Flashback

Luhan payah. Kenapa ia meninggalkan mereka? Bukannya harusnya ia berbahagia karena mantan kekasihnya akan segera menikah. Mengapa saat ia mengucapkan selamat rasanya sangat sesak.

Luhan tak tau kemana tujuannya sekarang. Yang ia tau adalah ia ingin menjauh dari Kris nya itu.

Hingga ia tak sadar mengemudikan mobilnya ke sebuah taman. Taman dimana ia dan Kris pertama kali bertemu. Tempat dimana ia sering tertawa dan bercanda di tempat itu.

Luhan bukannya masih berharap. Ia hanya ingin membayangkan semuanya. Karena itu membuatnya bahagia. Namun saat ia sadar bahwa Kris tak lagi miliknya. Sesak itu menjalari dada Luhan.

Luhan tersenyum, tertawa, menangis disitu. Ia bingung dengan perasaannya. Ia tak tau kepada siapa ia harus menumpahkan emosinya.

Luhan memutuskan untuk tidur di rumput taman. Tak peduli orang orang melihatinya dengan pandangan aneh. Sambil sesekali terisak. Sesekali dari hidungnya juga keluar darah segar tanda dari Luhan yang terlalu lelah.

Ia menatap bintang. Menceritakan semuanya. Dan ia bergantian menatap bulan. Bertanya tentang nasibnya. Berharap bintang dan bulan kini berbaik hati menolongnya. Luhan sedang hancur,namun ia tak memiliki satu pun teman untuk membangkitkannya. Apakah ia harus pergi ke bar setiap malam dan mabuk setiap hari? Ah kuno.

Luhan kini tak dapat lagi menangis. Ia tak memiliki ekspresi. Wajahnya seperti orang gila.

Ia menyadari hari sudah cukup gelap ah atau sangat gelap. Ia sebaiknya pulang. Ia berusaha berdiri dengan kekuatan yang masih ia miliki. Karena menangis tadi membuat tubuhnya benar benar lemas. Dengan heels yang tidak terlalu tinggi ia berusaha berjalan menuju mobilnya.

Namun ia ternyata ia sudah tak kuat. Kakinya tak lagi mau menahan badan mungil Luhan. Apalagi kaki kanan Luhan yang dari tadi ia tekuk.

Luhan menjerit. Ia bersiap merasakan pukulan tanah. Memejamkan matanya dan bersiap merasakan sakit pada bagian belakangnya.

Namun tidak sampai tanah. Tubuhnya ditangkap seseorang. Seseorang yang membuatnya seperti ini. Mengapa ia disini malam begini.

"K-kris"

Flashback End

WE CAN START IT

.

.

.

.

.

Chapter 2

Disini mereka berdua sekarang. Di pinggir sungai indah dekat kampus dimana mereka berdua saling mengutarakan perasaan mereka dan tempat dimana mereka saling berkeluh kesah.

Namun tak ada salah satu pun diantara mereka yang sekedar membuka mulutnya. Kris hanya menatap Luhan,sedangkan Luhan pandangannya hanya mengarah ke bawah. Ia serasa seperti orang mati sekarang. Perasaannya benar benar membeku. Bahkan untuk menatap mata Kris pun ia tak berani. Air mata nya yang sudah kering,enggan menampakkan diri lagi. Luhan seperti hancur.

Kris mengeluarkan teleponnya. Menghubungi sebuah nomor yang Luhan pun tak tau kepada siapa telepon itu.

Namun tak lama, Luhan menatap teleponnya yang berdering. Luhan tak tau apa maksud dari Kris.

"Kau tidak mengganti nomor teleponmu. Tapi kenapa kau tak pernah menjawab telepon dariku? Atau sekedar membalas pesan dariku?" Kris mulai berbicara. Ia tak dapat berbohong,hatinya sangat sesak.

Luhan tetap membisu. Tak tau harus menjawab bagaimana.

"Bahkan lebih parah dari mengabaikan teleponku. Kau meninggalkanku saat kita bertemu di mall tadi. Dan kau malah pergi ke taman dengan cuaca dingin. Apa maksudmu? Kau ingin mati? Bukan begini caranya. Kalau kau mati begini,kau sama saja ikut membunuhku karena rasa bersalahku." Kris melanjutkan bicaranya. Kali ini ia tak dapat lagi membendung emosi sekaligus kekhawatirannya. Kris yang bodoh membiarkan Luhan sendirian sedangkan ia asyik memikirkan pernikahannya dengan perempuan lain.

