I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present

.

Unbelievable

By Logichanbaek

Lagu yang dipilih: Erase

Chanyeol x Baekhyun

.

Disclaimer:

Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!

Happy Reading!

.

.

Mata sabitnya mengerjap perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya. Tatapannya lurus menerawang kedepan. Bahkan dirinya bingung mengapa ia bisa berbaring disini, ditempat yang ia tak tahu dimana ini.

Baekhyun mengedarkan pandangannya, hanya ruangan yang sepenuhnya berwarna putih, nakas, ranjang yang ia tiduri, dan juga alat pendeteksi detak jantung yang tidak ia ketahui apa namanya.

Si brunet mengerjapkan matanya pelan, ah, ini di rumah sakit rupanya. Namun mengapa ia terbaring dengan berbagai selang yang menancap di tubuhnya? Dan juga alat yang membungkus di sekitar mulutnya untuk memberikan oksigen ini sungguh mengganggunya. Maka dari itu ia membukanya untuk mengais oksigen dari udara sekitar.

"Baekhyun, kau sudah sadar?" Tanya pria yang berdiri di sampingnya dengan antusias, Baekhyun tidak mengenalinya, wajahnya nampak kabur atau ini efek dirinya yang baru siuman?

"Emmhh, h-haus." Satu kata yang meluncur dari mulut si manis. Namun pria di sampingnya tak bergeming sama sekali, bahkan ia tak berminat untuk mengambilkan air yang berada di atas nakas, tidakkah kode yang tadi Baekhyun berikan cukup jelas? Kini mata Baekhyun dapat menangkap sosok manusia yang berdiri di samping ranjangnya, ia adalah Chanyeol; kekasihnya.

"H-haus, Chanyeollie." Baekhyun merenggut saat merasakan sedikit rasa perih dan juga pusing yang menghantam bagian keningnya. Chanyeol terkesiap, ia menatap air tersebut dan Baekhyun bergantian. "B-bisakah kau ambil air itu sendiri? Tanganku terasa kebas saat aku tertidur di sofa itu. Aku tidak bisa menggerakan tanganku." Ujar Chanyeol sambil menampikan wajah bersalahnya.

"Ahh, tidak apa-apa. Kau lelah ya menungguku siuman?" Perlahan Baekhyun bangkit dari tidurnya, tubuhnya serasa lemas. Sudah berapa jam ia pingsan? Ototnya mati rasa.

Baekhyun merenggangkan tangannya yang kaku, lalu diraihnya gelas tersebut dengan tangan gemetaran.

"Kau mau?" Tanya Baekhyun saat ia sudah meneguk airnya terlebih dahulu. Chanyeol menyunggingkan senyumnya kemudian menggeleng. "Apa yang kau rasakan?" Tanya Chanyeol kepada Baekhyun,

"Pusing, perih, dan rasanya aku ingin mati saja." Baekhyun mendesah pelan saat mendapati keningnya yang terbalut perban. "Jangan berkata seperti itu," Chanyeol mengelus pelan bibir pucat Baekhyun dan membubuhinya sebuah kecupan kecil, "berapa jam aku pingsan?" Baekhyun bertanya, namun Chanyeol hanya bergeming. Apakah saat ia pingsan Chanyeol berubah menjadi lelet seperti ini?

"Chanyeollie," panggil Baekhyun yang mana membuat Chanyeol terperanjat. "A-ah, kau bukan pingsan, Baekhyun. Kau koma selama seminggu." Chanyeol menatap iba kekasihnya dan mengelus pipinya perlahan. "Selama itukah?" Baekhyun menggenggam pergelangan tangan Chanyeol, "kau dingin, kau pasti tidur tanpa menggunakan selimut ya?" Tebak Baekhyun yang mana membuat Chanyeol terkekeh, terdengar hambar dan juga seperti sebuah kepalsuan.

"Ah iya, aku lupa." Chanyeol hanya tersenyum untuk menutupi kecanggungan yang ia alami. "Kemarilah, Chanyeollie. Aku ingin membelai wajahmu." Baekhyun berusaha meraih wajah Chanyeol yang mana membuat Chanyeol menurut dan menundukkan wajahnya.

"Kau pucat, kau sakit?" Tanya Baekhyun, namun dijawab dengan gelengan kecil Chanyeol.

"Kau juga sangat dingin," Baekhyun berujar kembali. Chanyeol hanya tersenyum tipis, "aku sempat memakan es krim tadi, karena itu suhu tubuhku dingin." Entah itu logika yang masuk akal atau tidak, tapi yang pasti Baekhyun percaya dan menyunggingkan senyumnya.

"Aku juga ingin es krim," pinta Baekhyun, namun Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya, "nanti kalau kau sudah sembuh."

"Ah ya, aku hampir lupa. Aku akan memanggilkan dokter sebentar, kau harus dicek kondisi kesehatannya." Chanyeol beranjak meninggalkan Baekhyun yang terdiam, namun ia kembali berbalik arah dan memeluk Baekhyun erat.

