Day R milik Tlt Games
Naruto milik Masashi Kishimoto
The Survivors milik Tessar Wahyudi
Chapter 4
Insiden di kota Magnitogorks
Siang hari tidak bisa disebut siang hari, karena sinar mentari tidak menembus di game ini. Langit selalu saja berwana biru kehujauan bahkan disaat cerah sekalipun.
Sistem cuaca di game ini selain random, juga menampilkan kehidupan yang suram bak dunia yang mati. Membuat siapapun yang ada disini merasa ketakukan.
1 tahun pertama para Survivors yang terjebak, mereka berjalan tidak tentu arah karena ketakutan. Jumlah yang meninggal di tahun itu mencapai 5 juta orang.
Di tahun kedua angka tersebut berkurang, karena manusia itu makhluk unik yang bisa beradaptasi. Itulah kenapa Tuhan mengatakan, manusia adalah ciptaanNya yang paling sempurna.
Tahun ketiga mulai lahir benih-benih Survivors yang ingin mencari tau akhir permainan ini, kemudian terbentuklah ratusan Scamp yang menjelajah seluruh negara. Hingga berkembang menjadi Squad sampai sekarang yaitu 5 tahun.
-Magnitogorks-
Magnitogorks merupakan kota perdagangan yang sibuk, bisa dibilang dari seluruh kota perdagangan. Disinilah yang paling banyak player dan NPC berkumpul.
Karena keberadaan NPC disini dianggap hama. Jadi ya, mereka hanya bisa menadahkan tangan karena harus diusir di perbatasan. Namun, mereka juga membuat camp sendiri di beberapa jalur kota perdagangan.
Mobil yang satu KamAz dan satunya UAZ melaju menghasilkan debu beterbangan, seluruh pasang mata memperhatikan dua mobil itu. Karena model mobil itu, bukan sembarangan bisa digunakan. Untuk membuat kedua mobil itu setidaknya skill mekanikmu harus tinggi, ditambah komposisi materialnya yang rumit untuk didapat.
Ding! Ding!
Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah tempat penempaan, suara besi yang di pukul berkali-kali. Menandakan kalau tempat ini, selalu ramai dikunjungi oleh para survivors dan NPC.
Di game ini kau bisa membuat Zirah besi atau sebagainya, satu-satunya NPC yang tidak di diskriminasi di sini adalah mereka yang memiliki skill penempaan. Karena keberadaan mereka begitu dibutuhkan, terutama untuk membuat baju zirah besi.
"Yo Sanya! Lama tak berjumpa," seru seorang berambut pirang acak-acakan di belakangnya ada Sasuke, Sakura dan Felix.
"Ah Naruto! Lama tak jumpa?"
Ding!
[NPC Status
Name: Sanya
Profesi: Penempa dan penduduk di Survival Camp NPC
Sanya adalah ketua dalam Survival Camp di Magnitogorks ini, dia punya keahlian dalam membuat baju besi. Kesukaannya adalah membuat Zirah Kittin, jika kau punya potongan kittin serahkan saja padanya. Maka dia akan membuatkannya untukmu, tentu jika poin kontribusimu memadai.
Poin kotribusi : 1/100]
Awal-awal para Survivors tidak tahu bagaimana cara mendapatkan Quest, sampai akhirnya ada seseorang yang berhasil mendapatkan Quest karena telah membantu NPC tertentu. Akhirnya para Survivors mulai bergerak mencari NPC yang memiliki poin kontribusi, untuk mendapatkan Quest dan jalan agar keluar dari game ini.
'Hm, kabar kalau NPC memiliki poin kontribusi itu benar adanya ya,' batin Felix
"Aku baik saja, hm aku ingin meminta tolong. Bisa kau buatkan aku 4 Zirah Kittin, tentang biaya tenang saja. Kau tidak perlu meragukanku," ucap naruto dengan bangga.
"Jangan sungkan, kau sudah kuanggap saudara. Kemarikan saja bahannya, maka aku janjikan akan selesai malam nanti," jawab Sanya ramah.
"Baiklah ini bahannya!"
Naruto menyerahkan potongan Kittin yang mereka dapat kemarin. Setelah itu menyerahkan beberapa ratus Peci, sebagai harga jasa untuk Sanya.
