I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
Blind
By tatayaki
Lagu yang dipilih: Im Different
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
Di sebuah kota yang penuh dengan hingar manusia, tepatnya di kota Seoul. Tampak seorang pemuda berperawakan mungil sedang berlari ke arah bangunan besar dengan halaman yang sangat luas. Sebut saja dia Baekhyun. Seorang pemuda bertubuh mungil dengan paras cantiknya. Bibir ranum mungil dan matanya yang berbinar. Membuat banyak orang luluh dengan sekali tatap.
Baekhyun sampai di depan gerbang sekolahnya. Dengan napas yang terengah akibat berlari tadi dan hampir saja terjatuh saat ia menabrak seorang pemuda bertubuh tinggi. Kalau saja pemuda tersebut tidak menangkapnya.
"Hey, apa kamu tidak apa-apa?" tanya seorang pemuda yang diduga seseorang yang Baekhyun tabrak. Pemuda itu membenarkan letak tas Baekhyun yang melorot.
"T-tidak apa-apa! M-maaf aku telah menabrakmu. Aku tidak tahu jika kamu berada di depanku." jelas Baekhyun menundukkan kepalanya. Pemuda itu menghela napasnya.
"Ya sudah. Tidak apa-apa. Tapi, lain kali hati-hati oke? Aku duluan. Dah!" pemuda itu tersenyum pada Baekhyun yang tak terlihat oleh empunya yang masih menunduk dan melambaikan tangannya pada Baekhyun sambil beranjak menuju kelasnya.
Setelah pemuda itu tak terlihat lagi, Baekhyun baru mendongakkan kepalanya. Rona di kedua pipinya sangat kontras dengan kulit seputih susunya. Matanya yang berbinar senang menatap lurus ke depan.
"Pemuda tadi siapa ya? Dia sangat baik kkkkkk~" baekhyun terkikik kecil.
"Apakah dia tampan?"
Waktu sudah menunjukkan bahwa saatnya istirahat. Murid-murid berlarian keluar kelasnya untuk mengganjal perutnya di kantin.
Begitu juga dengan Baekhyun. Pemuda manis itu baru akan beranjak dari kursinya, dikejutkan oleh seorang gadis cantik berdarah Thailand.
"Hai Baekie~ ayo ke kantin bersama!" ucap gadis yang bernama Lalisa. Baekhyun menoleh saat mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya. Itu sahabat terbaiknya. Baekhyun mengangguk. Kemudian Lisa mengamit lengan Baekhyun dan menariknya pelan, menuntun pemuda Byun tersebut menuju ke kantin.
Sampai mereka berdua dikantin, Lisa menarik Baekhyun menuju kursi pojok dimana ada seorang pemuda imut dengan mata rusanya dan seorang pemuda yang terlihat dingin tapi sebenarnya ia sangat ramah.
"Hai Luhan! Kyungsoo!" Lisa berucap dengan semangat dan melambaikan tangannya ke arah dua pemuda tersebut. Baekhyun yang mendengar nama dua sahabat yang sangat ia sayangi setelah Lisa tentunya, langsung tersenyum cerah dan duduk berhadapan dengan makanan yang telah ada didepan mereka.
"Oh iya, Baekie? Mana tongkatmu?" tanya Kyungsoo pada Baekhyun yang makan dengan belepotan dan Luhan yang berada disamping Kyungsoo terkekeh kecil. Baekhyun yang mendengar itu mendongak. Dan berkata. "Oh, aku lupa Kyungie hehehe!"
"Yak, bagaimana kau pergi sekolah tanpa tongkat itu baekie sayang?" Kyungsoo sedikit menekan kata-katanya. "Kau tidak melakukan sesuatu yang mencelakai dirimukan?"
Setelah Kyungsoo mengatakan itu, Baekhyun mulai mengingat kejadian tadi pagi saat ia menabrak seseorang yang balik menyelamatkannya. "I-itu ada sih tapiㅡ"
"Itu, aku berlari dengan cepat mengikuti jalan ke sekolah karena kupikir aku akan telat." jelas Baekhyun pada sahabat-sahabatnya dan mereka masih setia mendengarkan penjelasan dari Baekhyun. "Saat sampai ke sekolah, aku menabrak seseorang danㅡ"
"ㅡdan i-ia menolongku yang hampir terjatuh." Kyungsoo, Luhan, dan Lisa melebarkan matanya saat Baekhyun menutup wajahnya yang sudah memerah. Dan pertama kalinya mereka bertiga melihat Baekhyun yang tersipu malu dengan seseorang seperti itu.
