NARUTO THE GREAT NINJA FROM HIDDEN LEAF
Genre : Adventure, Friendship
DISCLAIMER : NARUTO AND ALL BELONG TO MASASHI KISHIMOTO
WARNING! : Typo, alur melenceng, SEMI-OP Naruto, Strong Naruto, Paragraf berantakan, Gaje, word tidak menentu, canon, banyak istilah yang kurang dimengerti, bahasa baku dan aneh...
Summary : Naruto Uzumaki, dia adalah bocah nakal yang berasal dari desa konoha namun siapa sangka jika dirinya bertemu dengan sosok misterius yang memberikan sedikit kekuatan tambahan hingga mengakibatkan hidupnya sedikit berubah, bagaimana perjalanan Naruto dalam meraih cita-citanya menjadi Hokage...
.
.
.
.
CHAPTER 3
SURVIVE TRAINING
.
Terlihat Naruto sedang mengawasi sekitar dengan seksama sementara Sakura dan Sasuke tengah menunggu Jounin pembimbing mereka dengan sangat sabar...
"Naruto, bisakah kau diam sebentar!?.." ujar Sakura.
"kenapa hanya team kita saja yang pembimbingnya terlambat?." Balas Naruto sekilas memandang Sakura sebelum pandangannya kembali ke lorong."Heh! ini menyebalkan sekali.. team yang lain sudah pergi bersama Jounin pembimbing masing-masing, terlebih lagi Iruka-sensei juga sudah pulang." Gerutu Naruto hingga tiba-tiba ide berbuat jahil muncul dikepalanya.
"Hey! apa yang kau lakukan Naruto?!." tanya Sasuke melihat kegiatan Naruto berniat berbuat jahil.
"Hihihi!.." Naruto tengah memasang penghapus papan tulis yang dijepitkan diantara pintu masuk kelas, selesai memasang jebakan Naruto kembali ke tempatnya untuk menyaksikan jebakannya berhasil."ini adalah hukuman untuk orang yang terlambat datang... lihat dan perhatikan." Tambah Naruto sembari duduk disamping Sasuke.
"dasar... aku tak mau tahu jika terjadi sesuatu padamu, Naruto.." Gumam Sakura sementara itu.'Bagus Naruto!, beri sensei baru kita pelajaran untuk tidak terlambat!..' Inner Sakura berkata sebaliknya.
"Payah, mana mungkin ninja tingkat Jounin bisa termakan jebakan murahan seperti itu..." ujar Sasuke.
Sreeet!
Plop!
Benar saja ketika sebuah tangan mencoba menggeser pintu kelas dan langsung saja penghapus papan tulis tersebut berhasil mengenai kepala seseorang...
"WAHAHAHAHAHA!, KENA!.." tawa Naruto dengan terpingkal-pingkal.
"Sensei, maaf aku sudah berusaha mencegah Naruto namun tetap saja dia keras kepala.." ucap Sakura dengan nada tidak bersalah.'Bagus! Tepat di tengah!..' inner sakura mengatakan hal yang sebaliknya..
'cih! apa benar dia itu Jounin.. benar-benar tidak bisa diandalkan.' Batin Sasuke masih dengan posisi Cool-nya.
"ng~bagaimana mengatakannya ya... kesan pertamaku terhadap kalian itu..." ucap sang Jounin sambil mencubit dagunya."aku tidak suka kalian.." sambung sang Jounin yang mendapat respon kurang bagus dari Naruto, Sasuke dan Sakura..
"Baiklah, temui aku diatap Akademi.. jangan membuatku menunggu." Setelah mengatakan itu sang Jounin melenggang pergi begitu saja..
"Arghh! Jounin macam apa dia itu.." ucap Naruto kesal ketika melihat sifat sensei baru-nya.
"hentikan itu Naruto, sebaiknya kita patuhi apa yang dia ucapkan.." Sasuke pun pergi mengikuti perintah sang Jounin diikuti Naruto dibelakang..
"H-hey! tunggu aku.." sakura yang melamun langsung tersadar ketika Sasuke sudah meninggalkan ruang kelas..
.
Suasana diatap Akademi terlihat damai dan kondusif...
"apa yang harus aku katakan ya!?... oh! Pertama-tama kita mulai dengan perkenalan dulu seperti tentang apa yang kalian suka dan tidak suka lalu cita-cita atau hobi yah~ hal semacam lainnya yang merepotkan..." ucap sang Jounin yang bersandar di pagar pembatas.
"Hei! Hei! Sebelum itu dimulai dari sensei dulu, perkenalkan diri sensei terlebih dahulu.." saran Naruto pada sang Jounin.
"benar, terlihat mencurigakan.." Sakura setuju dengan ucapan Naruto.
"Ah~ begitu rupanya, baiklah... namaku adalah Hatake Kakashi, aku tak ingin memberitahu apa yang aku sukai dan tidak aku sukai, cita-citaku juga tidak terlalu penting diberitahukan pada kalian jadi tidak usah, untuk hobiku aku tidak ingin mengatakannya." Ujar Kakashi dengan sekenanya yang mendapat respon Sweatdrop dari Naruto dan Sakura..
'Eh! Pada akhirnya dia hanya memberitahukan namanya saja..' batin Naruto.
"Baiklah, giliran kalian dimulai dari kanan." Ucap Kakashi sambil menunjuk kearah Naruto.
"Aku! Aku!.. namaku Uzumaki Naruto, hal yang kusukai adalah Ramen namun hal yang lebih aku sukai adalah ditraktir ramen oleh Iruka-sensei dan hal yang tidak aku sukai adalah menunggu ramen instan matang selama 3 menit!." Ucap Naruto dengan semangat 45.
'anak ini hanya membicarakan Ramen saja..' batin Kakashi sedikit menggelengkan kepala..
"Cita-citaku adalah menjadi Hokage agar seluruh penduduk desa mengakui keberadaanku!.." ucap Naruto disertai ekspresi sangat optimis sembari mendeklarasikannya dengan perasaan bangga mengumandangkan cita-citanya tanpa ragu dan tanpa rasa takut, Kakashi yang mendengarnya sedikit termenung..
'kurasa anak ini sudah berkembang pesat.' Batin kakashi sedikit tersenyum dibalik maskernya.
"soal hobiku adalah berbuat jahil.." tambah Naruto yang langsung direspon sweatdrop kakashi.
"baiklah, berikutnya.." kini Kakashi mengalihkan pandangannya kearah Sasuke yang sedang bertopang dagu dengan ekspresi datar nan dingin.
"Namaku Uchiha Sasuke, hal yang tidak kusukai banyak tapi hal kusukai hanya ada beberapa saja... lalu aku punya ambisi untuk membunuh seorang pria." Ucap Sasuke dengan nada dingin.
'kereeen..' batin Sakura kagum dengan ucapan Sasuke..
'yang pasti bukan aku yang dibunuh..' Naruto sedikit berkeringat dingin mendengar ucapan Sasuke..
"rupanya tentang informasi itu benar.." Kakashi menyipitkan matanya..
"baiklah, yang terakhir berambut pink.."
