Kita Mulai
Ruangan Diamond – Sekolah Aluccius
Tik..tik..tik
Terdengar suara jam yang sunyi diruangan tersebut, dimana didalamnya terdapat tiga orang wanita yang sedang duduk dan dihadapan mereka terdapat cahaya hologram yang menampilkan data-data dari suatu desa dalam negara tersebut.
"Hinata, bisa kau jelaskan status Ino di desa Zakkaria tersebut? Apakah misi yang ditugaskan kepadanya sudah berhasil dilakukan?" tanya ketua mereka.
"A-ano...belum Sakura-sama, mengingat waktu yang dibutuhkan untuk menyelidiki kandungan material, dan lainnya yang terdapat pada pohon 'itu' dan desanya. Ino-ch..eh, mmaaf maksudku Ino-sama juga masih perlu waktu tiga sampai empat bulan lagi disana untuk menyelidikinya" tutur Hinata yang gugup.
"Huft..baiklah, sekarang laporan dari Tenten, aku ingin mendengarkan persiapan untuk penerimaan murid baru nanti" kata Sakura.
"Murid baru kali ini berjumlah 10.000 lebih yang mendaftar, namun aku yakin sekali Sakura-sama hanya akan sedikit yang bisa masuk kedalam Sekolah Aluccius ini dikarenakan reputasi dan lulusan dari sekolah ini sangat memuaskan" kata Tenten sebagai Sekretaris Diamond sambil tersenyum.
"Kau benar, haa...aku tidak habis pikir mengapa pemerintah pusat masih belum menyetujui bahwa sekolah kita adalah nomor satu di negara ini. Saingan kita cukup kuat ternyata" sambil menatap kebawah Ketua Diamond pun berbisik sesuatu."Sekolah..ones~"
Mereka bertiga pun saling berkutat dimasalah yang sama, hari semakin siang menunjukkan pukul 01:14 waktu setempat. Namun, mereka masih belum kembali ke kelasnya masing-masing.
Yah...mereka adalah pasukan 'Khusus' dari Sekolah Aluccius. Dalam pemerintahan kota semua sekolah diwajibkan memiliki pasukan 'khusus' nya masing-masing, diantaranya:
Supreme Ace Squads
Diamond Elite Squads
Gold Squads
Silver Squads
Bronze Squads
Rock Squads
Ke-enam jajaran tersebut merupakan tingkatan derajat/reputasi murid dalam sekolahnya masing-masing. Biasanya tingkatan Ace dan Diamond hanya dimasuki kalangan bangsawan atau anak raja dan para menterinya.
Sakura pun mengusap kedua dahinya sambil menatap keatas melihat lukisan Dimond besar diatas ruangan itu. Sambil menghentikkan jari jemarinya yang halus itu Sakura pun tersenyum.
"Baiklah rapat kali ini aku tutup sampai sini dahulu, untuk Tenten aku ingin data para murid diserahkan kepadaku hari ini nanti akan kusampaikan ke Supreme Ace untuk mereka mengevaluasi lebih lanjut" kata Sakura sambil meninggalkan ruangan tersebut diiringi anggukan dari anggotanya.
"Baik, ketua"
Berst Village Tanggal 21 Bulan ke 10
TING TING
CRACKK
WUZZZZ
SLASH!
Ayunan pisau dari seorang yang berambut emo hitam di hutan dekat pohon 'besar' yang dimana tempat pertama kali dia dikirim kedunia ini. Dengan keringat yang bercucuran menuruni wajah dan tangannya ia pun mengusapnya perlahan dengan tangan kanannya.
"Baiklah, tinggal 120 Movement Attack ditambah Lightning Back untuk penyempurnanya" gumamnya.
Pria itu berlari kearah pohon besar tersebut sambil menggunakan skill yang dia miliki. Menebas sekitar sepuluh kali lebih ke batang pohon itu, sambil melompat kebelakang dan melempar pisaunya tepat ke tengah batang pohon tersebut.
