I Chanbaek You 2018 - Songfict Event Present
.
Crying
By vihyunpi
Lagu yang dipilih: Missing You
Chanyeol x Baekhyun
.
Disclaimer:
Hak cipta fanfic milik author yang sebenarnya. Kami, ICU, selaku penyelenggara hanya menyediakan wadah bagi para author Chanbaek kita untuk mempublish ceritanya!
Happy Reading!
.
.
Melangkah dengan kaki telanjang, merasakan rerumputan taman yang dingin di telapak kaki. Memandang kursi putih yang basah terkena embun dilangkahkan kakinya mendekat, mengusap kursi merasakan kehangatan nyatanya hanya rasa dingin di telapak tanganya, kursi itu tak ada yang menempati.
"Melangkah dengan kaki telanjang, merasakan rerumputan taman yang dingin di telapak kaki. Memandang kursi putih yang basah terkena embun dilangkahkan kakinya mendekat, mengusap kursi merasakan kehangatan nyatanya hanya rasa dingin di telapak tanganya, kursi itu tak ada yang menempati.
"Hahahahaha"
Membalikan tubuhnya menghadap asal suara tawa, senyuman terukir di bibir tebalnya.
"Baekhyun?".
Ia melihat sosok itu berlari kearahnya dengan tawa riang memeluk sesuatu di pelukanya, mata indahnya membentuk bulan sabit.
Sosok itu duduk di kursi hadapanya, membuka sesuatu di pelukanya yang ternyata berisikan foto. Dirinya, foto itu adalah dirinya. Foto dirinya berpakaian pasien rumah sakit.
"Aku mendapat foto barumu Chanyeolie, untung hari itu aku tidak melupakan kameraku." sosok itu baekhyun tersenyum mengelus-ngelus fotonya.
Tanganya terangkat menggapai wajah Baekhyun dengan senyuman lebarnya.
"Baekhyun?". Air matanya jatuh, Sosok itu berlari pergi ketika lenganya ingin menggapai pipi Baekhyun.
Chanyeol tertawa lirih. Mengadahkan kepalanya menatap langit, air matanya tak berhenti mengalir.
"Bukan yah?". Senyuma pahit terukir di wajahnya.
Chanyeol melangkah menjauhi taman, berjalan di trotoar masih dengan kaki telanjangnya. Di depanya terlihat halte bus, langkahnya semakin cepat hampir berlari. Dadanya sesak dengan cucuran keringat dingin.
Di dudukan tubuhnya di kursi halte, mencoba menormalkan deru nafasnya.
"Dinginya"
Chanyeol melihatnya, sosok pencuri hati duduk di sampingnya memeluk tubuhnya sendiri. Chanyeol tak bisa berkedip menatap sosok Baekhyun, lenganya terangkat ingin menyentuh bahu bergetar baekhyun tapi ia urungkan. Hanya kembali menatap tubuh itu.
Hingga bus berhenti di depan mereka dan Baekhyun melangkah memasuki bus, ia mengikuti langkah perginya. Duduk di kursi paling belakang menatap tubuh Baekhyun yang duduk di kursi paling depan. Berharap bisa memeluk tubuh itu, meminta maaf dan memiliki kembali kekasihnya. Rasa penyesalan selau datang terlambat, bila bisa dia ingin memutar kembali waktu.
"Baekhyun?". Chanyeol memanggilnya hingga sosok itu memalingkan wajah menghadapnya.
Baekhyun tersunyum lembut padanya.
"Aku men- " belum sempat ia menyelesaikan perkataanya Baekhyun sudah beranjak dari tempatnya menuruni bus yang berhenti.
Ia menatap tubuh baekhyun yang berjalan menjauh dari bus. Bus kembali berjalan hingga Chanyeol hanya bisa menatap kosong keluar bus.
-
Chanyeol memandang langit-langit kamarnya, merasa kosong. Tak ada kengangatan lagi di dalam kamarnya.
"Sekarang aku sudah sembuh, kapan kau kembali?".
Air mata kembai keluar entah yang keberapa kalinya, chanyeol tak mampu membendung rasa rindunya. Berharap dalam mimpinya.
-
Di sini lah Chanyeol berada, di tempat yang sama selalu ia datangi beberapa hari ini, duduk di kursi taman.
"Belum datang yah?".
Chanyeol menatap kakinya yang tak terbalut apapun, ia selalu lupa memakai alas kaki karena terburu-buru pergi ke taman ini. Ia hanya takut terlambat menemui Baekhyun.
"Baekhyun, aku kedinginan. Kapan kau datang?". Memeluk dirinya sendiri untuk menghalangi hawa dingin yang menusuk tubuhnya yang hanya berbalut kaos tipis.
