I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
LOVE RAIN
By real_azw
Lagu yang dipilih: Love Rain
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
Ketika banyak orang sangat menanti indahnya Cherry Blossom menghiasi dunia mereka, setelah beberapa bulan ini hanya ada warna putih di sekeliling, Lain halnya dengan pria tinggi satu ini. Meskipun dengan hadirnya hujan yang terus mengguyur disusul matahari yang sangat menyengat setelahnya, ia berharap musim semi segera berakhir.
Tepat setahun lalu di pergantian musim menuju musim panas ia berhasil mendapatkan hati dambaannya, di tengah lapang basket sekolah di hadapan ratusan pasang mata. Ah.. Mengingatnya membuat hatinya menghangat.
Ya, hari ini, 9 Juli 2018 Chanyeol akan merayakan hari jadi yang pertama dengan kekasihnya, ah iya pria tinggi itu bernama Chanyeol, Park Chanyeol siswa tingkat akhir Osan High School. Ia sudah siap dengan kejutannya ditempat pertama mereka berkencan taman di dekat sungai han, tinggal menunggu kekasihnya. Kemarin Eun Hee mengatakan akan datang setelah urusan perkuliahannya selesai, sialan karena itu juga akhir akhir ini dia jarang bertemu dengannya... Eun hee adalah seniornya dulu di sekolah dan dia lulus lebih awal dari Chanyeol tentu saja.
Chanyeol tak henti membuat panggilan, mengirim pesan, terus mengecek jam tangannya , ini sudahlah lebih 3 jam dia menunggu namun Eun hee belum juga muncul "kemana dia?! Mengapa Tak menjawab?" , Dia memutuskan mencarinya takut dia lupa tempatnya.
Merasa sia-sia chanyeol akan kembali dan langsung mengecek kerumah Eun Hee saja. Tapi apa yang dilihatnya sekarang adalah disana di depannya Eun hee tidak tahu malunya berciuman dengan pria lain.
.
"Brengsek!"
Bugh
"Rowoon!"
Pria itu tersungkur dengan darah disudut bibirnyaa
"Sialan! Siapa kau? Apa mau mu hah?! "
Pria itu siap melayangkan pukulan balasan sebelum Eun hee menyela
"Ch-chan-"
Chanyeol mendecak remeh, wanita itu sekarang menyadari kehadirannya huh
"Ah.. sekarang aku mengerti apa yang kau maksud urusan kampus"
"Chanyeol aku bisa jelask-"
"Apa?! Kau akan menjelaskan apa lagi?! Ini sudah jelas For God's sake !"
"Ternyata benar kau tak pernah sungguh sungguh mencintaiku"
Terkekeh untuk kebodohannya, berganti dengan lirihan
"Terimakasih untuk satu tahun ini"
"Chanyeol ah tunggu rowoon hanya-
"Chanyeol! "
Chanyeol berbalik meninggalkannya menyisakan kemarahan dan kekecewaan yang merundung, Tak menghiraukan panggilan di belakangnya yang perlahan menghilang ditelan derasnya hujan yang seakan mengejeknya.
Kekecewaannya membuat dia berjalan dengan kekosongan. Dia tidak peduli seberapa deras hujan menghujamnya, tidak peduli dengan sekitar, tidak peduli dengan orang orang yang perlahan menghilang dari jalan lebih memilih untuk menepi,
seakan buta dan tuli pada traffic light yang sudah memperingatkannya dan truck yang melaju kencang kearahnya. Dia melakukan kebodohan lagi hanya karena wanita, dan mati tentu saja,
jika tidak ada pria mungil yang menariknya dan berakhir terjatuh memeluknya.
Sejenak si mungil terpaku dan terkejut tapi kemudian sadar, cepat cepat bangkit diikuti chanyeol
"Yah! Apa kau gila?!"
Chanyeol mengusap wajahnya dan menopang kepalanya yang tiba tiba pusing, namun si mungil masih meneruskan makiannya
"Kau ingin mati hah?!"
"Kau tidak lihat Ada truck tadi?!"
"Kau ini kenapa hah?! Kau bisa meregang nyawa tadi jika aku tak melihatmu!"
"Yah!"
"Yah kau tak apa?"
Chanyeol kehilangan kesadarannya dan menumpukan badannya pada si mungil
"Yah! bangun! Chanyeol-ssi! Park chanyeol-ssi! Bangun!"
"Astaga dia pingsan? Bagaimana ini?!"
"Chanyeol-ssi kau berat"
"hah baiklah..."
Dia tidak tega meninggalkannya dengan keadaan seperti ini. Akhirnya dengan susah payah dia membawa tubuh besar chanyeol ke flat nya selagi dia tidak tahu dimana rumah pria tinggi ini.
