SELAMAT DATANG

Hinata sontak kaget namanya dipanggil seseorang dibelakangnya.

"I-ino...apa yang kamu lakukan disini? Bukankah Kakashi-sensei sudah menyuruh mu untuk menyelidiki pohon yang berada di Berst Village?" tanya Hinata.

"Tentu, aku mau berangkat sekarang, namun aku melihat sepertinya ada kejadian menarik sampai dimana kau mengaktifkan Byakuggan mu itu Hi-na-ta-chan~" lirik Ino kepada Hinata.

Blusshh

Digoda seperti itu Hinata langsung memerah wajahnya dan me-Nonaktifkan Byakuggan miliknya dan menutup wajahnya...malu.

Dua orang Kiba dan Naruto berhasil lolos dari maut nampaknya, itu dilihat mereka sudah mulai berdiri tegak kembali walaupun kondisi mereka yang belum pulih dari jeratan Byakuggan milik Hinata.

"Ck...sial, Hei cewek aneh! Bukan aku yang memulai Challange ini tapi, tuh" tunjuk Kiba kepada Naruto yang berada dekat disampingnya yang sedang memasukkan Pedangnya kembali.

"Ha?! Kau sendiri yang mengejekku duluan, Bodoh! Aku tidak suka ada orang yang menghinaku" tatap Naruto sambil menunjuk Kiba balik.

Hinata yang daritadi mendengar ocehan mereka berdua hendak meng-Aktifkan Byakuggan nya kembali namun, tertahan oleh Ino yang sedang memegang kedua payudara besar milik Hinata.

"Pssttt...sayang~ jangan marah lagi bagaimana kalo kita tinggalkan mereka berdua dan melakukan 'itu' di kamar pribadi kita..hmmm.."bisik Ino tepat ke telinga kanan Hinata.

"AKH!" pekik Hinata saat tangan Ino mencubit putingnya yang mulai mengeras.

"Wait...WTF is that shit, omg!" teriak Kiba dan Naruto bersamaan. Mereka tidak jadi Challenge dan asyik menyaksikan kejadian didepan mereka sekarang.

'Lumayan tontonan gratis hehehe' senyum mereka berdua.

Ino yang daritadi melihat gerak-gerik mencurigakan mereka berdua, lalu dengan lantang berbicara...

"Aku Yamanaka Ino putri dari Clan Yamanaka sebagai Wakil Divisi Diamond Sekolah Aleccius memerintahkan kalian berdua untuk pergi dari sini!" tegas Ino.

Bukan main mata Ino Shappire Biru itu berubah menjadi merah darah, sangat menakutkan. Lagi...Naruto dan Kiba dibuat ketakutan akah hal itu, sial.

Tiba-tiba Naruto dan Kiba membungkuk bersamaan.

"Maafkan kami putri Yamanaka-san. Kami disini hanya orang kota yang ingin mendaftar di Sekolah Allecius ini tidak ada maksud lain dari kami apalagi sampai mencoreng nama baik sekolah ini" hormat mereka.

Namun, Ino tidak bisa menerima begitu saja. Ditatap mereka berdua sekali lagi lebih tajam dan hampir keduanya tersungkur jatuh. Namun...

"Aku Aburame Shino meminta kemurahan hatinya seorang putri Yamanaka-san untuk membebaskan mereka berdua" tutur Shino dari belakang, sebenarnya Shino mau saja membantu langsung hanya saja dia malas dan ingin melihat kejadian ini sampai mana ujungnya.

"A-aburame? Ck!" decih Ino menatap jijik mereka bertiga."Baiklah aku akan melepaskan kalian dan ingat aku akan mengawasi kalian bertiga dalam upacara penerimaan siswa baru Sekolah Allecius ini, khususnya kau.."tunjuk Ino ke Shino.

"Aku?" tanya Shino balik.

"Ya, walaupun kau anak bangsawan Aburame tapi, jangan harap kau bisa tenang di sekolah ini walaupun derajat keluarga bangsawan kita sama. Camkan itu!" teriak Ino. Sambil meninggalkan tempat itu bersama Hinata.

