Pairing : [Naruto NxRias G, Hinata H. Issei HxAkeno H]

Rate : K

Genre : Romance, Humor

Disclaimer :

Naruto Masashi Kishimoto

Warning : Jujur saya disini terinspirasi fic New Story dan tolong doanya, Kalau tidak suka tidak usah baca dan maaf kalau saya salah karena saya baru pertama kali buat fic

Summary : Naruto pergi dari kota Konoha menuju kota Kuoh untuk melupakan masa lalunya berupa Cinta kepada Hinata

.

.

.

.

.

Chapter 3

Pukul 20.30 Malam

Derap langkah kaki menggema di dinding lorong, terlihat dua orang pria, satu berambut pirang satu lagi berambut coklat. tidak ada siapapun di sana, dua orang itu terus melangkah maju. Menuju ke tempat tersembunyi di dalam lorong gelap, sebuah pintu berkaca telah menunggunya. Di celah-celah kaca itu menyala sebuah lampu yang cukup terang.

"Issei, jika aku tidak keluar dari bar ini dalam waktu 30 menit. Tolong jemput aku"

"Iyah Naruto aku akan menjemputmu, dan tadi aku sempat membuat batu nisan untukmu"

Duakkk

"Kau pikir aku akan mati hah!" Kesal Naruto sambil menjitak kepala Issei

Sebelum Naruto Kesini dia sempat memberitahu Issei, soal ajakan Rias kepada Naruto. dan Issei hanya mampu mendo'akan Naruto agar dia selamat Rohani dan Jasmaninya

Orang-orang datang ke bar bukan hanya untuk mencari bir mereka, melainkan juga menikmati suasana bar dengan pencahayaan minim, musik-musik sendu atau musik ceria, yang akan mempengaruhi rasa birmu, juga percakapan-percakapan kecil dengan orang-orang yang kamu temui di sana. Tapi berbeda dengan Naruto dia dipaksa kesini, oleh senpainya yang ganas itu.

Saat sudah sampai didalam bar Naruto menemukan dua orang gadis, satu gadis berambut merah yang mengajaknya kesini, satu lagi berambut hitam yang di ikat pony tail

"Akhirnya hik kau hik datang hik, Aku pikir hik kau tidak akan datang hik. tadinya hik Aku akan berniat hik mematahkan penismu itu" Ucap Rias dengan mata sayu sambil menunjuk selangkangan Naruto dalam keadaan mabuk

"Ara ara hik kau juga mengajak si kuning ini hik Rias" Ucap Akeno sama keadaanya dengan Rias

"Astaga kalian mabuk!" Ucap panik Naruto ketika melihat dua gadis tersebut dalam keadaan mabuk

"Memang nya hik kenapa?" Tanya Rias sambil menegak bir di mejanya

"Bagaimana kalau orang tua kalian tahu?" Naruto tidak habis pikir dengan kelakuan kedua gadis didepannya

"Orang tua yah, orang tua hik kami sibuk bekerja dan bekerja, jadi mereka hik tidak akan memarahi kami hik" Ucap Akeno dengan mata sayu

"Kemarilah Hik kau harus ikut hik" Ucap Rias sambil menyodorkan segelas bir ke arah Naruto

"Iya hik kau harus ikut hik" Ucap Akeno sambil menegak birnya

"Astaga, aku harus membawa kalian pulang"

"Pulang? Untuk apa hik" Ucap Rias

"Bahkan hik kami pulangpun, Pasti hik tidak akan di perhatikan hik" Ucap Akeno

"Hey Naruto hik kau mau kemana hik" Ucap Rias ketika melihat Naruto pergi keluar

Naruto pergi keluar dari bar itu untuk membawa Issei agar dia bisa membantunya memulangkan kedua bidadari itu.

