"Aku menyukaimu, Kim Jongin."
Perlahan Sehun mendekatkan wajahnya ke arah Jongin. Jongin hanya diam dan hal itu membuat Sehun semakin menggencarkan aksinya untuk mencium Jongin. Namun-
"Ini bukan waktu nya menggombal Oh Sehun."
"Aku tidak menggombal." Belanya.
"Apa kata 'suka' sangat mudah terucap oleh mu? Setelah kau kembali dan tidur dengan Irene, sekarang kau memberi harapan padaku?! Kau sungguh bajingan Sehun!" Sehun menahan tangan Jongin saat melihat gadis itu bangkit dari kursinya.
"Aku bisa jelaskan soal Irene. Dia-"
"Hentikan. Aku tak ingin mendengar penjelasan apapun dari mu." Jongin membuang muka nya, menghindari pandangan Sehun.
"Baiklah. Aku tau kau sudah lelah. Aku akan mengantar mu pulang." Tanpa seizin Jongin, Sehun sudah menarik tangan gadis itu untuk masuk kedalam mobil nya.
Skip
Cklek
Kris melihat sosok gadis yang baru saja masuk dari pintu bercat coklat itu. "Jongin tadi aku-"
"Maafkan aku Kris. Aku benar-benar mengantuk saat ini."
Blam
Pria itu terkejut saat mendapatkan respon kurang baik dari sang adik. Sepertinya Jongin sedang PMS hari ini, pikir Kris.
ㅡㅡ
Pagi-pagi sekali Sehun sudah berada di depan sebuah bangunan apartement milik Jongin. Namun dia baru sadar bahwa kawasan ini adalah kawasan yang sama dengan tempat tinggal Kris. Sehun memang tidak pernah ke rumah Kris secara langsung, namun ia pernah mengantar pria itu pulang beberapa kali.
Tak lama kemudian seorang gadis keluar dari gedung apartement tersebut. Dengan sedikit berlari Sehun menghampiri si gadis, namun langkahnya memelan saat melihat seorang pria yang dia kenal menghampiri Jongin.
"Ayo pergi bersama. Aku membawa mobil hari ini." Kris mengajak gadis itu berbicara, namun hanya di tanggapi dengan gelengan pelan.
Baiklah. Sekarang Sehun sudah dapat sedikit menyimpulkan kedekatan antara Kris dan juga Jongin. Mungkin saja Kris itu tetangga Jongin, lalu dia juga mendekati Jongin namun Jongin hanya menganggap nya teman biasa. Ya! Pasti itu lah kejadian sebenarnya.
"Hey Jongin, dan hai Kris." Jongin terkejut saat melihat sosok Sehun yang berada di hadapannya. Tadi malam seharusnya dia tidak membiarkan Sehun mengantar nya pulang, kalau begini dia dan Kris bisa di curigai.
"Kenapa kau kemari?" Tak seperti Jongin, Kris malah terkesan santai dan biasa saja.
"Aku ingin menjemput kekasih ku saja. Ayo Jongin." Seru Sehun sambil mengamit jemari Jongin.
"Siapa kekasih mu? Aku rasa tidak ada Irene di sini?"
"Hah... kau masih cemburu rupanya." Dengan santainya Sehun menarik Jongin kemudian merangkulnya. Jongin tidak tinggal diam, dia menurunkan tangan Sehun dari bahu nya.
"Jadi Jongin, ingin ikut dengan ku atau Sehun?" Ujar Kris sambil mengayunkan kunci mobil nya.
"Aku i-"
"Dia ikut denganku." Tangan Jongin tiba-tiba di tarik oleh Sehun, dan secepat kilat mereka sudah berada di dalan mobil Sehun.
"Aku tak mau pergi dengan mu!" Seakan tuli, Sehun pun menjalankan mobil nya menuju arah sekolah. Dia bahkan mengambil jarak terjauh ke sekolah, hanya untuk berduaan lebih lama dengan Jongin.
"Kenapa kita belum sampai juga?"
"Kau tak suka berduaan denganku? Kau tau banyak wanita yang bahkan rela menjilat lantai demi satu mobil dengan ku. Kau seharusnya lebih bersyukur." Jawab Sehun pede.
"Kau seharusnya menumpangi mereka saja." Balasan datar dari Jongin membuat Sehut terkisap. "Maaf."
