NARUTO THE GREAT NINJA FROM HIDDEN LEAF

Genre : Adventure, Friendship

WARNING! :Typo, alur melenceng, SEMI-OP Naruto, Strong Naruto, paragraf berantakan, Gaje, word tidak menentu, canon, OOC, banyak istilah yang kurang dimengerti, bahasa baku dan aneh..

Summary : Naruto Uzumaki, dia adalah bocah nakal yang berasal dari desa konoha namun siapa sangka jika dirinya bertemu dengan sosok misterius yang memberikan sedikit kekuatan tambahan hingga mengakibatkan hidupnya sedikit berubah, bagaimana perjalanan Naruto dalam meraih cita-citanya menjadi Hokage...

.

.

.

.


Chapter 5

The Devil from Kiri


.

Saat ini situasinya sangat genting sebab Team 7 berhadapan dengan salah satu anggota 7 pendekar pedang Kirigakure bernama Zabuza Momochi, keheningan terjadi diantara mereka semua...

"ternyata dugaanku benar, musuhku kali ini adalah Kakashi si Ninja peniru.." ucap Zabuza masih membelakangi Kakashi, sementara Naruto yang melihat mata kiri Kakashi hanya bisa terpaku..

'Mata apa itu?.' batin Naruto..

'Grrrr! Mata sialan itu..' Kyuubi mengeram kesal ketika melihat mata Sharingan.

"kau dapat meniru semua Jutsu hanya dengan sekali lihat menggunakan mata itu.." ujar Zabuza.

Sontak daerah di sekitar mulai muncul kabut tebal secara misterius, Sasuke yang berdiri dibelakang Kakashi menyipitkan matanya karena terkejut Kakashi yang notabene-nya bukan salah satu anggota clan Uchiha..

'Sharingan adalah Kekkei Genkai khusus milik clan Uchiha, bagaimana bisa orang ini punya mata itu?..' batin Sasuke.

"didalam bingo book aku menemukan hal yang menarik, di buku tersebut aku menemukan satu Ninja yang sudah meniru lebih dari 1000 Jutsu dan rupanya orang tersebut adalah kau, Hatake Kakashi.."

Sejenak Kakashi dan Zabuza saling pandang dengan pandangan dingin, perlahan Zabuza bersiap menyerang sementara Kakashi masih dengan posisinya..

"sebaiknya kita akhiri saja pembicaraan ini, aku harus segera membunuh orang tua itu.."

Sret!

Whosh!

Tiba-tiba saja Zabuza menghilang bersama pedang andalannya, melihat lawannya tidak ada Naruto, Sasuke dan Sakura segera melindungi Tazuna sembari memasang kuda-kuda bertarung...

Kakashi mengedarkan pandangannya ke segela arah hingga akhirnya ia menemukan Zabuza tengah berdiri diatas air sambil memasang segel jutsu yang menyebabkan air disekitarnya bergejolak..

'pengendalian Chakranya luar biasa.' Batin Kakashi.

Ninpou : Kirigakure no Jutsu

seketika tubuh Zabuza perlahan tertiup bersama angin dan menghilang lagi..

"Di-dia menghilang!.." ujar Naruto.

"Sensei!."

Kakashi mulai mendekati tepi sungai untuk memeriksa."dia pasti mengincarku duluan jadi tetap waspada, Zabuza adalah tipe Ninja yang mengandalkan kabut untuk membunuh lawannya.. jika lengah sedikit saja kalian akan tmat sebelum menyadarinya selain itu sebenarnya aku belum benar-benar menguasai tehnik mata Sharingan.." mendengar ucapan Kakashi berbagai macam ekspresi tercipta di raut wajah mereka bertiga..

Keadaan di sekitar Naruto, Sakura dan Sasuke terlalu sunyi bahkan kabutnya semakin tebal..

"delapan pilihan!." Tiba-tiba terdengar suara diantara kabut-kabut tebal.

"Eh!? Apa!?.." ucap Sakura entah pada siapa.

"leher, jantung, hati, rusuk, urat nadi, ginjal, pankreas, liver... sekarang pilih organ dalam kalian yang ingin dihancurkan." Ucap suara Zabuza dari balik kabut yang semakin tebal.

Sontak keringat dingin Naruto mulai menetes mendengar hal tersebut, Kakashi yang berdiri cukup jauh dari Tazuna menatap waspada disekitarnya, seketika Kakashi menyatukan kedua tangannya dan terciptalah hembusan angin kuat yang langsung menyapu kabut-kabut tebal..

Deg!

'pe-perasaan apa ini!?, aura pembunuh dari dua Ninja tingkat jounin sehebat ini!?.. jika terus seperti ini lebih baik aku membunuh diriku sendiri untuk menghilangkan ketakutan ini.' batin Sasuke gemetar saat merasakan aura pembunuh Kakashi yang menggelegar, sejenak Sasuke seperti ingin melukai dirinya dengan kunai untuk menenangkan rasa ketakutan yang berlebih..

"Sasuke.. aku tidak akan membiarkan anggota team-ku mati." Ucap Kakashi sembari menoleh kearah Sasuke dengan ekspresi mirip Gin Ichimaru..

