NARUTO THE GREAT NINJA FROM HIDDEN LEAF
Genre : Adventure, Friendship
DISCLAIMER : NARUTO AND ALL BELONG TO MASASHI KISHIMOTO
WARNING! : Typo, alur melenceng, SEMI-OP Naruto, Strong Naruto, Paragraf berantakan, Gaje, Word tidak menentu, canon, banyak istilah yang kurang dimengerti, bahasa baku dan aneh..
.
.
.
.
Chapter 4
First Mission
.
Di suatu tempat di tengah hutan yang damai namun seketika berubah saat tiga orang bocah sedang bersembunyi sembari mengendap-ngendap kearah sasaran mereka yang tengah bersembunyi di dalam semak-semak, Sasuke memberikan isyarat untuk tetap siaga..
Krrrssstt!
"jarak dengan target?.." ucap Kakashi lewat earphone..
"lima meter! Kapan saja aku siap."
"aku juga."
"aku juga."
"baiklah."
Saat ini Sasuke, Sakura dan Naruto bersiap untuk menyergap target..
"LAKSANAKAN!."
HEYAAAA!
Tiba-tiba Sasuke, Sakura dan Naruto langsung melompat kearah target dan..
Hap!
MIAAAAWWW!
"TERTANGKAP!.." seru Naruto menangkap seekor kucing, dengan liar sang kucing berusaha melepaskan diri dengan mencakar-cakar wajah Naruto, Sakura yang melihat kelakuan kucing tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya...
"pita di telinga kanan.. apa kau yakin itu target kita bernama Tora?." Tanya Kakashi.
"tidak salah lagi, itu target kita.." jawab Sasuke lewat earphone.
Di bagian hutan lain terlihat Kakashi sedang mengawasi keadaan sekitar."baiklah misi pencarian peliharaan yang hilang bernama Tora.. sudah selesai." Ucap Kakashi.
Hari itu juga team 7 berhasil menangkap peliharaan yang hilang bernama Tora, segera mereka pergi menuju gedung Hokage untuk melaporkan misi mereka sudah selesai dan terlaksana dengan baik..
.
.
MIAAAAWWW!
Terdengar teriakan kucing memilukan bernama Tora ketika dipeluk dengan erat oleh sang pemilik bernama Nyonya Tsujimi, istri penguasa negara HI...
"Akhirnya!, Tora kesayanganku yang lucu.. aku sangat mengkhawatirkanmu." Seru Nyona Tsujimi sambil terus memeluk Tora yang terlihat tersiksa diperlakukan seperti itu..
'pantas saja dia kabur..' batin Sakura melihat Tora yang tidak nyaman berada di tangan wanita tersebut.
"Gyahahaha!, misi yang sangat mudah sekali.." gumam Naruto sembari menaruh kedua telapak tangannya di belakang kepala.
"..baiklah, misi berikutnya untuk Team 7 adalah..." sejenak Hokage ketiga tengah memilah-milah kertas misi sebelum akhirnya dia menemukan kertas yang dimaksud."hmmm~.. menjaga anak tetua desa untuk belanja sampai ke desa tetangga atau membantu menggali kentang.." ucap sang Hokage sambil menyesap cerutu-nya.
"Sudah cukup!.. Kakek!, aku ingin melakukan Misi dengan tingkat kesulitan tinggi!." Bentak Naruto tiba-tiba memeriahkan suasana ruangan tersebut.
'masuk akal..' batin Sasuke setuju dengan perkataan Naruto secara diam-diam.
'dia berisik sekali!..' inner Sakura mulai berkobar-kobar..
'Haa~ aku sudah menduga cepat atau lambat hal ini akan terjadi..' kini giliran Kakashi tidak habis pikir dengan tingkah Naruto yang merenggek ingin Misi yang sulit.
"Dasar Bodoh!, kau itu baru saja menjadi seorang Ninja.. siapapun yang baru menjadi Ninja harus menyelesaikan misi dengan tingkat kesulitan mudah sebelum naik ke tingkat yang lebih sulit." Bentak Iruka bangkit dari kursi-nya karena kesal melihat tingkah Naruto yang tidak sabaran.
"ya ampun.." gumam sang Hokage sembari menurunkan ujung topi Hokage dan melirik kearah Iruka.
"TAPI SELAMA INI KAMI HANYA MENDAPAT MISI YANG SANGAT MUDAH! POKOKNYA AKU ING,-"
Tong!
"Hei, sudah cukup.." ujar Kakashi sembari menjitak puncak kepala Naruto yang langsung membuat Naruto tertunduk ala komikal..
"Naruto! sepertinya aku perlu menjelaskan kepadamu soal tingkatan Misi.. Dengar ya! setiap hari desa kita selalu menerima permintaan dari menjaga anak sampai pembunuhan..." sejenak sang Hokage memberi jeda sambil menunjukkan selembar kertas kearah team 7."Di daftar ini terdapat berbagai macam permintaan.. semua permintaan tersebut digolongkan menjadi tingkat A, B, C dan D berdasarkan kesulitannya, desa kita juga terbagi menjadi beberapa tingkatan mulai dari aku sebagai Hokage, lalu Jounin sebagai Ninja tingkat atas atau elite, Chuunin sebagai Ninja tingkat menengah, Genin sebagai Ninja tingkat pemula dan calon Genin atau biasa disebut siswa akademi... maka dari itu tingkatan misi berdasar pada tingkat dan kemampuan Ninja itu sendiri, setiap Ninja yang sudah menyelesaikan sebuah misi kita akan mendapat bayaran dari sang klien sesuai dengan permintaan.. karena itu untuk Ninja tingkat Genin seperti kalian cocok mendapat misi tingkat D." Jelas sang Hokage menjelaskan panjang lebar kepada team 7 khususnya pada Naruto..