"Baik akan kusiapkan segera!"
"Terima kasih! Nah semua ayo langsung ke tempat si Nanas pemalas itu."
"Nanas?"
"Hah~ Naruto namanya itu Shikamaru, kau membuat Felix bingung!"
"Hn!"
Naruto segera menyengir, sambil menggaruk belakang kepalanya dan berkata kikuk.
"Gomen! Aku lupa, itu adalah panggilan khasku untuk Shikamaru. Lalu kenapa aku tambahkan kata pemalas, nanti kau akan tahu jawabannya."
-Change scene-
Seorang wanita berambut kuning dengan kepangan berduri, berjalan dengan raut wajah kecut. Jangan lupakan bunyi hentakan kaki yang sengaja dikeraskan, seolah siap meluapkan sesuatu yang ditahan.
Blam!
Bunyi hentakan keras pintu yang dibuka dengan kasar itu, pasti akan membuat terkejut siapa saja bahkan jika kau sedang tidur pulas. Namun, hal itu tidak berlaku bagi pria yang sedang tertidur di sofanya.
Rambut pria itu dikuncir nanas ke belakang, saat ini dia terbuai dengan alam mimpinya. Menghiraukan gadis yang tadi, menggebrak pintu dengan kasar.
Perempatan mucul di dahi gadis itu, segera dia ambil napas dalam untuk selanjutnya.
"BANGUN! DASAR NANAS PEMALAS!"
Ruangan itu berguncang hebat bahkan Survivors yang bekerja sebagai staf di kantor, hanya menggeleng karena kelakuan dari ketua dan wakil Scamp di wilayah Magnitogors.
Pria itu tersentak saat tidur siangnya diganggu, langsung saja dia menatap wanita yang sekarang bersedekap didepan dirinya dengan mata mendelik.
"Oi Temari, setidaknya bangunkan aku dengan cara yang lebih halus. Apa tidak bisa?"
"Heh cara yang paling halus untukmu adalah ini, atau aku harus menggunakan cara itu lagi padamu Shikamaru-kun."
Gluk!
Tubuh Shikamaru merinding disko saat mengingat kejadian itu. Dimana dia dibangunkan oleh Temari dengan melemparnya dari atas gedung ini, membuatnya harus menderita patah tulang rusuk dan cedera parah tulang belakang.
"Baiklah, cara ini adalah yang terbaik."
'Demi apapun, aku tidak mau dilempar lagi dari bangunan ini.'
"Hm baguslah!"
"Jadi, ada apa kau mengganggu tidur siangku."
"Hah~ kau lupa atau bagaimana, Naruto yang merupakan utusan Pemimpin Anbu dan Sasuke sebagai ketua Scamp di wilayah Chelyabinks akan tiba siang ini. Kau sebagai ketua Scamp wilayah Magnitogorks, harus menyambut kedatangannya."
"Jadi begitu, maaf kemarin aku lupa membaca PM darinya".
Masing-masing pmain bisa memberikan PM apabila sudah berteman, kegunaannya untuk memberi tahu keberadaan seseorang dan memberi informasi penting tentang pertemuan. Namun, jika soal Quest biasanya harus bertatap muka agar informasi tidak bocor.
Temari memijit keningnya mendengar alasan dari orang di depannya ini. Dia akui kalau Shikamaru itu cerdas, cekatan dan mampu mengatur strategi dengan cepat. Namun, yang tidak bisa dia tahan itu adalah sikap malasnya yang kelewat luber:v
"Mattaku sebaiknya cepat bersiap sebelum mere-"
Blam!
"Yo Nanas Pemalas!"
"Ka sampai," sambung Temari melanjutkan kalimatnya tadi.
"Oh Temari, apa kabar?"
Wajah Shikamaru berubah sewot, saat Naruto menanyai kabar Temari dan membalas dengan delikan tajam.
"Woi kepala Duren, aku rasa kau datang bukan untuk bertanya kabarku atau kabar dari pacarku."
Saat kalimat itu keluar dari mulut Shikamaru, wajah Temari sudah bersemu.
'Apa yang baru saja dia katakan sih dasar baka-shika,' batinnya.
"Memangnya kenapa, Temari pasti bosan mengurusi orang malas sepertimu yang kerjaannya tidur saja."
