Kau tak akan tahu betapa dingin serta tak pedulinya Vali pada seseorang? Dia hanya ingin bertarung dengan orang kuat saja, tidak lebih. Bahkan, beberapa wanita yang mendekatinya pun dicueki saja oleh Vali.
Pemuda Silver itu memang tak peka sama sekali, dia tak menyadari bahwa ada beberapa wanita yang menaruh hati padanya.
Terlebih lagi, Naruko Uzumaki. Wanita berusia 25 tahun, seorang Kunoichi dari daerah Kyoto, dia bergabung dengan kelompok Vali untuk membalaskan dendam orang tuanya yang dibunuh oleh Rizevim Livan Lucifer.
Dan kakek tua itu tewas di tangan Vali.
Naruto sungguh senang saat mengetahui Vali berhasil mengalahkan kakek tua psikolog-maksudnya Psikopat. Beruntung Vali lebih kuat dari kakek tua itu, dan Vali juga beruntung Naruko menaruh rasa kepadanya.
Yah, walaupun Vali tak mengetahuinya sih.
Saat ini, hari Valentine. 14 Februari. Sebuah hari dimana Naruko bisa memberikan coklat buatannya untuk diberikan pada pria yang disukainya.
"Sudah selesai!" Naruko mengusap keringatnya, ia menatap coklat buatannya yang rencananya akan diberikan pada Vali Lucifer. Tapi ia sedikit ragu, Vali akan suka atau tidak dengan Coklat tersebut?
"Gadis rubah."
Dahi Naruko berkedut, dia langsung menoleh dan menatap tajam sosok yang manggilnya gadis rubah. Ia sangat tahu siapa yang memamggilnya seperti itu. "Diam! Jangan panggil aku itu, bodoh!"
Vali menyeringai, entah kenapa Vali sangat suka dengan panggilan itu kepada Naruko. "Kau sedang apa?"
Naruko baru sadar, tubuhnya langsung gemetar saat Vali berjalan mendekatinya. "Aku hanya memasak." Tanpa ada rasa gugup, Naruko menjawab pertanyaan Vali barusan.
"Kau bisa memasak?" Vali kembali bertanya, dia semakin dekat dengan Naruko. "Coklat?"
"I-iya, ini coklat."
"Untukku?"
"..."
Wajah Naruko merona seketika saat Vali bertanya lagi. "Jadi benar itu buatku?" Pemuda itu mengambil salah satu dari coklat buatan Naruko, ia pun memasukkan coklat itu ke dalam mulutnya, dan mengunyahnya. "Enak, mau coba?"
"Huh?" Naruko sedikit bingung.
"Iya, kau mau mencobanya?" Naruko semakin dibuat bingung. Vali berdecak kesal, dia lalu mencium bibir plum gadis itu, dan memasukkan coklat yang dikunyahnya ke dalam mulut Naruko.
Wajah gadis pirang itu merona hebat, dia tak menyangka kalau Vali akan mencium sekaligus memberikan coklatnya dari mulut. "A-apa yang kau lakukan?!" Tanya Naruko, dia mendorong tubuh Vali kebelakang.
"Reaksimu, sungguh imut gadis Rubah." Seringai Vali semakin menjadi, dia malah mendekati Naruko yang saat ini tengah terpojok, gadis itu meneguk ludahnya dengan kasar saat kedua tangan Vali berada di sisi meja dapur. "Ciumanmu begitu manis Naruko." Vali berbisik pelan, tetapi masih bisa didengar Naruko.
"A-a..."
"Diamlah Naruko." Vali mendekatkan bibirnya pada bibir seksi Naruko. "Seharusnya aku sadar, kau sungguh menyukaiku."
"Y-ya..."
"Dan aku menyukaimu."
"Vali..."
Vali menyeringai sesaat, lalu mencium bibir Naruko dengan mesra, telapak tangan Vali menyentuh pipi hangat Naruko. Keduanya begitu mesra hingga salah satu kaki Naruko di angkat oleh Vali, area intim mereka berdua saling bertabrakan saat keduanya tengah berciuman.
"Vali, aku mencintaimu..."
"Aku tahu itu..."
Keduanya melanjutkan acara ciuman mereka tanpa tahu rekan mereka mengintip dari balik pintu dapur.
"Dia mendahului kita."
"Bikou, kau tak mungkin dapat wanita."
"Diam kucing!"
"Kalian bisa diam?"
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto.
Highschool DxD by Ichiei Ishibumi.