.
.
Selesai dengan dirinya ia kembali menghampiri chanyeol dengan membawa kotak p3k dan membaui pria tinggi itu dengan aroma therapy
"chanyeol-ssi"
"arghh"
Chanyeol perlahan membuka matanya, masih dengan pusing yang melandanya
"kau siapa?"
Menyadari kebingungannya si mungil menjelaskan
" Aku Byun Baekhyun, tadi aku menemukanmu hampir tertabrak dijalan dan membawamu ke flatku"
Chanyeol ingat dengan apa yang terjadi tadi
"terimakasih, aku akan langsung pulang"
"diluar masih hujan deras, kau bisa menginap disini dan pulang besok pagi, aku tak yakin kau bisa selamat sampai ke tempatmu "
Ya chanyeol tidak punya pilihan
"kau bisa mandi dan mengganti pakaian mu dulu aku memiliki pakaian yang sedikit besar, akan semakin parah jika kau menggunakan pakaian basah"
"hn"
.
.
Desember 11, 2017
'Kau membuatku memiliki kesenangan baru, aku suka duduk disini, sendiri dibawah pohon ini memandangimu berlarian dengan bola orange ditanganmu, tertawa bahagia ketika kau berhasil mencetak score, sekilas ada keinginan untuk menyeka keringatmu tapi yang aku lakukan hanya memandangimu disini.'
"ah apa yang kutuliskan ini? Sangat picisan kkk"
Baekhyun kembali ke goretan kertasnya setelah menyelesaikan surat tersebut , menyelesaikan wajah pria tinggi disana dengan tawa khasnya, baekhyun tidak bisa berhenti tersenyum.
September 26, 2016
"hei apa kalian tahu siapa yang menyimpan ini dibawah bangkuku?"
"eii apa itu park? Baru 5 hari kau disini sudah ada yang mengirim mu surat cinta"
"yak norak sekali masih menggunakan surat haha"
"kembalikan padaku hitam!"
Chanyeol menendang Jongin yang berhasil mencuri suratnya , dan kembali untuk menyimpannya, dia akan membacanya saat dirumah
"ayolah apa isinya park" sehun memaksa chanyeol untuk membacanya bersama
"aissh diam kau, sudah sana!"
Chanyeol menutup ranselnya dan berjalan keluar kelas, sehun daan jongin kemudian mengikutinya
"ah tidak asik"
Juli 9, 2017
"noona apa kau mau jadi kekasihku?"
"ya-ya aku mau"
Riuh nya sorakan untuk dua orang yang berpelukan dibawah tak mempengaruhi pria mungil yang ada diantara ratusan orang disana , mengapa hanya dia yang tidak antusias, mengapa hanya dia yang berbalik lalu meninggalkan kerumunan itu dengan sesuatu tak kasat mata yang menusuk dadanya.
"dia sudah menemukan kebahagiannya baek, lagipula kau tidak mungkin bersamanya, ya kau harus bahagia untuknya"
September 30, 2017
Chanyeol memeriksa kolong bangkunya, dia menemukan lagi secarik surat yang setiap hari selalu ada disana hingga saat ini pun ketika dia sudah memiliki kekasih, dia masih belum tau siapa pengirimnya, tapi menyenangkan baginya membaca semua surat itu. Tidak dia tidak risih atau menganggap itu mengganggu, dia menyukai tulisannya, tapi dia tidak pernah membalas suratnya ataupun perasaanya. Dia ingin tahu terlebih dahulu siapa pengirimnya.
Chanyeol membacanya dan terkekeh gemas
"ah dia belum menyerah, lucu sekalii, untuk apa meminta izinku itu hakmu"
.
.
Pria mungil itu tidak tahu harus bersyukur atau bersedih ketika melihat pria tinggi yang dia sudah sangat kenal dua tahun yang lalu ada dihadapannya kini dengan kondisi menyedihkan seperti ini,
Setelah selesai berbilas dan meminum coklat panas yang diberikan baekhyun, chanyeol langsung tertidur di sofa depan, baekhyun membawakan bantal dan selimut untuknya, beberapa jam terlewati tidak membuat baekhyun beranjak dari sana memandangi wajah pria itu, dengan telaten mengganti kain yang digunakannya untuk mengkompres.
apa yang terjadi dengannya?
.
Pria tinggi itu bangun dengan kain basah di dahinya, dia bingung kenapa benda itu ada di sana, setelah melihat sekeliling dia baru sadar dia tidak berada di kediamannya, ah sakit kepalanya juga sudah mereda, tunggu siapa kemarin yang menolongnya
"ah, byun baekhyun"
"kau sudah bangun chanyeol-ssi?"
