Sulay Fanfiction Indonesia

=Lilac=

Flying White Unicorn

Chapter 2

Kim Junmyeon*Zhang Yixing

Oh Sehun

e)(o

Yaoi

Typo(s)

Rate T goes to M?

Dont like this? Just tell me in review

The saddest love is to love someone to know that they still want you but the circumstances dont let you have them

...

Cuitan burung terdengar sesekali diantara sela-sela panas terik matahari, kendaraan yang lalu lalang, beberapa anak sekolah dengan bel sepeda mereka. Yixing menggayuh sepedanya berlomba dengan waktu dan alunan musik di earphone di telinganya. Yixing mulai membelokkan sepedanya, masuk ke arah parkiran sekolah. Mengunci ban sepedanya sampai seseorang menyenggol bahunya dengan sesuatu yang dingin.

" Ach.." Tepis Yixing

" Hehe maaf, selamat pagi! Cola?." Sapa seorang laki-laki dengan senyum manisnya

Junmyeon laki-laki yang diawal jumpa sudah mengucapkan kata suka, kini pagi-pagi mengagetkannya dengan sekaleng cola dingin.

" Sepagi ini? Tidak, tapi terimakasih." Ucap Yixing sopan.

Junmyeon tersenyum lagi, membuka kaleng cola nya kemudian meneguknya.

" Apa yang kau takutkan dari cairan ini?." Ucap nya seakan-akan membuktikan bahwa isi cola tersebut bukanlah racun.

" Aku hanya tidak suka. Kau tinggal di asrama sekolah?." Tanya Yixing

" Ne, hingga bulan depan." Jawab Junmyeon

Yixing tersenyum, tidak biasanya pertukaran pelajar kali ini sangat lama. Biasa hanya memakan waktu dua minggu.

" Apa yang tengah kau dengar?." Tanya Junmyeon mengambil sebelah earphone Yixing.

" Eh.." Yixing tidak bisa mencegah Junmyeon langsung memasukkan nya ke telinganya.

" Hmm?." Komentar Junmyeon

" Kenapa?."

" The Beatles? Di 2017?."

" Sudah sini." Ucap Yixing menarik earphone nya dan meninggalkan Junmyeon.

" Hei..hei jangan ngambek. Temani aku mengelilingi sekolah." Ajak Junmyeon mengalungkan tangannya di bahu Yixing.

Yixing mengibaskan tangan Junmyeon karena sedikit risih. Ia menatap Junmyeon dengan sedikit jengkel.

" Kenapa? Kau tidak suka? Baiklah kalau begitu pegangan tangan." Ucap Junmyeon memegang tangan Yixing

Mau tidak mau Yixing berjalan mengikuti Junmyeon, dengan tersenyum bangga Junmyeon terus menggandeng Yixing. Walaupun dia tidak tahu kemana arah mereka pergi.

" Kau mau kemana?." Tanya Yixing

" Jalan mengelilingi sekolah. When I touch you I feel happy inside.. its such a feeling that my love I cant hideee. Nyanyi Junmyeon

" Katanya kau tidak suka The beatles." Ucap Yixing

" Siapa bilang, apa yang kau suka akan menjadi kesukaanku." Jawab Junmyeon

Treeeet treeeet

" Sudah bel aku mau masuk kelas." Ucap Yixing menahan merah pipinya

" Tidak. Karena aku adalah tamu disini maka kau wajib melayaniku." Ucap Junmyeon

" Me-melayanimu?."

" Ne menemaniku jalan keliling sekolah."

" Oh." Pipi Yixing semakin merah dalam pikirannya sudah terbayang yang lain tentang perkataan Junmyeon.

" Memang kau pikir apa?." Bisik Junmyeon mendekati bibirnya ke telinga Yixing

" Bu-Bukan apa-apa." Ucap Yixing kaku

" Huuff…" Junmyeon meniupkan angin ke telinga Yixing

" Sana!." Dorong Yixing menjauh.

" Hei tunggu…Yixing!." Panggil Junmyeon tetapi tidak digubris oleh Yixing yang terus berjalan menjauh.

.

