The Legend Satan Lucifer
Created By : Fi.InfiniteGate
Disclaimer : Naruto milik [Masashi Kishimoto] dan
High School DxD milik [Ichiei Ishibumi]
Rate : M
Genre : Action, Advanture, Etc
Pairing : ...?...
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC,Alternative Universe, Hasil Pemikiran Sendiri, and Etc
Sumari : Dia yang dikatakan telah tewas saat Great War, kini kembali dengan wujud dan kekuatan baru yang tidak diketahui. Pemuda berambut pirang jabrik dan bermata biru shappire. Akankah dia bisa merubah dunia.
DON'T LIKE, DON'T READ
Saat ini kondisi di Kuoh Academy cukup memprihatinkan, dimana terdapat banyak reruntuhan bangunan yang disebabkan oleh pertarungan tadi. Tapi itu bukanlah masalah yang besar karena pihak iblis bisa dengan mudah memperbaiki itu semua kurang dari satu malam.
Yang jadi masalah saat ini adalah bagaimana mengatasi kemarahan dari Maou Lucifer dan Leviathan. Dimana saat Rias memberinya kabar Maou Lucifer langsung bergegas untuk datang ke Kuoh, begitu juga dengan Maou Leviathan karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada adik mereka. Dan lagi yang membuat Rias dkk tambah bingung kemana perginya sosok yang telah membantu mereka.
"Rias lebih baik kamu dengan peeregemu istirahat saja biar kami yang memperbaiki ini semua. Kamu pasti lelah setelah melawan Kokabiel." ujar Sona saat melihat kebingungan Rias.
" Sepertinya itu hal yang mustahil Sona, karena sebentar lagi—"
"Rias bagaimana keadaanmu. Apa kau baik baik saja, dimana Malaikat Jatuh sialan itu biar kubunuh dia." Belum selesai Rias menjawab Sona ucapannya langsung dipotong oleh sosok berambut merah yang baru saja muncul.
"Sona-tan kau juga, apa ada yang terluka?. Beritahu Onee-chanmu ini, dimana dimana dimana yang terluka?." Tanya sosok yang juga baru muncul sambil memeriksa tubuh Sona.
"Kami baik-baik saja Onii-sama/Onee-sama." Ujar Rias dan Sona bersamaan.
"Hanya saja Peeregeku mungkin agak kelelahan." Lanjut Rias sambil melihat peeragenya yang pingsan karena kelelahan setelah apa yang terjadi tadi.
"Ahh begitu, lalu dimana Malaikat Jatuh sialan itu biar ku hajar dia." Tanya Sirzechs yang belum tau kejadian sebenarnya.
"Ano etto—" Rias bingung harus menjelaskan bagaimana kepada kakaknya ini, bahkan dia sendiri kurang tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Kau tenanglah Sir-tan, biarkan mereka tenang terlebih dahulu. Lihat kau membuat mereka bingung." Ucap Serafall mencoba menenangkan teman seperjuangannya itu.
"Ahh baiklah, maaf sudah membuat kalian bingung Rias Sona." Ucap Sirzech meminta maaf kepada dua iblis muda itu.
Setelah tenang baik Rias ataupun Sona menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi setau mereka. Mereka juga menjelaskan tentang munculnya sosok yang mengaku sebagai Lucifer kepada Sirzech dan Serafall.
Dua pemimpin fraksi iblis itu tentu saja terkejut mendengar hal itu, setau mereka Lucifer yang notabene adalah pemimpin fraksi iblis terdahulu sudah mati bersama pemimpin masing-masing fraksi pada Great War dulu.
Hal itu membuat banyak spekulasi muncul dipikiran mereka. Apakah Lucifer yang asli belum mati dan ingin merebut kembali kekuasaannya dan menciptakan perang kembali. Tapi pemikiran itu langsung ditepis oleh mereka, mana mungkin dia mau membunuh Kokabiel dan menyelamatkan adik mereka. Secara Kokabiel ingin menciptakan Great War 2 dan itu bisa mempermudah dia untuk mencapai keinginannya.