Baekhyun dari arah dapur menghampirinya membawa bubur untuk si tinggi dan meletakannya dimeja di hadapannya
"tunggu, darimana kau tahu namaku? Kau sekolah di Osan?"
Chanyeol baru menyadari ketika melihat seragam yang dipakai baekhyun
"aku sekelas denganmu, kau tidak tahu?"
" kau.. byun baekhyun yang duduk di bangku paling belakang itu?"
"hmm, makanlah dulu sebelum pulang"
"terimakasih"
Baekhyun tersenyum, dia tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi padanya
Chanyeol yang akan menyuap buburnya terhenti, bagaimana bisa seorang pria tersenyum seindah itu, dia sepertinya sudah lupa dengan kejadian yang menimpanya kemarin , buru buru berdehem
"kau sekelas denganku tapi aku tidak menyadarinya, mengapa kau selalu diam sendirian?"
"aku.. tidak suka keramaian"
"mengapa?"
"hanya.. tidak suka"
"ah begitu, tapi jika kau mau kau bisa bergabung bersama ku dan teman-temanku"
Apalagi ini baekhyun sama sekali tidak membayangkannya, dia ingin tapi dia takut
"tidak usah tak apa chanyeol-ssi"
"kita seumuran tidak perlu terlalu formal kau bisa memanggilku chanyeol saja"
"baiklah, chanyeol"
Selesai sarapan, mereka berjalan berdampingan keluar dari flat baekhyun
"kau akan sekolah atau tidak? Aku akan memberitahu guru yoon jika kau sakit"
"tidak tidak aku akan masuk, setelah mengambil mobilku ditempat kemarin. terimakasih untuk semuanya baekhyun"
Chanyeol tersenyum, sepertinya dia sudah merasa lebih baik
"hmm tak masalah"
"omong-omong kau selalu berangkat sepagi ini?"
"a-ah itu aku.. tidak maksudku aku selalu mampir dulu ke kedai di sebelah sana"
"oh baiklah, sampai jumpa di sekolah"
"sampai jumpa"
.
.
.
Seminggu berlalu semenjak kejadian itu, chanyeol sudah bisa merelakan, di tidak peduli lagi walaupun pernah hari itu dia datang meminta maaf, tapi kekecewaan chanyeol sudah berubah jadi kebencian, dia sudah muak dengan cinta sendirinya itu.
" jongin sialan!, kalau tau akan hujan aku tak akan meminjamkan mobilku untuknya. Ingin berkencan tapi tidak bermodal cih "
"bedebah! Ditutup lagi panggilannya"
Chanyeol tidak berhenti mengumpati handphone nya yang tidak bersalah disana
"brengsek kalau bukan teman aku pasti sudah mempermalukannya di depan gebetannya itu"
Melihat sekeliling bis yang tak kunjung datang atau tak ada taksi yang lewat dia memilih menunggu reda di halte, namun matanya berhenti pada seseorang yang sedang bermain berlarian bersama hujan disana terlihat sangat menikmati,
"dia bisa sakit jika seperti itu"
Berlari menuju minimarket terdekat untuk membeli payung kemudian menghampirinya dan mengenali bahwa itu orang yang dia kenal, berlari mendekatinya dan memayunginya
Baekhyun menghentikan kegiatan berputar sambil merentangkan tangannya dengan kepala menengadah saat tak lagi meresakan air hujan menetesi wajahnya
"hei kau bisa sakit bermain hujan seperti ini"
Baekhyun membuka matanya
"chanyeol? Apa yang kau lakukan?"
"harusnya aku yang bertanya seperti itu"
"ahaha kau tak perlu memayungiku, aku sudah biasa"
Baekhyun keluar dari sisi chanyeol, sebenarnya juga dia tidak kuat berdekatan dengan chanyeol seperti itu, untungnya air hujan menyamarkan rona merah diwajahnya
Chanyeol memandanginya dengan raut kebingungan
"aku suka hujan"
Baekhyun kembali lagi pada kegiatan bermain hujannya
"kau tahu chanyeol? saat hujan turun aku bisa berteriak sesukaku, tertawa, bahkan menangis sejadi jadinya tanpa orang tau kalo ada air mata yang mengalir diwajahku. air hujan yang terus jatuh seakan menemaniku dan tidak membiarkanku sendiri"
Chanyeol terpaku disana dengan kalimat yang diucapkannya. Ketika banyak orang yang membenci hujan karena akan mengganggu aktivitas mereka, pria ini berkata dia menyukai hujan dan tidak takut basah karenanya.
