I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present

.

No(t) Looking

By krianree

Lagu yang dipilih: Erase

Chanyeol x Baekhyun

.

Disclaimer:

Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!

Happy Reading!

.

.

Pada hakikatnya bumi itu berputar mengelilingi matahari dan bulan akan berputar mengelilingi bumi. Karna itu, pada siang hari matahari akan bersinar terang menjalankan tugasnya sebagai sang penerang kehidupan, dan pada malam hari bulan akan menggantikan perannya. Matahari dan bulan, mereka bersinar terang untuk memberikan cahaya di kehidupan yang gelap. Tapi tidak bagi Baekhyun. Ada atau tidak adanya matahari dan bulan, semuanya akan tetap sama. Apapun yang dilihatnya semua gelap. Yang bisa dia lakukan hanya mendengar dan mengekspresikan apa yang dia dengar dan rasakan melalui ucapan. Byun Baekhyun, dia tak bisa menikmati indahnya dunia karna dia buta.

Mungkin terdengar sedikit menyeramkan. Tapi tidak bagi Baekhyun.

"Kenapa kau tidak mau melakukan operasi? Kau taukan mencari pendonor mata itu sulit. Tapi kenapa kau malah menyia-nyiakannya?"

"Kau tau hyung, aku lebih suka jika aku tetap seperti ini. Itu artinya tuhan menyayangiku. Dia menjaga pandanganku dari segala hal buruk yang akan mempengaruhiku. Aku tidak bisa melihat bagaimana indahnya dunia sekaligus kebusukan orang-orang yang menghuninya. Aku benarkan hyung?" Pertanyaan yang lugu. Namun yang dapat Chanyeol lakukan hanya menganggukan kepalanya lalu mengusak pucuk kepala pemuda itu dengan gemas.

"Baiklah terserahmu, kau memang selalu benar." Ucap Chanyeol mengalah untuk kesekian kalinya pada Baekhyun. Asalkan dia tetap bisa melihat senyum lebar yang terpatri dibibir anak itu.

"Tentu saja hyung, jangan remehkan aku. Walaupun aku tidak bisa melihat tapi aku ini sangat pintar." Ucap Baekhyun dengan bangga. Chanyeol tersenyum kecil lalu bangkit dari duduknya.

"Yah baiklah terserah apa katamu Baek. Yang jelas sekarang aku harus mengantarkanmu masuk kedalam rumah dengan selamat lalu pergi karna aku memiliki jadwal operasi." Jeda sejenak.

"Haahhh menjadi seorang dokter ternyata sangat melelahkan." Keluh Chanyeol. Baekhyun tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk mencari wajah Chanyeol. Chanyeol yang sudah hafal dengan gelagat Baekhyun itu dengan segera mendekatkan wajahnya. Menikmati bagaimana jemari lentik itu mengelus wajahnya dengan lembut. Elusan yang selalu membuatnya memejamkan mata, menikmati apa yang selalu Baekhyun lakukan padanya.

"Bersemangatlah hyung. Aku tau kau pasti sangat kelelahan. Kurangi jadwal berkunjungmu kesini. Bagaimanapun kau harus lebih banyak beristirahat, keriputmu bertambah." Ucap Baekhyun. Refleks Chanyeol menyentuh area sekitar mata dan dahinya namun dia tak menemukan kerutan apapun disana. Dan saat Chanyeol mengalihkan tatapannya pada Baekhyun, pemuda itu justru tengah memberikan cengiran lebar untuknya.

"Aku tidak ingin, dan kau membohongiku lagi Baek. Apakah kau tidak tau betapa khawatirnya aku jika aku terlihat semakin tua?" Keluh Chanyeol. Baekhyun menelengkan kepalanya kekiri.

"Uh? Memangnya apa yang khawatirkan hyung?" Tanya Baekhyun

"Aku khawatir aku menjadi terlalu tua untuk menjadikan pemuda manis sepertimu suamiku." Jawab Chanyeol dan Baekhyun tidak mampu menahan tawanya.

"Hahahah yaampun hyung. Bercandamu itu mengejutkanku tau." Kikik Baekhyun namun Chanyeol hanya diam. Sampai akhirnya sebuah kalimat meluncur dari bibir Chanyeol.

"Tapi aku tidak bercanda Park Baekhyun." Dan setelah itu Baekhyun kehilangan tawanya.

"Hyung hentikan candaanmu. Aku tak ingin berakhir memanggilmu sebagai pemberi harapan palsu." Ucap Baekhyun dengan kikuk dan Chanyeol menggelengkan kepalanya.