"Siapa dia baek!?" dan Luhan dengan Lisa lah yang paling rusuh diantara mereka. Sedangkan Kyungsoo hanya duduk diam karena masih sedikit terkejut.
"Aku tidak tau. Tapi, aku menyukainya." Baekhyun yang berkata seperti itu makin menundukkan kepalanya. Mereka bertiga langsung terdiam.
"Tenang saja baek! Kami akan membantumu mencarinya." ucap Lisa dengan semangat.
"Ya, serahkan pada kami!" ucap Kyungsoo dan Luhan serempak.
Sementara itu, seorang pemuda yang baru saja masuk ke area kantin sedang menatap seorang pemuda manis yang menarik atensinya. Pemuda itu tersenyum kecil dan beranjak duduk bersama teman-temannya.
Kringggg!
Bel pulang pun berbunyi. Murid-murid dengan cepat keluar dari kelasnya dan beranjak menuju rumahnya masing-masing.
Baekhyun tengah membereskan buku beserta alat tulis yang sangat membantunya untuk belajar. Tiba-tiba Kyungsoo dan Luhan datang menghampiri Baekhyun.
"Baekie, ayo kita pulang!" ucap Luhan sambil menggandeng tangan kanan Baekhyun dan Kyungsoo menggenggam tangan Baekhyun. Sang empu hanya mengangguk dan mereka bertiga beranjak keluar kelas dengan santai.
"Ehm!"
Mendengar seseorang yang berdehem, Kyungsoo dan Luhan langsung mendongak dan berhenti berjalan. Melihat seorang pemuda tampan dengan tubuh yang menjulang tinggi berada di depan mereka. Begitu juga dengan Baekhyun yang mendengar suara yang sedikit familiar baginya. Ia menatap lurus ke depan dan langsung bersibobrok dengan mata pemuda tampan tersebut.
"Ah, Park Chanyeol? Ada apa ya?" tanya luhan heran karena pemuda tampan dan populer seantero sekolahnya tiba-tiba berdiri dihadapan mereka. Park Chanyeolㅡpemuda itu hanya diam dan melirik Baekhyun yang berada diantara Luhan dan Kyungsoo.
"Kau. Apakah kau pemuda yang tadi pagi?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang hanya melebarkan puppy eyes nya.
"A-apa kau yang menolongku tadi pagi?" bukannya menjawab, Baekhyun malah menanyakan kembali pada pemuda tampan tersebut. Wajahnya sedikit bersemu dan dengan cepat ia menunduk malu. Sementara Kyungsoo dan Luhan. Mereka berdua akhirnya tahu siapa yang membuat Baekhyun terpesona seperti ini.
Chanyeol tiba-tiba mengulurkan tangannya. Memberikan sebuah buku dengan pita kecil berwarna merah muda didepannya kepada Baekhyun. "Ini punyamu kan?" tanya Chanyeol.
Baekhyun hanya terheran dan memiringkan kepalanya. "Apanya yang punyaku?" baekhyun bertanya balik. Chanyeol menghela napasnya pelan. "Buku ini sepertinya milikmu yang jatuh dari tasmu."
Set!
"Ya, ini punya Baekhyun. Terimakasih banyak Chanyeol-ssi!" tiba-tiba saja Kyungsoo menarik buku yang ada ditangan Chanyeol pelan dan membungkuk berterima kasih pada siswa seangkatannya yang tampan tersebut.
Dengan cepat, Kyungsoo menarik tangan Baekhyun dan Luhan untuk beranjak dari tempat tersebut.
"Eh, tunggu sebentar! Ada yang inginku tanyakan."
"Apa yang ingin kau tanyakan? Kami harus cepat pulang. Kalau tidak mau orangtua kami khawatir." ucap Luhan pada Chanyeol yang sedikit canggung disaat seperti ini.
"Oke. Ini cuma sebentar. Tapi, aku cuma ingin bertanya. Kenapa dia tidak mengerti jika tadi itu bukunya?"
Luhan menghela napasnya kasar. Saat seperti inilah dia yang harus angkat bicara. Semoga pemuda tampan itu tidak membenci Baekhyun.
"Baekhyunㅡdia,
Dia adalah seorang tuna netra."
Empat bulan setelah kejadian tahunya Chanyeol bahwa pemuda manis yang menarik atensinya itu adalah seorang tuna netra, Chanyeol hilang entah kemana. Dan menurut Luhan, Chanyeol pasti membenci Baekhyun karena dia sering mengalami kejadian seperti ini. Dan hari ini adalah hari kelulusan mereka.
"Cih, kenapa mereka semua memandang rendah Baekhyun?" Lisa sedikit menggeram. Baekhyun yang mendengar itu hanya menenangkan Lisa.