Chanyeol memandanginya, bagaimana dia berlari, berputar, menari seolah hujan benar benar menemaninya, dengan tawa yang terparti di wajahnya membiarkan air mengalir melewati mata bulan sabitnya, hidung mungilnya dan bibir tipisnya yang tidak hentinya membentuk senyuman, chanyeol merasakan gejolak aneh dalam dirinya, bagaimana hujan bisa seindah ini dengan kehadiran pria mungil didalamnya.
Chanyeol melepaskan payungnya dan membiarkannya mencium jalanan, dia ikut menghampiri baekhyun, mencipratkan air ke wajah indah itu membuat kekesalan pemiliknya yang berakhir menerima balasan darinya.
Hari itu mereka berteriak berlarian saling berkejaran diiringi dengan nada yang diciptakan oleh rintikan air itu, hanya mereka berdua..
Baekhyun tidak tahu apa hal yang lebih membahagiakan lagi dari ini.
Dan malam itupun Chanyeol tidak bisa menghilangkan pria mungil tersebut dari fikirannya.
.
.
"selamat pagi baekhyun"
Chanyeol tidak tau apa yang membawanya ke halte di samping flat baekhyun sepagi ini dan memilih meninggalkan mobilnya dirumah.
"chanyeol? Apa yang kau lakukan?"
Baekhyun terkejut tentu saja melihat chanyeol disampingnya
"ingin berangkat bersama?"
"kau, kenapa bisa ada disini? Kau menunggu bus? Biasanya kau menggunakan mobil dengan teman temanmu"
"kau tau?"
"ah tentu kalian kan populer"
"haha, aku hanya ingin"
"kenapa harus disini?"
"aku sengaja ingin berangkat bersamamu"
Blushh
"tapi—"
"kk ternyata kau cerewet juga ya baek, ayo kau tidak akan naik?, busnya sudah menunggu"
"uh oh"
Baekhyun menaiki bus mengikuti Chanyeol, mereka duduk bersebelahan
"baek, kau tinggal sendiri?"
"hmm, keluargaku di luar kota"
"oh, baek"
"hmm"
"kau tak apa kan aku ingin berteman denganmu?"
Sekali lagi baekhyun bersyukur berkat hujan dia bisa sedekat ini dengan chanyeol
"tentu saja hahaha kenapa kau bertanya?"
"tidak hanya saja waktu itu kau bilang"
"tak apa chanyeol , aku senang kau mau berteman denganku"
Sangatt senangggg
Merekapun meneruskan perbincangannya hingga tak terasa sudah didepan sekolahnya, masuk kelas seperti biasa chanyeol akan mengecek kolong mejanya, namun kali ini dia tidak menemukan secarik surat tersebut, menyadari raut kebingungan chanyeol, baekhyun bertanya
"ada apa?"
"tidak, hanya saja biasanya ada surat disini untukku, tapi hari ini tak ada"
"oh mungkin dia belum datang?! Aku akan menangkapnya hari ini hahah"
"ah mungkin"
Baekhyun berjalan ke mejanya, beberapa menit kemudian siswa yang lain bermunculan begitupun sehun dan jongin
"yak kau sudah sampai park?"
"kau pergi lebih dulu tidak biasanya"
"suka suka"
"yah park jangan bilang kau masih marah padaku?! Aku sudah minta maaf kau kejam sekali maafkan aku hem"
"yah! apa-apan kau hitam, menjijikan"
"hidupku tidak harus selalu bersama kalian kan, terserah mau datang jam berapa"
"benar sepertinya kau masih marah, ayo kekantin sehun yang akan mentraktir"
"yah kenapa jadi aku sialan"
.
.
Sejak saat itu Chanyeol dekat dengan Baekhyun, dia selalu berangkat bersama Baekhyun dan pulang bersama jika chanyeol tidak ada latihan basket, baekhyun sebenarnya juga tidak membiarkan dia pulang bersamanya karena arah rumah mereka berbeda tapi chanyeol bersikukuh mengantarnya, sesekali mereka bermain hujan lagi sesekali chanyeol melarangnya dan memaksanya menggunakan payung.
Chanyeol juga tidak mengambil jatah makan siangnya dan berakhir memakan bekal bersama di bawah pohon mapel yang menjadi tempat favourite Baekhyun, atau di Rooftop. Dia juga akan ikut ketika Baekhyun ke perpustakan, membuat sehun dan jongin selalu berfikir 'sejak kapan dia dekat dengan Baekhyun itu'
Chanyeol juga tidak mengerti dengan dirinya akhir-akhir ini, kenapa dia selalu merasa khawatir, ingin selalu menemaninya, kadang ia juga tidak sadar sedang memandangi wajah baekhyun, dia selalu merasakan getaran aneh setiap dia bersama Baekhyun, dia juga tidak membiarkan sehun dan jongin mendekati Baekhyun, ada apa dengannya? Tidak mungkin kan dia jatuh cinta pada Baekhyun? Oh ayolah Baekhyun itu sama dengannya pria! Tapi tidak bisa dipungkiri sih Baekhyun memiliki wajah yang manis, oh apa yang Chayeol katakan tadi! Tidak mungkin, dia mungkin hanya penasaran dengan Baekhyun sejak kejadian waktu itu.
