Day R Survival Tlt Games

Naruto Masashi Kishimoto

The Survivors Tessar Wahyudi

"Apa" ucap karakter

"Apa" batin karakter

[Apa] Sistem game

{Apa} Ucap Monster

Chapter 2

Lagi, aku gagal lagi

-Chelyabinks-

Chelyabinks merupakan kota yang dijadikan tempat berkumpul para NPC dan Player. Bisa dikatakan jika kota ini semacam tempat untuk melepas penat dan sebagainya, kot Ini merupakan salah satu kota dari jalur perdagangan.

"Sasuke-kun ada laporan dari pusat markas Anbu di Tiumen, mereka melaporkan bahwa misi terakhir game ini sudah ditemukan. Saat ini, Naruto sedang menuju kemari untuk menyampaikan detailnya."

Orang yang diajak bicara tak bergeming walau dia mendengar apa yang diucapkan gadis itu. Saat ini dia sedang memeriksa beberapa dokumen penting yang ada diatas meja, berkas itu berisi beberapa penyakit yang menyerang para player.

"Hn!"

Pelipis wanita berambut cherry blossom itu berkedut. Jika tidak ingat kebaikan pemuda ini dimasa lalu, dia akan melayangkan pukulan keras ke kepala atau wajahnya.

"Kenapa kau masih bersikap sedatar itu, meski kita sudah lama bersama, Sasuke-kun!"

Sasuke dan Sakura sudah bersama setidaknya 3 tahun, mereka bertemu di kota Moscow yang menjadi ibukota dari dunia game keputusasaan ini. Dari situlah petualangan mereka dimulai, walau kebanyakan interaksi diantara keduanya hanya dihiasi dengan keheningan.

"Setidaknya, berikan aku jawaban yang lebih baik, Sasuke!"

Sakura menghela nafas, saat jawaban singkat nan simple yang keluar dari mulut rekan Survivalnya itu. Jika tidak dalam satuan mereka disebut Survival, namun jika dalam satuan mereka akan disebut anggota scamp

(A/N Author ambil istilah ini dari beberapa pemain Day R dulu. Sebenarnya Scamp itu, sebutan untuk mereka yang menjarah atau meminta Loot kepada para Sultan di game Day R. Kebetulan Author sendiri juga masuk dalam kelompok ini:v)

"Akhir-akhir ini banyak terjadi wabah cacingan, aku harus melakukan sesuatu. Belum lagi sekitar 250 orang tewas karena penyakit ini. Huh seakan nyawa ada di genggamannya, Survival Corporation bajingan."

Sasuke mengepal kuat tangannya dan sedikit memukul meja, saat mengutuk Perusahaan yang mengurung dirinya dan yang lain dalam game busuk ini.

"Sasuke-kun! Kau baik-baik saja?"

"Hn!"

Sakura khawatir karena mendengar suara meja yang dipukul pelan olehnya, dan Sasuke hanya membalas dengan jawaban biasa yang selalu dia lontarkan. Sambil menatap datar kepada gadis itu.

"Aku tidak akan membiarkan, permainan busuk ini menyakitimu."

Sasuke menguatkan tekadnya sambil mata terpejam dan wajah dipalingkan. Sakura yang melihat ekspresi itu, tidak mengerti apa yang ada dipikiran orang yang menatapnya barusan. Namun, dia bisa merasakan kalau Sasuke tidak seperti biasanya

"Sasuke-kun, apa yang sedang kau pikirkan?"

-250 km dari Chelyabinks-

Naruto dan Felix sedang Fokus menatap ke depan sambil menikmati pemandangan mengerikan yang masuk ke mata. Udara yang kotor, langit yang berwarna kuning pekat, asap hitam di mana-mana. Itulah yang ditangkap mata mereka.

"Identify!"

Ding!

[Senapan buatan tangan sendiri

Attack 125-150

Durability 25/250

Tipe Senjata tangan satu

Senjata yang dibuat dengan pipa kecil, bagus buat pertahanan dan sangat efektif untuk melindungi diri dari binatang liar, Zombie, dan Bandit.]

"Um senjata ini sudah mau rusak. Durabilitynya tinggal 10 persen, apa Naruto-san punya lem dan besi tua ya."

