I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present

.

Last Page

By Ayyu614_EXO

Lagu yang dipilih: Please Say Something Even Its A Lie

Chanyeol x Baekhyun

.

Disclaimer:

Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!

Happy Reading!

.

.

Sebuah Hoodie ber-merk Prive itu terlipat rapi di atas pasir pantai Gyeongpo. Di sebelahnya terdapat sebuah buku, lebih tepatnya seperti buku catatan. Sampul buku itu terlihat usang, warna baby blue nya pun terlihat memudar di sebagian sisinya.

Di dekatnya, terlihat seorang pemuda memandang laut biru yang luas dengan tenang. Sudah sekitar hampir 2 jam dia duduk disana, tanpa melakukan apapun.

Suasana pantai saat itu sedang sepi, hanya ada satu dua orang yang berlalu lalang di sekitarnya, wajar saja karena saat ini bukan akhir pekan dan hari sedang tidak bersahabat. Awan mendung terlihat berlomba-lomba menuju arah pantai, seolah-olah ada sesuatu yang menarik mereka kesana.

Angin bertiup kencang, membuka lembar demi lembar catatan itu, seakan-akan mereka ingin tahu apa isi di dalamnya tanpa perlu meminta izin pemiliknya.

Di halaman pertama terlihat tulisan dengan ikon hati, mungkin terlihat kekanakan tapi memang seperti itulah yang terlihat. Ada dua inisial nama disana.

BBH PCY

25.06.2016

Aku masih tidak mengerti cinta.

Jadi aku tidak bisa mendekatimu.

Tapi mengapa hati bodohku ini terus saja berdebar?

Aku dihantui oleh kamu lagi dan lagi.

Aku hanya tidak bisa pergi.

Harapan cinta ini begitu, begitu menyakitkan hatiku.

Siang hingga malam hari,

diriku terus berpikir untuk menjadi begitu menyedihkan dan konyol.

Apa yang harus ku lakukan?

Hati ini mengikuti cintamu.

Apa yang harus ku lakukan?

Hari ketika sakitku menghilang, akankah hari itu datang?

Kau tahu? Malam ini cahaya bulan begitu indah, bolehkah aku berbaring di sisimu untuk beberapa saat.

Sesaat, hanya sesaat.

Apakah aku harus minta maaf? Haruskah aku meminta maaf?

Aku jatuh cinta denganmu.

Aku tahu cintaku telah membuatmu menderita.

Tapi aku tidak bisa melupakanmu.

Jika kau bisa mengerti diriku, tolong maafkan aku.

Meskipun aku harus menangis lagi, meskipun itu salah, aku tidak bisa.

Meskipun aku menutup mataku, aku masih bisa melihatmu.

Meskipun aku tak bersama denganmu tetapi aku bahagia berpikir tentangmu.

Meskipun aku menutup telingaku, aku masih bisa mendengar suaramu

Saat aku tidak bisa melupakanmu, saat itulah aku akan selalu mencintaimu.

Sebelumnya aku tidak tahu "cinta".

Berada disamping seseorang yang tenyata juga mengagumiku.

Sekarang bersamamu aku tahu "cinta".

Terima kasih atas rasa percaya yang kamu berikan kepadaku.

Sekarang aku akan mempertahankan cinta kita.

Walaupun aku terlihat seperti orang bodoh dan dan berpikiran sederhana.

Karena aku laki-laki yang sama seperti mu, yang tidak tahu apapun selain dirimu.

Lelahkah kamu dengan cinta yang banyak kekurangan ini?

Walaupun sedikit terlambat, kita akan selalu bersama, bukan?

Aku merasa sangat beruntung bertemu denganmu.

Aku mencintaimu" adalah kata-kata dari dalam hatiku.

"Aku mencintaimu" adalah kata-kata yang ingin aku ucapkan lebih dari seribu kali hanya untukmu.

Aku menyesali hari itu kita bertengkar.

Karena keegoisanku, kukatakan bahwa kita harus mengakhiri hubungan ini.

Aku pikir aku akan melihatmu lagi.

Aku berharap bahwa kamu akan segera datang kepadaku.

Tapi bahkan saat beberapa hari berlalu, tidak ada berita darimu.

Kurasa akan sangat mudah, karena kamu selalu begitu baik padaku.

Sekarang aku tahu bahwa kamu menderita karena sifat keras kepalaku.

Hey bodoh, itu tidak benar!

Kamu masih tidak tahu aku?

Tidak ada orang lain selain dirimu yang bisa memilikiku, hati dan pikiranku.

Jadi tolong jangan tinggalkan aku pergi...

Kamu selalu ada disisiku.

Aku jadi tidak tahu bagaimana rasa bersyukur itu.

Karena sifat kekanakanku, tak bisakah kamu memaafkanku?

Aku hanya mencintaimu..

Jadi jangan tinggalkan aku di sini..

Jangan tinggalkan aku, peluk aku..

Kembalilah sehingga aku bisa mencintaimu lagi

Katakan sesuatu..

Katakan kalau itu semua bohong..

Apa yang orang katakan semuanya bohong dan tidak benar.

Setiap kali kau datang dalam mimpiku, kau hanya tersenyum.

Setiap aku bertanya "Ini semua bohong, bukan?"

Dirimu hanya terdiam seribu bahasa dan berkata "Kembali lah"

Berkali-kali kau datang, berkali-kali pula kamu menbuatku pergi.

Tidakkah kau tahu, aku merindukanmu...