.
.
"Yah park kau tidak akan pulang bersama?"
Chanyeol yang terlihat terburu-buru membuat sehun dan jongin bertanya
"kau mau kemana?"
"ke tempat baekhyun, aku akan menjenguknya"
Ya, Baekhyun sakit dan dia tidak masuk sekolah hari ini
"kalau begitu kami ikut"
"tidak"
"yah! kau ini apa-apaan kami temannya juga"
"tidak, kau diam disitu"
"yah! kau meninggalkan kami demi baekhyun?! Kau anggap apa persahabatan kita? Yah park!"
Jongin berteriak sok dramatis melihat chanyeol yang meninggalkannya
"sudah ayo pulang"
Sehun menyeret jongin dengan menari kerah belakangnya
.
Baekhyun tidak berfikir chanyeol akan menjenguknya dengan sekantong makanan yang dia sukai ditambah raut khawatirnya saat baekhyun membukakan pintu.
Mungkin tidak ada orang sakit dan sedang diomeli yang sebahagia Baekhyun saat ini. Ya, Chanyeol belum berhenti bicara sejak kedatangannya
"aku tidak bermaksud melarangmu baek, tapi ayolah bagaimanapun bermain hujan itu tidak baik sering sering"
"aku sudah bilang jangan setiap hari baek astaga"
"kau lihat sekarang kan?"
"kau! Kau bilang daya tahan tubuhmu lemah kenapa masih nekat sih"
"tapi chanyeol musim hujan tidak akan ada sepanjang tahun"
"tapi kau tetap harus memperhatikan kesehatanmu baek"
"aku hanya demam chanyeol"
"demam juga penyakit, kau bahkan tidak masuk sekolah!"
"tapi ini bukan karena hujan akunya saja"
"astaga baek harus berapakali aku mengatakan padamu?! Aissh!"
"kekeke baiklah baiklah, terimakasih chanyeol"
"kalau kau berterimakasih habiskan makanannya dan minum obatnya, setelah itu istirahat yang cukup"
"iyaa chanyeol"
Baekhyun memberikan senyum kotak terbaiknya, dan dia tidak bisa menahan rona merah di pipinya
"Baek wajah mu memerah, apa pusingnya lebih parah?!"
"tidak tidak aku baik chanyeol"
baekhyun berusaha menyembunyikan wajahnya sebisa mungkin
"chan kau tidak pulang? ini sudah larut"
Dia mencoba mengalihkan pembicaraan
"kau mengusirku?"
"iya, katanya tadi kau menyuruhku beristirahat"
"yah! Kau jujur sekali"
"sudah sana pulang"
"baek kau serius?"
"iya!, sana sana"
Baekhyun mendorong tubuh chanyeol keluar dari flatnya
"dah"
"aku tidak akan peduli lagi kalau kau sakit lihat saja"
"aku tidak menyuruhmu"
"yah!"
Dan pintu pun tertutup menyisakan baekhyun yang merosot memegang dadanya, sepertinya jantungnya akan keluar, memikirkan kekhawatiran chanyeol tadi membuatnya tak berhenti tersenyum pun kupu-kupu diperutnya yang trus menggelitik. Dia mulai berfikir apakah Chanyeol juga menyukainya? Itu membuat harapannya membesar
tapi tak lama dia sadar Chanyeol itu normal, dia tidak menyukai pria sepertinya, dia ingat Chanyeol pernah mengatakan menjijikan tentang itu kepada Jongin saat pertama dia berangkat bersama Chanyeol ke sekolah. Lalu mengapa Chanyeol bersikap seperti itu kepadanya? Atau hanya dia yang berharap? Atau hanya dia yang salah mengartikan? Chanyeol tidak gay seperti dirinya. Baekhyun terkekeh miris dan kembali tenggelam dalam kesedihannya.
.
.
Juni 26, 2017
Baekhyun tidak suka junior high school nya dulu, dia akan paling bersemangat ketika bel tanda pulang berbunyi. Hanya rumah yang membuat baekhyun tenang, dia tidak perlu merasa takut ketika pulang kerumah, dia tidak perlu mendengar suara suara menyakitkan yang ditujukan kepadanya, semua orang disekolahnya memandangnya seperti hal yang paling menjijikan di dunia ini, Baekhyun tidak punya teman, dia dibully dan dikucilkan disana.
