Sulay Fanfiction Indonesia
=Lilac=
Flying White Unicorn
Chapter 6
Kim Junmyeon*Zhang Yixing
Oh Sehun
e)(o
Yaoi
Typo(s)
Don't like this? Just tell me in review
The saddest love is to love someone to know that they still want you but the circumstances don't let you have them
….
Lembaran demi lembaran kertas Sehun habiskan, tidak peduli dengan apa isi dari bacaannya. Yang terpenting kini dirinya tidak seperti maling yang ketahuan mencuri si pemilik. Apa yang di curi Sehun bukanlah sesuatu yang berbentuk ia hanya mencuri lihat orang di depannya. Yixing yang masih asik menulis dan memikirkan sesuatu secara bersamaan. Sesekali Sehun tersenyum dibalik tundukkannya. Bagaimana bisa dia merasa bahagia hanya dengan melihat seseorang. Rasanya baru kali ini apa yang dirasakannya seperti ini.
Yixing yang mulai menyadari senyuman dan kekehan Sehun mulai memperhatikan bacaan Sehun dari atas. Sehun membaca buku tentang fisika, dan dia tersenyum dan tertawa bahagia. Sungguh lucu orang di depannya ini. Pikir Yixing.
" Apa kau bosan?." Tanya Yixing
" Eh? Kenapa?." Tanya Sehun mulai memasang wajah dinginnya kembali
Yixing berusaha menahan tawanya yang sedikit lagi keluar. Wajah Sehun yang tiba-tiba dingin dengan tatapan seolah tidak terjadi sesuatu. Seakan tertawa dibuku fisika adalah hal biasa untuknya.
" Apa kau bosan Sehunniee?." Tanya Yixing kembali
" Tidak. Kau sudah siap?." Tanya Sehun
" Ani. Hanya saja, kurasa kita bisa menghabiskan sore ini dengan lebih baik lagi. Kajja." Ucap Yixing menarik Sehun.
Kaki-kaki Sehun mengikuti tarikan orang di depannya, entah mau dibawa kemana dengan orang ini Sehun menurut saja. Selain dia memang tidak ada pilihan, rasanya tarikan Yixing membawa hatinya dalam kebahagiaan. Sehun membalas gengaman Yixing. Yixing yang menoleh kebelakang menyadari genggaman Sehun hanya diam menatap Sehun. Sehun tersenyum malu, mengapa semua hal baru untuknya. Kenapa tidak dari dulu Sehun belajar seperti ini. Paling tidak dia tidak merasa gugup di depan Yixing.
Yixing yang seperti tahu Sehun malu karena gengaman tangannya disadari Yixing memilih untuk tersenyum kepada Sehun. Lelaki pemalu ini tampaknya semakin mengingatkan dirinya sendiri. Dirinya bila di dekat Junmyeon.
" Kajja." Ucap Yixing tidak menarik tangannya dari gengaman Sehun.
.
.
Gula kapas di gengaman Yixing dan Sehun, benda warna warni yang berada tepat di depan mereka seakan membawa mereka masuk ke dunia yang berbeda. Yixing mengingat kembali masa kecilnya, masa dimana dia sering diajak ibu dan ayahnya pergi ke taman hiburan seperti ini. Sedangkan Sehun berusaha mengingat setiap detik kejadian yang dialaminya ini.
" Kau tahu jika kita tiga kali berputar kita akan mendapat bonus satu." Ucap Yixing
" Bagaimana kau tahu?."
" Karena memang begitu aturannya." Ucap Yixing yakin
" Menarik."
" Kau mau main itu?." Tanya Yixing semangat
" Er… Tidak." Jawab Sehun ragu
" Wae?." Yixing menatap Sehun lemas
" Itu tidak aman. Lagi pula itu untuk anak kecil. Tidak cocok untuk kita."
" Aa.. Bagaimana kau bisa berkata seperti itu…. Jangan bilang kau tidak pernah main ini?." Tanya Yixing menyelidiki
" Hmm…"
" Sudah pasti. Ayo kita main." Ucap Yixing berdiri
" Tidak aku…"
" Ayooo…" Yixing menarik Sehun untuk mengikutinya ke komedi putar.
" Yixing… Kurasa…"
" Lihat Sehun tidak ada batasan umur. Kita selamat. Ayo."
