I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present

.

Dream's Whisper

By Na_Bee

Lagu yang dipilih: Cherry Blossom Ending

Chanyeol x Baekhyun

.

Disclaimer:

Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!

Happy Reading!

.

.

Let the story begin !

*Chanyeol

Dilimpahi kemewahan, menjadi berlian ditengah pasir, dipandang dengan kekaguman dan menjadi impian. Aku tidak pernah menginginkan lahir seperti ini. Kesempurnaan hidup yang ku miliki justru kerap kali menyeretku ku pada kesepian. Harta dan ketenaran bukanlah sesuatu yang menyenangkan, ketika tak kau miliki satupun orang terkasih. Bahkan ditengah keramaian hatimu hanya akan merasakan sepi yang menggema.

.

.

Seperti hari biasa. Aku terbangun di ruang mewah yang sayangnya terasa begitu dingin bagiku. Setinggi apapun aku menyalakan penghangat, Kesepian yang mengelilingi hatiku belum pernah mencair.

Aku berjalan menuruni tangga setelah selesai membersihkan diri. Ku lihat Kim ahjuma menyambutku dengan senyum hangatnya. Ya.. sudah 3 tahun ini aku hanya disambut oleh wanita paruh baya ini setiap paginya. Orang tua ku memilih menyerah pada pernikahan mereka dan pergi ke luar negeri.

"Apakah tuan ingin sarapan sekarang? Saya akan segera siapkan " Tawarnya dengan lembut. Dia benar benar sosok yang sangat keibuan.

"Tidak. Aku akan keluar sebentar" Jawabku seadanya. Semua rasa kesepian itu mengubahku menjadi sosok dingin seperti ini. Aku tidak menginginkannya. Tapi apa boleh buat, belum kutemukan juga alasan yang membuatku menjadi hangat.

.

.

Aku terus berjalan mengikuti langkah kakiku. Udara pagi yang sejuk menjadi pilihanku untuk sedikit membiarkan pikiranku tenang. Tepat disebuah taman luas yang dipenuhi pohon maple, aku berhenti. Disinilah aku selalu datang diakhir pekan. Duduk diam salah satu bangku tua di bawah sakura yang bermekaran. Ya.. ini adalah satu satunya pohon sakura di tengah bertebarannya pohon maple di taman ini. Di sini lah aku selalu melukis harapan ku sejak kecil, menciptakan imajinasiku sendiri. Meski semuanya hanya akan berhenti di anganku. Karena dunia ini tidak ingin sedikitpun mengabulkannya. Hingga akupun berhenti berharap sejak aku menginjak usia 17 tahun. Hari ini entah mengapa aku ingin menciptakan suatu harapan lagi. Kenapa? Karena ini adalah hari ulang tahun ku. Orang bilang, saat dimana usia kita berkurang adalah saat yang paling tepat untuk berharap. Tanpa adanya lilin dan kue aku menutup mataku dan mulai membayangkan hal terindah yang mungkin bisa datang.

Bruk~

Suara benda jatuh diiringi dengan ringisan kecil mengusik imajinasiku. Ku buka mataku dan yang kudapati adalah seorang namja mungil tengah meringis memegangi lututnya yang berdarah. Ntah apa yang merasukiku hingga tanpa sadar kaki ku berjalan kearahnya. Tepat berada di hadapannya aku berjongkok.

"Ayo ikut aku. Kita obati lukamu" Ucapku. Sungguh, ada apa dengan mulutku? Apa yang baru saja ku ucapkan. Aku merutukinya dalam hati.

Namja mungil itu mendongakkan wajahnya untuk menatapku.

Deg~

*Author Pov

Chanyeol tertegun ketika mata berair itu menatapnya. Bagaimana tidak? Mata yang bening dan begitu indah kini tengah berada tepat dihadapannya. Namja mungil itu mengerjap beberapa kali karena chanyeol hanya diam memandanginya.

"T..Tuan ~ " Nada bergetar kentara pada kata yang dilontarkannya barusan.

Tersadar dari lamunannya, chanyeol segera membantu namja mungil tersebut berdiri. Dan membawanya duduk di bangku tempatnya tadi.

"Tunggu disini. Aku akan membeli obat untuk lukamu. " Chanyeol berucap. Namja mungil itu hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya.

Selang beberapa menit chanyeol kembali dengan beberapa perlengkapan obat ditangannya. Ia duduk dan memangku kaki namja mungil itu. Diseka nya perlahan luka tersebut kemudian memberikannya obat merah dan menempelkan plester. Namja mungil itu hanya diam sambil memperhatikan orang asing yang tengah mengobati kakinya.

"Sudah selesai" Suara chanyeol menyadarkannya dari lamunan.