Felix mengerutkan dahi saat mengucapkan itu dalam hatinya, dengan perlahan dia menoleh ke arah Naruto yang sedang Fokus membawa KamAz.

"Naruto-san! Apa kau punya lem dan Besi tua?"

"Hm aku punya banyak, memang ada apa?"

Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Felix yang bertanya. Kemudian dia menangkap senapan buatan tangan satu dan laras panjang milik Felix yang dipegangnya.

"Oh kau sedang memperbaiki alatmu ya?"

Naruto menggerakan jarinya dan keluarlah monitor persegi kecil yang tertera di depannya, lalu dia memilih sub menu parcel dan menekan beberapa item, setelah itu menekan tombol kirim di bawah kirinya.

Ding!

[Anda memiliki kiriman Parcel dari Uzumaki Naruto

Lem 5000

Besi tua 1000

Alat 2

Daging rebus 10

Air minum jernih 50

Dan yang lain-lain]

"Naruto-san ini!"

"Ambil atau aku tidak akan mengijinkanmu, ikut denganku ke Kiev!"

"Ternyata, dia tipe pemaksa."

Felix berkedut saat menerima itu dan melihat sisi lain Naruto, yang ternyata suka memberi sambil memaksa. Namun dia juga bersyukur karena bisa memperbaiki senjatanya, belum lagi kalau bukan karena Naruto dia pasti sudah mati.

Hening kembali melanda sekitar mereka, hanya suara Mobil KamAz yang berderu mencapai telinga keduanya. Felix sibuk memperbaiki dan menghitung perbekalan, sedangkan Naruto sedang mencari topik pembicaraan.

"Felix sudah berapa lama kau menjadi Survival?"

Naruto mengatakan itu untuk memecah kesunyian dan Felix menanggapinya, sambil tetap fokus ke monitor inventory barangnya.

"Kalau di hitung mungkin 2,5 tahun sudah berlalu!"

"2,5 tahun, kau bisa bertahan selama itu?"

"Ya begitulah, awalnya aku memiliki 1 teman. Namun karena kecerobohanku dia … "

Felix menahan suaranya sambil menggenggam erat kepalan tangannya. Wajahnya di tahan agar tidak menampakan emosi, namun air mata meluncur mulus di pipinya.

" ... Dia sudah bertemu dengan Kami-sama!"

Naruto yang mendengarnya merutuki diri, karena menanyakan sesuatu yang membuat orang di sebelahnya mengingat masa kelamnya. Walau dia sebenarnya ingin tahu, kenapa Felix memasang wajah kesepian.

"Ternyata itu, alasan kenapa matamu mengeluarkan sinar keputusasaan."

"Maaf jika pertanyaanku menyinggung hal yang ingin kau lupakan."

"Berapa kalipun aku mencoba melupakan kejadian itu tetap tidak bisa Naruto-san, mungkin itu balasan yang tepat untukku atau mungkin pengingat bahwa aku pernah memiliki orang yang berharga. Yang mana pun itu, pokoknya aku bersumpah tidak akan membiarkan orang berharga bagiku menghilang lagi."

Felix mengucapkan itu sambil mata terpejam dan menguatkan tekad di hatinya, lalu tanpa terasa waktu berjalan dan mereka sampai di kota Chelyabinks tempat persinggahan pertama.

"Ah Naruto, kau sudah kembali!"

"Hei semua, Naruto kembali!"

"Wah bagus!"

Semua orang berkerumun di sekitar Naruto satu per satu, ada yang bertanya kabar karena lama tak bertemu atau sekedar menyapa. Lalu beberapa pasang mata menengok ke arah Felix

"Ano Naruto, siapa dia?"

Naruto yang sedang menggaruk belakang kepalanya karena gugup, langsung mengalihkan pandangan ke arah tangan wanita itu menunjuk dan segera dia tersenyum

"Oh dia teman perjalanan jauhku, namanya Felix. Kemarilah perkenalkan dirimu!"

"Teman perjalanan, padahal kita baru bersama sehari "

Felix ragu maju ke depan, beberapa anak berkumpul di sekitarnya dan menggenggam tangannya dengan wajah cerah

"Wah Onichan kekar sekali, pasti sering berlatih."