Dengan terburu-buru Yixing masuk ke kelasnya, hampir saja dia terlambat dikarenakan ulah Junmyeon. Ternyata berkenalan dengan pelajar asing tidak terlalu menyenangkan seperti benak Yixing. Semula Yixing membayangkan ia akan saling menukar informasi, pengetahuan dan pengalaman. Bukannya seperti ini berkenalan dengan pelajar mesum dari Korea. Yixing menggeleng-gelengkan kepalanya. Mungkin benar kata orang beda tempat beda pula cara bergaulnya.

Yixing tengah berkonsentrasi dengan soal logaritma nya, ketika kepala sekolahnya mengetuk pintu kelasnya sambil membawa kumpulan pertukaran pelajar dari Korea. Ada lima pelajar Korea yang datang. Salah satunya tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Yixing. Sontak satu kelas yang masih mengingat peristiwa perkenalan antara Yixing dan Junmyeon langsung melihat kearah Yixing.

" Baiklah ini dikelas ini kalian akan belajar lebih keras lagi karena ini merupakan kelas unggulan kami disekolah." Ucap kepala sekolah

" Pak boleh saya di kelas ini? Saya akan belajar dengan lebih giat." Ucap Junmyeon semangat

Rekan-rekan nya yang lain tertawa melihat Junmyeon yang semangat. Mereka tahu kenapa temannya itu ingin masuk ke dalam kelas ini. Sudah tentu jawabannya adalah seorang namja berlesung pipi yang kini tengah menunduk malu karena teman-teman yang lain langsung tersenyum kepadanya.

" Baiklah, kamu masuk ke kelas ini. Ada lagi yang mau masuk di kelas ini?."

Semua pelajar Korea menggeleng cepat. Waktunya pergantian pelajar adalah waktu dimana mereka bisa lebih santai sambil sesekali mendapatkan teman yang cocok. Sepertinya Junmyeon lebih memilih mendapatkan teman yang cocok daripada menghabiskan waktu sebulan untuk bersantai.

" Hai.." Sapa Junmyeon yang langsung duduk disebelah Yixing

Yixing tersenyum kecil kemudian melanjutkan pelajarannya lagi. Ia sudah tahu bahwa antara dirinya dan Junmyeon tidak memiliki sesuatu yang ingin mereka bagi. Tidak ada yang Yixing ingin tahu dari pengalaman Junmyeon, ataupun informasi-informasi tentang Korea. Mencari nya di internet tampaknya lebih dapat dipercaya daripada dari mulut Junmyeon. Ataupun pengetahuan yang tampaknya lebih Yixing kuasai lebih banyak.

Junmyeon tersenyum kecut karena Yixing tidak melayani nya. Untuk tidak semakin malu Junmyeon memilih melihat apa yang sedang dikerjakan Yixing.

" Wah kau pandai." Ucap Junmyeon

" Semua mengetahuinya." Jawab Yixing singkat

Teeet!

" Baiklah anak-anak karena bel sudah berbunyi kita lanjutkan besok."

" Ne Saem…"

Yixing mengemas buku-bukunya Junmyeon masih terus mengawasinya. Memperhatikannya dengan tersenyum manis yang masih juga tidak dilayan oleh Yixing. Yixing memilih untuk cepat-cepat keluar dari kelasnya daripada memghiraukan pelajar dari Korea itu.

" Hei mau kemana? Yixing?!." Teriak Junmyeon

" Makan!." Balas Yixing

" Ikut!." Susul Junmyeon

Dalam seketika meja makan yang Yixing tempati penuh dengan makan-makanan yang dipesan Junmyeon secara brutal. Ia memesan semua yang ada di kafetaria sekolah itu.

" Apa anda ada mau pesan lagi?." Tanya si pelayan sopan karena mengetahui Junmyeon merupakan tamu di sekolah itu.

" Ne.. Aduh gimana ya ngomong nya dalambahasa China."

" Tenang saja, saya mengerti bahasa Korea." Jawab si pelayan

" Ok.. Saya mau pesan jus tomat mix wortel. Tomatnya 2 buah wortelnya tiga per empat. Tanpa gula dan tambahan air 4 sendok makan." Jelas Junmyeon

Yixing dan pelayan menatap Junmyeon heran. Baru kali ini ada manusia yang memesan pesanan di kafetaria sekolah dengan begitu detail.