Saat kabut mulai menghilang tiba-tiba saja Zabuza muncul diantara Sakura dan Sasuke, dengan cepat Zabuza langsung menebaskan Kubikiribocho kearah Tazuna namun...

Jleb!

Secepat kilat Kakashi melesat kearah Zabuza dan berhasil menghentikan tebasan pedang Zabuza sembari menusukkan kunai kearah rusuk bagian kiri Zabuza, sontak Naruto, Sakura, Sasuke dan Tazuna terpental beberapa meter kebelakang..

Kakashi semakin mendorong kunainya menusuk kedalam rusuk Zabuza namun rupanya tubuh yang Kakashi serang adalah Mizu Bunshin, dari belakang muncul Zabuza yang asli sembari bersiap menebaskan pedangnya..

"Sensei! Dibelakang.." seruan Naruto langsung menyadarkan Kakashi dan sempat Kakashi sendiri menoleh kebelakang namun..

Jrassshhh!

Senyum kemenangan terpatri di wajah Zabuza ketika ia berhasil menebas Kakashi hingga tubuh sang Ninja peniru itu terbelah menjadi dua bagian tapi sayangnya...

Cplasshh!

Tubuh Kakashi langsung pecah menjadi percikan air bersamaan dengan Mizu Bunshin Zabuza, sontak hal itu mengejutkan Zabuza hingga terpaku ditempat..

'rupanya begitu, sejak awal dia sudah meniru jutsu-ku.. sepertinya aku lengah.' Batin Zabuza.

Clek!

Dari belakang sebuah kunai sudah tertodong di leher Zabuza, rupanya Kakashi berhasil mengecoh Zabuza..

"he! Aku mengerti sekarang, kau sengaja membuat bunshin-mu mengatakan hal semacam itu supaya perhatianku terarah pada bocah tampan itu sementara kau yang asli bersembunyi diantara kabut dan menunggu kemuncullanku." Ucap Zabuza pada Kakashi yang sedang menodongkan kunai kearah lehernya."Tapi.." sejenak Zabuza menggantungkan kalimatnya yang langsung membuat kedua mata Kakashi menyipit.

Deg!

"aku juga tidak semudah itu tertipu." Ucap Zabuza dingin yang sudah berada dibelakang Kakashi.

Cplasshh!

Seketika Mizu bunshin milik Zabuza lenyap..

'Sial.' Batin Kakashi sempat menoleh kebelakang dan melihat sekilas Zabuza langsung menebaskan pedangnya secara horizontal dengan sangat keras..

Wusss!

Dengan cekatan Kakashi langsung merunduk hingga membuat tebasan pedang Zabuza meleset dan ujung pedang Kubikiribocho langsung menancap dengan keras di tanah..

Tak!

Hampir saja pegangan Zabuza terhadap pedangnya hampir lepas hingga secara reflek Zabuza kembali menggengam ujung pedangnya lalu melesatkan Back-kick keras kearah Kakashi..

Duagh!

Seketika Kakashi terpental akibat tendangan keras Zabuza hingga menyebabkan sang Jounin tercebur ke sungai..

"Sekarang!." gumam Zabuza langsung mengeratkan genggaman Kubikirbocho lalu melesat mengejar Kakashi namun..

Sreet!

Langkahnya terhenti ketika sebuah paku-paku tajam bertebaran ditanah..

"Heh!, menggelikan sekali.." ucap Zabuza.

Naruto, Sasuke dan Sakura menatap horor pertarungan keduanya, mereka baru saja menyaksikan pertarungan Ninja yang sesungguhnya..

'orang itu cukup kuat, dia bisa mengalahkan Kakashi-sensei dengan mudahnya..' batin Sakura.

'kemampuan Taijutsu-nya cukup hebat.' Sasuke menatap datar Zabuza..

Pyarrr!

Kakashi muncul ke permukaan namun ia merasakan permukaan air terasa berat..

"Heh! dasar bodoh.." tiba-tiba Zabuza sudah berada di belakang Kakashi sambil merapal segel Jutsu..

Suiton : Suiro no Jutsu!

Seketika Kakashi langsung terperangkap dalam gelembung air, sejenak Zabuza memasukkan pergelangan tangan kanannya kedalam penjara air..

"untuk menghindari seranganku, kau sengaja membiarkan tubuhmu jatuh ke dalam air yang mana itu adalah kesalahan terbesarmu.. ini adalah penjara air khusus dan kau tidak akan bisa kemana-mana, sangat merepotkan bila kau dibiarkan bergerak bebas.." Ucap Zabuza pada Kakashi yang terperangkap, lantas pandangan Zabuza mengarah ke tiga bocah yang tengah kembali pulih dari shok mereka."Hatake Kakashi, sepertinya pertarungan kita tertunda sebentar.. setelah aku membereskan tiga bocah yang berlagak seperti Ninja." Tambah Zabuza memandang dingin kearah mereka bertiga sambil mengangkat tangan kiri yang membentuk segel harimau..