"Aku Haruno Sakura, hal yang aku sukai itu.." sambil curi-curi pandang kearah Sasuke."orang yang kusukai itu..." dan lagi Sakura masih curi-curi pandang kearah Sasuke."KYAAAAA!." tiba-tiba Sakura histeris secara misterius.
"dan hal yang tidak kusukai adalah NARUTO!." ucap Sakura diakhiri penekan pada Naruto, sementara Naruto yang mendengarnya langsung memasang ekspresi kecewa ala komikal.
'Heh! Anak gadis seumuran dia.. daripada menjadi ninja dia malah lebih tertarik dengan cinta.' Batin Kakashi melihat tingkah Sakura yang terlalu overacting.
"baiklah, cukup sampai disini perkenalannya... mulai besok kita akan melaksanakan sebuah misi." Ungkap Kakashi..
"Baiklah! Misi seperti apa?!.." seru Naruto yang bersemangat.
"pertama-tama misi yang akan kita lakukan hanya ber-empat dahulu... yaitu Latihan bertahan hidup." Jawab Kakashi.
"APA!?." Seru Naruto yang diikuti pandangan heran Sasuke dan Sakura.
"kalau latihan, bukankah kita sudah mendapatkannya di Akademi..." ujar Sakura.
"ada latihan didalam misi?!." Gumam Sasuke.
"Latihan bertahan hidup?." Beo Naruto.
"ini bukan latihan biasa, kalian ber-empat akan melawanku tapi,-" Kakashi menjeda kalimatnya yang langsung direspon tanda tanya besar oleh tiga murid didepannya.
"lalu latihan seperti apa yang sensei maksud.." ucapan Naruto direspon tawa kecil Kakashi..
"kenapa sensei tertawa?!, memangnya ada yang lucu.." ujar Sakura curiga dengan Kakashi.
"sebenarnya tidak ada yang lucu tapi jika diberitahukan sudah pasti kalian akan gemetaran dan rasa takut yang berlebihan setelah mendengarnya.." balas Kakashi sekenanya.
"Ha!?.. rasa takut, gemetaran.." Naruto masih belum mengerti maksud ucapan Kakashi..
"dari 27 orang yang lulus, yang diakui menjadi genin ada 9 orang dan sisanya dikembalikan ke akademi.. latihan ini adalah ujian dengan tingkat kegagalannya sekitar 66%." Ungkap Kakashi dengan wajah datar namun diliputi aura mengintimidasi.
Setelah mengatakan itu sontak berbagai ekspresi terpaut di wajah ketiganya...
"Hahaha! Lihat.. kalian pasti akan ketakutan setelah mendengarnya." Ucap Kakashi diselingi tawa kecil.
"Tidak mungkin!, kenapa harus ada ujian seperti itu!... untuk apa ujian kelulusan di akademi kemarin.." seru Naruto merasa tidak terima.
"ah! Itu ya.. itu cuma untuk menyaring murid-murid berbakat yang akan menjadi Genin." Tutur Kakashi.
"APAAAAA!" ucap Sakura dan Naruto kompak minus Sasuke.
"selain itu besok kemampuan kalian akan diuji dalam latihan itu.. jangan lupa untuk bawa peralatan ninja kalian dan kusarankan agar kalian untuk tidak sarapan jika tidak ingin muntah." Ucap Kakashi.
Mendengar penjelasan Kakashi seketika tubuh Naruto bergetar ketakutan, dirinya membayangkan jika seandainya dia yang gagal dalam ujian yang diberikan sensei baru-nya...
'a-aku tidak akan menyerah karena hal sepele.. Ka-kalau begini aku harus mengalahkan Kakashi-sensei dengan memperlihatkan kemampuanku.. Aku tidak akan Kalah! Aku tidak akan Kalah! Tidak Akan!.' Batin Naruto terus memompa dirinya agar mentalnya tidak down.
"penjelasan lebih lanjutnya ada di selembaran kertas ini.. usahakan kalian membacanya dengan sangat teliti." Ucap Kakashi menghampiri mereka bertiga sambil menyerahkan selembar kertas..
'aku tidak boleh sampai gagal, jika aku gagal maka aku akan berpisah dengan Sasuke.. ini adalah ujian cinta.' Batin Sakura.
Sementara Sasuke hanya meremas kertas tersebut seolah tidak butuh dengan apa yang diucapkan Kakashi..
'Heh! tulisannya terlalu panjang..' batin Naruto panik saat mulai membaca isi kertas pemberian Kakashi..
Hari itu juga team yang di bimbing Kakashi mulai mempersiapkan segalanya untuk menghadapi ujian tersebut...
.
Malam hari-nya Naruto memutuskan untuk berlatih di tengah hutan bekas pertarungannya melawan Mizuki beberapa minggu lalu, terlihat Naruto serius berlatih memukul-mukul samsak yang dibuat menyerupai Kakashi, dengan semangat berkobar Naruto terus melancarkan pukulan dan tendangan kearah samsak tersebut hingga peluh membasahi wajahnya...
"HIAT!... dia tidak akan berkutik jika aku memukulnya disini." Seru Naruto terus melancarkan pukulan kearah samsak diikuti tendangan.
DUGH!
DUGH!
DUGH!
'Hahaha lihat dirimu, kau terlihat seperti orang payah..' ejek Kyuubi lewat Mindlink.
"HAAH! Berisik kau rubah jelek.." bentak Naruto pada suara Kyuubi hingga ia menghentikan latihannya sejenak..
'Hmph! aku mencoba ramah disini, jika bukan karena aku tersegel disini sudah kumakan kau...'
"tapi kenyataannya kau tersegel dan tidak bisa kemana-mana, menyerah saja rubah jelek dan bantu aku bagaimana cara mengalah Kakashi-sensei.." ucap Naruto membalas ejekan Kyuubi.
'HEH!? membantu orang payah sepertimu?!... jangan bercanda, aku tidak mau.' Mendengar hal tersebut tercipta perempatan di dahi Naruto dengan raut wajah kesal ala Komikal.
"DASAR RUBAH PAYAH!, TIDAK BERGUNA!..." sontak naruto langsung duduk bersila sambil bersedekap dengan berdengus kesal."tapi terima kasih Kyuubi karena sudah mau mengobrol denganku." Tambah Naruto yang langsung membuat ekspresi Kyuubi terdiam.
'jangan salah paham, aku mencoba berbicara padamu karena aku kesal melihat caramu berlatih seperti orang bar-bar.. kau tidak akan bisa mengalahkan Jounin bernama Hatake Kakashi dengan cara seperti tadi..' ungkap Kyuubi yang langsung membuat Naruto terdiam sejenak.
"jadi kau ingin membantuku?." Ungkap Naruto dengan nada berharap.
'tentu saja tidak, dasar payah!..'ucap Kyuubi langsung memutuskan kontak dengan Naruto.
"GRRR! Kau sama sekali tidak berguna!, dasar rubah menyebalkan!." Gusar Naruto sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Dengan perasaan kesal yang membara Naruto bangkit dari posisinya lalu mulai memukul dan menendang samsak namun kali ini dengan kekesalan yang memuncak...
.
.
.
.
