I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
Stay By My Side
By masshiro96
Lagu yang dipilih: Im Different
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
Hari ini aku akan mengatakannya! Harus! Aku tak ingin menjadi orang yang menghancurkan kehidupan sempurnanya, dia normal sedangkan 'aku berbeda'!-Baekhyun
Lelaki manis itu mengepalkan tangannya erat. Senyuman terukir di bibir tipisnya. Mencoba mengkhianati lelehan air mata yang menjejaki pipi tirusnya. Semakin dia melangkah, semakin nafasnya terasa tercekat di ujung tenggorokannya. Sesak memenuhi dadanya. Berulang kali dia meyakinkan dirinya sendiri kalau ini yang terbaik. Dia sangat mencintai Chanyeol. Dan karena rasa cintanya yang teramat besar itulah dia merelakan lelaki jangkung itu. Merelakannya untuk memiliki kehidupan sempurna seperti orang pada umumnya.
Stay by My Side
two weeks ago…
Pagi hari di musim semi yang sangat cerah. Sosok lelaki dengan seragam sekolah khas anak SMA dan ransel punggung berjalan santai. Tangannya sesekali menengadah ketika beberapa helai mahkota sakura berjatuhan diatasnya. Lalu tersenyum ketika ada satu mahkota tersangkut di jemarinya. Senyum yang sangat manis, membuat sosok lelaki jangkung dari kejauhan ikut tersenyum memperhatikan tingkah manis remaja lelaki itu.
"Baekhyun-ah!" panggil sosok dari seberang jalan ketika lelaki manis itu hampir melewatinya.
"Chanyeol?" gumamnya lalu melambai-lambaikan tangan pucatnya sembari tersenyum lebar. Sosok lelaki itu berlari menyeberang jalan mendekati pemuda manis itu. Terima kasih pada kaki jenjangnya sehingga hanya beberapa langkah saja jalanan mampu dia seberangi. Sesuatu yang selalu Baekhyun inginkan semenjak dia menyadari bahwa sahabat seperpopokannya ini telah lebih tinggi darinya. Sahabat? Ah, tentu saja itu status seminggu yang lalu sebelum berganti menjadi boyfriend.
"Kau sangat ceria sekali hari ini sayang?" lelaki jangkung tersenyum lalu mengusak lembut rambut lekam pemuda didepannya.
"Hentikan! Kau merusak tatanan rambutku!" lelaki manis itu merengut tak suka, sembari menghentikan lengan besar di kepalanya. Merapikan beberapa helaian rambutnya.
"Hey! sejak kapan lenganmu menjadi sebesar ini!" sungutnya. Tangan mungilnya memijat-mijat lengan besar Chanyeol. "Ugh, dan ini sangat padat!" melepaskan tangan besar itu, lalu beralih memijat lengan kurusnya sendiri. "Apa kau memakan beton Chanyeol?" mata sipitnya melirik tajam pada lelaki yang berjalan disampingnya. Lalu dibalas kekehan.
"Kau saja yang malas berolah raga sayang, jangan salahkan aku ketika kau selalu beralasan macam-macam saat aku mengajakmu olah raga." Cibir Chanyeol.
"Baiklah! Aku akan berusaha lebih keras lagi!" serunya sembari tersenyum cerah. Lalu mengangkat lengannya tinggi-tinggi menantang langit. Dengan mudahnya lengan itu diraih oleh Chanyeol. Lelaki manis itu menengok ke arah samping. Matanya membulat ketika senyuman yang mempesona itu tepat mengenai jantungnya. Hey! sejak kapan Chanyeol memiliki senyuman mempesona seperti itu? Kemana saja Baekhyun selama 13 tahun bersama Chanyeol?
Pemuda jangkung itu menarik lengan pucat Baekhyun. Membuatnya menghentikan langkah kakinya. Tolong ingatkan Baekhyun saat sampai dirumah untuk menghukum Chanyeol, menarik telinga lebarnya agar semakin lebar misalnya?
Bukan tanpa sebab, di pinggir jalan itu Chanyeol tiba-tiba saja berlutut di depannya. Menarik jemari lentiknya mendekat dan mengecupnya lembut. "Aku mencintaimu apa adanya dirimu, tak perlu menjadi sempurna karena aku yang akan membuat hidupmu sempurna." Mendengar pengakuan itu, sontak jantung Baekhyun melompat beberapa meter tingginya. Telinganya menuli beberapa sekon. Bahkan sepertinya dia lupa untuk bernafas untuk sesaat.
"Be-berdiri Chanyeol-ah." Ujar Baekhyun tergagap. Pipinya menghangat. Rona merah itu menjalar dari pipi ketelinganya. Lengan kurusnya mencoba menarik tangan besar Chanyeol.
