Pada hari pernikahan..

Di ruang ganti para perempuan

Sakuya begitu cantik dan anggun memakai baju pegantin yang disiapkan Anna. Makeup Sakuya begitu pas sehingga kecantikan Sakuya semakin terpancar. "Terima kasih Yuya.. kamu mengaplikasikan makeup dengan bagus. Aku tidak menyangka kamu pintar mengaplikasikan makeup." Yuya yang mendengar pujian itu sedikit malu sambil berkata "Tidak.. aku yang merasa terhormat karena aku bisa memakaikan makeup ke Sakuya. Aku akan membuat Sakuya menjadi pengantin yang paling cantik." "Yuya.. kamu sudah dewasa ya? Kamu tahu kan kalau kamu memakai makeup, Kyo langsung terpikat sama kamu dan mugkin dia akaan berhenti memanggilmu "jelek"" Okuni bertanya sambil mengedipkan mata ke Yuya. "Ehh.. ehhh… aku belajar memakai makeup bukan untuk Kyo kok. Aku cuma suka saja, itu pekerjaan sampingan selain menjadi bounty hunter." Jawab yuya dengan muka memerah. Okuni hanya tersenyum sambil menggeleng-nggeleng kepala. "hahaha.. kau juga tidak berubah setelah sekian lama." Okuni menambahkan. Semua yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum. Semua tahu kalau hubungan Kyo dan Yuya bisa dibilang sedikit rumit (tidak ada kejelasan status) tetapi mereka saling suka. Bahkan mungkin lebih dari itu, mereka saling mencintai. Kyo begitu protektif terhadap Yuya dan Yuya rela melakukan segalanya untuk menyelamatkan Kyo. Tetapi, Kyo belum memutuskan untuk menetap bersama Yuya dia tetap berkelana.

Ketika tugas Yuya sudah selesai, dia mengganti baju dengan baju pengiring pegantin. Baju itu begitu pas di tubuh Yuya dan warna gold dari baju tersebut menonjolkan mata Yuya yang berwarna hijau. Yuya memakai makeup degan natural, warna yang soft untuk eyeshadow dan pink salmon untuk bibir serta perona pipi. Makeup yang dipoleskan menambah pesona Yuya. Untuk model rambut, Yuya memilih half up do. Rambutnya diikal-ikal halus, menonjolkan sisi feminim Yuya. Ketika Yuya sudah selesai dan mendekati mereka, mereka takjub dengan Yuya. Yuya kelihatan begitu cantik. Sakuya yang melihat itu mengatakan "Kau cantik sekali Yuya.. Kak Nozomu pasti bangga melihatmu tumbuh menjadi gadis secantik ini. Aku senang kau setuju menjadi bridesmaidku" sambil menggenggam tangan Sakuya, Yuya yang mengatakan "terima kasih. Pujian itu sangat berartti bagiku" "hari ini little oni (yang dimaksud adalah Kyo) memiliki tugas yang berat. Bahkan mungkin dia perlu menjadi iblis lagi." Shihoudo menepuk pundak Yuya dengan menyerigai. "Ehhh.. Ehh.. apa maksudnya? Kenapa Kyo harus jadi iblis lagi?" Yuya menjawab dengan kebingungan dan mukanya memerah. Setiap kali ia mendengar nama Kyo dan dikaitkan dengannya hatinya selalu berdebar-debar tidak beraturan. Semua mengangguk-angguk setuju dan tertawa mendengar pernyataan Shihoudo.

Yuya yang memaksa Shihoudo untuk menjelaskannya tiba-tiba terpotong dengan ketukan di pintu. "Apa kalian sudah siap? Sudah mulai waktunya." Julian berteriak. "Iya.. kami sudah selesai. " para perempuan mulai meninggalkan ruangan itu, menuju kursi yang disediakan dan siap untuk mengadakan upacara pernikahan Kyoshiro dan Sakuya. Begitu juga dengan para lelaki. Para lelaki sudah mengisi tempat duduk mereka. Kyoshiro menjemput Sakuya terkagum "kau cantik sekali.." "ini berkat Yuya."Sakuya tersenyum. Kyoshiro berpaling ke Yuya "terima kasih Yuya. Kau juga kelihatan berbeda. Tetapi juga sama." "kata-katamu aneh. Tapi terima kasih Kyoshiro." Sambil tersenyum menatap Sakuya, Kyoshiro menambahkan "setelah ini, mungkin Kyo tidak akan melepaskanmu." Sakuya juga mengangguk setuju. Sebelum Yuya menjawab dengan kebingungannya, Sakuya memotong, "nanti kamu mengerti. Ayo.. aku tidak sabar jadi istri Kyoshiro." Sakuya menarik Kyoshiro di sebelah kanan dan Yuya di sebelah kiri.