"karena kemarin siang aku makan ramen dengan daging, hari ini aku akan ramen dengan miso.. menyedihkan sekali." Gumam Naruto sembari duduk dilantai membelakangi Hokage ketiga yang sebelumnya menjelaskan soal tingkatan misi.
"Apa kau mendengarkanku! Naruto!.." bentak Hokage ala komikal.
"Ahaha~ maafkan aku Tuan Hokage.." ujar Kakashi meminta maaf sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Namun tiba-tiba saja Naruto berbalik menghadap Hokage ketiga dengan raut wajah kesal..
"ARGH!.. kakek selalu saja ceramah seperti itu!, aku sudah bukan lagi bocah yang suka mengecat patung wajah para Kage dan dikejar Ninja Chuunin.. Hmph!." seru Naruto menumpahkan seluruh kekesalannya sebelum akhirnya Naruto membelakangi sang Hokage dengan raut wajah menggembungkan kedua pipinya sehingga sekilas mirip dengan marmut gembul..
'Yare~ Yare~ setelah ini aku pasti akan kena marah..' batin Kakashi.
Iruka yang mendengar hal tersebut terdia sejenak sebelum senyum tipis terpatri diwajahnya, begitu juga dengan sang Hokage melihat tingkah Naruto yang merengek seperti tadi...
"Baiklah.. kalau kau ingin misi tingkat kesulitan tinggi." seketika ucapan sang Hokage menarik perhatian Naruto, Sasuke, Sakura dan Kakashi..
"aku akan memberikan misi tingkat C, misi-nya adalah kalian akan dikirim untuk melindungi seseorang." Ucap sang Hokage tersenyum sambil bertopang dagu..
"AHA!.." reaksi Naruto seketika kembali cerah sedangkan anggota 7 beserta pembimbing hanya bisa melongo keheranan."SIAPA!, apa dia Tuan besar atau seorang putri?!.. ayolah! Kakek katakan padaku!." Seru Naruto dengan semangat 45..
"jangan terburu seperti itu, dia akan segera datang.." ucap sang Hokage.
Sreet!
Benar apa yang dikatakan Hokage ketiga, dari arah pintu terbuka dan menampilkan sosok pria berusia sekitar 45-an sembari membawa botol minuman keras plus raut wajah yang terlihat setengah mabuk..
"EH!?, apa ini!.. kau ingin menempatkan kumpulan bocah ingusan ini dan pria muda yang mirip orang-orangan sawah untuk melindungiku?!." Sambil meneguk botol minuman keras pria tersebut bersandar di ambang pintu sembari memandang Naruto dkk."terutama bocah pendek yang berwajah bodoh itu, apa dia benar-benar seorang Shinobi?!." Ucap pria tersebut sekena-nya..
"Ahaha~ siapa si pendek berwajah bodoh itu.." sahut Naruto sembari menoleh kearah Sakura dan Sasuke.
Seketika Sakura dan Sasuke mendekat kearah naruto dan membandingkan tinggi mereka, terlihat puncak kepala Naruto hanya sampai di garis mata Sasuke dan Sakura, menyadari hal tersebut tersirat perempatan di dahi Naruto..
"AKAN KUBUNUH ORANG ITU!.."
"kalau kau membunuh orang yang seharusnya kita lindungi, bagaimana jadinya misi kita.. dasar bodoh." ucap Kakashi menahan Naruto yang tengah dilanda emosi ala komikal..
"perkenalkan namaku adala Tazuna, si pembuat jembatan yang terkenal... aku ingin kalian semua melindungiku sampai aku pulang kembali ke desa-ku dan sampai aku menyelesaikan pembuatan jembatan disana." Ucap Tazuna..
Setelah sang Klien memperkenalkan diri Team 7 resmi menerima misi tersebut, masing-masing dari mereka kembali sejenak ke tempat tinggal mereka untuk mempersiapkan peralatan dan perbekalan..
.
Kini Naruto sedang berada di apertemen tempat ia tinggal, Naruto tengah menyiapkan segala peralatannya mulai dari kertas gulungan yang berisi Ramen, Shuriken, Kunai hingga kertas peledak berjumlah 3 buah..
"YOSH! Dengan ini aku siap berangkat.." ucap Naruto pada dirinya sendiri.
'Hey! Bocah kenapa kau terlihat bersemangat seperti itu.. padahal misi yang kau jalani nanti tergolong misi sulit.' Ucap Kyuubi tiba-tiba..
"Hehehe! mulai sekarang aku akan menjalani hidup sebagai seorang Ninja yang sesungguhnya.." balas Naruto.
'Hmph! jadi karena itu kau bersemangat.. jujur saja kepalaku sakit setiap kali kau merengek seperti tadi didepan orang tua yang berlagak seperti Hokage..'
"Hey! jangan berkata seperti didepan kakek Hokage, dia menyayangiku selama ini.."
'dengan menelantarkanmu sejak kecil?, kasih sayang macam apa yang kau dapat dari manusia bau tanah seperti dia?!..' sejenak Naruto terdiam mendengar ucapan Kyuubi sebelum sebuah cengiran terpatri diwajah Naruto.
"aku tidak tahu soal itu namun aku sangat menyayangi Kakek karena dia sudah berusaha melindungiku selama ini.. Hehehe~." Lagi-lagi Kyuubi dibuat skakmat mendengar pernyataan Naruto.
'Hmph! dasar bocah aneh..' mendengar jawaban Kyuubi yang kesal Naruto tertawa karena selalu berhasil membuat Kyuubi kesal.