"Kenapa kau meninggalkanku dan bersama brengsek itu" suara Luhan parau menandakan ia tak punya lagi banyak tenaga.

"Dan aku tak ingin mati. Setidaknya sebelum melihatmu bahagia. Kau tak perlu merasa bersalah. Karna jika kau hanya merasa bersalah itu berarti kau sudah tidak benar benar mencintaiku" sambung Luhan yang kemudian melangkahkan kakinya menuju mobil dengan sisa tenaganya.

Namun belum sepenuhnya berdiri, Luhan kembali ambruk. Semuanya gelap. Luhan pingsan sekarang.

Mata rusa nya perlahan ia kedipkan. Namun aneh, Luhan telah berada di apartemennya dengan selimut tebal dan ah ia benar benar tak menyangka rumahnya bisa sebersih ini. Tak salah lagi, Kris lah yang melakukan semua ini. Luhan membenarkan hal itu.

Saat Luhan bangun,matahari telah bersinar silau. Tandanya sekarang sudah pagi. Hari sudah berganti dan besok adalah hari penting,hari penting bagi Kris. Karena ia telah bertemu dengan takdirnya.

Luhan sudah enggan mengharapkan Kris. Tak peduli hasutan Kyungsoo. Namun Luhan berniat untuk kembali ke China setelah menghadiri pernikahan Kris. Ia ingin bersama sama keluarganya.

Lupakan Luhan yang lelah. Berpindah ke Kris. Ia lebih buruk dari sebelumnya. Hari ini pasti akan ia lewati dengan kemarahan. Hatinya sedang tak baik. Dan keluarganya malah meyakini kalau Kris seperti itu karena hari ini ia tak dapat bertemu calon istrinya.

Ya, besok adalah saat dimana Kris dan Tao mengikat hubungan mereka. Tinggal hitungan jam Kris sudah menjadi milik Tao. Kris mungkin terlalu baik jika menerima tawaran keluarga tirinya. Ah Kris malang.

Luhan hari ini memutuskan untuk berjalan jalan mengajak Kyungsoo. Dan Kyungsoo malah ingin mengajak Kai karena sebenarnya hari ini ia berencana berjalan jalan berdua dengan Kai. Kai dan Kyungsoo adalah sahabat Kris dan Luhan. Tepatnya Kai lebih dekat dengan Kris dan Kyungsoo lebih dekat dengan Luhan. Itulah mengapa Kyungsoo selalu mengharapkan Kris dan Luhan menjadi pasangan.

Luhan, Kyungsoo dan Kai sedang dalam perjalanan untuk pergi. Namun lucunya mereka tak tau kemana mereka pergi. Hingga mereka memutuskan untuk pergi ke mall tempat mereka dan Kris biasanya bertemu.

Pertama mereka ke cafe andalan mereka. Luhan memesan minuman kesukaannya bubble tea dan emm Kai dan Kyungsoo, sepertinya mereka sedang ingin berhemat kali ini. Namun setelah Luhan mengatakan kalau ia yang akan membayar semua, Kai langsung memesan banyak makanan dengan alasan agar baby Kyung nya itu menjadi lebih gendut dan lucu. Ah pasangan aneh.

"Luluu" Kai memanggil Luhan yang sedang melamun.

"Oh em ada apa Kai? Apa kau ingin memesan makanan lagi? Ah tak perlu izin lagi. Kita sudah bersahabat lama. Pesanlah sesukamu." Luhan menjawabnya sambil tersenyum.

"Lu aku ingin menanyakan sesuatu denganmu. Bolehkah?" Kai kembali bertanya.

"Baby jangan bertanya terlalu banyak. Luhan kita sedang ingin bersenang senang sekarang. Iya kan lu?" Kyungsoo menjawab pertanyaan yang bukan untuknya.

"Ah tak apa Kyung. Tanyakan saja. Tapi jangan tanya kenapa bisa batu itu keras. Karena aku tak tau jawabannya" Luhan mencoba untuk bercanda namun ia sendiri pun tak dapat merasakan tawa karena ia tau pertanyaan Kai pasti akan berhubungan dengan Kris.

