I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
Tears On Love
By whitebeaver
Lagu yang dipilih: Erase
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
.
but what is stronger
than the human heart
which is shatters over and over
and lives
-rupi kaur
.
Ting tong.
Ting tong.
Ting tong.
Seorang namja mungil yang sedang berkutat dengan kehangatan selimutnya terpaksa meninggalkan kegiatannya hanya untuk membuka pintu apartemen.
Demi Tuhan sekarang masih jam 5 pagi.
Baekhyun, si namja mungil, membuka pintu apartemennya dan tak menemukan seorangpun di luar sana. Matanya mengedar ke segala penjuru dan hasilnya nihil. Bulu kuduk Baekhyun meremang. Namja mungil itu mengusap tengkuknya. Ia hendak menutup pintu apartemennya namun matanya menangkap sesuatu di bawah sana.
Sebuah kotak berukuran 30x30 senti berwarna merah marun.
Apa lagi ini?
Baekhyun mengambil kotak itu lalu bergegas masuk.
Bentuknya seperti kado. Waktu Baekhyun mengangkatnya tadi, rasanya kotak itu juga cukup berat. Apakah ini paket salah kirim? Atau jangan-jangan ini adalah sebuah bom?
Aish. Pemikiran Baekhyun pagi ini sungguh absurd.
Baekhyun menaruh kotak itu di ruang tengah sebelum melangkah menuju kamarnya. Selimut, aku sungguh membutuhkan kehangatanmu.
Hup.
Dirinya melompat ke kasur berukuran king yang dipenuhi banyak bantal dan merebahkan tubuhnya disana. Baekhyun mulai bergelung ke dalam selimut dan membuat dirinya menjadi kepompong yang gemuk. Ia merasakan kembali kehangatan yang sempat tertunda. Sungguh nikmat. Hangatnya selimut ini mengingatkannya pada Park Chanyeol. Oh astaga, mengapa Baekhyun kembali memikirkan orang itu?
Rasa kantuk yang tadi menjalar seketika hilang entah ke mana. Semua itu karena Baekhyun menyebut nama sialan itu.
Aish. Demi Tuhan, sekarang hari minggu, jam 5 pagi dan aku tidak bisa tidur lagi. Baekhyun merutuki dirinya sendiri dalam diam.
Tiba-tiba Baekhyun bangun dan memposisikan dirinya untuk duduk. Ia menghela nafas kasar dan mencoba berjalan ke ruang tengah, masih berbalut selimut tebal. Langkahnya tertatih mengingat dirinya masih seperti kepompong gemuk, namun Baekhyun tidak peduli. Toh hal ini membuat dirinya nyaman.
Akhirnya Baekhyun sampai di ruang tengah dengan penuh perjuangan. Ia mendudukkan dirinya di sofa lalu mengamati kotak merah marun di hadapannya.
Rasa penasaran membuncah. Ia ingin tahu apa di dalam kotak misterius itu. Perlahan tapi pasti, Baekhyun mengulurkan tangannya dan meraih kotak itu, lalu membukanya.
Mata Baekhyun membulat sempurna.
Tidak mungkin
Baekhyun terus merapalkan kalimat itu, seakan kalimat itu adalah sebuah mantera penangkal hal-hal jahat.
Jika di lihat, isi dari kotak itu hanyalah sebuah buku jurnal, sepucuk surat dan beberapa foto polaroid. Namun yang membuat hati Baekhyun merasa pedih adalah fakta bahwa ia mengenal barang-barang tersebut. Ya, itu adalah barang milik Park Chanyeol.
Bibir Baekhyun bergetar. Dirinya sekuat tenaga mengatur emosi yang kian membuncah. Namja itu, Park Chanyeol, adalah namja paling brengsek yang pernah Baekhyun kenal. Walaupun begitu, rasa benci yang Baekhyun miliki sama besarnya dengan rasa cintanya pada Park Chanyeol.
Dahulu, mereka adalah sepasang kekasih. Mereka pergi berkencan, saling menginap di apartemen masing-masing, berlibur bersama, semua hal sudah pernah mereka lakukan. Itu semua berjalan dengan sangat indah hingga sebuah kejadian menghancurkan semuanya.