Naruto menjawabnya dengan wajah ditekuk, lalu terjadilah adu mulut antara Naruto dan Shikamaru. Sakura dan Sasuke hanya menghela napas berat, melihat dua orang itu berkelahi.
"Hah mereka mulai lagi!"
"Hn!"
'Sasuke-temme kenapa kau hanya menjawab seperti itu,' ucap inner Sakura greget
Felix yang melihat perkelahian kecil antara Naruto dan Shikamaru awalnya hanya memutar bola saja. Namun, saat perkelahian itu berlanjut sampai tiga puluh menit dan belum ada pemenangnya, membuat perempatan muncul di dahinya. Belum lagi wanita bernama Temari itu mematung, dengan wajah sudah seperti kepiting rebus.
Sasuke dan Sakura seperti sudah biasa dan cenderung membiarkan. Karena Felix benci dengan sifat anak-anak yang senang bermain-main, segera dia melangkah kedepan dengan wajah datar.
'Kuso! Kupikir hanya sebentar main sapa-sapaannya, siapa sangka kalau akan selama ini.'
Sasuke dan Sakura menatap tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Felix. Mata keduanya terbuka karena segera, dia memisahkan wajah Shikamaru dan Naruto yang sedang beradu sambil berkata tajam.
"Dengar! Aku suka bermain-main apalagi dengan Zombie. Aku paling suka memutar kepala mereka, menusuknya, menyayatnya dan terakhir memutilasinya. Jadi, jika kalian ingin bermain-main mari kita bermain."
Gluk!
"Orang ini!"
"Gawat kalau dia sudah marah maka-"
Naruto meneguk ludah berat mendengar ucapan pelan dan sakratis dari Felix, karena dia pernah melihat sendiri bila orang itu sedang marah. Awal perjumpaannya adalah saat dia membantai Zombie, dan jumlah yang dibunuhnya mencapai angka seratus dua puluhan.
Keduanya mengangguk dalam diam. Temari yang melihat keduanya menurut pada Felix menatap tak percaya, pasalnya kedua orang itu sulit untuk dipisahkan.
Gila, seberapa kuat orang ini sampai-sampai Naruto dan baka-Shika menurut padanya.
Bukannya Temari meragukan kekuatan Felix. Namun, dia tahu sendiri Naruto itu adalah orang yang suka menantang orang lain bila dianggapnya mengganggu. Diawal masuk Squad Anbu saja, si pirang itu menantang Tsunade-sama untuk menguji kekuatan dari pimpinan Anbu tersebut, dengan hasil Naruto babak belur dibuatnya. Lah ini, dengan hanya ucapan dari pemuda yang baru pertama kali dilihatnya, Naruto bahkan Shikamaru terdiam dibuatnya.
"Kita tunda dulu nanas," gerutu Naruto.
"Hm baiklah Duren," dengus Shikamaru.
"Hah~ kalian berdua ini membuatku jengkel," ucap Felix sambil menghel napas.
Sakura dan Sasuke melangkah mendekat lalu membuka suara.
"Yah mau bagaimana lagi, dua orang idiot itu memang suka berkelahi," ucap Sakura.
"Hn," tanggap Sasuke.
'Sasuke-temme kenapa aku harus suka padamu sih,' ucap inner sakura dengan perempatan didahinya.
"Maaf membuat kalian tidak nyaman, terutama kau. Siapa namamu? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya," ucap Temari.
Wajah Felix datar memperkenalkan diri.
"Namaku Felix dan aku seorang survival, baru tiga hari bersama Naruto dan dua hari bersama Sasuke dan Sakura. Entah, berapa banyak lagi orang yang akan bersama denganku."
Keringat sebesar biji jagung menetes di belakang kepala mereka, sambil membatin dengan satu kalimat.
"Apa maksudnya itu?"
"Hehe Baiklah, lupakan yang tadi, mari kuantar ke ruang rapat."
Lima menit mereka mengikuti langkah Temari menuju ke ruangan kecil, dengan meja lapuk bundar tempat berdiskusi. Beberapa air mineral tersaji di meja, raut wajah Shikamaru langsung serius dengan mata menyipit.
