White Tiger and Little Bunny Story

Rate: T

Genre: Friendship, humor.

Disclaimer: Asagiri Kafka & Harukawa Sango.

Warning: OOC, typo, garing, gaje, dll.

Author tidak mengambil keuntungan apa pun dari fanfic ini, dan semata-mata dibuat demi kesenangan pribadi, serta diikutkan pada event "AtsuKyou week 2019" di tumblr.


Day 6: Tiger & Bunny/ Celebrity!AU


Taman kota usai bel pulang di waktu siang merupakan kebahagiaan sederhana yang tampak dari tawa anak-anak. Sekitar pukul satu ditemani orang tua mereka, topi-topi bundar kuning bertebaran memenuhi aneka wahana. Entah menaiki jungkat-jungkit, perosotan, bermain di bak pasir membentuk istana, atau kejar-kejaran dengan iming-iming es krim di toko kelontong Pak Fitzgerald.

Soalnya enak pakai AC. Sofa empuk keluaran Eropa–robek sedikit kasih pemulung. Lantainya emas 24 karat–kelihatan debu, ganti! Karpet dari kulit macan tutul -tutulnya dibuat manual pakai kuas Leonardo Da Vinci. Ketahuan mencolong langsung dihujani dollar–di depan penjara maksudnya, HE-HE-HE.

Namun, toko kelontong Pak Fitzgerald bukanlah apa yang bocah sembilan tahun itu perhatikan. Pulang dari membeli egg roll with salty sauce–baca telur gulung pakai garam, Atsushi tengah digandeng mama sewaktu melewati taman tersebut. Mata nila bulatnya mengerjap-ngerjap lucu, ketika mendapati sosok teman sekelas bermain ayunan.

"Ma! Aku mau main." Telunjuk Atsushi mengarah pada ayunan yang di sampingnya diduduki seorang perempuan. Dia mau mengobrol daripada pulang, terus bosan seharian.

"Angry bird-nya lagi puasa. Main aja sama burung papa nanti."

"Ayunan, Ma. Lidi Gagak benci sama aku." Tiap didekati pasti bersuara macam burung. Padahal Atsushi sukanya jerapah, dan papa bilang Lidi Gagak itu jerapah yang dikutuk. Jadinya satu spesies sama jerapah.

"Kulit kamu putih, dia hitam. Makanya nanti Atsushi kalo udah gede beliin Lidi Gagak skin care."

"Ma! Aku di samping. Bukan di ponsel." Mau banget ini bocah diperhatikan 24 jam. Mereka berpandangan heran yang Atsushi putus dengan melahap telur gulung–dibayar juga kagak, buat apa lama-lama.

"Mama lagi sibuk, sayang."

"Sibuk ngobrol sama papa two? Tapi nama papa itu Osamu. Kenapa jadi two?

"Enggak, kok. Ini sama papa three."

"Oh. Sama pohon di belakang rumah, ya, Ma?" Mama Chuuya mengangguk biar cepat. Ini bocah kalau dibalas sependek pesan cewek PMS saja bisa dijawab pakai rumus menghitung balok.

"Itu ada Kyouka lagi main ayunan. Mending Atsushi samperin."

"Oke, Ma. Titip salam buat pohon."

"Iye, iye. Entar mama tanem kamu di tanah biar enggak perlu titip-titip."

Sementara mama selingkuh–Selingan Indah Keluarga Utuh bersama Papa Osamu yang merajuk minta jatah–jatah hotspot yang dibatasi dua puluh kilo bite saja, Atsushi menghampiri Kyouka dengan langkah riang. Teman perempuannya itu tampak memegangi kertas yang sewaktu Atsushi tengok, dipenuhi spidol merah dengan telur bulat raksasa di pojok kanan.

"Wah, Kyouka dapet telor gede! Warna merah lagi." Namun bukannya gembira, dia justru bersedih membuat Atsushi heran. Plastik telur gulung lantas diberikan, walau sisa satu sementara garamnya bejibun.

"Ini aku kasih dulu telor gulungnya. Entar pas pulang baru Kyouka masak sendiri di rumah telor merahnya."

"Aku enggak suka telur. Maunya crepes. Tapi Pak Kunikida bilang gambar crepes susah." Terus Kyouka minta tolong Pak Nikolai -guru seni budaya buat gambar, tetapi beliau bilang enggak bisa soalnya di ulangan matematika, jadi harus pakai rumus.

"Di ponsel mama ada banyak."

"Bisa dimakan enggak?"

"Bentar. aku nanya mama dulu."

Mama Chuuya yang sedang duduk di bangku taman Atsushi datangi tanpa rasa bersalah. Bocah kelas empat SD itu mengambil tempat di samping, lantas menarik-narik kaus hijau toska mama meminta diperhatikan.

"Ponsel mama bisa nyari crepes enggak?" Anggukan diberi sebagai jawaban. Pancaran antusiasme putra bungsunya itu membuat Mama Chuuya merinding, sehingga berhenti mengetik pesan.

"Cariin, Ma! Kyouka mau soalnya."

