Pairing : [Naruto NxRias G, Hinata H]

Rate : K

Genre : Romance, Humor

Disclaimer :

Naruto Masashi Kishimoto

Warning : Kalau tidak suka tidak usah baca dan maaf kalau saya salah karena saya baru pertama kali buat fic

Summary : Naruto pergi dari kota Konoha menuju kota Kuoh untuk melupakan masa lalunya berupa Cinta kepada Hinata

.

.

.

.

.

.

Chapter 5

"Ittaii. Bisakah lebih pelan lagi Senpai" Ucap Naruto meringis kesakitan

Kini terlihatlah Naruto sedang duduk di sofa sambil diobati oleh Rias dengan kafas dan betadin :v. Karena pas aksi kejar-kejaran tadi, Naruto sempat tersandung dan kepalanya pun membentur tembok dengan keras dan dia pun berdarah.

"Makannya!. jangan suka usil" Ucap Rias sambil tangannya menekan kepala Naruto yang sedang diobati.

"Ittaii itu sakit Senpai" Ucap Naruto kesakitan

kini wajah Naruto dan Rias jaraknya hanya beberapa centi, tapi mereka belum menyadarinya jarak antar keduanya. dan saat mereka saling pandang.

'Tampan/Cantik' Batin mereka berdua dan bibir mereka berdua saling mendekati satu sama lain dan akhirnya

Cup

Naruto dan Rias pun berciuman sambil memejamkan matanya. Cukup lama mereka berciuman dengan bibir mereka yang terus melekat satu sama lain seolah dunia hanya milik mereka :v.

"Ehem" Suara batuk yang di sengajai oleh Akeno

Mereka berdua langsung tersadar dari ketidak sadarannya :v. dan mereka berduapun langsung memisahkan jarak antar keduanya

"Ka-kau telah me-mencium ku Naruto!" Ucap Rias agak membentak dan tidak mau mengakui bahwa dirinya juga ambil alih dari ciuman tadi

"Ehh!"

"Ka-kau harus minta maaf BAKA!!" Ucap Rias sambil memalingkan wajahnya dan terlihat lah pipinya mulai memerah

"ehhh, kenapa harus minta maaf. Kau juga kan menikmati ciuman tadi!" Ucap Naruto tidak terima bahwa dia seorang yang menciumnya.

Ucapan Naruto sukses membuat seluruh wajah Rias langsung memerah

"Po-pokonya kau harus minta maaf!!!" Ucap Rias geram

"Aku tidak mau!"

"Pokoknya minta maaf!"

"Tidak mau!"

"DASAR DUREN!"

"TOMAT!"

"KUNING!"

"MERAH!"

"Dilangit yang biru" Ucap Issei ikut-ikutan sambil membayangkan warna pelangi. Loh ko pelangi

"DIAM KAU MESUM!!!" Ucap keduanya

Issei yang mendengar itu langsung ciut dan langsung pundung dipojok

"ara ara kalian memang serasi yah" Ucap Akeno dengan senyumnya yang membuat orang mimisan, yaah pastinya yang mimisan itu orang mesum

"KAU JUGA SAMA AKENO/SENPAI!!!"

"Maksudnya?"

"SAMA MESUMNYA!!!"

Gubrakk

'me-mereka memang serasi' Batin Akeno sweatdrop

"Kau harus minta maaf Naruto!" Ucap Rias bermaksud mau melanjutkan persoalan tadi

"Kau jugakan ambil bagian Senpai dari ci-ciuman tadi!" Ucap Naruto gagap saat mengucapkan kata ciuman

"Itu ciuman pertamaku bodoh!"

"Itu juga ciuman pertamaku!"

"Pokoknya kau harus minta maaf!"

"haa, Baiklah aku minta maaf" Ucap Naruto akhirnya mengalah

"Dan kau juga harus mengajakku ke-kencan!" Loh

"Ehhh kencan, kenapa aku harus mengajakmu kencan?" Ucap Naruto bingung

"Karena itu ciuman pertamaku!"

"Memangnya apa hubungannya ciuman dan kencan?"

"Kau ini selalu membantah yah!"

"Baiklah-baiklah, aku akan mengajakmu kencan" Ucap Naruto karena dia tidak mau berdebat lagi

"Hari Minggu jam 8 pagi diwahana taman wanahokaloki" Cari ajah digoogle

"Baiklah"

Setelah itu mereka langsung melakukan aktivitasnya masing-masing, Rias dan Akeno sedang duduk di sofa sambil nonton tv, sementara Naruto dan Issei sedang berbisik-bisik

"Hey Issei bantu aku"

"memangnya bantu apa Naruto?"