Suiton : Mizu bunshin no Jutsu

'sial!, aku tidak menduga dia setangguh itu..' batin Kakashi.

Seketika tercipta Bunshin Zabuza dari air..

"Hehe!.. seorang bocah yang berlagak seperti Ninja hanya karena menggunakan pelindung kepala, menyedihkan sekali.. dengar bocah, yang namanya Ninja itu adalah orang yang bertahan hidup dalam situasi yang selalu mengancam nyawa.. dengan kata lain, kalau namamu sudah tercatat dalam bingo book barulah kau pantas menyebut dirimu ninja.. bocah ingusan seperti kalian tidak pantas menjadi Ninja." Ucap bunshin Zabuza perlahan menghilang dari pandangan mata..

"Me-menghilang lagi!?.." seru Naruto sembari mengedarkan pandangannya dan tetap waspada, begitu juga dengan Sasuke dan Sakura..

Duagh!

Sreeett!

Entah darimana tiba-tiba bunshin Zabuza berhasil mendaratkan sebuah tendangan keras hingga menyebabkan Naruto terseret cukup jauh hingga menyebabkan pelindung kepalanya lepas..

"NARUTO!.." seru Sakura ketika melihat Naruto sudah tergeletak di tanah..

"Kalian bertiga hanyalah bocah ingusan.." tutur Zabuza.

"KALIAN! CEPAT LARI BERSAMA TAZUNA-SAN!.. KARENA AKU TERKURUNG DISINI ITU BERARTI ZABUZA TIDAK BISA KEMANA-MANA!, GUNAKAN KESEMPATAN INI UNTUK LARI SEBAB MIZU BUNSHIN TIDAK AKAN BERGUNA JIKA TERLALU JAUH DARI TUBUH ASLINYA!.. TUNGGU APALAGI! PERGILAH!." Bentak Kakashi pada ketiga muridnya yang tertegun mendengar ucapan Kakashi, Sasuke mengeratkan kepalan tangannya karena ia merasa tidak bisa apa-apa..

Naruto yang tergeletak di tanah memandang langit-langit, terbayang gambaran-gambaran perjuangannya untuk menjadi Ninja mulai dari merebut gulungan terlarang, berlatih keras setiap hari, mengalahkan Mizuki-sensei, mendapat pelindung kepalanya dari Iruka, hingga ia berhasil mengalahkan satu Ninja kelas chuunin, sontak hal itu memancing perasaan tidak terima ketika perkataan Zabuza menyebutkan dirinya tidak pantas menjadi seorang Ninja..

"HOI! kau pikir aku dapat dikalahkan semudah itu oleh-mu!?.. Jangan bercanda! Dasar kau manusia tisu toilet!." Sontak Naruto berusaha bangkit lalu menatap Zabuza dengan seringai lebar..

"Heh! rupanya kau ingin bermain sebagai pahlawan rupanya.." ucap bunshin Zabuza menatap remeh Naruto..

HEYAAAAAA!

Tiba-tiba Naruto berlari kearah bunshin Zabuza..

"Hentikan! Naruto!." bentak Kakashi.

"dia.." gumam Sasuke.

"Dasar Naruto payah! memangnya berapa banyak nyawa dia punya!?." Sahut Sakura melihat Naruto menerjang sendiria kearah Zabuza..

Duagh!

Lagi-lagi Naruto terpental lalu terseret hingga berhenti di didekat Sasuke dan Sakura..

"Dasar Bodoh! kenapa kau menyerang sendirian!.. genin seperti kita tidak akan mampu melawan Ninja yang setingkat Jounin seperti orang itu." bentak Sakura pada Naruto namun Naruto tidak mengindahkan perkataan Sakura..

Perlahan Naruto bangkit kembali dan kali ini tangan kirinya memegang pelindung kepalanya yang terlepas akibat tendangan keras bunshin Zabuza, sontak Sakura tersentak mendapati Naruto berhasil mendapatkan pelindung kepalanya..

'Eh!, pelindung kepala itu!?..' batin Sakura.

Sasuke hanya tertegun melihat keadaan Naruto yang lusuh, Zabuza hanya memandang datar dari kejauhan..

"OI! Manusia tisu toilet.. catat ini baik-baik,-" Naruto kembali memakaikan ikat kepalanya lalu memandang datar Zabuza."aku adalah Ninja Konoha dan Namaku adalah Uzumaki Naruto, sebentar lagi kau akan segera kuhajar habis-habisan." Tambah Naruto..

Bersamaan dengan ucapan tersebut tiba-tiba secara misterius mantel Chakra Naruto mulai aktif dan mulai menyelimuti seluruh tubuh Naruto..

Deg!

Sontak pandangan Zabuza menajam ketika melihat perubahan drastis yang terjadi pada Naruto sementara ekspresi Tazuna terkejut mendapati bocah yang selama ini ia remehkan kini mulai menunjukkan taringnya..

'Se-sepertinya aku terlalu meremehkan bocah itu.' batin Tazuna.

Sementara Kakashi yang melihat hal itu tertawa kecil hingga mengundang perhatian Zabuza..