"Jadi, kabar penting apa yang kau bawa untuk kami. Sampai-sampai harus menemuiku dan menyampaikan pula ke seluruh pimpinan di sepanjang jalur kota perdagangan, kuharap ini bukan sebuah kabar burung yang tidak jelas asal usulnya."
Naruto yang mendengarnya tidak menjawab. Dia hanya menyerahkan kertas dokumen, berisi daftar barang yang dibutuhkan untuk membuat [Moving Town].
Kedutan muncul di dahi Shikamaru saat menerimanya, hal itu membuat Temari penasaran dengan apa yang dilihat olehnya. Karena selama ini, Shikamaru jarang berpikir serius kecuali itu menyangkut nyawa orang yang ada dibawah naungannya.
"Gi-gila [Moving Town] apa itu kabar dari pemimpin Tsunade-sama."
Naruto mengangguk mendengar pertanyaan yang diajukan Temari, lalu dia menjelaskan spesifiknya seperti yang disampaikan pada Sasuke dan Sakura dengan tambahan.
"Karena itu aku butuh 2 KamAz lagi untuk membawa 3 reaktor nuklir, juga beberapa UZIL-215 untuk membawa material lainnya. Apa kau bisa menyiapkannya?"
Shikamaru mencubit dagunya, sambil memandang dokumen yang disodorkan oleh Naruto.
"Apa ini sungguhan, kalau benar maka ini semacam Quest yang mustahil diselesaikan?"
"Aku mengerti itu. Namun yang menemukan misi ini adalah kapten intelijen Root Anbu Hatake Kakashi, sekarang apa kau percaya. Informasi darinya hampir 85℅ benar."
'Hm Hatake kakashi ya.'
Shikamaru jelas tau siapa Kakashi. Dia adalah kapten dari grup kecil bernama Root, masih merupakan bagian dari Squad Anbu. Namun, kelompok kecil ini menjalankan misi berskala besar dan berbahaya. Beberapa bulan belakangan, mereka menjalankan Quest yang mengharuskan untuk membunuh Ikan Mutasi. Didalam game ini, monster itu adalah yang paling ditakuti karena ukuran tubuh yang besar.
"Baiklah aku percaya, sekarang masalahnya adalah persediaan material yang dibutuhkan untuk Quest itu sendiri?"
"Kau tidak perlu khawatir, besok kita akan berangkat ke Arzamas untuk persediaan, tentu sebelumnya aku akan menghubungi kelompok Neji. Oh iya dimana Choji dan Ino, kenapa dari tadi tidak terlihat?"
Shikamaru menaruh dokumen itu di meja sambil menghela napas, karena apa yang dikhawatirkannya beres. Lalu menatap Naruto dengan mata setengah terbuka.
"Mereka sedang ada Quest membasmi hewan buas, namun entah kenapa dari kemarin belum juga kembali. Lalu kau yang mengaku maniak zombie, ucapkan namamu sekali lagi."
Felix yang dipanggil seperti itu, tetap memasang wajah datar karena itulah hobinya.
"Namaku Felix salam kenal."
Alis shikamaru terangkat seinchi mendengar perkenalan singkat, dari orang yang telah meleraikan pertarungannya dengan Naruto tadi.
"Merepotkan!"
'Dia dan Sasuke tak ada bedanya,' batin shikamaru
Felix memalingkan wajah, setelah diolok dengan kalimat merepotkan oleh Shikamaru.
"Cih!"
'Kuso! Harusnya aku langsung memukul kepalanya, saat memisahkannya tadi.'
Wajah Temari terlihat aneh menyaksikan tingkah Shikamaru dan Felix, yang saling mengolok dan membuang muka.
'Apa begitu cara berkenalan?'
Saat Shikamaru hendak mengatakan sesuatu, sebuah notifikasi muncul di depan mata semua player bertuliskan -Alert-. Segera tiga orang laki-laki didepan memeriksanya dan Felix adalah orang pertama yang keluar diikuti Naruto dan Sasuke.
"Oi tunggu dulu!"
Sekeras apapun Shikamaru menjerit, ketiganya minus Sakura yang kebingungan sudah keluar dari ruangan itu.
"Yare-yare, sebenarnya ada apa sih?"
"Baka-Shika, cepat kau tekan notifikasinya!"