"T..Terimaksih tuan" Cicitnya.

Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya. "Siapa namamu? Aku belum pernah melihatmu disekitar sini." Tanyanya kemudian.

"Baekhyun. Aku.. itu ….um baru saja pindah kesini" namja mungil itu menjawab dengan agak ragu. "Kalau tuan siapa?" Tambahnya sambil mendongak menatap chanyeol.

"Chanyeol" Jawab chanyeol singkat. "Kau sudah sarapan? Mau sarapan di kafe seberang bersamaku?" Chanyeol benar-benar tidak mengerti, tapi sesuatu dari Baekhyun seakan membuatnya betah mengulur waktu agar dapat bersama namja mungil itu.

Diluar dugaan,Baekhyun yang semula bersikap malu malu berteriak 'ya' dengan semangat dan mata berbinar. Chanyeol hanya terkekeh kemudian berdiri. Baru beberapa langkah dia berhenti karena merasa tidak diikuti oleh Baekhyun. Dia menoleh dan benar saja Baekhyun masih duduk dengan wajah yang ditekuk dan bibirnya maju beberapa centi.

"Wae..?" Tanya chanyeol.

"Chanyeollie.. kaki ku masih sakit. Aku harus bagaimana.? Chanyeollie kan yang mengajakku.. Chanyeollie harus bisa menemukan solusinya" Terbengong. Itulah reaksi chanyeol. Dia tidak menyangka Baekhyun akan bisa secerewet ini mengingat bagaimana diam nya dia saat chanyeol membantunya tadi. Apalagi panggilan yang baru saja Baekhyun sematkan untuknya. Chanyeollie?

"Baiklah" Chanyeol segera berjongkok dihadapan Baekhyun yang memandangnya dengan tatapan bingung. "Naiklah. Aku akan menggendongmu" Tambahnya.

Dengan senyum mengembang Baekhyun segera naik kepunggung Chanyeol. Sepanjang perjalanan Chanyeol hanya memikirkan bagaimana bisa dia bertindak seperti ini. Sungguh, biasanya dia akan bersusah payah melakukan penyamaran hanya agar dirinya bebas berjalan diluar rumah. Tapi kali ini bahkan dia bisa menciptakan scandal besar jika paparazzi melihatnya.

"Chanyeollie… Kau benar benar baik. Seperti di mimpiku." Ucapan Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol. "Kau memimpikan aku? Bagaimana?" Balas Chanyeol. "Tidak tau. Pokoknya Chanyeollie datang ke mimpiku tau.. hihi.. lalu kita menikah. Begitu akhir mimpiku" Jelas Baekhyun sambil terkikik menyembunyikan wajahnya diceruk leher chanyeol.

Chanyeol hanya mampu tersenyum mendengar ucapan Baekhyun. Ntah mengapa sesuatu pada diri Baekhyun bisa membuatnya sedamai ini. Padahal dia baru saja mengenal bocah cerewet ini.

Sesampainya di toko Chanyeol segera menurunkan Baekhyun dan memanggil pelayan untuk memesan. Seorang pelayan mendekat sambil membawa buku menu. "Kau ingin makan apa Baekhyun? " Tanya chanyeol. "Es Krim dan Daging" Jawabnya bersemangat. "Baiklah. Pesan Es krim stroberry ukuran jumbo, rasa pisang ukuran sedang dan 2 porsi Bulgogi" Pelayan tersebut hanya mencatatnya dan pergi. Chanyeol cukup terkejut dengan hal itu. Bukan, bukannya dia mengenal pelayan itu. Hanya saja, biasanya orang orang akan histeris melihatnya. Tapi yang di dapati nya tadi pelayan itu hanya diam tanpa bereaksi. Ketika chanyeol melihat sekeliling, orang orang juga hanya memakan makanannya dengan tenang. Sungguh tidak biasa, batin chanyeol.

Setelah makanan datang, Baekhyun segera melahap es krim nya dengan senyuman mengembang. Menampilkan eyes smile nya yang begitu memikat. Chanyeol hanya tersenyum memperhatikannya. Entah sudah berapa kali dia tersenyum hari ini. Karena namja mungil di hadapannya.

"Apa ini kali pertama kau makan es krim? Pelan pelan Baekhyun. " Tegur Chanyeol sambil menyeka noda disudut bibir Baekhyun hingga hidungnya. "Iya.. ini pertama kali aku makan es krim setelah sekian lama. Hihi.. ini enak Chanyeollie" Jawabnya sambil terus memasukkan es krim ke mulutnya..

.

.