Keesokkan harinya terlihat tiga orang yaitu Naruto, Sasuke dan Sakura tengah menunggu seseorang di tempat yang sudah tertulis dalam kertas yang kemarin dibagikan oleh orang tersebut hingga dari kejauhan orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya muncul...
"Yo! Selamat pagi semuanyaa..." sapa seorang Jounin bernama Hatake Kakashi.
"KAU TERLAMBAT!.." seru Naruto dan Sakura serempak sementara Sasuke memandang kesal Kakashi.
"Ahaha~ maaf ya!, dijalan aku sempat membantu nenek setelah itu tak lama kemudian aku bertemu kucing hitam sehingga aku memutar arah demi menghindari sial dan akhirnya aku tersesat di jalan kehidupan.. begitulah." Ungkap Kakashi dengan raut wajah tanpa dosa.
"Ck! alasan macam apa itu.." gumam Sakura.
Setelah saling menyapa Team yang di bimbing oleh Kakashi mulai mempersiapkan segalanya...
"baiklah, alarmnya sudah kupasang tepat pukul 12.. itu berarti ujian berakhir saat jam makan siang, aku harap satupun dari kalian tidak ada yang sarapan." Ucap Kakashi dengan nada santai sembari mengeluarkan sesuatu dari kantungnya dan menunjukkan dua buah lonceng kepada tiga muridnya."disini ada dua lonceng, misi utama kalian adalah merebut lonceng ini dari-ku sebelum tengah hari... orang yang tidak bisa merebut lonceng ini sampai tengah hari, tidak akan mendapat jatah makan siang, selain itu aku juga akan mengikat salah satu diantara kalian di batang pohon itu bagi yang tidak bisa merebut lonceng ini dari tanganku dan aku juga akan makan siang didepan kalian." Tambah penjelasan Kakashi yang langsung mendapat respon tanda tanya besar di ketiganya..
Krrrrryyyuukkk!
Terdengar suara perut keroncongan diantara mereka bertiga.'jadi ini alasannya kenapa dia tidak memperbolehkan kita sarapan.' Batin ketiganya menahan rasa lapar yang teramat..
"masing-masing dari kalian hanya perlu merebut satu lonceng saja, seperti penjelasanku diawal salah satu dari kalian akan ku-ikat di batang pohon.. jadi intinya adalah orang yang tidak bisa merebut lonceng ini dianggap gagal menyelesaikan misi dan sudah pasti yang gagal akan dikembalikan ke Akademi.." ungkap Kakashi dengan nada datar plus aura intimidasi kearah mereka bertiga..
Glup!
'bagaimanapun caranya aku harus merebut lonceng itu!.. tidak boleh sampai gagal!.' Batin Naruto dengan keringat dingin mulai bermunculan di wajahnya.
'Owh~ kasihan sekali bocah malang ini, aku harap kau tidak membusuk di Akademi..' ejek Kyuubi dari alam bawah sadar Naruto.
'BERISIK! LIHAT SAJA AKU AKAN MENGAMBIL LONCENG ITU DARI KAKASHI-SENSEI!..' tiba-tiba semangat Naruto berkobar ala komikal hingga membuat Kakashi Sweatdrop melihat Naruto.
'Ah~ kurasa ini tidak akan berjalan dengan baik..' batin Kakashi sedikit menggelengkan kepalanya.
"Oh! Iya!.. satu hal lagi kalian boleh menggunakan Shuriken atau senjata apapun yang kalian bawa, tidak mungkin kalian bisa merebut lonceng ini dariku tanpa niat membunuh." Ucap Kakashi.
"Tapi itu sangat berbahaya sensei!.." terlihat raut wajah Sakura khawatir mendengar penjelasan tersebut.
"hahaha! Benar apa yang dikatakan Kakashi-sensei, kau bisa terbunuh lho!.. padahal saking lambannya penghapus papan tulis tidak bisa dihindari." Ucap Naruto dengan nada mengejek.
"orang yang paling rendah kemampuannya, biasanya paling keras ucapannya... biarkan saja si bodoh itu, kalian ikuti sesuai aba-abaku.." tutur Kakashi dengan ekspresi datar.
'GRRRR!.. bodoh!, bodoh!, Bodoh!.' seketika raut wajah Naruto menjadi kesal dengan perempatan muncul di pelipisnya.
Set!
Langsung saja tanpa basa-basi Naruto langsung mengeluarkan kunai dari kantong peralatan ninja-nya, sontak hal itu membuat Sasuke dan Sakura kaget melihat Naruto bersiap menyerang Kakashi namun...
Ctak!
Set!
Dengan sangat cepat dan tepat Kakashi yang sudah berada dibelakang Naruto berhasil mengunci pergerakan Naruto yang berniat menyerangnya..
"tidak usah terburu-buru seperti itu.. aku belum bilang mulai'kan?." Ungkap Kakashi memandang santai Naruto.
'mustahil, pergerakannya begitu cepat hingga tidak aku sadari..' batin Sakura terkejut melihat aksi Kakashi menghentikan Naruto dengan sangat mudah.
'inikah yang namanya Jounin..' batin Sasuke menyeringai tipis..
"tapi, pada akhirnya kau menyerangku denga niat membunuh.. cukup mengesankan, sepertinya ini akan menarik.. kelihatannya aku mulai menyukai kalian bertiga." Mendengar ucapan Kakashi tercipta ekspresi senang di masing-masing mereka bertiga.
"baiklah kita mulai latihannya.."
MULAI!
Wussshhhh!
Seketika mereka ber-empat mulai menghilang entah kemana untuk bersembunyi...
.
Ditengah lapangan latihan terlihat Kakashi berdiri sendirian sambil mengawasi situasi sekitar...
"dengar! Hal mendasar dalam dunia Shinobi adalah menyembunyikan hawa keberadaan.. pastikan kalian bersembunyi dengan baik." ucap Kakashi dengan nada tinggi.
'bagus, sepertinya mereka semua melakukannya dengan sangat baik.' batin Kakashi.
Namun situasi berubah drastis saat...
"AYO! SEKARANG JUGA AKU MENANTANGMU!.." tiba-tiba saja Naruto berdiri dihadapan Kakashi sembari berteriak menantangnya bertarung..
Kakashi yang melihatnya langsung Sweatdrop melihat Naruto tidak bersembunyi seperti yang lain dan memilih untuk bertarung secara terbuka..
'Ck! Dasar idiot..' batin Sasuke yang bersembunyi di salah satu dahan pohon.
'Naruto payah...' terlihat raut wajah Sakura menahan kekesalannya melihat rekan satu teamnya yang sembrono..
"Ehm~ sepertinya isi kepalamu ada yang tidak beres.." ucap Kakashi sekenanya..
"YANG TIDAK BERES ITU GAYA RAMBUT-MU ITU!.." tanpa basa-basi Naruto langsung menerjang kearah Kakashi.
Melihatnya lawannya datang langsung saja Kakashi meraih sesuatu di dalam kantung ninja-nya lalu mengeluarkan sesuatu hingga membuat Naruto tiba-tiba menghentikan lari-nya..
"Huh!?.." pandangan Naruto menajam saat Kakashi mengeluarkan senjata dari kantung ninja..
