I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
BOGOSIPO
By KimFent
Lagu yang dipilih: Erase
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
Dua tahun berlalu tanpa terasa. Waktu yang cukup lama, namun bagaikan air mengalir dengan cepat bagiku. Kepergiannya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, mengharuskanku menahan rindu yang cukup besar.
Hubungan yang kami jalin ini telah memasuki tahun ketiga. Hari ini adalah hari anniversary kami, dan hari ini ia juga telah berjanji akan kembali ke Korea. Aku sangat bahagia sekarang ini. Saking semangatnya, aku sampai tidak bisa tidur sejak semalam.
Pukul lima pagi aku telah merapikan diriku. Sweater hadiah pemberiannya dengan dipadu jeans hitam pun menjadi kostumku hari ini. Tidak lupa dengan cincin pemberiannya yang tak pernah lepas dari jari manisku ini. Aku terus memandangi pantulan tubuhku pada sebuah cermin besar di kamar apartemen kami. Takut jika ada yang kurang dariku saat menemuinya nanti.
Setelah kurasa cukup, aku menyambar ponselku yang tergeletak manis dikasur. Alarm pengingat kalau aku harus berangkat ke bandara masih belum berbunyi. Kedatangannya di bandara memang masih cukup lama. Aku memutuskan untuk mengisi perut yang sudah berkoar minta diisi sejak tadi. Tak lupa dengan membawa beberapa pil obat yang selaluku konsumsi selama satu tahun terakhir.
.
Waktu telah menunjukan pukul delapan pagi. Dalam waktu satu jam lagi ia akan sampai. Aku segera berangkat ke bandara mengunakan mobil miliknya yang sengaja ia tinggal agar memudahkanku untuk berpergian.
Di tengah jalan aku melihat sebuah toko bunga. Aku memutuskan untuk mampir sebentar untuk membeli sebuket bunga sebagai ucapan selamat datang dan juga merayakan hari anniversary kami.
Setelah mendapatkan bunga terbaik yang ada disana aku kembali melanjutkan perjalanan ku menuju bandara.
Dalam beberapa menit aku telah sampai di tempat tujuan. Kini aku telah berdiri ditengah keramaian setelah memarkirkan mobil yang ku kendarai di basement. Selama aku berdiri, banyak gadis dan beberapa pria yang memperhatikanku. Namun aku sama sekali tidak mempedulikannya. Yang terpenting saat ini adalah aku bisa bertemu dengan kekasih tercintaku.
"Baekhyun!" seseorang menyerukan namaku dari kejauhan. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena penglihatanku yang sedikit bermasalah.
Sosok itu semakin mendekat. Ternyata ia adalah Kim Jongin atau biasa ku panggil Kai. Pria humoris dengan kulit eksotis ini juga belajar di tempat yang sama dengan kekasihku. "Kai, dimana Chanyeol? Apa dia tidak satu pesawat denganmu?" tanyaku saat tak mendapati sosok yang ku tunggu sedari tadi.
"eum ia hanya mengatakan padaku kalau dia tidak bisa pulang hari ini."
"waeyeo?"
"ah, sebaiknya kita pergi makan saja. Aku lapar sekali, kajja Baek!" bukannya menjawab pertanyaanku, Kai malah mengalihkan pembicaraan.
Mau tak mau aku harus menyimpan pertanyaan ini untuk nanti. Akupun tak tega harus menanyakan semuanya pada Kai, ia pasti sedang kelelahan sekarang. Lebih baik aku mengikuti dan menemani Kai makan saja.
Chanyeol, kenapa kau berbohong?
...
Hari telah berganti sejak kabar kepulangan Chanyeol yang tertunda. Sejak hari itu aku memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan kampus dulu agar aku dapat menyambut kepulangannya nanti.
Hingga kini pun aku masih menunggu. Memandang langit malam yang indah. Matahari sudah tidak menampakkan dirinya lagi, digantikan oleh bintang yang bertaburan indah dan bulan yang bersinar terang.
Detik menit hingga jam pun telah berganti. Namun sampai sekarang masih belum ada kabar dari kekasihku -Chanyeol- tentang kepulangannya yang tertunda itu Setidaknya berilah permintaan maaf atau apalah, bahkan hari penting bagi kami pun sepertinya ia lupa.
Pikiran negatif terus saja menghampiriku sejak tadi. Pasalnya, semakin hari aku merasa hubungn kami ini mulai merenggang. Semua pesan dan panggilan teleponku jarang ia tanggapi akhir-akhir ini, bahkan pesan yang ku kirim untuknya kemarin tidak ia baca hingga saat ini. Aku takut kalau ia tidak mencintaiku lagi.
Aku berusaha menepis jauh-jauh pikiran seperti itu. Namun mereka terus muncul tanpa sebab.
TING TONG...
Pasti Chanyeol. Gumamku dalam hati berusaha berfikir positif.
Dengan semangat aku membuka pintu, dan ternyata benar yang datang adalah sosok yang selama ini ku tunggu.
