Day R Survival Tlt Games

Naruto Masashi Kishimoto

The Survivors Tessar Wahyudi

Chapter 3

Mimpi hari bencana dan Quest Moving Town

Di kasur itu seorang pria berambut hitam terbaring, dahinya berkerut, tangannya terkepal dan giginya bergetak dengan mata terpejam entah apa yang terjadi padanya

-Minscape Felix-

"Di mana ini?"

Kejadian ini adalah 5 tahun lalu saat dia baru sampai di dunia ini. Mata Felix menyapu dan mendapati berjubel orang juga bertanya-tanya.

"Apa yang terjadi?"

"Kenapa kita ada di sini?"

"Apa maksudnya ini?"

Felix mengerutkan dahi lalu alam sekitar berubah dan diatas langit itu, muncul kotak merah bertuliskan -Alert- tadinya satu lalu lama kelamaan makin banyak.

'Itu tidak salah lagi, sistem peringatan dari sebuah game online. Jangan-jangan ini-'

Belum sempat Felix menyelesaikan ucapan batinnya dan mengumpat kasar, muncullah sesosok tubuh besar dengan jubah berwarna hitam legam dengan wajah hanya berupa asap.

[Selamat datang di dunia baru!]

Mata semua orang terbelalak mendengar ucapan itu, keluar darinya yang seolah menyambut tamu di rumahnya sendiri.

'Dunia baru?'

Keringat menetes di sudut dahinya, menunggu ucapan selanjutnya sosok itu yang dijeda. Kemudian dia mengangkat tangannya dan semua menahan nafas.

[Ini adalah game Day R Survival dan aku adalah Kazuto Akihiko pencipta dunia ini, sama seperti kakekku dulu yang menciptakan SAO. Maka aku menciptakan dunia yang dipenuhi krisis ini untuk sebuah riset.]

"Hah riset, Jangan bercanda!"

"Akihiko … jangan-jangan kau adalah cucu dari pembunuh itu?"

"Iya berhenti main-main, keluarkan kami dari sini!"

Keluarga Akihiko adalah pencetus game yang terkenal, karena telah mengurung sepuluh ribu orang di dalamnya. Diperkirakan yang meninggal mencapai tiga ribuan jiwa.

"Apa jangan-jangan dia adalah cucu darinya."

[Haha Kakekku dulu sudah menciptakan dunia yang ada tujuannya. Itulah kenapa dunianya bisa berakhir dalam dua tahun, tapi aku mengurung kalian dalam duniaku selamanya]

Kaki para pendengar lemas dan tubuh mereka tersungkur dengan raut putus asa, sebagian wanita bahkan sudah ada yang meraung dan menangis mendengar penjelasan sosok itu.

Lalu Felix memandang kosong dengan mulut terbuka lebar, dalam hati dia berharap apa yang terjadi saat ini hanyalah mimpi belaka. Kemudian tangannya terkepal.

Bagaimana bisa kau mengurung kami, padahal kami tidak menggunakan Nerve Gear atau sebagainya.

[Hahaha itu tidak perlu, apa kalian ingin tahu kenapa aku bisa mengirim kalian kemari.]

Semuanya menatap ke arah sosok itu kembali untuk mendapat jawaban kenapa mereka bisa ada di sini. Padahal untuk masui duni la Virtual setidaknya harus memakai V-Gear atau sebagainya.

[Apa kalian belum sadar kalau saat kalian membeli alat V-gear dan semacamnya. Tubuh kalian ditanam semacam chip, yang akan menjadi ID Avatar kalian untuk bermain di game Virtual Reality.]

Kemajuan teknologi Virtual memang berkembang cepat, berkat itu pengembang sudah bisa membuatnya menjadi praktis. Jika dulu harus menggunakan Nerve gear atau Amusphere, maka sekarang tinggal menanamkan chip pada tubuh dan sebuah gelang yang terhubung dengan komputer. Maka mereka sudah bisa memainkan Virtual Reality.

[Ketahuilah akulah pencipta chip itu. Untuk tujuan ini aku bekerja sama dengan Survival Corporation menjalankan rencana ini, agar perkembangan manusia bisa dikendalikan dengan kata lain ini adalah ….]