"Ja- jangan lakukan itu ditempat umum!" sungutnya lalu berjalan meninggalkan Chanyeol yang menatap punggung sempit iru menjauh. Satu sudut bibirnya terangkat mengingat ekspresi menggemaskan pacar mungilnya itu.
Baekhyun melangkahkan kaki pendeknya riang, tersenyum tipis sembari menggumamkan nada-nada indah. Hatinya tak pernah sebahagia hari ini. Ah, mungkin pernah, saat Chanyeol mengecup bibir tipisnya pertama kali dan mengungkapkan perasaannya. Saat dia tak perlu merasa was-was jika cintanya bertepuk sebelah tangan.
Stay by My Side
Flashback
."Baekhyun-ah, bisakah kau menjauhi Chanyeol? Kau tahu, kau ini seperti parasite bagi Chanyeol, bagaimana dia bisa menikmati kehidupan cintanya jika kau terus menempel padanya! Dasar egois! Apa kau tak punya kegiatan lain selain membuntutinya!"
"Baekhyun-ah, tolong berikan surat ini pada Chanyeol."
"Baekhyun-ah, Bisakah kau memberiku nomor telefon Chanyeol?".
Kata-kata itu terus berputar di kepala Baekhyun. Bukan sepenuhnya salah pemuda manis itu jika Chanyeol masih single sampai saat ini meskipun tidak sedikit gadis-gadis manis mengantri untuknya. Chanyeol telah mematenkan kepemilikan hatinya pada Baekhyun semenjak 13 tahun yang lalu. Baekhyun kecil sangat pemberani dan sangat pintar bergaul, berbanding terbalik dengan Chanyeol yang pendiam dan pemalu. Teman-temannya sering mengejek Chanyeol karena telinganya yang besar. Tapi tidak untuk Baekhyun, dia membela Chanyeol, karena dialah Chanyeol yang pemurung dan pendiam mampu menemukan kepercayaan dirinya dan bergaul bersama dengan yang lain. Baginya Baekhyun adalah sinar kehidupannya. Baginya Baekhyun adalah sumber kebahagiaannya. Apapun yang membuat Baekhyun bahagia, dia akan melakukannya, dan sebaliknya apapun yang membuat Baekhyun menderita dia tak segan-segan untuk melawannya.
"Baekhyun, kenapa kau tak pernah mengangkat telefonku? Kau bahkan mengacuhkanku seminggu ini. Berangkat sekolah tanpa menungguku, bahkan kau pulang tanpa memberitahuku. Apa aku berbuat salah padamu?" ujar Chanyeol frustasi menatap pemuda kecil didepannya. Terima kasih pada beberapa temannya yang mengetahui lokasi Baekhyun. Pasalnya, Baekhyun selalu menghindar dari Chanyeol. Tak sepucuk hidungpun dia temui di sekolah selama seminggu ini.
"Sebaiknya kita berhenti berteman Chanyeol-ah." Lirih pemuda manis itu sembari menunduk menyembunyikan ekspresi wajahnya.
Baekhyun terluka, meski kata itu meluncur dari mulutnya sendiri. Alisnya bertaut, air mata menggenang dimatanya. Bagaimana bisa dia mengucapkan hal seperti itu padanya. Entah sejak kapan benih-benih cinta itu tumbuh di hati Baekhyun. Sehingga dia tak menyadari bahwasanya cinta itu telah tumbuh terlalu besar di hatinya. Sejujurnya dia tak rela jika Chanyeol memiliki kekasih, apalagi seorang gadis manis yang selalu memuja-mujanya. Sejak kapan seorang Chanyeol mengubah orientasi seksual seorang Baekhyun, sehingga menjadi terombang ambing dan membuat dunia kecilnya jungkir balik. Baekhyun bertanya-tanya, apakah hanya dia saja yang merasakan perasaan ini? Apakah hanya dia yang mencintai Chanyeol seperti seorang kekasih? Chanyeol sangat popular dengan wanita. Lagipula dia selalu bercerita tentang beberapa idol favoritnya.
'Chanyeol itu normal, sedangkan aku berbeda,' Baekhyun tersenyum kecut seraya air mata itu menetes dipipi tirusnya.
Baekhyun hendak melangkah menjauh, tiba-tiba lengan kokoh itu menariknya."Katakan padaku- apa alasanmu," rahangnya mengeras,jemarinya mengerat di lengan kurus itu.
"Aku bosan denganmu Chanyeol." Gumamnya datar. Baekhyun total berdusta.
"Bohong! Aku mendengarnya! Gadis-gadis itu yang memojokkanmu kan! menyuruhmu menjauhiku!" ujar Chanyeol dengan nada tinggi. Sontak membuat nafas Baekhyun tercekat. Geming di tempat, genggaman di tangannya melemas. Lalu membalikkan tubuhnya menghadap kearah pemuda jangkung itu.