"hey! Kyuubi.. terima kasih karena sudah mau mendengarkan cerita-ku kemarin, kau adalah temanku yang paling berharga." Ucap Naruto kepada Kyuubi yang berada didalam dirinya sedang tiduran..
'Hah! Terserah apa katamu, bocah payah!.. aku tidak peduli.' sekilas senyum tipis membingkai di wajah Kyuubi.
"ngomong-ngomong, aku belum tahu nama aslimu.." ucap Naruto penasaran..
'aku tidak mau menjawab pertanyaanmu itu, sampai jumpa..' jawaban Kyuubi tadi langsung memutuskan kontaknya dengan Naruto..
"Dasar Rubah pelit!." Seketika ekspresi Naruto berubah masam ala komikal..
Segera Naruto memasukkan peralatan-nya kedalam kantung ninja-nya dan menggendong sebuah tas..
.
.
.
Beberapa menit kemudian akhirnya Naruto bergabung dengan team 7 dan Tazuna di depan gerbang...
"BERANGKAT!." Seru Naruto dengan semangat seperti biasa..
"Kenapa kau begitu bersemangat?!." Sahut Sakura melihat tingkah Naruto..
"itu karena aku belum pernah keluar desa.." balas Naruto sembari menoleh kekiri dan kekanan ala komikal.
"Oi! Apa kalian yakin dengan bocah ini, kelihatannya tidak terlalu meyakinkan.." tanya Tazuna sontak memancing emosi Naruto..
"Ahaha~ anda tidak perlu khawatir Tazuna-san, karena aku seorang Jounin jadi tidak perlu ada yang di khawatirkan.." ucap Kakashi dengan ekspresi senang.
'Khukhukhu! Aku setuju dengan orang tua itu..' ujar Kyuubi memanaskan suasana lewat Mindlink.
"Argh! Berisik!.. jangan seenaknya meremehkanku!, aku ini Ninja terhebat." Bentak Naruto sambil menunjuk-nunjuk Tazuna.
Sejenak Tazuna melirik kearah Naruto."benarkah?!.." gumam Tazuna.
"suatu hari nanti aku akan menjadi Hokage dan Namaku adalah Naruto Uzumaki, ingat itu baik-baik!." seru Naruto sembari mengarahkan kepalan tangannya kearah Tazuna.
"yang namanya Hokage itu adalah Ninja terhebat didesa'kan?.. orang seperti-mu mana mungkin bisa menjadi Hokage." Ucap Tazuna dengan nada meremehkan.
"Akh! Berisik!.. untuk menjadi Hokage aku sudah mempersiapkan semuanya secara matang, suatu saat nanti aku akan menjadi Hokage dan paman pasti akan mengakui keberadaanku!." Balas Naruto dengan nada tinggi, Tazuna terpaku sejenak mendengar ucapan Naruto barusan..
"aku tidak akan mengakui bocah sepertimu, sekalipun kau sudah menjadi Hokage aku-pun tetap tidak akan mengakui kau sebagai Hokage." Ucap Tazuna sekena-nya..
Mendengarnya saja langsung membuat raut wajah kesal Naruto dan langsung menerjang kearah Tazuna..
"AKAN KUBUNUH KAU!." Teriak Naruto berusaha membunuh Tazuna..
"Hey! sudah kubilang hentikan itu.. dasar bodoh!." balas Kakashi menahan tubuh Naruto yang terus memberontak...
Akhirnya perjalanan mereka ber-lima berlanjut menuju desa di negara bernama Nami, desa yang menjadi tempat tinggal Tazuna. Namun rupanya sejak pertama mereka berangkat dari kejauhan atau lebih tepatnya di salah satu dahan pohon yang rindang tengah bersembunyi seorang Ninja berjumlah dua orang mengawasi Tazuna dan Team 7. Tatapan mereka seolah mengunci target, seketika kedua Ninja tersebut menghilang entah kemana..
.
.
Di hari yang cukup terik Team 7 yang ditugaskan untuk melindungi Tazuna terus dalam mode waspada guna bersiap-siap untuk serangan mendadak, Naruto berjalan didepan karena merasa keren menurutnya sementara Sasuke dan Sakura berjalan dibelakang Naruto sedangkan Tazuna terlihat berbincang dengan Kakashi..
"Ano~ Tazuna-san, anda berasal dari Negara bernama Nami?." Tanya Sakura pada Tazuna.
"iya aku berasal dari sana, memangnya kenapa?." jawab Tazuna sembari bertanya balik pada Sakura, karena kebingungan harus menjawab apa Sakura langsung mengalihkan pandangannya kearah Kakashi.
"eto~ Kakashi-sensei.. apa di negara itu juga ada Ninja?." Kini Sakura mulai bertanya kearah Kakashi.
"menurut informasi yang aku dapat, di negara itu tidak ada Ninja tapi sebagian negara-negara besar pasti memiliki Ninja.. di benua ini terdapat lima desa yang memiliki kekuatan Ninja paling banyak yaitu Konoha, Kiri, Kumo, Suna, dan Iwa, masing-masing lima desa ini disebut sebagai Desa ninja sementara negara-negara kecil seperti Nami tidak menganut sistem Ninja karena mereka tidak membutuhkan.. masing-masing desa Ninja besar seperti Konoha, Kiri, Kumo, Suna, dan Iwa dipimpin oleh orang yang menguasai dan membawahi disebut Kage." Jelas Kakashi pada Sakura..
"Hee~ ternyata Hokage itu hebat sekali.." jawab Sakura merasa kagum mendengarnya.'apa benar kakek tua itu segitu kuatnya hingga menyandang gelar Hokage?!.. rasanya tidak mungkin!.' Inner Sakura berkata sebaliknya..
