I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
No Need A Lie To Say I Love You
By Veiidyta
Lagu yang dipilih: Please Say Something Even Its A Lie
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
.
"Darrr!"
Lagi. Baekhyun melakukan itu lagi. Hal yang berbanding 180 derajat dari sifatnya dulu. Siapa sangka Byun Baekhyun tidak tahu diri, nekat, dan egois bisa menjadi si sopan, murah senyum dan bijak yang tak jarang juga menjahili Chanyeol dengan suara super tinggi nya.
Dan sialnya Chanyeol terkejut. Harus berapa kali yoda itu mengingatkannya?
"Baekhyunnie, sudah berapa kali aku memberitahumu agar jangan menjahili ku dengan cara membuatku terkejut."
Dengan nada bicara lembut. Tentu saja. Chanyeol tidak bisa satu kali pun membentak mochi -nya. Kalaupun melakukannya, Chanyeol akan menghukum dirinya sendiri. Entah apa itu. Biarkan Chanyeol bermain dengan fikirannya sendiri.
"Yaampun si jangkung ini.. Kau tidak berubah eoh? Dari saat kau masih menggunakan apa itu? Yang sering kau pakai.. Seperti gelang... Hahahahaha"
Entah apa yang difikirkan dua insan itu. Ayolah mereka saling mencintai. Sayangnya, tak saling mengetahui. Tidak tahu untuk apa mereka memendam perasaan nasing masing. Bukankah perlakuan Chanyeol terhadap Baekhyun, ataupun sebaliknya, Baekhyun terhadap Chanyeol. Sudah menunjukan ketertarikan satu sana lain. Sudahlah. Sekali lagi, biarkan mereka berkutat dengan apa yang mereka fikirkan.
.
.
Pria manis itu lagi lagi pulang dengan ekspresi tak bertenaga nya. Mengingat ia memiliki masalah dengan keluarganya, bisa dipastikan si marga Byun itu jarang sekali komunikasi dengan siapapun dirumahnya. Demi apapun Baekhyun telah menghabiskan ratusan diary hanya untuk bercerita. Percayalah, kamarnya hanya dipenuhi buku buku seperti itu.
Ujung pena nya kini mulai menggores beberapa kalimat. Dengan warna tinta lembut dan gaya tulisan hias cantik andalannya membuat lembaran kertas itu terlihat sangat rapi.
.
Inikah Cinta?
Aku bahkan tidak mengetahuinya.
Kaulah yang membuat jantungku berdebar keras.
.
Sudahlah. Baekhyun sedang tidak berminat mengumpulkan deretan kata kata Indah yang akan ia rangkai menjadi sebuah kalimat puitis.
.
.
"Psst. Baek.. Melihatlah kearahku!"
"Ada apa?"
"Bisakah kita-"
"Tolong bicarakan hal tidak penting nanti saja. Aku sedang fokus."
Gagal lagi. Chanyeol memang payah sekali. Seseorang tolong beritahu Chanyeol cara menarik perhatian Baekhyun.
.
Sungguh.. Chanyeol sialan itu apa tidak bisa membuat Baekhyun tenang sekali saja? Tubuh Baekhyun benar benar sensitif sekali akhir akhir ini entah kenapa. Bahkan hanya untuk mendengarkan suara bariton Chanyeol saja sudah membuat Baekhyun panas dingin. Percayalah ia mungkin akan terserang virus influenza malam ini juga karena sekarang badannya sudah berubah suhu tanpa sebab.
.
Sebenarnya apa yang salah dengan dirinya? Percaya atau tidak, malam ini Baekhyun benar benar tidak bisa tidur. Apa apaan? Apakah hanya karena tadi Chanyeol bicara bahwa ia ingin mengatakan sesuatu? Tapi Baekhyun belum mengetahui apa yang ingin disampaikan Chanyeol bukan? Kenapa hatinya terlalu senang lebih dulu?
Yaampun. Baekhyun masih mengingat jelas suara lembut Chanyeol saat bicara tadi. Baekhyun benar benar ingin mengetahui apa yang ingin Chanyeol katakan pada dirinya? Apa sebuah pernyataan cinta? Atau sebuah lamaran sekaligus? Atau Chanyeol akan secara terang terangan mengambil ciuman pertama Baekhyun? Eh? Atas dasar apa pipi mochi itu memerah? Tidak ada seseorangpun yang mencubitnya, padahal.