Jadi sebenarnya apa yang terjadi, mungkinkah ini termasuk dalam rencananya. 'Lebih baik nanti aku bicarakan dulu dengan yang lain, aku tidak ingin hal ini menyebabkan sebuah masalah besar untuk fraksi iblis dikemudian hari.' batin Sirzech.
"Baiklah kalau seperti itu kejadiannya, nanti akan aku bicarakan dengan Ajuka dan Falbium terlebih dahulu." Ucap Sirzech.
"Lebih baik kalian pulang dan istirahat terlebih dahulu, biar nanti anak buahku yang memperbaiki ini semua. Untuk kalian jadikan hal ini sebagai pelajaran berharga dan jangan lupa untuk berhati-hati." Lanjut Sirzech sambil menasihati dua iblis muda itu.
"Baik Onii-sama/Sirzech-sama."
"Jika kalian sudah mengerti kami akan kembali ke Underworld, ayo Serafall."
"Mouuu Sir-tan, aku kan masih ingin bersama Sona-tan." Ucap Serafall sambil memasang ekspresi ngambek.
"Kau kan masih bisa bertemu besok, lagipula kita harus segera mendiskusikan ini dengan yang lain." Balas Sirzech melihat Serafall yang masih memasang ekspresi ngambek.
"Ha'i ha'i." Balas Serafall malas, mereka pun menciptakan sihir teleportasi untuk kembali ke Underwood dan meninggalkan Rias dan Sona.
"Ayo Sona sebaiknya kita juga pulang untuk istirahat." Ajak Rias sambil berjalan kearah peeragenya.
"Hmm memang kau mau pulang kemana Rias."
"Hahaha tentu saja pulang ke—"
Dong!!!
Rias baru ingat jika dia selama ini tinggal di klub penelitian ilmu gaib yang ada di Kuoh, dan yahh bisa seperti yang kalian tau Kuoh Akademi saat ini sudah hancur lebur menyisakan puing-puing. Rias pun kembali berjalan mendekati Sona.
"Hehehe Sona-chan boleh malam ini kami menginap di rumahmu." Ucap Rias dengan ekspresi memelas diwajahnya.
Sona melihat itu langsung memandang Rias dengan ekspresi datar(etoo bukannya emang selalu datar ya :v).
"Yayaya terserah kau saja, dan cepat bawa peeragemu aku sudah pingin bobok cantik." Balas Sona kelewat OOC.
Akhirnya mereka pun pergi dari sana menggunakan sihir teleportasi, tentu membawa peerage Rias ikut bersama mereka juga.
Beralih ke Naruto sebenarnya dari tadi dia menyaksikan pembicaraan dari Sirzech dan yang lain di atas gedung yang tidak terlalu jauh dari Kuoh Akademi bersama Kaguya. Setelah membunuh Kokabiel dia pun langsung pergi dari Kuoh Akademi tanpa berkata sedikit pun kepada Rias yang saat itu masih disana melihatnya. Dia tidak ingin identitas sebenarnya diketahui oleh Rias karena terlalu lama disana apalagi sampai saling berincang, bisa saja Rias mengenalinya lewat suaranya.
"Untung aku segera pergi dari sana." Ucap Naruto.
Flashback
Duarrr
Sebuah ledakan besar tercipta hasil serangan Naruto, menyisakan asap yang cukup tebal menutupi pandangan orang yang menyaksikannya, juga bulu bulu gagak yang berterbangan dan perlahan menghilang tertiup angin.
Sepertinya itulah akhir dari hidup Malaikat Jatuh Kokabiel dan para pengikut setianya, melihat dari besarnya serangan Naruto yang mungkin bisa membuat pemimpin tiap fraksi menelan ludah.