"Lalu kenapa jika aku Bohong! Aku melakukannya karena aku ingin! Karena aku ada disisimu kau mengabaikan gadis-gadis yang mengirimkan surat cinta padamu! Karena ada aku disisimu kau tak menikmati kehidupan cintamu! Karena ada aku disisimu kau-"
Chup
Benda kenyal itu mendarat tepat dibibir tipis Baekhyun. Membungkam cerocosan Baekhyun. Mata sipit itu membulat seketika. Lalu mendorong pemuda jangkung itu menjauh.
"Kau! Apa yang kau lakukan!"mata sipit itu memandang sosok didepannya tajam. Seakan menuli pemuda jangkung itu menarik lengan pucat itu, membuat si empu tersentak dan menempel pada tubuh besarnya. Dia tidak mengira, kalau tubuh Chanyeol benar-benar sangat besar dan hangat. Baekhyun berusaha memberontak, tapi sia-sia. Tenaga Chanyeol berkali lipat lebih kuat dari tubuh ringkihnya.
"Jangan-." Gumamnya. "Jangan pernah menjauhiku, jangan pernah meninggalkanku,dan jangan bosan padaku. Aku merasa kosong jika kau tak disisiku." Lirih Chanyeol sedikit terisak. Merengkuh erat tubuh yang lebih kecil darinya. Mendengar ungakapan itu, air mata Baekhyun meleleh. Lalu lengan kurus itu membalas rengkuhan Chanyeol.
"Aku menyukaimu Baekhyun-ah, jadilah pacarku, okey?" lengan kokoh itu menarik tubuh Baekhyun menjauh, menatap mata berkaca-kaca itu.
"Pikirkan kembali Chanyeol-ah, kau hanya bingung. Kau tak berusaha untuk berhubungan dengan gadis-gadis manis itu." lembut Baekhyun. "Aku berjanji, apapun pilihanmu, aku tidak akan meninggalkanmu." Lelaki bertelinga lebar itu menggelengkan kepalanya. "Aku hanya menginginkanmu Baekhyun, tidak yang lain."
.
Stay by My Side
A week ago before the H day
"Strawberry cake kesukaanmu." Tangan besar itu menyodorkan satu piring kecil dengan sepotong cake diatasnya.
"Terima kasih Chanyeol-ah." Meraih piring kecil itu, lalu tersenyum manis semanis cake yang dihadapannya.
"Aku punya sesuatu untukmu." Pemuda itu mengeluarkan kotak kecil berwarna biru tua dari saku mantelnya. Membuka kotak itu perlahan, dan nampak sepasang cincin silver didalamnya.
"I-ini? untukku?" tanya Baekhyun gugup.
"Tentu saja, aku mendapatkan gaji part-time ku di kedai cake ini, dan aku ingin memiliki suatu barang berpasangan yang sangat berarti bagi kita berdua." Pemuda itu tersenyum dan meraih jemari lentik sosok didepannya. Menyematkan satu cincin silver itu di jari tengahnya.
"Sangat pas dan indah di jari lentikmu Baekhyun-ah." Baekhyun tidak bisa menyembunyikan rona kemerahan itu, senyum mengembang di bibir tipisnya. Lalu jemari lentiknya meraih tangan besar Chanyeol, menyematkan cincin di jari tengahnya.
"Terima kasih Chanyeol-ah, ini sangat indah, dan aku akan menjaganya."
Tiba-tiba dering telefon Chanyeol berbunyi.
"Ya? Apa? Benarkah? Baiklah aku akan kesana." Chanyeol mematikan sambungan telefonnya, lalu tersenyum lebar.
"Baekhyun-ah, Kakakku melahirkan putra pertamanya dengan selamat!" serunya. "Sekarang aku menjadi seorang paman! Maukah kau menemaniku ke mall?" dibalas senyum dan anggukan oleh Baekhyun.
Tak dapat dipungkiri raut bahagia terukir dari wajah tampan Chanyeol. Baekhyun tak pernah melihat Chanyeol sangat riang dan bersemangat ketika jalan bersama di mall. Meskipun Chanyeol selalu menunjukkan sikap senang hati ketika mengantar Baekhyun ke mall hanya untuk berburu cake.
"Lihatlah ini sayang? Bukankah ini terlihat lucu?" ujar Chanyeol dengan raut muka ceria. Baekhyun hanya membalasnya dengan gumaman dan senyuman manis.
"Sepatu kecil ini sangat imut, aku yakin pasti cocok untuknya," lanjut Chanyeol. Baekhyun bisa melihat dengan jelas ekspresi Chanyeol yang bahagia. Raut muka Chanyeol mengingatkan Baekhyun pada raut muka seorang ayah yang sangat menantikan kelahiran anaknya. Chanyeol benar-benar akan menjadi seorang ayah yang sangat hangat dan menyayangi keluarganya, pikir Baekhyun.