"Ah maafkan aku. Tapi apa kau tau apa alasan Kris menerima pernikahannya dengan Tao? Apa kau tau semua ini adalah perjodohan?" Kai mulai bertanya.

Kyungsoo merasa tak enak karena kekasihnya lembali mengungkit tentang Kris kepada Luhan. Namun mau bagaimana lagi, Luhan juga telah menyetujuinya. Dan Luhan pun juga harus mengerti semuanya agar Luhan tidak terlalu membenci Kris karena setidaknya mereka masih bisa menjadi sahabat. Ya, Kyungsoo memang telah mendengar semua ceritanya dari Kai.

"Asal kau tau Kai, aku tak pernah mau mendengar suara Kris. Walaupun ia akan menjelaskan semuanya. Aku tetap tak ingin mengetahuinya." Luhan menjawab.

"Perusahaan yang sebentar lagi diwariskan ke Kris akan bangkrut. Dan Tao adalah jalan satu satunya agar perusahaan itu tetap berdiri" Kai mulai menjelaskan.

"Ya,dan aku yang menjadi korbannya" Luhan tersenyum pahit.

"Kris juga memiliki alasan mengapa ia menerima perjodohan itu."

"Ya,alasannya pasti karena gadis itu lebih cantik dan sexy"

"Ah aku tau kau sangat tersakiti disini. Namun bukan itu. Itu semua karena Kris merupakan anak yang diadopsi keluarganya. Kris merasa sangat berterimakasih kepada keluarganya dan bagaimanapun ini adalah jalan satu satunya untuk membalaskan jasa mereka. Sebenarnya Kris masih mencintaimu. Kris selalu menginginkanmu. Kris tak pernah benar benar melupakanmu." Kai menjelaskan.

"Tapi tetap saja, aku dilibatkan dan aku paling tersakiti." Jawab Luhan menahan tangis.

"Kris lebih tersakiti dibandingkan kau. Ah dan jika kau tau, Kris memiliki seorang adik yang benar benar tak inginkan kehadirannya karena ia tau kalau Kris hanyalah anak angkat dan dijadikan pewaris. Masalah Kris tidak hanya pada dirimu. Ah jika boleh,aku ingin mendoakannya agar mati saja. Ia sangat kasihan asal kau tau" Kai melanjutkan ceriranya.

"Kris membohongiku lagi. Kris tak pernah bercerita tentang adiknya. Wah bahkan aku baru tau sekarang. Dia benar benar jahat. Bodohnya aku yang menangisinya." Luhan tersenyum se pahit pahitnya. Ia telah mati rasa terhadap Kris. Dan tanpa bertanya apapun lagi tentang Kris,Luhan berpamitan untuk pergi ke suatu tempat. Ya,alasan untuk menghindari Kris lagi. Baik itu adalah Kris atau pembicaraan tentang Kris, sebisa mungkin Luhan akan menjauh.

Hari itu telah terlewati. Sekarang adalah hari penting bagi Kris dan Tao. Hari ini mereka akan mengikat janji di altar dengan sakral. Janji yang dipaksakan. Tanpa sedikitpun kemauan.

Tao bersiap siap,berdandan sedari tadi. Tao mengenakan make up yang elegant,membentuk hidung mancung dan dagunya. Semakin meniruskan pipinya. Membawa warna pink dan putih menjadi satu. Wajahnya seperti bidadari ditambah gaun yang semakin menonjolkan kesexyannya. Siapapun yang melihat Tao pasti akan terpesona.

Sedangkan Kris. Dengan wajah yang,yahh masam memang. Mau bagaimana lagi. Takdir telah membawanya ke sini,di ruang rias. Kris membayangkan jika ia berada di tempat ini bersama dengan Luhan. Pasti rasanya akan berbeda. Ah ia belum bisa melupakan Luhan. Seperti diantara mereka terdapat suatu ikatan. Sebenarnya begitupun dengan Luhan,namun namanya perempuan Luhan pasti lebih mudah tersakiti.

Ah ya kita melupakan Kris yang telah mengenakan jas putih dengan indah. Kaki jenjang dan wajah tampannya pasti membuat siapapun mengalihkan pandangannya kepada Kris. Dengan kemeja pink dan jas putihnya, Kris siap berjanji untuk hidup yang baru.