"Iya, tubuhnya tegap!"

"Nishsihi."

"I-iya nama Onichan Felix, siapa kalian?"

"Aku Rina!"

"Aku Rika!"

"Dan aku Riku!"

Ucap ketiganya yang masing masing memilikik rambut berbeda mulai dari merah, kuning, dan hijau. Pakaian mereka standar menggunakan zirah biasa untuk melindungi diri dari dingin.

Suara anak kecil yang memuji dirinya membuat Felix menarik sudut bibir. Memang, ketimbang menggunakan senjata api atau sebagainya. Felix lebih mengutamakan tangan dan itulah, yang membuat status lengan bajanya maksimal. Skill senjata Api miliknya 3 level lagi maksimum, untuk Crossbow 4 level lagi, sedangkan Peledak 2 level lagi menyentuh maksimum.

Semakin tinggi level status suatu keterampilan, maka akan memiliki keuntungan pada karakter. Contoh Lengan Baja yang maksimum, bisa membuat vitalitas meningkat yang menyebabkan jarang terkena penyakit. Khusus senjata api setiap kali naik satu level, maka attack pada senjata akan dikalikan sejumlah level terkait. Lalu poin kesempatan meleset mengecil, setiap kali skill bahan peledak naik level.

Setelah itu, seorang berwajah datar dengan rambut model pantat ayam dan wanita yang terbilang cantik, berambut sewarna bunga musim semi datang menyapa.

"Yo Naruto!"

"Osh Sasuke! Sakura-chan!"

Warning Semi Gore! Udah dikasih tau ya jan protes

Kegiatan sapa menyapa bagi Felix adalah hal yang rumit. Jadi dia menghampiri seorang anak berambut ungu, bersama orang tuanya yang sedang memeluk lutut karena kelaparan.

"Kalian kenapa?"

Mendengar ada yang memanggil, keduanya menoleh. Felix mendapati ada korsur NPC di atas kepala mereka, menandakan mereka bagian dari sistem game ini.

"Hn NPC ya, kecenderungan pemain di sini adalah NPC haters."

Berbeda dengan yang biasa ada di beberapa game, kehadiran NPC itu sangat dibutuhkan untuk mndapatkan Quest dan sebagainya. Namun dalam game ini mereka didiskriminasi.

"Ini adalah kali kelima, aku bertemu dan bertatap muka dengan NPC."

"Kalian sudah makan?"

"Kami tidak dapat makanan sejak 2 hari ini, Putriku juga mengeluhkan perutnya yang sakit. Sedangkan kami hanya terus mengkonsumsi air sepanjang hari ini."

Naluri Felix meremuk mendengarnya, memang di akui NPC di game ini tidak berguna. Mereka semua hanya bisa meminta makanan tanpa mau berusaha. Itulah yang membuat NPC disini dipandang hama dan sebagainya, mereka hanya bisa menghabiskan bekal bertahan hidup.

"Baiklah makanlah daging rebus ini!"

Ding!

Sebuah notifikasi dari tadi berbunyi, tapi tak dihiraukan oleh felix dan tetap melanjutkan aktivitasnya.

"Dan untuk adik, ini kakak punya boneka kecil. Kamu mau!"

"Mau kakak!"

Felix mendapatkan boneka itu ketika berjalan-jalan di daerah sebelum dia di serbu Zombie kemarin, anak berambut ungu itu menerima dengan senang dan sang ibu menyuapi makanan pada gadis itu. Melihat itu, hatinya tersentuh dalam kebahagiaan

"Setidaknya, aku bisa membagi hal kecil kepada mereka."

Ding!

Felix sedikit menjauh dari mereka untuk memeriksa, apa yang di beritahukan oleh sistem game. Ketika dia hendak menekan tombol periksa seseorang menjerit.

"Menghindar! Ada sebuah roket mendekat."

Duaaar!

Gelombang kejut menghempaskan dirinya beberapa meter dan membutakan sesaat pandangannya, ketika dirinya mendapatkan fokusnya kembali Felix membelalakan mata.

"Ma-masaka!"

Tempat yang tadi ramai dan penuh kebahagiaan berubah menjadi ladang mayat dengan puing reruntuhan berserakan. Tak lupa sebuah lubang berdiameter cukup besar tercipta, menandakan di situlah titik sasarannya.

"Ngeh sial, kita kecolongan!"

"Sasuke-kun!"

"Felix!"

Felix menolehkan pandangannya ke arah sumber suara, terlihat Naruto, Sasuke dan Sakura luka lebam. Dengan beberapa sayatan kecil di sekujur tubuh, juga ada beberapa survivor yang masih selamat.

"Siapa yang menyerang kita?"

Felix segera menyentuh korsur periksa dan matanya membulat

"Black Mask Bandit!"

"Mereka sebentar lagi sampai kemari, semuanya bersiap evakuasi!"

Ada 4 hal yang bisa merengut nyamamu di game ini, 2 secara alami dan 3 secara tidak manusiawi. Maksudnya secara alami adalah kau akan mati oleh cuaca dan iklim di game ini atau terkena penyakit, lalu 3 secara tidak manusiawi kau diserang hewan huas, zombie dan yang paling di takuti adalah Bandit.

"Cih mereka sebentar lagi sampai!"

Untuk menghindari bandit setidaknya player atau NPC harus masuk zona kota agar tidak dibunuh, namun jika punya senjata dan keyakinan mereka bisa melawan. Kemudian mata Felix membulat kala melihat anak berambut ungu yang baru saja dia beri boneka, anak itu sedang menjulurkan tangannya karena tertimpa ibunya yang sudah tewas.

"Dia!"

"Oni-chan!"

Felix segera berlari kearah anak berambut ungu itu untuk menolong, namun dari belakang menggelinding sebuah granat tepat di samping anak itu.

Duar! Bres!

Tubuh anak itu hancur dan darah mencuar menyapu tubuh Felix, lalu sebuah tangan jatuh di depan matanya. Tangan itu tetap menggenggam erat boneka pemberiannya

"Aku … aku bahkan tidak tau namamu?"

"Felix kemari!"

"Kerumunan itu sudah dekat, jangan bodoh!"

"Aku pernah diselamat dua kali, apa kali ini aku akan mati. Aku pikir akan merasakan sedikit kebahagian meski dengan NPC. Namun begitu aku menemukannya, kenapa ini terjadi?"

Lalu muncul sesuatu dari kepulan debu itu, mereka Black Mask Bandit. 2 orang didepan menenteng senjata dan sebuah mobil panzer berisi 4 orang, mereka memakai pakaian hitam dan wajahnya ditutupi topeng tengkorak.

"Aku akan menghabisi kalian Black Mask Bandit!"

Felix mendesir saat melihat mereka, dengan tangan terkepal kuat.

"Felix jangan!"

Namun teriakan Naruto tak dihiraukan, Felix segera mengeluarkan dari tasnya 5 bom asap dan langsung melempar ke arah mereka. Dalam asap putih tebal itu pandangan mereka terhalang sehingga kewaspadaan meningkat, mata dari 2 orang yang ada di depan mobil menyisir area.

Ting Jleb!

Salah seorang di sebelah kanan melihat cahaya kecil berkelip di samping bawahnya, namun naas belum sempat dia memberi tahu sebuah pisau menancap di tenggorokannya.

"Errgghhh!"

Kretak!

Tak puas dengan hanya menusuk lehernya, Felix memutar kepala bandit itu. Sehingga menghasilkan bunyi khas sesuatu yang patah.

"Hah!"

Jleb!

Lenguhan kecil dan suara tulang yang patah itu, sampai kepada teman sebelahnya. Saat dia menengok ke arah sumber suara, Felix dengan cepat dan mata menyala menghujamkan pisau ke belikat kanannya.

"Aarrghh!"

Jleb Crash!

Korban menjerit kasar saat Felix menusuknya keras, tak ingin membuat keributan lebih. Felix mengambil belati di pinggang kanan dan menancapkannya, di batok kepala bandit itu membuat darah membanjiri kedua tangannya.

"Um seperti inilah sikapmu harusnya, jika sedang di dekap seseorang."

Dor! Dor!

