I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
Remember My Heart
By neanayu
Lagu yang dipilih: I Dont Like Love
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
Maafkan aku, aku mencintaimu...
Baekhyun...
"Chanyeol! "
Namja cantik itu berlari dengan ceria sambil melambaikan tangannya menghampiri namja tinggi yang sedari tadi duduk dikursi taman.
"hahh... Hahh channn... Maafff.. "
Sedangkan Chanyeol yang melihat tingkah lucu namja manis didepannya hanya terkekeh.
"tenang baek, duduk tarik nafas buang" kata Chanyeol sambil memperagakan tangan kebawah keatas seirama dengan nafasnya.
"hurffff.. Sudah oke "kata Baekhyun bersemangat.
"jangan imut-imut Baekhyun bagaimana kalau ada namja lain yang merebutmu dariku? "kata Chanyeol sambil mencubit gemas kedua pipi Baekhyun, sedangkan Baekhyun hanya menundukkan kepalanya malu. Pipinya sudah berwarna merah tomat omong-omong.
Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun. "ayo kita pergi" sedangkan Baekhyun yang mendengar perkataan Chanyeol menganggukkan kepalanya kecil.
Mereka berjalan menuju mobil hitam yang terparkir rapi didepan mereka. Chanyeol membukakan pintu mobil untuk Baekhyun ,setelah itu dia berlari menuju bagian kemudi.
"Chanyeol kita akan pergi kemana? "tanya Baekhyun penasaran pasalnya tiba-tiba kekasih tongginya itu menghubunginya dan meminta bertemu tanpa memberikan alasan.
"Baekhyun, apa kau mau ikut aku pergi dari sini. Ke tempat yang paling jauh yang hanya ada kita"kata Chanyeol sambil memegang tangan Baekhyun erat.
Sedangkan Baekhyun yang mendengar perkataan Chanyeol merasa bingung . "Chan jangan bercanda, Ada apa hmmm? Ceritakan padaku"kata Baekhyun sambil tersenyum.
"Baek,cukup kau bilang mau atau tidak !"Teriak Chanyeol frustrasi dengan gerakan cepat ia menepikan mobilnya.
"C-Chan,ada apa? "seketika cara bicaranya terbata-bata melihat Chanyeol seperti tadi.
"Maafkan aku baby ,aku hanya bingung. Maafkan aku" Chanyeol memeluk Baekhyun erat seakan bila dia lepaskan pelukan itu Baekhyun akan menghilang.
"Baiklah ayo kita ke pantai !"
Baekhyun memandang Chanyeol senduh melihat kekasihnya seperti menanggung beban yang sangat berat di pundaknya. Tangannya menepuk punggung Chanyeol pelan yang entah mengapa membuat Chanyeol merasa tenang.
"Chan... "
"Terkadang kita harus terluka terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan akhir yang bahagia"Kata Baekhyun lirih.
Entah mengapa rasanya beban dikedua pundak Chanyeol seperti terangkat begitu saja. Tapi tetap saja masalah itu terus menghantui Chanyeol.
"Baekhyun, ayo aku antar pulang. Maafkan aku mungkin aku sedikit lelah" jawab Chanyeol sambil menggenggam tangan Baekhyun.
"tidak masalah Chan, ayoo! "
Chanyeol terkekeh melihat tingkah kekanak-kanakan kekasih mungilnya ini. "ayoooo"
.
.
.
Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki rumahnya, rumah yang mewah tapi terasa sepi seperti tidak ada yang menghuni rumah ini.
"Park Chanyeol berhenti " kata seorang pria parubaya.
Chanyeol menghentikan langkahnya, terdiam di tempat dia berdiri saat ini menanti sosok di sana mengeluarkan suaranya.
"Pernikahannu akan diadakan 2 hari lagi" kata yunho mutlak sedangkan sosok didepannya membalikan tubuhnya cepat begitu mendengar penjelasan ayahnya.
"Ayah tidak sabar kau dan kyungsoo menikah"kata yunho
"ayah! Biarkan aku memilih oarang yang aku cintai" Chanyeol berjalan dengan cepat keluar rumah .