"Are apa aku terlalu berlebihan ya?." Tanya Naruto kepada dirinya sendiri.
"Tak apalah bukan urusanku juga, yang terpenting masalah hari ini sudah selesai. Sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum datang masalah baru." Ucapnya bermonolog sambil melirik kearah Rias dan Peeragenya.
Naruto yakin jika dirinya masih disini bakal ada masalah baru kedepannya, apalagi dengan dirinya yang mengaku sebagai Lucifer, walaupun itu memang kebenarannya. Dilihat dari biang permasalahannya pasti Lucifer saat ini akan segera datang dan itu bisa mumbuatnya terjebak disini dalam waktu yang cukup lama karena harus menjelaskan ini itu. Tentu hal itu bisa membuat hari-hari tenangnya cepat berakhir.
Melihat kearah Rias dia pun berkata, "sebaiknya kau cepat bereskan masalah ini, dan katakan kepada Lucifer saat ini untuk bersiap-siap." Ucapnya sebelum menghilang menyisakan kilatan kuning.
Flashback end
"Ohh jadi itu tadi Maou Lucifer sekarang lumayan kuat, sepertinya menarik." Ucap Naruto bermonolog.
"Are Naruto-kun, kau tertarik dengannya?" Ucap Kaguya disamping Naruto.
"Tentu saja, untuk ukuran iblis dia lumayan kuat Kaguya-chan." Balas Naruto tanpa tau maksud asli Kaguya menanyakan itu.
"Hmm pantas kau masih belum mau menerimaku sebagai pasanganmu, ternyata kau sudah berpindah haluan. Aku turut prihatin Naruto-kun."
"Are? Bu-bukan itu maksudku Baka-Kaguya, aku tertarik dengannya dalam artian bertarung dengannya Baka." Balas Naruto dengan intonasi yang agak keras setelah tau apa maksud dari perkataan Kaguya.
"Ohh syukurlah jika begitu." Balas Kaguya dengan ekspresi innocent.
"Sudahlah lupakan hal itu, lebih baik kita pulang saja." Ajak Naruto pulang, walaupun dirinya masih agak kesal dengan ucapan Kaguya.
Skip Time
Naruto Pov
Pagi yang cerah, semoga hari ini tidak ada masalah ucapku dalam hati. Baik saatnya berangkat sekolah.
"Kaguya aku berangkat sekolah dulu, kau jaga rumah ya." Ucapku kepada Kaguya yang saat ini masih didapur merapikan meja makan kami.
"Ha'i, sampai jumpa nanti Naruto-kun." Ku dengar balasan Kaguya dari dalam, tapi kok ada yang aneh ya ahh biarlah lagipula aku harus buru-buru daripada telat kena omel sensei galak itu lagi.
Naruto pov end
Naruto saat ini sudah sampai didepan gerbang Kuoh Akademi, nampak wajahnya ngos-ngosan seperti habis lari maraton.
"Sial jika bukan karena membantu nenek tadi aku tidak akan telat seperti ini, apalagi anjing sialan itu jika karena aku tidak menyembunyikan jati diriku sudah ku injak-injak dia." Ucap Naruto kesal karena tadi setelah membantu nenek-nenek menyebrang dan ingin melanjutkan berangkat sekolah tiba-tiba saja dirinya dikejar oleh anjing liar.
"Lebih baik aku segera masuk kelas." Lanjutnya.
"Telat lagi nee Namikaze-san."
Sebuah suara mengintruksinya untuk melihat kedepan, dan nampaklah sosok Sona yang berdiri didepannya sambil memasang wajah datar bak tembok.
"Hehehe Souna Kaichou, bagaimana kabarmu." Ucap Naruto mencoba mengalihkan perhatian Sona.
"Jangan mencoba mengalihkan perhatian Namikaze-san, jadi—" Sona menjeda ucapannya.