Ditatapnya pohon itu dan melihat Bar HP pohon tersebut berkurang drastis menunjukkan serangannya barusan sangatlah besar.
"Sasuke-kun, makanan mu sudah siap" kata perempuan yang muncul di arah selatan pohon besar tersebut
"Ya, aku kesana" katanya sambil berlari kearah pohon besar dan mencabut pisaunya.
Mereka berdua sedang menikmati makanan yang tersedia diatas serbet putih corah merah yang manis, sambil menyandarkan kepala sang pria di paha wanitanya.
"Nee...Hiruno, menurutmu apakah kau akan baik-baik saja jika meninggalkan desa ini untuk pergi ke Stone besok?" tanya ku sambil meresapi wanginya tubuh wanitaku ini.
"Sasuke-kun tidak perlu khawatir, aku hanya 3 bulan saja kesana untuk berkerja di penginapan mewah dikota itu" katanya sambil senyum sambil mengusap rambut prianya.
Aku pun mengambil posisi duduk dengan Hiruno diatasku, kami berciuman mesra sampai menimbulkan suara decakan sangking mesranya
"Hmpphh...ha..HMMM"
Lumatan demi lumatan ku lontarkan kepada wanitaku ini, sungguh aku tidak ingin dia pergi dariku.
"Sa-sasu..ke-kun..Hmpp" Hiruno melepaskan ciuman ganas mereka sambil membenarkan pakaiannya yang sudah terbuka dan terekspos lah dua dadanya yang sintal itu, ada banyak sekali bercak merah di dada, leher, dan tubuh wanita tersebut, akibat permainan 'liar'nya semalam bersama Sasuke.
"Hmm sepertinya 'Bercak' nya kurang sayang~" kata ku manja
"Apa perlu aku 'tambah' disini saja? Mumpung ga ada orang" seringaiku mulai mendekati Hiruno
"KYAA! Sana ih! Nanti aja Sasuke-kun...malam yah..malam, kau bebas sepuasnya menikmatiku sampai pagi. Bagaimana hm?"tanya Hiruno sambil menahan tubuh Sasuke karena ingin 'memakan'nya barusan.
"Baiklah...jangan bohong yah" kataku sambil mencubit hidung Hiruno yang menggemaskan.
Ia mengangguk pelan dan kembali merapihkan sisa makanan kami kedalam keranjang.
Sambil melihat pohon besar ini dan sekelilingnya aku memikirkan masa-masa dulu aku pertama kali ke desa ini dan bertemu Hiruno. Yah..sudah 2 bulan lebih aku berada di desa ini dan status ku?
STATUS
{BIODATA}
Nama: Uchiha Sasuke HP: 5000/5000
Umur: 15 Tahun Mana: 1250/1250
Level: 20 Job: -None-
{INVENTORY}
1 x Pisau 'Green Wood'
5 x Health Recovery
7 x Mana Recovery
{MONEY}
Crystal: 12
Gold: 3000
Silver: 50
{SKILLS}
-Sharingan level 1- [Upgrade]
*200/5000 to unlock Sharingan level 2
-Lighting Strike
Tidak buruk bukan? Selama dua bulan aku tinggal didesa ini tiap hari ku telusuri tempat-tempat didalamnya dan banyak sekali monster ataupun penjahat yang ada didekat desa.
Sambil berbenah aku mulai melirik kearah Hiruno yang berlari menjauh, yah dia ada urusan di kedainya semacam ada pelanggan yang mengamuk lagi atau lainnya.
Siang hari di desa ini memang berbeda dengan negara ku sebelumnya. Jepang. Yah, disini walaupun siang hari namun sejuk dan adem, itulah yang membuatku betah berlatih disini.
Ring
Ring
[ Pesan ]
Seseorang yang tidak dikenal sedang berada 15 meter diarah belakang.
'Seseorang?'