"Sudah, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja kok. Memang, aku sudah ditakdirkan begini." ucap Baekhyun sedikit menundukkan kepalanya dan Luhan sangat kecewa pada dirinya sendiri karena dirinya mengatakan sesuatu yang membuat sahabat tersayangnya dibenci oleh orang yang ia cintai.
"Maafkan aku baek! Karena aku, dia membencimu." Luhan hampir menangis saat mengingat kejadian itu. Ia sudah membuat Baekhyun sakit hati karena fakta yang ia beritahu pada Chanyeol.
"Eh luhanie! Kan sudah aku bilang jika aku tidak apa-apa. Lagian, kita sedang upacara kelulusan kan? Untuk apa kita bersedih. Lebih baik kita bersenang-senang, bagaimana?" ucap Baekhyun menyemangati Luhan beserta kedua sahabatnya yang lain.
Luhan tersenyum pada Baekhyun dan memeluknya dengan erat. "Baekie terimakasih banyak! Aku berjanji akan selalu bersamamu dan menjagamu!" Luhan mengeluarkan air matanya. Baekhyun adalah seseorang yang hebat. Dengan kekurangannya, ia tetap kuat dan selalu tersenyum dalam menjalani hidupnya. Ia juga berusaha yang terbaik untuk bisa membahagiakan kedua orangtuanya yang sudah berada di surga untuk waktu yang lama. Luhan sangat bangga pada Baekhyun.
Setelah acara kelulusan mereka berjalan dengan lancar. Mereka berempat pergi ke suatu restoran yang Lisa bilang adalah restoran milik sepupunya.
Sampai ke restoran itu Lisa menyuruh ketiga sahabatnya untuk duduk di suatu ruang VIP yang telah di pesan. Ruangan bercat putih dengan meja makan elegan yang sudah dipenuhi dengan berbagai macam makanan.
"Wahh banyak sekali makanannya! Terimakasih banyak Lisa!" ucap Luhan senang. Lisa hanya mengangguk. "Ayo duduk!" mereka membantu Baekhyun untuk duduk dan baru mengambil tempat masing-masing untuk menyantap hidangan enak didepan mereka.
Selesai makan, mejanya pun telah dibersihkan dan tinggal mereka berempat yang sedang berbincang-bincang.
"Oh, iya! Luhan, Kyungsoo! Bisakah kita bicara diluar sebentar? Baekie! Bolehkah kami tinggal sebentar?" tanya Lisaa. Baekhyun hanya mengangguk dan tersenyum. "tentu saja!" jawab Baekhyun. Begitu diizinkan, Lisa langsung menarik Kyungsoo dan Luhan untuk keluar dari ruangan tersebut. Tinggal lah Baekhyun sendiri. Ia mengetuk-ngetukkan sepatunya dilantai.
Tap!
Tap!
Tap!
Baekhyun langsung menghentikan aktivitasnya saat ia mendengar suara sepatu lain yang bergema dalam ruangan tersebut.
"Hey, apakah itu kalian?" tanya Baekhyun sedikit membesarkan suaranya.
Tiba-tiba saja ada yang menggenggam tangannya. Ia terkejut tentu saja. Tubuhnya sedikit menengang saat jari seseorang yang memegangnya mengelus lembut tangannya dan mengecupnya pelan. Baekhyun total bingung sekaligus takut tentu saja. Ia merasakan sesuatu yang aneh saat orang yang tak ia tahu dari mana asalnya itu mengecup tangannya. Tapi, juga takut akan di apa-apakan.
"Byun Baekhyun." suara seseorang yang berada di depannya membuat pertahanannya luntur. Liquid bening itu mengalir dari kedua bola matanya. Baekhyun tidak tahu, apakah orang yang menggenggam tangannya sekarang, adalah seseorang yang ia cintai dan juga orang yang membencinya?
"K-kau dia kan? Apa benar kau c-chanyeol?"
Yang ditanya hanya diam dan tersenyum kecil. Memeluk tubuh mungil yang bergetar itu dengan erat. Baekhyun langsung menangis dengan berat didada bidang Chanyeol. Sementara pemuda tampan itu mengelus punggung Baekhyun mencoba menenangkannya.
Disaat tangisannya reda, Chanyeol melepaskan pelukan mereka dengan pelan sembari menghapus bekas air mata yang tergenang di pelupuk mata Baekhyun. Memandang Baekhyun dari jauh adalah salah satu kegiatan favorite nya, tetapi melihat Baekhyun dari dekat bagaikan melihat hamparan bunga yang luas dengan berbagai warna. Sangat indah.