Bibirnya sedikit dibeli warna pink sehingga ia tak terlihat pucat. Ya memang setelah pertemuan terakhirnya dengan Luhan, ia terlihat lebih pucat.

Luhan tengah bersiap siap sekarang. Tangannya sudah lelah memoles wajah yang selalu gagal karena air mata yang selalu menetes. Seharusnya ia bahagia karena Kris nya akan berbahagia. Jika dipikir pikir,benar juga kata Kyungsoo. Ia harus menghadiri pernikahan Kris sebelum akhirnya ia pergi dan akan lama tak bertemu lagi dengan Kris.

Luhan akan mengenakan dress berwarna putih dengan hiasan pita pink. Rambutnya ia bentuk sedemikian rupa sehingga membuat kesan manis sekaligus lucu. Ya, siapapun yang melihat Luhan pasti tidak akan mengira umurnya telah lebih dari dua puluh tahun. Namun sayangnya, mata Luhan tak secerah biasanya. Warna merah menghantui mata Luhan. Dan oh jangan lupakan kantung mata Luhan. Walaupun ia sudah menutupinya dengan make up yang ia kenakan,namun masih tampak jika ia habis menangis.

Luhan berencana datang bersama Kai dan Kyungsoo. Ia juga berencana untuk sekaligus berpamitan untuk kembali ke keluarganya di China. Setidaknya disana ia bisa bekerja di perusahaan agar melupakan perasaannya.

Luhan, Kai, dan Kyungsoo telah sampai di tempat Kris dan Tao akan mengikat janji. Hal yang mereka lakukan pertama adalah menuju tempat sahabatnya berdandan sekaligus memberi selamat. Kai dan Kyungsoo tau, Luhan pasti akan memaafkan Kris kali ini. Mereka yakin karena daridulu Luhan adalah sosok yang dewasa.

Mereka masuk ke ruangan Kris. Melihat bagaimana sahabatnya itu akan mendahului mereka menuju altar. Kris yang tengah duduk pun langsung melihat pintu yang tiba tiba terbuka. Ia tak menyangka para sahabatnya akan datang. Ya Kai, Kyungsoo dan ah apa itu Luhan? Ia sekarang hanya bisa berdoa semoga Luhan dapat memaafkannya.

"Wah Kris. Kau sangat tampan. Ah tapi lihat saja saat aku yang berdiri mengikat janji dengan baby Kyung pasti aku lebih tampan" Kai merangkul Kris yang dibalas oleh Kris

Kris pun hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan Kai itu. Ia tau Kai dan Kyungsoo lah yang berhasil membujuk Luhan agar mau menemuinya kali ini.

"Hai Kris. Kami kesini untuk memberimu selamat. Dan kau malah melelehkan hatiku. Ah kau tampan sekali." Giliran Kyungsoo berbicara.

"Terimakasih kalian. Ah aku tak ingin nanti diserang Kai,Kyung. Jadi maaf aku tak dapat menerima cintamu." Kekeh Kris menanggapi Kyungsoo.

"Ah oppa kau menghancurkan hatiku." Kyungso memegangi dadanya berlaku seperti orang yang sedang sakit hati.

"Huh drama macam apa ini. Hey baby Kyung kau itu sudah memiliki kekasih yang lebih tampan dari tiang listrik ini. Ah apa apaan ini aku bahkan ingin memarahimu. Keluar bersamaku." Kai yang mulai frustasi mengajak Kyungsoo keluar ruangan itu.

Kini tersisa Luhan dan Kris.

"H- hai Kris. Selamat atas pernikahanmu. S- semoga bahagia selalu" Luhan menjabat tangan Kris. "bersama dia." Luhan melanjutkan bicaranya.

Kris tak kunjung mbalas jabatan tangan Luhan. Yang ia lakukan hanyalah memandangi Luhannya dengan firasat yang tidak enak.

"Apa maksudmu? Kau masih bisa bersamaku. Sebagai sahabatku." Kris menjelaskan namun tak dapat dibohongi kata kata itu sangat menyakiti hati mereka.

"Tak bisa. Aku akan pergi jauh. Berpura pura saja aku tak pernah mengenalmu dan kau tak pernah mengenalku. Saling melupakan kadang adalah jalan terbaik. Kau pergi,jadi untuk apa aku tetap tinggal. Dan itu alasanku kesini. Aku harap ini adalah pertemuan terakhir kita." Luhan tersenyum namun beberapa saat kemudian ia merasakan sebuah bibir yang menempel tepat pada bibirnya.

Ya,ini bukan pertama kalinya mereka berciuman. Namun rasanya, kali ini sangat sakit sekali. Hati mereka sama sama sesak. Entah karena Luham kehilangan sosok kekasih sekaligus kakak untuknya dan sebaliknya atau bagaimana. Yang jelas ciuman ini menyiksa. Bagaimana bibir Kris menyesapi bibir Luhan. Bagaimana Kris mendorong tengkuk Luhan agar mendekat padanya. Menandakan Kris enggan kehilangan Luhan.

Beberapa menit mereka berciuman. Hingga mereka kehabisan nafas dan saling melepas. Luhan berjalan perlahan ke belakang. Menyeka air mata dan yang terakhir ia tersenyum kepada Kris. Pada akhirnya Luhan tetap pergi. Dan Luhan setidaknya telah lega karena mereka telah benar benar saling meninggalkan.

Kris yang melihatnya hanya bisa menatap punggung Luhan yang semakin jauh sampai akhirnya menghilang. Ia tak dapat melakukan sesuatu lagi agar Luhannya tak pergi. Toh,sejak awal memang Ia lah yang meninggalkan Luhan. Sekarang Kris hanya dapat berharap Luhan kelak bahagia. Namun ia juga berharap ia dapat sekedar bersahabat dengan Luhan. Ya, bersahabat. Namun sepertinya Luhan tak ingin. Disinilah Kris yang egois muncul. Bagaimanapun Kris harus tetap dekat dengan Luhan.

Acara telah dimulai. Kris telah berdiri di altar. Menunggu Tao yang sedang bersiap berjalan ke altar bersama dengan ayahnya. Hingga Tao keluar menuju altar, semua pandangan teralih ke Tao yang sangat cantik dengan gaun putih dan pinknya itu. Tak terkecuali dengan Luhan yang sengaja memilih tempat di depan. Ia ingin melihat Kris benar benar meninggalkannya. Ah sekarang perasaannya telah mati. Hanya sakit yang tersisa. Ia sudah benci namun ia tak bisa benci. Suliy menggambarkan perasaannya sekarang. Dan Kris, dia tak menyangka Tao calon istrinya itu seperti bidadari. Namun entah mengapa ia membayangkan Luhan yang mengenakan gaun itu dan mendampinginya di altar kali ini.

Tao sampai di altar, lengannya diberikan kepada Kris. Ayahnya mengucapkan kata kata yang intinya menitipkan Tao kepada Kris. Agar Kris menyayanginya selamanya. Kris menerima itu. Kris berjanji kepada ayah Tao untuk menyayangi Tao.

Dan sekarang adalah saat untuk Kris dan Tao mengucapkan janji suci mereka. Janji yang tak boleh mereka ingkari. Mereka telah mengucapkannya dengan lancar. Dan sekarang mereka telah menjadi sepasang suami istri. Ikatan yang sangat erat untuk mereka agar mereka tak terpisahkan.

Para undangan meminta mereka untuk berciuman.

Kris mendekatkan wajah nya dan Tao. Perlahan menempelkan bibir mereka. Saling menyesap bibir satu sama lain. Namun bagi Kris,rasanya hambar. Tak ada sesuatu yang istimewa. Tak ada perasaan yang membara. Dan ia sesegera mungkin melepas ciuman itu.

Sedangkan Luhan, sebenarnya ia telah meninggalkan tempatnya saat Kris sedang berciuman dengan Tao. Dadanya sangat sesak. Ia tak dapat bernafas. Ia tak mau lagi melanjutkan perasaan sakit itu. Sakit.

Luhan memilih untuk menjauh. Pergi. Beberapa tahun kalau bisa. Ia tak ingin bertemu lagi dengan Korea. Setidaknya untuk beberapa tahun.

Luhan sebenarnya telah memesan tiket jauh hari. Ia berangkat ke China hari ini. Dan itu, Luhan tak memberi tau orang tua nya jika ia akan pulang ke China. Ia sama sekali tal berniat.