Bunyi tembakan terdengar saat bandit yang baru di tusuknya ini menjerit sebelum kematiannya, tak ingin peluru nyasar mengenainya. Felix menjadikan tubuh orang yang di baru dibunuhnya sebagai perisai.

"Sial!"

Teb! Teb! Teb!

Peluru-peluru itu menancap ke tubuh yang dijadikan perisai oleh Felix, beberapa juga menyerempet tubuhnya dan asap yang dibuat Felix samar mulai menghilang. Dia segera mengambil bom asap lainnya, agar keberadaanya tidak diketahui.

Ding!

[Anda tergores peluru menyebabkan

Meningkatnya Pendarahan 1 poin tiap 30 detik]

"Hm! Aku masih punya efek Alphacelon, jadi tidak masalah."

Yah efek alphacelon akan menghilang dalam 3 hari, jadi dia tidak perlu khawatir. Sambil mengatakan itu dia menggenggam bom asap, mencari lokasi yang bagus untuk melemparnya.

Ting Wuussss!

Felix melempar kembali bom asap, membuat asap yang hampir menghilang kini tertutup lagi. Mempersulit mereka mengendus keberadaannya, Felix yang sempat mengetahui lokasi mereka. Segera mencari posisi dan menyiapkan Crossbow.

"Level Crossbowku tidak terlalu buruk."

Ditajamkannya pandangan dan menangkap dua orang, sedang berdiri diatas mobil Panzer itu sambil menenteng senjata.

"Jadi mereka berdua yang menembakiku tadi, waktunya pembalasan."

Felix mengambil bom kaleng dan mencoba mendekat sejarak senjata Crossbownya. Ketika sudah merasa dekat, dia melempar bom kaleng ke sisi lain mobil itu.

Duar! Dor! Dor!

"Berhasil fokus mereka teralihkan."

Felix tak menyiakan kesempatan, dibidiknya kedua orang itu dengan cermat dan dilepaskan anak panah dari senjata itu.

Syut! Syut! Jleb! Jleb!

Peluru Crossbow melesat cepat dan mengenai bagian tubuh dua orang itu, membuat mereka meregang nyawa dengan rasa sakit.

Pimpinan rombongan itu mengisyaratkan untuk pergi dari situ, suara mobil itu menderu kasar mencoba memutar balik dan pergi. Namun felix sudah lebih dulu menggerakan tangannya dan mengambil item di tasnya.

Des! Dus! Duar!

"Tidak akan kubiarkan kalian lari, bajingan!"

Felix rupanya menenteng roket buatan tangan di bahu, lalu membidiknya ke arah mobil itu dan segera menarik pelatuknya tanpa ragu. Tak ayal lagi, peluru itu meluncur mulus mengenai mobil panzer itu. Membuatnya meledak dan menghasilkan suara yang memekakan telinga.

Ding!

[Anda telah membunuh kawanan bandit Black Mask!]

"Sudah selesai!"

Felix menaruh kembali item tersebut ke dalam tas menunya, matanya menatap kosong kobaran api besar itu.

Dia membalikkan tubuhnya berjalan ke arah Naruto dan yang lain. Di sisi lain, semua yang melihat dan mendengar ada ledakan besar harap-harap cemas, lalu tiba-tiba terdengar derap langkah kaki mendekat.

"Ada yang datang!"

Semua menyiapkan senjata dan ketika itu yang muncul adalah Felix, sambil berjalan gontai dengan berbagai luka di beberapa bagian tubuhnya. Jangan lupakan darah yang menghiasi seluruh tubuhnya

"Felix!"

Mata Naruto dan yang lain tertegun melihatnya berjalan gontai, dengan pandangan kosong menatap boneka yang baru dia berikan kepada salah satu NPC. Yang tergelatak dengan tangan mungil anak itu, masih menggenggam erat seolah tak ingin melepaskan hadiahnya.

Air mata Felix jatuh bersamaan dengan dirinya yang terduduk.

"Aku ... Aku gagal lagi!"

Felix menutup mukanya dengan kedua tangan, lalu saat itulah kesadarannya menghilang.

"Mind Zero! Orang ini bertarung sampai masuk batas kesadaran."