"kenapa kau tertawa!?." Tanya Zabuza dengan nada mengintimidasi..

"Oh! tidak apa-apa, aku hanya kasihan padamu karena sudah membuat muridku yang paling payah itu marah." Jawab Kakashi dengan santai sambil bernafas lega, sementara Zabuza mengeram kesal mendengar jawaban Kakashi.

Ditempat Naruto yang kini dalam mode Chakra no Yoroi mulai menatap dingin bunshin Zabuza..

"Sasuke!, kau masih ingat dengan kejadian minggu lalu!?.. ayo kita lakukan lagi." ucap Naruto membelakangi Sakura dan Sasuke, mendengar hal itu Sasuke tersenyum tipis lalu menghampiri Naruto dan berdiri disampingnya.

"Heh! apa aku harus bekerja sama denganmu!?." Melihat Naruto dalam mode terbaiknya Sasuke merasa tenang sembari menyiapkan kunai ditangannya..

'Pe-perasaan ini!.. seperti waktu itu!.' batin Sakura teringat dengan kejadian waktu ujian bertahan hidup minggu lalu.

"Kau sudah siap!?."

"kapanpun kau siap!, Naruto.."

Wusshh!

Sontak Naruto dan Sasuke menghilang secara tiba-tiba, bunshin Zabuza kembali mengeratkan pegangan Kubikiribocho sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar hingga...

DUAGH!

Cplash!

Tanpa diduga Naruto berhasil mendaratkan pukulannya tepat di wajah bunshin Zabuza hingga bunshin tersebut menghilang hanya dengan sekali pukul, Zabuza yang melihat hal itu mengeram kesal..

"Cih! bocah pendek itu.." gumam Zabuza memandang kesal Naruto, namun pandangannya seketika melebar ketika ia merasakan seseorang di udara..

Rupanya Sasuke melompat tinggi dengan Naruto sebagai pijakan, seketika Sasuke merapal Jutsu andalannya dengan cepat...

Katon : Gokakyu no Jutsu!

Seketika semburan api Sasuke mengarah tepat ke Zabuza, mau tidak mau Zabuza menghindar dan melepaskan penjara air yang menahan Kakashi..

Whoosshh!

Semburan api Sasuke berhasil menghalau Zabuza dan melepaskan Kakashi dari penjara air, kini Kakashi bergabung bersama yang lain..

"kerja sama team bagus, Sasuke.." puji Kakashi yang direspon senyum tipis Sasuke.

Wussshh!

Tiba-tiba saja Naruto melesat kembali kearah Zabuza yang tengah berdiri di tengah sungai, tidak ingin kalah Zabuza langsung merapal segel jutsu...

Suiton : Suuryudan no jutsu

Dari permukaan air muncul naga air raksasa yang melesat kearah Naruto..

BLAST!

Dengan cepat naga air tersebut menelan Naruto kedasar sungai, melihat jutsu-nya berhasil mengalahkan Naruto senyum kemenangan terpatri diwajah Zabuza namun..

DUAGH!

Dari bawah Zabuza tiba-tiba Naruto muncul sembari mendaratkan Uppercut hingga mementalkan Zabuza ke udara, dengan sekali hentakan Naruto melompat keatas melewati tubuh Zabuza hingga akhirnya...

BUAGH!

Bummnn!

Dengan sangat keras Naruto menendang Zabuza melesat kebawah hingga ke daratan dan menabrak tiga pohon..

Jleb!

Jleb!

Ketika Zabuza menabrak pohon terakhir sontak dua buah kunai melesat dan menancap di pergelangan dan kaki kanan Zabuza, dari atas dahan pohon terlihat Kakashi berjongkok sembari memandang datar Zabuza..

"Ugh!.. ba-bagaimana bisa bocah itu me-mengalahkanku!?." tanya Zabuza berusaha mendongak keatas.

"Uhmm~ bagaimana ya.. aku lupa mengatakan satu hal padamu, jangan pernah meremehkan Shinobi Konoha." Jawab Kakashi menatap tajam Zabuza sembari menyiapkan sebuah kunai.

SYUUT!

KRAAK!

Tidak jauh dari tempat Zabuza tiba-tiba Naruto melesat kebawah dan mendarat dengan keras hingga menyebabkan tanah disekitarnya retak, Naruto menatap datar Zabuza lalu menghampiri Ninja Kirigakure tersebut sambil mengeratkan kedua kepalan tangannya..

"Cukup Naruto! dari sini biar aku saja yang urus." Perintah Kakashi pada Naruto, seketika Naruto menghentikan langkahnya tanpa melepaskan pandangannya pada Zabuza..

Cough!

Cough!

Zabuza terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah yang membasahi perban yang menutupi wajahnya."Sial! aku tertipu oleh penampilannya yang terlihat seperti bocah payah yang ceroboh.." Rutuk Zabuza berusaha bangkit namun terjatuh kembali karena ia merasakan setengah tubuhnya mati rasa..

Tap!