Baekhyun yang polos saat itu hanya mengatakan dia tidak punya ketertarikan kepada perempuan disaat teman-temannya mulai berlomba mencari kekasih, alih alih perempuan dia mengatakan dia mengagumi kakak kelas laki-lakinya , itu awalnya baekhyun diperlakukan seperti itu.
Tentu awalnya dia sangat tertekan dan sering menangis sendirian dikamarnya, apa yang salah? Dia fikir, dia tidak melakukan kejahatan, dia selalu berlaku baik, dia hanya sedikit berbeda dengan teman temannya, tapi dia juga punya cinta yang bisa ia berikan, apa yang salah dengan mencintai laki-laki? Mengapa hanya dia yang disalahkan hanya karena mencintai seseorang?. Baekhyun juga tidak tahu, perasaan itu mulai datang sendirinya, jika tau akan seperti ini dia juga tidak mau menjadi berbeda. Tapi apa dia punya pilihan? Baekhyun saat itu hanya merasa ketika melihat pasangan didepannya dia ingin diperlakukan seperti perempuan itu. Dia tidak berfikir ada yang salah dengan itu.
Tapi baekhyun menguatkan dirinya dan bisa bertahan sampai saat ini sebelum tamparan yang ia dapat dari ayahnya ketika ia membuka pintu rumahnya hari ini.
"a-ayah?"
"Mau jadi apa kau hah?! Bagaimana bisa seorang laki-laki menyukai laki-laki juga?! Apa kau gila baekhyun?"
Hancur semua harapan baekhyun, mereka mengetahuinya, dan sama seperti yang lain mereka menyalahkannya.
"a-ayah.."
"baekboom mengatakan kau menyukai pria di sekolahmu apakah itu benar? Jawab baekhyun!"
Baekhyun memandang kearah ibunya disana yang sedang menangis dipelukan kakaknya , mengharap ibunya akan memberikan belas kasihan kepadanya
"Jawab baekhyun! Aku tidak memintamu untuk menangis aku memintamu berbicara!"
"ayah.. maafkan aku"
"kau seharusnya mengatakan tidak baekhyun bukan meminta maaf!"
"ma-maafkan aku ayah.."
"jadi itu benar?! Hah?! Dan kau masih berani memanggilku ayah?! Keluar dari rumahku, kau bukan anakku lagi!"
Baekhyun terkejut dia tidak menyangka ayahnya akan sejauh ini, dia bersujud meminta ampun kepada ayahnya
"maafkan aku.. maafkan akuu"
"Seunghyun! Tidak seperti ini! Kita cari jalan keluar lain hem? Bagaimana bisa baekhyun bukan anakmu lagi? Dia anak mu anak kita!"
Ibunya menghampiri dan memeluk baekhyun
"Ibu.. maafkan aku"
"kau masih membelanya? Dia hanya akan menjadi aib bagi keluarga !"
"seunghyun komohon"
"Tidak! Aku tidak sudi memiliki anak sepertinya!"
Seunghyun menyeret baekhyun keluar, baekhyun menangis sejadi jadinya ketika pintu rumahnya tertutup dan menyisakan dia sendirian , dia ingin mengelak dan beralasan atau berbohong tapi dia tidak bisa yang dilakukannya hanya meminta maaf, dia juga ceroboh membiarkan baekboom mengetahuinya. Akhirnya hanya bisa meratapi dirinya dan menjauh ditemani guyuran hujan.
Tapi baekhyun tidak pernah menyesal dengan dirinya dia hanya kecewa mengapa tidak ada yang bisa mengerti dirinya. Baekhyun hanya menyimpannya seorang diri kini.
Baekhyun masih berterimakasih orang tuanya tidak mengeluarkannya dari sekolah, dia melanjutkan hidupnya dengan mengambil banyak part time dan mampu menyewa flat sederhana kini.
.
.
Mengingatnya membuat baekhyun menyadari chanyeol tidak mungkin menjadi miliknya, dia hanya akan membawa kekecewaan lagi, dia hanya akan membuat dirinya dibenci lagi, lebih baik melihatnya dari jauh dan menjadi pengaggum rahasianya daripada dibenci, jadi dia bertekad akan menjauhi Chanyeol.
"baek aku mencarimu kemana mana tadi, kenapa kau menjauhiku?"
Chanyeol bersyukur bisa menemui baekhyun di halte setelah disekolah pria itu menjauhinya
"aku tidak apa apa"
"Baek kau kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?"
