Disclaimer : Naruto [ Masashi Kishimoto ]. Dan Highschool DxD [ Ichie Ishibumi ].
Pair : Naruto x Rias, Hinata. Issei X Akeno
Warning : Gaje, bahasa tdk baku, OC, OOC, Au, Abal, Typo (s), Miss Typo and lainnya.
INGAT
DON'T LIKE...DON'T RIDE
.
.
.
.
.
Chapter 6
~Selamat Membaca~
Setelah kejadian tadi Kini Naruto dan Issei sedang berada diluar Gerbang Rumah Uchiha.
"Hey Naruto?" Tanya Issei kepada Naruto
"Ada apa?"
"Mereka itu siapa sih?... Beraninya mereka berkata seperti itu kepadamu" Ucap Issei sedikit marah
"Mereka adalah teman sekolahku dulu Issei" Jawab Naruto menjelaskan dan yang dijelaskan malah ber'oh'. Kini Naruto merogoh sakunya untuk mengambil Handphonenya.
[Hallo Kek] Ucap Naruto menelepon seseorang
[Iya ada apa Naruto?, Apa kau kangen ke Kakek tampanmu ini]
[Aku ingin Kakek mengantarkanku ke Kuoh dan kini aku berada dikediaman Uchiha Kek] Ucap Naruto langsung ke inti
[Ehh... kapan kau sudah berada di Konoha Naruto?... Dan kenapa kau tidak menghubungi Kakekmu ini]
[Itu tidak penting Kek.. Bisakah Kakek mengantarku?]
[Iya Baiklah. Akan Kakek suruh Izumo untuk mengantarmu]
[Makasih Kek]
[Tak masalah]
Saat Naruto sudah memutuskan sambungan telepon itu. Lalu dia menatap Issei yang berada disebelahnya.
"Issei" Panggil Naruto
"Ada apa Naruto?" Tanya Issei
"Kita akan langsung pulang ke rumah"
"Pulang?... Naik apa Naruto Kitakan tidak punya mobil?"
"Tenang saja, nanti kita akan diantar oleh Kakekku yang sama sepertimu?"
"Maksudmu?"
"Sama-sama mesum"
.
Dilain Tempat
Huachiii
"Ada apa Jiraiya-Sama" Tanya Izumo saat melihat Tuannya bersin
"Tidak ada apa-apa... Dan cepat antar Naruto sana" Ucap Jiraiya sambil menggosok hidungnya dan terdapat sesuatu yang berlendir dan langsung mengelapnya kepakaian Izumo saat sedang tidak sadar.
.
Kembali ke Naruto
"Kau kurang ajar Naruto!... kau mengatai Kakekmu mesum!" Ucap Issei sambil menunjuk hidung Naruto
"tch... Nanti juga kau akan tahu Issei kenapa aku berani mengatainya mesum dan sebaiknya jangan banyak tanya, karena akan ada seseorang yang menjemput kita" Ucap Naruto sambil menyingkirkan tangan Issei
Keduanya menunggu jemputan datang. Setelah beberapa saat sebuah mobil Limosin datang dan berhenti tepat didepan Naruto dan Issei. Lalu keluar seseorang yang berpakaian seperti seorang supir dan datang menghampiri mereka.
"Selamat malam Tuan muda" Ucap Seseorang itu sopan
"Jangan banyak busa-basi Izumo. dan sekarang antarkan aku ke Kuoh" Ucap Naruto
Ketiganya pun masuk dan kemudian mobil itu melaju ke Kota Kuoh
.
Skip Time
Esoknya
Sabtu Jam 06.39
Kini Naruto dan Issei sedang berangkat sekolah bersama. dan terlihatlah Issei yang sedang tidak mood sekarang karena majalah bokepnya dibuang ibunya entah kemana.
"Hoi Naruto?"
"Apa?"
"Apa kau anak orang kaya?" Tanya Issei penasaran pasalnya dia tidak tahu latar belakang Issei
"Iyah.. memangnya kenapa?"
"Tidak ada apa-apa.. Tapi aku heran kenapa kau mau berteman denganku?" Tanya Issei penasaran. Karena menurutnya bahwa orang kaya tidak mau berteman dengan orang seperti Issei
"Issei... Jadi kau ingin aku menghapus pertemanan kita" Ucap Naruto sedikit emosi
"Tidak seperti itu juga Naruto" Ucap Issei lesu
Kini Naruto sudah sampai didepan gerbang sekolah dan berjalan menuju kelas mereka masing-masing. Setelah beberapa saat, Guru yang mengajarpun datang.