"Ano Souna Kaicho A—"
"Tidak ada alasan, cepat lari putari halaman sekolah baru kau boleh masuk kelas." Belum sempat menjelaskan ucapan Naruto sudah dipotong oleh Sona.
"Tap-tapi Souna Kaic—"
"Tidak ada tapi tapian cepat lari." Potong Sona lagi.
"Baikk." Ucap Naruto lemas lalu beranjak pergi ke halaman sekolah untuk melaksanakan hukumannya(Poor Naruto :v).
Saat ini Naruto tengah berada didepan kelas, setelah menyelesaikan hukuman dari Sona diapun langsung bergegas pergi ke kelasnya. Tapi dirinya masih menyiapkan mental untuk masuk kedalam Neraka selanjutnya(bagi Naruto), karena dia yakin sensei galaknya juga akan memberi hukuman kepadanya. Setelah menyiapkan mentalnya diapun dengan perasaan was-was membuka pintu.
Srekk
"Gomeen sensei saya terlambat." Ucap Naruto keras setelah menggeser pintu.
"Bwahahaha." Tawa murid-murid lain terdengar setelah melihat hal absurd yang dilakukan Naruto.
"Aree? Dimana sensei galak itu." Tanya Naruto bingung karena tidak melihat senseinya didalam kelas.
"Naruto-kun kau ngapain?." Tanya Akeno melihat apa yang dilakukan Naruto sambil menahan tawa.
Menghiraukan pertanyaan Akeno dan tawa siswa lain Naruto berjalan kearah Akeno dan bertanya.
"Akeno-chan dimana sensei galak itu?."
"Ahh maksudmu Kozuki-sensei, dia sedang dipanggil oleh kepala sekolah, emang ada apa Naruto-kun mencarinya?."
"Ahh syukurlah tidak ada hukuman hari ini." Ucap Naruto lega setelah mendengar jawaban Akeno.
"Ohh ya Akeno-chan, bagaimana mana keadaanmu?." Lanjut Naruto.
"Ehh memang aku kenapa?." Balas tanya Akeno bingung.
"Bukan semalam k—" Naruto menghentikan ucapannya setelah dia menyadari sesuatu.
'Kusso hampir saja keceplosan' batin Naruto dalam hati.
"Semalam kenapa Naruto-kun?."
"Ahh tidak ada apa-apa Akeno-chan, mungkin aku salah ingat hahaha, yasudah aku kembali ke bangku ku dulu."
"Ahh iya, mungkin kau butuh istirahat Naruto-kun." Ucap Akeno.
'A-apa yang dimaksud Naruto kejadian semalam, tapi tidak mungkinkan dia tau karena Sona Kaichou sudah membuat kekkai. Ja-jangan jangan, ahh itu tidak mungkin, aku hanya merasa aura manusia ditubuh Naruto-kun. Mungkin dia hanya mimpi buruk' batin Akeno sambil melihat kearah Naruto yang berjalan ke tempat duduknya.
Srakkk
Beberapa saat kemudian pintu pun kembali di geser oleh seseorang. Melihat siapa yang masuk Naruto pun kembali tegang.
'Semoga dia tidak tau kalau aku terlambat.' batinnya.
"Cepat kembali ke tempat duduk kalian, kita lanjutkan pelajaran hari ini." Suara Kozuki-sensei setelah masuk kembali kedalam kelas.
"Tapi sebelum itu, kita kedatangan murid baru. Otsutsuki-san silahkan masuk." Lanjutnya. Semua murid pun heran baru belum lama ada murid baru yaitu Naruto sekarang sudah ada murid baru lagi. Sedangkan Naruto.
'Ehh marga itu, Jangan-jangan—'
Mendengar namanya dipanggil Kaguya yang sedari tadi berdiri didepan pintu pun masuk. Naruto yang melihat ternyata murid baru yang dimaksud senseinya adalah Kaguya pun terkejut, begitu pula Akeno yang memang sudah berkenalan kemarin.