Shikamaru melirik sedikit ke arah Temari. Sebenarnya, dia tidak berniat melakukan perintah gadis di sebelahnya. Namun karena penasaran dia menekannya.
Ding!
[Peringatan penyerangan hewan buas.
Babi Hutan radiasi menyerang, karena wilayahnya terancam dan sedang mencari makanan. Sasarannya adalah area Survival Camp Magnitogorks.
Jenis musuh : Babi Hutan Radiasi
Jumlah musuh 5
Perkiraan kerusakan 60℅ area akan rusak]
"60℅ kerusakan, ayo segera kita susul mereka bertiga.
-Change scene-
Puing-puing berhamburan, saat salah satu babi hutan radiasi itu mengangkat kepala tinggi-tinggi. Semua yang ada disekitarnya melayang kesana kemari.
"Choji bagaimana ini?"
Seorang gadis berambut kuning dan dikucir ke belakang bertanya histeris, kepada seorang pria berbadan gendut dengan rambut seperti landak berwarma coklat.
"Aku juga tidak tahu Ino. Kenapa Babi Hutan ini mengikuti kita!"
"Woi kalian baik-baik saja?"
Atensi Choji dan Ino beralih ke arah sumber suara dan didapati, tiga orang pria sedang berlari mendekat ke arah mereka.
"Na-Naruto!"
"Sa-Sasuke-kun!"
Keduanya meneteskan keringat di dahi karena tidak tahu nama dari pria satu lagi. Bukannya menyapa, Felix malah sibuk memperhatikan gerakan Babi Hutan Radiasi.
'Hm Babi Hutan Radiasi dimasa lalu aku pernah melawannya dengan Eva, sekarang apa aku bisa?'
"Minna berpencar, satu orang jadi umpan sisanya bersiap menyerang dari sisi lain."
Semua mengangguk dengan perintah Felix, karena sekarang bukan waktunya bersapa-ria. Ketika babi hutan itu menabrakmu, maka hanya ada dua kemungkinan. Kau akan menderita lumpuh total karena diinjak-injak, atau kau akan langsung dikirim menemui Kami-sama.
Ukuran tubuh babi hutan radiasi bisa mencapai 2 meter. Entah apa yang dimakan olehnya sampai-sampai bisa tumbuh sebesar itu, menurut database game. Hewan satu ini sudah terinfeksi serum antibodi, karena memakan mayat zombie.
"Kyaa! Kenapa aku yang jadi umpannya," jerit Ino.
Sebenarnya, Babi Hutan itu angsung mengejarnya entah karena apa.
"Bagus, terus seperti itu Ino!"
Naruto mengejar dari belakang dan menembaknya dengan pistol laras pajang buatan tangan. Peluru itu mengenai belakang tubuhnya, tapi tak membuatnya bergeming.
Di tempat lain masih ada 4 babi hutan yang kini sedang ditangani oleh beberapa Survivors. Satu babi Hutan dihadapi oleh 10 orang dan itu masih kerepotan.
"Kuso, tidak mempan!"
"Naruto, menghindar dari sana!"
Tepat saat teriakan Felix terdengar, Babi Hutan yang awalnya mengejar Ino kini berbalik menyerang Naruto. Wajahnya memucat dan langsung berlari dari kejaran hewan itu.
"Cih, dia mengincarku."
'Sial kalau begini terus, tenaga kami terkuras sia-sia. Menyerang matanya hanya akan membuatnya lepas kendali, pilihan terbaik adalah melumpuhkan kakinya tapi dengan apa?'
Tiba-tiba Felix mengingat sesuatu dan langsung meminta kepada yang lainnya.
"Minna ulur waktu 30 detik, aku akan menyiapkan sesuatu."
"Sebaiknya cepat, aku sudah tidak kuat."
Mendengar pernyataan Naruto itu, segera Felix mengeluarkan anak panah dan asam beracun, yang dia dapat dari berburu lebah di Ufa kemarin.
Ding!
[Kamu sudah membuat anak panah beracun
Dapat digunakan untuk meracuni atau melumpuhkan hewan.]
"Heh, pengalaman dijarah dengan orang itu ternyata berguna juga."
Kejadian itu sudah lama sekali yaitu 6 bulan setelah dia kehilangan mataharinya. Felix berjalan tak tentu arah, kemudian dia di tembak oleh seorang asing dan membuatnya lumpuh seketika.