" Er baiklah saya catat. Dingin atau tidak?." Tanya si pelayan

" Suhu ruangan. Dan kau Yixing pesan apa?." Tanya Junmyeon

" Air mineral saja." Ucap Yixing

" Oh….okay." Akhirnya si pelayan cepat-cepat pergi meninggalkan si pelajar Korea yang aneh itu.

" Yixing ayo makan. Kau suka apa? Semua aku pesan." Ucap Junmyeon

" Tidak terimakasih, aku bawa bekal." Ucap Yixing membuka tas nya

" Kenapa kau tidak memberitahuku. Tadi katanya ingin makan makanya ku pesan sebanyak ini."

" Kan aku tidak bilang cari makan tapi mau makan." Ucap Yixing menyuapkan makanan nya

" Ya sudahlah tidak apa-apa. Kau bawa apa? Aku mau rasa." Ucap Junmyeon menarik bekal Yixing

" Eh…"

" Wah ayam teriyaki. Aku suka." Ucap Junmyeon sambil terus memakan bekal Yixing

Yixing hanya mampu terdiam, tidak tahu harus berbuat apa. Menghentikan makan Junmyeon tetapi ia sudah merasa geli untuk memakan bekalnya lagi. Yixing memilih meminun air mineralnya yang telah datang bersamaan dengan jus tomat tiga perempat wortel dengan suhu ruangan yang Junmyeon pesan.

Junmyeon mengikuti Yixing hingga ke dalam ruangan latihan dance nya. Menatap penuh semangat Yixing yang tampak berbeda diantara rekan-rekan tim dance nya. Bukan karena dia paling aneh ataupun satu-satunya yang paling lentur gerakannya. Melainkan dimata Junmyeon hanya Yixinglah satu-satunya yang tampak bersinar di ruangan itu. Junmyeon mendekap jantungnya yang terus berdetak.

Ne, aku tahu….aku mencintainya…

Musik dimatikan suara pecah ketawa memenuhi ruangan. Wajah-wajah serius tadi telah berubah menjadi wajah ceria. Yixing dan rekan-rekan dance nya bermandikan keringat. Dengan santai Yixing membuka bajunya. Hal yang sama dilakukan beberapa rekannya. Junmyeon yang masih duduk di bangku penontong cepat turun kebawah.

" Yixing! Pakai lagi bajumu!." Ucap Junmyeon

Yixing dan beberapa rekan menari Yixing menyeritkan dahi mereka. Entah mengapa si pelajar Korea yang daritadi menatap mereka latihan dengan senyum-senyum tidak jelas malah kini tampak seperti kesurupan.

" Kau kenapa Junmyeon?." Tanya Yixing aneh

" Kubilang pakai lagi bajumu! Teriak Junmyeon.

Yixing yang kaget memilih untuk menuruti keinginan Junmyeon. Beberapa rekan Yixing tampak ciut mendengar suara Junmyeon. Mereka memilih menjauh dari Yixing dan Junmyeon. Junmyeon mendekati Yixing dengan mata fokusnya. Yixing mundur menghindar ia masih kaget melihat reaksi Junmyeon tadi. Junmyeon mengunci Yixing yang tersudut di pembatas besi penonton.

" Jangan pernah lagi menunjukkan tubuhmu di depan umum. Dengan siapapun kecuali aku." Ucap Junmyeon menatap Yixing.

" Kau aneh. Menyingkirlah." Ucap Yixing menolak Junmyeon kebelakang

" Dengar kalau ku bilang!." Ucap Junmyeon tangannya mengunci tangan Yixing kasar

" Junmyeon kau kenapa? Kau aneh. Lepaskan!." Ucap Yixing

Junmyeon tidak memperdulikan perkataan Yixing maupun gerakan tangan Yixing yang ingin memisahkan tangannya dengan tangan Junmyeon.

" Junmyeon….sakiit…" Mohon Yixing

Mata tajam Junmyeon seketika berubah menjadi seperti biasa, menatap tangan Yixing yang merah dan wajah Yixing yang kesakitan. Junmyeon membuka pegangan tangannya.

" Maaf Yixing maaf. Apakah sakit? Ayo ku obati. Aku minta maaf." Ucap Junmyeon

" Sudahlah tidak apa-apa." Ucap Yixing pergi meninggalkan Junmyeon untuk menuju perlengkapannya.