"sepertinya kalian baru saja meremehkan Hokage, Ya?.." ujar Kakashi langsung mendapat respon terkejut dari ketiga muridnya."tidak usah khawatir, karena misi ini hanya tingkat C kemungkinan kita tidak akan bertemu Ninja dari desa lain.." tambah Kakashi sembari menaruh telapak tangannya di puncak kepala Sakura.
Sontak pernyataan Kakashi membuat Tazuna mendadak gelisah, Sasuke yang menyadari tingkah Tazuna yang tiba-tiba berubah drastis langsung menyipitkan kedua matanya...
Disaat mereka berlima melewati genangan air, sekilas Kakashi melirik kearah genangan tersebut sebelum akhirnya Kakashi memilih mengabaikan genangan tersebu..
Zruuutt!
Dari genangan tersebut muncul kepala Ninja yang sejak awal mengawasi team 7, perlahan tapi pasti sosok Ninja dengan wajah berpenampilan Gas-mask tersebut muncul seutuhnya keluar dari genangan air yang dilewati Kakashi..
Wuusshh!
Dengan cepat Ninja tersebut melesat dan melewati Kakashi sambil melilitkan rantai yang tersambung dengan Ninja kedua, rupanya Ninja bersaudara itu mengincar Kakashi...
"APA!.." sontak Kakashi terkejut ketika mendapati dirinya terlilit rantai..
Secara reflek Sasuke menoleh kebelakang ketika pandangannya mendapati Kakashi terlilit rantai Ninja bersaudara tersebut, Sakura hanya bisa terpaku ditempat begitu juga dengan Naruto..
"Yang pertama.." gumam Ninja pertama, dengan keras Ninja bersaudara itu langsung menarik satu sama lain hingga...
Jraaassshhhh!
Terdengar keras bunyi tubuh Kakashi langsung terpotong menjadi beberapa bagian, melihat Kakashi yang diasumsikan mati oleh mereka bertiga hanya bisa terpaku sementara Tazuna melangkah mundur kebelakang karena ketakutan...
"KAKASHI-SENSEI!." Seru Naruto melihat potongan tubuh Kakashi tergeletak di tanah.
"KYAAAAA!." Terdengar teriakan Sakura melihat pemandangan didepannya..
Deg!
Tiba-tiba dua Ninja bersaudara yang berhasil melenyapkan Kakashi muncul dibelakang Naruto yang terpaku...
"Yang kedua.." gumam mereka berdua serentak.
Seketika keduanya kembali menyiapkan rantai besi mereka untuk melilit Naruto, namun hal itu tidak terjadi ketika Sasuke melompat ke salah satu Ninja bersaudara itu dan menghentakkan kakinya hingga membuat kepala Ninja yang menjadi pijakan Sasuke langsung tersungkur mencium tanah...
Dengan cepat Sasuke yang beberapa detik di udara mengeluarkan Shuriken dan kunai dari kantung kecil yang terikat di paha sebelah kanan..
Syuut!
Syuut!
Jleb!
Kunai dan Shuriken yang Sasuke lempar berhasil mengenai titik tengah Rantai Ninja bersaudara itu, melihat keduanya tersangkut dan tidak bisa menggunakan senjata mereka dari udara Sasuke langsung mendarat dengan sempurna diatas lengan kanan masing-masing Ninja bersaudara tersebut...
Duagh!
Sasuke langsung melancarkan Back-kick kearah wajah keduanya sembari menarik paksa lengan kanan keduanya hingga rantai tersebut putus..
Ctas!
Naruto yang melihat aksi Sasuke hanya bisa terpana, namun rupanya dua ninja bersaudara itu tidak kehilangan akal lantas mereka berdua langsung melesat kearah Sakura dan Tazuna yang tidak jauh dari tempat pertarungan..
Salah satu ninja mengarah ke Naruto sembari menghunuskan cakar besar-nya kearah Naruto..
Deg!
'aku tidak boleh mati disini!.' Batin Naruto.
Secara reflek Naruto langsung berjongkok guna menghindari cakar besi ninja tersebut dan berhasil beberapa detik setelahnya cakar besi ninja tersebut hanya menebas angin, melihat momentum datang Naruto langsung mengarahkan kepalan tangan kanan berlapis Chakra kearah dagu Ninja tersebut...
DUAGH!
Seketika Ninja yang mencoba menyerang Naruto terpental keudara dengan sangat epic berkat tinju lapis Chakra-nya mengarah tepat ke dagu..
Brugh!
Seketika Ninja yang terkena Uppercut Naruto langsung tergeletak tak sadarkan diri, sejenak Naruto terheran dengan barusan yang ia lakukan..
"Whoa~ apa aku yang melakukan itu?!." Sembari memandang kedua tangannya Naruto terpukau apa yang ia lakukan barusan, sayangnya Sasuke dan Sakura tidak melihat kejadian tersebut..
Deg!
Deg!
'di-dia datang..' panik Sakura ketika melihat musuh mengarah kearah dirinya dan Tazuna namun Sakura baru sadar jika musuh mengicar Tazuna, sontak Sakura langsung berada didepan Tazuna sembari memegang Kunai..
"Tazuna-san, Awas!."
Seketika Cakar besi milik Ninja tersebut mengunus kearah Sakura namun tiba-tiba saja Sasuke muncul didepan Sakura mencoba menghadang laju cakar besi Ninja bersaudara itu..
Duagh!
Tiba-tiba Kakashi muncul dan menghentikan laju Ninja tersebut dengan dekapan keras, sontak ekspresi penuh harap tercipta diwajah Naruto dan Sakura minus Sasuke yang memasang ekspresi kesal..
'dasar tukang Pamer!.' Batin Sasuke dengan perasaan kesal..
Deg!