'Seperti akan ada masalah lagi hahhh.' Batin Naruto diakhiri dengan helaan nafas.
Mengedarkan pandangannya Kaguya melihat sosok Naruto yang sedang menatapnya dengan pandangan kesal dan hanya dibalasnya dengan senyuman watados.
"Nahh bisa perkenalkan dirimu Otsutsuki-san." Ucapan Kozuki-sensei menghentikan aksi saling pandang antara Naruto dengan Kaguya.
"Ha'i sensei watashi Kaguya Otsutsuki, salam kenal semua." Ucap Kaguya diakhiri dengan sebuah senyuman.
"Kaguya-san kawaiii."
"Kaguya-chan dimana rumahmu"
"Mau maukah kau menjadi istri—"
Gubrakk
Belum selesai mengucapkan pertanyaannya, murid itu sudah terjengkang kebelakang karena lemparan buku yang jika dilihat berasal dari Naruto. Melihat kearah sang pelempar yang masih stay dengan posisi setelah melempar mereka melihat Naruto tengah kesal.
"Apa-apan ucapanmu itu hahhh." Ujar Naruto kepada murid yang dia timpuk buku itu.
"Apa masalahmu woyy Naruto sialann." Balas murid itu setelah bangun dari acara terjengkangnya.
"Lagi pula aku hanya bercanda bodoh." Lanjutnya.
"A-ahhh maaf aku terbawa emosi tadi." Ucap Naruto meminta maaf karena dirinya sempat emosi mendengar pertanyaan murid itu. Dirinya sendiri juga bingung bagaimana bisa emosi setelah mendengar pertanyaan itu.
"Emosi emosi bapak kau, emang hubunganmu dengan Kaguya-chan apa hahh." Ucap murid tadi yang masih agak kesal dengan Naruto. Murid lain pun hanya melihat tanpa ada yang berniat melerai. Mereka menganggap itu sebagai drama di pagi hari.
"Etto se-sebenarnya aku adalah istri Naruto-kun." Bukan Naruto yang menjawab melainkan Kaguya yang masih berdiri didepan kelas. Tentu saja hal itu mengejutkan seisi kelas terkecuali Naruto dan Akeno tentunya.
"APAAA!!!." Teriak seisi kelas mendengar pernyataan Kaguya barusan.
'Hahh mulai lagikan dia.' batin Naruto pasrah.
Semua murid laki-laki pun mengarahkan pandangannya kearah Naruto dengan wajah seakan berkata 'Jelaskan Nanti'.
Brakkkk
"Sudah kalian tenang, kita akan mulai pelajaran. Otsutsuki-san kau bisa duduk dibangku kosong mana saja." Ujar Kozuki-sensei menghentikan adegan absurd tadi dengan tampang horor yang ditakuti para muridnya.
"Ha'i sensei." Balas Kaguya dan langsung berjalan kearah bangku kosong yang ada di belakang.
Skip time
Pulang sekolah di rumah Naruto
Nampak kini Naruto dan Kaguya sedang duduk di sofa depan televisi sambil menonton kartun kesukaan Naruto di dunia ini yaitu Shinchan.
"Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asik ohh senangnya aku senang sekali—" Nyanyi Naruto gaje sambil mengikuti opening dari kartun kesukaannya itu. Kaguya yang melihat itu hanya senyum-senyum.
Tak berapa lama muncul sosok hitam dari bawah lantai didepan Naruto dan itu membuat Naruto kesal.
"Minggir kau Zetsu bodoh, kau mengganguku saja. Cepat minggir." Ucap Naruto merasa terganggu karena Zetsu muncul didepan dan menutupinya menonton kartun kesukaannya itu.
"A-ahh maaf Naruto-sama tapi ada berita penting yang ingin hamba sampaikan." Ucap Zetsu sebelum dirinya diusir oleh tuannya itu.