"Chanyeol!Park Chanyeol! "tetiak yunho begitu melihat putranya berjalan pergi begitu saja.
Sedangkan disisi lain ibu dan yoora memandang sendu sosok yang pergi begitu saja. Chanyeol menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi memebelah kota seul di malam hari. Jangan lupakan suara klakson dari orang-orang yang marah akan tidakan Chanyeol yang membahayakan mereka juga.
.
.
.
Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, di pikirannya hanya terlintas nama Baekhyun. Ia ingin segera bertemu Baekhyun hanya melihat Baekhyunnya mungkin hatinya akan tenang.
Mobilnya berhenti begitu sampai didepan rumah kekasih mungilnya. Tetapi kakinya terasan berat untuk menemui kekasih mungilnya itu. Apakah tidak ada akhir yang indah dalam cerita cinta mereka? Apakah tuhan begitu membencinya sehingga metakdirkan dirinya seperti ini?
"Baekhyun maafkan aku, aku mencintaimu "
Chanyeol menyalakan mobilnya dan berlalu pergi dari kediaman Byun. Sedangkan didalam sana sosok mungil itu memandang kepergian mobil Chanyeol senduh. "Chan, aku akan selalu mencintaimu" tidak terasa air mata itu jatuh begitu saja.
.
.
.
Chanyeol sampai begitu larut kedalam rumahnya. Keadaan di dalam begitu sepi dan gelap.
"Chanyeol "
Chanyeol membalikan tubuhnya menghadap arah suara itu. Dan dapat dilihatnya ayahnya berdiri dengan angkuhnya dihadapannya.
"Pernikahanmu akan diajukan besok dan untuk Byun itu aku sudah mengkirimkan udangan pernikahanmu"
Chanyeol yang mendengar perkataan ayahnya merasa ayahnya tidak berfikir bagaimana perasaan Baekhyun ?apakah ayahnya tidak mengerti apa yang dia rasakan saat ini?
"Ayah! Aku sudah bilang bukan jangan sakiti Baekhyun ayah. Ayah boleh meminta apapun dari ku tapi aku mohon jangan sakiti Baekhyun ayah. "Chanyeol merasa tidak ada gunannya dia hidup, seperti separuh jiwanya telah diambil begitu saja. Apakah harus seperti ini?
.
.
.
aku hanya berdoa kepada tuhan, aku harap dikehidupan selanjutnya kita bisa kembali bersama...
Baekhyun...
"Chanyeol ayo pernikahanmu akan dilakukan " kata yunho
Chanyeol berjalan menuju altar begitu pernikahannya akan dilaksanakan. Dulu dia berharap untuk berdiri disini dan menunggu Baekhyun berjalan dengan cantiknya.
Pintu gereja dibuka dan berjalanlah sosok yang akan segera dinikahkan dengannya. Kyungsoo berjalan dengan tuan Do .Senyuman terus terpancar diwajah tuan Do dan juga kyungsoo berbanding terbalik dengan Chanyeol yang tidak menunjukkan raut bahagia sama sekali.
Chanyeol menerima uluran tangan kyungsoo dan menuntunnya menuju pendeta.
Tepat saat itu tidak sengaja dia melihat sosok orang yang dicintainya memandang kerahnya dengan mata berkaca-kaca.
Baekhyunnya
Baekhyun segera berdiri dan berjalan pergi dari gereja. Chanyeol yang melihat semua itu begitu gelisah.
"maafkan aku" kata Chanyeol kemudian berlari pergi meninggalkan kyungsoo begitu saja dan tamu undangan lain yang menatapnya heran.
"PARK CHANYEOL MAU PERGI KEMANA KAU! " teriak yunho sambil akan berlari memanggil pengawalnya.
Tapi ditahan oleh yoona dan yoora ."sayang biarlah Chanyeol memilih pendampingnya sendiri " disetujui anggukan dari yoora. "benar ayah kasihan Chanyeol "
Yunho yang mendengar perkataan istri dan putrinya,hanya terdiam memandang putra satu-satunya berlari pergi dihari pernikahannya.