Kakashi melompat dari atas pohon dan mendarat disamping Naruto."muridku yang satu ini memang payah, namun satu hal yang harus kau ingat.." sejenak Kakashi menjeda kalimatnya lalu menaruh telapak tangannya di puncak kepala Naruto."jangan pernah menyinggung mimpi-nya sebagai Hokage, jika kau tidak ingin melawannya saat kekuatan penuh.. kau akan merasakan pertarungan tiada akhir tanpa ada jeda." Sontak perkataan Kakashi barusan membuat mantel pelindung yang menyelimuti Naruto perlahan masuk kembali kedalam tubuhnya.

"Engh!?.. apa yang sebenarnya terjadi?!." Tiba-tiba Naruto celingak-celinguk mendapati dirinya ditempat yang berbeda bersama Kakashi...

Deg!

'a-apa yang sebenarnya terjadi!?.' Batin Zabuza kaget melihat perubahan signifikan Naruto ketika tanpa mantel.

"ada apa?!, kau terkejut.. Hehe! Simpan ekspresi-mu itu untuk nanti setelah kau kuhabisi." Setelah mengucapkan itu Kakashi berniat membunuh Zabuza.

Syut!

Jleb!

Jleb!

Tiba-tiba entah dari mana sebuah jarum besi atau biasa disebut senbon melesat dan menancap di leher Zabuza hingga membuat Ninja dari Kirigakure itu tiba-tiba tak sadarkan diri..

Sontak hal itu mengundang perhatian Kakashi dan Naruto lalu dari atas pohon pandangan keduanya mendongak..

"si-siapa orang itu?!.." tanya Naruto pada Kakashi namun Kakashi tidak menjawab pertanyaan Naruto.

Sejenak Kakashi mendekati tubuh Zabuza yang tidak sadarkan diri, lalu Kakashi mulai memeriksa tubuh Zabuza dengan menyentuh urat nadi di leher Zabuza..

'kelihatannya tanda kehidupan Zabuza menghilang, itu berarti dia sudah mati..' setelah memeriksa tubuh Zabuza dari kejauhan Sakura beserta Sasuke dan Tazuna datang menghampiri Kakashi dan Naruto..

"Di-dia kenapa guru?!." Tanya Sakura melihat tubuh Zabuza yang sudah tergeletak sementara Sasuke menyipitkan matanya kearah Ninja misterius yang mengenakan topeng.

"terima kasih banyak, karena sudah membantu kami untuk melumpuhkan Zabuza Momochi.." ucap Ninja tersebut menundukkan sedikit kepalanya.

"Topeng itu.. apa kau adalah ninja pemburu!?." Tanya Kakashi pada Ninja yang diasumsikan sebagai Ninja pemburu.

"mengesankan, kau benar." jawab ninja tersebut singkat.

"Engh!? Ninja pemburu.." beo Naruto.

"ya, tugasku adalah memburu Ninja buron.. aku dari anggota team Ninja Kirigakure." Ujar Ninja tersebut.

Sejenak Kakashi tengah menganalisa Ninja pemburu tersebut..

'dilihat dari postur tubuh dan suara, dia mungkin tidak jauh lebih tua dari Naruto tapi dia sudah menjadi seorang Ninja pemburu.. dia bukan bocah biasa' batin Kakashi.

Sejenak Naruto mengalihkan pandangannya kearah Zabuza lalu ia balikkan lagi ke Ninja tersebut sampai tiga kali dengan ekspresi kesal..

"KAU!, APA MAKSUDNYA SEMUA INI!?.." teriak Naruto sembari menunjuk-nujuk, sontak hal itu mengundang perhatian Sakura dan Sasuke melihat tingkah Naruto..

"tenangkan dirimu Naruto, dia bukan musuh kita." Ucap Kakashi bangkit dari posisinya lalu menghampiri Naruto..

"AKU TIDAK BERTANYA SOAL ITU!.. ZABUZA ITU NINJA YANG KUAT, KENAPA NINJA YANG HAMPIR SAJA MENGALAHKAN SENSEI BISA DENGAN MUDAH MATI BEGITU SAJA DITANGAN BOCAH SEPERTI DIA!.. SEOLAH-OLAH KITA INI TERLIHAT DIPERMAINKAN!." bentak Naruto mendengar ucapan Kakashi.

"baik aku mengerti perasaaanmu, tapi..." Kakashi menjeda kalimatnya lalu mengusap-ngusap puncak kepala Naruto."banyak anak-anak yang lebih muda dari kau dan lebih kuat dari-ku." Ucapan Kakashi langsung membuat Sasuke yang mendengarnya terdiam sementara Naruto menggembungkan kedua pipinya..

Wush!

Ninja tersebut tiba-tiba sudah sampai dibawah menggunakan Shunsin dan muncul didekat tubuh Zabuza sembari membawa tubuh Zabuza yang besar..

"pertarungan kalian kini sudah berakhir, dan sekarang aku harus melenyapkan tubuh ini karena tampaknya tubuh ini memiliki sejumlah Rahasia penting.. sampai jumpa." Bersamaan dengan itu sang Ninja pemburu menghilang bersamaan dengan tubuh Zabuza..

"dia menghilang." Gumam Naruto.

