DEAR FUTURE HUSBAND

Main Cast:

Kim Hanbin

Goo Junhoe

Other Cast:

Kim Jinhwan

Kim Donghyuk

Genre: Romance

Disclaimer: Tokoh punya YGent dan orang tua masing-masing

Warning: Yaoi, Typo, Cerita membosankan, Alur cepat, Ide cerita murni hasil pemikiran author

EPILOG

.

.

.

"Dokter Kim…."

"Hmm…"

"Dokter Kim.. Bangun…."

Hanbin membuka matanya dan melompat. "Wae? Ada pasien yang harus dioperasi?"

"Um… Tidak ada yang harus dioperasi hari ini. Tapi kau harus sarapan, sayang…"

Hanbin menghela napas lega. Ia kembali melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.

"Wah… Reflekmu bagus sekali." Kata Junhoe kagum. "Aku sampai terkejut."

"Jangan ganggu aku. Dua hari ini aku tidak tidur karena banyak pasien."

Junhoe tersenyum jahil. "Dokter Kim~ Kim seonsaeng~ Tolong periksa aku~" Ia memeluk istrinya yang sedang berbaring itu. Lalu diciumnya leher Hanbin berkali-kali. "Bagaimana kau bisa sangat sexy bahkan setelah melahirkan?"

Hanbin yang kesal, menjauhkan tangan Junhoe sekuat tenaga. "Aisshh…."

"Mwo? 'Aisshh'? Kau berani bilang seperti itu pada suamimu?"

"Mianhae, hyung… Aku sangat lelah." Akhirnya Hanbin menyerah. Ia membiarkan Junhoe mencium lehernya semau namja itu.

"Arra… Kau juga harus jaga kesehatan. Ambilah cuti beberapa hari."

"Hm…"

"Eomma tadi meneleponku, menanyakan kabarmu."

"Ah… Aku sudah lama tidak mengunjungi Sera Eomma…"

"Gwaenchana. Dia juga tahu kau sibuk. Ah! Aku sudah mengurus semua keperluan sekolah anak kita. Bulan depan dia akan mulai sekolah."

Hanbin membalikkan badannya. Ditatapnya suaminya itu dengan penuh rasa bersalah. "Mianhae… Jeongmal mianhae… Aku terlalu sibuk sampai-sampai tidak memperhatikan keluargaku."

"Untung saja kau mempunyai suami yang pengertian." Kata Junhoe memuji dirinya sendiri.

Hanbin tertawa kecil. Memang tidak salah. Junhoe benar-benar pengertian. Hampir setiap akhir pekan Hanbin menghabiskan waktunya di rumah sakit. Tapi suaminya itu tidak pernah mengeluh. Karena menurut Junhoe pekerjaan Hanbin adalah pekerjaan yang paling mulia.

"Aku akan mengambil cuti beberapa minggu. Aku akan lebih memperhatikan anak kita."

"Keurae." Junhoe mencium bibir Hanbin sekilas. "Apa kau tidak mau bulan madu lagi?"

Hanbin membulatkan matanya. "Micheoseo? Nanti kalau aku hamil lagi bagaimana?"

Junhoe tersenyum lebar. "Kau tidak perlu takut hamil. Aku akan memakai pengaman." Katanya sambil berbisik.

"Jangan sekarang, hyung."

"Arraseo. Nanti malam?"

Hanbin menatap Junhoe sinis. Ia sedang malas bertengkar. Hanbin menjauhkan tangan suaminya itu dan bangun dari tempat tidur. "Dimana anak kita?"

"Dia sedang bermain diruang tamu. Hah…." Junhoe menghela napas. "Kenapa nasibku seperti ini? Anak itu bahkan lebih datar darimu."

"Kau memang bernasib sial, hyung." Hanbin melangkahkan kakinya ke ruang tamu. Dilihat anaknya itu sedang duduk sambil melamun walaupun didepannya tampak mainan berserakan.

"Aegi-ya… Mwohae?" Hanbin mengelus kepala anak itu.

Anak itu hanya menatap Hanbin sebentar, kemudian melemparkan pandangannya ke arah lain.

Hanbin tersenyum kecut. Sekarang ia mengerti perasaan Junhoe saat bersamanya dulu. "Aegi-ya… Wae irae?"

"Eomma…"

"Hm?"

"Ulurkan tanganmu."

Hanbin mengerutkan dahinya lalu menuruti permintaan Junhoe kecil itu.

"Hah…" Anak itu menaruh tangannya diatas tangan Hanbin. Lalu ia menghela napas, bertingkah seperti orang dewasa. Membuat Hanbin merasa geli melihatnya.

"Wae?"

"Ternyata aku hadir di pernikahan Eomma dan Appa."

"Mwo?" Tanya Hanbin bingung.

"Eum. Aku ada saat pernikahan kalian." Anak itu menyentuh perut Hanbin. "Disini."

Hanbin membulatkan matanya. "Ya! K-kau…. Appa yang memberitahumu?"

"Aniya. Aku melihatnya. Saat aku menyentuh tangan Eomma seperti ini…" Anak itu mengulang apa yang diperbuatnya tadi. "Aku melihat sesuatu, seperti film. Appa dan Eomma ada didalamnya…"

"Aku sering melakukannya." Lanjut anak itu. "Aku pertama kali mencobanya pada Appa. Saat itu aku melihat Appa memakai seragam sekolah, Eomma. Kkk… Aku juga melihat Jiwon samchon, Donghyuk samchon, Jinhwan samchon…. Kalian satu sekolah bukan? Eomma juga pernah bertengkar dengan Jinhwan samchon? Ah! Keundae, Eomma. Jangan memberitahu Appa, eo?"

Hanbin menutup mulutnya tidak percaya. "Mwoya igae…. K-kau bisa melihat masa lalu, Goo Chanwoo!"

.

.

.

THE END