" Yixing maafkan aku… aku tidak sengaja." Mohon Junmyeon lagi

" Ne.. Sudahlah." Jawab Yixing

Walau Yixing tidak tahu mengapa Junmyeon tampak seperti berubah menjadi orang lain kemudian kembali lagi menjadi dirinya yang konyol. Tapi sedikit yang diketahui Yixing, yaitu dirinya mulai penasaran dengan laki-laki bernama Kim Junmyeon itu.

.

.

Dikamarnya yang kecil Yixing menyalakan alat berukuran kecil yang membantunya mengatasi musim dingin yang memasuki kamarnya. Memakai kaos kaki dan bersiap akan tidur. Semua tugas sekolahnya telah dia siapkan. Seperti biasa jika berada dirumah maka kamar adalah tempat dimana Yixing berada. Bahkan jika Yixing sebuah ubi jalar maka ruangan itu telah dipenuhi dengan rambatan-rambatan.

Ting!

Sebuah chat masuk ke ponsel Yixing.

Hi Yixing! Ini aku Junmyeon save no ku!

Yixing melotot membaca isi chat tersebut, entah bagaimana Junmyeon bisa mengetahui nomor ponselnya.

Yixing kenapa tidak balas? Oh iya aku tidak bertanya. Kau sedang apa? Aku kesepian di asrama. Pindah lah kemari kita bisa belajar bersama!.

Wajah Yixing semakin jengkel membaca isi chat dari Junmyeon. Sejak kapan dia akan menyetujui pindah ke asrama. Bagi Yixing tinggal di asrama malah akan membuatnya susah untuk belajar nantinya.

Tidak mau! Jangan ganggu aku!

Balas Yixing singkat.

Ting!

Yixing mengabaikannya

Ting!

Masih tidak peduli

Ting!

Ting!

Ting!

Ting!

Yixing menatap marah ponselnya membayangkan sosok menyebalkan Junmyeon. Dengan kesal Yixing mematikan ponselnya tanpa melihat apapun chat dari Junmyeon.

" Lebih baik aku tidur daripada melayani orang gila seperti dia!." Ucap Yixing mencampak ponselnya ke kasurnya.

.

.

Oh please say to me.. you'll let me be your man.. and please say to me.. you'll let me hold your hand…

Kepala Yixing mengikuti alunan musik earphone ditelinganya. Menggayuh sepeda seperti biasa dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Beberapa kali menyapa kanan dan kirinya yang sebenarnya tidak terlalu di kenal Yixing.

Ciiiiit

Yixing menghentikan sepedanya, mencopot earphone nya dan menatap kesal kedepan. Junmyeon berdiri di depan menghadang Yixing yang ingin masuk ke gerbang sekolah. Andai saja Yixing tidak punya hati mungkin Yixing sudah menabrakkan sepedanya ke Junmyeon paling hanya terjatuh tidak sampai koma. Pikir Yixing.

" Mau apa lagi?." Tanya Yixing

" Kenapa kau tidak balas pesan ku?." Tanya Junmyeon

" Karena tidak penting!." Ucap Yixing membelokkan sepedanya dan melanjutkan menggayuh.

Sebenarnya sampai sekarang pun Yixing belum membaca apa isi pesan Junmyeon. Begitu akan pergi ke sekolah ia baru menghidupkan ponselnya dan menyetel musik untuk menemaninya sepanjang jalan.

" Yixing tunggu! Yixing!."

" Jangan ikuti aku! Menjauhlah!." Ucap Yixing risih karena Junmyeon selalu mengganggu harinya

" Yixing! Ah! Begini rupanya pelajar di China memperlakukan tamu mereka!." Teriak Junmyeon

Yixing menghentikan sepedanya, andai saja bukan atas dasar sopan santun dan adat. Pasti Junmyeon sudah dilempar Yixing oleh buku matematikanya yang tebal.

Junmyeon berlari menghampiri Yixing yang diam. Ia tahu dengan mengatakan seperti itu Yixing mau tidak mau akan menghentikan sepedanya dan melayani nya.

" Berteman?." Tanya Junmyeon

" Kalau berteman aku mau, tapi jangan menggangguku." Ucap Yixing

" Fine!." Setuju Junmyeon mengulurkan tangannya

Yixing menyambut tangan Junmyeon, berharap waktu sebulan ini akan berlalu dengan secepat mungkin.

.