"Aku serius Baek." Ucap Chanyeol tanpa keraguan.

"Hyung, dari begitu banyaknya orang didunia ini yang bisa kau pilih menjadi istri ataupun suamimu, mengapa kau malah memilihku? Aku ini buta hyung. Lagipula, walaupun kau menerimaku belum tentu dengan keluargamu. Kau harus memikirkannya terlebih dahulu hyung." Baekhyun berusaha menjelaskan pada Chanyeol bahwa seseorang sepertinya tidaklah pantas untuk disandingkan dengan sosok sesempurna Park Chanyeol. Tapi Chanyeol tidak menerima alasan seperti itu.

"Tidak ada sesuatu yang benar-benar sempurna didunia ini Baek. Dan untukku, tidak peduli seperti apa dirimu, bagiku kita sama. Aku menyukaimu. Tidak, aku mencintaimu. Kau tau kenapa Baek? Karna kau adalah satu-satunya penghapus lelahku. Setiap aku melihatmu, rasa lelahku seakan langsung hilang. Kumohon mengertilah Baek, aku ingin memilikimu untuk menyempurnakan hidupku." Ucap Chanyeol dengan penuh perasaan dan Baekhyun mendengar sebuah harapan disana.

"Dan kau ingin menyempurnakan hidupmu dengan seseorang yang tak sempurna sepertiku? Lagipula bagaimana denganmu? Karirmu? Keluargamu? Apa kau mau membuat segala hal yang sudah kau perjuangkan menjadi tercemar hanya karna ingin memilikiku? Kau mungkin tidak peduli hyung, tapi aku peduli. Aku juga tidak ingin dicap sebagai seorang yang menjadi penghancur kehidupanmu." Baekhyun menghentikan ucapannya dengan nafas yang sedikit tersenggal. Chanyeol terdiam, berusaha mencerna apa yang diucapkan Baekhyun. Baekhyun mungkin benar, bukan hanya Chanyeol dan keluarganya, tapi simungil itu juga pasti akan terkena imbasnya.

"Tapi setidaknya bisakah aku menjadikanmu hanya untukku? Aku tidak ingin kau dimiliki orang lain. Kau mungkin tidak menyadarinya, tapi banyak diluaran sana yang menginginkanmu. Aku hanya... Setidaknya kau dan aku tau bahwa kita sudah saling memiliki sebelum aku dengan penuh percaya dirinya menunjukanmu pada dunia. Apa kau mau Baek?" Pinta Chanyeol dengan sedih dan Baekhyun hanya mampu untuk menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia tak setega itu untuk memberikan sang dokter sebuah harapan yang semu.

"Terserah apa katamu hyung. Pergilah, kau memiliki jadwal operasi dan aku harus segera masuk ke rumah untuk beristirahat." Ucap Baekhyun sebelum akhirnya bangkit dari duduknya sambil menggenggam tongkat yang selalu menemaninya selama ini dan dengan refleksnya Chanyeol ikut bangkit.

"Biar ku bantu Baek." Ucap Chanyeol menawarkan dirinya untuk menuntun simungil. Namun Baekhyun menolaknya dengan lembut.

"Tidak perlu hyung aku bisa sendiri. Lagipula kau harus segera pergi atau kau akan terlambat. Aku masuk hyung." Ucap Baekhyun lalu mulai mengarahkan tongkatnya sebagai penunjuk jalan. Dan Chanyeol masih berdiri diam disana, menunggu simungil itu masuk kedalam rumah. Dan setelah pintu rumah itu tertutup barulah Chanyeol melangkahkan kakinya menuju mobilnya. Menatap sekali lagi pintu yang tertutup itu sebelum memutuskan untuk masuk dan melajukan mobilnya menjauh.

Beberapa hari ini Chanyeol selalu merasakan hal yang sama. Entah mengapa dia merasa bahwa Baekhyun sedikit berbeda. Semenjak pembicaraan mereka beberapa waktu yang lalu, sikap Baekhyun menjadi sedikit berbeda. Baekhyun terlihat selalu cemas dan takut. Dan Chanyeol jelas menyadari itu.

"Sebenarnya ada apa denganmu Baek? Kenapa kau selalu tidak fokus?" Chanyeol akhirnya melontarkan pertanyaan pertamanya namun Baekhyun hanya Diam lalu menunduk setelahnya.

"Baek aku bertanya padamu. Kumohon jawablah." Ucap Chanyeol setengah memaksa dan Baekhyun akhirnya berani untuk mengangkat kepalanya.