Apa yang harus Baekhyun lakukan di tengah malam seperti ini? Dia sendirian dirumahnya. Oh! Sudah kutebak. Ia pasti akan mengambil buku berwarna biru dengan hiasan boneka kecil di covernya.
Aku fikir aku demam karena flu.
Aku fikir aku gelisah sepanjang malam karena aku sakit.
Karena Cinta yang kau beri padaku
Aku bahkan tak bisa tidur. Apa yang harus kulakukan?
.
.
Sekolah tempat Baekhyun mendapat ilmu itu sudah ramai meskipun masih pagi. Banyak sekali yang bergerombol di gerbang sekolah. Banyak sekali yang berdiri di lapangan untuk menunggu seseorang. Dan sepertinya, Chanyeol ada diantara orang yang sedang menunggu ditengah lapangan. Ya, seperti itu.
Itu Baekhyun! Baekhyun datang!
"Baekhyun!"
Tunggu.. Biarkan Baekhyun membenarkan detakan jantungnya yang berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya.
"Baekhyun! Aku ingin mengatakan sesuatu! A-aku.. Maksudku, kumohon ikut aku sekarang juga.. Jangan beralasan!"
Apa yang dilakukan si ceroboh Chanyeol? Berteriak didepan banyak siswa ditengah lapangan dengan menggenggam pergelangan tangan Baekhyun? Apa maksudnya? Tolong! Pipi Baekhyun sebentar lagi akan terbakar.
"Uhm..itu..oh.. Kau mau mengatakan apa?"
Yaampun. Baekhyun sangat percaya diri berbicara dengan pipi semerah tomat matang didepan orang yang ia sukai?
"Baekhyun.."
"Dengarkan aku.."
"Aku"
"Tidak"
"Mencintaimu"
"Sama sekali"
.
Apa yang harus Baekhyun katakan? Seperti itu? Sepengecut itukah Chanyeol? Bukankah selama ini dia menunjukan ketertarikan? Apa aku berbuat kesalahan? Banyak sekali yang ingin Baekhyun tanyakan. Tapi otaknya berhenti berputar sekarang. Nafasnya tersendat. Dadanya terasa sesak. Sebelum semuanya hilang dalam kegelapan.
.
.
"Baekhyunnieee~~.."
Baekhyun cukup beruntung karena disaat kondisinya melemah, ada seseorang disampingnya. Menangis disisinya sembari menyebutkan nama Baekhyun entah berapa kali. Terlalu banyak sampai tidak ada yang bisa menghitungnya. Sampai si pria ber marga Byun itu kembali membuka matanya.
"Sehun? Berapa lama kau menungguku disini? Matamu sembab.. Apakah penyebabnya aku?"
Entah apa yang membuat suara Baekhyun kini berubah menjadi memilukan.
"Dimana Chanyeol?"
Semesta memang sedang bermain dengan Baekhyun. Tatap mata kosong itu. Bibir yang mengarah kebawah, kulit yang pucat. Apakah cinta sesakit itu?
.
.
Sungguh. Apa yang Baekhyun lakukan dimasa lalu sehingga sekarang dirinya begitu terpuruk? Kenapa masalah per masalah datang menghampiri dirinya satu per satu? Sampai kapan ini berakhir?
Kabar buruk terdengar di telinga manisnya.
Chanyeol masuk rumah sakit karena penyakit jantungnya. Kami meminta doa kalian untuk Chanyeol dan bagi beberapa orang yang mau menyumbang untuk biaya pengobatan Chanyeol, mohon segera serahkan.
.
"CHANYEOL?!"
.
Badan Baekhyun benar benar berkeringat saat ini. Puluhan kilometer ia tempuh dengan cara berlari seorang diri. Ya, tentu saja. Demi Chanyeol.
Baekhyun memasuki pintu depan rumah sakit itu dengan badan yang penuh keringat. Hanya melihat kearah petunjuk ruangan, ia dapat dengan cepat menemukan 2 buah meja berjajar rapi yang bertuliskan "Media Informasi".
.
"Saya kerabat Park Chanyeol! Tolong beri saya informasi!"