"Pemutihan!"

[Pemutihan!]

Felix dan sosok bergumam bersama dengan emosi masing-masing.

"Apa maksudnya itu?"

"Maksudnya adalah sama seperti pemain SAO. Siapa yang mati dalam game, maka dia akan mati pula di dunia nyata."

Mata orang bertanya dan sebagainya, memutar kepala cepat ke arah Felix dengan pandangan horror. Felix lalu menatap sosok itu dan berkata lantang.

"Tapi bagaimana kau bisa merenggut nyawa kam, apa penyebab kematian di dunia ini?"

Sosok itu menjelaskan semuanya, peraturan dasar untuk bertahan hidup dan penyebab kematian serta status karakter. Namun, dia tidak memberitahukan, apa yang harus di selesaikan digame ini agar bisa keluar.

[Sekali lagi kuberitahu, tidak ada jalan keluar di game ini dan jumlah kalian didunia ini adalah 50 juta orang. Bekerja samalah agar bertahan hidup dan satu lagi, tidak ada misi di game ini itulah kenapa kukatakan selamat datang di dunia baru. Lalu kematian di dunia nyata di sebabkan kalian akan mengalami kegagalan jantung, karena di chip itu tersimpan sebuah alat untuk mengacaukan fungsi jantung. Jadi, mulai sekarang aku ucapkan selamat berjuang para Survivors]

Saat suara itu selesai diucapkan Felix membuka mata lebar, dengan tubuh terhentak yang mengubah posisinya menjadi terduduk.

"Yang tadi itu mimpi."

Felix memegang wajahnya dengan kedua tangan, nafasnya memburu lalu dia meneguk ludahnya sendiri. Untuk menenangkan diri, setelah mengalami mimpi itu.

'Kenapa bisa mimpi itu terbayang kembali. Terakhir, aku bermimpi tentang kematian Eva di Kiev. Kuharap ini pertanda baik Kazuto Akihiko akan kubuat duniamu ini berakhir.'

Kriet!

Pintu terbuka menampilkan sosok wanita berambut Cherry blossom, mata emerald hijaunya memandang Felix yang sedang bergelut dengan pikirannya.

"Felix!"

Felix melihat siapa yang memanggil dan didapati, Sakura berdiri dengan membawa minuman dan semangkuk kuah ikan. Felix tidak menyadari kedatangan Sakura, karena terlalu fokus dengan pikirannya.

"Sakura, maaf aku mengabaikanmu!"

Sakura menggeleng pelan sambil tersenyum.

"Tidak apa- apa boleh aku masuk?"

Felix mengangguk memberi izin, Sakura mendekat dan menaruh di meja makanan yang dibawanya lalu berkata pelan.

"Makanlah untuk mengembalikan energimu, sudah 1 hari penuh kau pingsan. karena mengalami Mind Zero."

"Be-benarkah, berarti Naruto-san sudah bertolak ke Ufa, ya?

Sakura menggeleng mendengar ucapan felix itu.

"Tidak, dia sedang berlatih mengasah kemampuan pisau pendek, katanya dia kagum denganmu. Padahal dulu dia juga ceroboh sih."

Felix tertegun mendegar ucapan yang baru keluar dari mulut Sakura. Suara itu berisi kekhawatiran dan kecemasan, ditambah wajah Sakura berubah sendu.

"Hm jadi Naruto-san juga ceroboh sepertiku, tapi dia beruntung!"

"Eh! Apa maksudmu?"

"Iya … dia beruntung dikhawatirkan gadis secantik dirimu."

Blush!

Bibir sakura kelu dan matanya membelalak terkejut menerima ucapan Felix. semu merah hinggap di pipinya.

"Ano sebenarnya dulu aku memiliki perasaan padanya. Namun saat ini, aku sudah memiliki seseorang yang kuyakin dialah segalanya bagiku."

Sudut bibir Felix menaik saat Sakura mengucapkan perasaannya. sejujurnya itu dia lakukan untuk mengubah topik, agar sakura tidak menanyakan masa lalu dirinya dan mengubah suasana.

-Di Luar Rumah-

Clang! Clang!

