CHAPTER 20
SPY. Lee Kwang So amat menikmati perannya kali ini sebagai mata-mata. Mengawasi setiap gerak-gerik dan perilaku targetnya. Mencari tahu apa yang ingin ia ketahui dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.
Lee Kwang So bahkan membuntuti targetnya itu saat pulang sekolah. Sialnya ia malah terhenti di pos penjagaan kompleks perumahan tempat buruannya tinggal sebelum tahu di mana tempat tinggalnya. Lee Kwang So memang bisa memberikan alasan yang masuk akal. Namun, tatkala mobilnya berhasil melewati penjaga keamanan kompleks itu, ia kehilangan jejak.
Alhasil, Lee Kwang So hanya bisa menjadi mata-mata saat di sekolah. Saat jam pelajaran, ia sengaja memilih tempat duduk paling belakang untuk mengamati. Saat istirahat pun, ia sebisa mungkin berada di tempat yag sama dengan targetnya itu supaya ia bisa mengawasi dan melihat perubahan perilaku yang terjadi.
Sayangnya hasilnya tak seperti yang diharapkan. Anak itu tak menunjukkan perilaku yang diharapkan Lee Kwang So. Dan itu yang membuat Lee Kwang So jengkel bukan kepalang. Ia menjadi lebih bekerja ekstra untuk mencari tahu.
"Apa yang kaulakukan Kwang So-ah?"
Lee Kwang So terperanjat saat seseorang menepuk pundaknya dan membuat perhatiannya pada seorang Cho Kyuhyun teralihkan.
"Kau membuatku kaget," jawab Lee Kwang So, lalu beralih menatap Kyuhyun lagi.
"Jadi, itu yang membuatmu jarang berkumpul lagi dengan kami. Ada apa dengannya?" tanya Han Kaisoo.
"Aku belum tahu. Aku masih mencari tahu," jawab Lee Kwang So lalu duduk di bangku terdekat yang juga sudah diduduki Han Kaisoo dan Shin Dong Min.
"Mencari tahu tentang apa?" tanya Shin Dong Min ingin tahu.
Shin Dong Min akan dengan senang hati mendengarkan apa yang terjadi pada orang-orang yang tak disukainya. Terutama kalau itu menyangkut hal-hal yang tidak baik.
"Banyak hal. Dan aku belum menemukan satu petunjuk pun tentangnya," jawab Lee Kwang So.
"Ayolah, Kwang So-ah! Kau tahu aku tak suka bicara berputar-putar. Beritahu aku ada apa dengan Cho Kyuhyun! Kalau melihat gelagatmu itu pasti sesatu yang besar!" desak Han Kaisoo.
"Well, aku pernah mendengar sesuatu tentangnya. Tapi, aku tak tahu dengan pasti apa itu. Aku hanya sedikit mendengar, belum tahu cerita sebenarnya secara lengkap," ujar Lee Kwang So.
Kedua temannya itu memandangnya dengan tatapan ingin tahu dan tak sabar. Segala sesuatu tentang Cho Kyuhyun memang terdengar menarik bagi mereka berdua.
"Aku pernah mendengar sesuatu tentang Cho Kyuhyun. Aku tak sengaja mendengar perkataan Shim Changmin tentangnya. Kata Changmin, Kyuhyun akan mewarisi sesuatu saat berumur 18 tahun nanti. Tapi aku tak tahu apa itu. Aku sudah mencari tahu tetang latar belakang keluarganya, tapi aku belum menemukan informasi yang kumau. Aku juga sudah mencocokkan data-data yang aku dapat dari ayahku tapi belum ada yang sesuai," terang Lee Kwang So pada kedua temannya.
"Mewarisi sesuatu, eoh? Kau tidak salah mendengar kan, Kwang So? Dia bukan siapa-siapa. Kalau benar dia chaebol dan menjadi ahli waris, aku pasti pernah mendengar nama ayah atau keluarganya. Aku punya banyak kenalan dari kalangan atas dan tak pernah ada nama Cho sialan itu di antaranya," dengus Han Kaisoo sebal.
"Tapi buat apa Changmin berkata seperti itu dan buat apa Kyuhyun menyuruh Changmin menutup mulutnya. Kau juga tahu siapa Shim Changmin. Anak itu tak pernah mengatakan sesuatu tanpa dasar. Aku malah curiga Cho Kyuhyun punya skandal di masa lalunya. Skandal besar yang akan mencoreng namanya. Kalau itu benar, aku adalah orang pertama yang akan bertepuk tangan karena senang," kata Lee Kwang So.