"Hah...gila cewek cewek di sekolah ini memang sangat hebat dan penuh kekuatan yang misterius" ucap Naruto yang mengatur nafasnya kembali.

"Thanks Shino kalau kau tidak disini mungkin aku dan Naruto sudah jadi 'Mainan' mereka nanti hiii" Kiba merinding ketakutan.

"Sans teman...lebih baik kita segera mendaftar ke meja pendaftaran sekolah didepan sana" tunjuk Shino.

"Ok!"

Mereka bertiga akan mengingat kejadian ini sungguh diluar pemikiran mereka pastinya.

Di sisi lain kota

Aku berjalan menelusuri tiap hutan yang lebat dan luasnya ini. Namun, tidak menemukan apapun disini, sial bukankah dipesan itu tertulis 'Selamat datang di Berst Village' kota apanya bangsat! Hutan semua ini. Keluhku.

Setelah hampir satu setengah jam berjalan lurus kedepan dari 'Pohon besar' tiba aku didesa yang dimaksud. Yah, aku berada tepat didepan gerbang Berst Village well, untuk ukuran desa cukup besar kurasa.

Aku memasuki perdesaan tersebut sambil menatap bangunan sekitar, bangunan layaknya khas masa kerajaan dulu.

'Ini aneh, apa dunia ini pemerintahannya menggunakan sistem kerajaan? Sangat berbeda dari Jepang' pikirku sambil berjalan dijalan setapak desa.

Kulihat kanan dan kiri banyak orang yang berjualan, bermain, bercanda ria, dan ada pula yang menatapku dengan pandangan anehh. Jujur itu membuatku sedikit risih.

Setelah jalan beberapa meter dari gerbang desa, sampailah aku didepan sebuah kafe. Well, ga sebagus di kehidupan ku sebelumnya di Jepang sih tapi, yah untuk kualitas dan rasa mungkin sama.

Kulangkahkan kaki dan masuk kedalam kafe tersebut. Saat kubuka pintu kafe tersebut dan berjalan menuju meja pemesanan banyak yang menatapku aneh dan sinis, entah kenapa jujur rasanya aku ingin sekali...MEMBUNUH MEREKA. Aku menyeringai sedikit.

"A-ano...maaf tuan, apakah tuan orang baru di desa kami?" tanya seorang gadis yang tingginya se-dada ku yang menatap dengan cemas sambil memegang piringan untuk menyediakan menu ke pelanggan.

Jujur niat membunuhku langsung hilang karena sapaannya. Tunggu dia bisa berbahasa Jepang? Aku berpikir sejenak.

"Tunggu, kau berbahasa Jepang barusan? Mmm..."

"A-aku Hirano-san, tuan. Maaf mengagetkan mu barusan" ucapnya malu malu sambil menundukkan pandangannya kepadaku.

'Hmmm ini bisa jadi gadis pertama yang disini yang akan menjadi 'Budak Seks ku', bukan? HAHAHAHA' aku menyeringai kembali dan menatapnya.

"Ah tidak perlu khawatir, seperti yang kau bilang yah aku orang baru di desa ini. Apa aku bisa memesan beberapa makanan serta minuman?" tanyaku sambil tersenyum kepadanya.

BLUSSHHH

Kulihat wajahnya memerah akan senyuman ku, dan ia mengangguk pelan.

"Baiklah, aku pesan sandwich dua, satu bungkus. Kalo minumannya...hmm...ah! itu jus jeruk dan jus apel. Oh ya yang jus apel bungkus yah, tolong~" senyumku kembali.

Jujur rasa penasaranku terhadap gadis didepanku ini sangatlah tinggi. Shit bro! Lu liat aja apa yang ada didepan gue sekarang, gadis yang mungkin sebaya anak SMA dan mempunyai bibir yang sensual serta lipstik pinknya, ah! Jangan lupakan dadanya yang bisa kulihat menonjol keluar. Yah~ karena aku lebih tinggi darinya.

"OK!" kata Hirano sambil tersenyum balik padaku.