"Hyung, aku ingin pergi." Ucapnya pelan dengan suara yang bergetar dan cairan bening di pelupuk matanya. Dan Chanyeol juga menyadari itu.

"Apa yang terjadi?" Tanya Chanyeol namun Baekhyun kembali memilih diam. Dan ketahuilah, Chanyeol tak tahan dengan hal itu.

"Ceritakan Baek." Tuntut Chanyeol dan Baekhyun akhirnya menghembuskan nafasnya pelan.

"Aku tidak tau hyung, aku hanya ingin pergi dari rumah ini dan pindah kemanapun. Aku selalu merasa cemas dan takut. Walaupun aku tidak bisa melihat tapi instingku tajam, dan aku selalu merasa tidak nyaman, perasaanku selalu tidak enak entah karna apa aku juga tidak tau, yang ku tau aku tidak ingin disini lagi." Jelas Baekhyun. Baekhyun tidak berbohong, beberapa hari ini dia memang merasakan sesuatu yang aneh padanya, entah karna apa. Yang Baekhyun tau perasaannya tidak enak, seakan Baekhyun melupakan sesuatu seperti lupa mengunci pintu. Tapi itu bukan, dan dia mulai merasa takut karenanya.

"Kalau begitu pindahlah ke apartementku Baek. Aku akan mengetatkan penjagaan disana mungkin kau merasa diawasi atau mungkin hal lainya, tapi aku akan memastikan bahwa kau aman disana. Apa kau mau?" Baekhyun menggigit bibirnya. Sesungguhnya dia ragu, di samping itu dia juga tidak ingin terus merepotkan Chanyeol.

"Hyung maaf aku merepotkanmu lagi. Tapi apa tidak sebaiknya aku membeli apartement saja? Aku tidak mau tambah merepotkan dengan menumpang di tempatmu." Chanyeol menggelengkan kepalanya, menolak usulan Baekhyun. Walaupun dia tau bahwa anak itu bahkan tidak tau bahwa dia baru saja menggeleng.

"Tidak baik untukmu tinggal sendiri Baek. Tinggalah di tempatku, aku tidak ingin kau mengalami masalah dengan tinggal sendirian. Setidaknya kau akan aman jika di tempatku. Atau sebaiknya kau tinggal dirumahku saja? Bersama ibuku." Bekhyun menggeleng heboh mendengar usulan Chanyeol. Tidakkah dokter muda itu tau alasan Baekhyun menolak cintanya adalah takut keluarga pemuda itu menolak kehadirannya.

"Tidak hyung, tidak. Aku tidak mau. Bagaimana jika ibumu justru tidak menyukaiku? Oh tuhan aku tidak bisa membayangkannya." Chanyeol terkekeh melihat kepanikan yang tergambar jelas di wajah pemuda manis dihadapannya.

"Tidak akan Baek. Ibuku justru sering mengeluh kesepian karna hanya di temani oleh para pembantu. Aku rasa ibuku akan senang dengan kehadiranmu dan mungkin aku akan lebih sering pulang kerumah jika kau ada disana juga." Ucap Chanyeol dengan kekehan diakhir kalimatnya, membuat Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Kau anak yang durhaka hyung"

Sudah diputuskan, Baekhyun akan mengungsi kerumah keluarga Chanyeol. Baekhyun tidak enak hati jika harus mengatakan ini sebagai pindahan. Memangnya dia pindah kemana? Kerumah orang? Jelas Baekhyun tidak mau, dia hanya orang asing. Tapi karna perdebatan panjang dan paksaan dari Chanyeol, mau tidak mau akhirnya Baekhyun mengikuti permintaan atau bisa disebut paksaan dari sang dokter yang baru-baru ini Baekhyun ketahui ternyata sangat keras kepala. Dan Baekhyun tidak bisa mengatakan tidak karna pria itu hanya menawarkan kata 'ya'.

"Baek, ayo turun." Ajak Chanyeol. Pintu mobil sudah terbuka sejak tadi namun tidak ada tanda bahwa Baekhyun akan menurunkan kakinya untuk menginjak tanah. Yang pemuda itu lakukan hanya cemberut sambil memeluk boneka kesayangannya yang berukuran setengah dari tubuhnya.

"Aku tidak mau hyung, bagaimana jika aku membeli apartement saja, atau aku tinggal ditempatmu. Ya? Ya? Ya?" Mohon Bekhyun dengan wajah memelasnya. Namun Chanyeol tetap pada pendiriannya.

"Tidak Baek, aku sudah mengatakannya pada ibuku. Dan ibuku sangat antusias mendengarnya." Jelas Chanyeol namun Baekhyun malah menumpukan dagunya pada kepala boneka.