Setelah sesesai dengan bulgogi dan es krim jumbonya Baekhyun memintanya ketaman bermain. Dan diluar dugaan, chanyeol mengangguk dan menyetujuinya. Tidak buruk pikirnya menuruti namja mungil yang bisa membuat nya tersenyum itu. Lagipula chanyeol sudah lama tidak bersenang senang.

Mereka memilih taman bermain di dekat taman tempat mereka bertemu tadi. Baekhyun benar benar menunjukkan sisi cerianya disana. Dia berlari kesana kemari tanpa lelah. Chanyeol hanya tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Baekhyun.

"Chanyeollie… Aku mau bunga itu" Ucap baekhyun tiba tiba sambil menunjuk bunga sakura yang terlihat berwarna putih ditengah bunga yang sebenarnya hampir keseluruhan berwarna merah muda.

"Kau ingin bunga? Kau kan namja Baekhyun." Jawab chanyeol.

"Chanyeollie tidak mau mengambilnya untukku? Yasudah aku ambil sendiri " Tukas Baekhyun sambil mencebikkan bibirnya. Dia kemudian berjinjit setinggi mungkin agar bisa meraih bunga yang di inginkannya. Melihat itu, Chanyeol hanya tertawa. Lalu berjalan mendekati Baekhyun.

"Dasar pendek" Cibirnya sambil memegang pinggang Baekhyun lalu mengangkatnya. Baekhyun tampak terkejut. wajahnya memerah sempurna. Tangannya segera meraih bunga yang di inginkannya. Jantungnya berdebar dengan tidak normal.

Sebenarnya chanyeol pun merasakan hal yang sama. Dia sungguh merutuki kebodohannya, seenaknya memegang pinggang Baekhyun.

"Sudah kan? Mau kau apakan bunga itu?" Tanya chanyeol setelah menurunkan Baekhyun. Mencairkan kecanggungan yang tiba tiba muncul.

"K..Kau akan tau nanti" Jawab Baekhyun sambil berlari untuk meneruskan aktivitas bermainnya.

.

.

Hari sudah tampak bergulir. Sang surya sudah mulai kembali ke peraduannya. Sementara Baekhyun sudah mulai kelelahan dan menyusul chanyeol duduk disalah satu ayunan.

"Kau lelah? Aku akan mengantarmu pulang Baekhyun." Ucap chanyeol sambil berdiri bersiap mengantar Baekhyun pulang.

Chanyeol menoleh ketika dirasakannya tangan mungil sedang menggenggam tangannya. Baekhyun mendongak menatap chanyeol.

"Chanyeol. Aku ingin ke suatu tempat. Aku mohon, kau harus mengabulkannya" Cicitnya. Matanya tampak memohon. Chanyeol hanya menghela nafas. Ntah, dia tidak bisa menolak namja manis dihadapannya ini.

"Baiklah. Ayo" Jawab chanyeol sambil berjongkok untuk segara menggendong Baekhyun.

.

.

"Baekhyun… Jangan bercanda. Ini sudah hampir malam. Tidak mungkin kita masuk kesana" Ucap chanyeol ketika Baekhyun memintanya memasuki hutan diseberang sungai yang menghubungkannya dengan taman maple tadi.

"Chanyeollie.. besok mungkin aku tidak bisa bertemu lagi dengan mu. Aku mohon." Baekhyun tampak mulai berkaca kaca. Chanyeol sungguh tidak ingin airmata keluar dari mata indah itu. Meski dia ragu akhirnya dia menuruti baekhyun , membawa langkahnya memasuki hutan. Setelah cukup jauh..

"Sebelah sana..!" Baekhyun tiba tiba memekik senang sambil menunjuk sebuah cahaya di tengah rimbunnya pepohonan. Chanyeol berajalan mendekat dan memasukinya. Langkah nya terhenti ketika matanya disambut oleh hamparan rumput hijau dengan pohon sakura di beberapa bagian.

"Chanyeollie. Kau suka..? Ayo.." Baekhyun melompat turun dan menarik Chanyeol menuju pohon sakura di tengah hamparan rumput tersebut.

Baekhyun mereahkan dirinya di rerumputan dan diikuti Chanyeol. Mereka memandang langit yang tampak lebih biru dari biasanya. Hanya beberapa goresan awan cirrus yang menghiasi. Menambah kesan damai disana.

"Chanyeollie…" Tiba tiba Baekhyun bersuara.

"Hm.." Chanyeol menoleh dan terkejut dan segera mendudukkan dirinya ketika mendapati wajah Baekhyun terlihat lebih pucat. Apakah luka nya bertambah parah? Pikirnya.

"Baekhyun kau taka apa? Wajahmu pucat." Chanyeol bertanya sambil meletakkan punggung tangan nya di dahi Baekhyun.