Dengan cekatan, seorang wanita disana mencarikan data yang tepat untuk nama Park Chanyeol. Dan, ketemu!
"Nama lengkap Park Chanyeol. Usia 18. Penyakit Jantung. Membutuhkan pendonor jantung. Ada di ruang 04-C VIP."
"Terimakasih!"
Apa yang sekarang Baekhyun lakukan? Tentu saja mencari ruangan VIP dengan kode 04-C. Tidak terlalu sulit. Ruangannya sangat dekat. Baekhyun menemukannya!
"Chanyeol?"
"Kau mendengarkanku kan?"
"Tentu saja...kau pasti.."
"Kau membutuhkan satu organ lagi ya?"
"Kau akan segera mendapatkannya.. Percayalah.."
Pertahanan Baekhyun tidak begitu kuat untuk menopang segala kesedihannya sekarang. Ia tertawa. Tetapi juga menangis. Bisa dibilang, tertawa pilu.
Untuk sejenak, Baekhyun hanya ingat pulang. Ia harus pulang. Baekhyun melupakan Diary kesayangannya.
.
Katakan padaku meskipun itu bohong.
Bahwa kau juga mencintaiku.
Jantungku begitu berdegup kencang.
Sesuatu akan terjadi, lakukan sesuatu!
.
Karena hariku tanpamu
Aku diam diam menangis. Apa yang harus kulakukan?
.
Katakan padaku meski itu bohong.
Bahwa aku hanya perlu menunggu sebentar lagi.
Bahwa ketika hari berlalu dan esok datang,
Kamu akan kembali padaku.
Mari kita melihat ke tempat yang sama.
Dan memiliki cinta yang luar biasa.
Tetaplah disisiku seperti ini.
Kau juga tidak bisa pergi tanpa diriku
Meski kita terpisah. Meski kita lebih jauh.
Kita tidak punya pilihan selain bertemu.
Karena kau, adalah aku.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Park Chanyeol. Selamat, operasi anda berjalan lancar."
"Terimakasih! Meskipun kau bilang seseorang yang mendonorkan jantungnya padaku, tidak ingin diketahui identitasnya. Aku akan sangat berterima kasih."
Entah apa yang dokter itu fikirkan, intinya, dokter paruh baya itu hanya tersenyum simpul lalu meninggalkan Chanyeol.
.
.
Disinilah Park Chanyeol yang sebenarnya dimulai. Udara disini sangat segar. Yoda itu hanya tinggal pergi ke sekolah, lalu menyatakan cinta pada pujaan hatinya. Byun Baekhyun. Chanyeol ingin melihat reaksi Baekhyun setelah ia menyatakan cinta. Percayalah, dulu, Chanyeol hanya takut membuat Baekhyun khawatir karena kondisi penyakit jantungnya. Sekarang ia sudah sehat. Juga, siap menyatakan cinta dan menjalin hubungan dengan Baekhyun!
.
.
"Permisi.. Park Chanyeol?"
Bayangkan betapa terkejutnya Chanyeol ketika ada seorang pria hampir setinggi dirinya namun dengan mata yang menghitam mungkin karena sudah menangis. Dan itu terlihat seram. Lalu? Ia mengetahui nama Chanyeol?
"Iya.. Ada apa?" Chanyeol hanya menjawab seadanya.
"Baekhyun menitipkan 2 buah kertas ini padaku. Dia menginginkanku menyampaikannya padamu. Baekhyun bilang, ia harap kau tidak membenci dirinya."
Apa maksudnya? Siapa dia? Mengapa dia tahu Baekhyun? Juga Chanyeol? Apa hubungannya dengan 2 kertas ini? Sudahlah. Biarkan Chanyeol membukanya ketika dia sudah menyatakan cintanya pada Baekhyun disekolah.
.
Bel istirahat berdenting namun Chanyeol belum menemukan sosok Baekhyun didepan kelasnya. Meskipun kesiangan, Baekhyun tidak akan berani datang di waktu seperti ini. Dikelasnya juga sama sekali tidak terlihat tas Baekhyun. Bahkan Chanyeol tidak melihat nama Baekhyun di papan absen. Artinya, Baekhyun tidak masuk sekolah? Namun tidak ada keterangan? Tunggu.. Chanyeol harus menanyakan Baekhyun pada teman sekelas si Byun itu. Tidak mungkin kan ia. membiarkan bunga bawaannya layu karena menunggu si pemilik seutuhnya?