Karena mulutnya sudah gatal, Sehun pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti?!" Ujar Jongin kesal.
"Maafkan aku. Tapi kau harus mendengar penjelasan ku Jongin." Awal nya Jongin berniat kabur, namun dia kalah licik dari Sehun. Karena pria itu telah mengunci pintu mobil nya, berteriak pun tak akan berguna. Tak akan ada yang menolongnya jika jalanan sepi seperti itu.
"Soal malam itu, aku memang melakukan seks dengan Irene. Hanya itu saja, tidak lebih." Jongin mengeraskan rahangnya karena Sehun kembali membahas masalah itu. Padahal Jongin kan sudah mencoba untuk melupakannya.
"Tapi kau harus tau alasan ku melakukan itu Jongin. Aku melakukan nya untuk mu."
"Kau bodoh? Kenapa kau menjadikan ku alasan untuk bercinta?" Sehun pasti sedang mabuk sekarang, pikir Jongin.
"Karena Irene tidak sebaik yang kau pikir Jongin. Dia itu perempuan yang licik."
"Bagaimana kau bisa menjelek-jelekan seorang wanita setelah kau meniduri nya? Apa aku akan kau perlakukan seperti itu jika kau sudah meniduriku?" Sehun menggeleng keras. Diambil nya kedua tangan Jongin untuk di genggam.
Dia mengusap punggung tangan Jongin lalu kemudian mengecupnya. Jongin hanya diam karena sebenarnya ia ingin mendengarkan sebuah alasan logis dari mulut Sehun.
"Dia bilang jika aku tak menurutinya saat itu, dia akan mencelakakan mu Jongin."
"Tapi Irene tak mungkin seperti itu..."
"Kau boleh bertanya pada Namjoon atau pun Kris betapa gila nya wanita itu. Dia terlalu terobsesi dengan ku. Dan itulah yang menjadi alasan ku untuk memutuskannya." Jongin kira Sehun berbohong, namun saat menatap mata pria itu Jongin hanya dapat menemukan kejujuran di dalamnya.
"Tapi tidak mungkin. Dia baik sekali dengan ku Hun."
"Mungkin dia sudah berubah Jongin, tapi aku mohon... jangan terlalu dekat atau pun percaya pada nya. Aku tak ingin dia menyakitimu." Tanpa sadar kepala Jongin mengangguk. Kata-kata Sehun seakan menghipnotisnya. Dan selanjutnya adalah scene dimana Sehun membawa Jongin ke dalam pelukan nya.
"Jadi kau sudah percaya dengan ku bukan?" Jongin kembali mengangguk.
"Berarti kita sudah resmi berpacaran mulai hari ini." Mata Jongin membola, kepalanya mendongak untuk menatap si pria tanpa ada niatan untuk melepaskan pelukan mereka.
"Kalau soal pernyataan mu yang itu aku belum percaya. Bagaimana jika kau hanya ingin meniduriku saja?" Sehun berdecak. "Untuk apa aku menginginkan tubuh datar mu itu Jongin? Toh jika aku benar-benar ingin melakukannya, aku hanya perlu membiusmu dan tara! Langsung meniduri mu saat itu juga."
"Aku tidak datar. Lalu kenapa kau m-menyukai ku?" Tanya nya malu-malu.
"Karena kau adalah Kim Jongin?" Sehun tersenyum bodoh dan itu membuat Jongin ikut terbawa suasana. "Baiklah."
"Baiklah apa? Kau menerimaku?" Jongin mengangguk malu. Setelah melihat anggukan dari Jongin, Sehun segera melepaskan pelukan mereka dan pergi ke luar mobil.
Pria itu berdiri tepat di pinggir jalan raya lalu berteriak, "Kim Jongin adalah milikku!" Sementara Jongin sudah menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya.
Jongin harap semua ucapan Sehun itu benar. Karena dia sudah benar-benar jatuh pada pesona pria itu. Pria yang awalnya ia benci, kini berubah menjadi sosok yang begitu ia puja. Namun jika semua yang di ucapkan Sehun adalah sebuah kebohongan, maka Jongin akan menganggapnya sebagai sebuah pengalaman terindah yang pernah ia miliki.
End
Note: mau sampe sini dulu, atau di lanjutin??
