ROSE BOY and LAVENDER GIRL

CH. 2

Sudah 3 minggu lebih setelah perang dunia ke-4 Shinobi. Mandara dan kroni-kroninya sudah di musnahkan. Hari-hari penuh suara palu dan paku yang saling beertaut. Setiap hari merupakan hari yang sempurna untuk bermain dan berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

Hyuuga Hinata, gadis berambut lavender panjang dengan mata beriris pucat sedang berjalan gontai, serasa syok akan apa yang baru saja di dengarnya pagi ini.

'Dialah sang Kazekage, Sabaku no Gaara'

'Dialah sang Kazekage, Sabaku no Gaara'.

Kata-kata itu terus terngiang di kepala Hinata dan yang membuat Hinata lebih enggan lagi adalah..

rate : T

pairing : GaaHina

slight : NaruSaku & SikaTema

Warning : ooc, typo, ide abal, gag nyambung ma judul

disclaimer : sebanyak 35% anime naruto adalah milik saya dan sisanya milik mashashi khishimoto

FLASHBACK ON

Hinata keluar dari ruangan Hokage dengan dipenuhi wajah shock dan bingung tanpa sengaja menabrak pria berambut kuning dengan mata safir berkulit tan dan 3 garis tanda lahir di masing-masing pipinya yang sedang membawa setumpuk buku melebihi kepalanya yang tentu saja ambruk.

"ma-maaf, aku memang ceroboh" ucap Hinata sembari berjongkok mengumpulkan buku-buku yang jatuh.

"tidak apa-apa Hinata, kalau dilihat kau sedang banyak pikiran ya?" selidik Naruto

"ma-maaf, naruto" ucap Hinata, namun anehnya mukanya tidak memerah.

"kenapa...harus minta maaf?" ucap Naruto bingung. Sedangkan Hinata hanya menunduk sambil mengigit bibirnya.

"oh..ya, karena aku sedang bahagia bagaimana jika ku traktir ramen Ichiraku, sekalian kau bisa cerita masalahmu, mungkin aku bisa bantu. Dan aku juga mau berbagi kebahaiaan juga dengan mu, bagaimana?" ajak Naruto sambil berdiri mengangkat buku-bukunya.

BLUSH

ajakan Naruto kali ini sukses membuat wajah Hinata semerah kepiting rebus.

"Ba-baik"

"baiklah tungu sebentar ya, aku mau menaruh buku-buku ini di ruanagan Tsunade bachan dulu" ucap naruto,kemudian pergi meniju ruangan Hokage.

0o0o0

'Ramen Ichiraku'

"selamat makan" ucap naruto sambil menggenggam sumpit di kedia tanganya dalam posisi seperti berdoa setelah menerima semangkuk ramen.

"bukankah tadi Narutu-kun ingin kebahagiaan?" ucap Hinata malu-malu ketika Naruto menyeruput ramenya.

"oh, tapi kau juga harus berbagi kesedihan ya!"

"ba-baiklah, Naruto-kun duluan"

"oukey"ucap Naruto semangat "Sakura sudah membalas perasaanku"

'DEG'

"ma-maksudnya?"

"kau tahu kan, aku sudah menyukai Sakura sejak di akademy?" jelas Naruto. Hinata menganguk, entah mengapa hati Hinata terasa teriris.

"nah. Pagi ini, aku menyatakan perasaan ku dan Sakura menerimaku. KYAAAA. Aku sangat senang Hinata" lanjhut Naruto sambil berteriak kegirangan.

"Baguslah kau senang Naruto. Dan juga selamat atas Hubungan mu bersama Sakura" ucap Hinata sambil tersenyum lembut, dan menahan air matanya supaya tidak jatuh.

'sakit' itulah yan dirasakan Hinata begitu mendengar orang yang disukainya semenjak di akademy menjalin hubungan dengan orang lain. Memeng bukan rahasia lagi jika Naruto menyukai Sakura, namun rasanya akan lebih menyakitkan jika kau mendengarnya langsung dari orang itu.

"oh iya, tadi kau juga akan berbagi kesedihanmu bukan?. Ayo kalau begitu sekarang."