"Lalu apa yang kaudapat sejauh ini?" tanya Han Kaisoo ingin tahu.
"Belum banyak. Aku hanya mencocokkan nama ayahnya dengan seseorang yang kelihatannya memiliki keterkaitan dengannya. Sampai hari ini aku hanya mendapatkan satu informasi tentang Cho Young Han lewat internet. Kau tahu belasan tahun yang lalu ada seseorang bernama Cho Young Han yang membunuh satu keluarga karena dendam dan punya kelainan jiwa. Cho Young Han itu bunuh diri saat dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Kalau itu ada hubungannya dengan Cho Kyuhyun bukankah akan menjadi skandal besar?" ucap Lee Kwang So berapi-api.
"Lalu, apa hubungannya dengan Cho Kyuhyun?" tanya Han Kaisoo ingin tahu.
"Cho Young Han itu punya lahan pertanian ratusan hektar yang tak terurus. Menurut berita ia dulu juga punya istri dan anak. Kalau benar Kyuhyun anaknya, bisa saja ia akan mewarisi semuanya itu. Bukan saja lahan pertaniannya, mungkin juga penyakit jiwanya," jawab Lee Kwang So antusias.
Han Kaisoo terdiam mendengar semua yang diucapkan Lee Kwang So itu. Memang benar selama ini mereka tak banyak tahu tentang jati diri Cho yuhyun. Mereka hanya menganggap Cho Kyuhyun sebagai anak menyebalkan yang tak tahu diri.
Ia tak pernah mengorek keterangan lebih banyak tentang Kyuhyun. Nyatanya ada banyak hal tersembunyi dari anak itu. Sesuatu yang sengaja disembunyikan Cho Kyuhyun supaya tak diketahui orang lain.
"Tentu akan menyenangkan kalau dia terlibat skandal besar," kisik Shin Dong Min.
"Kau benar. Melihatnya tak punya muka lagi tentu menyenangkan. Pertanyaannya sekarang adalah, apa langkah kita selanjutnya?" kata Han Kaisoo sambil menatap kedua rekannya itu.
"Aku sudah pernah menyelipkan salinan berita ke dalam lokernya. Aku berharap ia salah tingkah atau merasa takut karena kedoknya sudah mulai terbongkar. Tapi, anak itu tak menunjukkan ekspresi apa pun. Entah itu memang benar-benar tak ada hubungannya dengannya atau Cho Kyuhyun itu cukup pintar menipu kita. Aku juga pernah bertanya pada Kim Ryeowook, namun anak itu tampaknya juga tak tahu apa-apa," kata Lee Kwang So lagi.
"Hmm, begitu, ya? Kalau begitu aku harus bicara langsung pada Kim Ryeowook. Beritahu padanya untuk menemuiku selepas sekolah nanti di tempat biasa. Aku punya banyak hal yang harus dikerjakan Kim Ryeowook!" perintah Han Kaisoo.
Shin Dong Min menjentikkan jarinya mendengar ucapan Han Kaisoo itu. Sudah beberapa waktu mereka tidak memiliki urusan dengan Kim Ryeowook. Berurusan sekali lagi dengan Kim Ryeowook merupakan selingan yang menyenangkan.
Kim Ryeowook menatap ketiga orang yang berdiri di depannya itu dengan ketakutan. Sudah lama ia tak memiliki masalah dengan Han Kaisoo dan teman-temannya itu. Kim Ryeowook merasa hidupnya sedikit lebih tenang. Namun, Shin Dong Min yang menghampirinya siang tadi dan menyuruhnya ke atap sekolah sepulang sekolah, membuatnya seperti harus menelan pil pahit.
Kim Ryeowook memiliki rasa takut yang luar biasa bila harus berurusan dengan Han Kaisoo dan teman-temannya. Ia selalu berakhir mengenaskan kalau Han Kaisoo sudah ingin menemuinya di tempat yang sepi dan terkucil seperti ini.
"Well, Kim Ryeowook, lama tak jumpa! Kau pasti merasa senang bertemu denganku lagi atau malah sebaliknya?" sapa Han Kaisoo yang terdengar menyeramkan di telinga Kim Ryeowook.
Kim Ryeowook hanya terdiam dan menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia tahu setiap kata yang keluar dari mulutnya hanya akan membuat Han Kaisoo mencelanya tanpa ampun.