Seorang anak berumur 5 tahunan tiba-tiba menabrak Chanyeol dari belakang. Membuatnya jatuh terpental. "Hey jagoan! Kau baik-baik saja?" membantu bocah tersebut berdiri, lalu tersenyum hangat, menyodorkan permen lolipop di sakunya. Lolipop yang sengaja dia simpan untuk Baekhyun. "Telimakacih angkwel." Ucap bocah itu lalu kembali berlari menuju ibunya.
Lagi, Baekhyun melihat sifat kebapakan Chanyeol. Chanyeol akan terlihat sempurna dengan keluarga kecilnya. Dia akan menjadi seorang kepala keluarga yang sempurna, menjadi seorang suami yang mencintai istrinya, menjadi seorang ayah yang menyayangi anaknya. Bayangan Chanyeol dengan keluarga kecil bahagianya membuat hati Baekhyun sesak. Chanyeol bisa memiliki kehidupan yang sempurna jika dia menghilang, jika tidak terikat dengan Baekhyun, jika Chanyeol menghabiskan waktunya tidak untuk Baekhyun. Baekhyun mulai menyalahkan dirinya sendiri. Merutuki perasaan cintanya yang terlarang.
'Aku, aku akan mencoba melepasmu Chanyeol, kau berhak mendapatkan kehidupan sempurnamu.' Batinnya.
Stay by My Side
"A-apa maksudmu Baekhyun-ah?" Chanyeol total blank. Menatap Baekhyun dari beberapa tangga dibawah Baekhyun.
"Aku bilang, aku ingin mengakhiri hubungan ini Chanyeol," ujar Baekhyun dengan nada lemah.
"Berikan alasan yang tepat!" Chanyeol bersikeras.
"Aku sudah tidak mencintaimu! Aku rasa perasaanku padamu hanya khilaf sesaatku!" seru Baekhyun. Chanyeol tertegun sesaat, dadanya terasa sakit. Baekhyun hendak melangkah pergi, lalu tanpa dia sadari, tangannya menampik tangan Chanyeol. Membuat Chanyeol kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke bawah. Kepalanya terantuk cukup keras. Membuatnya kehilangan kesadaran.
.
.
.
"Baekhyun-ah, Chanyeol pasti akan mengingatmu. Jangan khawatir." Ujar kakak Chanyeol ketika Baekhyun mengunjungi rumah sakit. Hatinya hancur, ketika menyadari kalau Chanyeol melupakannya. Terlebih lagi, Baekhyun berpikir kalau dirinyalah penyebab Chanyeol terluka. Namun, mungkin ini adalah pilihan terbaik. Dengan jalan ini, mungkin Chanyeol akan menemukan kehidupan sempurnanya.
Baekhyun tak pernah lagi menemui Chanyeol. Hanya beberapa kali saja dia mengunjungi kedai cake dimana Chanyeol bekerja. Sekedar untuk mengobati rasaa rindunya. Disekolahpun dia membatasi pertemuannya dengan Chanyeol, benar-benar seperti orang asing. Terkadang dalam kesendirianya Baekhyun termenung dan terisak, mengingat kenangan manisnya dengan Chanyeol.
"Strawberry cake, favoritemu kan?" suara yang familiar mengusak telinga Baekhyun. Menoleh ke sumber suara. Lalu tertegun melihat senyuman mempesona yang dirindukannya. Seketika air matanya meluncur, bertolak belakang dengan senyuman manisnya. Chanyeol tertegun menatap ekspresi Baekhyun. Ekspresi yang sangat familiar dan membuatnya bernostalgia. Jantungnya berdenyut. Ada perasaan aneh dalam dadanya yang membuatnya ingin mengetahui pemuda manis itu.
Hari berganti hari, Chanyeol selalu memperhatikan Baekhyun. Timbul rasa penasaran dan ingin lebih mendekat padanya. Namun, Baekhyun selalu saja menjaga jarak dengan Chanyeol. Hingga suatu hari itu datang. Ketika dia menemukan cincin silver di kalung Baekhyun, sedangkan Baekhyun sendiri memakai cincin yang sama. Kenangan-kenangan itu bagai film yang berputar dikepalanya. Dia menyadari kalau Baekhyun adalah kekasihnya.
"Kau jahat Baekhyun-ah, sengaja menjauhi, padahal kau masih menyimpan perasaanmu padaku, jangan pergi lagi. Stay by My Side cause you are my happiness." Chanyeol memeluk tubuh ringkih itu dari belakang mendekapnya erat. Baekhyun tersenyum, menitikkan air matanya terharu. Pada akhirnya hati tetap mengenal untuk siapa dia berlabuh.
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