.
"Permisi.. Kau sekelas dengan Byun Baekhyun, bukan?" Tegas Chanyeol
"Iya.. Ada apa?"
"Baekhyun kemana? Kenapa tidak sekolah?". Chanyeol benar benar menunjukan wajah penasarannya pada teman Baekhyun satu ini. Tapi? Kenapa mimik wajah si teman Baekhyun ini tidak memuaskan?
"Uhm.. maaf.. kau yang bernama Park Chanyeol?"
"Ada apa?"
"Maaf lancang untuk mengatakan ini. Tapi, bukankah Baekhyun sudah meninggal dunia? Dan setauku, kabar terakhirnya adalah mendonorkan jantung padamu,bukan? Kau tidak tahu? Baekhyun sangat mengagumimu padahal lelaki tampan sepertimu yang lainnya bernama Sehun juga mencintai Baekhyun..Tapi entah mengapa dia terus mengejarmu. Ia tersenyum tiba tiba lalu menangis secara tiba tiba juga alasannya karena kau.. Maaf, aku pergi dulu.."
Apa yang harus Chanyeol katakan? Badannya seketika membeku. Jantung ini? Milik Baekhyun? Orang yang Chanyeol cintai sejak lama? Tunggu. Surat tadi!
.
Chanyeol, dengan deraian air mata yang membasahi pipinya. Mulai membuka satu surat ditangannya.
.
Teruntuk Chanyeol.
Dari Baekhyunnie.
.
Haloo Chanyeollllll~~! Kau kaget? Huft.. Aku belum cukup puas untuk menjahilimu.. Ngomong ngomong, Sehun memberikan surat ini padamu, tidak? Hihihi.. Aku sedang ada didalam dirimu.. Kalau kau memang tidak mencintaiku, setidaknya kumohon untuk tidak membenciku.. Aku ada tepat didekat letak hatimu..kekeke.. jadi aku bisa masuk kapan sajaa~~ . Umm, Chanyeol.. Kau tampan.. Sangat sangat sangaatttt tampan.. Aku mengagumi bahkan mencintaimu tapi.. Aku tahu aku tidak cukup untuk memenuhi kriteria mu..hehe.. Jadi, aku ingin memberikanmu kesempatan untuk mencari seseorang dengan tipe idaman mu.. Cari yang baik ya Chanyeol.. Jangan yang pengecut seperti aku.. Aku mencintaimuuu~~.
.
Sialan. Chanyeol menangis sekarang. Airmata nya mengalir tanpa bisa dicegah. Satu lagi. Chanyeol belum membuka satu surat lagi.
.
Apakah ini cinta?
Aku bahkan tidak tahu itu.
Kau yang membuatku berdegup kencang.
Aku fikir aku demma karena flu.
Aku fikir aku gelisah setiap malam karena aku sakit.
Karena cinta yang kau beri,
Aku tidak bisa tidur. Apa yang harus kulakukan?
Katakan padaku meski itu bohong.
Bahwa kamu juga mencintaiku.
Jantungku berdegup kencang. Tolong lakukan sesuatu!
Karena hariku tanpamu
Aku diam diam menangis. Apa yang harus kulakukan?
Katakan padaku meski itu bohong.
Bahwa aku hanya perlu menunggu sebentar lagi
Bahwa ketika hari berlalu dan esok datang
Kau akan kembali padaku
Mari kita melihat ke tempat yang sama
Dan memiliki cinta yang luar biasa
Tetaplah disisiku seperti ini.
Meski kita terpisah sedikit lebih jauh.
Kita tidak punya pilihan selain bertemu.
Karena kau adalah aku.
.
.
"BAEKHYUN AKU AKAN MENGATAKAN AKU MENCINTAIMU DENGAN SESUNGGUHNYA! AKU TIDAK PERLU BERBOHONG UNTUK MENGATAKAN ITU! KEMBALIKAN BAEKHYUNKU ATAU BAWA AKU KETEMPAT BAEKHYUN BERADA!"
Hanya menangis. Yang bisa Chanyeol lakukan.
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
