"Kerjakan test ini."

"Kenapa test lagi?" Sehun mengembalikan kertas test tersebut pada Jongin.

"Jangan mentang-mentang nilai ulangan mu mendapat 8, kau jadi malas seperti ini.Kerjakan!"

Dengan ogah-ogahan Sehun mengerjakan deretan soal sejarah itu dengan wajah cemberutnya.

"Imutnyaaaa!" Jongin mencubit pipi kiri Sehun, namun hanya di balas tatapan datar oleh Sehun.

"Sehun, apa kau masih berpacaran dengan Baekhyun?"

"Aku tak berpacaran dengan nya. Kami hanya tidur bersama."

"Apa?!" Kuping Sehun berdengung sesaat setelah mendengar teriakan Jongin.

"Kau gila?! Bagaimana mungkin kau memperlakukan wanita seperti itu?"

"Dia yang menawarkan diri. Lagi pula tidak baik menolak tawaran nya bukan?"

Jongin menghadiahi kening Sehun dengan jitakannya. Apa yang Sehun ucapkan sangat menyinggung harga dirinya sebagai seorang perempuan. Lagipula bagaimana bisa semua wanita menjadi murahan sekali jika sudah berhadapan dengan Sehun?

"Kau tak seharusnya melakukan itu! Seharusnya kau menolaknya."

"Kau cemburu?" Mengapa di saat-saat seperti ini tingkat kepercayaan diri Sehun masih saja tinggi? Batinnya.

"Tentu saja tidak. Mendengar mu mengatakan hal seperti itu bahkan membuatku sadar jika kau memang benar-benar seorang bajingan, yang hanya gemar memanfaatkan wanita." Sehun meletakkan pulpennya dan memfokuskan dirinya pada Jongin sepenuhnya. Seperti nya berdebat dengan Jongin akan memerlukan tenaga dan waktu ekstra.

"Bukan kah aku yang dimanfaatkan disini? Mereka berlomba-lomba mendapatkan ku untuk jadi kekasih meraka dan tidur dengan ku untuk di pamerkan kepada orang lain. Kau pikir kenapa selama ini aku hanya mengencani mereka dalam waktu yang singkat? Karena aku tahu, tidak ada satu pun dari mereka yang tulus padaku Jongin."

"..." semua sanggahan yang sudah Jongin sediakan sudah tak berguna lagi. Apa yang Sehun paparkan memang benar adanya. Sehun itu terlalu sempurna, dan karena hal itu lah semua wanita rela di permalukan harga dirinya hanya untuk bersama Sehun.

"Lagipula aku tak akan pernah merendahkan wanita yang benar-benar ku cintai. Meski hal itu terasa begitu mustahil karena aku tak pernah merasakannya." Hati Jongin berdesir hangat saat mendengar kalimat yang Sehun ucapkan. Mungkin saja Sehun masih memiliki sisi baik di dalam sana.

"Masih ingin berdebat?" Jongin menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Dengan gemas Sehun mengusak rambut Jongin. Mereka mungkin seumuran, dan Jongin memang lebih cerdas dari nya, namun tingkat kedewasan Jongin masih seperti anak-anak. Lihat saja saat ia melawan Guru Cha kemarin, terlihat sekali bahwa Jongin masih belum bisa menahan emosi nya.

"Kalau begitu sekarang kau duduk manis dan diamlah. Aku akan mengerjakan soal-soal yang kau berikan."

.

.

.

"Melamun?" Jongin tersentak saat mendengar teguran dari paman Cha.

"Kau mengagetkan ku paman!"

"Aku bisa rugi besar jika kau terus melamun." Ucap pria paruh baya itu bercanda. Jongin hanya terkikik geli saat mendengar candaan tersebut.

"Kali ini karena siapa? Ibu mu? Ayah mu? Kris?"

"Bukan mereka."

"Lalu siapa?"