Baekhyun masih ingat. Hari itu hujan mengguyur kota Seoul dengan sangat deras. Sama seperti pipinya yang dibanjiri air mata. Kalian pasti bertanya-tanya apa yang terjadi. Saat itu Baekhyun baru saja pulang dari rumah Luhan, sahabatnya. Alangkah terkejutnya ia ketika berpapasan dengan Chanyeol yang sedang menggandeng tangan seorang wanita. Keterkejutan Baekhyun tak berhenti sampai di situ. Si namja tinggi bahkan tidak meliriknya padahal Baekhyun yakin namja itu pasti melihatnya. Yang lebih mengejutkan, tiba-tiba wanita itu mengecup bibir Chanyeol dan Chanyeol menyambutnya. Kepala Baekhyun rasanya mau pecah mengingat kejadian itu.
Baekhyun bukanlah lelaki yang dapat jatuh cinta dengan mudah. Maka dari itu, Park Chanyeol adalah lelaki yang beruntung karena bisa menumbuhkan rasa cinta di hati Byun Baekhyun. Namun naas, ketika rasa cinta mulai tumbuh di hati Baekhyun, Chanyeol justru menamparnya dengan kejadian itu.
Namja mungil itu mencoba mengatur nafasnya. Setitik air mata menetes di pipi gembilnya. Baekhyun menghapus jejaknya sembari menyiapkan hatinya untuk membuka sepucuk surat dari kotak itu.
.
Dear Baekhyunnie
.
Terlihat jelas tulisan tangan Chanyeol di surat itu. Jantung Baekhyun berdegup kencang. Setelah hampir 8 bulan hilang kontak, tak disangka Chanyeol menulis surat untuk Baekhyun. Kini matanya kembali menelusur kata demi kata yang tersusun.
.
Bagaimana kabarmu?
Ku harap kau tidak membuang surat ini begitu tahu pengirimnya adalah aku. Tolong, bacalah surat ini dengan perlahan. Resapi tiap kata yang ku torehkan. Ne?
.
'Astaga, Tuhan memang sedang bercanda rupanya'
.
Pertama-tama aku ingin meminta maaf atas segalanya. Terlebih hal terbodoh yang pernah ku lakukan saat itu. Kau boleh membenciku, Baek. Tapi ketahuilah bahwa hatiku masih tetap mencintaimu.
.
'Aish klise. Dasar pembohong'
.
Kedua, aku ingin berterima kasih padamu. Karena dirimu lah aku bisa merasakan cinta yang sesungguhnya. Kau membuat diriku merasa dicintai apa adanya. Bahkan ku rasa hanya kau yang mampu melakukan hal itu padaku. Aku bersyukur bisa mengenal dirimu, Baekhyun-ah. Kau adalah sumber kebahagiaanku. Kau adalah jawaban dari doa-doaku.
.
'Oke, air mata sialan. Berhentilah menetes!'
.
Sekarang, mari masuk ke bagian yang paling penting.
.
'Apa lagi ini, ya Tuhan?'
.
Why I was such a fool, to not know your heart?
Mengapa aku tidak pernah berpikir bahwa selama ini justru akulah yang egois?
Dan mengapa aku menyia-nyiakan namja sebaik dirimu yang bahkan masih bisa tersenyum ketika aku meninggalkanmu?
Baekhyun-ah…
Maafkan aku…
Maaf karena tidak berusaha jujur padamu dari awal.
Aku merindukanmu.
Tidakkah kau merindukanku juga?
Atau
Hanya aku saja?
.
Deg.
Jantung Baekhyun berdenyut nyeri.
Senyum samar yang tadi sempat terpatri kini terganti oleh isakan yang mengiris hati.
"C-Chan-Chanyeollie. Hiks. Kau jahat! Hiks. Mengapa kau meninggalkanku saat aku mulai mencintaimu sepenuhnya?", Baekhyun terus menggumamkan kalimat itu sembari menumpahkan air matanya.
Tulisan Chanyeol yang mengatakan dirinya merindukan Baekhyun memberi dampak sedemikian besar pada namja mungil itu. Baekhyun mengeratkan pelukannya pada si selimut tebal dan terisak pelan. Entah mengapa ia ingin percaya kata-kata Chanyeol yang begitu ia rindukan. Namun ia tak bisa. Ia tak bisa memercayai Chanyeol karena orang itu lah yang membuat Baekhyun sakit sendiri selama 8 bulan ini.
.
Aku ingin menjelaskan padamu sejak lama. Tapi entah mengapa melihatmu tersenyum tan tertawa lepas membuat nyaliku hilang. Aku tak ingin menorehkan luka. Maka dari itu aku menyimpan semuanya dalam diam.