"Hey Issei, cepat bantu aku"

"Naruto kau selamat!" Ucap Issei berlari untuk memeluk Naruto

"Astaga, Issei bukan waktunya untuk bercanda" Ucap Naruto sambil melepaskan pelukan dari Issei "sekarang kau ikut aku kedalam" Lanjutnya sambil menarik salah satu tangan Issei

"Oi Naruto pelan-pelan, tanganku kesakitan disini"

Naruto dan Issei pun masuk kedalam bar. Saat mereka melihat, terlihat lah dua gadis tadi sedang tertidur sambil bersandar di atas meja (Author sulit menjelaskannya :v)

"Astaga!!, Apa mereka habis mabuk!!!" Ucap Issei sambil menarik kerah Naruto

"Jangan dramatis Issei, dan jangan banyak bertanya. sekarang kau bantu aku untuk membawa mereka pulang" Ucap Naruto sambil melepaskan cengkraman Issei

"Tapi apa kau tahu rumah mereka?" Ucap Issei bingung pasalnya dia tidak tahu rumah mereka

"Ku pikir kau tahu Issei. Kau kan sangat mengidolakan mereka"

"Memang aku mengidolakan mereka tapi tetap saja aku tidak tahu Naruto"

"Dasar kau ini" Kesal Naruto "Karena kau mengidolakan mereka Issei sebaiknya kita bawa mereka kerumahmu, bagaimana?"

"Hmmm kurasa tidak Naruto, Ayah dan ibuku pasti memikirkan yang tidak-tidak kalau aku membawa mereka kerumahku"

"hah Baiklah, kita akan membawa mereka kerumahku saja"

"Apa kita akan mengendong mereka" Ucap Issei mengusulkan

"Hmmm mungkin, tapi tadi aku sempat melihat mobil sepertinya itu mobil mereka"

"Kalau ada mobil pasti ada kuncinya Naruto. Kita harus mencarinya dibaju mereka" Usul Issei dan terlihatlah wajahnya menampakan kemesuman

"Kau mengusulkan itu karena kau mesum Issei, Tapi apa boleh buat" Ucap Naruto menyetujui usulan Issei

Naruto langsung mencarinya dibaju Rias dan Issei mulai mencarinya dibaju Akeno. Saat Issei ketahuan Ingin berbuat macam-macam, dan itu sukses membuat kepalanya benjol oleh Naruto

"Ahhh aku mendapatkannya Issei" Ucap Naruto sambil menggenggam sebuah kunci mobil

"Bagus, Tapi siapa yang akan mengemudikannya. Sudah jelas aku tidak bisa Naruto" Ucap Issei, dia sama sekali tidak pernah mengemudikan sebuah mobil

"Tenang saja, Aku bisa Issei"

"Kau yakin Naruto"

"Aku yakin Issei, dulu aku pernah diajarkan oleh Kakekku bagaimana cara mengemudikan sebuah mobil" Ucap Naruto mengeyakinkan Issei

"Baiklah, ayo kita bawa mereka ke mobil" Ucap Issei sambil memangku Akeno yang terlelap dalam mimpi, begitu juga Naruto yang memangku Rias

Setelah itu mereka pun pergi menuju mobil milik Rias dan mengemudikannya. dan terlihat lah Naruto yang mengemudikan mobil itu ugal-ugalan dan Issei pun berteriak engga jelas didalam mobil. Setelah sampai, mobil itupun diparkirkan didepan rumah Naruto

"Hah hah hah AKU SELAMAT AKU SELAMAT" Teriak Issei setelah keluar dari mobil sambil mencium tanah

"Kau dramatis sekali Issei, seolah kau baru pertama kali naik sebuah mobil" Ucap Naruto setelah keluar dari mobil

"Kau yang baru pertama kali Naruto!, apakah kau tidak tahu cara mengemudi sebuah mobil hah!" Ucap Issei kesal

"Aku tahu Issei. Kakek ku yang mengajarkanku cara mengemudi, saat dia mabuk" Ucap Naruto watados

Issei yang mendengar itu langsung sweatdrop. 'pantas saja, dia mengemudi seperti orang gila' batinnya