Mendengar ucapan Zetsu wajah Naruto pun menjadi serius. Memposisikan duduknya dengan benar Naruto lalu memandang Zetsu.
"Hmm jadi apa berita yang kau bawa." Ucap Naruto menuntut penjelasan kepada Zetsu.
"Tiga fraksi akan melakukan pertemuan di Kuoh Academy dan itu dihadiri masing-masing pemimpin Fraksi untuk membahas penyerangan kemarin malam dan ada satu lagi yang saya sendiri juga belum tau Naruto-sama." Ucap Zetsu menjelaskan. Naruto hanya mangut-mangut mendengarkan.
"Dilihat dari adanya pemimpin masing-masing fraksi seharusnya akan ada hal yang besar, misalnya perjanjian perdamaian antara tiga fraksi." Ucap Naruto berspekulasi.
"Tapi itu tidak mungkinkan Naruto-sama, secara iblis dan malaikat adalah musuh, apalagi iblis dan malaikat jatuh yang sampai saat ini berebut wilayah kekuasaan di underworld." Bantah Zetsu setelah mendengar spekulasi dari tuannya itu.
"Itu hanya spekulasiku saja Zetsu, tapi itulah kemungkinan terbesar yang aku pikirkan."
"Ada lagi?." Lanjut tanya Naruto.
"Ahh maaf Naruto-sama aku hampir lupa, tepat pada saat pertemuan itu akan ada penyerangan dari golongan maou lama yang bekerja sama dengan Chaos Brigade."
"Hmm sepertinya akan menarik, mungkin besok aku juga akan datang kesana untuk melihat apa yang akan terjadi."
"Kau yakin dengan itu Naruto-kun?." Tanya Kaguya yang sedari tadi diam mendengarkan pembicaraan antara Naruto dengan Zetsu.
"Hmm tentu saja, akan ada hal menarik besok." Balas Naruto atas pertanyaan Kaguya.
"Baiklah jika itu keputusanmu Naruto-kun, aku ikut saja."
"Semua sudah saya sampaikan Naruto-sama Okaa-sama, kalau begitu saya undur diri dulu masih ada hal yang ingin saya cari tahu."
"Ahh tunggu sebentar Zetsu ada yang ingin ku tanyakan kepadamu." Ucap Kaguya kepada Zetsu menghentikan Zetsu yang ingin pergi dari sana.
"Apa itu Okaa-sama?." Respon Zetsu saat mendengar ucapan Kaguya.
"Kenapa kau masih memanggilku seperti itu, padahal aku sudah tahu bahwa kau bukanlah anakku?." Tanya Kaguya bingung. Dirinya sudah mengetahui bahwa Zetsu hanya berpura-pura menjadi anaknya setelah semua hal yang terjadi di Elemental Nation.
"Itu karena anda adalah orang yang saya hormat selain Naruto-sama. Anda lah yang merawat saya saat Naruto-sama sedang beristirahat untuk memulihkan dirinya dari efek samping perpindahan dimensi Okaa-sama walaupun saat itu saya menyamar menjadi anak anda, saya tidak mungkin melupakan hal itu dan maaf dulu saya membohongi anda dengan menyamar menjadi anak anda." Jelas Zetsu.
"Kau tidak perlu meminta maaf Zetsu, aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Lagi pula karena hal itu aku jadi mengenal Naruto-kun."
"Apakah ada yang ingin ditanyakan lagi Okaa-sama?."
"Kurasa tidak."
"Baiklah kalau begitu, saya undur diri dulu Naruto-sama Okaa-sama."
"Ya." Balas Naruto
Zetsu pun masuk kembali kedalam tanah dan pergi untuk mencari informasi kembali. Sepeninggal Zetsu hanya ada keheningan diantara Naruto dan Kaguya.
"Jadi Kaguya tidak ada yang ingin kau jelaskan kepadaku hmm." Suara Naruto terdengar memecah keheningan diantara mereka.