Semut dan gula begitulah gambaran mengenai Junmyeon dan Yixing. Dimana ada Yixing disitu ada Junmyeon. Bahkan Junmyeon tidak memperdulikan lagi rekan-rekan satu negaranya. Ia lebih peduli dengan keberadaan Yixing. Sangat cemas jika Yixing dekat dengan perempuan ataupun laki-laki. Mengikuti kemanapun Yixing pergi, seperti saat ini Yixing tengah belajar di bawah pohon yang rindang. Hal yang biasa dilakukan Yixing jika dia tidak mengikuti latihan dance nya.

" Ini sedang break kenapa kau masih juga belajar?." Tanya Junmyeon yang duduk di atas dahan pohon dengan kakinya yang menggangu Yixing dibawah.

" Hmm." Jawab Yixing cuek

" Kau tidak lapar? Sarapan di asrama tidak enak. Jadi tadi aku hanya makan sedikit." Ucap Junmyeon lagi

" Hmm." Jawab Yixing lagi

" Apa kau sudah mempunyai pacar?." Tanya Junmyeon lagi

Yixing menutup bukunya kesal. Apa kau sudah mempunyai pacar? Siapa pacarmu? Kapan kau menikah? Kapan kau punya anak? pertanyaan iblis. Iblis yang menyerupai kartu action dalam tumpukan kartu UNO. Kartu yang menyambutmu dengan tawa lebar, tidak jelas apakah itu ekspresi lucu ataupun melecehkan.

" Kalau kau masih mengoceh aku akan meninggalkanmu lagi." Ucap Yixing

" Oh baiklah-baiklah. Aku akan diam. Tapi jangan tinggalkan aku ne." Ucap Junmyeon menatap Yixing sendu.

Yixing mengalah dengan ekspresi Junmyeon. Kembali dia membaca bukunya dan tidak meladeni Junmyeon. Tapi perasaan kesal anak mudanya tidak juga kunjung mereda.

" Kau sendiri bagaimana? Apa sudah mempunyai pacar?." Yixing menikung balik kartu action tadi.

" Belum! Tapi lagi proses sih." Ucap Junmyeon semangat.

Yixng menyesal bertanya seperti itu, rasanya Junmyeon memang menunggu Yixing menanyakan hal tersebut kepadanya. Rasa kesal yang semula ingin dilampiaskan Yixing kini malah menikam dirinya kembali. Double kesal.

" Aku tidak menyukai laki-laki. Jadi berhentilah mengejarku." Ucap Yixing sambil membaca bukunya

" Aku tidak bertanya padamu. Ini kan perjuanganku jadi biarkan aku berjuang mendapatkanmu. Kalau ibaratnya penjajah, kau itu negara yang akan ku jajah. Aku tidak bertanya ataupun permisi kau mau menjadi milikku atau tidak. Usaha lah yang menentukan segalanya." Ucap Junmyeon percaya diri.

" Lalu kau pikir jika kau sudah berusaha lalu aku akan menjadi milikmu? Aku bukan benda mati!." Ucap Yixing

" Tentu saja bukan. Tapi aku yakin kau akan menjadi milikku. Sudah jangan di pikirkan nanti kebanyakan memikirkanku kau malah yang jatuh cinta padaku tanpa perlu aku berjuang. Itu membosankan." Ucap Junmyeon

" Terserah kau saja. Silahkan berimajinasi saja." Ucap Yixing meninggalkan Junmyeon dengan iringan bel.

" Yixing! Hey Zhang Yixing tunggu! Hey Kim Yixing!."

" Hentikan teriakan mu Junmyeon!."

" Hahaha."

.

Jika ada yang menanyakan apa yang di dapat Junmyeon ketika ia mengikuti pertukaran pelajar di China maka jawabannya adalah setumpuk buku fakta tentang Zhang Yixing yang berhasil Junmyeon dapatkan dari satu sekolahan Yixing. Ia rajin bertanya dengan rekan setim dance nya Yixing hingga sampai ke kepala sekolah. Berapa jumlah mendali yang di sumbangkan Yixing untuk sekolah hingga jumlah absensinya selama di sekolah.

