I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
My Heart
By Queena'Rine
Lagu yang dipilih: Please Say Something Even it's a Lie
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
"Sayanggg cepat ke kamarrr! Hyejin menangis dari tadi karna ingin tidur dengan Papa nya!" Teriak nya dari dalam kamar
"Iya sebentar lagi!"
Ini sudah 10 tahun berlalu, tetapi kenangan bersama dirinya selalu terbayang tiap malam. Sayang, aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun dan akan selalu seperti itu, kau akan terus hidup dihatiku. Maafkan aku.
.
"Chanyeeooollll jangan lari terus, nanti kau kenapa-kenapa! Apa perlu aku ingatkan berulang kali?" Teriaknya dari ujung lorong sambil ikut berlari mengejar Chanyeol-nya yang sudah berada jauh di depannya
"Sini kalau bisa kejar aku hahahaha" Chanyeol terus berlari menghindari kekasih mungilnya itu
"Dasar kauuu! Liat saja nanti!"
Aku dan Chanyeol, seperti yang mereka ketahui kita adalah sepasang kekasih. Banyak sekali kenangan yang sudah kita buat suka maupun duka. Aku selalu percaya Chanyeol akan terus mencintaiku seperti aku yang akan selalu mencintainya.
"Dasar kau dumbo menyebalkan! Aku lelah mengejarmu, lain kali kau tak boleh begitu lagi! ingat dengan kondis-"
"Iya Baek iyaa! Huh aku lelah selalu kau nasehati"
"Ini demi kondisimu juga sayanggg" Baekhyun beranjak dari tempat duduknya lalu mendekat kearah Chanyeol dan memeluknya
"Terimakasih sayang, kau memang yang terbaik!" lalu Chanyeol mengecup kening Baekhyun dengan lembut dan penuh kasih sayang
.
Banyak hari telah terlewati dengan suka maupun duka, dan semakin hari aku merasa semakin mencintai Chanyeol-ku, semua berjalan sangat lancar dan ini lah waktu yang paling membahagiakan. Hari dimana kita merayakan hari jadi kita yang ke2 tahun.
"Huh kenapa sih Chanyeol bisa melupakan hari penting kita? Padahal aku sudah yakin dia tak akan melupakannya Hiks"
"Tenang Baekhyun, mungkin Chanyeol banyak pikiran makanya dia melupakan hari jadi kalian. Lagipula kenapa tidak kau ingatkan saja dia tentang hari jadi kalian?" Tanya Luhan-Sahabat Baekhyun
"Tidak Lu, aku ingin dia mengingatnya sendiri seperti aku yang selalu mengingatnya, hiks Chanyeol jahatt!" Tangis Baekhyun makin keras dan jangan lupakan tisu yang sudah berserakan di lantai kamar Luhan
"Percayalah, pasti Chanyeol mengingat nya nanti. Dan kau Baekhyun bersihkan lagi tisu –tisu yang berserakan itu! Kamar ku jadi berantakan tau!" lalu Luhan bangkit dari duduk nya dan pergi ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman untuk mereka berdua
"Hikss Chanyeol jahatt, padahal kan aku sudah menyiapkan kado untuknya tapi dia malah melupakan hari jadi kita hiks" Baekhyun kecewa dan terus menangis hingga ia merasa lelah untuk menangis dan akhrinya ia tertidur
"Astaga Baekhyun ckckck dasar kau inii, untung kau sahabat ku! tenang Baekhyun, Chanyeol tak akan melupakan hari penting kalian"
.
Tokk tokk tokk
Tokk tokk tokk
"Baekhyunnnn tolong bukakan pintu nya dulu! Aku lagi di toilet nih" teriak Luhan dari dalam toilet
"Iya iyaaa" Baekhyun bangkit dari kasur sambil terus mengunyah makanan yang tadi luhan bawakan
"Siapa sih yang dateng, ganggu aja deh" dengan malas Baekhyun menuju kearah pintu dan membukanya
"Cha-Chanyeol? Kenapa kesini?"
"Aku mencarimu kemana-mana dan ternyata kau disini. Ayo ikut aku!" dengan cepat Chanyeol menarik tangan Baekhyun untuk masuk kedalam mobil Chanyeol
"Sebenarnya kita mau kemana? Kenapa tiba tiba sekali? Dan jangan lupakan tanganku yang memerah karna kau menarikku tadi!"