Walaupun aku menunggumu, aku tidak bisa pergi menemuimu.

Hanya bisa menangisi mu seperti orang bodoh.

Kamu hanya memberiku luka, tapi aku selalu mengharapkan mu.

Aku tidak mengerti mengapa aku menunggumu padahal kamu memintaku pergi.

Aku ingin menangis, aku ingin berlutut dan berharap semua ini tidak pernah terjadi.

Aku menjadi tidak waras ketika memikirkan semua kenangan cinta kita.

Aku ingin melihatmu hingga merasa ingin mati.

Aku ingin melihatmu, aku ingin melihatmu...

Karena ini lah, aku jadi membenci diriku sendiri.

Angin berhembus lebih kencang, tapi itu tidak akan bisa membuka lembar berikutnya, karena itu adalah halaman dari terakhir catatan itu. Catatan dengan penuh bekas airmata yang sudah mengering.

Hawa dingin mulai menyapu udara di sekitar, awan sudah tidak sanggup lagi menahan beban di pundaknya. Sebentar lagi mungkin akan turun hujan.

Tak jauh dari sana, terlihat seorang pemuda pemilik buku catatan itu. Dia berjalan menuju bibir pantai. Wajahnya tenang, bahkan untuk seorang yang tengah dilanda kesedihan.

Selangkah demi selangkah, kakinya mulai masuk di dalam air yang asin itu. Air bahkan terasa lebih dingin, meskipun ini masih siang hari. Tapi itu tak menyurutkan langkahnya untuk terus maju, hingga perlahan membuat tubuhnya ikut tenggelam dalam air.

Seluruh tubuh itu, telah sempurna masuk ke dalam laut. Tak ada perlawanan berarti, karena memang ini yang dia inginkan. Menemui seseorang disana, seseorang yang selalu ia tunggu, seseorang yang selalu di harapkan, seseorang yang memiliki seluruh dunianya. Tanpanya, tidak akan ada dunia baginya.

6.14.2018

365 hari sejak kamu pergi meninggalkan ku.

Tapi bagiku, tak seharipun aku merasa kamu meninggalkanku. Tiada hari berlalu tanpa memikirkanmu. Meskipun mereka berkata bahwa kamu telah pergi untuk selamanya.

Dalam mimpiku, kamu hadir, melihatku dan tersenyum.

Namun setiap aku ingin mendekat padamu, kamu menjauh.

Apa yang harus kulakukan?

Tak tahukah bahwa aku merindukanmu?

Saat aku tertidur, aku masih bisa mendengar suaramu yang berbisik 'aku mencintaimu'.

Aroma tubuhmu, aku bahkan masih bisa merasakannya setiap hari.

Kamu dimana?

Kamu sembunyi di tempat di mana aku tidak bisa melihatmu.

Aku akan mencarimu dalam kenangan yang hilang di tidur nyenyak ku, meskipun aku tidak bisa menyentuhmu.

Suara yang aku dengar di telingaku, memeluk dan menciumku itu akan menghilang saat aku terbangun.

Walaupun dunia ini begitu terang, tapi bagiku dunia ini gelap gulita tanpamu.

Maaf, sekarang aku katakan aku tidak ingin kembali.

Aku ingin memelukmu.

Jangan pergi lagi, karena aku yang akan menemuimu.

Dalam kesedihan karena aku tidak bisa melihatmu lagi, air mata jatuh lagi dan lagi.

Aku lelah dan aku ingin bersandar padamu saat ini.

Jemputlah aku, Chanyeolie...

Baekhyun pov

Saat aku membuka mataku, aku tidak tahu aku ada dimana. Aku berada di tempat asing yang tidak aku tahu. Kaki menyentuh rumput hijau nan lembut di bawah sana. Tak ada siapapun disini, hanya ada beberapa pohon besar dan rindang yang berjejer rapi di sepanjang jalan setapak.

Aku masih tidak menyadari dimana aku, hingga saat aku mendengar suaranya, suara orang yang ingin ku temui, dan saat itu juga, aku tahu, aku tahu dimana dan kenapa aku sampai ada disini.

"Yakk! Byun Baekhyun bodoh!"

"..." Teriakan itu, teriakan yang ku rindukan.

"Byun Baekhyun! Jawab aku!"

"..."

"Begitu senang kah dirimu? Sampai kamu tidak bisa berkata-kata?" tanya nya dan aku mengangguk. Mataku sudah terisi oleh genangan airmata, tapi aku enggan menjatuhkannya begitu saja.

"Kamu tahu apa yang kamu lakukan?" Aku mengangguk lagi.

Dia menghela nafas lalu menatapku dengan senyum miringnya.

"Kemarilah. Bukankah kamu merindukanmu?"

Dia melebarkan tangan kekarnya kesamping, Tangan itu, tangan yang penuh kehangatan. Tangan orang yang sama yang aku rindukan.

Aku bahagia. Bahkan tanpa berkata apapun, air mata ku tak bisa ku tahan lagi. Menetes dan jatuh begitu derasnya. Selangkah demi selangkah lalu lari dan memeluknya erat. Dia juga balas memelukku lebih erat.

Bukan, ini bukan mimpi,. Inikah akhirnya? Aku berhasil menyentuhnya, memeluknya bahkan mencium aroma tubuhnya. Mendengarnya berbisik di telingaku 'Aku mencintaimu, Baekhyunie' selamanya.

.

.

.

The End

Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^

Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!