Kulangkahkan kaki ku ke meja kosong dibawah tangga dipojok sana. Tentu saja ini kafe 2 lantai cukup megah sih tapi yang membuatnya menarik adalah gadis Hirano tersebut, FUCK! Umpatku saat melihat nya berlarian untuk mengantar pesanan ke orang orang. Pantatnya yang sintal, dadanya yang bergoyang mengikuti irama larinya sungguh...AKU INGIN SEKALI MENJAMAHNYA SEKARANG. Pikirku liar.

Suasana kafe yang ramai membuat Hirano sibuk kesana kemari mengantar dan mencatat pesanan dari pelanggan. Sepertinya aku bakal lama di kafe ini mengingat pesananku yang terakhir.

Tiba-tiba, 3 orang yang duduk dua meja didepanku berdiri dan berjalan sombong menuju kearahku. Kulihat dua orang mereka yang berkulit hitam dan bermata putih serta yang berkulit kecoklatan dan rambut jabriknya sedang mencoba mengeluarkan pedang yang mereka pasang di samping kanan badan mereka.

'Cih si jabrik itu mengingatkan ku tentang orang yang menusukku dari belakang saat melawan Baron Cs (Baca Chap.1 nya hehehe)' pikirku.

"Oi! Bocah….sepertinya kau baru disini huh?!" Tanya temannya satu lagi orang ke tiga, badannya kurus kerempeng dan suka menjulurkan lidahnya. Ia menanyaiku sambil membilah pisau tajam berwarna perak ke lidahnya(Di jilat jilat).

"Bukankah sudah aku bilang pada pelayan disana itu?" sambil menunjuk kepada Hirano yang sedang melayani pelanggan lainnya. "Aku memang pendatang baru ke desa ini….ada yang bisa kubantu?" tawarku. Ku mencoba untuk mengontrol emosiku saat ini.

Semua pandangan menatap ke kami ber-Empat termasuk Hirano yang kulihat dia melihatku dengan tatapan sedih dan kasihan…seperti orang yang akan…DIBUNUH.

"Bantu huh?...pfftt HAHAHAHAHA COBA SAJA KAU BANTU DIRIMU DAHULU KARENA KAMI AKAN MEMBUNUHMU DAN AKAN MENJARAH SEMUA HARTAMU!" teriak si krempeng itu sambil menjentikkan jarinya. Dua orang disebelahnya langsung menyerangku, sial.

DUARRRR

PTAKKK

CRAAKKKKK!

Meja dan tempat duduk kafe hancur lebur akibat serangan dua orang yang bersamaan tadi, untung saja reflek ku cepat sehingga dapat menghindari serangan kejut mereka berdua. Dengan melompat kebelakang sebanyak 2 kali agar 'jarak' kami tidak cukup dekat.

Kulihat banyak asap yang mengebul disekitaran mereka, dan….

'A-apa apaan pedang mereka berdua?' pikirku terkejut melihat pedang mereka. Pedang si hitam Nampak mengeluarkan aura hitam dan pedang si jabrik ada aura dan kilatan petir menjalar di pedangnya.

"Hoo~ bagus juga reflekmu orang asing….tapi, itu belum cukup cepat untuk TANGAN KIRIMU ITU AHAHAHAHA!" teriak tawa si krempeng sambil menunjuk ke tangan kiriku yang sudah tergeletak di meja dan kursi yang sudah hancur itu.

Kulihat kesamping kiri tanganku dan benar saja...

"AAKHHH!" teriak ku jatuh kesakitan. Sial bagaimana ini bias terjadi, kurasa sudah cukup cepat diriku menghindar dari serangannya namun, itu belum cukup sepertinya.

Mereka bertiga dengan bersamaan menghajarku habis-habisan tangan kanan dan kedua kakiku di injak dan dipatahkan oleh mereka. Setelah itu si jabrik menendang keluar aku dari kafe tersebut.

BRAKKK!

Tubuhku terpental cukup jauh dan menabrak pedagang disana yang sedang berjualan. Suasana mencekam pada saat itu, mereka bertiga ternyata seorang preman di desa itu yang ditakuti wilayah tersebut. Hampir semua warga dimintai upah dan yang tidak memberikan mereka upah? Kalian tahu sendiri jawabannya bukan?