"Seseorang. Dulu aku selalu menganggapnya sebagai manusia egois dan kekanakan. Tapi saat mendengar nya berbicara tadi membuatku sadar, jika dia jauh lebih dewasa dari ku." Paman Cha tersenyum. Dia seperti nya tahu apa yang sedang Jongin rasakan sekarang.

"Kau jatuh cinta dengannya?" Mata Jongin membulat setelah nya. "Tidak. Aku tak mungkin jatuh cinta dengan pria itu. Aku sudah menyukai pria lain." Jongin bukan orang yang terbuka sebenarnya, tapi saat mendengar asumsi paman Cha dia jadi merasa jika dia perlu meluruskan hal yang terjadi saat ini.

"Wah ini sudah jam 12, seperti nya kita harus tutup segera." Paman Cha tahu jika Jongin salah tingkah. Terbukti dari wajahnya yang sudah memerah itu.

"Baiklah. Tapi jika kalian sudah resmi berkencan jangan lupa untuk mengenalkannya padaku."

"Paman!"

.

.

.

Seorang gadis sedang berada di dalam mobilnya. Sebenarnya ia sudah sampai di tempat yang ia tuju sejak setengah jam yang lalu namun ia belum berani untuk masuk ke dalam sana.

Gadis manis itu memutuskan untuk mengambil ponsel nya dan menghubungi pemilik tempat yang ia datangi itu.

"Bisakah kita bicara? Aku sudah di depan rumah mu." Panggilan pun terputus saat pria di seberang sana mengiyakan ajakan tersebut.

Tok tok

Sang gadis segera membuka pintu penumpang di sebelahnya hingga sang pria dapat duduk di sebelahnya.

"Apa yang ingin kau katakan?"

"Tak bisa kah... Tak bisa kah kita kembali seperti dulu?" Ucap wanita itu tergagap. Namun pria itu hanya menghela nafas kasar. Sesungguhnya ia sudah jenuh dengan topik pembicaraan ini.

"Maafkan aku Irene. Tapi hubungan kita sudah benar-benar berakhir. Kau tahu bukan jika aku tak akan pernah kembali pada seseorang yang sudah ku buang sebelumnya."

"Tapi kenapa Sehun? Kenapa?"

"Kau benar-benar munafik! Kau kira aku tak tahu akan semua perbuatan mu selama ini?! Kau gila Irene!" Irene, gadis itu hanya dapat terdiam di tempatnya. Sekelebat bayangan masa lalu lewat di pikirannya.

"Kau kira aku tak tahu bagaimana licik nya kau di belakangku? Mencelakai semua wanita yang mendekati ku. Padahal kau tahu aku tak hanya berkencan dengan satu wanita dalam satu waktu."

"Itu karena aku mencintaimu Sehun. Aku tak ingin berbagi dengan wanita manapun." Irene mulai menangis tersedu. Kedua telapak tangannya yang sebelumnya berada di stir pun kini sudah menutupi wajah nya.

"Tapi aku tidak. Semua perilaku mu itu membuatku semakin ingin menjauhi mu Irene."

"Dan satu hal lagi. Jauhi Kim Jongin!" Ujar Sehun dengan nada super datar nya.

"K-kenapa?"

"Perempuan licik seperti mu tidak pantas berteman dengan nya."

"Memang nya kenapa? Jika aku mencelakai nya pun itu bukan urusan mu!" Mendengar balasan Irene membuat Sehun emosi. Pria itu bahkan sudah menarik kerah baju Irene sebagai bentuk pelepasan amarahnya itu.

"Berani menyentuhnya sedikit saja aku akan membunuhmu!" Sehun melepaskan cengkraman nya dengan kasar hingga punggung wanita itu bertubrukan dengan pintu mobil.

Cklek

Brakk

"Kau menyukai Kim Jongin, Sehun..." Irene berucap datar saat Sehun keluar dari mobil nya.

Tbc

Note: pendek dulu. Buat pemanasan. Kalo rame double update...