"Aku sekarat, aku akan mati." Gumamnya. Chanyeol mendengus kasar, lalu tanpa menunggu lama Chanyeol menarik tubuh Baekhyun masuk kedalam gendongannya. Ditemani teriakan histeris Baekhyun, Chanyeol berjalan tanpa beban memasuki rumahnya. Tak menghiraukan bagaimana para pengawal menatapnya. Percayalah, Chanyeol tidak peduli sama sekali.

Sesampainya di ruang tamu rumahnya, Chanyeol menemukan sang ibu yang menatap Baekhyun tanpa kedip.

"Ya ampun aku tak percaya ini, apa aku bermimpi?" Gumam Nyonya Park sambil sesekali mencubit tangannya sendiri. Tapi tetap saja rasanya sama, sakit.

"Baekhyun" panggilnya pelan. Dan saat anak itu memalingkan wajahnya mengikuti suara yang didengarnya, Nyonya Park membekap mulutnya.

"Ya ampun, ya ampun, terima kasih tuhan, Baekhyunku." Ucap Nyonya Park penuh syukur lalu kakinya melangkah cepat mendekati Baekhyun. Chanyeol tersenyum kecil pada ibunya lalu menurunkan Baekhyun dari gendongannya. Nyonya Park menangkup wajah Baekhyun penuh haru dan Baekhyun merasa tak asing lagi dengan tangan yang menangkup wajahnya kini.

"Baekhyunku, sayangku." Ucap Nyonya Park lalu segera mendekap tubuh Baekhyun dengan erat dan Baekhyun merasa tubuhnya seakan menegang seketika. Baekhyun merasakan suatu kerinduan yang amat besar hanya karna sebuah pelukan yang diberikan Nyonya Park padanya. Apa yang terjadi? Ada apa dengannya?

"Chanyeollie terima kasih telah membawa Baekhyunnie ibu kembali. Terima kasih telah membawa menantu ibu kembali." Ucap Nyonya Park penuh syukur pada sang putra yang kini tengah tersenyum teduh padanya.

"Sama-sama ibu, membawa Baekhyun kembali adalah tugasku sebagai suaminya." Baekhyun diam, berusaha mencerna apa yang didengarnya.

"A-apa?" Dan sebuah pertanyaan lirih mampu untuk menjelaskan seberapa bingungnya Baekhyun sekarang.

"Kau dan Chanyeol sudah menikah selama empat tahun saat kau mengalami sebuah kecelakaan. Kau mengalami koma selama hampir sebulan lamanya. Dan kau mungkin tidak akan percaya bahwa Chanyeol hampir saja terlihat seperti seorang hantu yang gentayangan di lorong rumah sakit selama sebulan itu. Dan saat kau bangun dia justru dibuat semakin lemas saat tahu bahwa kau kehilangan fungsi matamu dan mengalami hilang ingatan. Dan tak lama kemudian kau menghilang, dan Chanyeol dibuat panik karenanya. Dia tidak mau menyerah, dan lihatlah sekarang, dia menemukanmu dan tetap menemanimu hingga sekarang. Dia juga telah membawamu kembali." Jelas Nyonya Park panjang lebar membuat Baekhyun menghela nafas.

"Maafkan aku, padahal dia sudah menemaniku lebih dari dua tahun tapi aku belum juga mengingat apapun." Ucap Baekhyun penuh sesal. Nyonya Park hanya tersenyum maklum sambil mengusap kepala anak yang dia paksa untuk tidur dipahanya itu dengan lembut.

"Tidak apa Baek, kau tidak salah apapun. Aku dan Chanyeol sama-sama memahaminya." Ucap Nyonya Park dengan lembut. Tanpa sadar Baekhyun tersenyum.

"Terima kasih... "

"Ibu."

Baekhyun sudah memikirkan semuanya, mendengar semua cerita dari mertuanya Baekhyun langsung tau seberapa besar kesabaran Chanyeol hanya untuk menunggu Baekhyun mengingatnya. Baekhyun merasa harus membalasnya. Karna itu...

"Chanyeol hyung, ayo menikah dan buat kisah baru untuk kita."

Karna itu Baekhyun memutuskan untuk menghapus keraguan dalam dirinya dan memilih untuk menciptakan kisah Cinta baru antara dirinya dan Chanyeol. Baekhyun tidak ingin membuat Chanyeol menunggunya lagi. Karna bagaimanapun Baekhyun sudah lama menjadi milik Chanyeol. Dan Baekhyun harap itu untuk selamanya.

.

.

.

The End


Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^

Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!