Dengan kesadaran yang tersisa aku coba untuk membuka Statusku sekarang, dengan mengayunkan jari dari bawah keatas dan muncullah Statusnya. Aku terkejut saat melihatnya….

{BIODATA}

Nama: Uchiha Sasuke HP: 10/100

Umur: 15 Tahun Mana: 250/250

Level: tidak ada Status: Penduduk Desa I

{INVENTORY}

1 x Pisau 'Green Wood'

10 x Health Recovery

10 x Mana Recovery

{MONEY}

Gold: 1000

Silver: 500

{SKILLS}

-Sharingan eyes- [Upgrade]

-Flash Attack-

What? Hp ku tinggal 10 lagi? Sial jika aku mati disini maka tidak ada jaminan aku akan hidup kembali bukan? Fuck! Kesalku.

Mereka bertiga tersenyum dalam kafe sana dan berjalan kearahku dengan santai. Karena mereka pasti akan memenangkan pertarungan ini, bukan? Dan yah aku akan mati (lagi) sepertinya. Kuhembuskan nafas perlahan dan melihat kembali Status milikku…eh?...

"HAHAHAHA kau orang asing yang sok jagoan ternyata, lihat tubuhmu sudah mengeluarkan darah yang banyak, jari jari kakimu sudah kami patahkan sehingga kau tak dapat berdiri lagi serta….TANGAN KIRIMU KAMI TEBAS DAN MATA KIRIMU KAMI CONGKEL HAHAHAHA LIHAT INI PECUNDANG!" tawa teriakan si krempeng semakin menjadi jadi….dia mencongkel bola mataku, sekarang dia memainkan bola mataku ditangannya sambil dilempar lempar layaknya bola kecil.

"Sepertinya dia sudah mati, tuan Zabuza" kata si jabrik

"Benar, bahkan Iblis pun tidak akan sanggup berdiri dan melawan kita kalau keadaannya seperti itu" kata si hitam

"Kalian benar wahai anak buahku yang setia….Sekarang, Zuck(Si jabrik) dan Mouso(Si hitam) kalian tau apa yang harus kalian lakukan bukan? HAHAHAHA!" tawanya.

Kulihat mereka berdua jalan kearahku dan siap mengeluarkan pedang mereka untuk membunuhku dan…

Beast Mode : ON

SWUUUTTT

TANG!

Mereka berdua terkejut dan si Zabuza pemimpin mereka dibelakang pun sama halnya begitu.

"K-kau darimana dapat senjata itu?" Tanya Zuck kepadaku.

Kutatap mereka berdua bersamaan dan menyeringai kearah mereka

SLASHHHH

CROOOOTTTT

BRUKK

Entah apa yang menguasai diriku sekarang aku sudah tidak peduli lagi, layar Status ku berubah ubah layak glitch yang terjadi. "Ti-tidak mungkin..K-kau membunuh mereka sekaligus, lagipula apa apaan pedang dan matamu itu?!" teriak Zabuza ketakutan dan jatuh ketanah

Ya aku membunuh mereka berdua Zuck dan Mouso sekaligus, saat aku terjatuh tadi aku berpura pura pingsan setelah mengetahui bahwa di Inventory ku ada sebuah pisau yang bertuliskan 'Green Wood' langsung saja ku tekan Item di layar statusku dan pisau tersebut langsung berada di tangan kananku. Mangkanya tadi saat mereka berdua bersamaan menebaskan pedangnya kearahku dengan ayunan tenaga terakhir aku menggenggam erat pisau ini dan TANG! Aku berhasil menghalagi ke-Dua pedang mereka yang hendak menebas leher dan dadaku. Tentu saja mereka terkejut saat itu juga power mereka kurasa berkurang dan terakhir kugunakan skill: Flash Attack ku begitu saja keluar dan menebas kepala mereka dan mereka pun mati jatuh ketanah, kepala mereka menggelinding di tanah yang kotor becek dikarenakan hujan yang cukup deras.

Aku pun kembali menyeringai karena kedua sampah tadi berhasil ku bereskan dengan mudah, kulihat Zabuza kembali bangkit dari jatuhnya yag terkejut dengan kejadian barusan.

