Tak peduli banyak rintangan yang harus aku lewati demi mendapatkan mu. Mungkin kau tak akan memaafkan atas keegoisan ku tapi percayalah aku hanya menginginkan dirimu Hinata terserah bila akhirnya kau membenci ku. Hanya denganmu lah aku bisa hidup jadi tolong jangan tinggalkan aku.
Di sudut ruangan terlihat wanita berambut indigo memeluk lututnya
" Sa..sa suke kenapa kamu melakukan ini haahh?" sambil mengusap bulir air mata yang jatuh
" Kenapa kamu kamu senang berbuat jahat padaku? Kenapa aku tidak boleh melihat dunia luar? Aku bosan sasuke aku bosan aku ini bukan boneka mu..kenapa aku harus terkurung di istana bodoh mu ini,,haaah?KENAPA ?TOLOOONG JAWAAABB !" Raungnya.
Praaangg
Bunyi kaca pecah membuatku tersadar , aku pun langsung menuju kamar sebelah untuk memastikan apa yang terjadi
"AAAAkkkkkkkkhh."rintihnya
"Apa yang kau lakukan?! Haah? Apa kau sudah gila? Dengan begini kau bisa mati, Bodoh!"
Darah mengucur deras di pergelangan Hinata. Hinata hanya melihat penolong yang membalut lukanya tanpa mengucapkan terimakasih dan berekspresi. Tatapan kosong seperti mayat hidup dengan rambut yang sudah kusam berantakan itu seperti biasa Sasuke lihat dari gadis yang dicintainya. Sasuke menatap sendu
" Hinata ." Ucap Sasuke setengah berbisik
"Maafkan aku, aku tak bisa membawamu keluar kali ini. Tapi kapan-kapan aku akan membawa mu pergi ke tempat yang kau inginkan. Jadi untuk hari ini tinggal saja dirumah." Ucap Sasuke merdu namun terbesit nada tak terbantahkan
Sambil mengelus puncak kepala Hinata. Sasuke berniat kembali ke kamarnya lagi namun, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika Hinata bersuara.
"Kenapa?" Tanya Hinata pelan
hening
"Kenapa kau selalu berkata Kapan-kapan? Kenapa kau tak mengatakan waktu tepatnya agar aku bisa keluar dari tempat terkutuk ini. Kenapa kau selalu berbohong padaku Sasuke?!" Tanyanya tetapi yang diajak bicara nya hanya terdiam dan alisnya berkedut memikirkan alasan logisnya.
"Atau …kau belum mampu mempercayai ku?" lanjutnya.
Sasuke hanya bisa menghembuskan nafas
" Kita sudah membicarakan ini berulang kali ,bukan? Apalagi yang harus aku jelaskan, huh? Mengertilah …karna aku tak mau mendebatkan nya lagi denganmu Hinata. Sekarang cepat tidur!" Titahnya
Bruuk
Pintu kamar Hinata tertutup sangat kencang menandakan Sasuke telah pergi. Air mata Hinata pun tumpah begitu saja. Yah mungin Hinata terlihat cengeng karna perdebatannya selalu kalah oleh Sasuke Namun bukan itu, Ia menangis karna dia tak bisa merasakan Dunianya, Masa lalunya dan juga Cintanya kalau boleh jujur ia menangis karena keadaan yang membuatnya dirinya lemah dan tak bisa melakukan penolakan apapun terhadap Sasuke dan semua inilah yang membuatnya tersiksa.
Pernah satu kali dia berusaha kabur tetapi Sasuke selalu tahu keberadaannya seolah-olah sudah terpasang chip dalam tubuh Hinata dan akibatnya pasti ada penolakan dan rontaan dari Hinata sendiri. Dan semua berawal dari 2 bulan yang lalu. Itu adalah hari dimana seharusnya dia menikah dengan pemuda yang dicintainya tapi keadaan berubah ketika ada sekelompok orang menyerang dan menyekapnya.
Flashback
Berulang kali aku menampar diriku sendiri bahwa ini adalah kenyataan.. yah aku sungguh tak percaya akhirnya hari ini akan tiba. Dimana aku akan bersanding dengan pemuda yang kusukai ralat bukan tapi yang aku cintai, sejujurnya aku tak tahu apakah dia juga mempunyai perasaan yang sama padaku? Atau hanya cinta sepihak ku saja? Akhh rasanya sakit jika itu hanya cinta sepihak ku saja bukan? Maka dari itu aku menyakinkan diri bahwa dia membalas perasaanku. Mungkin terlihat percaya diri sekali tapi aku takan peduli. Toh nanti juga aku akan hidup bahagia bersamanya.
" Hinata apa yang kau pikirkan ? Kenapa tak bersiap-siap? Bukankah acaranya akan segera dimulai."