Tiba-tiba Naruto teringat sesuatu sebelum kejadian ini dimulai..
'jadi dia menggunakan tehnik Kawarimi..' batin Naruto mengingat kembali kejadian dimana sebelumnya terlihat Kakashi dengan jelas terpotong menjadi beberapa bagian namun rupanya potongan-potongan tersebut berubah menjadi batang kayu.
"Fiuh!.. kupikir aku akan mati." Gumam Tazuna sembari menghela nafas lega.
Sekilas Kakashi menoleh kearah Naruto, pandangannya mendapati tubuh Ninja yang satu-nya tergeletak tak jauh dari tempat Naruto berdiri, seulas senyum tipis terpatri diwajah Kakashi..
"Naruto, maaf aku tidak bisa menolongmu tadi.. kelihatannya kau berhasil melumpuhkan satu musuh dengan sangat baik, kerja bagus." Puji Kakashi lalu mengalihkan pandangannya kearah Sasuke beserta Sakura dan Tazuna."usaha kalian untuk melindungi Klien cukup bagus, kerja bagus semuanya.." tambah Kakashi menghampiri mereka sembari membawa tubuh Ninja bersaudara tersebut..
Mendengar pujian dari Kakashi sontak ekspresi berbinar tercipta di wajah Naruto, tanpa basa-basi Naruto segera bergabung dengan mereka..
"Cih! tak kusangka orang payah sepertimu bisa mengalahkan musuh sekuat ninja bersaudara yang menyerang barusan.." ucap Sasuke kesal merasa dirinya kalah dari Naruto.
"Hehe!.. sudah kubilang jangan meremehkanku! Sasuke!." Balas Naruto sembari menunjuk dirinya diikuti perasaaan Bangga yang teramat..
"Cih! kau hanya beruntung."
"EH! APA KAU BILANG!?."
"Naruto, bertengkarnya nanti saja.. ada hal penting yang harus kita bicarakan," ujar Kakashi sembari menyipitkan matanya pada Tazuna.
Segera mereka bertiga mulai mengikat dua Ninja bersaudara di sebuah pohon untuk di intrograsi terlebih dahulu..
"sepertinya mereka ini Chuunin berasal dari desa Kiri, mereka terkenal sebagai Shinobi yang terus melanjutkan pertarungan walaupun harus mengorbankan semuanya termasuk rekan-rekannya sendiri." Jelas Kakashi tidak lepas mengawasi dua Ninja bersaudara tersebut.
"kenapa kau bisa membaca gerakan kami?!." Ucap Salah satu Ninja yang masih sadar sementara temannya tidak sadarkan diri..
"di hari yang cerah ini mana mungkin ada genangan air, apalagi sekarang sedang tidak musim hujan.." jawab Kakashi datar.
"jika kau menyadarinya kenapa kau tidak langsung menghabisi mereka berdua dan malah membiarkan tiga bocah ini menghadapi mereka berdua?." Tanya Tazuna penasaran.
"hal itu mudah bagiku untuk melenyapkan mereka berdua tapi.." sejenak Kakashi menoleh kearah Tazuna yang berdiri disamping."ada hal yang ingin aku ketahui soal siapa yang menjadi incaran mereka berdua." Tambah Kakashi pada Tazuna.
"Apa maksudmu?."
"Maksudku adalah apa yang mereka incar, apa itu kau atau seseorang diantara kami.. aku tidak mendapat informasi ada Shinobi lain yang mengincarmu dalam misi ini, seharusnya kami hanya mengawal dan melindungimu dari perampok maupun bandit... jika seperti ini maka tingkat misi ini berubah menjadi B." Mendengar penjelasan Kakashi sontak membuat Tazuna terdiam..
"kalau sampai ada Shinobi yang mengincarmu itu berarti misi ini berubah menjadi tingkat B yang mana bayarannya akan lebih mahal.. sepertinya ada alasan dibalik semua ini, tapi jika kau tidak ingin mengatakan yang sejujurnya maka kami tidak bisa berbuat apa-apa karena ini diluar konteks misi tingkat C." Ujar Kakashi tiba-tiba terjadi keheningan diantara mereka semua..
"ka-kalau begitu kenapa kita tidak membatalkan misi ini dan pulang ke desa, jika dipaksakan bisa-bisa Kakashi-sensei dan Sasuke-kun kerepotan karena hanya kalian berdua yang bisa diandalkan disini." saran Sakura pada Kakashi yang tengah mempertimbangkan masukan tersebut, sontak ekspresi amarah tercipta di wajah Naruto..
.
.
.
Di suatu tempat atau lebih tepatnya di tengah hutan terdapat sebuah bangunan berbentuk kerucut yang menempel pada batang pohon besar, bangunan tersebut dijaga ketat oleh orang-orang tangguh bertubuh tinggi besar dan memiliki sorot mata yang tajam..
Didalam bangunan tersebut terlihat sosok pria pendek berusia sekitar 50an tengah marah-marah kepada bawahannya..
"GAGAL KATAMU!?.. kupikir kalian adalah Ninja-ninja terhebat, makanya aku menyewa kalian dengan bayaran yang sangat mahal." Bentak pria cebol berkacamata itu pada bawahannya, sementara itu tak jauh dari tempat pria cebol itu berdiri duduk seorang Ninja tangguh yang memanggul pedang besarnya sembari memperhatikan pria tersebut..
Klek!
Terdengar bunyi pedang Ninja tersebut yang langsung mengarah ke..
.
Jrassshh!
Tiba-tiba saja Naruto menusukkan kunai-nya ke tempurung telapak tangan kirinya dengan keras hingga cipratan darah tersebut mengenai tanah, sontak apa yang dilakukan Naruto mengundang perhatian semuanya termasuk Tazuna..