Dirasa semuanya sudah berakhir Kakashi menutup kembali mata kirinya sembari menghela nafas lega..

"perjalanan kita lanjutkan kembali, ayo!." Perintah Kakashi.

"Hahaha! Terima kasih banyak semuanya, mari kita kerumahku untuk beristirahat sejenak." Seru Tazuna merasa lega karena ancaman sudah tidak ada.

Bruugh!

Tiba-tiba saja Kakashi ambruk ketanah..

"Kakashi-sensei!." Seru Sakura dan Naruto serempak.

"Kenapa dengan dia!?." Tazuna terlihat panik melihat Kakashi tiba-tiba tersungkur ketanah..

'tubuhku terasa tidak mau bergerak, sepertinya aku terlalu berlebihan menggunakan Sharingan..' batin Kakashi meratapi nasibnya..

.

.

.

.

Sore harinya Team 7 berhasil sampai di rumah yang menjadi tempat tinggal Tazuna, segera Kakashi dibaringkan diatas futon sementara Sasuke dan Naruto sedang bersandar di tembok sembari meluruskan kaki mereka yang sempat tegang sebelumnya akibat pertarungan berat melawan Zabuza...

"apa dia baik-baik saja?!." Tanya seorang wanita berusia 29-an bernama Tsunami pada Sakura..

"tenang saja, aku baik-baik saja.. mungkin untuk seminggu kedepan aku tidak bisa menggerakan tubuhku untuk sementara." Jawab Kakashi.

"ngomong-ngomong sensei, aku penasaran siapa bocah dibalik topeng itu." ujar Sakura sembari penasaran dengan sosok dibalik Ninja pemburu tersebut.

"hmm~ topeng itu dipakai oleh tim khusus Ninja pemburu Kirigakure, mereka dikenal sebagai team pemusnah jasad.. tugas mereka adalah melenyapkan jasad Ninja tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, didalam tubuh seorang Ninja tersimpan informasi-informasi rahasia desa.. contohnya jika aku terbunuh maka rahasia tentang sharingan akan terungkap, lebih berbahaya lagi musuh akan mencuri ninjutsu jika tidak waspada.. jasad seorang Ninja dapat mengungkapkan informasi penting, jadi para Ninja pemburu melenyapkan jasad Ninja-ninja mereka yang telah mati demi melindungi informasi tentang desa mereka.. tidak bersuara dan tidak berbau, itulah kehidupan seorang ninja." Jelas Kakashi panjang lebar yang menarik perhatian semua orang di rumah tersebut.

'jadi tubuh Zabuza akan dipotong-potong dan di buang.. Hiiii! Mengerikan.' Batin Sakura sambil membayangkan potongan tubuh Zabuza yang masih segar.

.

.

.

Sementara itu ditempat lain tepatnya di hutan yang jauh, seorang Ninja pemburu yang membawa tubuh Zabuza tengah mengeluarkan peralatan operasi pembedahan, sang Ninja mengambil gunting kecil untuk memotong perban yang melilit sebagian wajah Zabuza..

"pertama-tama aku akan memotong perban yang menutupi mulut, lalu mengeringkan darah yang menempel dan.." tanpa basa-basi Ninja tersebut segera berniat menggunting perban yang menutupi mulut Zabuza..

Tak!

"Tidak perlu!, aku bisa melakukannya sendiri!.." tiba-tiba Zabuza terbangun sembari memperlihatkan wajah seram mirip iblis dengan sorot mata lebar dan deretan gigi tajam dan menahan tangan Ninja tersebut..

"Oh! kau sudah bangun rupanya.." ucap Ninja bertopeng itu pada Zabuza.

Klek!

"sialan, kau memang kasar sekali.." ucap Zabuza sembari mencabut paksa senbon yang menancap di lehernya.

"seharusnya kau tidak mencabut jarum-jarum itu secara paksa, nanti kau bisa mati sungguhan." Jawab ninja itu.

"Hah~ mau sampai kapan kau pakai topeng bodoh itu?." tanya Zabuza selesai mencabuti senbon yang menancap di lehernya.

"topeng ini mengingatkanku pada masa itu.. ditambah lagi topeng ini bagus untuk penyamaran." sejenak Ninja pemburu itu melepaskan topeng yang melekat diwajahnya, setelah dilepas terlihat wajah seorang bocah laki-laki yang mirip wanita."tanpa topeng ini aku tidak akan bisa menyelamatkanmu dari mereka." Tambah bocah laki-laki itu.

"lain kali jika kau ingin menempatkanku dalam kematian sesaat coba untuk tidak menargetkan leherku, kau seharusnya memilih titik akupuntur yang aman." Ungkap Zabuza sembari memperbaiki perban yang menutupi sebagian wajahnya.

"kurasa kau benar." sahut bocah laki-laki sembari tersenyum sementara Zabuza hanya memandang sesaat wajah bocah laki-laki itu."alasannya karena aku tidak ingin melukai tubuhmu dan lehermu tidak memiliki banyak otot.. jadi lebih mudah untuk mengarahkan titik akupuntur disana, seharusnya kau tidak akan bisa bergerak untuk jangka waktu seminggu kedepan tapi kurasa kau mampu untuk pulih lebih cepat." Jelas bocah laki-laki itu yang mendapat tatapan serius Zabuza.