Kembang api muncul saat pisau yang di genggam naruto bersentuhan cepat dengan pedang di tangan Sasuke. Wajah Naruto mengeras berlainan dengan Sasuke yang berwajah datar.

'Dulu aku juga memiliki itu, naluri ingin menyelamatkan. Tapi sudah lama kutinggalkan, karena menurutku tidak berguna apalagi di game ini kau hanya akan berakhir sebagai umpan.'

Saat bertarung itu, dirinya terbayang saat kehilangan kekasihnya dulu yaitu Sara

Flash back

"Na … ru … to!"

Wanita bersurai merah marun dan bermata hijau itu menggumamkan namanya dengan darah mengalir di bibirnya. Di perutnya tertancap sebuah besi yang membuat darah merembes.

"Sara!"

Iris saphire itu membulat dan tangannya gemetar saat memeluk tubuh itu. Kejadiannya begitu cepat, mereka sedang dalam misi memeriksa sebuah gudang yang diperkirakan menjadi sarang serigala.

"Kenapa … kenapa ini terjadi kuso!"

Saat itu keduanya di kejar kawanan serigala dan reflek, Naruto menghadapi mereka untuk mengulur waktu bagi Sara. Namun, keinginan tak sesuai harapan hingga inilah yang terjadi.

"Naruto! Aku senang selama ini bisa bersama denganmu. Ku mohon … lanjutkanlah impian kita."

Tangan yang mengelus pipi kanan Naruto terjatuh, bersamaan dengan menutupnya mata wanita yang ada di pelukannya dengan senyum puas.

Flash back End

Clang! Clang!

'Sial aku tidak mau itu terjadi lagi, Felix sudah menyadarkanku kemarin.'

Naruto terbayang bagaimana kemarahan Felix. Saat melihat NPC yang baru di beri boneka olehnya dibunuh, dia sampai bergidik jika melihat bagaimana anak itu harus mati meski NPC.

'Karena itu, aku tidak boleh kalah'

Clang! Ting!

Emosi yang memuncak membuatnya mengeluarkan tenaga berlebih, sambil mata menatap nyalang. Sasuke yang mellihat perubahan pada diri Naruto, hanya menangkis dan mengulur waktu dengan menghindarinya.

Lalu saat Naruto mengayunkan Knifenya, Sasuke sukses membuat pisau yang ada di genggamannya mental. Tanpa basa-basi, Sasuke menaruh ujung pedangnya di leher Naruto.

"Kau kalah!"

"Heh, mau bagaimana lagi, aku ceroboh!"

Naruto mengucapkan itu sambil mengambil Hand Knife yang mental tak jauh dari dirinya. Sambil mata masih bercahaya sendu, karena pikirannya tak ada di situ.

"Tidak seperti biasanya, apa yang mengganggumu?" Ucap sasuke sambil menaruh pedang di sarungnya

Bahu Naruto menurun mendengar itu. Sudah dia duga sebelumnya, sahabat di depannya ini pasti bisa menebak keanehan dari sikapnya. Padahal, dia berusaha menutupi semaksimal mungkin, tapi tetap saja ketauhan.

"Aku sedang memikirkan tentang Sara!"

"Yang lalu biarlah berlalu. Aku tau kalau itu sulit, tapi kau mungkin bisa belajar darinya."

"Darinya?"

"Orang yang kau bawa itu, sepertinya dia punya banyak sekali penyesalan. Namun, dia terus maju walau apapun halangannya. Aku harap kau dan dia menemukan kebahagiaan."

Seulas senyum terukir mulus di mulut Naruto, wajahnya kini kembali hidup. Setelah mendengar nasehat dan dukungan, dari kawan atau lebih enak menyebutnya Rival.

"Terima kasih, Sasuke!"

"Hn!"

Ketika keduanya menyelesaikan latihannya, Sakura mendatangi mereka bersama dengan Felix.

"Woah Felix, kau sudah siuman?"

"Um!"

Naruto dan Sakura meneteskan keringat di belakang kepala, masing-masing berguman dalam hatinya.

'Dia sama seperti Teme,' batin Naruto

'Kenapa ada orang yang bisa menjawab seminimal itu sih di dunia ini,' batin Sakura.

"Nah kalo begitu, ayo kita diskusikan tentang masalah utama. Apa semua sudah siap?"

Naruto mengubah arah pembicaraan dengan cepat, membuat 3 orang di depan menatap serius dirinya.

-Change Scene-

Saat ini duduk empat orang dengan komposisi tiga laki-laki dan satu perempuan. Lalu Naruto membuka suara pertama untuk menuntun ke pembicaraan serius.

"Baiklah! Kedatanganku sebenarnya adalah menyampaikan perintah, dari atasan yaitu Tsunade-sama. Untuk segera mengumpulkan pasukan dan mengambil reaktor Nuklir."

Dahi Sasuke dan Sakura berkerut saat Naruto mengucapkan alasannya, sedangkan Felix masih menunggu. Apa yang akan diucapkan oleh Naruto dengan wajah tenang.

"Reaktor ini, rencananya akan kita ambil dan kita bawa. Menuju sebuah kota pertambangan di ujung negara ini."

"Mirny ya!"

Naruto mengangguk saat Sasuke mengucapkan nama tempatnya. Wajar saja, itu karena investigasi terakhir dirinya dan Sakura adalah ke wilayah pertambangan itu.

"Lalu, dimana kita bisa mengambil Reaktor Nuklir itu?"

"Itulah yang aku ingin tahu karena menurut komposisi, untuk membangun [Moving Town] diperlukan 3 Reaktor Nuklir."

Mata Naruto melirik ke arah Felix yang masih berwajah datar, namun tetap mengikuti alur diskusi ini.

"Tapi, kalau harus membawanya ke Mirny. itu sangat jauh."

"Sebenarnya tempat reaktor itu saja, tidak diketahui yang terlulis di sana adalah kota Kiev."

Dahi Sasuke berkerut kembali saat Naruto, mengucapkan nama tempat yang ada di ujung kanan negara dalam game ini.

"Kiev? Oh wilayah yang penuh zombie dan binatang buas, lantas keberadaan pastinya?"

Sasuke menanyakan dimana letak reaktor Nuklir itu berada, Naruto menggeleng sebagai jawaban disertai penegasan.

"Sayang sekali, tidak jelas dimana letak reaktor itu berada, karena sudah kukatakan dikomposisi pembuatan [Moving Town] hanya bertuliskan Kiev."

"Hm, itu di daerah CNPP. Tepatnya melewati 2 kota dari Keiv, maka kau akan menemukan sebuah pabrik. Disitulah reaktor itu berada, jumlahnya seperti yang kau bilang ada tiga."

Naruto, Sasuke, dan Sakura. Menatap tak percaya kepada Felix.

'Seberapa jauh dia berjalan?' Batin Naruto.

'Kenapa dia dari tadi hanya mengamati?' Batin Sasuke.

'Apa itu benar adanya?' Batin Sakura.

Saat semua sibuk dengan pikirannya masing-masing, Felix merasa risih karena ditatap seperti seorang yang baru mengakui sebuah kejahatan besar.

"Oi kenapa semua menatap seperti itu ke arahku. Kalau kalian penasaran, kenapa aku bisa tahu. Itu karena aku pernah mengelilingi Kiev, tapi kalau Mirny. Aku belum pernah, penjelajahan terjauhku di sisi kanan wilayah game ini adalah kota Tiumen."

"Lalu kenapa dari tadi kau hanya diam?"

Sasuke menyodorkan keganjalan hatinya dan Felix hanya memasang wajah datar.

"Itu karena, tidak ada yang bertanya padaku. Jadi, aku cukup mendengar diskusi kalian saja dengan tenang."

"Hah~"

Hembusan napas berat keluar dari mulut mereka karena tingkah Felix, kemudian Naruto yang sudah sadar dari frustasinya segera bertanya.

"Felix! Hewan buas apa kira-kira yang menghuni wilayah itu?"

"Hm, di tempat ituZombie yang pernah kutemui banyak, karena aku maniak Zombie. Untuk hewan buas ada Babi hutan radiasi, beruang, dan jika kau sial maka kawanan bandit juga akan muncul."

Semuanya kembali tertegun setelah mendengar penjelasan Felix. Kota Kiev adalah kota yang berada paling kiri dan dekat Moscow, seharusnya kota itu tidak terlalu banyak musuh, lalu Sasuke membuka suara.

"Bandit ya, aku pernah dengar dari beberapa Survivors. Kalau disana ada markasnya dan nama dari kumpulan itu adalah Black Dragon."

Seketika geraham Naruto bergetak. Air mukanya berubah emosi, dengan tatapan serius dia berkata.

"Mereka ada di sana rupanya. Kalau begitu sudah diputuskan, kita akan ke Ufa dulu untuk mengambil Kittin. Lalu kita akan mampir ke Magnitogorks, untuk bertemu Igor dan mengubahnya menjadi Armor. Aku juga akan menghubungi Shikamaru yang bermarkas di sana."

Semuanya mengangguk mendengar penjelasan dari Naruto, lalu segera bersiap berangkat ke Ufa untuk mengambil Kittin. Di game ini daerah yang memiliki radiasi yang paling tinggi adalah Ufa.

Sejarah Ufa sendiri menurut data game adalah bekas sebuah penelitian, untuk membuat antibodi agar manusia tidak mudah sakit. Namun, saat serum yang sudah berhasil disemua sample makhluk hidup, diuji coba pada manusia keanehan terjadi.

Manusia yang disuntik serum itu berubah struktur tubuhnya, menjadi mayat hidup itulah asal mula zombie di game ini. Badan penanggulangan bencana memberi waktu bagi pusat penelitian, untuk memperbaiki dan menemukan penawarnya.

Namun ternyata, virus berkembang cepat dan dalam beberapa hari seluruh Ufa dan sekitarnya sudah terinfeksi. Melihat situasi sudah seperti itu, pemerintah pusat memberikan perintah untuk menjatuhkan bom atom demi menghindari penularan virus lebih banyak.

Hasilnya seluruh Negara Rusia terkena imbasnya dan Kini daerah Ufa sekarang, menjadi daerah dengan tingkat radiasi tertinggi dalam game mencapai 4.95 r/h. Cukup untuk membuatmu terkena penyakit radiasi dalam 20 jam di sana.

Pepatah satu titik nila rusak susu sebelanga itulah yang terjadi pada kota ini. Pemain Day R seperti Felix, Naruto, dan yang lainnya dikirim. Saat pemboman itu sudah berjalan selama tiga ratus enam puluh jam atau sekitar lima belas hari setelah efek pemboman itu terjadi.(A/N Murni karangan Author, gak ada di deksripsi game Day R)

-Ufa-

Empat orang pemuda dengan satu orang berbeda gender berdiri menatap wilayah radiasi tertinggi. Hanya ada tanah hitam tandus dengan uap hitam yang keluar dari sela-sela retakan tanah.

"Ini adalah wilayah tertinggi tingkat radiasinya. Semua minum obat anti radiasinya, itu akan membuat kita tahan radiasi selama satu hari setidaknya."

Felix menerima obat berwarna ungu, dengan gambar radiasi di bagian tengahnya dan langsung meneguknya tanpa ragu.

[Ding

Kamu telah meminum obat Chlorcistamin

Efek per jam

- mengurangi Radiasi 5 poin

Efek tambahan

-kebal Radiasi 95%

Efek akan bertahan 1 hari]

"Baiklah ayo maju semuanya! Kita harus berburu lebah, untuk mendapatkan Kittin." Seru Naruto

"Hn/um," jawab Sasuke dan Felix.

"Yosha!" Ujar Sakura.

Syut! Syut! Jleb! Jleb!

Felix menggunakan Crossbownya untuk membunuh para lebah yang mendekat. Itu karena, level Crossbownya lebih tinggi dari Senjata api. Dan lagi dia lebih banyak anak panah ketimbang peluru, karena anak panah mudah dibuat. Sudah sekitar 25 lebah yang dia jatuhkan.

'Membunuh lebah, lumayan sulit juga'

Dor! Dor! Des! Des!

Naruto dan Sasuke menggunakan senjata api berbeda. Naruto senjata laras panjang, sedangkan Sasuke senjata api tangan satu. Keduanya sudah menjatuhkan sekitar 65 lebah.

Swing! Duar!

Berbeda dari mereka semua. Sakura menggunakan bom kaleng buatan tangan, untuk menjatuhkan para lebah itu, hasilnya lumayan 20 lebah yang dia taklukan.

Mereka berburu dari matahari di atas hingga sebentar lagi gelap. Kemudian memutuskan beristirahat, sambil membuat api unggun untuk menghangatkan badan dimalam hari.

Sistem random status pada game ini kadang tidak menguntungkan player. Karena itu, jika malam hari setidaknya harus waspada akan sesuatu. karena cuaca di game ini bisa berubah cepat.

Sudah menjadi kebiasaan penting bahwa sebelum tidur, kau harus mendirikan tenda dan api unggun agar tidurmu nyaman dan aman.

"Heh, 110 lebah lumayan juga, ayo cepat kita kuliti!" Perintah Naruto

[Ding

Mayat Lebah pekerja

Hewan ini tidak jelas asal usulnya. Namun mereka sama seperti lebah pada umumnya, bisa memproduksi madu yang lezat.

(Belah)

-Membutuhkan

Kapak, Pisau, dan Gerjaji besi

-Hasilkan

6-8 Daging, 1-3 Asam beracun, dan 4-6 Potongan Kittin.]

"Baiklah! Mari kita belah semuanya." Perintah Naruto

Mereka berempat membelah semua lebah itu dan hasil yang didapat adalah 700 daging, 150 asam beracun, 480 Potongan Kittin.

"Wah syukurlah semuanya cukup, dengan ini kita bisa lanjut ke Magnitogorks. Lalu bertemu Sanya untuk dibuatkan Kittin Armor." Ujar Naruto dengan wajah puas.

"Kau benar, beruntungnya kita langsung mendapat semuanya." Ucap Sasuke

"Baiklah! Semua daging akan kubuat daging rebus, kalian makan malam duluan. Selepas itu, langsung beristirahat besok pagi. Kita akan langsung bertolak ke Magnitogorks."

Semuanya mengangguk setelah mendengar ucapan Sakura itu. Mereka langsung makan dan segera tidur untuk beristirahat agar bisa melanjutkan petualangannya.

And Cut

Fiuh maaf jika chapter ini garing dan gak berasa feel Adventurenya, harap maklumnya karena imajinasi seorang Author itu naik turun. Sebenarnya saya kesulitan bikin aksi gerak tubuh, namun aku akan berusaha lebih baik untuk bisa menjadi lebih baik.

Untuk kemarin yang bertanya memang mati di game ini mati juga di dunia nyata udah paham ya. Tugas saya selesai untuk menjelaskan lalu mungkin pertarungan lebahnya gak ada yang seru, karena menggunakan senjata gak seperti kemarin.

Jujur saya katakan, kalau lebah diserang make manuver tubuh agak sedikit gimana gitu. Karena mereka itu terbang dan para pemain gak punya sayap, lain lagi jika make Helikopter nah baru itu seru pembantaiannya.

Iya kelupaan Sasuke dan Sakura menggunakan mobil UAZ, untuk pergi bersama Naruto atau mengawalnya ke Kiev. Karena itu juga bagian dari misinya.

Selanjutnya chapter depan kita akan ke Magnitogorks, untuk membuat Kittin Armor dan jika kalian main Day R betulan. Maka kalian, akan ketemu ama Quest ini di Survival Camp Magnitogorks. Temui saja NPC bernama Sanya, nanti dia akan ngasih kamu beberapa Quest hingga akhirnya kamu diberi misi mencari Kittin.

Um sejarah Ufa itu murni karangan Author. Mohon maaf jika nanti kalian bermain dan gak ketemu penjelasannya, itu aku lakukan sekedar menambah kesan menarik pada cerita.

Oke segitu dulu semoga terhibur.

Bacalah terus The Survivors, ikutilah perjuangan Felix dan Naruto dalam usahanya keluar dari game ini.

Oh ya Aminkan doa ini.

Ya Tuhan, berikanlah Author ini kemampuan untuk terus berkarya dengan lebih baik, serta berilah dia kebahagiaan di dunia ini dan dunia selanjutnya.

Sampai jumpa!

Untuk Update gak menentu maaf

~RnR~