"a-aku hanya kelelahan saja kok Naruto" ucapnya bohong

"ouh ya sudah ayo makan" ajak Naruto lagi.

"ma-maaf Naruto, aku lupa kalau aku punya sedikit urusan. Jadi aku harus pulang sekaran" ucap Hinata bohong untuk kedua kalinya.

"sampaikan salam ku pada Sakura ya. Jaa Naruto" lanjutnya

"baiklah. Jaa Hinata"

FLASHBACK OFF

lesu, shock, malas bingung. Itulah yang dirasakan Hinata saat ini dan membuat langkahnya makin gontai.

'Dialah sang Kazekage, Sabaku no Gaara'

'Sakura sudah membalas perasaanku'

Dua kalimat ini berhasil membuat hari-hari Hinata yang seharusnya menyenangkan tanpa di hantui rasa takut akan perang musnah sudah.

Hinata berjalan seperti mayat hidup, langkahnya tak pasti, raut wajah sedih, marah, bingung menghiasi wajah cantiknya.

ROSE BOY and LAVENDER GIRL

'Sunagakure'

"Temari" ucap sesosok pria di balik meja kerjanya dan matanya memandang ke luar jendela.

"ehm" ucap seorang wanita dengan rambut pirang yang diikat 4.

"kau yakin tentang perjanjian antar desa?" wajah tampanya yang datar dengan rambut berwarna merah, mata turqoise nya yang indah, dan garis hitam di sekeliling matanya dan tato 'ai' yang beraarti cinta menambah nilai plus padanya.

"maksudmu perjodohan?"

"..."

"kau pikir kami bercanda apa? Tentu saja aku yakin"

"tapi kenapa harus aku yang di jodohkan? Kenapa tidak dengan kankuro saja?!" protes Gaara

"Kankuro sudah punya kekasih dan dia adalah muridmu sendiri, sedangkan kau masih single,terlebih kau adalah kazekage, jadi ini akan membangun persaudaraan antar desa" jelas Temari panjang lebar.

"huftt..." Gaara menghela nafas. Wajahnya yang tampan kini terlihat malas.

"tenanglah dia gadis yang baik, lagipula dia cantik, berani lagi" hibur Temari.

"siapa dia?" ucap Gaara datar namun penuh keigintahuan.

"Hyuuga Hinata. Dia termasuk bangsawan di Konoha dan dia adalah putri sulung dari Hyuuga Hiashi jadi dia adalah calon Heires"

"bukankah dia yang melawan Hyuuga Neji, sepupunya sendiri waktu ujian chunin"

"apa kau memperhatikanya?" goda Temari dengan senyum jahil di wajah nya

"jawab saja!" ucap Gaara tegas.

"iya dia memang yang melawan Hyuuga Neji"

"brarti dia itu lemah" ucap Gaara datar

"mungkin itu benar bahwa dia itu lemah. Namun, dia adalah gadis yang paling berani di Konoha" sangkal Temari.

"maksudmu?" tanya gaara penuh keingintahuan.

"dia maju ke dalam medan perang, menyelamatkan Naruto waktu invansi Pain ke Konoha. Padahal dia sudah tahu kalau kekuatanya jauh dari Pain, tapi dia tetap berjuang. Bukankah gadis seperti itu yang kau sukai?"

"sepertinya dia menyukai Naruto, karena itu dia berani melawan Pain" Gaara menggumam namun tetap bisa di dengar oleh Temari.

"kau cemburu ya?" goda Temari.

" sudahlah. Banyak dokumen yang harus ku selesaikan. Keluarlah!" elak Gaara.

"ya sudah. Jaa!" Temari berkata sambil melangkah keluar ruangan.

Gaara Pov

Aku menjatuhkan tubuhku di atas sofa di ruanganku. Ku hela napasku beberapa kali. Jika benar dia Hinata maka aku akan enjadi pihak ke tiga antara dia dan Naruto. Tapi kenapa aku memikirkanya? Apa mungkin aku cemburu pada Naruto? Mana mungkin. Sudahlah jangan dipikirkan lagi Gaara, sebaiknya kau selesaikan saja dokumen yang menumpuk itu.

End Gaara Pov

ROSE BOY and LAVENDER GIRL

Hinata kembali kerumah dengan wajah kusut di tekuk. Dia ingin pergi kekamar dan menanis menumpahkan semua emosinya yang berkecamuk dalam pikiranya sampai air matanya kering. Namun ayahnya, Hiashi mengajak Hinata berbicara. Mereka duduk di ruang tamu bergaya Tradisional Jepang.

"Hinata" Hiashi angkat bicara

"i-iya ayah" jawab Hinata dengan menunduk.

"3 minggu lagi kau akan menikah dengan Kazekage Sunagakure"

"Ke-kenapa begitu cepat?" Hinata terkejut dan mengangkat kepalanya.

"Ayah tidak tahi. Kau bisa berkemas sekarang dan berangkat besok pagi-pagi sekali. Ayah sudah meminta Neji, Kiba, Shino, dan Shikamaru mengantarmu"

"ba-baik ayah" jawab Hinata sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya meninggalka ayah nya.

0o0o0

Hinata berjalan dengan mendongak supaya air matanya yang susah-susah di bendungnya tidak jatuh lagi. Hyuuga Hanabi memperhatikan kakaknya secara diam-diam di balik dinding.

Hanabi Pov

Hinata neechan, kenapa denganya? Kenapa dia menatap ke atas? Apa Hinata neechan sedih karena harus di johkan dengan orang dari Sunagakure itu? Namun sepertinya ada masalah lain, lihat saja, Hinata neechan tidak segera masuk kedalam kamarnya namun malah berdiri di depan pintu kamarnya an sekarang kepalanya malah menunduk begitu dalam.

Hinata neechan berat sekali beban yan ada di pikitanmu itu.

Hinata neechan kini masuk ke dalam kamarnya. Aku menikutinya mauk ke dalam kamarnya dan ku lihat kini dia duduk di sudut kamarnya. Aku mendekatinya dan duduk di sebelah nya.

"Sudahlah neechan. Jika neechan ingin menangis, menangis sajalah jangan di pendam seperti itu"

"Ha..na..bi.." ucapnya smbil terisak dan memeluku sangat erat. Aku membalas memeluknya dan mengusap punggungnya.

"sudahlah Hinata neechan. Jangan dipikirkan lagi" hiburku

"hiks...hiks...eh..heh...hiks...hiks..." isakanya semakin enjadi jadi.

Sudah hampir 45 menit neechan menangis dan akhirnya dia sudah tenang.

"terimakasih Hanabi chan. Kini perasaan neechan sudah lebih baik" terukir senyum lembut di wajahnya

"sama-sama neechan, tapi apa yang membuat neechan begitu sedih?"

"entahlah, neechan juga tidak tahu" jawabnya murung "3 mingu lagi neechan akan menikah dan besok pagi-pagi sekali neechan akan berangkat ke Sunagakure"

"apa hanya itu neechan?" tanyaku penuh selidik

"neechan akan menikah dengan Kazekage Sunagakure" jawabny datar " dan Sakura sudah membalas perasaan Naruto"

"APA?! Jadi mereka berdua sudah jadian?" ucapku histeris "dan siapa yang memberi tahu neechan?"

"Naruto sendiri yang memberi tahu neechan" kini neechan kembali menunduk

mataku membulat karna shock.

"sudahlah neechan, mungkin dia bukanlah orang yang baik untuk neechan" hiburku. "mari neechan aku bantu beres beres"

"terimakasih Hanabi chan"

Aku dan Hinata neechan membereskan pakaian yang akan di bawa ke Sunagakure. Di sela-sela beres-beres neechan sering bercerita tentang kaasan. Menurut cerita neechan, kaasan adalah wanita yang sangat cantik, baik hati dan penyayang.

Seandainya kaasan masih hidup, pasti neechan tidak akan sesedih ini, mungkin neechan juga tidak akan di jodohkan. Mungkin jika saja aku...sudahlah jangan dipikirkan.

END Hanabi POV

malam harinya Hanabi tidur di kamar Hinata untuk menemaninya dan menghilangkan rasa rindu mereka nanti.

0o0o0

'GERBANG KONOHAGAKURE'

"Semuanya berkumpul" pinta pria berambut nanas.

Semua orang, Hinata, Neji, Kiba, dan Shino mengikuti perintahnya.

"Baiklah. kalian semua sudah tau, disini kita akan mengawal Hinata sampai ke Sunagakure" jelas Shikamaru

"Tunggu" sela Neji "Kenapa perlu banyak orang untuk mengawal hinata? Aku dan kau saja sudah cukup kan?"

"Hey! kau pikir kami ini apa? kami kan juga teman Hinata!" Tukas Kiba yang diberi anggukan dari Shino.

"Huft..."Shikamaru menghela napas "begini. aku dipilih karena aku sering ke Suna dan tau kondisi Sunagakure. Neji karna dia sepupu Hinata, jadi seperti wakil klan Hyuga. Kiba dan Shino karena kalianlah orang terdekat sekaligus teman satu tim dengan Hinata" jalasnya panjang lebar.

semua orang mengangguk mengerti.

"oh iya Hinata, apa kau yakin kau ingin pergi ke Sunagakure dan menikah dengannya?" tanya Shino tiba-tiba

"a-akuyakin"

"kalau kau tak yakin tetaplah disini. karna jika kau keluar dari gerbang Konoha kau tidak bisa mundur lagi" tegas Neji namun tetap dangan wajah datarnya namun terlihat jelas kalau Neji sedang kawatir.

"a-aku sudah memikirkanya" gumam Hinata "dan aku yakin!" jawab Hinata mantap sambil mengangkat kepalnya yang sedari tadi menunduk.

"baiklah ayo berangkat" ucap Shikamaru "perjalanan ke Sunagakure memakan waktu 2 hari"

Semua orang langsung melesat menuju Sunagakure.

'Sunagakure pukul 04.45'

Mereka sampai di Sunagakure pada sore hari. setelah sampai mereka menuju gedung Kazekage. saat berjalan menuju di lorongselebar 1m

"Shikamaru..." panggil seorang gadis berambut pirang yang diikat empat sambil melambaikan tangannya.

"hn" jawab Shikamaru malas sambil melambaikan tangannya. rombongan dari konoha langsung menuju kearah gadis itu.

"Temari tolong bawa kami ke ruang Kazekage" pinta Shikamuru

"oh...kau tidak menyapa kekasihmu ini dulu?" goda Temari. dan membuat Shikamaru blushing. sedangkan Kiba dengan susah payah menahn tawanya melihat wajah Shikamaru yang semerah tomat.

"iya...iya... ayo ikuti aku" lanjut Temari menenangkan.

Shikamaru menghela napas lega dan mereka semua mengikuti Temari.

'RUANG KAZEKAGE'

"Gaara rombongan dari Konoha sudah datang" ucap Temari lantang sambil membuka pintu yang tidak dikunci itusecara paksa.

"Biasakanlah mengetuk pintu terlebih dahulu Temari" gumam Gaara "persilahkan masuk" ucapnya penuh wibawa.

Shikamaru masuk terlebih dahulu, diikuti hinata, dan Shino.

Gaara memperhatikan Shikamaru, Hinata, Kiba, dan Shino bergantian. hingga tatapanya berhenti pada sosok gadis berambut lavender panjang yang sedang menunduk dan memainkan jarinya. poni dan rambutnya kini menutupi wajahnya karena dia menunduk.

'Jadi dia si Hyuuga Hinata? kenapa orang pemalu itu dijodohkan denganku?' batinnya seraya menautkan kedua alisnya.

menyadari hal itu. Shikamaru menyikut Hinata. refleks, Hinata mengangkat kepalanya.

Gaara memperhatikan Hinata secara insten.

'manis juga'

kyaaa akhirnya publish juga

maap ya lama updatesoalnya nonachi baru aja selesai UN jadi gag punya waktu buat ngetik.

trimakasih kepada semua orang yang kemaren udah review. yang punya akun fanfic dah ku bales lewt pm kok

yang dah baca chapter ini

poopy eyes no jutsu

tolong review. 1 review anda memberi saya semangat buat lanjutin chapter berikutnya.

TBC or CONTINUE.