" Tapi aku…"
" Tidak usah khawatir. Kita bisa berdua satu kuda."
Yixing memilih kuda nya di komedi putar. Memilih yang terbaik dari yang terbaik. Ini pengalaman pertama untuk lelaki pemalu seperti Sehun. Karena itu Yixing memilih yang paling sempurna.
" Ayo naik sini dibelakangku." Ucap Yixing
Mau tidak mau Sehun mengikuti kemauan Yixing. Dia memang tidak mengenal dunia permainan anak-anak. Seumur hidupnya dia hanya pernah di ajak ke acara pertemuan antar bisnis ornag tuanya dari kecil. Bahkan Junmyeon hyungnya tampaknya sudah mulai terbiasa dengan obrolan dewasa. Sehun hanya diam duduk menunggu ayah dan Hyungnya berbasa basi.
Komedi putar mulai berjalan, Sehun yang sedikit kaget langsung merapatkan badannya ke badan Yixing. Yixing tertawa melihat kelakuan rekannya. Tidak menyadari bahwa semua ketawa dan wangi rambutnya malah membuat Sehun berharap si komedi putar membawa mereka kedalam tiga putaran dan dua belas putaran gratis.
" Menyenangkan bukan?." Tanya Yixing
" Ne." jawab Sehun diantara helaian rambut Yixing yang menari di depan wajahnya.
Yixing memang manusia paling polos di dunia ini, dia tidak akan pernah mengira semua perbuatannya kepada Sehun membuat laki-laki itu menaruh hati kepadanya. Yixing hanya berpikiran membuat Sehun nyaman di tempatnya yang jauh dari Negara asalnya dan menjadikan Sehun melupakan semua sifat pemalunya. Tidak sadar dengan detak jantung laki-laki dibelakangnya terus berdegup kencang akibat perbuatan-perbuatan manisnya itu.
.
.
.
Malam telah larut, Yixing masih mengeringkan rambutnya membiarkan Sehun duduk di kasur sambil memperhatikannya. Yixing menggelengkan kepalanya, tidak mengerti mengapa Sehun hanya diam saja melewatkan malamnya tanpa mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Beruntunglah dia tengah izin sekolah untuk mengajar disini. Jika tidak, mungkin dirinya tengah sendiri dikamar belajar diantar kerinduannya terhadap Junmyeon.
Satu helaan napas panjang dan gerakan tangan Yixing diantara rambutnya terhenti. Apa mungkin Junmyeon melupakannya setelah dia pergi dari China, atau kesibukan sekolah Junmyeon yang membuat dirinya tidak sempat menghubungi Yixing. Yixing hanya mampu menerka.
" Sehunnie, apa kau tahu kapan sekolah di Korea libur?." Tanya Yixing
" Seharusnya ini sudah memasuki masa libur sekolah disana. Kenapa?." Tanya Sehun penasaran
" Ani, aku hanya bertanya saja." Ucap Yixing
" Apa kau mau aku membantumu mengeringkan rambut?." Tanya Sehun malu-malu
Yixing tersenyum memandang laki-laki yang lebih muda darinya itu. Bersikap layaknya anak kecil yang berusaha meminta permen kesukaannya.
" Kemarilah. Keringkan rambutku." Ucap Yixing
Tidak perlu diminta dua kali, Sehun sudah melangkah mendekati Yixing. Membawa handuk kering dan mulai mengeringkan rambut Yixing perlahan. Yixing memejamkan matanya, rindu kepada Junmyeon semakin besar seiring dengan usapan-usapan lembut Sehun.
" Sehunnie, apa kau pernah merindukan seseorang?."
" Ne." jawab Sehun
" Bagaimana rasanya? Apa itu menyiksamu?."
" Ne, aku merindukan orang yang telah tiada." Ucap Sehun
Yixing menolehkan wajahnya, tidak menyangka jawaban Sehun ternyata sangat menyedihkan.
" Mianhe.."
" Tidak apa-apa. Kurasa kini aku sudah mulai memikirkan orang lain. Seseorang yang mungkin lebih bisa kurahi."
" Hmm… Ne, kadang kenyataan seseorang tidak bisa dirahi itu melebihi duka manapun." Ucap Yixing melamun.
Sehun tidak mendengar perkataan Yixing, kini pikirannya hanya berpusat kepada wangi shampoo dan halus rambut Yixing. Dua hal yang sangat memabukkan untuknya.
