Halo gaes ~

Sori banget yang udh nunggu lama ff ini ಠ_ಠ

Ini udah di up kok, moga aja suka. Btw, jangan lupa baca story aku di wattpad ya? Id: sugabsd. Tinggalkan komen dan vote nya juga ya :3

:oOo:

Change!

Fairy Tail by Hiro Mashima

Story by Me*

Lissana x Natsu Dragion x Lucy Ashley

Warning. OOC, typo(s), abal, bahasa campur, membosankan, dan sebagainya.

:oOo:

Lucy kini berada disebuah tempat penginapan untuk beristirahat sejenak. Setelah mengalahkan beberapa makhluk aneh yang sempat mengacaukan desa, itu membuat tenaga nya hampir terkuras habis. Mengingat makhluk yang ditanganinya kali ini cukup merepotkannya. Tapi setimpal dengan bayaran yang dia dapat.

Lucy menghembuskan nafas pelan dan kemudian melemparkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya, "Melelahkan sekali.."

Sudah dua hari menjalankan misi, dan dua hari pula dia tidak berkunjung ke guild. Entah kenapa, dia sedikit rindu dengan teman-temannya disana, iya rindu untuk membuat kekacauan disana. "Sudah 2 hari aku berada disini, bagaimana dengan kabar mereka ya?"

Dan tiba-tiba saja dia kepikiran Natsu, aneh emang. Dia memang merindukan teman-temannya diguild, tapi yang muncul dikepala nya hanya Natsu seorang. Aneh bukan?

"Kenapa jadi kepikiran orang bodoh itu sih..Sadarkan dirimu Lucy!" Lucy memukul kepala nya dengan pelan beberapa kali untuk menghilangkan bayangan Natsu dikepalanya. "Oke. Lupakan saja. Mari menghitung berapa bayaran yang kita dapatkan selama 2 hari berada disini"

Akhirnya Lucy memutuskan untuk menghitung pendapatan yang didapatnya hari ini. Dan setelah selesai, ia memutuskan untuk tidur. Dengan tidur dapat menghilangkan rasa stres, frustasi, dan semua beban hilang seketika.

:oOo:

Natsu dan Lissana berkencan hari ini, ya lagi. Entah sudah berapa kali, pasangan ini berkencan selama seminggu. Orang-orang juga mungkin akan merasa bosan jika melihat orang -itu- terus yang mendatangi tokonya.

"Kamu ingin pesan apa? Biar aku pesan kan"

"Kalau kamu ingin pesan apa?"

"Aku nanya ke kamu, kok kamu yang nanya balik? Setidaknya jawab dulu pertanyaan ku tadi"

"Haha..Samakan saja"

"Oke"

Natsu memesan daging panggang, omelet, dan 2 jus melon. Daging untuknya sedangkan Omelet untuk kekasihnya. Haha...Perlu kalian ketahui, makanan favorite nya Natsu adalah daging.

Dan tak lama kemudian, pesanan pun datang. Natsu memakan dagingnya dengan lahap tanpa berniat menawarkan nya kepada Lissana.

"Natsu...Jangan buru-buru makannya, nanti tersedak loh" kata Lissana.

"Tenhang sadjah. Akhu baikh-baikh sadjah. Uhukk Uhukk" Baru juga dibilangin, sekarang udah terjadi saja.

Lissana buru-buru memberikan jus melon yang kemudian disambut dengan cepat oleh Natsu, "Kamu sih...Udah dibilangin liat kan akibatnya"

"Mungkin dagingnya kebesaran, maka nya sempat tersangkut di tenggorokan." balas Natsu dengan ngawur.

"Apaan sih, ga nyambung, sayang"

Diam sejenak.

"Natsu? Kamu baik-baik saja kan?"

"Sepertinya ada yang nyangkut ditenggorakan ku"

"NATSU?!"

"Heheh bercanda kok. Ayo, selesaikan makanan mu setelah itu kita lanjut jalan"

"Dasar.. Aku hampir jantungan tau"

Mereka pun menghabiskan makanan nya sambil bercanda ria. Mungkin orang-orang yang melihatnya akan bilang kalau mereka itu pasangan yang cocok.

"Kita mau kemana sekarang?"

"Taman bermain?"

"Boleh juga. Tapi kamu yang traktir ya?"

"Lah dompet ku tinggal selembar kertas doang, gimana dong?"

"Hah? Seriusan? Apa makanan yang kita pesan tadi itu kemahalan ya? Yaudah, aku yang traktir aja gimana?"

Natsu mengacak-acak rambutnya Lissana dengan gemes, "Haha.. Aku hanya bercanda kok. Ayo, aku yang traktir, oke?"

"Sudah berapa kali kamu hampir membuatku jantungan, Natsu?"

"Ya sesekali gpp dong~"

"Huhhh terserah"

"Jangan ngambek, ntar cantiknya hilang loh"

"Biarin"

Natsu menarik pipi Lissana dengan menggunakan kedua tangannya. Entah kenapa, Lissana terlihat lucu ketika sedang ngambek, "Gitu aja ngambek...Nanti aku belikan permen kapas deh"

"Beneran? Yaudah" Kelemahan pacarnya itu adalah manisan. Lissana suka makan makanan yang manis-manis, makanya Natsu suka menyalahgunakan kelemahan tersebut buat ngerjain Lissana.

"Haha..Dasar pecinta manisan"

Skip

:oOo:

Keesokan harinya, Lucy diperbolehkan untuk pulang karna misi nya sudah selesai. Bayaran yang dia terima hari ini juga lumayan, total selama 3 hari menjalankan misi di desa sini juga jumlahnya cukup besar. Cukup membayar sewa apartemen selama 3 bulan.

"Wah...Tak kusangka, jumlah bayaran yang aku dapat hari ini cukup besar. Totalnya setara dengan 3 bulan sewa apartemen. So lucky"

Dia memutuskan untuk berjalan kaki meninggalkan desa itu. Walaupun sempat ditawarkan kendaraan, tapi dia tidak mau dan memilih berjalan kaki, "Setelah sampai nanti, aku akan tidur sepuasnya"

Namun selama perjalanan menuju pulang, dia bertemu dengan seseorang. Seorang lelaki yang sedang tertidur diatas tanah.

"Dia mati atau pingsan?" tanya Lucy dengan bingung. "Hoi, bangun. Disini bukan tempat untuk mati, kalau mau mati biar aku gali kan kuburan untukmu disini"

Lelaki itu bangun sambil mengucek kedua mata nya lalu merenggangkan kedua tangannya keatas seperti seseorang yang baru bangun tidur, "Nyenyak sekali. Eh hei, siapa kau? Musuh?"

"Seharusnya aku yang tanya begitu, siapa kau yang tidur disini?"

"Aku hanya kelelahan jadi ya tidur aja disini." Lelaki itu melihat sebuah lambang ditangan kirinya Lucy lalu bertanya, "Kau penyihir?"

"Bisa dibilang begitu. Kenapa?"

"Diguild mana?"

"Fairy Tail"

"Oh. Boleh aku bergabung?"

"Buat apa?"

"Ya buat cari pekerjaan lah. Boleh?"

"Terserah." "Nama mu?"

"Sting. Sting Eucliffe. Kau?"

"Lucy. Lucy Ashley"

:oOo:

Waduhh kenapa Sting malah muncul dicerita ini?

Bagi yang pengen nanya seputar ff Change ini dipersilahkan kok, nanti bakalan author jawab dichapter selanjutnya ~_~