.
.
.
Tuhan apa cinta sesakit ini? Mengapa sulit rasanya untuk bahagia bersamanya?
Aku mohon biarlah kami bersama.
Chanyeol berlari keluar dari gereja, dia terus berlari seperti orang kesetanan. Hingga matanya tidak sengaja menangkap Baekhyun disebrang jalan sana. Tanpa melihat kanan kiri Chanyeol berlari mengejar Baekhyun.
"Baekhyun! "teriak Chanyeol
TinnnTinnnTin...
Bunyi klakson truk terdengar nyaring di telinga. Baekhyun segera bergerak menuju Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya tersenyum melihat Baekhyun.
"Apakah ini endingnya? "batin Chanyeol dalam hati.
Mata Chanyeol perlahan menutup matanya. Tapi tiba2 rasanya tubuhnya terdorong begitu saja terhempas ke aspal.
BRAK...
Chanyeol membuka matanya terkejut. Cintanya, cintanya menggantikanya air mata Chanyeol perlahan turun.
"B-Baek.. H-Hyun... " kata Chanyeol terbata-bata berjalan kearah sosok yang bersimpuh darah.
"Baekhyun bangun, komohon jangan tinggalkan aku, aku mohonn"kata Chanyeol didalam tangisannya.
Pandangan Chanyeol mulai memburam, yang ia ingat hanya Suara sirine ambulan memenuhi kepalanya.
.
.
.
Saat itu yang ada dalam pikiranku hanya dirimu, rasamya aku ingin mengulang waktu. Biarkan aku saja yang terluka saat itu.
Cintaku aku benar-banar hancur melihatmu seperti itu.
Baekhyun...
Aku mohon...
Bertahanlah...
.
.
.
7 tahun kemudian
"Chanyeol apa kau mau menjemput taeoh ? "tanya kyungsoo pada Chanyeol .Chanyeol mendekat kearah kyungsoo sambil merapihkan jasnya.
Yah sekarang Chanyeol sudah menjadi CEO di perusahaan ayahnya, menggantikan ayahnya yang sudah pensiun.
"Iya kyung, ada apa? "Chanyeol menatap heran menepuk punggungmu Chanyeol sambil tersenyum.
"Tidak apapa Chanyeol"jawab kyungsoo sambil mengelengkan kepalanya.
" semoga kalian bahagia"kata kyungsoo dalam hati
"Cepat pergi sana, taeoh sudah menunggu "kyungsoo mendorong punggu Chanyeol menyuruh untuk segera pergi.
"iya iya kyung" Chanyeol pun berjalan pergi.
"kyungie"tepuk seseorang dari arah belakang.
"jangan sedih mereka pasti akan bahagia "jongin memeluk kyungsoo erat menyalurkan ketenangan di hati kyungsoo.
"semoga tuhan mengabulkan doa mereka"
.
.
.
Sesampainya di taman kanak-kanak, entah mengapa bibir Chanyeol tertarik membentuk senyuman. Senyum Chanyeol semakin lebar seiring langkahnya semakin dekat .Jangan tanya bagaimana penampilannya sekarang.
Chanyeol melangkahkan masuk kedalam taman kanak-kanak itu. Kakinya berjalan terus hingga sayup-sayup terdengar suara anak kecil dan orang dewasa betceloteh
"bu guru! "
"panggil pak guru sayang, pak guru ini laki-laki" kata sosok mungil sambil mencubit gemas pipi tembam anak kecil itu.
"tapi menurut taeoh pak guru cantik "seru sosok anak taeoh
"terima kasih taeoh"kata Baekhyun sambil tersenyum kecil.
"Pak guru katanya pak guru pernah kecelakaan "Taeoh memandang Baekhyun dengan pandangan sedih.
Baekhyun mengusap rambut Taeoh lembut, gemas akan kelakuan anak kecil didepannya ini. "iya Taeoh kenapa? "
"tidak, tapi biasanya kan kalau kecelakan-kecelakaan seperti itu di tv tv pasti amnesia "taeoh mengerucutkan bibirnya sambil mengerakan kedua jarinya diudarah membentuk kotak.