~Kring~ ~Kring~
Bel tanda Istirahatpun berbunyi dan hampir semua murid berhamburan kekantin untuk mengisi perut mereka yang keroncongan dan tidak terkecuali Naruto dan Issei yang sekarang tidak ditemani oleh 2 orang yang sama seperti Issei. Dan Naruto duduk bersama Issei di meja makan yang tersedia.
"Naruto besok kita kencankan dengan Rias-senpai dan Akeno-senpai?" Tanya Issei memulai pembicaraan sambil memakan karedok basreng yang baru-baru ini dijual di kantin.
Sebelum Naruto menjawab ada dua orang yang datang kearah mereka yang tak lain Rias dan Akeno.
"Bolehkah kami duduk disini yang lain sudah penuh?" Tanya Rias yang sedang membawa makanan dan disamping juga ada Akeno yang sedang membawa minuman.
"Rias-senpai Akeno-senpai!" Ucap Issei sedikit terkejut "Oh tentu saja" lanjutnya.
Rias dan Akeno pun duduk. Rias berhadapan dengan Naruto dan begitupun Akeno berhadapan dengan Issei. Mereka menikmati acara makan mereka tanpa ada yang mengeluarkan suara untuk berbicara. Lalu
"Naruto" Panggil Rias memulai pembicaraan.
''Ada apa Senpai?"
"Gadis yang kemarin itu siapa?" Tanya Rias yang berpura-pura tidak mengenal Hinata
"Maaf Senpai, Aku tidak bisa memberitahumu" Ucap Naruto yang kini menatap Ramennya yang habis setengah
"Maafkanlah dia Naruto" Ucap Rias lembut dan langsung ke inti
"Tidak semudah itu Senpai" Ucap Naruto datar
"Tapi dia sangat mencintaimu aku juga mencintaimu" Ucap Rias dan tentu saja kata Aku juga mencintaimu hanya di dalam hati Rias.
"Cinta... menurutku dia mencintaiku karena karmanya sendiri!" Ucap Naruto sinis dan akan mulai emosi
Rias yang melihat Naruto akan mulai emosi mencoba mengenggam tangan Naruto. Untuk meredankam emosi yang akan muncul.
"Aku mohon maafkan dia Naruto" Ucap Rias sambil memandang Naruto yang juga memandangnya. Entah kenapa saat bertatap dengan Rias, Naruto selalu mengingat Ibunya yang sudah meninggal.
"Baiklah akan aku pikirkan" Ucap Naruto sambil melepaskan tangannya yang dipegang Rias dan mengalihkan pandangannya dari Rias
Rias yang mendengar itu tersenyum dan mengingat sesuatu yang hampir dilupakannya.
"Oh Iyah Naruto... Apakah kau tidak lupa besok itu apa?" Tanya Rias kepada Naruto untuk mencairkan suasana
"apa yah Senpai, aku lupa?" Tanya balik Naruto yang pura-pura melupakaannya
"Beneran Naruto-kun kau lupa?, Kalau kau lupa aku bisa membuatmu mengingatnya" Ucap Rias sambil tersenyum amat manis tapi menurut Naruto itu bukan manis malahan menakutkan
"Oh Iyah aku ingat... kita akan kencan besok hehehe" Ucap Naruto sambil nyengir takut :v
Sementara Rias yang mendengar kata kencan dari Naruto langsung kedua pipinya memerah. Naruto yang melihat wajah Rias memerah langsung bertanya.
"Rias-senpai kenapa wajahmu memerah?. Apakah kau dari tadi ingin pergi ketoilet" Ucap Naruto nyeleneh
Bletak!!!
"Ittaiii... kenapa kau memukulku?" Tanya Naruto sambil mengusap kepalanya yang benjol
"Kau tidak mengerti perasaan wanita Naruto!!" Teriak Rias berdiri dan langsung pergi lalu disusul oleh Akeno yang dari tadi diam
"Kenapa dia itu selalu memukulku dikepala?" Tanya Naruto cemberut
"Mungkin karena Rias-senpai melihat rambutmu yang kuning seperti kau tahu saat sedang berak hahaha" Ucap Issei tertawa
Bletak!!!