Dengan otomatis aku memeluknya erat. Menenggelamkan wajahku di dadanya seperti biasa yang ku lakukan entah mengapa pelukan kami kali ini terasa berbeda. Apa mungkin karena kami terlalu lama berpisah, hingga aku lupa bagaimana hangatnya berada di dalam pelukan seorang Park Chanyeol.
Kami sudah berada dalam posisi ini, namun aku tidak dapat merasakan tangan besar Chanyeol membalas pelukanku dan juga kepalanya yang menyandar di atas rambutku seperti biasa.
Merasa aneh dengan keadaan ini, aku memutuskan untuk melepas pelukanku pada Chanyeol. Dan benar saja, saat ku pandang raut wajahnya ia tampak berbeda. Wajahnya memang Chanyeol, tapi tatapannya menunjukan kalau ia bukanlah Chanyeol-ku.
Ada apa dengan Chanyeol? Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.
"ah, Chan. Sebaiknya kita masuk, aku yakin kau lelah. Aku akan menyiapkan teh hangat dan air panas untukmu." Aku mencoba mencairkan suasana.
Tanpa membalas perkataanku Chanyeol langsung berjalan melewatiku. Entah mengapa aku merasa kalau pikiranku tadi menjadi kenyataan. Bahwa Chanyeol tidak mencintaiku lagi.
...
Meja makan kami telah dipenuhi oleh beberapa jenis makanan kesukaan Chanyeol. Kebetulan aku memang telah menyiapkan semua bahannya tadi pagi, jadi aku tidak terlalu repot jika harus memasak semua ini sendirian. Semua ini ku siapkan dengan penuh cinta dengan harap agar aku dapat melupakan apa yang terjadi tadi dan menganggap kalau Chanyeol hanya kelelahan.
Pintu kamar kami terbuka, menampakkan sosok tampan dengan balutan bathrobe putih ditambah rambut basah yang membuatnya semakin tampan.
"Chanyeol." Panggilku.
Tanpa menjawab, ia menoleh ke arahku dengan ekspresi yang sama seperti tadi. Tatapannya sungguh membuat ku takut. "m-mari makan! S-semuanya makan-an kesukaanmu." Ajakku dengan suara tergagap.
Jujur saja, aku tidak pernah mendapatkan tatapan seperti itu selama kami bersama. Ini adalah pertama kalinya ia menatapku seperti itu. Aku tak tahu kesalahan apa yang telah ku perbuat hingga ia bisa semarah itu padaku.
Tanpa bicara apapun ia langsung menduduki sebuah kursi yang cukup jauh dariku. Aku sendiri mencoba untuk memperlakukan dirinya seperti biasa, namun aku kembali ditolak. Tanganku ditahan olehnya saat aku ingin menyendok nasi ke dalam piringnya.
Untuk kali ini aku tak bisa diam lagi. "ada apa denganmu, Chanyeol?!"
Kami pun saling melempar tatapan tajam. "maksudmu?" akhirnya Chanyeol membuka suara.
"tak usah berpura-pura tidak mengerti, Chan. Sejak pertama kali kau datang, aku merasa kau itu bukan Chanyeol yang ku kenal. Pertama, kau tidak membalas pelukanku seperti biasa, kemudian kau mendiamiku. Lalu saat aku mencoba sabar untuk menghadapi dirimu yang seperti ini, kau malah menahanku. Apa maumu sebenarnya, hah?!" kemarahanku meletus begitu saja.
"kau tanya apa mauku? Iya?!" Chanyeol berdiri dengan kesal. "aku mau kau diam. Jangan ganggu aku! Aku lelah, jangan membuatku semakin jenuh padamu."
Hatiku bagai tertusuk puluhan jarum mendengar ucapannya itu. Apa maksud dari kata-katanya itu?
"k-kau-" Penglihatanku mengabur tiba-tiba. Air mataku telah menumpuk di dalam kelopak mataku. "kau jenuh? Iya? Baiklah, kita sudahi hubungan ini."
"sudahi? Menurutmu semudah itu kau mengahiri hubungan ini?!" Kemarahan Chanyeol semakin besar sekarang.
Air mataku tak dapat terbendung lagi. Tetes demi tetes mengalir deras di pipiku. "lalu aku harus apa?! Menunggumu?! Bersabar lagi?! Hiks- Sudah cukup kau memintaku menunggumu, lalu kau bersikap seakan aku adalah orang lain. Hiks- Aku juga lelah, Chan. Hiks- Aku yakin kau lupa bukan kalau kemarin hari anniversary kita yang ke 3 tahun? Kau pasti lupa."
Chanyeol terdiam setelah mendengar keluhanku. Tatapannya pun tidak lagi setajam tadi. "Baek, m-mian. Aku terbawa emosi."
Entah mengapa kepalaku menjadi sangat sakit. Kata-katanya barusan tak dapat ku dengar dengan baik. Kedua kakiku lemas, tak kuat menopang berat badanku lagi. Penglihatanku ikut menghitam. Semuanya menjadi gelap.