"Tentang apa Naruto-kun?." Bukannya menjawab Kaguya malah balas tanya kepada Naruto dengan wajah Innocent.
"Tentu saja tentang bagaimana kau bisa masuk ke Kuoh Academi." Ucap Naruto agak kesal. Dirinya sudah mengalami banyak masalah di sekolah apalagi ditambah dengan adanya Kaguya yang juga ikut bersekolah di Kuoh Akademi. Dia merasa hari ini benar-benar hari sialnya.
Ditambah lagi dengan Kaguya yang mengaku sebagai istrinya, hahh itu hampir membuat semua murid laki-laki di kelasnya menjadi musuhnya. Untung saja dia sudah menjelaskan hubungannya dengan Kaguya, walaupun dibumbui dengan sedikit kebohongan.
"Ahh maaf soal itu Naruto-kun, aku hanya bosan dirumah sendiri jadi aku memutuskan untuk ikut denganmu bersekolah." Jawab Kaguya dengan wajah bersalah.
"Maaf jika aku menyebabkan masalah untukmu juga." Lanjutnya meminta maaf.
Melihat Kaguya meminta maaf seperti itu tentu membuat Naruto luluh juga dan berbalik merasa bersalah. Padahal jika dipikir Kaguya juga tidak terlalu bersalah dalam masalahnya.
"A-ahh bu-bukan begitu maksudku Kaguya-chan, aku hanya sedang kesal saja hari ini. Jangan menyalahkan dirimu sendiri oke." Ucap Naruto berusaha menenangkan Kaguya.
"Baiklah Naruto-kun, aku akan mencoba untuk tidak menyebabkan masalah untukmu lagi." Ucap Kaguya masih dengan ekspresi murung di wajahnya.
"Sudahlah Kaguya jangan murung begitu, aku jadi merasa bersalah kepadamu."
"Ahh ha'i ha'i, oh ya Naruto kenapa kau tadi marah saat ada yang ingin aku menjadi istrinya. Apa jangan-jangan kau sudah mulai menerimaku menjadi istrimu ya?." Goda Kaguya saat dirinya sudah tidak murung lagi.
"Ma-mana mungkin aku begitu, aku ha-hanya terbawa suasana karena sedang emosi tadi pagi." Jawab Naruto mencoba mengelak dari pertanyaan Kaguya.
Kaguya hanya bisa tertawa halus melihat tingkah Naruto saat menjawab pertanyaannya. Yah seperti itulah Naruto yang dia kenal dan dia sukai. Melihat Kaguya tertawa Naruto pun juga ikut tersenyum karena merasa Kaguya sudah tidak sedih seperti tadi lagi. Dan itulah akhir dari kekonyolan Naruto hari ini.
Time Skip
Seminggu kemudian
Seminggu ini tidak ada hal aneh yang terjadi, semua terjadi seperti biasanya. Begitu juga dengan Naruto yang masih menikmati hari tenangnya, pagi berangkat sekolah malam menonton kartun kesayangannya walau kadang-kadang dirinya selalu digoda oleh Kaguya(jangan berpikiran mesum woyy) tapi hal itulah yang membuat harinya menyenangkan.
Malam hari di Kuoh Akademi
Saat ini berlangsung pertemuan antara tiga fraksi Injil di Kuoh Akademi, awalnya mereka hanya membahas tentang penyerangan yang dilakukan oleh Malaikat Jatuh yang kita ketahui adalah Kokabiel untuk menciptakan Great War ke-2. Tetapi setelah diselidiki oleh pihak Iblis dan penjelasan dari Azazel selaku pemimpin dari fraksi Malaikat Jatuh ternyata hal itu adalah murni ide dari Kokabiel tanpa ada sangkut pautnya dengan fraksi Malaikat Jatuh.
Bahkan Azazel sendiri sebenarnya menginginkan adanya perdamaian diantara ketiga fraksi saat ini. Hal itulah yang membuat pertemuan sekarang ini untuk membahas gencatan senjata dan menandatangi perjanjian untuk menciptakan perdamaian.