"Ittaiii... kenapa kau memukulku Kuning!" Ucap Issei ngegas dan meringis kesakitan
"Karena wajahmu saat sedang tertawa mirip seperti ketiak bayawak Issei" Ucap Naruto sadis
Issei yang mendengar itu langsung pundung dipojok kantin dan memukul-mukul lantai.
.
Skip Time
Pulang Sekolah
Kini Naruto dan Issei mulai berjalan keluar kelas. mereka selalu bersama kemana saat pulang dan berangkat sekolah. saat mereka sampai di gerbang mereka dicegat oleh 2 Gadis cantik yang mungkin kohainya.
"Naruto-senpai" Panggil gadis berambut pirang
"Iya ada apa gadis-gadis?" Tanya Naruto yang heran, tidak biasanya dia dicegat seperti ini
"Temanku ingin berbicara kepada Senpai" Ujar Gadis pirang panjang sambil mendorong seorang gadis berambut perak yang sangat imut
"A-ano.. Na-Naruto-senpai a-no" Ucap gadis itu sambil menunduk dan memainkan kedua jarinya
Naruto yang melihat itu gemas dan ingin memakan gadis manis dihadapannya ini
"Iyah apa?" Ucap Naruto gemas
"A-ano... A-apakah Naruto-senpai su-sudah punya pacar?" Tanya Gadis itu masih menunduk tapi kali ini roknya yang dipegang dan diremas
"Sebelum itu angkat dulu kepalamu dan perkenalkan dulu namamu" Ucap Naruto tersenyum
Blush
Saat gadis itu menatap Naruto yang tengah tersenyum tiba-tiba kedua pipinya memerah.
"Na-namaku Koneko" Ucap Gadis itu
"Hmmm... nama yang manis sesuai orangnya. dan untuk menjawab pertanyaanmu Koneko aku sebenarnnya belum punya pacar" Ucap Naruto
Koneko yang dikatain manis melayang entah kemana "A-apakah Senpai mau jadi pacar aku?" Tanya Koneko penuh harap
"Aku mau jadi pacar kamu Koneko-chan!!"Ucap Issei Heboh
"Aku tidak kepadamu, dasar senpai mesum" Ucap Koneko ketus
Issei yang dikatain mesum langsung pundung dan Naruto yang lihat itu tertawa terbahak-bahak
"Ja-jadi gimana Na-naruto-Senpai?" Lanjut Koneko
"hmmmm... apa yah. tapi maaf sebelumnya Koneko-chan saat ini Senpai tidak mau berpacaran, jadi maaf sebelumnya" Tolak Naruto halus
"oh jadi gitu yah" Ucap Koneko lirih dan akan segera menangis karena ditolak oleh senpainya
Naruto yang melihat kohainya akan menangis langsung terkesiap dan merasa bersalah. tapi dia punya ide untuk meredakannya.
"Jangan menangis Koneko-chan!. Sebagai gantinya aku akan melakukan apapun untukmu!" Panik Naruto
"Be-benarkah Naruto-senpai"
"Iyah"
"Kalau gitu maukah Naruto-senpai mencium Koneko" Ucap Koneko malu setengah mati
Naruto yang mendengar itu awal nya kaget tapi setelah itu dia menganggukan kepalanya. Naruto mulai mendekati Koneko dan mulai ingin menciumnya sementara Koneko matanya sudah terpejam.
Cup
Koneko merasakan sebuah ciuman singkat didahinya awalnya Koneko ingin ciuman itu di bibirnya tapi tak apalah yang penting Senpainya mau menciumnya.
"A-Arigatou Naruto-senpai" Ucap Koneko yang kini hampir seluruh wajahnya memerah
"tehe... tak masalah. malah aku seneng bisa mencium gadis manis seperti Koneko" Ucap Naruto nyengir
"Kalau gitu sampai ketemu lagi Naruto-senpai" Ucap Koneko yang kedua pipinya memerah
"Yah sampai jum~"
Cup
Koneko langsung mencium Naruto dipipi dan langsung pergi bersama temannya.
"~pa" Ucap Naruto yang tadi terputus perkataanya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Sebelumnya saya minta maaf karena menghilang entah kemana
Dan saya disini memohon kepada kalian untuk mereview karena untuk kelanjutan Cerita ini jadi saya mohon