"Siapa kau sebenarnya hah?! K-kau akan membayar semua ini orang asing, d-dan k-"

"Shhhhh…" kuarahkan telunjuk tangan kananku ke bibirku untuk menyuruhnya diam.

"Kau terlalu banyak bicara, ba-jingan huh? Apa yang akan kau lakukan kepada ku sekarang? Merampas harta bendaku? Atau kau ingin mengubur mayat kedua sampah ini sekarang dan menyesali perbuatanmu ini selamanya? Hah?~" kataku mengejek. Jujur kondisi ku belum sepenuhnya pulih dan layar status mengingatkan bahwa Mana yang kugunakan tadi terlalu besar. Pertama memunculkan pisau ini dan menggunakan skill : Flash Attack yang mengakibatkan Mana ku sekarang tinggal sedikit (Mana: 115/250).

Saat aku berpikir sebentar, Nampak Zabuza menaikkan tangannya ke atas dan bertekiak "KUBIKIRI!"

CTARRRR

Kilatan petir datang dari atas dan membawakan Zabuza sebuah pedang yang ukurannya cukup besar. Itu cukup berbahaya kurasa dan pasti lebih mengerikan dari kedua orang tersebut….sial, ini keterlaluan namanya, eh tunggu…skill ini? Tatapku ke layar status..

"Kenapa kau diam hah? Yah~ tentu…TENTU SAJA AKU AKAN MEMBUNUHMU ORANG ASING DAN AKAN MENGKULITIMU MATI KAU SIAL-"

"Sharingan!" teriakku.

Zabuza kondisinya sedang berlari ke arahku pun berhenti…"K-kau apa yang baru saja kau lakukan sialan?! Ke-ke-kenapa matamu berub-"

SWUSHSHH

ZLEBBB

CROOTT

Semua warga disana terkejut dengan aksiku barusan, yah aku melempar pisauku tepat dikepalanya sebelum Zabuza menyelesaikan perkataanya.

Sambil berjalan gontai kearah Zabuza kuperhatikan tatapan penduduk desa kepadaku…tatapan ketakutan…tidak ambil pusing aku pun mengambil kembali pisauku yang tertancap di kepala Zabuza, namun saat aku ingin mengambilnya...

Beast Mode : OFF

[ Peringatan ]

Anggota badan yang hilang sudah di recovery ulang dan menumbuhkan yang baru | Regen skill : Active (1x) | system mengkonfirmasi kembali untuk berhati-hati kedepannya, skill regen dihapus karena hanya dapat digunakan sekali selama 'User' disini. Regen selesai pengembalian tangan, bola mata, dan anggota tubuh yang rusak atau hilang sudah diganti

[OK]

]

Aku melihat layar status kembali dan ada beberapa pesan yang kuperoleh selama pertarungan tadi.

[ pesan ]

1 x Regen skill (otomatis terpakai saat kondisi tertentu)

3 x Sharingan Skill

Upgrade skill : Flash Attack - Lightning

[OK]

Aku meng-klik OK pada layar pesan dan menutup semua layar, mataku kembali normal dan kini aku sudah tau caranya menggunakan skill : Sharingan ada beberapa tadi yang bisa di Upgrade. Pikirku nanti sajalah sekarang ku tatap kembali pisau ditangan kananku "Pisau 'Green Wood'".

Pisau ini sedikit unik dengan dominasi warna hijau di bagian badan pisau dan gagangnya yang berwarna hitam. Ku coba ayunkan beberapa kali, ini pisau yang bagus.

"Waaaa!"

"Wuhuu"

Kudengar teriakan beberapa warga kesenangan bahkan ada yang mulai menghampiriku satu persatu. Kulihat seorang nenek pedagang buah buahan di pinggir jalan desa itu menghampiriku dan berkata

"Nak, terima kasih telah membantu kami keluar dari masalah ini…mereka ber-tiga memang suka membuat kerusuhan dan membunuh seenak mereka kepada warga disini. Kami ketakutan dan tertidas, tapi kau penyelamat kami. Terima kasih Nak terima kasih" kata nenek itu haru kepadaku sambil memelukku.