"Kami tak mau repot-repot bertemu tikus bau sepertimu, Kim Ryeowook. Tapi kami ingin kau melakukan sesuatu untuk kami," kata Shin Dong Min menambahkan.
"Beritahu padaku seperti apa Cho Kyuhyun!" kata Han Kaisoo tak sabar.
Han Kaisoo merasa tak perlu berbasa-basi dengan Kim Ryeowook. Rasa ingin tahu yang besar membuatnya harus mendengar sendiri kisah Cho Kyuhyun sedetail-detailnya.
"Kau pasti mengenalnya dengan baik. Sejak kelas satu, kau selalu dekat dengannya. Ia pasti memberitahumu banyak hal tentang dirinya. Jadi, sekarang ceritakan padaku siapa dan bagaimana Cho Kyuhyun!" bentak Han Kaisoo lagi habis sabar.
Kim Ryeowook menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Demi Tuhan, ia juga tak terlalu mengenal siap Kyuhyun sebenarnya. Ia hanya tahu Kyuhyun di sekolah. Di luar itu Kim Ryeowook buta tentang siapa Cho Kyuhyun.
"Bicara yang benar!" sentak Shin Dong Min kali ini.
Shin Dong Min pun jengah dengan Kim Ryeowook yang hanya diam dan menggelengkan kepala seperti itu.
"Tapi aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang Cho Kyuhyun," cicit Kim Ryeowook.
"Kau tak tahu atau tak mau memberitahuku?" teriak Han Kaisoo mulai marah.
Kim Ryeowook merasa separuh nyawanya melayang mendengar bentakan Han Kaisoo itu. Sungguh ia tak tahu apa-apa tentang Kyuhyun.
"Aku sudah pernah bilang pada Lee Kwang So kalau aku tak tahu latar belakang Kyuhyun. Aku benar-benar tidak tahu, aku bersumpah!" ucap Kim Ryeowook.
Kim Ryeowook mulai menangis. Selalu seperti ini. Ia yang selalu menjadi korban Han Kaisoo dan kawan-kawannya jika itu mulai menyangkut Cho Kyuhyun.
"Kau menyebalkan, Kim Ryeowook! Kau tak ada gunanya sama sekali. Untuk apa kau dekat dengan Cho Kyuhyun kalau tak tahu apa-apa tentangnya. Atau jangan-jangan kau bersekongkol dengannya dengan berpura-pura tak tahu apa-apa?" kata Han Kaisoo memojokkan Kim Ryeowook.
"Tidak, bukan seperti itu," sergah Kim Ryeowook.
"Jadi kau benar-benar tak tahu skandal tentang Cho kyuhyun? Kau tak tahu kalau ayahnya gila, membunuh satu keluarga, lalu bunuh di diri di rumah sakit jiwa?" pancing Shin Dong Min.
Kim Ryeowook terperangah mendengar ucapan Shin Dong Min itu. Ayah Kyuhyun gila? Pembunuh lalu berakhir bunuh diri? Kim Ryeowook bahkan tak pernah memikirkan hal-hal seperti itu selama ini.
"Jadi, kau benar-benar buta selama ini, Kim Ryeowook. Kau tak tahu kalau Cho Kyuhyun menyembunyikan skandal masa lalunya. Aku tak tahu kalau kau sebenarnya begitu bodoh," kata Han Kaisoo.
"Aku tak percaya. Aku tidak percaya kalau Kyuhyun seperti itu!" teriak Kim Ryeowook.
"Buka matamu, bodoh! Kaubisa bertanya langsung padanya dan melihat bagaimana reaksinya. Kau sudah dibodohi karena kau memang dungu!" cemooh Han Kaisoo lagi.
Kim Ryeowook menatap Han Kasoo tak percaya. Cho Kyuhyun tak mungkin seperti itu. Kyuhyun cerdas dan penuh prestasi, mana mungkin punya latar belakang keluarga kriminal dan sakit jiwa.
"Kau boleh pergi, Kim Ryeowook! Kau benar-benar tidak berguna!" usir Han Kaisoo ang mulai malas dengan Kim Ryeowook yang tak bisa diharapkannya.
Kim Ryeowook menyusut air matanya dan berlalu dari hadapan Han Kaisoo. Ia mencengkeram tasnya kuat-kuat dan setengah berlari meninggalkan atap sekolah.
"Kau yakin ia akan mulai bertanya pada Kyuhyun?" tanya Shin Dong Min ragu.
"Kita tunggu saja. Kim Ryeowook itu pasti akan penasaran dan akan mulai mencari tahu. Kita tinggal mengawasinya dan menunggu hasilnya. Semoga saja Kim Ryeowook itu cukup bodoh dan tidak sadar kalau kita jadikan umpan," jawab Han Kaisoo.
"Kau benar. Kim Ryeowook bisa bertanya pada teman-teman dekat Kyuhyun tanpa akan dicurigai. Bila tiba saatnya nanti, kita tinggal mengorek mulut Kim Ryeowook. Semoga saja benar-benar skandal besar. Aku sudah tidak sabar melihat Cho Kyuhyun yang sombong itu kehilangan harga dirinya," ucap Shin Dong Min dengan senyum culas menghiasi bibirnya.
"Ayolah, Shim Changmin, beritahu aku!" rengek Kim Ryeowook untuk ke sekian kalinya.
"Aku kan sudah bilang aku tak bisa memberitahumu, Kim Ryeowook," kata Shim Changmin kesal.
Siapa yang tak kesal. Sejak dua hari terakhir Kim Ryeowook terus menguntitnya dan menanyakan hal yang sama. Anak itu bahkan nekad mengekorinya sampai ke lapangan basket dan menunggunya hingga selesai latihan.
Kim Ryeowook bahkan dengan tak tahu malunya menyeret-nyeret tangannya dan merajuk. Anggota tim basketnya bahkan sudah menatapnya curiga. Kim Ryeowook yang biasanya antisosial terlihat setia menunggu Shim Changmin selesai berlatih basket. Sesuatu yang di luar nalar bagi siapa pun yang mengenal Kim Ryeowook.
"Hanya kau yang bisa menjawab pertanyaanku, Changmin. Kau yang lebih mengenal Kyuhyun. Jadi, kau pasti tahu," desak Ryeowook lagi.
"Berhenti merecokiku dengan pertanyaanmu itu, Kim Ryeowook! Kau membuat kepalaku pusing," gerutu Shim Changmin.
Dalam hati Shim Changmin sudah ingin menyembur Kim Ryeowook dengan kamus kata-kata mutiara yang dimilikinya. Namun lebih dari itu, Shim Changmin ingin meremas mulutnya sendiri yang pernah teledor membicarakan sesuatu tentang Kyuhyun. Kalau saja mulutnya tidak selebar bak kamar mandi di rumahnya, masalahnya tidak akan serunyam ini
"Apa kau takut bermasalah dengan Kyuhyun kalau kau menceritakannya padaku?" tanya Ryeowook.
"Tentu saja. Kyuhyun pasti akan mencekik leherku kalau sampai tahu aku menceritakan semua tentangnya padamu. Kyuhyun sangat sensitif dengan masalah itu," kata Shim Changmin cepat.
"Kau takut Kyuhyun akan telibat skandal kalau sampai aku tahu?" tanya Ryeowook lagi.
"Huh, skandal apa?" tanya Changmin tak mengerti.
"Skandal yang akan membuat Kyuhyun kehilangan harga dirinya tentu saja. Kau pasti tahu apa yang kumaksud," ucap Ryeowook.
"Kim Ryeowook, aku tak tahu kalau Kyuhyun punya skandal. Skandal apa?" tanya Shim Changmin tak mengerti.
"Well, aku pernah sedikit mendengar tentang latar belakang keluarga Kyuhyun. Tapi, aku tak percaya begitu saja. Makanya aku menanyakannya padamu karena aku tahu pasti kalau kau tahu semua hal tentang Kyuhyun," terang Ryeowook.
"Kau dengar dari mana?" tanya Shim Changmin.
"Ada seseorang yang memberitahuku, Changmin. Dia bilang latar belakang Kyuhyun mengenaskan hingga Kyuhyun harus menyembunyikannya rapat-rapat dari semua orang. Aku tak yakin orang itu mengatakan hal yang benar, makanya aku harus benar-benar memastikannya. Kalau memang hal itu benar, aku bisa maklum mengapa Kyuhyun begitu tertutup tentang keluarganya. Aku tidak akan pernah memaksakanya lagi untuk bercerita. Aku juga akan menerima Kyuhyun apa adanya sebagai teman."
"Hey, hey, Kim Ryeowook, bicaramu semakin melantur. Apa sih yang kau dengar tentang Kyuhyun?" tanya Shim Changmin.
"Aku dengar kalau ayah Kyuhyun sudah meninggal," kata Kim Ryeowook.
"Kalau itu aku juga tahu," tukas Shim Changmin.
"Tapi, Changmin, aku juga mendengar kalau ayah Kyuhyun meninggal karena bunuh diri. Selain itu ayahnya juga kriminal dan punya penyakit jiwa. Itu betul kan?" tanya Kim Ryeowook lagi.
Shim Changmin melongo mendengar perkataan Kim Ryeowook itu. Shim Changmin sampai kehabisan kata-kata dengan semua yang diucapkan Ryeowook padanya itu.
"Tunggu dulu! Berita dari mana itu. Siapa yang memberitahumu semua itu?" kata Shim Changmin.
"Aku tak bisa memberitahumu siapa orangnya. Tapi orang itu punya bukti kuat tentang ayah Kyuhyun. Shim Changmin, apa memang ayah Kyuhyun seperti itu? Aku bisa mengerti kenapa Kyuhyun tak mau berterus terang tentang keluarganya. Aku juga menyesal karena pernah marah padanya karena itu," ucap Ryeowook lirih.
Shim Changmin menghela napas panjang sambil menatap Kim Ryeowook yang terlihat amat sedih di depannya. Ia tak tahu lagi harus berkomentar apa pada Ryeowook yang terlihat lugu di matanya.
"Kim Ryeowook, dengar, aku hanya akan mengatakan padamu satu hal ini! Apa pun yang kaudengar tentang Kyuhyun, semua itu tidak benar. Tidak ada satu pun dari ceritamu itu yang mendekati kebenaran. Kau bisa memegang kata-kataku ini. Semua yang diceritakan padamu, entah oleh siapa, itu semua adalah bohong. Aku tak mau tahu siapa yang menceritakannya padamu. Tapi, aku pastikan satu hal bahwa ayah Kyuhyun adalah orang yang terhormat. Dan lain kali, Kim Ryeowook, jangan penah lagi percaya omongan orang lain tentang Kyuhyun! Kau hanya boleh percaya jika Kyuhyun sendiri yang mengatakannya padamu. Mengerti!"
"Aku mengerti," jawab Kim Ryeowook tergagap.
"Satu lagi, berhenti mengekoriku ke mana pun aku pergi dan jangan bertanya lagi tentang Kyuhyun padaku! Kau cukup bersabar saja sampai anak itu mau membuka diri padamu," jelas Shim Changmin sekali lagi.
Mau tak mau Kim Ryeowook pun mengangguk setuju pada Shim Changmin. Meskipun masih banyak tanda tanya yang bergelayut dalam benaknya, namun Kim Ryeowook tahu ia tak bisa lagi mendesak Shim Changmin.
"Kau, bicaralah pada Kim Ryeowook! Aku sudah gemas melihatnya penasaran seperti itu," gerutu Shim Changmin sore itu di beranda kamar Kyuhyun.
Sore itu Shim Changmin sengaja mampir ke rumah Kyuhyun. Dia memang sering ke rumah Kyuhyun sebelumnya. Shim Changmin juga kenal dekat dengan keluarga Kyuhyun.
"Penasaran tentang apa lagi? Aku sudah pernah memberitahunya supaya ia melihatku seperti apa adanya aku selama ini," jawab Kyuhyun.
"Ada orang lain yang kelihatannya juga penasaran tentangmu. Aku tak tahu apa hubungannya dengan Kim Ryeowook, tapi orang itu berani menyebarkan berita bohong tentang ayahmu. Kim Ryeowook bilang orang itu mengatakan bahwa ayahmu adalah kriminal yang punya penyakit jiwa, lalu bunuh diri," kata Shim Changmin.
Cho Kyuhyun hanya tertawa mendengar ucapan Shim Changmin itu. Jika, dihubungkan dengan selebaran yang selalu terselip di lokernya selama ini, Kyuhyun bisa mulai menebak ke mana arahnya.
"Ini sudah bukan lelucon lagi, Kyu. Kau seharusnya mulai waspada bahwa ada orang yang ingin menjatuhkanmu diam-diam," kata Shim Changmin sengit.