"peraturan pertama dalam pertarungan Shinobi adalah Taijutsu, akanku ajarkan padamu bagaimana caranya.." ucap Kakashi yang langsung mengeluarkan sebuah buku novel berjudul Icha Icha Paradise karangan salah satu sannin legendaris bernama Jiraiya..
"Hah!?.." Naruto terpaku ketika melihat Kakashi mengeluar sebuah buku sebagai senjatanya..
"ada apa?.. ayo serang aku." Ujar Kakashi melihat Naruto terpaku ditempat.
"T-tapi kenapa kau mengeluarkan buku?!.."
"Hmm~ kenapa ya,.. tentu saja karena aku penasaran dengan halaman berikutnya dari buku ini, aku tidak perlu khawatir jika hanya melawan kalian.. toh ini tidak akan berpengaruh sama sekali." Ucap Kakashi fokus membaca satu halaman.
Naruto terdiam sejenak sebelum akhirnya ia tersulut emosi dan langsung menerjang dengan amarah memuncak sambil menyiapkan pukulan terbaiknya."Akan kubunuh kau!."
"HIYAATT!.."
Naruto langsung melompat kearah Kakashi sambil menyiapkan pukulannya..
Tak!
Namun dengan mudah dapat ditahan menggunakan satu tangan oleh Kakashi tanpa melihat kearah Naruto, tidak hanya berhenti sampai disitu Naruto langsung menendang horizontal kearah kepala Kakashi...
Set!
Lagi-lagi dengan sangat mudah Kakashi langsung berjongkok hingga tendangan Naruto hanya melewati atas kepala-nya, mendarat dengan sempurna Naruto kembali menerjang sambil mengarahkan tinjunya kearah kepala Kakashi...
Whooshh!
Tiba-tiba saja pukulan Naruto hanya meninju angin dan sekarang Kakashi sudah berada dibelakang Naruto dengan tangan bersiap menggunakan segel jutsu..
"Apa!?..."
"Shinobi itu tidak boleh sekalipun membiarkan dirinya terperangkap apalagi dari belakang, dasar payah!." ucap Kakashi masih dengan posisi yang sama sambil kedua tangannya menyiapkan segel jutsu..
'Ah!.. bentuk tangan itu, segel harimau.. mana mungkin walaupun hanya melawan Naruto, tidak mungkin sensei bertindak sejauh itu..' batin Sakura yang mengetahui segel tangan yang akan dilancarkan Kakashi.
'segel tangan itu, mungkin kah dia ingin mengeluarkan Jutsu.. sensei sialan, rupanya dia tidak hanya menghindari semua serangan Naruto..' dengan tatapan serius Sasuke memperhatikan setiap gerak-gerik Kakashi..
"Naruto pergi dari situ!.. kau bisa mati!." Seru Sakura keluar dari persembunyiannya lalu memperingati Naruto..
"Eh!?.." Naruto menoleh kearah sakura namun...
"sudah terlambat.."
Syuuut!
Zleeb!
Dengan mantap sebuah tusukan mengarah tepat ke tengah pantat Naruto, seketika wajah Naruto berubah menjadi masam ala komikal lalu...
UWAAAAAAAAAAAAAAAA!
"jurus legendaris, derita seribu tahun!."
Bersamaan dengan itu seketika Naruto terbang bagai roket yang mengarah ke sungai yang tenang...
Byuuurrr!
"apa-apaan itu, kukira dia mau mengeluarkan sebuah Jutsu namun ternyata hanya menusuk kearah pantat.." gerutu Sakura menyesal sudah memperingati Naruto.
"Huh~, dua orang idiot.." gumam Sasuke yang juga menyaksikan kejadian tersebut.
Dengan tenang Kakashi membalikkan halaman selanjutnya dengan wajah tenang seperti tanpa terusik sedikit pun...
'kekuatannya sungguh besar, perbedaan yang jauh diatas kita bertiga.. bagaimana ini.' batin Sakura menganalisa situasi.
Sementara Naruto jatuh kedalam dasar sungai...
'Sialan.. bukan seperti ini harusnya!.' Batin Naruto tidak bergerak sedikitpun.
'sepertinya berakhir sudah impianmu menjadi Ninja, berkat aksi konyolmu itu sudah jelas kau akan dikembalikan ke Akademi..' ucap Kyuubi lewat MindLink.
Sejenak terlintas di kepala Naruto bayang-bayang Iruka dan semua perkataan Mizuki tentang dirinya...
'Kau itu adalah monster yang menghancurkan seluruh desa... semua orang membencimu termasuk Iruka!.' terbayang Perkataan Mizuki beberapa minggu lalu terlintas dipikarannya.
'kau bukanlah sesuatu yang Mizuki katakan.. kau itu adalah Uzumaki Naruto, Ninja dari desa Konoha.' Dan perkataan Iruka soal dirinya.
'aku... tidak akan kalah disini...'
Seketika mantel Chakra muncul dan mulai menyelimuti seluruh tubuh Naruto, raut wajah Naruto berubah menjadi datar..
Pyaarrr!
Tiba-tiba saja dari sungai Naruto muncul dengan mantel Chakra yang menyelimuti seluruh tubuhnya, sontak saja Kakashi kaget melihat perubahan drastis Naruto begitu juga dengan Sasuke dan Sakura..
"N-naruto.." batin Sakura tergagap melihat perubahan kekuatan Naruto yang drastis, sementara Sasuke menyipitkan matanya saat melihat Naruto yang berbeda...
'jadi benar apa yang dikatakan Tuan Hokage soal kekuatan misterius Naruto... sepertinya aku berhasil memancing monster keluar dari sarangnya.' Batin Kakashi kini dengan raut wajah serius andalannya sambil menyimpan buku Icha Icha Paradise dan menyiapkan sebuah kunai..
Wusshhh!
Dalam sekejab Naruto sudah menghilang dari pandangan Kakashi, melihat lawannya dirasa berbahaya Kakashi mulai memasang mode waspada..
Baru saja Kakashi menoleh kekiri tiba-tiba Naruto sudah berada di depan dengan kepalan tangan kiri yang mengarah tepat kewajah Kakashi..
'gawat!..' Kakashi membulatkan matanya ketika jarak pukulan Naruto hanya beberapa inci dari wajahnya..
DUAGH!
Langsung saja pukulan keras menghantam wajah Kakashi yang langsung menyebabkan Jounin tersebut terpental jauh hingga menembus 3 pohon sebelum akhirnya menabrak pohon yang memiliki batang besar, seketika Naruto melesat dengan kecepatan kilat dan sudah sampai di tempat Kakashi yang tergeletak tak sadarkan diri akibat pukulannya..
Pooft!
Tiba-tiba saja tubuh Kakashi langsung berubah menjadi sebatang kayu, melihat lawannya berhasil mengecohnya Naruto langsung menghilang dari sana guna mencari sosok Hatake Kakashi yang tengah bersembunyi dibawah tanah...
"tadi itu hampir saja.. rupanya mantel Chakra yang mirip dengan mantel petir milik pemimpin desa kumogakure dimiliki oleh Naruto, bagaimana bisa Naruto mendapatkan kekuatan sehebat itu..." Kakashi mulai mencoba menduga dari mana kekuatan Naruto berasal."apa mungkin penyebabnya adalah Kyuubi?."