" Sudah." Ucap Sehun
Yixing memegang rambutnya yang telah mulai mengering perlahan.
" Kau memang bisa dihandalkan Sehunnie. Gomawo."
" Ne Yixing… Apa kau percaya cinta pada pandangan pertama?."
" Mwo? Kau Tanya apa?."
" Kurasa aku…."
Teeet teeet
" Kurasa itu dari hyungmu." Ucap Yixing tersenyum
" Halo." Sehun mengangkat teleponnya
" Sehun kemana saja kau seharian ini?."
" Maaf hyung. Tadi aku tidak membawa ponselku. Aku keluar dengan room mate ku." Ucap Sehun sambil menggaruk tulang hidungnya karena tersipu sendiri membicarakan Yixing kepada Junmyeon
" Oh ne. Hyung hanya cemas kau kenapa-napa. Bagaimana disana apa semua baik?."
" Semua berjalan indah hyung. Pantas kau betah di China."
" Haha bukan begitu Hun. Tunggu-tunggu, apa topic pembicaraan kita dulu itu adalah room mate mu?." Tanya Junmyeon menahan tawanya
" Hyung ah…"
" Haha jawab jujur Hun. Hyung tahu siapa kau."
" Ne-ne. Memang dia."
Sehun memperhatikan Yixing yang menunjukkan pintu dan dirinya. Sehun yang mengerti maksud Yixing mengangguk kepada Yixing. Yixing keluar, pergi mengambil makan malam untuk dirinya dan Sehun untuk dimakan di kamar.
" Lalu, apa perkembangannya hingga saat ini? Kau gila Hun. Bahkan ini belum seminggu kau disana." Ucap Junmyeon
" Hyung kan tahu aku tidak suka sesuatu yang lama. Kau tahu tadi hyung? Aku dan dia naik komedi putar berdua!." Cerita Sehun semangat
" Komedi putar? Haha kencan sesuai usiamu Hun?." Ejek Junmyeon
" Ani. Dia yang mau, itu sangat menyenangkan hyung. Kau harus coba lain kali dengan pasanganmu."
" Haha. Jika itu menyenangkan untukmu maka aku akan percaya."
" Hyung. Apa aku harus mengatakannya sekarang kepadanya?." Tanya Sehun pelan
" Kau mau dia pindah kamar besok?."
" Tidaak!."
" Jangan sekarang. Dekatilah dia dulu Hun. Biar dia mengenal dirimu begitu juga kau."
" Ne-ne."
Pintu kamar kembali terbuka tangan kanan dan kiri Yixing membawa beberapa jenis makanan juga mulutnya yang tampak mengigit apel. Sehun menahan tawa melihat pemandangan imut di depannya.
" Hyung besok aku akan meneleponmu. "
" Ah apa yang kau mau lakukan sampai kau mengabaikan hyungmu ha?."
" Aku hanya mau makan hyung."
" Haha baik jangan makan room mate mu." Canda Junmyeon
" Hyung ah."
" Haha bye Sehunna."
" Ne hyung."
Junmyeon menutup sambungan teleponnya. Menahan tawa akibat perilaku adiknya. Semua yang diceritakan Sehun semakin membuat Junmyeon mengingat Yixing. Nasehat-nasehat Junmyeon tampaknya berbanding terbalik dengan apa yang dilakukannya. Junmyeon langsung mengatakan suka kepada Yixing bahkan sebelum tahu nama Yixing.
Junmyeon berusaha keras bagaimana mengupayakan Yixing masuk asrama dan sekamar dengannya. Menyentuh tubuh Yixing tanpa tahu Yixing akan menerima atau menolakknya. Bersikap layaknnya Yixing diciptakan hanya untuknya. Kini Junmyeon hanya berharap Yixing masih mengingat bagaimana dirinya tidak menyukai Yixing berdekatan dengan laki-laki manapun di dunia ini. Pikiran Junmyeon antara mempercayai Yixing mengikuti kemauannya dan memikirkan laki-laki yang terus mendekati Yixing menari di hadapannya. Haruskah liburan kali ini dia pergi mengunjungi Yixing seperti janjinya dulu?.
" Junmyeon!." Sebuah teriakan membawa Junmyeon kepada kenyataan
" Ne ayah."