Setelah menjarah semua inventory Felix dan disisakan sedikit, orang itu memberitahu resep membuat obat pelumpuh dan penawarnya yang ternyata adalah bubuk Sulful. Asam beracun itu bisa dimurnikan dan menghasilkan asam belerang.
"Dengan ini aku akan melumpuhkanmu, Babi sialan!" Ucap felix dengan crossbow di tangannya dan anak panah beracun ditangan lainnya.
(A/N lagi-lagi konsep panah beracun ini karangan Author sendiri, karena dalam sistem game asli gak ada. Namun, kalau pemurnian asam beracun menjadi Asam belerang itu memang benar. Jadi bisa kalian tes saat kalian berburu lebah dan mendapat asam beracun, coba deh dimurnikan dengan 100 bubuk sulfur yang warna kuning. maka hasilnya adalah asam belerang atau lebih di kenal Acid oleh pemain Day R. Psst asal tau saja Acid ini adalah mata uang kedua di game aslinya selain peci.)
"Waah," teriak Naruto.
Sasuke berkali-kali mencoba mengalihkan perhatian babi itu, agar menyerangnya namun tidak berhasil.
"Woi ada apa!"
"Sialan kau nanas, kau terlam-"
Saat Naruto hendak menyelesaikan kalimatnya untuk membalas ucapan Shikamaru, kakinya tersandung dan langsung saja babi hutan itu menyeruduknya.
"Arrrggghhh!"
"Naruto!"
Mata semua orang panik ketika Naruto mental beberapa meter, akibat serudukan babi hutan itu. Kilauan cahaya memantul dari mata babi hutan itu setelah melihat Naruto terpental dan makin bersemangat, saat tau kalau korbanya tersungkur tak berdaya.
"Ergghh kuso, dadaku sesak."
Ding!
[Anda terkena serangan fatal menyebabkan Retak tulang rusuk bagian dada
Efek perjam
Stamina -2poin
Efek
Kecepatan gerak -2 poin
Kecepatan mencari -5 poin
Efek bertahan selama 1 hari, bisa dipangkas bila dibalut dengan kayu dan perban.
Kau tidak bisa bergerak dalam 3 menit ke depan karena shock]
"Sial, kenapa disaat seperti ini!"
Matanya melebar karena babi Hutan itu, masih berlari kearahnya untuk menginjaknya. Dilihatnya Shikamaru, Sasuke, dan yang lainnya berwajah panik melihat keadaannya.
'Heh, setidaknya aku sudah berjuang.'
"Woi jangan mati, aku masih memerlukanmu."
Pandangan Naruto memutar ke arah Felix yang kini sedang mengarahkan Crossbownya, dengan anak panah berlumur cairan hijau.
"Heh!"
Syut! Syut! Jleb! Jleb!
9 anak panah di tembakan Felix ke arah babi hutan itu dan membuatnya meraung. Namun seolah tak ada apa-apa, babi itu terus berlari ke arah Naruto dengan lebih kencang.
"Apa yang kau lakukan, kau membuatnya makin berlari cepat," ucap Temari.
"Jangan khawatir aku akan menghitung!"
"Menghitung!"
"Tiga!"
Babi itu masih berlari ke arah Naruto dan membuat Naruto berkeringat deras.
"Dua!"
Perlahaan namun pasti gerakannya mulai tak beraturan. Melihat ini membuat jantung Naruto kembang kempis cepat, karena tinggal semeter lagi jarak dari dirinya.
'Gawat, kalau dia jatuh menimpaku habislah aku.'
"Satu!"
Bruk!
Babi hutan itu tersungkur tepat di kaki depan Naruto yang sedang panik, sambil menutup mata karena merasa dia akan di timpa oleh babi hutan itu.
"Woi, waktu bersantai sudah selesai, aku akan membantu yang lain."
Naruto membuka mata cepat dan didapati Felix menatapnya datar, serta langsung berbalik membelakanginya. Sebelum melangkah Felix menggumam
"Sekarang kita impas, walau aku tidak bisa memberikan Alphacelon padamu."
Setelah mengatakan itu dia berlari dan membantu yang lainnya, membunuh sisa babi hutan yang menyerang survival camp ini.