Jujur baru pertama kali kumerasakan kehangatan layak halnya keluarga, semua penduduk desa ini menghampiriku dan memelukku satu persatu dan ada juga yang memberikan tepuk tangan meriah.

Aku pun memmbungkuk dan berterima kasih kepada mereka semua. Setelahnya aku kembali kedalam kafe sambil diiringin tepuk tangan yang meriah…

"Ah kalian bisa saja..itu bukan apa apa kok, aku hanya pendatang baru dan tidak sengaja menjadi penyelamat desa hahaha itu hanya kebetulan kok" tawaku garing sambil menggaruk kepala belakang

"tidak kau pasti penyelamat desa ini" kata seorang anak muda

"ya benar, tuan adalah harapan bagi kami semua dan tidak akan kami lupakan jasa tuan"

"benar itu…"

"Sekali lagi…..TERIMA KASIH SUDAH MENYELAMATKAN DESA KAMI"kata mereka bersamaan.

'Sungguh hatiku senang sekali mendegar kata-kata mereka, aku berterima kasih kepada mereka yang sudah mengijinkanku tinggal disini' pikirku. Sambil tersenyum aku kembali berjalan kedalam kafe dan menemukan Hirano yang menundukkan kepalanya karena aku menatapnya.

Ini kesempatan yang bagus. Pikirku

"Hmm Hirano-san…apakah makanan dan minuman ku sudah ada?" tanyaku

"Ah! Iya, tuan. Ini semuanya gratis untukmu tuan karena sudah menye-"

Kuletakkan jari telunjuk kananku ke bibir ranumnya yang indah itu dan berkata

"Shhh nona manis…aku akan tetap membayarnya dan kau tak perlu merasa khawatir atau berhutang budi kepadaku, ok?" bisikku ditelinganya.

Kutatap wajahnya memerah..sial, imut banget ingin sekali ku menjamah tubuhnya sekarang juga dan membuatnya meronta ronta keenakan karenaku. Shit! Umpatku dalam hati.

Langsung saja ku buka status ku sekarang dan ke menu Money. Aku mengambil sekitar 150 gold dan 90 Silver untuk membayar 'makanan' ku. Dan Tara! segempok uang sudah ada ditangan kiriku (dah tumbuh lagi yah hehehe).

"Ini uangnya, Hiruno-san"

Aku memberikan segempok kantong kecil yang berisikan 150 gold dan 90 silver itu dan dia pun kaget.

"Eh?! A-ano tu-"

"Sasuke"

"Eh?"

"Namaku Uchiha Sasuke, panggil saja Sasuke agak risih aku dipanggil tuan sebenarnya hahaha" tawaku ringan

"Ma-maaf Uchiha-san….uang ini terlalu banyak untuk membayar makanan dan minuman ini lagipula harganya Cuma 50 silver saja" kata Hiruno yang mengasih kembali kantong uang tersebut.

"Sisanya untuk mu..ambillah" kataku tidak lupa dengan senyum manis ku

"Eh? T-tapi bagai-"

"Shhhh sudahlah ambil saja, Hiruno" kataku mulai berani tidak menggunakan '-san' kepadanya.

"Terima kasih, Uchiha-san aku tidak tau harus bagaimana cara membayar kebaikanmu ini, aku memang membutuhkan uang karena ayahku sedang sakit" kata Hiruno mulai menitikkan air matanya.

Kebetulan sekali berarti…pikirku sambil menyeringai.

"Nee~Hiruno…bagaimana kalau-" bisikku pelan ke telinganya. Dan bisa kupastikan wajah nya memerah sekarang.

Di kamar penginapan Berst Village

"Ah~AH! U-Uchi-ha-san ini enak~" teriak Hiruno yang vaginanya sedang kumasuki penisku yang daritadi menegang nikmat karenanya.

Sial, gadis ini memang mantap.

"Kau enak sayang..sial, dadamu memang kenyal dan mulai sekarang kau wanita ku paham?" kataku sambil mengubah posisi bercinta kami yang semula Hiruno diatas sekarang aku ingin gaya Doggy style.