"Terus ponsel mama mau dia makan?" Kanibal pun berevolusi ternyata. Mata berbinar-binar Kyouka terlalu silau, dan mengecewakan calon istri Atsushi adalah tabu sehingga Mama Chuuya putar otak.

"Iya! Ayo, Ma, cari!"

"Papa kamu lagi ngobrol sama mama di dalem ponsel. Masa tega dimakan." Biarlah DNA kegoblokan Papa Osamu menguasai keluarga ini. Idiot sekalipun pria itu CEO di perusahaan asing, bagian minyak lagi. Jadi, intinya adalah mau goblok, idiot, bodoh atau bego, Atsushi bisa jadi CEO.

"Papa ... papa di dalam ponsel mama ...?!" Herannya lagi ini bocah mewek. Saking ngebet pula Atsushi sampai merebut ponsel Mama Chuuya yang terkaget-kaget.

Mama Chuuya a.k.a Atsushi: Papa, ini Atsushi. Katanya mama, papa ada di dalem ponsel mama.

Papa Osamu: Iya (*´▽`*) Papa emang di dalem ponsel mama.

Mama Chuuya a.k.a Atsushi: Papa ngapain di sana? Nanti Atsushi enggak punya papa lagi kalo papa di dalem ponsel.

Masih ada fotonya padahal, tetapi nanti Atsushi diledek Tachihara yang bilang, 'Bapak, kok, ukuran empat kali tiga?'. Ryuunosuke–kakaknya pun bakal pingsan lagi gara-gara bertengkar sama Tachihara perihal, 'empat kali tiga itu dua belas' VS 'tiga kali empat itu yang dua belas'.

Papa Osamu: Papa lagi mengerami telur kinderjoy ╰(▔∀▔)╯ Emangnya Atsushi enggak mau? (ڡ˘ς)

Mama Chuuya a.k.a Atsushi: Mauuuuuu. Nanti kasih buat Kak Ryuu juga, ya, sama Kyouka. Terus Kenji, Yosano, Tanizaki, Naomi, Higuchi, Ranpo, Poe, Pak Kunikida, Pak Mori, Pak Shibusawa, Pak Oda, Bu Lucy. Semuanya!

Papa Osamu: Entar sekalian kita ternak kinderjoy sama ufo ketburi *:..o(≧▽≦)o..:*

Obrolan absurd itu diputus sepihak oleh Atsushi yang kembali pada Kyouka. Meskipun samar-samar, ia tahu kondisi Papa Osamu yang terjebak di ponsel Mama Chuuya, dan memperparah kesedihan di wajah cantik itu. Dongeng di kelas bahasa Indonesia terngiang membuat Atsushi terpikirkan sesuatu. Mungkin, mendongeng untuk Kyouka bisa mengembalikan senyumannya, sebelum Papa Osamu pulang membawakan kinderjoy.

"Gimana kalo dongeng? Aku yang buat sendiri." Rasa penasaran Kyouka membuat matanya kembali berbinar-binar. Dia suka dongeng, dan ibu sering membacakan sebelum tidur.

"Uhm! Aku mau dengar."

"Ekhem! Pada suatu hari, ada seekor harimau putih dan kelinci yang berteman dari kecil. Mereka tinggal di hutan, dan selalu bermain berdua karena harimau putih ditakuti hewan-hewan lain."

"Siang harinya. Mereka bermain ke hutan seperti biasa, lalu bertemu kijang di perjalanan. Kelinci pun mengajak kijang bermain bersama, tapi kijang menolak dan bilang, 'Aku enggak mau main sama harimau putih. Dia menyeramkan'."

Jeda sejenak. Atsushi memikirkan kelanjutannya sebelum bersuara.

"Oh! Harimau putih sangat sedih ketika mendengarnya. Kelinci pun menghibur dia dengan berkata, 'Kijang cuma salah paham. Harimau putih itu sebenarnya baik, dan aku senang berteman sama kamu'. Harimau putih bertanya, 'Kenapa aku dilahirkan sebagai harimau, dan bukan binatang lain? Mereka jadi takut padaku sekarang'."

"Kelinci sedih mendengarnya, lalu dia bilang, 'Kamu jadi harimau putih, karena ada satu hal yang hanya bisa kamu lakukan. Makanya harimau putih tidak boleh sedih'. Tapi harimau putih pergi meninggalkan kelinci, dan katanya, 'Kelinci main aja sama mereka. Enggak perlu cari aku lagi'".

"Harimau sama kelinci pasti baikan. Iya, kan, Atsushi?" celetuk Kyouka yang dibalasnya dengan seulas senyum. Mama Chuuya diam-diam mengambil foto, terus laporan ke Papa Osamu yang di ruang kerjanya mendadak guling-guling.

"Karena itu biar bisa baikan sama harimau putih, kelinci pergi ke padang bunga untuk menghadiahkan mahkota bunga. Selama perjalanan kelinci bernyanyi riang, dan tiba-tiba ..."

"AUMMM! Singa muncul untuk memakan kelinci. Kelinci sangat ketakutan, dan berharap harimau putih datang menyelamatkannya."