"Kau ajaklah Akeno-Senpai kencan juga"

"ehhh, memangnya kenapa?"

"Karena kau cocok dengannya" Ucap Naruto asal

"benarkah" Ucap Issei dengan mata berbinar

"Iyah"

"Baiklah aku akan mengajaknya" Ucap Issei bersemangat

'Ternyata orang mesum mudah ditipu yah' Batin Naruto

Sebenarnya alasan Naruto mengucapkan itu karena, yah karena Author juga tidak tahu.

Setelah selesai dari akal-akalan Naruto. Naruto pun melihat kedua Senpainya itu. dan mulai berjalan setelah sampai dia langsung duduk disebelah Rias.

"Mentang-mentang kau sudah menciumku, jangan seenaknya kau dekat denganku!" Ucap Rias ketus

"haah" Naruto yang mendengar itu hanya mampu menghela nafasnya. Sebenarnya ini rumah siapa sih

"Senpai?"

"Ada apa!?" Ucap Rias judes

"Apa kau dan Akeno-Senpai tidak mau pulang?"

"Apakah kau mau mengusir kami?" Ucap Rias sedih

"Bu-bukan itu maksudku" Ucap Naruto jadi salah tingkah

"Lalu?"

"Apa ayah dan ibu kalian tidak khawatir Senpai?"

"Mereka sibuk dengan pekerjaannya jadi kurasa mereka tidak akan khawatir dan tidak mau mengkhawatirkan kami" Ucap Rias datar

"Pasti mereka khawatir Senpai. Setiap orang tua pasti khawatir dengan anaknya. Kau salah menanggapi kalau orang tua kalian tidak khawatir dengan kalian" Ucap Naruto coba menasehati

"Kau tidak mengerti Naruto" Ucap Akeno

"Aku mengerti Senpai, sangat mengerti. Orang tua kalian bekerja pagi dan malam hanya untuk menafkahi kalian walaupun mereka sibuk tapi itu semua untuk kalian. Mereka bekerja selama bertahun-tahun, mungkin bukan karena mereka menyukainya, tetapi untuk bertahan. Orang tua mencari nafkah dengan segala resikonya, agar anak-anaknya punya bekal di masa depan. Apapun pilihan profesi orang tua kalian, cara mereka mendidik kalian, semua untuk kesejahteraan anak-anak kalian. Jika mereka lalai, ingat saja bahwa tiap tetas keringatnya adalah berkat dan panduan kalian untuk hidup lebih baik. Betapa banyak yang diberikan orang tua kita, betapa sedikit yang bisa kita balas. Namun dengan menjadi anak yang baik akan jauh membuat peluhnya terasa begitu nikmat" Ucap Naruto dengan lembut lalu Naruto memejamkan matanya "Jadi cobalah berbicara dan minta maaflah kepada orang tua kalian sebelum kalian menyesal" Lanjutnya

tes tes tes

Tak terasa air mata jatuh dari kedua mata Rias dan Akeno. Mereka mengerti sekarang bahwa orang tua mereka bekerja hanya untuk dirinya

"Hiks arigatou hiks Naruto-kun" Ucap Rias, lalu Rias pun langsung memeluk Naruto dan menangis akan kesalahannya. Naruto yang dipeluk hanya mampu tersenyum dan membalas pelukan Rias

Akeno yang tidak ada objek untuk dipeluk lalu melihat Issei yang entah sejak kapan sudah berada disisinya. Lalu Akeno pun langsung memeluk Issei sambil menangis. Issei yang dipeluk idolanya tentu saja bahagia dan langsung membalas pelukan dari Akeno.

'Hey Naruto' Kode kedip Issei saat Naruto dan Issei saling pandang :v

'Ada apa' Kode kedip Naruto

'Kapan ini berakhir' Kode kedip Issei

'Entahlah' Kode kedip Naruto

Setelah puas menangis Rias dan Akeno langsung melepaskan pelukan mereka.