Hingga ia melihat sepasang sepatu di depanya dengan kehangatan yang menyelimuti tubuhnya, chanyeol tersenyum mendongakan kepalanya sosok yang ia tunggu tapi senyuman itu tak bertahan lama setelah ia melihat siapa yang berada di hadapanya terganti dengan senyuman pahit. Sosok itu menatapnya sendu.
"Aku sedang berolahraga, menikmati udara pagi". Ia berusaha tersenyum sebaik mungkin. Sosok itu tersenyum pahit.
"Dia sudah pergi Chanyeol, jangan mengharapkan dia lagi". Chanyeol kembali memaksakan tersenyum semakin lebar.
"Aku tidak mengharapkannya, sudah ku bilang. Aku sedang olahraga pagi Taehyung."
PLAK
Sosok itu Taehyung, menampar Chamyeol .
"Berolahraga di pagi buta tanpa alas kaki, dengan wajah berantakanmu itu? Jangan bercanda."
"Aku tidak bercanda, aku benar-benar sedang berolahraga".
"Persetan, ku bilang jangan mengharapkan dia. Relakan hyung-ku." Bentak taehyung dengan lirih di akhir kalimat. "Jalani hidupmu dengan baik, relakan hyung-ku." lanjut Taehyung.
"Sungguh aku tidak mengharapkanya kembali, aku se- "
"DIA SUDAH MATI CHANYEOL, SEKARANG DIA HIDUP DI DALAM TUBUHMU. JANTUNGNYA DIA BERIKAN AGAR KAU BISA HIDUP KEMBALI, DIA SUDAH MA-"
"DIA MASIH HIDUP, AKU SEDANG MENUNGGUNYA. DIA SELALU DATANG KEMARI DIA... dia masih hidup". Chanyeol mengguncang tubuh Taehyung dengan air mata bercucuran.
"Sadarlah Chanyeol". Taehyung menggeleng-gelengkan kepalanya. " bukan hanya kau yang kehilangan, aku juga. Dia hyung-ku satu-satunya, jadi SADARLAH". Taehyung mendorong tubuh chanyeol hingga terduduk kembali pada kursi, meninggalkan tubuh itu yang terguncang hebat.
"Dia masih hidup, dia akan datang". Chanyeol memeluk tubuhnya yang bergetar. "Kenapa kau belum datang baekhyun? Aku sendirian. Aku membutuhkanmu."
-
Sebenarnya Taehyung tak benar-benar pergi, ia melihat tubuh itu bergetar.
"Apakah kau melihatnya hyung? Orang yang kau cintai membutukanmu, ia selalu menunggumu. Bukan memberikan jantungmu, kau bisa membiarkan dia mati. Dia selau menyakitimu hyung, harusnya kau membencinya seperti aku. Lebih baik kau tak jatuh hati padanya, pasti kau masih ada disini. Aku sangat membencinya yang selau menyangkal perasaanya, dia selalu menyakitimu hyung". Air matanya jatuh, ia membalikan tubuhnya melangkah tak mampu melihat tubuh rapuh orang yang di cintai hyungnya.
Egonya terlalu besar, kebencianya sudah mendarah daging. Tapi hati nuraninya tak bisa di bohongi bahwa ia iba pada sosok itu.
Ia membalikan tubuhnya, melangkah mendekat pada Chanyeol.
"Datanglah ke pemakaman hyung ku, dia akan bersedih bila melihat keadaanmu sekarang ini". Taehyung kembali membalikan tubuhnya berjalan pergi.
Tangisan chanyeol berhenti, ia mengusap kasar bekas air matanya.
"Benar, aku akan menemuimu Baekhyun". Ia berlari ke apartementnya dengan senyuman tulus.
Membersihkan tubuhnya, membuat dirinya serapih mungkin untuk menemui Baekhyun. Mengambil kunci mobil dan mengendarai mobinya pergi ke tujuan.
"Tunggu aku Baekhyun".
BRAK
Mobil yang di kendarai chanyeol tertabrak truk, terguling dan menabrak pembatas jalan. Chayeol terpental beberapa meter dari dalam mobil.
-
Taehyung tidak tau apa dia rabun atau apa?, yang pasti ia melihat dua orang yang duduk bermesraan di bangku taman. Ia yakin bahwa yang duduk disana adalah Baekhyun dan Chanyeol.
"Apa aku ikut gila karena kehilangan Baekhyun hyung?". Ia mengucek-ngucek matanya memastikan
.
.
.
The End
Hello good people! Ayo support author kita dengan dukungan-dukungan kalian lewat kolom review! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review sesuai dengan chapter yang ingin kalian apresiasi ^^
Thankyou! Salam Chanbaek Is Real!