"Singa yang tau kelinci berteman sama harimau putih pun tertawa keras, dan dia berkata, 'Kasian sekali kamu ditinggalkan harimau putih. Dia jahat sekali', kemudian kelinci membalas, 'Harimau putih pasti datang menyelamatkanku'."

"Mendengar ucapan kelinci, singa tertawa lagi, katanya, 'Kita liat saja apa harimau putih datang atau tidak'. Kelinci sangat ketakutan sampai menutup mata, tapi dia yakin harimau putih pasti datang dan tau-tau ... BUMMM! Singa terjatuh."

"Harimau putih datang menyelamatkan kelinci." Tahu-tahu kepala Kyouka maju menghadap wajah Atsushi. Jarak mereka betul-betul dekat membuat Atsushi gemas.

"Mereka bertengkar, dan harimau putih terluka parah. Saat kelinci membawanya ke dokter burung hantu, harimau putih berkata, 'Aku udah enggak sedih karena jadi harimau putih'. Kelinci tersenyum mendengarnya, terus harimau putih lanjut bilang, 'Soalnya aku bisa menyelamatkan kelinci, sahabat terbaikku'."

"Tamat."

Prok ... prok ... prok ...

Tepuk tangan Kyouka menggema pelan di tengah taman yang mulai sepi. Atsushi menggaruk belakang kepalanya, karena malu diwariskan kutu oleh Poe–untung kagak lompat-lompat macam gajah kesurupan. Mereka pun terdiam sampai Mama Kyouka menjemput. Perkumpulan ibu-ibu lantas tercipta dengan mengobrolkan suami, anak, kakek, nenek, buyut bahkan moyang sampai monyong.

"Akhirnya Kyouka ceria lagi." Berarti tinggal menunggu Papa Osamu pulang buat membawa kinderjoy. Atsushi tidak sabar melihat telurnya menetas, terus muncul ayam warna-warni yang biasa abang-abang jual di pasar.

"Kapan-kapan aku mau denger lagi."

"Boleh! Mau tentang harimau putih sama kelinci?"

"Uhm. Nanti giliran kelinci yang menyelamatkan harimau putih." Tangan kanan Kyouka diangkat mengajak Atsushi tos. Entah untuk cerita tadi, hewan favorit mereka, dan hubungan keduanya.

"Mereka bersahabat kayak kita berdua. Jadi, bakal saling menyelamatkan."

TOS!

"Paman Osamu udah keluar dari ponsel?"

"Tenang aja. Papa di dalem ponsel lagi mengerami kinderjoy. Atsushi udah bilang buat bagi ke semua orang."

Pulangnya Papa Osamu diamuk massal, karena giveaway kinderjoy ke anak-anak mereka sampai ketagihan -ditambah kena hajar Mama Chuuya gara-gara Atsushi menangis.

Iya. Dia menangis karena yang keluar bukan ayam warna-warni, melainkan 'kotorannya'.

Tamat.

A/N: Enggak kerasa udah day 6 aja~ and btw karena day 7 itu free day, jadi aku bolehin kalian request sesuatu. kalo misalnya minat, tinggal ketik aja kalian mau AtsuKyou kayak gimana secara garis besar (rinci juga boleh). nanti aku bikinin deh~ tapi kalo enggak ada, yaudah, tunggu aku dapet ide baru dilanjut~ aku cuma penuhin request dr review pertama, sementara kalo misalnya ada yang ke dua/tiga, ya paling rada lama jadinya~

Oke thx buat yang udah review, fav/follow, atau sekedar lewat. aku menghargai apa pun yang kalian berikan padaku~ sampai jumpa di AkuAtsu day 5 okay.

Balasan review:

Peanut: karena ku maunya bikin kyouka lamar atsushi duluan, wkwkw (salahkan kyouka yang begitu badass). di sini akutagawa bucin dazai lier lagi aku bikinnya wkwkw. mereka yang dijadiin temenan aja spontanitas itu, tadinya aku mau masangin atsushi sama yang laen tapi udahlah, akutagawa udah paling klop emang~ kuat dia mah dah :( kunikida pengen atsushi ama mamang osamu jadi lebih baik kan wkwkw. AWKOAKAKA KALO ITU BENERAN DIBIKIN ENGGAK BAKAL NGAKAK LAGI KAMU (niatnya angst soalnya, tapi bersyukurlah ga jadi bikin karena mentok di percakapan). oke thx udah mampir yakk.

revau: eh polisinya tunda dulu dong, aku belom bikin day 7 ini ga ada ide WKWKW. nah iya perkiraan umur atsushi emang sekitar 27/28, tapi aku ga tulis karena ... takut salah (entar salah perkiraan kalo terlalu jauh atau pendek malu kan). cewek2 di BSD emang pada kekurangan jatah fanfic ya rasanya .-. di sini cowok2nya yang lebih tenar wkwkw. tenang aja di chap 2-6 ini udah enggak angst loh~ fluff semua lah. aku enggak mau juga nyakitin mereka, serius, HEHEHE. btw aku sengaja bikin panggil "atsushi-kun" biar pada g tau itu atsushi jadi bapak kyouka /gapentingemang. ok thx yak udah mampir~ jangan lupa ChuuAku day 6 atau 7 mu tuh lupa aku.