"Ah..i-iya Neji-nii." Hinata tesadar dari lamunanya dan bergegas merapikan bajunya
"Ayo pegang tanganku. Paman sudah menunggu mu."
Hinata dan Neji pun meniggalkan ruang rias. Di altar ada pemuda kuning sedang menatap calon pengatinnya yang sudah beralih tangan ke calon mertuanya.
"Naruto kau harus siap ini keputusan final mu." Ucap pemuda itu kepada diri sendiri.
Dilain sisi
Apakah kau bahagia Hinata?" Tanya lelaki disamping Hinata yang tak lain adalah ayahnya Hyuga Hiashi.
"A..ayahh A-apa aku boleh bahagia?" melirik ayah dengan mata berkaca-kaca
"Tentu saja kau harus bahagia, Hinata dan maafkan Ayahmu yang selalu mengekang mu."
"A-ayahh." Ucap Hinata memelas bulir air mata jatuh
Siapa yang tak bahagia ketika ayahnya telah merestui hubungannya dengan Naruto dan menyuruh untuk menikah padahal dulu melarang untuk dekat-dekat dengan pemuda itu. Hinata tidak menyadari bahwa dia sudah di depan Altar karna sibuk menghapus airmata. Hyuga Hiashi menyerahkan lengan Hinata ke Naruto untuk dibawa menghadap pendeta.
"Jaga baik putriku Naruto! Jika sesuatu terjadi padannya. Paman akan pastikan hidupmu tidak akan tenang !"Tegas Hiashi setengah berbisik ditelinga Naruto. Naruto hanya bergedik ngeri .
Saat akan mengucapkan janji sehidup semati tiba- tiba datang sekelompok orang dengan penutup kepala dengan berjubah hitam dari arah pintu. Mereka mengeluarkan senjata. Lalu salah satu dari mereka melepaskan tembakan ke atap untuk menghentikan prosesi sakral tersebut.
Kiba, Shino, Chouji dan Shikamaru yang duduk di barisan paling depan. Langsung membentuk setengah lingkaran sambil mengeluarkan senjatanya masing-masing. Melindungi calon pengantin. Neji yang juga baru tersadar dari rasa terkejutnya. Langsung bangkit dari tempat duduknya. Dia merangsak maju mencoba menghalangi seorang pasukan bertopeng yang lari ke arah Pamannya. Pertarungan tidak dapat dihindarkan. Neji mengeluarkan jurus judonya untuk melumpuhkan lawan. Meski kelelahan dia harus menang.
Sementara itu seseorang yang diyakini sebagai ketua pasukan bertopeng hanya berjongkok memperhatikan perkelahian. Wajah nya tertupi topeng putih. Terdengar suara kikikan samar darinya.
Plok...plok..plok
Dia bertepuk tangan " Hahaha... Apa segini kemampuan kalian untuk melawan ku? Menyebalkan sekali yah. Padahal kupikir akan mendapat lawan yang sepadan. Haah" Dia menghembuskan nafas kesal.
"Kalau begini aku tak perlu repot-repot membawa anak buahku."
" JAGA UCAPANMU. JANGAN PERNAH MEREMEHKAN KAMI ATAU KAU AKAN MENYESAL!" Teriak Neji
"Liat semuanya." melirik ke arah pasukannya dari bahu kiri " Dia sedang Membual..hahahhahah. Dia bahkan sekarang terlihat seperti wanita yang ketakutan..Lucu sekali..Hahaha"
Pasukannya hanya diam tak berani menanggapi. Mereka sangat tahu lawan mereka sedang Marah. Dan itu hanya sebuah taktik ketua untuk mempermainkan lawan.
"BERHENTI ATAU KU BUNUH!"
"Uhh.. Aku benar-benar takut." pura-pura memeluk lututnya sendiri.
Neji mengacungkan senjata
Dan
Dor!
Tembakan melesat ke arah sang ketua ,jubah nya berlubang dibagian bawah. Tanda Neji tidak bermain-main dengan ucapannya.
"Arrrrgghh BRENGSEK! Rupanya dia ingin bersenang-senang dengan ku!" Murkanya
"APALAGI YANG KALIAN TUNGGU?! CEPAT TUTUP PINTUNYA DAN HABISI SEMUA ORANG YANG MENGHALANGI MISI SIALAN INI!"
Tiga pionnya maju. Satu pion nya memutar ke kanan mengambil ancang - ancang sambil membawa samurai lalu berlari ke arah Shikamaru dan Kiba.
Satunya lagi telah melemparkan banyak kunai ke Chouji dan Shino. Mereka berdua hanya bisa menepis dari serangan yang ada.
Otomatis tidak ada yang menjaga blokade pengantin. Hanya ada Naruto yang berusaha melindungi Hinata.