Aku dijodohkan dengan anak dari rekan kerja ayahku. Kau tahu bukan bahwa aku adalah anak penurut yang selalu mengikuti apa kata orang tua?
Aku mencintaimu, namun aku tak bisa mengatakan tidak pada orang tuaku. Aku meminta waktu pada ayahku untuk memikirkan itu semua.
Sungguh, hatiku serasa dicabik tiap memikirkan itu. Aku merasa menjadi lelaki paling bodoh di dunia.
Lalu beberapa hari kemudian aku meninggalkanmu.
Aku tak bisa melanjutkan hubungan denganmu karena kupikir semuanya tak akan sama lagi. aku terlalu takut melihat reaksimu. Aku takut aku akan melukaimu lebih dalam lagi. Maka dari itu aku memilih untuk meninggalkanmu lebih dulu.
.
'Chan? Benarkah ini?'
Kepala Baekhyun terasa pening. Mengapa harus ada kesalahpahaman serumit ini dalam hubungan mereka?
.
I want to erase it
Because it hurts every time I think of you
I can't live a single day properly
Because my heart will only want you 'till I die
Only you
I want to turn things back. I don't care if something bad happens to me. Because I can't go alone anyway. Because you won't get erased from my heart. The one person in my heart is you.
Seketika aku tersadar; batin ini ternyata membutuhkanmu. Lebih dari apapun.
Sosok yang selalu ada di sampingku saat senang maupun sedih,
Sosok yang selalu mendengarkan keluh kesahku walaupun itu semua hanyalah sampah dan omong kosong,
Sosok yang mau mencintai dan menerimaku apa adanya tanpa syarat apapun,
Sosok itu adalah dirimu, Byun Baekhyun.
Maafkan aku karena tak bisa bertindak tegas, terlebih atas hubungan kita dan atas perasaanku sendiri. Maafkan aku. Sungguh aku menyesal atas apa yang terjadi pada hubungan kita. Aku menyesal membuatmu ikut merasakan akibat dari perbuatanku.
.
Ketahuilah bahwa aku mencintaimu
Selamanya.
Love, PCY
.
Baekhyun melempar surat itu. Tangisnya pecah. Sosok Chanyeol yang Baekhyun tanam dalam ingatan adalah namja bodoh, tidak peka, dan tidak pernah berjuang untuknya. Walaupun kenyataannya Chanyeol adalah namja yang baik dan segala perbuatannya sangat manis. Entah mengapa ingatan tentang Chanyeol yang baik menghilang dari otak Baekhyun.
Tapi semua itu tak menepis fakta bahwa di lubuk hati yang terdalam, Baekhyun masih menginginkan cinta dari namja itu. Alam sadarnya boleh berkata ia membenci Chanyeol sampai ke tulang. Namun jauh di bawah sana, di alam tidak sadarnya, kerap kali Baekhyun mengucap nama Chanyeol tanpa henti.
Astaga, dadaku rasanya sangat sesak. Katakan padaku, apa yang harus ku lakukan sekarang? Segala bentuk pertahanan yang ku bangun selama ini runtuh hanya karena surat bodohmu itu. Aku tak tahu mana yang bodoh; kau yang menulis kata-kata sialan itu atau aku yang sedikit demi sedikit membiarkan dirimu masuk ke dalam hatiku?
.
Chanyeol-ah. Aku juga merindukanmu! Sangat!
Sejujurnya perasaanku padamu masih sama. Hanya saja kau melukai hatiku terlalu dalam. Bahkan untuk mengucapkan namamu saja lidahku terasa kelu. Kau tidak tahu bagaimana rasa sakitku. Saat itu aku berharap kau menahanku. Aku berharap kau menginginkanku untuk tinggal. Tapi nyatanya kau membiarkanku begitu saja. Kau mengetahui fakta bahwa aku sulit untuk memercayai orang lain. Dan ketika aku mulai memercayaimu seutuhnya, kau memecahkan kepercayaanku.
Kau brengsek. Tapi aku juga mencintaimu.
.
Maaf karena sudah membiarkan diriku merasuki hatimu seutuhnya.
Maaf karena sudah membuatmu merasa demikian walaupun aku tahu kita tak akan bisa bersama
.
Ku harap kau bahagia bersamanya, Yeol.
Karena bahagiamu adalah bahagiaku juga.
.
Hapuslah aku dari ingatanmu.
Karena apa yang kita jalani bersama hanyalah memori belaka.
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