Dirasa cukup dirinya bersembunyi Kakashi memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya guna mencari Sasuke dan Sakura, sayangnya ketika baru saja keluar dari persembunyian tiba-tiba...
Wusshhh!
Set!
Bomnn!
Naruto entah darimana melesat kearah Kakashi dengan tinju-nya namun hal itu sangat mudah dihindari oleh Kakashi hingga akhirnya pukulan Naruto menabrak batu besar dan hancur berkeping-kepinng, dari kepulan asap perlahan menghilang dan memunculkan Naruto yang menatap datar Kakashi...
"jadi kau benar-benar berniat membunuhku ya.." tidak ada pilihan Kakashi langsung membuka penutup mata kiri-nya dan menampilkan mata Sharingan..
Wusshh!
Dengan cepat Naruto sudah berada di depan Kakashi yang langsung melancarkan pukulan kearah kepala, namun dengan mudah dihindari oleh Kakashi bersamaan dengan dirinya melancarkan kunai kearah rusuk kiri Naruto...
Ctank!
Sayangnya serangan kunai Kakashi terpental ketika mencoba menikam Naruto, sontak Kakashi yang merasakan bahaya segera menunduk guna menghindari tendangan horizontal Naruto namun...
BUMNN!
Pukulan Naruto tiba-tiba meleset hingga meninju ke tanah dan menyebabkan tanah disekitarnya retak dan menimbulkan kawah kecil dengan Naruto sebagai pusatnya...
Syuut!
Syuut!
BOMMNN!
Ditempat Naruto terjadi ledakan akibat kertas peledak yang telah tepasang sebelumnya oleh Kakashi, disalah satu dahan pohon Kakashi menyandarkan tubuhnya sambil bernafas tersengal-sengal karena harus memaksa dirinya bereaksi lebih cepat guna menghindari pukulan Naruto..
'S-sial, meskipun aku menggunakan Sharingan... gerakan Naruto seolah tidak bisa aku prediksi, jika terus seperti ini bisa-bisa Naruto benar-benar membunuhku.' Batin Kakashi sambil melakukan segel tangan.
Kuchiyose no Jutsu!
Poft!
Dari kepulan asap muncul tujuh anjing berbagai jenis dan salah satu anjing jenis bulldog kecil terlihat duduk diatas kepala anjing jenis bulldog hitam ber-ukuran besar..
"ada apa kau memanggil kami, Kakashi.." tanya anjing kecil dengan pelindung kepala Konoha.
"pakun, aku membutuhkan bantuanmu.." balas Kakashi pada sosok anjing bernama Pakun, seolah mengerti dengan maksud perkataan Kakashi seketika Pakun mengangguk paham lalu dia berserta anjing-anjing lainnya pergi menghilang entah kemana...
"Baiklah, sudah saatnya mengakhiri ini semua.."
Dirasa tenaganya pulih Kakashi langsung pergi ke tempat sebelumnya, setelah sampai di lapangan terbuka entah dari mana tiba-tiba Naruto muncul dari atas yang langsung melesat kearah Kakashi...
BUMMNNN!
Beruntung dengan cekatan Kakashi melompat kebelakang hingga Naruto mengantam tanah hingga menimbulkan tanah menjadi retak dan menyebabkan debu membumbung tinggi, Kakashi langsung menyiapkan segela tangan lalu tercipta sebuah percikan listrik yang terkosenstrasi tangan kanan Kakashi..
Raikiri!
Kakashi menyipitkan matanya ketika kepulan debu yang tebal perlahan menghilang dan menampilkan Naruto yang menatap datar Kakashi...
Wusshhh!
Tanpa basa-basi Kakashi langsung menerjang kedepan dengan tangan kanan siap menusukkan Raikiri kearah Naruto, ketika Naruto ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba dari bawah tanah muncul tujuh anjing yang langsung menggigit seluruh tubuh Naruto..
"sekarang Kakashi!." seru Pakun.
Jrassshhh!
Jutsu milik Kakashi berhasil mengenai dada kiri Naruto namun kedua matanya membulat ketika Raikiri miliknya malah tertahan mantel Chakra milik Naruto..
'Sekarang!..' mendapat kesempatan menyerang langsung saja Sasuke melemparkan kunai dan shuriken secara bersamaan kearah Kakashi yang terpaku ditempat...
Jleb!
Jleb!
"Kugh!.."
Sontak tubuh Kakashi langsung terjerembat ketanah setelah menerima serangan kunai dan shuriken Sasuke namun...
Pooft!
Ternyata Sasuke terkecoh dengan tubuh Kakashi yang langsung berubah menjadi bongkahan kayu..
'Cih! ternyata dia menggunakan Kawarimi.. berkat serangan tadi posisi-ku sekarang terlihat, aku harus mencari tempat lain.' Batin Sasuke langsung pergi dari tempat persembunyiannya..
"rupanya dia bersembunyi disana.. tidak kusangka anak itu memanfaatkan kelengahanku saat melawan Naruto, tapi,-" sejenak Kakashi mengedarkan pandangannya guna mencari Naruto yang kini sudah menghilang lagi."masalah yang kuhadapi saat ini sungguh rumit, Naruto benar-benar ingin membunuhku.. kalau sudah begini tidak ada pilihan lain." Gumam Kakashi menemukan rencana untuk mengalahkan Naruto, seketika Kakashi pergi dari tempat persembunyiannya..
.
Di tempat lain terlihat Sakura tengah bergegas mencari-cari seseorang dan orang yang di cari Sakura adalah Sasuke...
'Sasuke-kun, kau dimana?!... apa jangan-jang, tidak! tidak mungkin Kakashi-sensei mengalahkannya semudah itu.' batin Sakura terus mencari Sasuke hingga pandangannya menangkap sosok Kakashi sedang berdiri sambil membaca, sontak hal itu langsung membuat Sakura bersembunyi dibalik semak-semak..
'Fyuuh!.. syukurlah dia tidak menyadari kedatanganku.'
"Psssttt!, Sakura sebelah sini.."
"Huh!?.." reflek Sakura menoleh kesamping..
Doeng!
Tiba-tiba saja wajah Kakashi muncul dari balik semak-semak dengan horor...
GYAAAAAAAA!
Dengan cepat Kakashi merapal Genjutsu yang langsung menjebak Sakura dan membuatnya tidak berdaya...
'Yare~ Yare~ tidak heran jika dia mudah sekali terjebak Genjutsu..' batin Kakashi berhasil menjebak Sakura kedalam Genjutsu.
"peraturan kedua dalam pertarungan Shinobi yaitu Genjutsu.. sate~ tinggal satu yang harus aku urus agar tidak menjadi penghalang." gumam Kakashi mengalihkan pandangannya kearah lain sebelum menghilang via Shunsin meninggalkan Sakura yang terpaku ditempat...
.
Di tempat berbeda Sasuke tengah mengawasi daerah sekitar guna memastikan tidak ada Kakashi yang bersembunyi di salah satu semak maupun dahan pohon, dirasa aman sejenak Sasuke menyandarkan tubuhnya dibawah pohon untuk beristirahat sejenak..