Dan terakhir. Salah seorang perempuan dengan aura misterius hanya berjalan perlahan mendekati Naruto sambil memainkan kertas.
Ia terbangkan kertas itu. Dan
Boommm!
Bom Asap. Seketika ruangan menjadi berkabut. Membuat jarak pandang semakin mengabur. Tanpa sengaja Hinata melepaskan gengaman tangan Naruto. Akibat dari asap yang membuat mata nya perih. Hinata mundur beberapa langkah. Hiashi yang melihat salah satu pasukan bertopeng berusaha mencelakai anaknya dari arah belakang. Sontak ia pun berteriak.
"Shooo! Tolong Hinata...Lindungi Hinata!" Teriak Hiashi kepada salah satu bunke kepercayaanya
"Baik. Hiashi-sama!" Sho dengan sigap langsung berlari ke arah Hinata.
Lalu dengan secepat kilat. Mengunci leher lawan hinga terdengar bunyi
Kretak
Lawan yang tak berdaya ia lepaskan begitu saja
Hinata pov
Teriakan, jeritan dan tangisan soal bercampur padu mejandi melodi yang menyayat hati. Yang aku tahu saat aku tak sengaja melepas tangan Naruto. Ayah berteriak meminta salah satu pengawalnya untuk melindungiku. Melindungiku dari hal-hal mengerikan. Aku masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Hingga Sho datang berlari ke belakangku. Lalu dengan cepat ia melumpuhkan lawannya yang berniat untuk melukaiku dengan kunai nya. Aku terjerit tertahan melihat ia roboh disampingku.
Aku tak tahu apakah dia masih bernyawa atau tidak?
Karena suara yang dilakukan Sho terdengar sangat jelas.
Pertarungan pecah antara kelompok bertopeng dan kelompok pengiring pengantin. Bahkan aku tak tahu dimana pasukan pengawal yang ayah suruh. Sehingga sama banyaknya dengan mereka. Aku melirik sekilas. Ada beberapa orang yang berlari ke sudut ruangan untuk menyelamatkan diri. Termasuk seorang wanita dengan anak yang digendongnya. Namun dilangkah ke sepuluh , dia tertembak di depan mataku. Akibat kebrutalan pasukan keji itu. Aku tak mampu menggerakan badanku se incipun untuk sekedar menolongnya. Aku hanya menangis. Aku tak tahu harus berbuat apa. Anak itu menjerit ketika ibunya jatuh. Dengan kasar ia gerakan bahu ibunya. Seolah itu hanya ilusi belaka. Dia hanya menjerit "mama bangun, ma. Jangan tinggalkan Sirei-kun!" Suara seraknya benar-benar menyiksaku.
Aku mencoba melangkah. Namun, Sho menarik tangan ku lebih dulu. Mengatakan bahwa situasinya tak akan memungkinkan jika aku berusaha membantu anak itu. Meskipun aku bersikeras untuk menolong. Sho tetap pada pendiriannya. Setidaknya aku harus keluar dari ruangan ini dulu dengan selamat. Dan Dia berjanji akan menyelamatkan anak itu. Walau dengan berat hati aku menyetujuinya.
Langkah kakiku terseok-seok ketika berusaha berjalan cepat mengikuti langkah Sho yang lebar. Bagaimanapun dia laki-laki. Dia mengintruksikan agar aku keluar dari pintu darurat yang berada persis disebelah kiri sudut ruangan. Tapi langkah kami harus terhenti. Saat salah satu dari mereka melempar kunai yang banyak ke arah kami. Orang itu menjerit kesetanan karna sadar akan kelengahannya membiarkan pengantin wanitanya melarikan diri. Dengan kecepatan yang diatas rata-rata. Sepuluh orang yang aku yakini anggota terbaik dari kelompok keji itu mengepung kami.
Sho harus bisa mengalahkan sepuluh orang. Perbadingan yang menurutku tidak adil. Ditambah Sho hanya memiliki satu senjata api yang harus ia gunakan dengan baik untuk melumpuhkan lawan. Meskipun aku juga tahu kemampuan bela diri nya tidak kalah hebat dari kakak sesepupuku. Sho berlari menuju lawannnya. Ia melakukan salto sebelum mengeluarkan jurusnya. Gerakkan sangat luwes.
Ia membanting satu persatu lawannya dan juga memilitir kaki serta tangan lawan. Semuanya dilakukan sangat cepat. Entah gerakan apa yang dilakukannya. Semuanya seperti menjadi kesatuan. Karate, Juudo dan Taichi dikuasainya. Dan menyisakan dua orang yang paling tangguh. Mereka masing-masing berada disisi kanan , kiri. Menyerang Sho dengan membabi buta. Dan Sho masih bisa menghindari mereka. Sehingga yang mereka serang adalah udara kosong. Saking cepatnya gerakan tubuhnya menghindari lawan. Sho sedikit terpojok. Dia berada tak lebih dari satu meter tempatku berdiri. Pertarungan sengit itu berubah mengerikan. Ketika salah seorang dari mereka menembak kaki kanan Sho disusul kaki kirinya.