"Eh? Uchiha-sAA! Ah ah ah ini enak iya aku mau…oh yeah ini enak gaya ini aku suka sekali kau memang bisa memuaskan wanita yah, Uchiha-san"

Sambil ku pelintir putingnya yang berwarna cokelat ini yang mulai mengeras…sial aku paling suka gaya ini.

"Shit! Kau nikmat sekali, Hiruno…"

"Ah ah aHH! Uchiha-san a-"

"Aku juga sama mau keluar, sayang!" kataku sambil memompa dari belakang tubuh cantik Hiruno dan meremas kedua bukit kembar yang bergoyang seirama yang enak ini.

"Ah ah Uchiha-san aku..aku yah!"

"FUCK!"

"AHHHNNH!"

Teriak kami bersama untuk klimaks kesekian kalinya. Aku pun menyandarkan kepalaku kebantal dan mengubah posisi jadi tiduran dengan disamping kananku Hiruno yang masih Nampak kelelahan akibat permainan kami.

"U-"

"Sasuke..panggil aku Sasuke saja"

"Ah! Iya maaf Sasuke-kun~ kau benar benar hebat sayang ini pertama kalinya bagiku melakukannya dan aku mencintaimu Sasuke-kun bukti cintaku adalah keperawananku tadi, terima kasih sayang~" katanya sambil mengusap dadaku.

"Tentu aku juga mencintaimu Hiruno" kataku.

JDUAARR

DRSSSSSS

Kutatap jendela kamar penginapan yang diberikan Satou-san kepadaku karena aku berhasil mengalahkan penjahat no.1 didesa ini. Hujan yang sangat lebat dan permainan yang sangat hebat baru saja kulakukan dengan Hiruno, dia gadis eh-wanitaku yang hebat dalam urusan ini. Pintar memasak dan setia.

Walaupun rasanya agak kasihan juga melihatnya bekerja dikafe tersebut bisa jadikan bahaya apa yang orang orang lakukan terhadap wanitaku satu ini. Untungnya dia masih perawan dan aku mendapatkannya. Sangat mudah. Aku kembali menyeringai dan menatap langit langit kamar

'Aku akan mendapatkan apa yang kumau didunia ini…ini sangat menarik' batinku berkata.

Di Sekolah Aleccius – Gedung Utama

"Jadi, Ino sedang menyelidiki tentang pohon Zakkaria yang terdapat di Berst Village?" Tanya seorang perempuan yang bersurai pink dengan lambang Diamond di kanan jasnya. Ia menatap kelangit yang mendung

'kiranya akan turun hujan disini' pikirnya.

"Benar ketua, Yamanaka-sama sudah pergi setelah bercin-eh maksudnya" kata seseorang dengan surai cokelat

"huffft apakah yang kamu maksud Ino melakukan 'itu' lagi dengan Hinata? Bukan begitu Ayumi?"

"Be-benar, ketua" tunduknya menyampaikan kepada ketua surai pink itu.

"Dia tidak berubah dari sejak kejadian 'itu' yah~" kata gadis surai pink sambil menghela nafas.

"Baiklah terima kasih laporanmu, kau bisa kembali ke kelas Ayumi" perintahnya

"Hormatku kepadamu ketua, terima kasih"

Ayumi pun meninggalkan ruangan ketuanya tersebut dan kembali ke kelas, sedangkan gadis bersurai pink itu? Entahlah dia kalut dalam pikirannya sendiri.

Di depan Gerbang Berst Village

"Sialan ini hujan…oh~ jadi ini desa Zakkaria itu yah..menarik" senyum Ino yang berada di depan gerbang desa.

TO BE CONTINUED

[ Reviews Com ]

Guest : Yee walaupun summary nya terkesan 'lemah' tapi setelah baca ceritanya? BadAss gila wkwkwkwk

pain overture : Ok siap

Gimana? Kepanjangan? Kurang puas? Wkwkwk sans ane akan buat chap-chap berikutnya lebih menegangkan dan tentunya lebih menarik

Silahkan kritik dan sarannya.

Sekain…eh, salah lagi SEKIAN!