Kris menyadari Luhan yang telah pergi. Ya, setelah acara itu selesai, Kris tak lagi melihat keberadaan Luhan. Bahkan Kai dan Kyungsoo pun tak tau. Mobil Luhan ia tinggalkan dengan kunci kontak ia titipkan kepada Kai. Ya, Kai mendapatkan mobil gratis.

Hari ini adalah hari dimana seharusnya Kris dan Tao menikmati hari hari dimana pasangan yang baru menikah sedang berbunga bunga. Namun tidak bagi Tao dan Kris, Kris yang sedari tadi melamun membuat Tao hanya bisa terdiam.

Telepon Kris berbunyi. Namun Kris yang sedang melamun di balkon tidak menyadarinya. Dan kebetulan sekali Tao sedang berada di dekat telepon itu berniat mengangkat telepon itu. Ia tak berfikir jika nantinya Kris akan marah kepadanya. Toh, juga ia sekarang adalah istri Kris.

Belum sempat tangan Tao sampai ke benda kotak tersebut, Kris sudah merebutnya dulu dari Tao.

"Apa yang akan kau lakukan dengan telepon ini?" Kris mematikan telepon itu dan menyimpan ponselnya di saku celananya.

"Aku hanya ingin tau itu dari siapa. Lagipula ponselmu sudah berbunyi dari tadi dan aku ingin memberikannya kepadamu" Tao menjelaskan.

"Terserah kau saja.

Tapi aku mohon, kau memang istriku tapi tolong jangan terlalu mencampuri urusanku. Aku akan menuruti semua permintaanmu." Kris memohon kepada Tao.

"Aku ingin aku memilikimu. Dan ya, kapan kita akan berbulan madu?" Pertanyaan Tao membuat Kris memijat kepalanya. Ia pusing dengan takdirnya.

"Aku akan lakukan jika aku tak sibuk. Aku harus mengurusi perusahaan dulu. Sudah kan?" Jelas Kris.

"Aku sangat menyukai anak kecil." Perkataan Tao membuat Kris seketika mematung. Ia tau maksud Tao.

"Lalu? Kita bisa memilikinya." Kris menjawab santai. Namun dalam hatinya,ia ingin mengumpat karena bukan dengan Luhan lah takdirnya.

"Aku tak ingin memilikinya dalam waktu dekat Kris. Kau tau aku sedang sangat sibuk tahun ini. Aku akan jarang berada di rumah ini Kris." Balas Tao.

Kris diam diam bersyukur. Ia belum sepenuhnya benar bemar terikat kencang dengan Tao.

Hingga malam tiba,Kris tak menolak tidur bersama Tao. Karena toh Tao juga istrinya. Ia harus rela berbagi ranjang.

Namum sedari tadi ponsel Kris tak berhenti berdering. Telepom yang biasanya Kris abaikan karena jika ia mengangkatnya, hanya caci maki yang ia dapat.

Walaupun Kris adalah kakaknya, namun ia sangat tak suka pada Kris. Apalagi saat mengetahui Kris lah yang akan mewarisi perusahaan. Brengsek,pikirnya.

Ya,dia adalah Oh Sehun. Adik bungsu di keluarga Oh. Ia sangat berambisi menguasai perusahaan. Ia tak pernah memikirkan wanita karena seluruh hidupnya ia abdikan untuk belajar agar ia dapat memiliki perusahaan. Ia pintar memang, namun satu kelemahannya yaitu kasih sayang dari orang tua nya.

Orang tua Sehun lebih mementingkan perusahaan daripada dirinya. Bahkan ia dititipkan pada seorang pengasuh saat masih kecil. Berbeda dengan Kris yang sejak kecil memang dididik untuk menjadi pewaris. Itulah mengapa rasa iri timbul pada Sehun. Ia merasa diasingkan padahal ia lah anak kandung yang sebenarnya.

Kris merasa kalah. Setelah merasa Tao telah tidur, ia mengangkat telepon adiknya itu.

"Brengsek sialan kau. Undurkan dirimu dari nama pewaris itu Kris." Sehun memulai dengan nada yang tidak wajar.

"Kenapa? Ngomong ngomong bagaimana kabarmu? Kau sudah lama di Amerika." Kris mencoba ramah pada adiknya. Bagaimanapun ia juga merasa orang tuanya telah pilih kasih.