"Naruto!.. Apa yang sedang kau lakukan!?." Bentak Sakura melihat tingkah Naruto yang ceroboh..
"untuk mengejar impianku aku selalu berlatih keras sendirian setelah menyelesaikan misi agar aku menjadi kuat, aku tidak akan mundur semudah itu.. dengan kunai ini aku bersumpah,-" sambil menunjukkan kunai yang tertancap di tempurung tangan kirinya beserta seringai ala Zaraki Kenpachi kearah Tazuna dan teamnya."akan melindungi Tazuna-san dan menyelesaikan misi ini!."
.
.
.
Di tempat sebelumnya..
Set!
Ninja tersebut mengarahkan pedang besarnya kearah pria cebol yang diasumsikan sebagai boss-nya "dengan pedang pembantai ini, akan kupastikan melenyapkan penganggu yang berani menentangmu." ucap sang Ninja tersebut.
"Hoo~, apa kau yakin?.. lawan kita sepertinya juga menyewa sekelompok Ninja, selain itu dengan gagalnya percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Ninja bersaudara itu sudah pasti mereka pasti lebih waspada sekarang." ujar pria tersebut..
"Heh! kau pikir aku ini siapa.. apa kau tidak yakin kenapa orang-orang menjuluki-ku Zabuza Momochi si iblis dari desa Kirigakure." Ucap Ninja bernama Zabuza dengan nada dingin nan menusuk.
.
.
.
"Naruto.. tindakanmu itu cukup mengesankan tapi apa kau tidak apa-apa melakukannya?." Tanya Kakashi yang langsung mendapatkan ekspresi heran Naruto."Jika lukanya tidak segera di obati, kau bisa mati kehabisan darah lho!?." Tambah Kakashi dengan raut wajah tanpa dosa.
"HUAAAAA!, TIDAK! TIDAK!.. AKU TIDAK MAU MATI DENGAN CARA SEPERTI INI!." panik Naruto ala Komikal.
"Dasar Naruto payah!." bentak Sakura tidak habis pikir dengan tingkah Naruto..
"Coba perlihatkan tanganmu yang terluka." Sejenak Kakashi menyipitkan matanya ketika luka akibat kunai Naruto sembuh dengan cepat.
'hmm~ lukanya sembuh dengan cepat, apa mungkin ini karena Kyuubi?.' Batin Kakashi menduga luka Naruto sembuh berkat Bijuu yang ada didalam tubuh Naruto.
"Ano~ Kakashi-sensei!?.. apa sensei sudah selesai?." Ucapan Naruto sontak menyadarkan Kakashi dari lamunannya.
"nah~ sudah.. kau akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan." Balas Kakashi selesai melilitkan perban di tangan kiri Naruto.
"permisi, Kakashi-sensei.." ucapan Tazuna sontak mengundang perhatian Kakashi."ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semua.." ujar Tazuna pada team 7.
Segera team 7 mulai mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tazuna..
"aku tahu pekerjaan ini di luar Misi kalian tapi seperti yang kalian ketahui aku sedang diincar oleh seorang pria yang sangat mengerikan.." ungkap Tazuna.
"pria yang sangat mengerikan?." Beo Naruto..
"siapa dia?." Tanya Sakura penasaran.
"Kalian pasti kenal dengan orang ini, dia adalah pengusaha sukses di bidang transportasi pelayaran.. dia bernama Gato." Mendengar nama tersebut sontak Kakashi sedikit menaikkan alisnya.
"Eh!?, Gato.. maksudmu orang terkaya di dunia itu?!."
"benar.. secara legal dia menjalankan pelayaran dengan sukses namun di balik itu semua Gato menjual obat-obatan dan barang ilegal, lebih buruknya lagi dia memanfaatkan perampok dan Ninja pelarian untuk melancarkan usaha-nya tersebut.. Gato adalah pria terkejam yang melegalkan segala cara demi mengambil alih perusahaan lain dan menguasai sebuah negara, dengan seluruh kekayaan yang dia miliki Gato memaksa masuk ke negara kami lalu menguasai seluruh usaha transportasi dan pelayaran pulau.. tapi hal yang ditakuti oleh Gato adalah selesainya jembatan yang saat ini aku bangun." Jelas Tazuna menceritakan keadaan yang sedang ia alami..
"jadi begitu.. karena itu Tazuna-san membuat jembatan itu agar menjadi penghalang bagi usaha Gato." Ujar Sakura sembari mencubit dagu-nya.
"kalau begitu, Ninja-ninja yang menyerang kita barusan adalah suruhan gato.." tutur Sasuke.
Sementara Naruto hanya terpaku dengan ekspresi bodoh karena tidak mengerti dengan ucapan mereka semua..
"tapi aku masih belum mengerti, kalau saja kami tahu lawannya adalah Ninja berbahaya.. kenapa kau berbohong waktu menyewa kami?." Tanya Kakashi masih penasaran, sontak Tazuna terdiam sesaat..
"negara Nami adalah negara yang sangat miskin bahkan penguasanya pun juga tak memiliki kekayaan.. maka dari itu kami tidak memiliki cukup uang untuk menyewa Ninja yang lebih tinggi kemampuannya." Ucap Tazuna dengan nada parau.
Tercipta keheningan diantara mereka semua..
"HEH! sudah kubilang paman, aku akan melindungimu dan menyelesaikan misi ini apapun caranya.. akan kutunjukkan kemampuanku yang sesungguhnya untuk mengusir orang-orang jahat pergi dari desa kalian!." seru Naruto dengan semangat 45, sontak Tazuna memandang Naruto dengan penuh harap..
"bocah, kau.." gumam Tazuna.