"kau begitu polos dan pintar, berhati-hatilah sedikit.. Haku." Ucap Zabuza dengan nada sedikit mengkhawatirkan.

"Hehe~ tenang saja, aku ini sangat kuat.." jawab haku tersenyum manis seperti wanita..

Sejenak Haku bangkit dari posisinya sembari mengawasi kondisi di sekitar..

"sepertinya kabut sudah mulai hilang." Ujar Haku sembari memandang langit sore yang sebentar lagi akan berganti malam.

"aku akan mengalahkan si pengguna Sharingan itu dan bocah tengik yang sok jagoan.." ucap Zabuza sembari mengeratkan kepalan tangannya, mendengar hal itu perhatian Haku mulai tertuju pada ucapan Zabuza.

"maksudmu bocah kuning yang sangat berisik itu?!." tanya Haku.

"Heh! kau mungkin akan tertawa berhadapan dengannya, bocah laki-laki itu sangat ceroboh dan mudah sekali untuk dilawan, bahkan tanpa Ninjutsu-pun kau dapat membunuhnya dengan sangat mudah... tapi jangan sampai terkecoh dengan penampilannya, dibalik tampang bodohnya tersembunyi monster yang sebenarnya.." ungkap Zabuza mengingat kejadian sebelumnya dimana ia dikalahkan hanya menggunakan Taijutsu, dengan keras Zabuza mencabut paksa rumput disekitarnya lalu ia remas."bocah itu berubah menjadi sosok yang berbeda ketika mantel pelindung yang terbuat dari Chakra muncul, mantel itu sangat mirip dengan yang dimiliki pemimpin desa Kumogakure.." tambah Zabuza membuang rumput yang ia cabut tadi ke sembarangan tempat.

"aku pernah dengar pemimpin di desa itu terkenal dengan kecepatannya,." Ujar Haku mengedarkan pandangannya ke segalah arah sebelum kembali menatap Zabuza.

"di tambah si Ninja peniru bernama Hatake Kakashi, bedebah Konoha ini sungguh membuatku gusar.. aku tidak sabar menantikan wajah-wajah bocah ingusan itu terpampang di Bingo book, supaya aku dapat dengan mudah membunuh mereka semua satu per satu." Sejenak tangan Haku menyentuh punggung telapak tangan Zabuza.

"sebaiknya kau istirahat dan lupakan sejenak kejadian tadi, kita bisa menghadapi mereka semua nanti.. bersama-sama." ucap Haku kembali tersenyum, Zabuza hanya memandang datar wajah Haku..

"sebaiknya kita kembali.." ucap Zabuza berusaha memaksakan diri untuk berdiri sembari bertopang pada Kubikiribocho..

"kau yakin tidak apa-apa?!."

"Jangan meremehkan aku Haku!." Tatap dingin Zabuza pada Haku sebelum direspon anggukan pelan Haku.

Wush!

Zabuza dan Haku pergi dari tempat tersebut dengan sangat cepat..

.

.

.

Beberapa hari telah berlalu setelah kejadian team 7 berhasil mengalahkan salah satu Ninja kirigakure bernama Zabuza, selama di rumah Tazuna kegiatan Naruto adalah berlatih diluar sembari menunggu Kakashi pulih dari cidera-nya..

Saat ini tepatnya di tengah hutan Naruto tengah melatih fisik seperti push-up sebanyak 100 repetisi, sit-up 100 repetisi, squat 100 repetisi dan bermeditasi selama mungkin, diatas sebuah batu Naruto sedang melakukan meditasi ditemani kicauan burung hingga akhirnya Naruto masuk ke alam bawah sadar...

Clep!

Seketika Naruto membuka matanya dan mendapati dirinya sudah berada di depan jeruji besi yang mengurung Kyuubi..

"Oy! Rubah jelek!.. kau disana!?." Teriak Naruto dari luar Jeruji.

Seketika gumpalan Chakra merah muncul dan membentuk wajah Kyuubi dengan seringai iblis andalannya menatap Naruto..

"kau lagi, mau apa kau kemari?!.." tanya Kyuubi.

"Hehe~ tidak ada.. aku hanya mampir kemari karena aku merindukanmu." Jawab Naruto dengan cengiran lebar.

"sudah 3 hari berturut-turut kau selalu datang kesini dan menanyakan hal-hal tidak penting.. sudah cukup celotehanmu membuatku sakit kepala." ungkap Kyuubi.

"Oh! ayolah Kyuubi.. aku masih penasaran dengan nama asli-mu." Pinta Naruto dengan ekspresi berharap.

"untuk apa aku memberitahu nama asli-ku padamu?!." Sontak ucapan Kyuubi langsung mendapat respon kesal Naruto.

"Argh! Apa sesulit itu menyebutkan nama asli-mu?!." Bentak Naruto sambil mengacak-ngacak rambutnya ala komikal.