"tidak, chanyeol aku minta maaf tapi sebaiknya kau jangan berteman denganku"
Baekhyun berlari menembus hujan
"yah! Baekhyun kau baru sembuh"
"baekhyun tunggu"
Chanyeol menyusulnya, kaki chanyeol yang lebih panjang mampu menyamakan langkahnya , sebelum dia bisa menahan baekhyun, baekhyun terjatuh dan karena tasnya yang tidak dia tutup dengan benar semua yang ada di dalamnya berhamburan keluar termasuk surat suratnya dan lukisan wajah Chanyeol, dia cepat cepat membereskanya tapi chanyeol lebih dulu menarik tangannya dan membawanya berdiri
"baekhyun kau tidak apa apa?"
"baek kau kenapa? Kau bisa menjelaskan jika kau punya masalah tidak usah seperti ini"
"apa aku melakukan kesalahan? Katakan baek"
Kedua tangan Chanyeol menggapai bahu baekhyun lembut
"Baek hey, kenapa menangis? Apa aku menyakitiku?"
Baekhyun tidak menjawab dan berusaha menahan tangisnya tapi percuma lelehan itu terus keluar dari matanya.
Chanyeol berusaha melihat muka baekhyun yang tertunduk, menyebabkan dia menyadari sesuatu yang berserakan dibawahnya, itu surat surat yang selalu dia terima dengan tulisan to pcy dimasing masing sampulnya dan ada juga lukisan wajahnya di sana, Chanyeol membulatkan matanya
"Baek... jadi itu kau?"
.
September 26, 2016
Kau tau? Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku saat pertama kali melihatmu disana memperkenalkan diri dengan suara beratmu, mengapa waktu seakan berhenti dan pandanganku hanya tertuju kearahmu, paras yang terkena bias matahari itu mampu memberikanku arti keindahan yang lain.
-your secret admire-
November 1, 2016
Aku selalu meyakinkan diriku, mungkin ini hanya kekaguman sekilas, tapi suara tawamu yang renyah, Bagaimana ujung matamu berkerut ketika tersenyum lebar meluluhkan lagi di dalam sini, tertarik keatas menciptakan senyuman juga untukku. Bagaimana kesalnya wajahmu saat saling melempar ejekan bersama teman temanmu. Aku merasa kau orang yang menyenangkan. Aku ingin mengenalmu lebih dalam.
-your secret admire-
November 22, 2016
Tahukah kau memulai suatu percakapan bagiku adalah hal yang sulit? Memandangimu saja aku sudah cukup bahagia. Kemudian aku pun berfikir mengapa begitu rumit bagiku untuk dapat menyapamu? Mungkin aku terpenjara oleh perasaan takut diacuhkan olehmu? Atau aku sendiri tak mampu melangkah dari ketakutanku sendiri.
-your secret admire-
November 27, 2016
Hei, Selamat Ulang Tahun, semoga semua yang kau harapkan dapat tercapai, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu , ini mungkin bukan sesuatu yang berharga, tapi kau bisa menyimpannya jika kau ingin, kau bisa melihat sudut pandang ku ketika melihatmu dalam lukisan ini.
-your secret admire-
Desember 11, 2017
Kau membuatku memiliki kesenangan baru, aku suka duduk disini, sendiri dibawah pohon ini memandangimu berlarian dengan bola orange ditanganmu, tertawa bahagia ketika kau berhasil mencetak score, sekilas ada keinginan untuk menyeka keringatmu tapi yang aku lakukan hanya memandangimu disini.
-your secret admire-
Januari 20, 2017
Kau tau? Aku mulai memahami ketika ada getaran lain yang kurasakan tiap kali berpapasan denganmu di lorong kampus, terpaku dengan parasmu di setiap malamku, merasa ingin menyingkirkan bulan digantikan dengan matahari hanya karena ingin cepat melihatmu lagi. Orang lain mengatakan ini cinta, tapi benarkah aku jatuh cinta padamu?
-your secret admire-
Maret 13, 2017
Membayangkan bahwa kau memilihku untuk mengisi hari harimu adalah sebuah impian menakjubkan yang dapat mengubah kosongnya ruang hati ini, tapi dunia pun menyadari itu hal yang mustahil. Tapi, bisakah kau biarkan aku tetap dengan perasaanku seperti ini?
-your secret admire-
Mei 6, 2017
Hari ini ulang tahunku, bisakah kau mengucapkan selamat untukku?
-your secret admire-
Juni 29, 2017
Ketika aku bersyukur hujan bisa menyembunyikan air mataku malam itu aku lebih bersyukur lagi keesokan harinya aku masih bisa melihatmu dengan senyumu , memberikan ku alasan untuk tetap menjalani hari detik itu.