"aku akan ikut Naruto, membiarkannya sok jagoan seperti itu membuatku kesal.. aku tidak ingin kalah dari orang payah seperti dia." Ucap Sasuke yang langsung mengundang emosi Naruto..
"Teme! Kau hanya membuatku semakin jengkel tahu!."
"A-aku juga, jika Sasuke ikut maka aku juga akan ikut.." sahut Sakura.
Senyum tipis Tazuna terpatri di wajah tua-nya..
"kalian.."
"Yare~ Yare~ sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti mereka, baiklah.. kami akan membantumu, Tazuna-san." Mendengar pernyataan Kakashi Naruto, Sasuke dan Sakura mengangguk setuju.
Akhirnya team 7 memutuskan untuk melanjutkan misi, berkat Naruto misi yang seharusnya dibatalkan oleh Kakashi kini berlanjut secara tidak resmi...
.
.
.
Sore hari di sekitar perbatasan negara Nami no Kuni, di perairan negara tersebut di penuhi dengan kabut dan team 7 bersama Tazuna menaiki sebuah perahu untuk mencapai tempat tujuan...
"kabutnya tebal sekali, aku tidak bisa melihat apa-apa." Ucap Naruto.
"jika sudah terlihat sebuah jembatan maka kalian akan sampai di negara kami." ujar tukang perahu yang mengantarkan team 7 dan Tazuna.
Samar-samar dari kejauhan terlihat bayang-bayang sebuah jembatan, Naruto yang melihat hal itu menyipitkan matanya sebelum kedua matanya membulat saat objek yang diasumsikan jembatan semakin jelas dan kabut disekitar mulai menipis..
"WUAAAHHH! BESAR SEKALI!.." seru Naruto seperti anak TK.
"He-Hei!.. jangan keras-keras, kalau posisi kita diketahui bisa-bisa kita dalam masalah besar." ucap tukang perahu memperingati Naruto.
Seketika semua yang ada di perahu terdiam termasuk Naruto dengan ekspresi keringat dingin sambil menutup mulutnya...
'HAHAHA! Dasar bocah payah!.. lain kali kalau kau ingin bertingkah, lihat dulu kondisi di sekitarmu.' Sahut Kyuubi dari alam bawa sadar.
'Berisik! Dasar Rubah tidak berguna!...' bentak Naruto lewat Mindlink..
"sebentar lagi kita sampai." Ujar sang tukang Perahu membawa mereka semua mengarah ke sebuah jalur persembunyian yang biasa dia lewati..
"Tazuna, sepertinya sampai saat ini kita belum ketahuan tapi untuk berjaga-jaga kita akan melewati rute perairan Mangu Rope sembari sembunyi-sembunyi.." ucap tukang perahu pada Tazuna.
"terima kasih, ya.." balas Tazuna.
Perlahan tapi pasti perahu yang mereka tumpangi perlahan melewati sebuah terowongan kecil, arus yang tenang membuat perjalanan mereka mulus tanpa hambatan sedikit hingga terlihat cahaya di ujung terowongan tersebut..
"Waaa!.." Naruto terpukau ketika perahu mereka sampai di ujung terowongan dan menampilkan sebuah perkampungan kecil diatas air, dirasa cukup aman sang tukang perahu langsung menyalakan mesin perahunya dan laju perahu tersebut sedikit lebih cepat..
Perahu mereka melewati beberapa hutan bakau yang rindang sebelum akhirnya perahu mereka menepi di sebuah dermaga kecil...
"aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai disini, berhati-hatilah Tazuna-san.." ujar sang tukan perahu pada Tazuna.
"ya, terima kasih atas tumpangannya.. maaf merepotkan." Jawab Tazuna tersenyum tipis, seketika tukang perahu itu memacu perahunya pergi sejauh mungkin dari sana..
"baiklah, antarkan aku sampai ke rumah dengan selamat ya.." tutur Tazuna mengikuti team 7 dari belakang..s
"Ha'i~ Ha'i~ tidak perlu khawatir." Jawab Kakashi dengan santai.
Di tengah perjalanan menuju tempat tinggal Tazuna sekilas Sasuke melirik kearah Naruto yang tengah bersenandung kecil dengan ekspresi ceria seperti biasa, didalam dirinya bertanya-tanya dari mana Naruto mendapatkan kekuatan yang menyamai para Kage..
'Cih! bagaimana bisa orang payah seperti dia punya kekuatan sebesar itu.. aku tidak boleh sampai kalah!.' Batin Sasuke sambil mengeratkan kepalan tangannya memandang dingin Naruto.
"Hm~ ada apa Sasuke?!.." tanya Naruto ketika merasa dirinya diperhatikan oleh Sasuke.
"hn, tidak ada.." jawab Sasuke sembari membuang muka.
'Ck! orang ini selalu membuatku kesal dengan gaya sok Cool-nya..' batin Naruto memandang sinis ala komikal kearah Sasuke.
Deg!
Seketika Naruto yang berjalan didepan bersama Sasuke langsung menghentikan langkahnya, sontak hal itu mengundang rasa curiga semua..
"Hey! kenapa kau berhenti.." seru Sakura pada Naruto yang tengah mengarahkan pandangannya kearah semak-semak.
Syut!
Tanpa basa-basi Naruto langsung melemparkan Shuriken kearah semak-semak namun tidak terjadi apa-apa, sontak semua pandangan dingin ala komikal mengarah pada Naruto...
"Eh!?, Tidak terjadi apa-apa ya.."
Tong!
"Dasar bodoh!, untuk apa kau melakukan hal semacam itu!." bentak Sakura sembari menjitak kepala Naruto.
"Aduh!" seketika Naruto berjongkok sambil memegang puncak kepalanya yang panas akibat jitakan Sakura yang begitu kuat.