"BAEK."
...
[Author]
"apa yang kau lakukan? Ini tidak sesuai dengan rencana yang kau buat sendiri."
"mianhe. Aku tak tahu kalau akan jadi seperti ini."
Mata Baekhyun terbuka saat mendengar kebisingan yang terjadi entah dimana. Cahaya yang masuk ke dalam retinanya sangat menyilaukan. Tembok putih adalah hal pertama yang dilihatnya. Aroma obat-obatan mulai menusuk indra penciumannya.
'rumah sakit lagi.' Batinnya lelah.
Anemia yang diderita Baekhyun memang sering kambuh beberapa bulan belakangan ini. Ia sering di temukan rekan kerjanya dalam keadaan pingsan dengan wajah sangat pucat. Sejak saat itu Baekhyun menjadi langganan rumah sakit.
Cklek,,,
Pintu kamar Baekhyun mulai terbuka. Menampakkan sosok pria tinggi yang terlibat dalam pertengkaran hebat dengannya tadi. Baekhyun langsung memalingkan wajahnya ke arah lain saat kedatangan sosok itu.
"Baek." panggil Chanyeol dengan lembut.
Namun tak ada jawaban apapun dari Baekhyun.
"Baekhyun, maafkan aku. Aku tau aku salah, tapi aku memiliki alasan berbuat seperti itu padamu." Chanyeol terus mengajak Baekhyun bicara, dengan harapan kalau Baekhyun akan menjawab perkataannya itu. Tapi Baekhyun sendiri tetap pada pendiriannya untuk tidak bicara pada Chanyeol lagi.
Beberapa menit berlalu, namun keadaan mereka masih canggung. Baekhyun yang tak mau bicara dan Chanyeol yang merasa bersalah dengan kejadian tadi.
"Byun Baekhyun. Tatap mataku, dan dengarkan aku!" Chanyeol mulai geram lalu memaksa wajah Baekhyun agar berhadapan dengan wajahnya.
"Apa?!" bentak Baekhyun.
"Aku minta maaf, Baek. Aku melakukan ini karena aku ingin memberikan sebuah kejutan untukmu. Tapi tanpa sadar aku melewati batas dari apa yang ku rencanakan. Dan untuk itu aku minta maaf." Jelas Chanyeol
"Kejutan kau bilang?! Kau tau? Hatiku sakit saat kau bilang jenuh denganku. Hiks-" Tangisan Baekhyun pun kembali pecah.
Sedetik kemudian Chanyeol memeluk Baekhyun yang sedang dalam keadaan berbaring. Tubuh tingginya membungkuk dalam agar dapat menyamakan tingginya dengan Baekhyun.
"Mianhae, mianhae, mianhae-"
"Cukup. Aku akan memaafkanmu, asal kau berjanji untuk menjaga bicaramu." potong Baekhyun saat Chanyeol meramalkan kata maaf didekat telinga nya.
Chanyeol langsung berdiri tegak setelah mendengarnya. "Aku janji akan menjaga kata-kata ku lagi. Terima kasih Baek."
"Lalu-" Baekhyun mencoba bangkit dari posisinya. Sadar kalau kekasih mungilnya ini ingin duduk, Chanyeol langsung membantunya. "-mana kejutannya?"
Chanyeol memasang mode berfikir. "Eum, ku beri tau tidak yaa?~" ujarnya meledek.
"Aaa~ Chanyeolie beri tau Baekkie apa kejutannya." Baekhyun membalasnya dengan memasang wajah imut andalannya.
"Baiklah ku beri tau, tapi tutup dulu kedua matamu!"
Baekhyun mengangguk semangat, lalu mengikuti permintaan Chanyeol.
Setelah dirasa Baekhyun telah menutup matanya rapat, Chanyeol mengeluarkan sesuatu di dalam saku celananya. Sebuah kotak kecil berwarna merah diambilnya dari sana. Lalu benda itu didekatkan pada wajah Baekhyun.
"Buka matamu!"
Perlahan Baekhyun membuka matanya. Sebuah cincin silver indah dengan 3 permata kecil di tengah cincin, adalah hal pertama yang dilihat Baekhyun. Kemudian ia menatap Chanyeol dengan wajah berbinar.
"Mungkin ini sangat tidak elit, karena aku harus melakukannya disini. Would you be mine? Be my husb- oh no- my wife and life with me together and forever."
Entah mengapa kata-kata itu membuat air mata Baekhyun kembali jatuh. Bukan air mata kesedihan, tapi kebahagiaan.
Tanpa berfikir panjang, Baekhyun langsung mengangguk semangat sekaligus menangis haru.
"Terima kasih, Baekhyun. Aku berjanji akan menjagamu lebih dari aku menjaga diriku sendiri."
Kemudian keduanya saling berpelukan. Saling menyalurkan rasa bahagia masing-masing. Melupakan pertengkaran mereka tadi. Saling berjanji akan menjaga satu sama lain. Dan hidup bahagia selamanya.
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