"Aku mencintaimu," Chanyeol berucap lirih, kemudian memberikan kecupan terakhir sebelum ia beranjak kembali. "Jaga dirimu selagi aku pergi, mengerti?" Chanyeol mengelus rambut Baekhyun yang terasa halus. Baekhyun menganggukan kepalanya perlahan, sambil menggumam 'aku mengerti'.

e)(o

Setelah diberi perawatan intensif oleh dokter, Baekhyun merasa sendirian. Chanyeol tak kunjung kembali, kakaknya -Sehun- entah dimana, dan juga ia tidak memiliki sanak keluarga yang sudi menjenguknya.

Baru saja Baekhyun ingin menangis, namun ia melihat knop pintu yang berputar dan seseorang dengan rambut cokelat madu seperti dirinya masuk ke ruangan.

"Syukurlah kau sudah sadar," orang itu adalah Sehun, kakak kandung Baekhyun. Sehun datang menghampiri Baekhyun dan memeluknya erat, tak lupa mengecup kening Baekhyun yang terbalut perban. Ia meletakkan nampannya di atas nakas dan menggenggam tangan adiknya erat.

"Maaf karena tadi aku ada rapat bersama kolega, ku pikir siumanmu masih lama. Aku sudah putus asa asal kau tahu, ku pikir sebentar lagi kau akan meninggal." Sehun meninju pelan bahu Baekhyun, "tega sekali kau sampai berpikir aku akan meninggal!" Baekhyun merenggut lucu, ia tahu bahwa kakaknya hanya bercanda. Yah walaupun candaannya terdengar sangat sadis memang,

"Tapi yang penting sekarang kau sudah sadar, lima hari lagi kau diperbolehkan pulang. Jalankan pemulihan dengan benar jika kau benar-benar ingin pulang secepatnya." Sehun menyodorkan sendok yang berisi bubur ke arah mulut Baekhyun, "aaaaa~" Sehun membuat suara yang mana menandakan Baekhyun untuk membuka mulutnya.

"Aaaam," Baekhyun menerimanya dengan senang hati, tentu saja ia merasa lapar karena persetan dengan komanya, ia tidak mendapat asupan lezat selama seminggu!

"Dimana Chanyeol? Apakah tadi kau bertemu dengannya?" Baekhyun bertanya setelah menelan makanan yang baru dikunyahnya. Sehun tidak menjawabnya, pria yang terkenal dengan muka datarnya ini hanya tetap melanjutkan menyuapi sang adik.

"Sehun hyung, jangan acuhkan aku ketika aku sedang bertanya!" Baekhyun mengguncangkan bahu Sehun pelan yang mana membuat kakaknya mendesah pelan.

"Diam dan makan saja," Sehun tetap bersikukuh untuk menyuapi Baekhyun, sementara Baekhyun mulai emosi dengan sifat kakaknya ini. "Hanya katakan dimana Chanyeol berada, hyung! Apakah itu sulit?!" Baekhyun meninggikan oktafnya, namun kakaknya tetap mengunci mulutnya dan menatap Baekhyun sinis, "makan dulu Baekhyun!" Gertaknya sambil menyodorkan sesendok bubur di hadapan Baekhyun.

"AKU TIDAK MAU!" Baekhyun menepis sendok tersebut hingga melayang dan terjatuh di lantai.

"BAEKHYUN!" Baru kali ini Sehun membentaknya, bahkan Baekhyun sempat shock dan meringis kecil.

"Aku hanya bertanya, tidak bisakah kau menjawabnya?" Ucapan Baekhyun melirih, ia hanya ingin tahu Chanyeollienya dimana. Karena ia sedikit banyak merindukan sosok pemuda itu.

"Tidak bisa,"

"Mengapa? Katakan hyung! Mengapa?!"

.

.

.

"KARENA DIA SUDAH MATI, BAEKHYUN!"

.

.

.

Baekhyun terperanjat, "a-apa?" Perkataan yang barusan seakan-akan merupakan puzzle di dalam otaknya, ia tidak mengerti, apa maksudnya?

"Ia mengalami kecelakaan mobil, bersamamu. Namun hanya kau yang selamat, Baekhyun." Sehun menatap Baekhyun dengan perasaan ibanya, ia juga sadar bahwa waktunya tidak pas untuk membicarakan ini, namun Baekhyun terlalu mendesaknya.

"B-bagaimana bisa, tadi dia ada bersamaku, hyung." Baekhyun terisak kencang, tidak mungkin! Ini semua tidak mungkin!

Seketika nafas Sehun tercekat, bagaimana mungkin Baekhyun melihat Chanyeol sementara Chanyeol sendiri sudah tewas tepat lokasi kecelakaannya?

Baekhyun menangis sejadi-jadinya. Ia merasa sedih, dan juga takut. Ia juga tidak mengerti mengapa hal ini terjadi dan menimpa dirinya. Jika Chanyeol sudah meninggal, lalu siapa yang tadi menjenguknya?

.

.

.

The End

Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^

Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!