Sho terjatuh dengan lutut sebagai penopangnya. Sebagai bentuk perlindungan untuk aku yang lebih dulu terduduk ketika letusan pertama. Aku benar-benar ketakutan , bayang-bayang dia yang akan meninggalkan ku sudah ada dikepalaku. Bagaimanapun Sho adalah tembok pertahanan ku. Aku tidak ingin seperti ini! Yang kulihat dia melirik ku mengatakan baik-baik saja. Tapi aku tahu itu hanya bohong belaka. Dia hanya ingin aku tenang dan tidak mencemaskannya sambil memikirkan solusi yang terbaik.
Ketika aku berusaha merangkak untuk menggapainya. Suara nyaring itu kembali terdengar ke arah dada kirinya. Seketika ia terjatuh kebelakang. Aku menjerit melihat kondisinya. Dia memutahkan darah segar sambil menatapku. Wajah dan gaunku terkena noda darahnya. Seketika indra pengecapku merasakan bau amis yang pekat. Mual yang kurasa, aku tahan. Dan bisikan samar darinya mengatakan " Lari... Lari nona... Se-se jauh mungkin." sebelum akhirnya nafas Sho menghilang.
Aku menangis tergugu. Ucapannya bagai Angin lalu untuku. Nyatanya aku masih berdiam diri di tempat pengawalku merenggang nyawa. Bagiku Sho tembok pertahananku. Ketika tembok itu runtuh bagaimana aku menyusun (bangkit) kembali. Aku marah ! menolak atas takdir yang membelenggu ku ini. Seolah semesta sedang mengolokku.
Hari pernikahanku hancur berantakan. Anganku untuk memulai hidup baru berubah menjadi mengerikan. Tak pernah sedikitpun terlintas dibenakku, hari bahagiaku akan berakhir seperti ini. Seolah Tuhan sedang menguji kesabaranku. Aku merasa tak berdaya.
KALAH, LEMAH, dan PENGECUT. Kata - kata itu berteriak nyaring dikepalaku. Mencemoohku.
Aku bergetar hebat disela tangisku. Tanda tremor ku kambuh lagi. Akibat panik dan kecemasan yang diambang batas.
Sendirian dan kesepian
adalah kata terakhir yang ingin aku dengar. Tapi kenyataan yang aku Hadapi memang seperti itu. Di tengah - tengah kesadaranku aku berdoa. Aku berharap bahwa semua ini hanya mimpi burukku.
TBC or End
Hallo .. Ada yang kangen ma cerita abal aku ini gak? Wkwkwkwk.
Permtama-tama mau minta maaf banget kalo selama ini kesannya nya ngaggurin fict ini.
Sumpah ga ada maksud sih hiks :'(
Aku tuh ceritanya wktu itu sempet ilang handphone gitu. Terus hilang ide juga. Kepikiran Antar lanjut atau enggak? Takut feelnya ga berasa wkwkwkkw. Tp beberapa bulan kebelakang. Karna aku lagi free dr kerjaan jadi aja ini revisiannya..
sasuhina69 : masih belum puas ya? Wkwkwkwk
Baby niz 137 : Hmm.. Rated M ya? *pura-pura mikir* Aku tuh masih polos gimans donks? Hahahahh
CheftyClouds : hehehhe sama donk. Aku juga suka sama pairnya sasuhina. Tapi aku tuh tipekal orang yg ngelahab semua genre ma pair yang lain. Karna menurut aku mrka characternya keren2.
Uchiha Cullen738 : kamu udah puas belum ma crtanya ? Orang2 sasuke ya? Bisa jadi ... Bisa jadi. *ngikutin acara sebelah*
Bill Arr : makasih loh sarannya..*bungkuk-bungkuk*
: memang berani bayar berapa ? Wkwkwkwkwk *jangn dianggap ya* hehehhehe
Aya : masih penasaran yah?
Ana: bentar authornya mikir dulu.. Tebak-tebakan dulu yukk...
Kira2 author up lagi kpn ya?
NekoNao69 : boleh.. Tp nunggu dulu review sampai 20 orang baru lanjut...wwkwkwkwkwkwkwk
Buat sider sider.. Yang mau review boleh kok langsung comment aja. Gausah malu malu. Kalo malu-maluin boleh *prinsip anak-anaksekolah* Ini sih tujuannya nya untuk review tulisan author. Mau caci maki aku juga ga apa- apa. Wkwkwkkw .Tp Uji lebih suka kritik yang membangun yah. Biar lebih positif aja dan membuat karya yang lebih menarik lagi. Thank you :*