Mind Zero adalah keadaan dimana setingkat lebih tinggi dari Freeze, yang berbeda adalah Freeze masih menyisakan kesadaran walau tidak bisa bergerak. Namun keadaan Mind zero sama seperti reboot pada komputer.

Pemicu terjadinya adalah penggunaan seluruh kekuatan secara drastis, atau beban emosi yang terlalu besar pada Player.

"Felix, seperti apa masa lalumu itu!"

Naruto bergumam kecil sambil menatap ngeri, apa yang baru dia lakukan pada Kawanan bandit Black Mask. Ada yang kepalanya terkilir kebelakang, batok kepala yang ditusuk pisau, tubuh yang tertancap peluru Crossbow, dan mayat yang gosong akibat ledakan.

"Sampai-sampai kau berbuat liar seperti ini."

"Ini bukanlah perbuatan manusia, apa ini yang hendak diciptakan Survival Corporation!"

Sasuke berjalan ke mayat-mayat yang dihabisi Felix. Dia menatapnya datar namun hatinya bergetar keras, tangnnya terkepal dan membalikkan tubuhnya ke arah Naruto

"Ayo kita beristirahat dulu!"

Naruto yang mendengarnya mengangguk kecil, lalu mengikuti langkah sasuke dari belakang.

And cut

Oke tarik nafas keluarkan tarik lagi keluarkan lagi, huft lepaskan ketegangan otot kalian. Mari dengarkan penjelasan Author untuk chapter ini oke:v

Dalam game ini para player tergolong dalam berbagai jenis.

Stay kelompok ini adalah mereka yang menetap di suatu tempat yang aman contoh di jalur perdagangan. Untuk jalur perdagangan sendiri itu banyak, berawal dari Magnitogorsk sampai terakhir adalah Kota Irkuts (A/N koreksi jika salah:v)

Survival kelompok ini adalah mereka yang berjalan tak tentu arah, sambil terus mempertahankan diri untuk hidup. Sesuai nama yang diambil dari kata Survive, mereka umumnya terdiri dari satu atau dua orang. (Felix masuk dalam kelompok ini)

Scamp kelompok ini lebih besar dari kelompok sebelumnya. Mereka biasanya membangun base, di dekat area mata air atau sekitar tempat hewan liar berada.

Squad kelompok ini yang terbesar, karena berisi beberapa ratus orang. Tidak seperti Scamp yang bertempat tinggal, kelompok ini selain bertujuan hidup. Mereka selalu mencari informasi untuk keluar dari game ini, salah satu yang terbesar adalah Anbu.(Naruto, Sasuke dan masih banyak yang lainnya. Masuk dalam kelompok ini)

Oke selanjutnya gimana semi gorenya semoga kalian gak merinding ya, tolong beri aku tanggapan apakah sikap Felix itu berlebihan. Mohon beri tanggapannya ya:v

Dan Mind Zero istilah ini aku ambil dari DanMachi. Scenenya ketika Bell melawan Minotaur yang lolos dari Familia Loki episode ke entahlah:v.

Oke Note Tambahan kepada Readers sekalian yang kebetulan main Day R dan merasa ada kejanggalan dalam Fic ini saya Author mengucapkan mohon maaf. Gak bisa mengambil semua unsur game karena keterbatasan author.

Sejujurnya Author juga masih Noob main disana dan yang author ambil itu, sekedar latar tempatnya saja walau masih banyak salah juga sih.

Untuk kalian yang kebetulan main, bisa berikan referensi tentang cuaca juga efeknya. Atau macam-macam penyakit dan obatnya. dan lain sebagainya. Untuk Quest [Moving Town] itu ane ambil dari misi yang memang ada dalam game Day R, dan penjelasannya akan di jabarkan di chapter selanjutnya walau nanti akan di persingkat untuk keberlangsungan cerita.

Oke segitu dulu semoga terhibur.

Oke bacalah terus The Survivors, ikutilah perjuangan Felix dan Naruto dalam usahanya keluar dari game ini.

Oh ya Aminkan doa ini.

Ya Tuhan, berikanlah Author ini kemampuan untuk terus berkarya dengan lebih baik, serta berilah dia kebahagiaan di dunia ini dan dunia selanjutnya.

Sampai jumpa!

Untuk Update gak menentu maaf

~Fin~