" Karena kau tidak sekolah maka ayah akan membawamu ke perusahaan kita."
" Untuk apa ayah?."
" Belajar! Kau harus tahu bagaimana negoisasi tanpa rugi, membawa laba tanpa menakuti investor. Apa perlu Sehun juga belajar? Kapan jadwal sekolah di China libur?."
" Ne ayah. Biar aku saja. Sehun baru saja mulai sekolah mungkin liburannya masih lama." Ucap junmyeon
" Baik. Tidurlah sekarang. Besok kita pergi pagi."
" Ne."
Setelah sang ayah pergi, Junmyeon tertawa sinis entah kepada siapa. Mungkin kepada pikirannya yang sempat memberi harapan untuk berjumpa dengan Yixing. Harapan yang harus dikuburnya dalam-dalam.
.
Selesai makan Sehun bertugas untuk merapikan semuanya, Yixing pergi mengosok giginya dahulu baru kemudian pergi tidur. Sehun menatap ponsel Yixing yang tergeletak di lantai tempat mereka makan tadinya. Muncul pikiran ingin membukanya, mungkin mengambil foto lucu Yixing ataupun sekedar ingin mencari tahu. Tapi apa jadinya jika Yixing tahu jika Sehun membuka-buka ponselnya. Teringat akan teriakan hyungnya.
" Kau mau dia pindah kamar besok?."
Sehun meletakkan ponsel Yixing di tepian kasur Yixing. Bergumam dalam hati untuk meminta dirinya sabar. Hyungnya benar, dia harus mengenal Yixing dan mendekati Yixing dahulu.
Sabar lah Hun. Gumam Sehun dalam hati
Yixing keluar sudah mengganti celana pendeknya dengan celana jogger untuk dirinya tidur.
" Good night Sehunnie. Jangan lupa gosok gigi sebelum tidur." Ucap Yixing
" Ne." Sehun masuk menggantikan Yixing untuk menggosok giginya.
Yixing menekan ponselnya, muncul Junmyeon sebagai wallpaper ponselnya. Yixing mengambil foto itu secara diam-diam. Wajah Junmyeon menunduk tengah meminum air melalui sedotan. Yixing tersenyum mengelus layar ponselnya.
" I miss you.."
Yixing meletakkan ponselnya kemudian tidur berharap mimpinya membawa nya kepada Junmyeon sosok yang dirindukannya.
Sehun tidak menyangka Yixing akan langsung tertidur. Dengan perlahan Sehun mendekati kasur Yixing yang berseberangan dengan kasurnya. Mengelus pelan pipi Yixing. Yixing yang sudah nyenyak tidur hanya bergerak sedikit semakin mendekati pipinya ke tangan Sehun.
" Apa mimpimu sehingga kau tersenyum seperti ini?." Ucap Sehun masih mengelus pipi Yixing pelan.
TBC
Maaf nulisnya sedikit T_T
Untuk beberapa pertanyaan dan sapaan hihi
Chenma ceritanya Yixing kayak pelatih gitu haha pelatih senam kalik. Karena Hun baru jadi mereka sekamar deh
Xingbaobei hihihi authornya memang sudah mulai ga waras lagi nih gara-gara nunggu EXO comeback haha. Maaf ya atas kesalah pahaman yang penting tetap 3 hahah
KittiToKitti Perang ga yah? Hihi yuk kita lanjutin baca FF nya hihihi maksa
Wahyu98 aaaa pasti ini emak ya? Maaak makasih atas kiriman hijab nya huaa dapat THR lebaran dari emak gomawoo emaaak I love you muaaaachh
Anson eits eits ga boyeh ngomong gitu nanti mami iching marah
huaaa serasa sudah lama sudah karatan nih FF terbiar sampai di thank God hihihi
Kyuli 99 Huaa iya nih author nya sok-sokan bikin sad padahal dalam hati sendiri ga rela T_T
MinnieZhang Iya memang kecepatan huaa hiks kalau lama takut kepanjangan chap nya nanti soalnya ini maaf kan dakuuu huaaa
Tiffanyoktavia9 Huaa sudah di update nih. Heheh ga apa kok author nya juga lebay ga karuan haha^^
Ragnhild seo Iching dengarkan suara hati readers! Jangan kecewakan kami huaaa