N/B : untuk bagian awal pertemuan tidak saya jelaskan karena sama dengan di canon, jadi langsung saja ke waktu sebelum penyerangan.
"Jadi bagaimana pendapat kalian Hakuryukou dan Sekiryutei?." Tanya Azazel kepada kedua pemegang Longinus berisi Naga Surgawi.
"Asal aku masih bisa bertarung dengan orang yang kuat aku ikut saja Azazel." Tukas Vali yang adalah Hakuryukou terkuat abad ini. Ya dirinya adalah maniak bertarung jadi dia tidak terlalu peduli dengan perdamaian asal masih busa bertarung dengan orang yang kuat.
Sementara Issei yang merupakan Sekiryutei masih bingung harus menjawab bagaimana. Dirinya belum terlalu paham akan situasi sekarang karen mamang dirinya belum terlalu lama ini menjadi iblis.
Azazel yang melihat kebingungan Issei pun berkata, "Jadi begini Issei jika masing-masing fraksi menandatangi perjanjian damai kau bisa tenang dalam menciptakan heremmu dan juga bisa meremas oppai milik Bouchomu itu kapan saja sesukamu."
Mendengar penjelasan Azazel otak mesum Issei langsung bisa mencernanya dengan baik, tentu jika memang seperti yang dijelaskan pemimpin Malaikat Jatuh Issei sangat setuju dengan ide perdamaian itu.
"Baiklah aku setuju dengan hal itu." Ucap Issei bersemangat setelah paham dengan apa yang dikatakan Azazel.
"Hahaha Sekiryutei dan Hakuryukou masa ini sangatlah unik." Terdengar tawa dari Michael selaku pemimpin dari fraksi Malaikat.
"Jadi masing-masing fraksi sudah sepakat akan perdamaian ini bukan." Tukas Azazel kembali menegaskan bahwa masing-masing fraksi sudah setuju dengan perdamaian ini.
"Kami fraksi Malaikat tentu saja setuju, karena memang itu yang kami inginkan." Jawab Michael mewakili fraksi Malaikat.
Azazel kini melihat kearah Sirzech dan Serafall selaku perwakilan fraksi Iblis lalu berkata, "Jadi bagaimana dengan kalian fraksi Iblis?."
"Tentu saja kami setuju, kami sudah muak dengan peperangan tiada akhir ini. Jika ini dapat mengakhirinya mengapa tidak." Balas Sirzech mewakili fraksi Iblis selaku pemimpin Iblis saat ini.
"Baiklah karena semua fraksi sudah sepakat, maka mulai saat ini tidak ada permusuhan lagi diantara masing-masing fraksi." Ucalan Azazel sekali lagi menegaskan bahwa perjanjian perdamaian sudah dibuat, tetapi tiba-tiba.
Degg
TBC
Yoooo kaliann para reader semua. Heheheh maaf ya baru melanjutkannya sekarang. Yahh mau gimana lagi saya sebenarnya bingung mau melanjutkan fic ini bagaimana, tetapi ya karena setelah saya pikir pikir lebih baik lanjutin fic ini dulu lah biarlah ntar dipikir sambil menulis hehehe dan juga maafkan humornya yang garing :v
Dan juga special thanks buat Member gc Fanfiction Indonesia yang sudah mau ngasih beberapa saran dalam pembuatan fic ini, aku sayang kalian muahhhhh :v
Ehh btw setelah saya tanya2 ternyata penulisan saya di chap 1-3 masih salah kaprah jadi ya dimaklumi aja ya :v, we usahain untuk memperbaiki gaya tulisan saya kedepannya. Perlu di ingat saya bukan Author saya cuma reader yang pingin belajar menulis okeee hehehe jadi sekali lagi minta maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan fic ini.
Oke gitu aja see you