'Heh kau tidak pernah berhenti membuatku kagum padamu, Felix!'
"Jadi, dia pernah kau selamatkan."
Sasuke memotong pemikiran Naruto dan dibalas dengan anggukan.
"Yah bisa dibilang begitu. Sial! Disaat semua panik, dia malah berwajah sepertimu datar dan tak beremosi."
Seulas senyum kecil tercetak di wajah sasuke mendengar penuturan Naruto, karena telah sadar dengan orang yang dia bawa selama ini.
"Itu tidak heran, karena pandangan mata orang itu selalu dingin dan tak beremosi."
"Heh, jadi kau mengatakan dia berbeda denganmu."
"Tentu saja. Penderitaanku masih bisa terobati karena ada Sakura disampingku tapi orang itu. Hatinya seakan kosong, entah apa yang selalu dia pikirkan."
"Kau benar!"
Berkat bantuan Felix yang membuat anak panah beracun, seluruh babi hutan bisa diatasi. Kerusakan tempat menjadi 45℅, berkurang 15℅ dari perkiraan data game.
"Huh, dengan begini semua selesai."
"Oi Felix!"
Atensi Felix mengarah ke sumber suara yang tak lain adalah Shikamaru, yang sedang menggosok belakang lehernya. Itu adalah kebiasaan saat dia merasa berhutang budi.
"Aku sebagai ketua dari wilayah ini berterima kasih, karena telah membantu mengatasi babi hutan itu."
"Um," jawab Felix sambil mengangguk pelan.
'Singkatnya jawaban itu, dasar merepotkan.'
"Yah baiklah!"
Setelah semua selesai dibereskan dan kerusakan diperbaiki, malam harinya mereka berkumpul lagi untuk berdiskusi sedikit tentang pematangan rencana. Setelah urusan selesai semua menyebar.
Beruntung malam ini cuaca baik, sehingga langit malam berhiaskan bintang-bintang yang berkilauan. Di bawah pemandangan itu, Felix berbaring menatap langit malam.
"Akhirnya aku makin dekat dengan impian kita, semoga kau bahagia disana Eva!"
Kelopak mata itu menutup dan seulas senyum dia lukiskan, mengantarnya menuju alam mimpi dan beristirahat. Sambil menyiapkan mental, untuk menghadapi berbagai kemungkinan di esok hari yang tidak pernah menentu.
And Cut
Akhirnya Ficku lanjut juga kali ini medan tempurnya Magnitogorks, agak kesulitan bikin scene tempat ini. Karena jujur selain fight action, aku juga lemah dalam menata kalimat untuk latar tempat.
Semoga chapter kali ini memuaskan kalian, oke disini aku berusaha menggunakan gaya penyampaian yang santai, kalau kalian merasa agak lambat dan sebagainya. Harap maklum karena itu yang sedang saya gunakan.
Penjabaran sifat Felix yang naik turun seolah tampak tidak konsisten ya. Tapi aku selalu mengingatkan diriku bahwa gak selamanya mereka yang pendiam itu akan selalu diam, akan ada masanya dia keluarin tuh isi hatinya dan sebagainya. Karena dasarnya adalah sifat manusia itu unik guys, dan disini aku berusaha buat Felix berubah perlahan.
Oke karakter Shikamaru seperti familiar yah, jujur aku juga nyolong-nyolong tuh buat karakter Shikamaru karena emang gak mendalaminya juga guys. Juga penggambaran Temari, semoga bisa keterima oleh kalian ya.
Semoga Fight action ini mengena, oh untuk musuh itu ada kok di daerah Magnitogorks. Memang banyak babi hutan radiasi dan aku paling benci hal itu jadi ya begitulah akhirnya.
Kalau diterusin makin jadi nih ocehan author, karena itu sepertinya ditutup aja deh disini oke.
Bacalah terus The Survivors, ikutilah perjuangan Felix dan Naruto dalam usahanya keluar dari game ini.
Oh ya Aminkan doa ini.
Ya Tuhan, berikanlah Author ini kemampuan untuk terus berkarya dengan lebih baik, serta berilah dia kebahagiaan di dunia ini dan dunia selanjutnya.
Sampai jumpa!
Untuk Update gak menentu maaf
~RnR~