'kurasa teriakan tadi itu suara Sakura, sepertinya Kakashi sialan itu berhasil melumpuhkannya tapi..' sejenak Sasuke memejamkan mata-nya guna memproses kejadian sebelumnya.'melihat perubahan kekuatan drastis Naruto aku merasa bocah itu bukan dirinya, bagaimana mungkin Naruto punya kekuatan seperti itu?!.. CK! Sial!, aku tidak boleh kalah dari orang payah seperti dia.' Batin Sasuke mengeratkan kepalannya karena merasa dirinya kalah dari Naruto..
Deg!
Tiba-tiba Sasuke merasakan hawa keberadaan seseorang, benar saja ketika pandangan Sasuke mendongak keatas dirinya mendapati Kakashi tengah memandangnya dengan ekspresi datar..
Set!
Dengan cepat Kakashi melompat tak jauh dari tempat Sasuke..
"sepertinya kau yang terbaik diantara mereka berdua, yah~ sebelum yang satunya berubah menjadi sosok kuat yang menerjang tanpa arah... ngomong-ngomong aku tak sabar ingin merasakan kemampuan Clan Uchiha.." ucap Kakashi memandang datar Sasuke.
Semilir angin berhembus diantara keduanya...
Set!
Syut!
Syut!
Syut!
Dengan cepat Sasuke melemparkan Shuriken kearah Kakashi, namun dengan mudah Kakashi menghindar kesamping...
"tidak ada guna-nya menyerang secara terbuka seperti itu.." ucap Kakashi melihat shuriken Sasuke meleset namun..
Tak!
Salah satu Shuriken memutus tali yang langsung meluncurkan 15 pisau mengarah ke Kakashi, tapi sayangnya Kakashi berhasil mengelak serangan tersebut dengan sangat mudah..
"begitu rupanya, dia sudah memasang jebakan.. cukup mengesankan." Gumam Kakashi mendarat dengan sempurna.
Wussshh!
Tiba-tiba dari arah belakang Naruto datang dan langsung melancarkan pukulan kearah perut sayangnya dengan cekatan Kakashi berhasil mementalkan pukulan Naruto dengan kunai, akibatnya Kakashi terseret beberapa meter hingga ketengah lapangan...
Nyut!
'Ck! sial.. sekuat itukah pukulannya.' Batin kakashi merasakan pergelangan tangan kirinya terasa sakit saat berhasil mementahkan pukulan Naruto.
Namun rupanya serangan kejutan Naruto dimanfaatkan dengan baik oleh Sasuke yang langsung melompat kearah Kakashi sembari melancarkan tendangan keras horizontal tapi itu masih belum karena Kakashi berhasil menahan menggunakan tangan kirinya..
Nyut!
Terlihat raut wajah Kakashi menahan rasa sakit, melihat tendangannya berhasil ditahan Sasuke yang masih memiliki ruang untuk menyerang langsung melancarkan pukulan kearah kepala Kakashi tapi lagi-lagi Kakashi berhasil menangkap pukulan Sasuke, masih belum menyerah Sasuke melayangkan tendangan secara vertical yang mengarah kebawah untuk mengenai puncak kepala Kakashi namun hal itu masih belum cukup sebab Kakashi berhasil menahan tendangan tersebut menggunakan pergelangan tangan kirinya...
Cring!
Cring!
Bunyi dua lonceng yang tersangkut di pinggang sebelah kiri Kakashi berhasil menarik perhatian Sasuke, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tanpa basa-basi tangan kiri Sasuke yang masih bebas dengan cepat meraih kedua lonceng tersebut..
"Dia!.." gumam Kakashi.
Set!
Sayangnya Kakashi berhasil menarik tubuhnya kebelakang sehingga Sasuke gagal meraih dua lonceng tersebut, seketika Kakashi menjauh kebelakang beberapa meter namun insting bahaya-nya merasakan ancaman lainnya datang tiba-tiba dari arah samping kiri..
DUAGH!
Sreeettttt!
Benar saja Naruto berhasil mendaratkan tendangannya kearah bahu kiri Kakashi hingga menyebabkan Jounin tersebut terseret cukup jauh, terlihat Kakashi memegang bahu kiri-nya akibat tendangan Naruto..
Nyut!
Nyut!
'Ugh!.. mereka berdua, cukup merepotkan.. lagi pula waktunya tinggal sebentar lagi dan mereka belum bisa merebut lonceng dariku.' batin Kakashi memandang Naruto dan Sasuke.
"Naruto, kalau kau ingin kita berdua selamat dari ujian sialan ini kita harus bekerja sama.." seru Sasuke pada Naruto yang berdiri tak jauh disampingnya, sejenak Naruto memandang datar Sasuke sebelum akhirnya mengangguk pelan tanda setuju. Sasuke yang melihat hal itu tersenyum tipis...
'ini gawat, tangan-ku terasa seperti mau patah.. jika seperti ini aku tidak bisa merapal Jutsu untuk sementara waktu.' batin Kakashi masih memegang bahu kirinya..
Wusshhh!
Wusshhh!
Naruto dan Sasuke melesat bagai peluru kearah Kakashi, melihat serangan dua arah Kakashi tetap tenang menghadapi situasi tersebut...
Set!
Katon : Gokakyu no Jutsu
Setelah merapal jutsu dengan cepat Sasuke langsung menyemburkan bola api besar kearah Kakashi, seketika serangan elemen api Sasuke berhasil mengenai tempat Kakashi berdiri namun rupanya sang Jounin menghilang dari tempatnya..
'menghilang!.. kemana dia pergi!?.' Batin Sasuke mengedarkan pandangannya kesekitar sembari memasang mode waspada.
"dibawah sini.." terdengar suara dari bawah Sasuke.
Tap!
Dengan cepat dari bawah tanah sebuah tangan menangkap kaki kiri Sasuke..
"celaka!."
Doton : Shinjyu-zanshu no Jutsu!
Seketika tanah dibawah Sasuke longsor kebawah dan menyebabkan Sasuke masuk kedalam tanah..
AAAHW,-
Tap!
namun dengan cepat Naruto datang secepat kilat dan langsung menarik tubuh Sasuke yang hampir tertelan tanah dan membawanya tak jauh dari tempat pertarungan..
"Cih! terima kasih atas bantuannya, Naruto." ucap Sasuke pada Naruto namun sepertinya Naruto mengabaikan perkataan Sasuke...
"wah~ wah~ kurasa kerjasama kalian cukup diacungi jempol, kupikir kalian berdua itu hanya bocah-bocah akademi yang lugu tapi dugaanku salah.. sekarang kalian menunjukkan kapasitas kalian sebagai seorang Shinobi." Ucap Kakashi muncul dari balik kepulan asap.
Sasuke bersiap untuk menyerang kembali namun tidak dengan Naruto yang memilih diam ditempat sembari memandang datar Kakashi...
KRIIIIIIIINNGGGGGGG!
Tiba-tiba terdengar suara jam alarm yang sebelumnya di set oleh Kakashi berbunyi keras hingga terdengar ke tempat mereka...
"Yah~ sepertinya waktu sudah habis dan kalian masih be,-"
Deg!
Tiba-tiba ekspresi terkejut terpaut diwajah Kakashi, tangan kanannya mencoba meraih sesuatu di pinggang sebelah kiri namun benda yang ia cari rupanya tidak ada..
'T-tidak mungkin..' batin Kakashi menatap Horor Sasuke dan Naruto yang terlihat sekilas saling pandang satu sama lain..
Set!
Seketika kepalan tangan kiri Naruto terangkat dan menunjukkan dua buah lonceng, Sasuke yang melihat hal itu terkejut bukan kepalang karena Naruto berhasil merebut dua lonceng dari Kakashi..
'S-sejak kapan Naruto mendapatkannya, Tunggu!?... begitu rupanya, ketika Naruto berhasil mendaratkan tendangannya kearah bahu Kakashi-sensei disaat itulah kesempatannya merebut lonceng tersebut dari pinggang Kakashi.. berkat mantel misterius itu kecepatan dan kekuatan Naruto meningkat sangat drastis serta daya tahannya juga meningkat, Ck! sulit dipercaya aku dikalahkan si payah ini!.' batin Sasuke mengeratkan kepalan tangannya karena merasa tertinggal dari Naruto.
Seketika mantel Chakra yang menyelimuti Naruto perlahan menghilang, setelah keadaan kembali normal Naruto seolah seperti orang linglung..
"Egh!?.. apa yang sebenarnya terjadi?." Ujar Naruto celingak-celinguk sementara Sasuke sedikit tersentak saat kepribadian Naruto yang dulu mulai kambuh..
'tidak hanya perubahannya saja yang mengejutkan, saat menggunakan mantel tersebut kepribadiannya juga berubah..' batin Sasuke menduga-duga.
Merasakan tangan kirinya memegang sesuatu sekilas Naruto memandang tangan kirinya dan mendapati dirinya memegang dua lonceng, sontak ekspresi bahagia plus berbinar-binar terpatri diwajahnya..
YAHOOOOOOOOO!
"YEAH! AKU BERHASIL!.. ASIK! ASIK! TIDAK JADI KEMBALI KE AKADEMI! WOHOOOO!." Seru Naruto kegirangan ala komikal sembari melompat-lompat layaknya anak TK..
"Wah~ Wah~ ternyata aku salah menilai kalian selama ini, kalian menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan kerjasama team kalian cukup mengesankan.. dan kau juga Sasuke, kau lumayan hebat dalam menggunakan Jutsu dan kemampuan Taijutsu-mu tidak buruk." ucap Kakashi menghampiri mereka berdua..
"Cih!.." Sasuke berdecih tidak suka ketika dipuji seperti itu, menurutnya ia masih kalah dengan Naruto saat ini..
"Nah! Naruto apa yang akan kau lakukan dengan lonceng itu?." pertanyaan Kakashi tiba-tiba menghentikan Euforia Naruto..
Tanpa basa-basi Naruto menyerahkan satu lonceng kepada Sasuke, sontak hal itu membuat Sasuke sedikit terkejut melihat hal itu...
"Ambillah!.. hihihi~" ucap Naruto sembari menunjukkan cengiran lebarnya pada Sasuke.
"Hn.." dengan pandangan acuh Sasuke akhirnya menerima lonceng pemberian Sasuke, Kakashi yang melihat hal itu tertawa pelan..
Akhirnya mereka bertiga kembali ke tempat diawal pertemuan...
.
.
.
10 menit kemudian...
Doeng!
Kini Naruto dan Sasuke duduk dengan tenang di rumput sementara yang terikat di batang pohon adalah Sakura...
Krrruuunnnyyuuuukkk!
Terdengar suara nyaring perut mereka bertiga akibat latihan berat yang menguras tenaga...
"Wah~ Wah~ sepertinya cacing-cacing diperut kalian mulai memberontak, ngomong-ngomong tentang latihan ini,-" sejenak Kakashi menjeda kalimatnya diiringi dengan hembusan angin lembut yang membawa daun-daun."kalian berdua berhasil menunjukkan padaku kemampuan kerja sama team kalian, selain itu masing-masing dari kemampuan individu kalian bisa kalian manfaatkan dengan sangat baik hingga melukai-ku dan berhasil merebut lonceng tersebut dari-ku, itu cukup mengesankan tapi.." pandangan Kakashi seketika beralih ke Sakura yang terikat di batang pohon...
"kelihatannya satu orang hari ini akan kembali ke Akademi.." seketika tercipta keheningan diantara mereka ber-empat..
Sasuke melirik kearah Sakura sementara Naruto memandang wajah Sakura yang terlihat sangat kecewa..
"A-a-aku.." terdengar ucapan Sakura tergagap dan sepertinya air mata di wajahnya sedikit lagi akan mengalir.
"apa kalian bertiga tahu inti dari semua latihan ini?!." tanya Kakashi pada ketiga muridnya, namun tak ada jawaban dari ketiganya...
"inti dari latihan ini adalah kerja sama team.." seketika ucapan Kakashi mendapat reaksi beragam dari ketiganya."dari awal dimulainya ujian ini aku sudah menganggap kalian gagal karena hal pertama yang kulihat adalah Naruto yang sembrono menyerang sesuai keinginannya lalu Sakura yang hanya memikirkan Sasuke dan juga Sasuke yang hanya beranggapan Naruto dan Sakura sebagai penghalang, semua itu sudah terlihat jelas didepan mata-ku waktu itu.. tapi pada akhirnya aku melihat kerja sama team diantara Sasuke dan Naruto hingga ketika Naruto berhasil merebut lonceng.. meski begitu tetap saja kalian masih kurang kompak, yang namanya misi itu harus dilaksanakan bersama-sama sebagai Team." Mendengar penjelasan Kakashi ketiganya mengangguk paham.
"memang di dunia Shinobi diperlukan kemampuan individual tingkat tinggi, tapi hal yang lebih penting adalah kerjasama team.. tindakan egois hanya akan menyebabkan terbunuhnya salah satu anggota team, sebagai contoh.." setelah mengucapkan hal itu Kakashi mengeluarkan sebuah kunai dari kantong Ninja-nya..
Set!
Brakk!
Tanpa mereka sadari tiba-tiba Kakashi langsung menduduki tubuh Sasuke yang terjerembat kedepan sembari mengunci pergelangan tangan kiri Sasuke.
'Cih! kenapa aku selalu kalah cepat!..' batin Sasuke yang terkunci..
"Naruto! bunuh Sakura!.. kalau tidak, Sasuke akan mati!." Ancam Kakashi memberi perintah pada Naruto untuk membunuh Sakura..
"NANI!?.." seketika wajah panik ala komikal terpatri diwajah Naruto sementara Sakura tertegun mendengar ancaman Kakashi..
"yah~ seperti itulah situasinya jika salah satu diantara kalian menjadi sandera, yang lain akan terpojok dan terbunuh.. misi itu adalah pekerjaan yang selalu mempertaruhkan nyawa." Ucap Kakashi seraya bangkit dari tubuh Sasuke sementara Sasuke sendiri memandang kesal Kakashi..
'Fiuhhh~ ternyata cuma bercanda..' batin Naruto bernafas lega..
'H-hampir saja..' Sakura terlihat menunduk dengan helaan nafas..
Perlahan Kakashi berjalan menuju monumen prasasti yang terletak tak jauh dari tempat mereka berlatih...
"kalian lihat, ini adalah monumen prasasti pengingat akan para Ninja-ninja yang diingat sebagai pahlawan desa.. banyak nama-nama yang terukir di prasasti ini termasuk nama temanku." Ucap Kakashi tertegun memandang prasasti tersebut, mendengar kata pahlawan seketika Naruto bereaksi..
"ITU! YA ITU!.. AKU INGIN DIKENAL SEBAGAI PAHLAWAN, MENDENGARNYA SAJA AKU INGIN MENGUKIR NAMAKU DI MONUMEN ITU!." teriak Naruto kegirangan, Kakashi melirik sebentar kearah Naruto yang kegirangan.
"mereka bukan hanya dikenal sebagai pahlawan.."
"Jadi! Mereka dikenal sebagai apa?!." Seru Naruto penasaran tidak sabar mendengarnya..
"mereka dikenal sebagai pahlawan yang gugur saat menjalankan misi.." ucapan Kakashi seketika membuat raut wajah Naruto yang tadi senang kini berubah menjadi berkabung, begitu juga dengan Sakura dan Sasuke."monumen ini adalah untuk mengingat perjuangan mereka dan menghargai mereka sebagai pahlawan, nama sahabatku juga terukir di monumen ini.." tambah Kakashi.
Tiba-tiba Kakashi menoleh kearah mereka bertiga dengan ekspresi wajah mengintimidasi..
"aku akan memberikan satu tantangan lagi pada kalian bertiga, setelah tengah hari aku akan memberikan tantangan yang lebih sulit dari sekedar merebut lonceng.. yang masih ingin menantangku makanlah bekal yang kalian bawa, tapi jangan memberikan apapun pada Sakura." Perintah Kakashi pada ketiganya.
"EH!?.." sontak Naruto dan Sasuke sedikit terkejut mendengarnya...
"itu adalah hukuman karena dia gagal mendapatkan lonceng, kalau ada yang memberikan makan Sakura maka aku nyatakan gagal.. disini akulah peraturan, mengerti?!." Ucap Kakashi mengintimidasi mereka bertiga..
Pofftt!
Seketika Kakashi menghilang entah kemana...
Pada saat itu juga Sasuke menikmati bekal makanannya sementara Naruto terlihat memakan ramen instan yang sudah diseduh dengan perasaan bahagia, sementara Sakura terlihat menahan rasa laparnya..
'andai saja aku tidak terlalu ceroboh..' batin Sakura meratapi nasibnya.
Sejenak Naruto memandang Sakura yang terlihat lemas..
"Ini Sakura, makanlah.." tawar Naruto pada Sakura yang sontak terkejut melihat Naruto menawarkan makanannya..
"E-eh! Tidak usah Naruto, aku baik-baik saja.." tolak Sakura dengan lembut namun...
Krrrrrrrnnnyyyuuuukkkkk!
"ini.." tanpa basa-basi Sasuke menyerahkan makanannya kepada Sakura..
"Sasuke-kun.. T-tapi Kakashi-sensei bilang,-"
"sudah diam saja dan makanlah.. setelah tengah hari kita bertiga akan berhadapan dengan Kakashi lagi untuk kedua kali-nya, kau butuh tenaga agar tidak merepotkan kami berdua.." ucap Sasuke tanpa memperhatikan Sakura yang tertegun..
"benar yang dikatakan Sasuke, kau harus makan untuk memulihkan tenaga-mu Sakura-chan.." timpal Naruto sembari menunjukkan cengiran pada Sakura..
"Naruto.." gumam Sakura..
Dari salah satu dahan pohon Kakashi mengetahui semua kegiatan mereka dengan teliti, seketika terpatri senyum tipis di wajah Kakashi..
.
.
.
Ditempat lain atau lebih tepatnya di salah satu ruangan Hokage terlihat Iruka sedang mendiskusikan sesuatu dengan Hokage ketiga...
"Tidak mungkin!.. apa benar ujian yang diberikan oleh Kakashi sesulit itu?.." ujar Iruka memandang catatan khusus yang diberikan Hokage.
"kurasa anak-anak yang pernah dibimbing Kakashi memiliki sifat penurut dan patuh." Balas Hokage bernama Hiruzen Sarutobi.
"penurut tapi ini.. semuanya nol?!." Ucap Iruka dengan ekspresi sulit dipercaya..
"benar, sampai saat ini Kakashi tidak pernah meluluskan satu orang pun.. semua murid dibawah bimbingannya dinyatakan gagal semua." Jawab Hiruzen sembari menyesap teh..
.
Kembali ke Naruto dan teman-temannya...
BWOOOSSSHHH!
Tiba-tiba saja muncul kepulan asap yang memunculkan wajah seram Kakashi, sontak Sasuke memasang mode bersiap bertarung sementara Naruto terjungkal kebelakang ala komikal dan Sakura terlihat panik...
"KALIAAAAAN!." Seketika ekspresi ketiganya terlihat shock..
"Lulus!." Ucap Kakashi singkat.
"Eh!?."
"Hah!?."
"..."
Terjadi keheningan sesaat diantara merek bertiga...
"selamat ya!, kalian yang pertama.." ujar Kakashi dengan raut wajah senang.
"Lulus!?.. A-apa maksud Sensei mengatakan hal itu?!." ujar Naruto tidak mengerti dengan maksud Kakashi.
"begini, selama ini semua yang pernah aku bimbing sebelum kalian hanya orang-orang bodoh yang hanya mematuhi semua perintahku di awal.. Shinobi itu harus melihat lebih dalam lagi dan semakin dalam lagi, dalam dunia Ninja mereka yang melanggar aturan disebut sampah,-" sejenak Kakashi menjeda kalimatnya sembari memandang langit disertai angin berhembus pelan."tetapi orang yang meninggalkan temannya lebih rendah dari sampah!." Seketika ucapan Kakashi lansung mendapat respon kagum dari Naruto..
'keren..' batin Naruto.
"dengan ini latihan telah selesai, semuanya lulus!.. Baiklah! mulai besok team 7 akan mulai melaksanakan misi pertama." Seru kakashi sembari mengancungi jempol kearah mereka bertiga..
"YEAH! AKHIRNYA!.. MISI!, MISI!, MISI!." Sontak Naruto kegirangan mendengarnya sementara Sasuke mendengus sebal melihat tingkah laku Naruto yang berlebihan..
Akhirnya latihan hari itu-pun selesai, masing-masing dari mereka ber-empat kembali dengan perasaan lega dan ini akan menjadi titik awal perjalanan Naruto dalam meraih cita-citanya untuk menjadi Hokage..
.
.
.
Chapter 3 End...
Note : terima kasih atas para pembaca karena sudah meluangkan waktu kalian membaca fic-ku ini, berkat saran dan kritik kalian sangat membantu Author untuk terus mengembangkan diri.. sekali lagi terima kasih atas Review yang kalian berikan, sekian dari saya dan sampai jumpa di Chapter selanjutnya~
.
.
Arigatou..