"He-hei, tolong jangan asal sembarangan melempar Shuriken.. bisa-bisa kau membunuh seseorang." Ucap Kakashi sembari memijit keningnya melihat tingkah Naruto..
Sedangkan Sasuke hanya bisa mendengus sembari bersedekap karena tidak ingin melihat wajah konyol Naruto..
"Hey! bocah, jangan melakukan hal yang aneh-aneh disaat seperti ini!."
"sungguh aku sedang tidak bercanda!, tadi aku merasakan sesuatu dibalik semak-semak itu.." seru Naruto yang langsung bangkit dari tempatnya sambil menunjuk-nunjuk kearah semak.
Deg!
Seketika Kakashi merasakan sesuatu dibalik semak-semak bekas lemparan shuriken Naruto, meninggalkan mereka semua Kakashi mencoba memeriksa Shuriken yang mengarah ke semak-semak tersebut..
Benar saja terlihat seekor kelinci sedang kejang-kejang ala komikal dengan Shuriken yang hampir menancap tepat diatas kepalanya, dari arah belakang Kakashi muncul Sakura yang menghampiri sang Jonin dan mengikuti arah pandangan Kakashi..
"seekor kelinci?!." Beo Sakura..
Setelah itu Sakura membawa kelinci tersebut bersamanya sambil menunjukkan hasil perbuatan Naruto..
"lihat! Apa yang sudah kau lakukan terhadap kelinci ini!.. kelinci ini hampir saja terkena lemparan Shuriken-mu." Bentak Sakura sambil menunjukkan kelinci yang setengah koma ala komikal..
"HUAAA! Sungguh aku tidak tahu jika itu adalah seekor kelinci.." dengan erat Naruto memeluk kelinci tersebut sembari menangis ala komikal..
"tadi itu kelinci salju dan sekarang sedang musim panas, kenapa warna bulunya berwarna putih.. jenis kelinci ini hanya akan merubah warna bulunya menjadi putih saat minim mendapatkan cahaya, itu berarti kelinci ini di gunakan sebagai hewan pengintai.. rupanya mereka sudah hadir di sini." Gumam Kakashi memasang mode waspada sembari menajamkan insting-nya..
Benar saja dari balik salah satu dahan pohon yang daunnya cukup rindang, terlihat seorang Ninja kirigakure sedang mengawasi team 7 berserta Tazuna dari jauh...
'begitu rupanya, pantas saja dua bersaudara itu mudah sekali dikalahkan oleh orang-orang ini.. rupanya diantara mereka ada seorang Ninja Konoha yang dijuluki sebagai Ninja peniru, Hatake Kakashi..' batin Ninja bernama Zabuza sambil memegang erat gagang pedang Kubikiribocho..
Wussshhh!
Sontak Kakashi menoleh dengan cepat kebelakang karena merasakan sesuatu yang cepat dan besar mengarah mereka semua..
"SEMUANYA!, MERUNDUK!." Seru kakashi pada Tazuna dan tiga muridnya, mendengar hal itu sontak semuanya merunduk sesuai perintah Kakashi..
Dengan cepat pedang Kubikirbocho melesat seperti Shuriken besar melewati atas kepala masing-masing anggota Team 7 dan Tazuna..
Jleb!
Tak!
Bilah pedang Kubikirbocho akhirnya menancap di salah satu pohon tak jauh dari tempat team Kakashi berdiri, tidak hanya itu saja terlihat Zabuza muncul bersamaan dengan pedangnya yang tertancap beberapa detik lalu sedang berdiri di gagang pedangnya sambil membelakangi Team Kakashi..
"tidak salah lagi, orang ini.." gumam Kakashi memandang datar Zabuza.
'orang itu kelihatannya sangat kuat!.' batin Sasuke menatap Zabuza.
'yosh! Kali ini aku akan menunjukkan pada semuanya betapa hebatnya aku!.' Naruto berencana untuk pamer kekuatan ketika datang musuh yang sangat kuat.
"Wah~ Wah~ lihat siapa yang muncul, Ninja pelarian yang di juluki Iblis dari Kirigakure.." ujar Kakashi pada sosok bernama Zabuza.
Naruto berniat maju untuk bertarung namun rupanya ia di tahan oleh Kakashi..
"kau tidak perlu melawannya, dia berbeda dari ninja yang sebelumnya kau tumbangkan.. tingkat kekuatannya setara dengan Jounin, yang ini biar aku saja yang hadapi." Ucap Kakashi tanpa memandang wajah Naruto.
"ta-tapi Sensei!.."
"aku bilang mundur." Ucap Kakashi yang kedua kalinya.
Mendengar hal itu sontak membuat Naruto mengeratkan kepalan tangannya sebelum langkahnya mundur kebelakang sembari berdiri disamping Sasuke..
"kalau melawannya, kurasa sudah saatnya aku menggunakan ini.." seketika Kakashi menaikkan pelindung kepala yang menutupi mata kirinya, kini terlihat mata sebelah kiri Kakashi berpola tiga tomoe."sekarang keadaanya benar-benar merepotkan."
Sontak Sasuke terkejut bukan kepalang melihat Mata Doujutsu yang menjadi kekkei Genkai clan Uchiha dimiliki Kakashi..
Sharingan!
.
.
.
.
Chapter 04 End...
Note : yah aku mendapat beberapa review dan beberapa senpai mengatakan fic-ku ini membosankan, yah~ aku tengah berusaha memperbaiki apa yang salah jadi terima kasih atas masukan senpai yang terhormat, bagi para pembaca yang ingin memberi saran atau kritik pada Author silahkan Pm Author atau me-review.. sekian dari Author dan terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca fic-ku ini.. Arigatou~.