-your secret admire-
Juli 10, 2017
Aku bahagia melihatmu akhirnya bersamanya sungguh, aku tidak berharap kau membalas perasaanku, aku bahagia jika kau bahagia ^^
-your secret admire-
Agustus 15, 2017
Ku tahu, aku telah berusaha. Berusaha untuk melepaskan segalanya. Berusaha merelakanmu. Ini kesekian kalinya aku berusaha membersihkan ruang hati ini dari tiap keping kenangan yang kau berikan. Walaupun aku tak pernah mampu untuk membersihkannya. Maafkan aku.
-your secret admire-
September 30, 2017
Aku minta maaf, tapi bolehkah aku tetap menulis ini dan memberikannya padamu?
-your secret admire-
November 3, 2017
Kukira kau akan mengumpat dan menyumpahi aku si pengirim surat yang mengganggumu ini, tapi dari awal kau hanya menanyakan kepada yang lain 'apakah kalian tahu siapa yang mengirim ini?', walaupun tidak ada yang menjawab kau tetap membaca dan menyimpannya, terimakasih. Tapi ketika kau tersenyum membaca surat terakhirku aku tidak bisa menahan bahagia dan meleleh detik itu juga. Maafkan aku
-your secret admire-
November 27, 2017
Kedua kalinya aku mengirim surat untuk ulang tahunmu, tapi aku tidak membubuhkan hal lain kali ini, aku tahu mungkin kekasihmu sudah memberikan sesuatu yang membuatmu bahagia, jadi aku tak usah memberi apa apa lagi hehe. Kau boleh menganggapku naif, tapi apakah aku masih bisa tetap menggambarkan wajahmu di kertasku?
-your secret admire-
December 23, 2017
Hei, ayolah kau masih bisa bertemu dengannya di luar sekolah , mengapa seperti hari ini adalah akhir dunia keke
-your secret admire-
April 6, 2018
Hei, selamat untuk kemenanganmu di pertandingan tadi!
-your secret admire-
Juli 10, 2018
Melihatmu dalam keadaan paling rendah membuatku tahu. Kebahagiaanku bukan semata bersumber pada keberhasilan untuk memilikimu. Melihatmu kau tersenyum dan bahagia membuatku mengucap syukur yang tak ada habisnya.
-your secret admire-
.
"Chanyeol.. "
Baekhyun tidak bisa melanjutkan kalimatnya, alih alih berbalik meninggalkannya,
Tapi Chanyeol berhasil mendapatkannya lagi dan membalik badannya
"hiks..maafkan aku... maafkan aku...tak seharusnya ak—"
Chuupp
"hmpth—"
Kali ini bola mata baekhyun yang membulat
Chanyeol melumatnya sekilas kemudian melepaskannya, mengusap air matanya dia menatap mata Baekhyun dalam
"aku tidak marah, kau tidak perlu meminta maaf, sebaliknya aku akan berterima kasih. Terimakasih telah mencintaiku sedalam itu setulus itu, terimakasih telah bersabar dan menungguku di tengah tertekannya dirimu, maafkan aku yang tidak menyadarinya, maafkan aku yang mengabaikanmu, maafkan aku yang membuatmu menunggu selama itu"
"C-Chanyeol.."
Chanyeol tersenyum
"Aku juga Mencintaimu Baekhyun, aku tidak peduli kau pria atau wanita, aku mencintaimu"
Chanyeol kembali memagut bibir Baekhyun, kali ini Baekhyun menutup matanya dan membalasnya. Ciuman yang lembut dan penuh perasaan melebur bersama hujan yang lagi lagi menjadi saksi bisu mereka.
.
Aku suka hujan saat hari itu saat tidak ada lagi yang bisa mengerti diriku, tapi saat hujan turun, aku bisa berteriak sesukaku, tertawa, bahkan menangis sejadi jadinya tanpa orang tau kalo ada air mata yang mengalir diwajahku. air hujan yang terus jatuh seakan menemaniku dan tidak membiarkanku sendiri,
Tapi aku lebih menyukai hujan karena aku menyukainya seperti aku menyukaimu Chanyeol. Seperti aku yang tak bosan menghadiahimu kata-kata itu, hujan turun meski banyak penolakan dari banyak orang, namun pada akhirnya ia jatuh di tempat yang tepat, untuk orang yang tepat. Pun juga kalimat-kalimatku tak lesu ku tulis meski berkali-kali tak terbalaskan.
Baekhyun Kau tahu? Kau yang membuatku menyukai hujan juga. Bagaimana tiap rintikan air yang jatuh bertemu dengan tanah menciptakan ketenangan dan menyembunyikan air yang mengalir dari sumber lain melunturkan rasa sedih itu. Tidak seperti pelangi yang hanya datang ketika cerah sudah muncul. Aku juga ingin menjadi hujan untukmu..
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