"Arigatou Naruto-kun" Ucap Rias tulus

"Sama-sama Senpai" Ucap Naruto dengan senyuman yang menghangatkan

deg deg deg

'Kenapa jantungku berdetak dengan cepat' Batin Rias saat melihat senyuman hangat Naruto dan terlihatlah kedua pipinya memerah

"Hey Senpai, pipimu memerah tuh. Apakah kau jatuh cinta padaku" Ucap Naruto narsis bermaksud bergurau untuk mencairkan suasana

Bletaakk

"Ittaii"

"DASAR BODOH!!!" Teriak Rias tidak jelas lalu diapun pergi menuju kamar Naruto.

"ara ara kau membuatnya marah Naruto-kun" Ucap Akeno

"Aku kan cuman bercanda" Ucap Naruto polos

.

Skip

Setelah kejadian tadi Rias dan Akeno pun langsung pamit untuk pulang kerumahnya masing-masing. Issei juga langsung pamit kerumahnya.

Dan terlihat lah Naruto sedang memegangi sebuah foto, didalam foto tersebut terlihatlah pria dewasa berambut kuning dan disebelahnya terdapat wanita dewasa sedang menggendong seorang bayi.

Tes tes tes

Cairan bening keluar dari mata Naruto dan menetes di foto yang sedang dipeganginya itu.

"Ayah Ibu, Naru rindu kalian"

.

Skip

Pukul 06.30

Kini Naruto dan Issei terlihat sedang berjalan bersamaan menuju sekolahnya.

"Hey Naruto"

"Apa?"

"Kau hebat"

"maksudmu?"

"Yah kau hebat bisa membuat Rias-Senpai dan Akeno-Senpai menangis, dan lebih hebatnya lagi kau bisa membuat Akeno-Senpai memelukku, dan saat itu aku bisa merasakan da~"

Bletaakk

"Ittaii"

"Jangan diteruskan Issei. Aku mengatakannya dengan tulus dan tanpa maksud apa-apa bodoh!"

"Tapi tetap saja kau hebat Naruto" Ucap Issei sambil mengacungkan jempol

Setelah sampai disekolah mereka berdua langsung masuk ke kelasnya dan memulai Pelajarannya.

Teng teng teng

Tak terasa bel istirahat berbunyi dan membuat hampir semua siswa dan siswi langsung berhamburan ke kantin.

Terlihat Naruto dan Trio mesum sedang makan dan duduk di meja kantin yang telah disediakan.

"Naruto-kun bolehkah kami duduk disini" Ucap Rias tiba-tiba datang bersama Akeno disampinya sambil membawa makanan ditangannya.

Naruto yang melihat Rias dan Akeno langsung mempersilahkan mereka duduk. Sementara Matsuda dan motohama yang melihat Rias dan Akeno duduk bersamanya hanya melotot dan membukakan rahangnya lebar-lebar.

"Naruto-kun malam ini kau harus ikut aku ke acara ulang tahun temanku" Ucap Rias tiba-tiba

"ehhh. Memangnya kemana Senpai?" Tanya Naruto kaget

"Ikut saja dan kau juga harus ikut Issei" Kali ini Akeno yang berbicara

"Aku juga harus ikut?" Tanya Issei sambil menunjuk dirinya sendiri

"Kau tidak mau yah?" Ucap Akeno pura-pura sedih

"I-iyah aku mau"

"Baguslah kalau gitu" Ucap Rias

"Memangnya dimana acaranya Senpai?" Tanya Naruto

"Letaknya diKonoha jam 8 malam, tapi aku akan menjemput kalian jam 7" Ucap Rias

'Konoha yah, kurasa ini akan sedikit menarik' Batin Naruto

.

Skip

Teng teng teng

Suara bel tanda bahwa pelajaran telah usai, semua murid mulai berhamburan keluar kelas untuk menuju rumahnya masing-masing atau melakukan apa yang biasanya dilakukan sekarang.

"Hey Naruto kau tidak bekerja kan sekarang?" Tanya Issei sambil menggandeng tasnya

"Tidak Issei, tadi aku dikabari oleh Raynare-Senpai bahwa cafe tutup untuk seminggu ke depan"

"Memangnya ada apa?"

"Entahlah aku juga tidak tahu"

Skip lagi

Pukul 06.45

Kini Naruto sedang berkaca, Wajahnya hampir mirip seperti ayahnya. Dia juga mengenakan pakaian Tuxedo dan ada bunga mawarnya.

Tok tok tok

"Bentar!" Ucap Naruto agak keras setelah mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya.

Naruto keluar dari kamarnya untuk menuju pintu rumahnya

"Yo Naruto apakah kau siap" Ucap Issei sambil mengenakan pakaian kemeja dan celena lepis :v.