"Brengsek tak usah sok perhatian. Sekali bajingan kau tetap bajingan asal kau tau." Sehun semakin emosi.

"Apa yang kau katakan adikku?"

"Kau menikahi Tao agar ibu dan ayah berterima kasih kepadamu kan. Kau mencari cari perhatian mereka. Kau ah brengsek sialan. Kau hanya anak buangan brengsek. Pergi kau dari keluargaku." Sehun semakin menjadi. Bagaimanapun kirang kasih sayangerupakan hal yang besar.

"Aku yang dijodohkan. Dan asal kau tau jika aku bisa, aku akan menolaknya." Kris yang sudah lelah berdebat menutup teleponnya.

Namun tak ia sadari Tao mendengar semuanya.

"Ya,aku sudah menyadari dari awal. Kau memiliki seorang kekasih. Maafkan aku menghancurkan kalian. Dan ah untuk permintaanku, aku ingin kau membuang jauh jauh perempuanmu itu dari hidupmu. Kalau bisa, buanglah seperti adikmu itu." Suara Tao mengagetkan Kris.

"Aku tak membuang Sehun. Dia pergi sendiri." Kris menjelaskan.

Tao memeluk Kris dan Kris pun hanya bisa diam. Inilah ia sekarang. Seorang laki laki yang telah berpemilik. Namun apapun itu, Kris teraplah Kris yang egois. Kris inginkan Luhan tetap disisinya. Dan malam ini Kris memikirkan caranya agar Luhan tetap berada di dekatnya.

Detik berganti menit. Menit berganti jam. Kris menghabiskan berjam jam memikirkan Luhan. Dan memikirkan bagaimana Tao meminta ia meminta membuang Luhan seperti Sehun. Ah apa? Membuang Luhan seperti Sehun. Mengapa ia tak menyatukan Sehun dan Luhan, ia juga bisa meminta orang tuanya agar Ia dan Sehun tinggal di satu rumah. Dengan begitu ia juga tinggal bersama Luhan. Dan ia bisa diam diam saling mencintai.

Ide licik itu muncul dikepala Kris.

Dengan cepat Kris mengambil ponselnya untuk menelepon ibunya. Ia memberitahu ibunya tentang perusahaan yang dimiliki Luhan. Dan menceritakan Luhan kepada orang tuanya. Ia bercerita dan menghasut ibunya agar ibunya menjodohkan Sehim dengan gadis itu. Kris pun meminta ibunya untuk meminta Sehun tinggal di rumahnya dengan alasan agar mereka menjadi dekat.

Dan ibu Kris menerima permintaan Kris dengan cepat. Kris pun tertawa kecil. Membayangkan bagaimana akhirnya nanti.

"Permainan baru akan dimulai,Lu. Ku tunggu kau." Kris berbicara sambil tersenyum kecil. Lalu kembali ke tempat tidur menyusul Tao ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

ToBeContinued

Typo bertebaran yuhuu. Maafin ya karna ini ngetik pake HP. Laptop sejak lama sudah rusak uhuk. Itu udah cukup panjang loh:v dan ya masih sama kayak kemaren, ini cerita masih saja gajee.

Kris nya maaf ya aku buat gitu.

Oiya, Kyungsoo dan Kai nya ini kan sahabat Kris sama Luhan. Jadi mereka tau mereka pacaran itu gimana,menurut mereka cocok. Maksud sebenernya dari mereka itu adalah biar Luhan dan Kris seenggaknya nggak saling membenci gitu, tapi mungkin mereka nggak tau ya caranya itu nyakitin Luhan hikss.

Nah, ini Sehun nya udah aku munculin tapi sedikit dulu yaa wkwk. Dan kayaknya chapter 3 bakalan banyak HunHan moment uwuw

Dan lagi, makasih buat yang udah banyak review ke ff ini. Ya, yang mampir mampir aja, yuk review yuk.

Oiya,menurut kalian ratingnya kalo dinaikin gimana ya? Terus caranya gimana ya? Wkwk masih anak ingusan ini soalnya.

Yang mau kenalan yuk ini pin bbm aku D10559C3.

Duhh panjang banget ini ternyata, ok sekian dan terimakasih wkwk