"Hey! Aku sedang berbicara kepadamu Park Chanyeol, kenapa kau diam saja? Kau berusaha mengabaikanku?"
"Kau ini kenapa sih? Sudahlah kalau tidak ada yang penting turunkan aku di-"
Cup
"Kau ini bawel sekali sih! Sudah ikuti saja aku" Baekhyun pun langsung terdiam dan tersenyum
Dengan sesekali menatap kearah sang kekasih, Baekhyun harap ini menjadi hari paling menyenangkan dalam hidupnya dan Baekhyun selalu berdoa untuk kedepannya ia dan sang kekasih akan selalu seperti ini, saling mencintai satu sama lain dan hidup bahagia dengan waktu yang lama.
"Nah sudah sampai, ayo kita turun Baek"
"Ini dimana? Kenapa kau membawa ku ke tempat seperti ini dan disini sangat gelap Chan. Kau yakin membawaku ke tempat seperti ini?" Baekhyun khawatir dan gelisah karna ia takut akan kegelapan
"Tenang Baek, ada aku disini dan genggamlah tanganku" Tanpa berfikir panjang Baekhyun pun langsung menggenggam tangan Chanyeol dengan erat dan mengikuti langkah kaki Chanyeol yang entah membawa Baekhyun pergi kemana
"Tempat apa ini Chanyeol? Disini gelap tetapi sangat indah. Lihat! Dari atas sini terlihat banyak sekali bintang bertebaran! Tidak seperti di rumah"
"Baekhyun, menurutmu bintang mana yang paling indah?" Tanya Chanyeol sambil memeluk Baekhyun dari belakang
"Yang itu Chan! Bintang itu bersinar sangat terang" setelah Baekhyun mengatakan itu Chanyeol membalikkan badan Baekhyun kearah nya dan matanya menatap dalam kearah mata Baekhyun
"Kau tau Baek? Semua bintang disini memang indah, tetapi jika kau menanyakan kepadaku mana bintang yang paling indah jawabanku pasti kau Baekhyun. Happy Anniversary 2 tahun untuk kita sayangg! Maaf aku tidak bermaksud untuk melupakan itu, aku hanya ingin memberikan kejutan special untukmu, walaupun ini sangat sederhana tetapi aku harap kau menyukainya. Aku berjanji akan selalu mencintaimu sampai kapanpun dan tak akan ada orang lain yang singgah dihatiku selain dirimu Baekhyun, kau benar-benar mengubah hidupku menjadi lebih ceria dan semangat, kau selalu menyemangatiku disaat aku sedang down dan kau tak peduli akan caci maki yang mereka lontarkan karena kita berbeda dari mereka, kau selalu sabar menghadapiku yang keras kepala dan kau lah satu-satu nya orang yang selalu ada disampingku. Jangan tinggalkan aku Baekhyun, aku tak bisa hidup tanpamu. I love you Byun Baekhyun" Baekhyun menangis terharu saat Chanyeol mengatakan itu semua, Chanyeol menatap dalam kearah manik mata Baekhyun lalu ia mengecup bibir mungil kekasihnya dengan sangat lembut dan penuh cinta.
"Chan, aku tak menyangka kau menyiapkan ini semua! Aku sangaaattt senang!"
"Kunyahlah dulu makanan mu Baek nanti kau tersedak"
"Aku hanya terlalu senang, dan terima kasih Chanyeol untuk semua yang telah kau berikan" Chanyeol mengusak perlahan rambut Baekhyun lalu kembali memanggang daging yang telah ia persiapkan
"Terimakasih Tuhan kau sudah memberiku lelaki sebaik Chanyeol, aku tak akan pernah sedikitpun untuk melupakan dan berhenti mencintainya. Semoga kita akan terus seperti ini ya Tuhan. Semoga"
.
2 tahun kemudian…
Sudah 2 tahun berlalu. Semakin hari semakin aku disibukkan dengan kegiatan kuliah yang tak ada hentinya memberiku tugas yang sangat melelahkan otak dan jiwa, ditambah lagi dengan Chanyeol yang perlahan seperti menghilang dariku, bahkan dari kehidupanku yang sepenuhnya kuserahkan untuknya.