"Seharunya aku yang bertanya, apakah kau tidak punya pakaian Tuxedo Issei?"

"Tentu saja aku punya"

"Kenapa tidak kau pakai?"

"Memangnya harus, kan ini cuman acara ulang tahun"

"haah, memang acara ulang tahun, tapi yang ulang tahunnya itu orang kaya Issei dan kebanyakan yang diundangnya itu orang kaya"

"Bagaimana kau tahu?... Tapi Wokelah, Aku akan ganti"

Setelah mengucapkan itu Issei langsung pergi kerumahnya dan berganti pakaian dengan pakain Tuxedo.

Tit tit tit

Suara bunyi klakson mobil yang berasal didepan rumahnya Naruto

"Hey Naruto-kun cepat masuk dan dimana Issei?" Ucap seseorang didalam mobil dan ternyata itu Rias dan didalamnya juga ada Akeno

"Aku disini" Ucap Issei yang tiba-tiba muncul

"Iyah tunggu sebentar" Ucap Naruto sambil mengunci pintunya.

Naruto dan Issei pun berjalan kearah mobil, setelah sampai mereka langsung masuk.

"ara ara kalian lebih tampan dari biasanya" Ucap Akeno yang memakai dress berwarna biru dan terlihat sangat cantik

"Kau benar Akeno" Ucap Rias yang memakai dress berwarna merah sesuai rambutnya dan terlihat sangat cantik

"Kalian juga sangat cantik dari biasanya" Ucap Naruto jujur

Blush

Rias yang mendengar itu langsung merah pipinya tanpa disadari oleh siapapun.

'Ada apa denganku' Batin Rias

"Ngomong-ngomong Senpai siapa yang ulang tahun?" Ucap Issei

"Uchiha Sasuke, Issei-kun" Ucap Akeno

'Ternyata si teme' Batin Naruto

.

Skip

"Astaga!, ini namanya bukan Rumah tapi Istana!" Ucap Issei katro

Kini mereka berempat telah sampai di rumah Uchiha dan akan masuk kedalam

"Mana undangan kalian" Ucap salah satu penjaga

Rias lalu menyodorkan surat undangan dan dipersilahkan masuk

Setelah itu mereka pun langsung masuk kedalam. setelah masuk kedalam Rumah yang megah, ruangan itu sendiri dihias dengan hiasan yang super cantik dan mengesankan. Meja dan kursi ditata serapi mungkin lengkap dengan hiasan yang mewah dan mengagumkan. Lampu-lampu di ruangan juga ditata sekeren dan semenakjubkan mungkin. Ribuan tangkai bunga mawar digunakan untuk menghias aula. Tak hanya itu saja, suasana pesta dan ruangan menjadi semakin mengagumkan karena ada beberapa burung merak yang dibuat sebagai hiasan di sana. yang lebih mengesankan, pesta tersebut turut dimeriahkan oleh penyanyi ternama yaitu Mars Bruno.

Greb

"ehhh"

Terlihat Rias sedang memeluk lengan kanan Naruto dan berjalan bersama. sementara Akeno juga sama memeluk tangan Issei. Issei yang langsung dipeluk lengannya langsung mimisan karena sesuatu yang kenyal menempel di lengannya.

"Dan jangan panggil aku Senpai lagi tapi Rias-chan" Bisik Rias kepada Naruto dan begitu juga Akeno kepada Issei

Naruto dan Issei yang mendengar itu hanya tersenyum. Karena ada yang menerima mereka apa adanya

Semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke dua pasang kekasih yang baru masuk. Ada yang mendesak kagum, terpesona dll. juga ada yang menatap rendah kepada salah satu dari mereka berempat.

"Hn, Rias kupikir kau tidak akan kesini" Ucap yang berulang tahun Uchiha Sasuke sambil berjalan kearah mereka

"Tentu saja aku datang, Oh Iyah perkenalkan in~"

"Dobe" Kaget Sasuke saat melihat Naruto

"Teme" Ucap Naruto datar

"Darimana saja kau!, Aku mencarimu" Ucap Sasuke serius

"Ada banyak hal Sasuke" Ucap Naruto

"Wah jadi kalian sudah saling kenal?" Ucap Rias senang

"Yah dia sahabatku"

"Bagaimana bisa?"