Aku melihat kearah belakang dan benar saja ada seseorang yang sedang bersembunyi di balik pohon Zakkaria tersebut.
"Maaf aku tidak tahu siapa kau tapi, jika ada masalah bisa kita bicarakan bukan?" kataku berteriak kepadanya.
"Mengetahui ku dengan jarak yang cukup jauh. Kau memiliki 'sense' yang cukup tajam ternyata" kata gadis rambut blonde yang muncul dari belakang pohon Zakkaria
'Seorang gadis..?' pikirku.
Dengan cepat dia mengeluarkan pedang yang berukuran tipis dan panjang dari sarungnya dan mengarahkannya kepadaku.
"Apa kau 'Si pembebas' itu? Untuk seukuran bocah sepertimu memiliki kekuatan yang unik. Tapi, bisa saja kau mata-mata dari akademi atau kerajaan musuh bukan?" tanya gadis itu
"'pembebas?' aku tidak mengerti yang kau katakan, cewek sialan! Tapi, bukankah tidak sopan kalau hanya bicara omong kosong ini. Bagaimana kita sedikit bersenang-senang kau memiliki dada yang cukup besar" kataku sambil mengeluarkan Green Wood dari Inventory
"L-lancang sekali kau! Namaku Yamanaka Ino dari keluarga kerajaan Yamanaka. Dasar orang kampung aku akan membunuhmu disini!" teriaknya sambil berlari kearahku.
WUZZZZ
CLANG!
Aku menepis pedang tipisnya itu dengan mudah sambil menaikkan tinju tangan kiriku dan menghajar wajah cantik wanita ini.
BUAGHH!
Ino pun terpental cukup jauh dan berakhir di pohon Zakkaria yang menahan lajunya setelah ku tinju.
'wow...menaikkan level sama dengan menaikkan kekuatan fisikku juga. Ini hebat' pikirku sambil menggengam tinju di tangan kiri.
"K-kau Blurghhh..." Ino pun memuntahkan darah yang cukup banyak karena efek pukulan dari Sasuke yang keras.
Akupun mendekati Ino yang sedang terkapar tidak berdaya sambil tersenyum mengejek
"Hee~ Keluarga kerajaan yah? Kau sebut dirimu apa barusan? Tuan putri? Pfftttt HAHAHAHAHA KAU ITU JALANG YANG TIDAK TAHU MALU DENGAN MENGAKU NGAKU SEBAGAI BANGSAWAN. YAH PERSETAN DENGAN ITU SEKALIPUN KAU BANGSAWAN AKAN KUBANTAI SEMUANYA DENGAN TANGANKU INI!" teriakku sambil mentertawai si Jalang ini
"kau sudah keter-KYAAAHHHH!"
Teriakkan Ino sungguh memekikkan telinga, well aku hanya menendang alat vital Ino yang sedang dalam posisi 'terbuka' serta kucekik lehernya sekaligus mengangkatnya, namun ada yang menarik dari jalang ini yaitu pakaiannya seperti pakaian sekolahan.
"Woy jalang, apa kau dari sekolahan atau semacamnya?" tanya ku sambil memega...tidak meremas suatu lambang yang ada didada kanan seragamnya
"Ahh~ k-kau pecundang! Sialan!"
PLAKKKK
SINGGGG
*Sharingan Actived*
Aku menatap tajam ke mata Ino dan itu membuatnya gemetar hebat dan sulit bernapas karenanya. Sungguh 'Skill' yang berguna untuk mengintimidasi lawan.
"Ma-mata apa itu AKHHH! Baik baik akan ku beritahu kepadamu...CUKUP AKKHH!" teriak Ino karena pengaruh Sharingan ini.
Inopun menceritakan tujuannya dan sekolahnya kepadaku sambil keadaan terluka parah dia masih bercerita sambil terduduk lemah dihadapanku.