Hal yang membuat Yixing semakin heran adalah tidak adanya satu orangpun yang sewaras dirinya untuk menghentikan Junmyeon mengumpulkan fakta tentang dirinya. Apa hanya dirinya saja ataupun perasaannya jika pihak sekolahnya sedikit segan untuk menegur Junmyeon yang tampak tidak mendapatkan keahlian apapun dari program pertukaran pelajar ini. Yixing yang tidak mau mengambil pikiran hanya menganggap hal ini sebagai delusi nya saja.

" Permisi anak-anak. Saya kesini ingin menyampaikan bahwa sekolah kita mewajibkan kelas kita untuk tinggal di asrama."

Sontak Yixing yang kaget langsung berdiri di depan bangkunya. Bagaimana bisa sekolah mempunyai peraturan yang tidak mendasar seperti itu.

" Wah hebat! Nanti kau satu ruangan yah denganku." Ucap Junmyeon membawa Yixing duduk kembali.

" Saem! Kenapa sekolah menerapkan aturan seperti itu?." Tanya Yixing

" Oh Yixing. Karena kelas kita merupakan kelas istimewa dan agar sekolah dapat lebih memperhatikan pelajar-pelajar dikelas ini." Jawab saem

" Bagaimana kalau ada yang menolak untuk tinggal di asrama?." Tanya Yixing lagi

" Kenapa Yixing? Aku tidak melihat ada yang harus menolak. Makan minum kalian akan di tanggung. Begitu juga dengan kenyamanan kalian selama tidur."

" Aku….Aku hanya bertanya Saem." Ucap Yixing

" Sudah Yixing. Kau akan satu ruangan denganku. Tenang saja. Aku akan menjagamu." Ucap Junmyeon bersungguh-sungguh

" Andai saja bisa satu ruangan sendiri." Gumam Yixing

" Kenapa? Kau tidak suka sekamar dengan orang lain?." Tanya Junmyeon

Yixing menggeleng.

" Baiklah satu kamar hanya untuk kita berdua." Ucap Junmyeon

" Memang kau bukan manusia?."

" Aku tidak akan mengganggumu." Janji Junmyeon

" Apakah itu bisa?." Ucap Yixing putus asa

" Bisa. Aku jamin." Ucap Junmyeon tersenyum

.

.

Kalau saja penyihir itu ada dan nyata maka Yixing akan mempercayai bahwa Junmyeon adalah seorang penyihir. Apa yang dikatakan Junmyeon kini menjadi kenyataan. Hanya dia dan Junmyeon dalam satu kamar. Karena satu rekannya mendadak mendapat beasiswa di Singapura. Yixing dengan tas di punggungnya menatap pelongo ke arah kamar yang lumayan besar karena hanya mereka tempati berdua.

" Ayo masuk." Ucap Junmyeon menarik Yixing ke dalam.

" Eh pelan-pelan."

" Bagaimana? Kau suka?." Tanya Junmyeon

" Apanya?." Tanya Yixing balik

" Kamar ini? Hanya kita berdua? Semua nya?." Ucap Junmyeon membuka tangannya seakan membanggakan kamar asrama itu.

" Hmm entahlah. Aku capek, aku mau mandi dan istirahat." Ucap Yixing tidak memperdulikan Junmyeon

" Tapi tempat mandi kita agak jauh, kau akan kutemani!." Ucap Junmyeon

" Tidak perlu. Aku berani." Ucap Yixing membuka bajunya

" Tidak apa-apa aku….."

Junmyeon tidak melanjutkan perkataannya, matanya menatap terpaku badan Yixing yang mulus dan putih bersih itu. Junmyeon menelan ludahnya. Segala pikirannya sudah melayang bersama kemolekan tubuh Yixing. Yixing memasangkan handuk di pinggulnya. Membuka celana dan dalamannya. Memasukkan semuanya ke dalam tempat baju kotor. Tidak memperdulikan Junmyeon yang matanya sudah hampir keluar.

" Jangan kunci pintunya." Ucap Yixing keluar dengan dengan telanjang dada dan handuk yang menutupi bawahannya.

" Shit! Sudah kubilang jangan memperhatikan badanmu di depan umum! YIXING! ZHANG YIXING!." Junmyeon

TBC

*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*

Sebenarnya aku lagi hiatus sementara

Cuma karna hari ini ulang tahun emak! Guest09 atau AakJendol special aku update chap kedua ini!

Happy bday mak! Makasih udah terus support, mau kenalan dengan aku n suka baca FF aku

Aaaa love you love you!