Hari ini adalah hari ulang tahun ku. Hari dimana biasanya setiap orang bahagia merayakan hari ulang tahun bersama orang yang disayangi lalu memotong kue dan berdoa mengharapkan yang terbaik untuk kedepannya. Tetapi kenyataannya adalah aku disini didalam kamar sendiri dengan mengharapkan kehadiran sang kekasih, Park Chanyeol.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam dan ini waktunya untuk Baekhyun tidur dan disaat itupula Chanyeol menelepon.
"Haloo Chanyeoll! Kau dari mana saja sih beberapa hari belakangan kau sulit dihubungi!" gerutu Baekhyun dengan kesal tetapi ia senang karena di saat ulang tahun kali ini sepertinya Chanyeol akan memberikannya kejutan lagi
"Hey Baek, maaf aku belakangan ini sangat sibuk dengan tugas kuliahku. Gimana kabarmu hari ini ? Apa kau sehat ?"
"Yaaa! Sangat sangat sehat Chanyeol!" Seru Baekhyun dengan sangat semangat
"Wahh sepertinya kau sangat bahagia Baek, ada apa hari ini sehingga kau sangat bahagia?" Tanya Chanyeol yang agak heran karena biasanya Baekhyun tak seperti ini
"Kau melupakan sesuatu Chanyeol?"
"Hmm tidak Baek, aku melupakan apa? Obat? Aku tidak melupakannya"
"Tidak, bukan itu. Sesuatu yang lain" Baekhyun khawatir, ia khawatir akan Chanyeol yang makin tak peduli lagi dengannya, bahkan ia tak ingat akan hari besar nya
"Ada apa Baek? Katakan saja, kau kenapa hari ini ? tadi sepertinya kau sangat bahagia tetapi sekarang tiba-tiba kau- ah sudahlah lupakan"
"Tidak apa-apa Chanyeol. Bagaimana dengan harimu ? Menyenangkan?" Baekhyun kecewa, Chanyeol tak mengingat hari ulang tahunnya
"Yaa seperti biasanya Baek, selalu menyenangkan"
"Apa kegiatan mu sekarang? Sepertinya sudah lama sekali kita tidak bertemu dan bercerita seperti biasanya "
"Maafkan aku Baekhyun, aku terlalu sibuk dengan tugas kuliahku. Kegiatan ku seperti biasa, mengerjakan tugas"
"Mau aku bantu kerjakan? Jangan terlalu capek Chanyeol nanti kondisi kesehatanmu menurun, aku tak mau kalau penyakitmu kambuh lagi" Baekhyun mengusap matanya yang sedikit menitikkan air mata, ia tak mau Chanyeol mengetahui kalau Baekhyun sedang berusaha tak menangis. Baekhyun kecewa, ia merasa hubungannya dengan Chanyeol sudah terlalu jauh
"Tidak perlu Baek, aku bisa mengerjakan nya sendiri dan sebaiknya kau mengerjakan tugas mu, aku tau kau juga banyak tugas Baek dan jangan lupa jaga kesehatanmu"
"Hmm chan, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku merasa kau menjauh dariku"
"Ada apa denganmu Baek? Kau selalu seperti ini setiap aku menelepon mu, apa kau sudah bosan denganku?"
"Tidak Chan! Tidak sama sekali. Aku sangat sangat merindukanmu dan ingin sekali bertemu dengan mu" Baekhyun menangis, ia merasa Chanyeol-nya sudah berubah
"Kau kenapa Baek? Kenapa selalu saja menangis? Aku lelah Baekhyun, aku lelah menghadapimu yang selalu seperti ini"
"Maafkan aku Chanyeol, aku hanya terlalu takut kehilanganmu"
"Baek, tidak ada yang abadi di dunia ini dan kau harus terima apapun itu yang sudah menjadi takdirmu"
"Chan? Kenapa kau berubah? Apa kau telah bosan denganku?
"Baekhyun, sebenarnya aku sudah lelah menghadapi mu yang selalu bertingkah kekanakan dan aku juga sudah merasa bosan denganmu, Maafkan aku"
Semua telah berubah, semua telah hancur
"Chanyeol, bisakah kita bertemu sabtu ini di café?"