"Sekolah Aluccius yah? Apa sekolah itu kuat?" tanyaku
"Tentu saja, karena sekolah tersebut termasuk kedalam kerajaan terkuat yaitu Kerajaan Aluccius"
"Kerajaan Aluccius? Bukankah ini desa Zakkaria? Lalu mengapa ada kerajaan Aluccius di desa ini?" tanyaku bingung sambil menggaruk kepala belakang
"Hah~" hela nafas Ino
"Begini orang kampung, Kerajaan Aluccius itu luas daerahnya dan Zakkaria termasuk kedalam daerah kerajaan Aluccius walaupun ini berbatasan dengan kerajaan Zamrui" jelas Ino
"Hmmm sepertinya menarik Sekolah mu itu, aku berminat untuk masuk kesana" jelasku
"Hahahahhaa...kau ingin masuk Sekolah Aluccius?" tawa Ino
"Hei Jalang, kau ingin kupukul lagi?" cercaku
"Hei berhenti memanggilku Jalang, ngomong-omong siapa namamu?"
"Sasuke. Uchiha Sasuke"
"Baiklah Uchiha-san, Sekolah Aluccius merupakan sekolah yang banyak diminati semua pemuda/pemudi di Kerajaan Aluccius bahkan walaupun kau anak menteri atau pejabat lainnya tidak bisa sembarangan untuk masuk kedalamnya, untuk orang desa seperti mu ada jalannya menuju kesana, yaitu dengan lulus tes di Akademi Zakkaria didesa besok hari. Jika kau lulus maka bisa jadi pertimbangan untuk masuk kedalam Sekolah Aluccius itupun akan ada seleksi lagi untuk masuk sekolahnya" jelas Ino panjang kepada Sasuke.
"Panggil aku Sasuke saja, yah intinya aku hanya harus lulus saja bukan? Ini akan mudah bagiku" sambil menggenggam belati ditangan kananku dengan percaya diri.
"Baiklah Sasuke-san tapi perlu diingat bahwa yang berkuasalah yang menang dan dapat masuk kedalam Sekolah Aluccius orang yang beruang bisa menang dengan prang pintar" kata Ino sambil bangkit
"Justru itu menariknya, akan ku bunuh siapapun yang berbuat curang...orang yang memiliki 'Skill' akan menang dari segalanya" kataku dengan senyum jahat kearah Ino
'A-apa apaan pria ini dia memiliki hawa yang aneh dan mengerikan, tapi itu belum cukup untuk memenangkan pertandingan ini...aku jadi penasaran bagaimana pria ini melewati ujian nanti. Dia akan seperti berada di neraka' pikirku sambil tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi dengan Sasuke nanti.
"Baiklah Sasuke-san ayo akan kutemani kau mendaftar untuk tes Akademi Zakkaria dan bersiap untuk besok" kataku sambil menyeret tangan Sasuke.
"Tunggu..."
Aku membuka Inventory dan mengambil barang untuk 'heal' dan memberikannya keapda Ino.
"Minumlah itu untuk membuat mu baikkan"
"Hmmp...kau tidak memberikan ku racun kan? Atau ini obat tidur agar kau bisa melakukan apa saja terhadap tubuhku ini kan?" Isengku kepada Sasuke
"Bodoh kau Jalang, itu obat buatmu kalau tak mau kembalikan sini"
"Jangan panggil aku Jalang sialan! Oke oke aku minum"
GLUPP
WOOOSSS
'O-obat apa ini? Semua yang luka di tubuhku langsung sembuh...siapa pria ini?' lirik Ino kepada Sasuke.
"Oi buruan daftarin gue buat besok" kata Sasuke yang sudah berjalan duluan
"Iya cerewet" teriak Ino sambil menyusul Sasuke didepan
Mereka berduapun berjalan untuk mendaftarkan Sasuke di tes Akademi Zakkaria untuk lolos dan masuk Sekolah Aluccia.
To Be Continued.
Fiuhhh capek euy dah lama rehatnya, selamat puasa btw bagi yang menjalankannya. Jangan lupa reviewnya yah~