Baekhyun terkekeh melihat teoh bertingkah imut seperti ini. "tapi pak guru pernah amnesia loh taeoh, tapi bedanya pak guru hanya lupa orang-orang yang dulu disekitar pak guru"
"pak guru pasti sedih kan"
Baekhyun mengararahkan tangannya kerah jantungnya berdetak. "tidak, walaupun ingatan bapak hilang soal mereka tapi hati bapak tidak pernah melupakan mereka taeoh"
Chanyeol yang mendengar itu tersenyum lebar dan masuk secara tiba-tiba.
"taeoh"Chanyeol berjalan masuk sambil merentangkan kedua tangannya lebar.
"daddy... " teriak teoh sambil naik kegendongan Chanyeol.
"daddy ayah kemana? Bukannya ayah katanya mau jemput taeoh"
"ayahmu sibuk sayang" Taeoh yamg mendengar perkataan daddynya mengerucutkan bibirnya kesal. Pasalnya ayahnya sudah janji akan menjemputnya.
"ehm permisi tuan park maaf mengganggu "
"oh maaf pak guru, apa kau mau pulang ?"Chanyeol berjalan kerah Baekhyun sambil tersenyum lebar.
"iya tuan park, permisi saya mau pulang terlebih dahulu maaf. " Baekhyun hendak berjalan pergi sebelum sebuah kata-kata menghentikannya begitu saja.
"bagaimana kalau park guru ikut dengan kita? "
"tapi tuan park... Saya merasa tidak enak"Baekhyun tersenyum kikuk.
Chanyeol memandang taeoh."bukan begitu taeoh ,kau pasti ingin park guru ikut bukan? "
"iya pak guru ayoooo! "teriak taeoh,sambil menarik-narik lengan Baekhyun .sedangkan Baekhyun hanya tersenyum tipis.
Baekhyun dengan terpaksa menganggukan kepalanya. Dan sekarang dia sudah berada didalam mobil berasama taeoh dan jangan lupakan sosok tinggi yang mengendarakan mobil ini.
"pak guru apa kau tidak keberatan bila aku mengatar taeoh sebentar ke rumahnya? "
"tidak apapa tuan park, saya yang seharusnya minta maaf karena merepotkan anda yang sampai pulang dua kali"Baekhyun menundukkan kepalanya malu.
"siapa bilang saya pulang dua kali? "
"tapi tuan park-
"sebentar"kata Chanyeol dan menepikan mobilnya didepan rumah mewah yang terdapat laki-laki berkulit tan berdiri menghamumobil Chanyeol
"yak park Chanyeol kau lama sekali,mana teoh"kata jongin .Chanyeol yang mendengar omelan jongi hanya terkekeh sambil mengarahkan jarinya menunjuk ke belakang.
Jongin yang melihat itu segera berjalam menuju kursi penumpang dan menggendong teoh yang sedang tertidur. Chanyeol segera menjalankan mobilnya pergi sedangkan Baekhyun masih terbengong melihat pemandangan tadi.
"tunggu dulu jadi..."
"yup teoh bukan anakku, teoh hanya memanggilku daddy saja" kata Chanyeol sambil terkekeh melihat ekspresi Baekhyun
"dan sekarang aku menunggu orang cantik yang dengan teganya melupakanku, padahal katanya hatinya pasti mengingatku walaupun ingatanya mengehilang" Chanyeol menepihkan mobilnya dan mematikan mesin mobil tersebut.
Chanyeol mengenggam tangan Baekhyun perlahan, sedangkan yang digemggam tersentak kaget dan memandang Chanyeol dengan penuh tanya.
Chanyeol memandang Baekhyun . " Ayo kita memulai kembali" tanya Chanyeol sambil tersenyum
"Ha? "
.
.
.
.
Tuhan, terima kasih .
Baekhyun ayo kita memulai kisah cinta kita dari awal...
Kisah cinta yang memiliki akhir bahagia.
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