"Orang yang aku tahu ingin melihatku jatuh hanya Han Kaisoo dan pengikutnya. Kau tahu, Chwang? Beberapa minggu terakhir di dalam lokerku selalu terselip potongan berita aneh tentang kasus pembunuhan tujuh belas tahun yang lalu. Aku tak tahu siapa yang melakukannya. Tapi, kalau mendengar ceritamu dan Kim Ryeowook, aku mungkin bisa menyimpulkan kalau Han Kaisoo dalangnya. Siapa lagi kalau bukan dia. Kim Ryeowook pernah bilang kalau Lee Kwang So pernah mengancamnya untuk menceritakan siapa diriku. Sekarang Kim Ryeowook menceritakan padamu kalau ada orang yang memberitahukan padanya tentang ayahku. Aku sangat yakin kalau Han Kaisoo dan begundalnya itu sudah mulai mencari tahu siapa aku," kata Kyuhyun.
"Kalau kau sudah tahu kenapa kau diam saja? Kenapa tidak kaubuka saja mata Han Kaisoo itu dengan menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Aku sudah mulai jengkel melihatnya selalu mengusikmu," sahut Shim Changmin.
"Untuk apa? Toh, kalau dia menyebarkan berita bohong tentangku, dia juga yang akan rugi. Dia tak bisa menunjukkan bukti kan. Hanya orang yang benar-benar bodoh yang akan percaya kata-katanya begitu saja. Aku tak merasa rugi apa pun," kilah Cho kyuhyun keras kepala.
"Tidak semua orang bisa berpikir cerdas, Kyu. Meskipun pintar, tapi orang mudah menilai orang lain tanpa berpikir panjang. Nama baikmu akan tercoreng dan hidupmu akan semakin tertekan di sekolah. Aku pikir sudah cukup kau bersikap down to earth. Kau bisa menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya tanpa perlu mengubah sikapmu," nasihat Changmin.
"Chwang, sikapku memang tidak akan pernah berubah. Tapi, pernahkah kau berpikir bahwa orang-orang di sekitarku lah yang akan berubah. Aku suka dengan hidupku sekarang di mana orang-orang berteman denagnku karena aku, bukan karena semua yang kumiliki. Bukankah lebih baik menjadi sosok yang sederhana tapi dicintai banyak orang, daripada dipuja hanya karena harta? Aku ingin orang dekat denganku karena tulus ingin berteman denganku. Aku tak mau seperti Han Kaisoo yang dipuja banyak orang karena harta yang dimilikinya. Han Kaisoo tidak memiliki teman yang berhati tulus. Apa kaupikir Shin Dong Min dan Lee Kwang So masih mau berteman dengannya seandainya Han Kaisoo bukan orang berada? Aku yakin tak ada satu pun di antara mereka yang mau dekat dengan Han Kaisoo jika ia tiba-tiba saja jatuh miskin. Aku yakin mereka berdua tidak akan pernah mau kenal dengan Han Kaisoo lagi. Bukankah itu lebih mengenaskan?" kata Kyuhyun.
"Aku tahu bahwa kau orang yang selalu waspada dengan siapa pun, Kyu. Kau tak mudah percaya dengan sembarang orang. Mungkin latar belakangmu yang membuatmu seperti itu," ucap Shim Changmin.
"Kau benar. Mencari orang yang tulus itu sangat sulit, Chwang. Sekarang ini lebih banyak orang yang bersikap munafik dan suka berpura-pura. Aku benci orang-orang seperti itu. Teman yang tulus sangat sulit aku dapatkan di posisiku sekarang ini. Aku tak mau hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai temanku."
"Kau harusnya bersyukur kalau begitu karena aku adalah teman yang tulus," kata Shim Changmin sambil tersenyum.
"Tidak juga. Kau seringkali juga memanfaatkanku untuk mentraktirmu makan atau meminjamimu kaset game terbaru," ejek Kyuhyun sambil tertawa lebar.
Shim Changmin hanya merengut kesal dengan ucapan Kyuhyun itu. Tapi, ia suka Kyuhyun yang sekarang bisa tertawa riang. Berbeda sekal dengan beberapa hari terakhir di mana Kyuhyun lebih sering melamun dan berwajah murung.
TBC
Berapa lama sejak saya update chapter 19? Kayaknya udah lama sekali, saya saja lupa ceritanya sampai di mana saking lamanya, mianhe. Han Kaisoo dan teman-temannya masih keukeuh kalau Kyuhyun punya skandal di masa lalunya. Biarkan sajalah kan nanti balasannya bisa lebih jleb he he he. Pembalasan buat Han Kaisoo akan datang kok tenang aja kan di dunia ini juga berlaku hukum karma. Tetap semangat baca ya guys biar saya semangat nulis juga. Jangan lupa review juga. Happy reading.