"Baekhyun. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian yang lalu. Tapi, aku akan berkata jujur sekarang." Baekhyun menatap Chanyeol dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Byun Baekhyunㅡmaukah kau menjadi teman hidupku untuk selamanya?"
Baekhyun melebarkan kedua bola matanya. Ia benar-benar tak percaya apa yang telah terjadi. Apakah ini hanya hayalannya?
"Itu bukan hayalanmu Baekhyun. Aku bersungguh-sungguh!" seperti bisa membaca pikiran Baekhyun, Chanyeol berucap.
Dan untuk kedua kalinya, pertahanan baekhyun luntur begitu saja. Ia menangis dengan berat. Tentu saja bukan tangisan kesedihan, melainkan tangisan bahagia yang disebabkan oleh pemuda tampan yang tengah tersenyum sambil memeluknya sekarang.
Tanpa disadari oleh Baekhyun, ada banyak orang yang telah menyaksikan mereka. Mereka semua menangis terharu.
Setelah kejadian pengakuan tadi, mereka berdua tengah berada di balkon apartemennya Chanyeol. Sementara sahabat dan orang-orang yang menyaksikan mereka tadi, sudah pulang setelah memberi selamat kepada mereka.
"Chanyeol~ kenapa tiba-tiba?" Baekhyun yang sedari tadi bungkam akibat shock baru berbicara. Chanyeol menaruh wajahnya di bahu Baekhyun dan memeluknya dari belakang.
"Karena aku baru menyadariㅡ"
"Menyadari apa?"
"Bahwa aku mencintaimu, sayang." dan ucapan terakhir Chanyeol membuat empunya bersemu merah. Melihat itu Chanyeol terkekeh kecil dan mengecup pelan bibir mungil ranum itu dari belakang. Membuat Baekhyun makin merah karena itu ciuman pertamanya. Sementara Chanyeol tertawa senang saat mengetahui bahwa itu ciuman pertamanya Baekhyun.
"Tapi, kata sahabatku, kau menghilang setelah tahu bahwa akuㅡbu-"
"Sshhh."
Chanyeol menutup bibir Baekhyun dengan jari telunjuknya. "Sebenarnya, sebelum aku bertemu denganmu pagi itu, aku memutuskan kekasihku danㅡ"
"Kan benar kalau kau membenciku!" Baekhyun langsung cemberut alias cemburu. Dan itu membuat Chanyeol gemas dan mencubit pipi gembul Baekhyun pelan.
"Tidak sayang, aku mencintaimu. ㅡdan ya, pagi itu aku bertemu denganmu yang membuat hatiku langsung berdetak kencang. Dan pagi itu kupikirㅡ"
"ㅡaku sedang menatap bidadari dipagi hari asal kau tahu."
Dan akhirnya Baekhyun menyuruh Chanyeol untuk berhenti bercerita karena ia malu. Chanyeol tersenyum lembut pada baekhyun yang tentunya tidak dapat dilihat oleh Baekhyun. Mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Baekhyun.
"Ingat ini, aku tidak membencimu. Melainkan, aku mencintaimu. Semakin sering melihatmu maka aku semakin jatuh dalam pesonamu. Tak masalah jika kau seperti apa, memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, tapi kau membuatku jatuh dengan ketegaranmu dalam menjalani hidupmu. Kau selalu ceria dimanapun dan kapanpun. Kau hebat baekhyun. Dan dari situlah aku mencintaimu. Mencintai semua kekuranganmu."
Baekhyun benar-benar tak bisa menahan air matanya. Ia berbalik dan memeluk Chanyeol erat.
"Terimakasih karena sudah menerimaku dalam hidupmu, yeolie! Saranghae."
"Nado saranghae, bee."
"Dan kenapa kau memutuskan hubunganmu dengan mantan kekasihmu?" Oh. Ternyata, Baekhyun masih penasaran. Chanyeol mengecup pelan pipi Baekhyun yang dibalas tatapan mematikan yang sangat imut bagi Chanyeol.
"Ya, dia bermain dibelakangku." ucapan Chanyeol membuat Baekhyun terkejut. Ia menyesal sudah bertanya. Tapi, dengan lantang ia berkata. "Tenang saja! Baekie tidak akan bermain dibelakang yeolie karena baekie hanya cinta pada yeolie selamanya!" Chanyeol terkekeh kecil melihat Baekhyun yang seperti anak kecil. Benar-benar menggemaskan.
Dan hari-harinya Chanyeol dipenuhi dengan kebahagiaan bersama dengan kekasih manisnya yang begitu sempurna dimatanya.
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