"Hehehe! Kau pikir semudah itu mendapatkan nama asliku?!.." ucap Kyuubi menyeringai lebar namun Naruto tidak terpengaruh dengan seringai tersebut karena sudah sering dia melihat Kyuubi menyeringai..

"Hmph! lupakan soal yang tadi, sekarang aku tidak tertarik lagi.. ngomong-ngomong Kyuubi, akhir-akhir ini aku selalu tak sadarkan diri ketika sedang bertarung.. apa kau tahu apa penyebabnya?." Tanya Naruto mengganti topik pembicaraan.

"mungkin karena kau selalu menggunakan mantel Chakra misterius itu." sontak ucapan Kyuubi mengundang perhatian Naruto..

"mantel Chakra!?." Beo Naruto dengan satu alis terangkat.

"benar, aku sudah memperhatikan setiap pertarunganmu akhir-akhir ini.. setiap kali kau merasa terpojok tiba-tiba saja mantel tersebut muncul dan mengambil alih kesadaranmu, itu sebabnya kau selalu tersadar saat pertarungan sudah selesai." Tutur Kyuubi pada Naruto.

"oh begitu rupanya.. jadi itu penyebabnya, pantas saja saat aku tengah bersemangat bertarung tiba-tiba saja pandanganku berubah menjadi putih terang, seperti ada cahaya yang menyinari pandanganku namun membuatku nyaman hingga beberapa menit kemudian kesadaranku dapat aku kendalikan dan boom!.. tiba-tiba saja pertarungan sudah selesai." Ungkap Naruto sambil mencubit dagunya dengan pose keren.

"berhentilah bertingkah bodoh seperti itu, Naruto.." ucap Kyuubi dengan pandangan setengah terbuka.

"apa ada cara untuk menangkalnya?.. jujur saja lama kelamaan aku tidak nyaman, ini seperti memaksaku untuk pingsan." Ucap Naruto.

"hmmm~ nikmati saja Bocah, kekuatan seperti itu tidak ada yang memilikinya selain kau satu-satunya.. cobalah untuk mengendalikan kekuatan tersebut." Saran kyuubi.

"bagaimana caranya?!." Tanya Naruto.

"kau cari tahu saja sendiri, aku malas mengatakannya.." bersamaan dengan ucapan tersebut seketika Chakra merah yang membentuk wajah Kyuubi tiba-tiba pecah bagai gelembung sabun..

"HEY! AKU BELUM SELESAI BICARA!.. APA KAU MENDENGARKU RUBAH PAYAH!.." bentak Naruto sampai-sampai harus menggedor-gedor jeruji besi yang mengurung Kyuubi namun tidak ada respon dari sang rubah ekor 9.

"Ck! rubah tidak berguna!." Seketika Naruto duduk bersila sambil bersedekap membelakangi Jeruji besi tersebut.

Karena tidak mendapat respon positif Naruto segera memejamkan matanya dan berkonsentrasi, sedetik kemudian Naruto membuka matanya sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar..

'payah!.. lebih baik aku bertanya saja pada Kakashi-sensei.' batin Naruto yang sudah kembali dari alam bawa sadar segera bangkit dari posisi meditasinya lalu segera pulang menuju rumah Tazuna..

.

Sesampainya di rumah Tazuna segera Naruto menemui Kakashi yang terlihat sudah pulih sedang berkumpul dengan Sakura dan Sasuke..

"Yo! Apa yang sedang kalian bicarakan?!." Sapa Naruto namun tidak ada yang menyambutnya karena perhatian mereka tengah tertuju pada Kakashi.

"ada apa sensei?!." Tanya Naruto pada Kakashi yang terlihat sedang mengingat sesuatu..

"aku jadi teringat dengan jasad Zabuza yang dibawa Ninja pemburu kemarin, biasanya mereka akan memusnahkan jasad Ninja yang mereka incar di tempat kejadian.." ucap Kakashi.

"jadi apa masalahnya sensei?." Tanya Sakura masih belum paham.

"apa kalian melihat bagaimana Ninja pemburu kemarin memusnahkan jasad Zabuza?." Ujar Kakashi yang direspon keheningan mereka bertiga.

"sepertinya tidak, Ninja yang kemarin membawa jasad Zabuza langsung pergi begitu saja.." jawab Sakura.

"jika dia ingin menyelesaikan misi-nya, dia harus memenggal kepala Zabuza saat itu juga.. terlebih lagi senjata yang digunakan untuk membunuh Zabuza adalah sebuah Senbon." Tutur Kakashi yang mendapat respon pandangan serius ketiga muridnya.

Deg!

"Tidak mungkin!." Seketika ekspresi Sasuke baru teringat sesuatu kegunaan Senbon yang melumpuhkan Zabuza..

"kau menyadarinya juga ya Sasuke.." jawab Kakashi sembari menggaruk belakang kepalanya.

"hey! sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan?!." Sahut Tazuna penasaran dengan topik pembahasan Team 7.

"ada kemungkinan Zabuza masih hidup.." ucap Kakashi dengan nada dingin.

.

.

.

Chapter 05 end..