"Kami sejak kecil selalu bersama dan orang tua kami juga bersahabat" Ucap Sasuke menjelaskan

"Ehhh, memang siapa orang tua Naruto?" Tanya Rias, soalnya dia belum tahu orang tua Naruto hingga saat ini.

"Orang tua ku sudah meninggal Rias" Ucap Naruto menundukan kepalanya

"Ma-maaf kan aku Naruto-kun" Ucap Rias menyesal

"Tak apa" Ucap Naruto sambil tersenyum tulus

Rias yang melihat senyum Naruto langsung merona

"Teme kenalkan dia Hyodou Issei dan di sebelahnya~"

"Himejima Akeno dia juga temanku sama seperti Rias" Ucap Sasuke memotong ucapan Naruto

"Kau ini tidak berubah yah" Ucap Naruto

Mereka berlima terus berbincang-bincang sampai lupa ada seseorang yang mendatanginya.

"Na-Naruto-kun"

Naruto yang merasa dipanggil langsung menengok. Saat melihat, dia melihat gadis cantik bermata lavender, bibir mungil, hidung mancung, pipi tembem yang manis, berambut hitam agak kebiruan dan memakai dress berwarna Biru. Naruto yang melihat gadis itu sempat kaget tapi kekagetannya digantikan dengan sakit hatinya.

"Oh Hyuuga-sama ada apa?"

Hinata yang dipanggil seperti itu tiba-tiba dadanya terasa tercekik. Dia sebenarnya sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk bertemu Naruto, untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan Naruto.

"A-aku ma-ma-mau~"

"Mau apa, dari seseorang seperti saya, saya tidak punya apapun untuk diberikan kepada anda, saya ini miskin dan tidak memiliki orang tua, jadi saya tidak bisa memberikan apapun untuk anda" Ucap Naruto sinis

Tes tes tes

Tetesan air yang berasal dari kedua mata Hinata. Hatinya sakit dan pedih saat Naruto mengucapkan itu. Sungguh dia menyesali apa yang telah diperbuatnya.

"Kenapa menangis heh, kau menyesal, memang seharusnya seperti itu, kalau kau ingin disebut manusia" Ucap Naruto seperti bukan dirinya

"Naruto!, kenapa dengan dirimu!" Ucap Rias sedikit membentak Naruto. Dia sempat kaget, kenapa Naruto bersikap seperti itu. lalu Rias mendekati Hinata mencoba untuk menenangkannya

Naruto yang dibentak langsung tersadar akan kelakuannya

"Maaf" Ucap Naruto sambil sedikit membungkukkan Badannya sesudah itu dia langsung pergi begitu saja.

"Sebaiknya kita duduk yah" Ucap Rias lembut lalu menuntun Hinata untuk duduk ditempat yang kosong dan jauh dari kerumunan.

"Hiks Aku ini bodoh hiks" Isak Hinata sambil meremas dress nya

"Tenanglah" Ucap Rias menenangkan Hinata "Jadi siapa namamu?" Lanjut Rias

"hiks Hyuuga Hinata hiks"

"Namaku Rias Gremory...Memang kenapa kamu bisa seperti ini Hinata?" Tanya Rias lembut

"Aku hiks melakukan kesalahan hiks kepadanya hiks" Isak Hinata yang belum reda

"Memang kesalahan apa, sampai bisa seperti ini?"

Hinatapun mulai bercerita dari awal sampai akhir hubungannya dengan Naruto dan dialiri air mata yang belum reda.

Sementara ditempat lain dibelakang Rumah Uchiha

Kini terlihat Naruto sedang duduk di taman sambil menatap bulan. Bulan yang sangat indah mengingatkannya pada gadis tadi.

"Yo Dobe" Ucap Seseorang berambut raven sambil berjalan mendekati Naruto.

"Boleh aku duduk?"

"Ini rumahmu bukan rumahku"

Sasukepun duduk disebelah Naruto yang sedang menatap bulan.

"Bulan yang indah yah" Ucap Sasuke busa-basi

"Yah indah sampai membuatku muak"

Sasuke tahu apa yang diucapkan Naruto.

"Sudahlah Naruto, maafkanlah dia. kau tahu dia itu sangat mencintaimu. Sudah cukup dia menderita karenamu Naruto. Jadi maafkanlah dia"

Naruto hanya diam, dia hanya ingin sendirian untuk saat ini.

"Baiklah kalau gitu, aku tinggal dulu" Ucap Sasuke lalu dia pun pergi masuk kedalam acaranya. Sasuke berfikir bahwa Naruto ingin sendirian.

