Rose Boy and Lavender Girl

Shikamaru masuk terlebih dahulu, diikuti hinata, dan Shino.

Gaara memperhatikan Shikamaru, Hinata, Kiba, dan Shino bergantian. hingga tatapanya berhenti pada sosok gadis berambut lavender panjang yang sedang menunduk dan memainkan jarinya. poni dan rambutnya kini menutupi wajahnya karena dia menunduk.

'Jadi dia si Hyuuga Hinata? kenapa orang pemalu itu dijodohkan denganku?' batinnya seraya menautkan kedua alisnya.

menyadari hal itu. Shikamaru menyikut Hinata. refleks, Hinata mengangkat kepalanya.

Gaara memperhatikan Hinata secara insten.

'manis juga'

rate : T

Pairing : GaaHina

Slight : NaruSaku ma ShikaTema

Warning: ooc, typo,kata tidak sesua eyd yang berlaku, ide abal, membosankan.

disclaimer : anime Naruto adalah milik paman masashi kishimoto, namun karna suatu kejadian. Hak milik Naruto diberikan kapada saya (dilempar panci ma paman Kishi)

HAPPY READING


'manis juga' batin Gaara tetap dengan wajah stoicnya.

"eh...ehm" Shikamaru berdeham "Kita mulai saja" ucap Shikamaru mengangkat tangan kananya

"kami dari Konoha Gakure. datang kemari mengantarkan Hyuuga Hinata" ucapnya sambil mengerling kearah Hinata "ke Suna Gakure untuk memenuhi perjanjian antar desa"

"baiklah karna perjalanan dari Konoha ke Suna butuh 2 hari. kalian bisa beristirahat beberapa hari disini" ucap Gaara penuh wibawa namun tetap dengan wajah stoicnya.

"terimakasih atas tawaranya. tapi kami harus langsung ppulang untuk memberikan laporan pada Hokage" tolak Shikamaru dengan sopan.

"tidak bisa...!" temari berkata dengan tegas "setidaknya menginaplah sampai lusa. lagipula Neji, Kiba dan Shino pasti lelah menempuh perjalanan selama 2 hari. kita juga harus melakukan acara penyambutan untuk Hinata. Iyakan Gaara?" temari mengedikan kepalanya kerah Gaara dengan pandangan poopy eyes nya.

"huuuffttt" gaara menghela nafasna "terserah kau saja lah"

"lihatkan gaara sudah setuju" Temari terus saja meminta pada Shikamaru.

Shikamaru menunjukan wajah malasnya. Kiba terus berkutat pada mimik wajahnya yang terus ingin meledakn tawa.

'tak kusangka si pemalas ini punya kekasih...hihihi...seperti Temari lagi' batin Kiba

sedangkan Neji memandang cemas terhadap Hinata yang tengah menunduk dan memainka jari jari lentiknya.

Rose Boy and Lavender Girl

'kediaman Kaze Kage'

"Baiklah Hinata sekarang kau adalah bagian dari keluarga kami. jadi kau akan tinggal bersama kami" ucap Temari sambil menarik tangan Hinata untuk mengikutinya kedalam rumah berbentuk seperti gucu pasir milik Gaara dalam ukuran yang sangat besar dan terbuat dari pasir.

"i-iya Temari san" jawab Gaara sedikit terbata

"kenapa Temari san?" protes Temari yang lansung beerhenti berjalan "kau bisa memanggilku Temari nee dan memanggil Gaara dengan Gaara kun" goda Temari.

Hinata hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang tengah merona. sedabgkan Gaara yang sedari tadi dibelakang mereka hanya bisa menghelafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berjalan mendahului mereka.

"kau kenapa Gaara?!" goda temari

"..." yang tak mendapat jawaban dari Gaara.

xXxXx

Temari, Hinata dan Gaara memasuk rumah dengan gaya Guci Gaara. Temari langsung membawa mereka berdua ke dalam ruangan yang sudah terdapat seorang pria berambut coklat dan berdiri di depan meja makan yang sudah di penuhi maknan.

"irasshaimase!" sambutnya "kau yang bernama Hyuuga hinata ya?"

"i-iya" jawab Hinat dengan terbata dan menunduk

"kenapa menunduk?"

"eh..."

"sudahlah...aku kankuro." ucap kankuro sambil menjulurkan tanganya.

"Hinata. Hyuuga Hinata" ucapnya sambil membalas jabat tangan Kankuro

"baiklah. Gaara antar Hinata ke kamarnya" uacap Temari

"hn" gaara melangkah pergi dan diikuti oleh Hinata

"oh ya Hinata setelah menaru barang-barangmu jangan lupa turun untuk makan malam...!" terik Temari ketika Gaara dan Hinata menaiki anak tangga pertama.

.

.

.

"ini kamarmu. Jika kau butuh sesuatu, kamarku ada di depan pintu kamarmu" ucap gaara sambil menunjuk pintu berwarna biru toska dengan gantungan pintu bertuliskan 'Gaara rooms'

"ba-baiklah" jawab Hinata dengan sedikit terbata

"kalau begitu. taruh barangmu dan cepat turun untuk makan malam" perintah gaara dan langsung pergi meninggalkan Hinata di depan pintu.

Hinata memuter knop pintu kamar barunya. Di bukanya pintu itu dan nampaklah sebuah ruangan yang cukup luas dengan warna fuchia pada dinding nya dan warna pasir pada lantainya. Di dalam ruangan itu terdapat 1 tempat tidur yang cukup besar di tengah dan meja di sebelah kananya, kunci kamar di atas meja dan lemari 1 pintu di ujung ruangan sebelah kirinya.

Hinata masuk ke dalam ruangan, menjatuhkan tas nya di lantai dan kemudian menjatuhkan dirinya sendiri di tempat tidur barunya. ke dua tanganya terlentang dan kakinya menggantung.

Semakin lama matanya semakin berat. Hinata trus menutup dan membuka matanya lagi hingga dia terbawa ke dunia mimpinya.

Rose Boy and Lavender Girl

'Ruang Makan'

Suasana begtu hening, meja makan sudah tertata rapi dengan berbagai hidangan yang belum tersentuh. Mereka, Temari, Kankuro, dan Gaara masih menuggu Hinatauntuk bergabung dalam makan malam mereka.

"kenapa Hinata belum turun?" ucap kankuro

"entahlah" jaab Temari simple.

"sudah 15 menit dia belum turun" tambah kankuro

"benar juga...coba kau mengeceknya gaara" perintah Temari ssambil mengedikan kepalanya.

"kenapa aku?" protes Gaara

"karna kau alon suaminya" kankuro angkat bicara dengan senyum jahil di wajahnya

"mugkin dia sedang mandi"

"bagaimana kalau dia pingsan di kamar mandi?"ucap kankuro heboh

"mana mungkin?!" dahi Gaara mulai berkerut

"mungkin saja, dia sudah melakukan perjalanan yang cukup jauh, dari Konoha ke Suna itu memakan waktu 2 hari. Kau pikir itu waktu yang cepat?!" balas kankuro tak mau kalah

"CUKUP..." Temari menengahi "kalau begitu kita tunggu 10 menit lagi. kalau Hinata belum turun, Gaara kau lihat keadaanya"

"Hn" ucap Gaara pasrah

XxXxX

"Gaara sudah 20 menit Hinata belum turun coba kau lihat keadaanya" perintah Temari

"baiklah"

Gaara POV

aku berdiri dari kursi yang kududuki. aku melangkah menuju tangga yang akan membawaku menuju lantai 2, kamar Hinata. Ku naiki satu per satu anak Tangga hingga aku sampai di depan kamar Hinata.

"tok...tok...tok..." aku mengetuk pintu berwarna rose

"..."

"tok..tok...tok..."

"..."

Emosi ku mulai naik.

Kemana sih si Hyuuga itu? apa dia kabbur? mau kemana di luar sangat dingin. Apa dia pingsan di kamar mandi seperti kata kankuro? itu lebih tidek mungkin.

Aku memutar knop pintu

'klek'

tak terkunci?! dasar ceroboh

Aku membuka pintunya dan ku perhatikan keadaan kamarnya

kenapa begitu tenang?

ku edarkan pandanganku dan ku dapati tas bawaan nya tergletak tak terurus. Dahiku berkerut, ku alihkan pandanganku dari tas ke tempat tidur. dan di sanalah dia. tidur dengan posisi 3/4 badanya berada di kasur dan sisanya menggantung, kedua tanganya terlentang.

"hooohh..." aku menghela nafasku dan memutar bola mataku.

pandanganku melunak.

ternyata kau lelah...

aku menghampirinya. ku selipkan tangan kananku ke lehernya dan kuselipkan tangan kiri ku di bawah lututnya. kuangkat badanya perlahan agar tak membangunkanya. dan ku letakan badanya perlahan dalam posisi tidur yand lebih nyaman.

ku ambil slimut berwarna senada dengan seprainya, lavender. yang telah terlipat rapi. dan ku selimutkan pada Hinata agar tak kedinginan terkena angin malam Suna.

ku bersihkan anak rambut pada dahinya, ku amati wajahnya,

ku dekatkan wajahku pada wajahnya.

"aku tahu kau menyukai Naruto mungkin mencintainya...tapi bisakah ...kau menerimaku?"

TBC

Akhirnya bisa update...

balesan review

bluerose: nachi pernah liat fotonya Hinata trus naci nyari tau bunga lavender, warnanya sama begitu deh

hanazawa kay: semoga chap ini lebih bagus dar kemaren

fressia athena: semoga pertandanya bener. ini dah update.

flower lavender: ini dah update

ayzhar: belum pasti tiap minggu, maap yah kalo uodate nya lama, karna penyakit akut ku(malas) kambuh

mai chan: ini lanjutanya

ryu : makasih saranya dan dah ngingetin salahu di mana

minachi: nih dah update

silent readers: trimakasih dah baca, kalau bisa di review dong

dan semuanya Nachi ngucapin terimakasih (bungkukbungkuk)

trimakasih karna sudah mau membaca dan mereview fanfict saya

1 review anda sangat berarti untuk saya.

doain Nachi biar malasnya gak kambuh.

kritik dan saran slalu di terima asal sopan.

see you in the next chap...!

special thanks for all readers