"Maafkan aku Baekhyun. Aku ingin bilang sesuatu padamu, sebenarnya aku telah mempunyai kekasih yang lain disini. Aku hanya terlalu merasa jenuh dengan hubungan kita dan aku rasa aku tidak mencintaimu lagi Baek, maafkan aku. Aku tau mungkin ini terlau egois, tetapi aku mohon kau lupakan saja aku, aku tidak sebaik yang kau fikirkan. Bahagialah dengan orang lain yang lebih pantas dariku" Dan saat itu pula Baekhyun menangis dan sebisa mungkin untuk tetap tenang agar Chanyeol tidak mengetahuinya
"Chanyeol, kau adalah sumber kebahagiaanku " dan Baekhyun tersadar kalau jarak memang bisa membuat suatu hubungan berakhir
"Maafkan aku Baekhyun"
"Chan, hiks katakan kepadaku meskipun kau berbohong, hiks katakan kau mencintaiku Chan katakan!" Baekhyun sudah tak mampu menahan tangisnya, hidupnya telah hancur berkeping-keping. Chanyeol yang Baekhyun sangat cintai telah meninggalkan Baekhyun tanpa tau bagaimana perasaan Baekhyun yang sangat hancur
"Maafkan aku Baek"
Tutt… tuttt.. tuttt..
.
"Sayangggg, kenapa sih melamun terus? Apa ada masalah? " Tanya nya dengan nada khawatir sambil menatap kearah mata suami-nya yang nampak gelisah
"Hmm tak apa. Aku ingin pergi ke suatu tempat, tak akan lama"
"Kau mau kemana? ini sudah sore, jangan pulang malam-malam"
"Iya" ia bangkit dari sofa lalu mengambil jaket dan kunci mobil nya lalu pergi begitu saja
"Aku tau kau masih mencintainya, maafkan aku tidak bisa melarangnya melakukan itu"
.
Dear Chanyeol kekasih hatiku
" Sejak awal aku bertemu denganmu aku tau ini salah, seharusnya aku tak merasakan apa itu cinta dan kebahagiaan. Dari awal hanya kau yang mampu membuat hatiku berdegup kencang dan selalu membuatku gelisah setiap kau berada disampingku, aku pikir aku hanya demam karna flu tetapi aku sadar itu adalah cinta. Aku tidak pernah menyangka ternyata kau pun mencintaiku dan dihari itupun kau menyatakan cinta dan berakhir dengan kita berpacaran. Hari-hari yang kita lalui terlalu indah untuk dilupakan dan terlalu panjang untuk diceritakan. 4 tahun kita lalui bersama dan ternyata jarak memang bisa memisahkan kita sejauh ini. Kau tahu bagaimana perasaanku saat kau memutuskanku lewat telepon? Sangat hancur Chan, sangat. Tetapi jika itu keputusanmu aku terima dan aku hanya ingin kau bahagia walaupun bukan bersamaku.
Chanyeol bisakah kau mengatakan bahwa kau mencintaiku? Walaupun itu hanya sebuah kebohongan, tetapi bisakah kau mengatakannya? Sekali saja, aku ingin mendengarnya Chan…
Aku selalu berdoa kau baik-baik saja dan bahagia selalu! Jangan bersedih ataupun terluka, aku tak bisa melihatmu seperti itu Chanyeol.
Dari Baekhyun yang selalu mencintai Chanyeol~ "
Chanyeol menangis sejadi-jadinya dengan meremat kertas lusuh itu. Chanyeol tau ia salah karena telah menyia-nyiakan Baekhyun-nya, ia menyesal telah menyakiti Baekhyun sedalam ini. Ia tau Baekhyun-nya sangat mencintai pria bodoh yang lebih memilih orang lain disaat ada Baekhyun yang jelas-jelas sangat mencintainya.
"Bagaimana bisa aku bahagia tanpa kehadiranmu disini? Aku sangat mencintaimu Baekhyun, sanggat! Maafkan aku, aku benar-benar menyesal dengan apa yang sudah aku perbuat dulu. Kau akan selalu hidup di hatiku, terimakasih atas pengorbanan mu selama ini. Walaupun raga mu sudah tak bisa ku gapai, tetapi aku akan selalu bisa mendengar detak jantungmu disini" lalu Chanyeol mengarahkan tangannya kearah letak jantungnya dan mengusapnya perlahan
"Aku sangat merindukanmu Baekhyun"
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