"Sebaiknya kita bawa saja langsung mereka kerumahku" Ucap Naruto sambil mengeluarkan Rias

Setelah itu mereka pun membawa masuk kedua gadis itu masuk kedalam rumah Naruto dan meletakkannya dikamar Naruto. dan terlihatlah dua gadis itu tertidur

"Naruto, apakah kau memikirkan yang aku pikirkan?" Ucap Issei mesum dan ada sedikit darah dihidungnya

"yah Issei aku memikirkan apa yang kau pikirkan bahwa aku harus tidur di sofa" Ucap Naruto

"Bukan itu bodoh, Aku berfikir selagi mereka tidur kita bi~"

Bletaakk

"Kau mau berbuat macam-macam dengan mereka!" Ucap Naruto kesal

"ittaii itu sakit, kau tidak asik Naruto. Aku kan cuman bercanda" Ucap Issei sambil mengembungkan pipinya dan memalingkan wajahnya

"Dan apa-apaan sikap mu itu, sebaiknya kita keluar sebelum kau mulai berfikiran yang tidak-tidak" Ucap Naruto sambil keluar dari kamar dan disusul oleh Issei

"Oh yah Naruto bolehkah aku menginap disini?" Pinta Issei

"Tidak boleh" Tolak Naruto

"Kenapa aku tidak boleh?"

"Aku tidak mau rumahku dinodai oleh kemesumanmu itu" Sindir Naruto

"ahhh kau ini sungguh tidak asik Naruto" Ucap Issei sambil menghela nafas

"Sebaiknya kau segera tidur sana dirumahmu, karena besok kita harus sekolah" Usir Naruto

"Kau bahkan mengusirku, tega sekali kau Naruto"

Setelah itupun Issei pamit keluar dari rumah Naruto dan tidur dirumahnya. dan terlihat lah Naruto sedang melamun sambil tiduran di sofa.

drrt drrt drrt

Suara bunyi telepon Naruto dan setelah dilihat ternyata ada panggilan dari Kakeknya

[Hallo cucuku yang tersayang]

[Hallo ke, mau apa Kakek menelepon ku malam begini]

[Tidak apa-apa, Kakek cuman mau lihat keadaanmu?]

[Keadaanku cukup baik disini, dan bagaimana keadaan Kakek?]

[Kakek baik, bagaimana sekolahmu Naruto?"

[Sekolah, tidak ada masalah dan disini juga banyak orang yang seperti Kakek]

[Maksud mu]

[Maksudku disini banyak orang Mesum seperti Kakek hahaha]

[Dasar kau ini cucu durhaka]

[Hehehe, maaf Kek cuman bercanda]

[Naruto, apakah kau tidak mau kembali ke Konoha?]

[Entahlah ke, Tapi pasti suatu saat aku akan kesana. jadi Kakek tenanglah]

[Kau tahu Naruto, wanita itu terus menanyaimu Naruto]

[Benarkah?. Apakah Kakek mengungkapkan identitasku kepadanya?]

[Benar dia terus saja menanyaimu, mentang-mentang Kakek kepala sekolah disini, dan soal identitasmu Kakek masih merahasiakannya]

[Syukurlah kalau begitu, Kek katakan saja kepadanya aku ada diKuoh dan bersekolah disana]

[Apakah kau akan merencanakan sesuatu kepadanya Naruto?. kau tahu Naruto, dia sangat mencintaimu Naruto]

[Yah Aku berniat mau ngetes nya disini]

[Mengetesnya yah. Apakah kau masih mencintainya]

[Entahlah Kek Aku tidak tahu. Sudah dulu yah Kek Aku cuman ingin cepat-cepat tidur. Kakek baik-baik yah disana]

[Yah, Kau juga Naruto]

Setelah itu mereka mengakhiri perbincangan mereka. dan terlihat Naruto memejamkan matanya dan mulai tidur

.

.

.

.

.

.

.

TBC