Baekhyun tersenyum kemudian mengikuti chanyeol duduk. Mengambil tangan chanyeol dan menggenggam nya dengan erat.

"Chanyeollie.. hiduplah dengan baik. Kau harus melihat dunia itu begitu indah. Jangan bersembunyi dibalik kesepian." Chanyeol bisa melihat mata indah itu menatapnya dengan kesungguhan.

"Mungkin kau tidak mempercayai ini. Tapi aku hanya ilusi Chanyeollie.." Tambahnya kemudian dengan lirih dibarengi dengan airmatanya yang mulai tumpah.

"Jangan bercanda Baekhyun.." Chanyeol berucap dengan dingin.

Baekhyun kemudian bertumpu pada lututnya untuk mensejajarkan wajahnya dengan chanyeol. Perlahan Baekhyun menutup matanya dan mengecup bibir chanyeol. Setelah beberapa detik ia membuka matanya dan menemukan chanyeol yang menatapnya dengan intens. "Aku sangat mencintaimu. Tapi aku berbeda chanyeo. Aku…" Ucapan Baekhyun terpotong ketika chanyeol menarik dan menciumnya dengan lembut. Awalnya namja manis itu terkejut, namun akhirnya dia memilih menutup matanya dan membalas ciuman chanyeol. Tangannya melingkar sempurna dileher chanyeol. Chanyeol sendiri tengah melumat dengan lembut bibir atas dan bawah baekhyun bergantian. Entah bagaimana air matanya mengalir bercampur dengan airmata baekhyun membasahi pipinya. Setelah cukup lama chanyeol melepaskan pagutannya.

"Datanglah padaku di kehidupan berikutnya. Kita akan menikah dan bahagia seperti dalam mimpimu. Dan…Mimpiku " Dengan kening yang masih menempel chanyeol mengucapkannya dengan begitu lirih.

Setelahnya chanyeol menyeka airmata baekhyun. Mengembalikan senyum namja manis itu. Dia terkekeh ketika baekhyun mengangguk. Namja mungil itu kemudian mengeluarkan bunga sakura yang didapatkannya tadi dari saku blazer nya. "Ini untukmu. Aku tau kau berharap memiliki mimpi indah saat melihat sakura. Dan hari ini kau dapatkan meski hanya sebentar. Ini akan mengingatkanmu padaku" Begitu kata Baekhyun sambil menyodorkan nya pada chanyeol. Chanyeol menerimanya sambil tersenyum kecut. Dia kemudian menatap Baekhyun yang sedetik kemudian menerjangnya dengan pelukan hangat.

"Aku mencintaimu Chanyeollie" Lirihnya. Chanyeol menutup matanya sambil mengelus punggung namja mungilnya yang sedang terisak. "Aku mencintaimu Baekhyun" Gumamnya kemudian.

"Tetaplah bahagia dan jadilah pria yang hangat chanyeol.." bersamaan dengan itu. Chanyeol merasa kepalanya begitu pening dan semuanya menjadi gelap.

.

.

Saat pertama kali membuka matanya yang chanyeol dapatkan adalah ayah dan ibunya yang menatapnya dengan khawatir. Mereka kemudian menceritakan bahwa chanyeol mengalami kecelakaan, seseorang menabraknya hingga dia koma selama 5 hari.

"Maafkan kami chanyeol. Kami akan kembali untukmu nak. Kita akan menjadi keluarga utuh yang bahagia seperti impianmu. " Ucap sambil mencium kening putranya. Sedangkan hanya mengangguk setuju.

Chanyeol hanya tersenyum menanggapinya. Sebenarnya chanyeol ingin menolak, tapi dia teringat dengan Baekhyunnya yang menginginkannya berubah. Jadi mungkin inilah jalannya. Dia kemudian melirik ke nakas samping ranjangnya. Setangkai sakura putih menghias disana.

"Darimana bunga itu?" Chanyeol tidak dapat menahan penasarannya.

"Ah itu. Seorang namja mungil kemarin datang kesini. Dia bilang dia ingin berteman denganmu Chanyeol dan itu sebagai tanda perkenalan darinya." Jawab .

Terkejut, itulah reaksi pertama chanyeol. Apakah dia masih bermimpi?

"Siapa namanya ?" Chanyeol kembali bertanya.

"Kalau tidak salah namanya.. Baekhyun.." menjawab sambil tersenyum manis. Chanyeol terdiam. Dia berpikir jika mungkin kepalanya terbentur dengan keras dan dia belum sadar.

Sementara tanpa disadari nya seorang namja manis tengah mengintipnya dari jendela kamarnya sambil tersenyum…

.

.

.

The End

Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^

Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!