Oke. Setelah sekian lama hilang bagaikan ditelan bumi sekarang balik up lagi. Selamat membaca dan tinggalkan review ya?

:oOo:

Change!

Fairy Tail by Hiro Mashima

Story by Me!

Lissana x Natsu Dragion x Lucy Ashley

Warning. OOC, typo(s), abal, bahasa campur, membosankan, dan sebagainya.

:oOo:

Semenjak tau bahwa Natsu dan Lissana berpacaran, Lucy mulai menjaga jarak dengannya. Bukan hanya menjaga jarak, dia juga sudah jarang memukul Natsu, kalaupun iya itu tergantung pada mood-nya. Entah kenapa, hubungan kedua nya sudah mulai longgar.

Lucy maupun Natsu sadar bahwa keduanya memang sudah jarang berngorbol seperti dulu, namun mereka seakan tidak tau atau -lebih tepatnya- pura-pura tidak tau akan hal itu. Sedangkan, Lissana tidak menyadari hal itu dia terlalu fokus terhadap hubungannya dengan Natsu.

"Natsu, bagaimana cake buatanku? Apa kamu suka?"

Natsu tersenyum kecil lalu mengacak-acak rambutnya Lissana dengan gemes, "Enak kok. Aku yakin kalau kamu menjualnya pasti laku abis"

Lissana menundukkan kepala dengan malu sambil merapikan kembali rambutnya, "Haha...Mungkin saja"

"Mereka mesra sekali ya?" tanya Jet yang sedari tadi memperhatikan kedua sejoli itu bermesraan.

"Nama nya juga 'pacaran' kalau udah gitu semua yang ada disini dilupakan seakan kita adalah pohon berayun-ayun" balas Droy yang sambil memakan makanan nya dengan lahap.

"Kapan aku bisa mendapatkan pacar ya?"

"Mungkin setelah Natsu sama Lissana punya anak kembar?"

"Itu kelamaan, bodoh"

"Kan cuma bercanda, bego"

"Kalian berisik sekali deh, keluar sana! hush hush!" usir Cana.

"Kalau pake ngomong masih dikasih toleran, ini udah ngomong mana pake gaya 'hush hush' lagi, emang kau pikir kami ini ayam apa?"

"Terserah. Mau manusia, orang, ayam, bukan urasanku yang jelas kalian menjauh dari hadapanku"

Kata-kata yang dilontarkan Cana cukup menusuk hingga ke ubun-ubun. Jet maupun Droy mulai memainkan drama dimana sengaja mengeluarkan air mata buaya dengan ekspresi dikasihani, dan itu membuat Cana muntah seketika. Itu terlihat menggelikan..

"Ngomong-ngomong dimana Lucy? Daritadi aku tidak melihatnya?" tanya Macao sambil melirik kanan-kiri untuk mencari sosok gadis tomboy itu tapi hasilnya nihil. Sepertinya dia tidak datang hari ini?

"Aku baru sadar bahwa Lucy-nee tidak ada, apakah dia sakit?" tanya Romeo sambil menoleh kearah Mira yang sibuk mengelap gelas lalu menaruhnya kembali keatas meja.

"Ah...Lucy sedang menjalankan misi untuk tiga hari kedepan, jadi selama tiga hari pula dia tidak datang ke guild" jelas Mira yang lalu disertai anggukan anggota guild secara bersamaan.

Wakaba mengambil korek api milik Macao yang terletak diatas meja lalu membakar ujung rokoknya kemudian mulai menghisap dan menghembuskan asapnya secara bersamaan, "Seharusnya dia mengucapkan selamat atas hari jadi nya Natsu dan Lissana, dasar nenek lampir itu"

Mendengar hal itu mendadak raut wajah Natsu berubah seketika. Entah kenapa, dia merasa sedikit khawatir dengan Lucy. Bagaimana pun juga Lucy adalah sahabat terbaiknya walaupun sering dijahili ataupun dibully oleh dia. Sahabat ya ...?

"Natsu, apa kamu baik-baik saja? Kamu keliatan sedikit pucat." tanya Lissana yang khawatir setelah melihat perubahan raut wajah Natsu yang mendadak berubah itu.

Natsu mencoba tersenyum senormal mungkin agar tidak membuat -pacarnya- itu khawatir. "Aku baik-baik saja kok."

"Lissana, apa kamu mau berkencan denganku?" lanjutnya.

"Heh? K-kenapa tiba-tiba?" tanya Lissana dengan terkejut.

"Tidak mau ya?"

"Aku mau kok!"

"Baguslah"

"Baru saja kemarin kencan, sekarang sudah mau kencan lagi? Dasar manusia" kata Macao.

"Bilang aja kau iri sama mereka, udah tua tapi masih suka mata keranjang" kata Wakaba.

"Eh maksudmu itu apa?!"

"Ya... Bukan apa-apa kok"

"Awas saja kau! Akan kubalas nanti"

"Akan kutunggu"

"BERISIK! KELUAR KALIAN SANA!" teriak Cana sambil melempar dua gelas yang tepat mengenai kepala Wakaba dan Macao. Dan semua anggota guild tertawa setelah melihat kejadian itu.

'Semoga saja dia baik-baik ... ' batin Natsu.