Ditempat Rias dan Hinata

"Jadi seperti itu yah, jujur saja aku sempat marah tadi saat mendengar ceritamu tapi saat melihat perjuanganmu ternyata cintamu tulus kepadanya" Ucap Rias

"Arigatou" Ucap Hinata yang telah reda tangisannya.

"Sama-sama, Sebenarnya aku juga mencintai Naruto-kun sama sepertimu. Tapi saat melihat perjuanganmu, kita bisa berbagi" Ucap Rias sambil tersenyum

Awalnya Hinata terkejut tapi akhirnya dia mengangguk dan tersenyum

"Jadi aku akan membantumu untuk meminta maaf, bagaimana?" Ucap Rias menawarkan

"Ba-bagaimana kalau aku tidak dimaafkan oleh Naruto-kun?" Ucap Hinata takut kalau dia tidak dimaafkan oleh Naruto.

"Tenang saja dia baik ko, malah sangat baik. Kalau dia tidak mau memaafkanmu, maka aku akan mematahkan penisnya" Ucap Rias sambil mempraktekan cara mematahkannya.

"Hihihihi" Hinata hanya terkikik geli mendengar ucapan Rias

Rias yang melihat Hinata tertawa hanya tersenyum. Dia berhasil membuat Hinata ceria.

Sementara ditempat Naruto

Kini terlihat Naruto sedang berjalan masuk kedalam. Saat didalam Naruto langsung dicegat oleh tiga orang.

"Mau apa kau kesini pecundang" Ucap Seseorang yang memiliki tato segitiga terbalik dipipinya yang bernama Kiba

Naruto yang mendengar itu langsung berhenti berjalan.

"Iyah mau apa kau kesini!" Ucap gadis berambut pirang dipony tail yang bernama Ino

"Kau tidak layak disini!" Ucap gadis berambut pink yang bernama Sakura

"Sebaiknya kau pergi saja!"

"Yah pergi saja!"

Semua orang yang mendengar keributan itu langsung mengalihkan pandangannya. Dan mulai berbisik-bisik tentang Naruto

"Pencundang sepertimu tidak pantas disini!"

"Kau itu miskin dan tidak punya apapun jadi pergi saja kau dari sini"

"Apakah orang tuamu bodoh tidak mengaja~"

Buaak

"SI-SIAPA YANG BERANI MEMUKULKU!!!" Ucap Kiba tersungkur saat dipukul

"Aku!" Ucap Issei

"Kau!! berani memukulku!, apakah kau tidak tahu siapa Aku hah!!!" Ucap Kiba bangkit

"Aku tidak tahu siapa dirimu, yang ku tahu, Aku harus menghajar siapapun yang berani menghina temanku" Ucap Issei dengan gagahnya :v

"Awas kau!!!" Ucap Kiba sambil melayangkan tinjunya kearah wajah Issei

Tap

Sebelum Tinju Kiba sempat mengenai Issei, Seseorang telah menangkapnya

"Kau telah melakukan kesalahan" Ucap Naruto dengan aura menyeramkan

Kiba yang mendengar itu langsung mundur

"Hahahahahahaha" Tawa Naruto yang lama kelamaan semakin kencang "Cukup dengan sandiwaranya" Lanjutnya

"A-apa maksudmu?" Ucap Kiba

"Apakah kalian tidak tahu kalian bersekolah dimana?" Ucap Naruto

"Tentu saja tahu, Kami bersekolah di Konoha High School sekolah kalangan atas" Ucap Kiba sombong

"Dan juga kalian tahu siapa pemiliknya?" Ucap Naruto

"Apa yang kau bicarakan?" Ucap Kiba

"Sekolah itu adalah milik Naruto yang sekarang ditangani oleh Kakek nya Jiraiya" Ucap Sasuke sambil berjalan kearah mereka

"Dan kebanyakan orang tua diantara kalian bekerja untuk Namikaze Minato Ayahnya Naruto yang sekarang sudah meninggal" Lanjut Sasuke

"A-aku ti-tidak pe-percaya ini" Ucap Kiba tidak percaya

"Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa menanyakannya langsung kepada orang tua kalian" Ucap Sasuke

Semua orang terdiam tidak berani memulai bicara, mereka telah melakukan kesalahan besar.

Naruto langsung pergi keluar dari pesta itu dan susul oleh Issei.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC