Detik berganti menit. Menit berganti jam. Kris menghabiskan berjam jam memikirkan Luhan. Dan memikirkan bagaimana Tao meminta ia meminta membuang Luhan seperti Sehun. Ah apa? Membuang Luhan seperti Sehun. Mengapa ia tak menyatukan Sehun dan Luhan, ia juga bisa meminta orang tuanya agar Ia dan Sehun tinggal di satu rumah. Dengan begitu ia juga tinggal bersama Luhan. Dan ia bisa diam diam saling mencintai.
Ide licik itu muncul dikepala Kris.
Dengan cepat Kris mengambil ponselnya untuk menelepon ibunya. Ia memberitahu ibunya tentang perusahaan yang dimiliki Luhan. Dan menceritakan Luhan kepada orang tuanya. Ia bercerita dan menghasut ibunya agar ibunya menjodohkan Sehim dengan gadis itu. Kris pun meminta ibunya untuk meminta Sehun tinggal di rumahnya dengan alasan agar mereka menjadi dekat.
Dan ibu Kris menerima permintaan Kris dengan cepat. Kris pun tertawa kecil. Membayangkan bagaimana akhirnya nanti.
"Permainan baru akan dimulai,Lu. Ku tunggu kau." Kris berbicara sambil tersenyum kecil. Lalu kembali ke tempat tidur menyusul Tao ke alam mimpi.
WE CAN START IT
.
.
.
.
.
Chapter 3
Hari sudah pagi. Semburat matahari telah menghampiri. Pagi ini merupakan pagi baru bagi pasangan baru itu. Ya, Kris dan Tao. Sepertinya pagi ini berbeda untuk mereka berdua. Karena lengan kekar Kris yang melingkar sempurna pada Tao. Kris sendiri tidak menyadari posisi tidurnya yang seperti itu. Ia takut bahwa posisi tidurnya tidak nyaman bagi Tao. Tapi nyatanya Tao tetap bertahan hingga pagi di pelukan Kris.
"Selamat pagi Kris." Suara Tao menyambut Kris, dengan posisi yang masih di atas ranjang.
"Ah pagi Tao, maafkan posisi tidurku semalam jika kau tak nyaman." Kris meminta maaf kepada Tao.
"Tak apa, lagipula kau suamiku, kau berhak atas diriku."
Mendengar jawaban Tao, Kris langsung mengalihkan tubuhnya ke kursi dekat meja. Tak lama kemudian ia mandi dan bersiap ke kantor.
"Kau mau kemana?" Tanya Tao.
"Aku? Tentu saja aku akan mandi. Lagipula aku harus ke kantor." Jelas Kris.
"Baiklah"
Kris beranjak menuju kamar mandi. Tetesan air membasahi seluruh tubuh Kris. Kris menikmatinya, menikmati rasa tenang yang ia dapatkan saat itu.
Didalam kamar mandi Kris berfikir, apakah ia harus menceritakan ide busuknya itu kepada Tao atau tidak. Karena ia takut Tao akan marah atau bahkan mencelakai Luhan. Apakah ia harus bersama dengan Luhan? Pertanyaan itu terus menghantui kepala Kris. Kenapa Tuhan memberi banyak cobaan jika ia memang harus bersama Luhan? Ah Kris telah sesak memikirkannya.
Setelah keluar dari kamar mandi, Kris mencium aroma masakan yang mungkin cukup lezat. Tak ia elak, tebakannya Tao sedang memasak di dapur.
Rupanya Tao juga pandai memasak. Kris merasa cukup diuntungkan dengan keberadaan Tao. Ah lagi lagi Kris yang senang memanfaatkan orang lain muncul.
Kris menemukan pakaiannya lengkap dengan style yang cukup indah telah disiapkan untuknya. Tao memang seorang model. Jadi tak salah lagi jika ia menyiapkan pakaian yang sangat cocok dengan Kris.
Kris yang beruntung.
…
Sementara Luhan. Ia sendiri sudah sangat lama bekerja di perusahaannya sendiri. Walaupun hanya sebagai asisten direktur,yang merupakan ayahnya sendiri. Luhan memiliki banyak sekali pekerjaan karena ayahnya melimpahkan setidaknya lebih banyak pekerjaan untuk Luhan daripada ia urus sendiri. Bukannya tanpa maksud, namun ia ingin Luhan belajar dari pengalamannya.
Sudah seharusnya memang Ayah Luhan, Xi Young menghabiskan waktunya untuk menukmati masa nya tanpa urusan bisnis. Ia telah bosan. Dan Luhan lah penerusnya. Setidaknya ia adalah anak satu satunya yang ia miliki. Mungkin.
Masa muda tuan Xi memang tak indah. Pilihannya yang merupakan istrinya saat ini memiliki banyak rintangan saat berhubungan dengannya. Salah satunya karena perempuan lain yang mencintai tuan Xi.
Kisah rumit memang, dan hal itu sepertinya diwariskan pada anak semata wayangnya.
Flashback
Luhan kini termenung di pesawat. Memikirkan apakah sahabat sahabatnya akan memaafkannya yang pergi begitu saja. Pasalnya Luhan memang belum memberitahu Kris dan Kyungsoo bahwa ia akan pergi ke China. Sementara Kris, Luhan yakin ia tak akan membiarkannya pergi ke China. Yang Kris ketahui mungkin Luhan hanyalah pergi melupakannya, buka benar benar pergi.
Di pesawat, Luhan bertemu dengan seorang pramugari. Luhan menelisik bagaimana rupa sang pramugari. Sepertinya ia pernah melihat orang itu sebelumnya.
Luhan tak kunjung ingat. Ia ingin sekali merutuki daya ingatnya yang dibawah rata rata itu. Ya, terkadang Luhan dapat menjelma menjadi sosok pelupa yang mengesalkan, terkadang Luhan bisa juga menjadi sosok yang innoncent yang menggemaskan, dan percayalah Luhan juga dapat menjadi sosok yang berfikir dewasa.
Hingga pramugari itu menyapanya. Rupanya ia masih mengingat dengan jelas sesosok Luhan.
"Permisi, benar anda Nona Lu? Ah maaf tapi sepertinya aku pernah bertemu denganmu."
Sapaan pramugari bermata bulan sabit itu terdengar jelas oleh Luhan.
Ia tak salah. Ia pernah bertemu perempuan itu. Dan dengam seragam yang sama seingatnya. Tapi ia tidak dalam pesawat menuju China, tetapi pesawat menuju Jepang.
"Ya, aku bisa mengingatmu. Tapi maaf aku lupa dengan namamu." Luhan sedikit terkekeh.
"Kenapa anda pergi sendirian? Kemana pasangan anda?." Ah bibirnya tak dapat dikendalikan.
Luhan hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Ia sekarang ingat, kalau ia bertemu pramugari itu saat berlibur dengan Kris.
"Ah maaf nona. Seharusnya aku tak bertanya hal hal pribadi denganmu, maafkan aku." Perempuan itu meminta maaf kepada Luhan karena bagaimanapun, ia tak berhak menanyakan hal itu kepada Luhan.
"Tak apa, kita bisa berteman sehingga kau tak perlu terlalu formal kepadaku. Aku akan beri nomor pribadiku kepadamu. Dan ya, kita berteman." Luhan meminta Pramugari itu menjadi temannya.
"Ah baiklah." Peamugari itu menjawab.
"Tunggu dulu" Luhan menghentikan pramugari itu saat ia akan melangkahkan kaki menuju kabin pesawat.
"Aku masih belum ingat namamu." Luhan terkekeh menatapnya.
"Namaku Baekhyun, Byun Baekhyun." Pramugari itu menjawab seraya tersenyum membentuk bulan sabit yang indah pada kedua matanya. Ia adalah orang Korea.
Flashback End
…
Dua insan kini sedang beradu mulut. Pasangan baru yang dipaksakan.
Kris memutuskan untuk bercerita kepada Tao. Dan Tao sebelumnya meng'iya'kan sebelum Kris mengatakan bahwa ia akan membawa Sehun ke rumah.
Dengan alasan takut semua akan menjadi rumit, Tao menolak mentah mentah semua alasan Kris. Tao telah mengenal Sehun. Begitu pula Sehun. Tapi mereka cukup memiliki topeng yang menutupi semua tentang mereka. Licik.
Tak peduli bagaimanapun pendapat Tao, Kris akan membuat Sehun dan Luhan menjadi bonekanya.
Kris tetaplah Kris yang egois seperti dulu. Yang akan mengijinkan segala cara agar Luhannya tetap menjadi miliknya. Tak peduli berapa perasaan yang akan ia sakiti. Kris hanya ingin kisahnya berakhir bahagia, seperti pada cerita cerita fiksi.
Kris kini berada di rumahnya dulu. Tempat ia dibesarkan. Tempat permintaannya selalu dipenuhi. Tempat dimana ia merasakan kasih sayang seorang ibu dan ayah. Walaupun dengan marga yang seharusnya bukan miliknya. Tapi ia tetap bersyukur.
Kris mengharap disini. Nasib kisahnya dengan Luhan. Walaupun mereka akan melakukannya dalam gelap. Ia harus mengantongi izin agar Sehun menikah dengan Luhan dan tinggal di apartemennya.
Berjam jam orang tua Kris memikirkan. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba. Karena kebetulan sekali mereka sedang dalam suatu kontrak juga. Mereka berfikir bahwa impian Sehun memiliki perusahaan dapat diwujudkan dengan memiliki Luhan. Karena Luhan adalah satu satunya pewaris.
Kris tersenyum lega. Walaupun tanpa izin dari istrinya, impian Kris terwujud.
Kris kembali ke kantor. Namun sebelumnya ia mengambil telepon. Tentu saja ia menelepon Sehun.
"Hai adikku tercinta. Ayah dan Ibu punya kejutan untukmu." Kris mengawali pembicaraan di telepon.
"Tak sudi aku menerima semua dari kalian." Balas Sehun dingin.
"Bagaimana jika perusahaan? Cukup besar untuk kau kembangkan karena aku yakin kemampuanmu lebih dari aku."
"Apa maksudmu?" Sehun mulai penasaran.
"Tapi aku juga punya syarat adik kecil." Kris menggantung kesenangan Sehun.
"Brengsek. Licik kau." Sehun mulai mengumpat.
"Yasudah kalau tak mau. Kurasa kau sudah tak tertarik dengan perusahaan
Yasudah aku tutup."
"Apa syaratnya?"
Sehun mulai mempertanyakan syarat yang harus ia penuhi. Perusahaan meeupakan investasinya untuk masa depan.
"Tak banyak. Tapi berjanjilah kau akan memenuhi. Apapun itu."
"Licik"
"Bagaimana?"
"Baiklah"
Telepon mereka berakhir. Kris merasa menang kali ini.
Ya, bodohnya Kris yang merunyamkan semuanya.
Orang tua Kris memang sudah memberikan seluruh kepercayaan tentang perjodohan adiknya kepada Kris. Kris pun sudah berjanji memberikan yang terbaik untuk mereka. Namun bujukan kepada adiknya itulah yang menjadi rintangan. Perusahaan kecil milik Luhan pastilah tak dapat memancing adiknya, kecuali jika perusahaan itu diberi beberapa saham oleh perusahaan Kris.
Dengan iming iming seperti itu, pastilah tak hanya Sehun yang menginginkannya. Namun juga keluarga dari Xi Luhan.
…
Esok hari Sehun dan Kris memutuskan untuk bertemu di suatu tempat. Sehun telag tergiur dengan tawarannya. Walaupun ia belum mengatakan apa syaratnya. Ya, walaupun hanya dua syarat, namun akan sulit bagi Sehun untuk meng 'iya' kannya lagi setelah mendengarnya.
"Lama tak berjumpa, sepertinya kau semakin dewasa." Kris memulai pembicaraan dengan adiknya.
"Aku tak ingin berlama lama. Katakan saja apa syaratnya." Jawab Sehun dingin.
"Baiklah, hanya ada dua syarat."
"Katakanlah."
Sehun sudah sangat tak sabar.
"Pertama kau sudah dewasa dan harus menikah." Kris mulai mengatakan syarat pertamanya.
"Aku bisa menikah nanti, setelah memiliki perusahaanku." Jawab Sehun.
"Bukan, kau tau Xi Corporation? Putri semata wayang yang merupakan pewaris perusahaan itu. Kau harus menikahinya. Aku akan memberikan sebagian saham Oh disana, itupun jika kau mau." Jelas Kris.
"Cih. Bisa bisanya aku menikah dengan orang yang tak kukenal." Sehun tertawa.
"Kau pikir aku tak seperti itu? Aku harus menikahi Tao sedangkan, ahh kau tak akan tertarik jika ku ceritakan. Begini saja, jika kau menolak tawaran pernikahan itu sama saja kau menolah perusahaan. Yasudah terserah kau saja." Kris berbicara dengan panjang.
"Baiklah baiklah. Lalu berikutnya?" Tanya Sehun yang masih penasaran dengan syarat kedua.
"Kau dan istrimu nanti harus tinggal di mansion bersamaku." Jawab Kris. Kris sebenarnya memiliki sebuah mansion besar yang sekarang hanya dihuni beberapa maid kepercayaannya.
"Memuakkan. Sebenarnya apa rencanamu?" Sehun curiga dengan Kris.
"Jawab saja 'Ya' atau 'Tidak' dan kau akan mendapatkan segalanya."
Keinginan Sehun memang akan segalanya terpenuhi. 'kecuali istrimu. Kau tak akan dapat memilikinya' . Kris mengatakannya dapam hati.
…
Kris menyeringai. Ia berhasil memainkan permainan ini.
Sehun sudah beberapa jam meninggalkan Kris. Sehun setuju dengan semua syarat Kris. Yang Sehun inginkan hanyalah perusahaan. Ia tak akan memikirkan gadis yang nantinya akan ia nikahi. Tapi Sehun bukanlah Sehun yang bodoh. Ia yakin semua itu tak akan ia dapatkan cuma cuma. Ia percaya Kris menyembunyikan sesuatu.
Lagipula disanalah ia bisa membalaskan semua kepada Kris nantinya. Kris dan Tao, Sehun menginginkan mereka menerima balasannya.
Dan gadis manakah yang akan ia nikahi? Seburuk rupa kah ia sehingga ia diberikan untuknya hanya agar ia memiliki perusahaan? Pikiran Sehun adalah Luhan merupakan seorang gadis yang buruk baik rupa maupun batinnya. Ah bukannya ia bisa mencari tau siapa Luhan.
Ya, ia akan mencari tau siapa Xi Luhan sebenarnya.
…
Jam kerja Luhan sudah berakhir memang. Ia sekarang harus beristirahat sebentar lalu bersiap karena tak tau mengapa keluarganya mengadakan makan malam. Katanya orang tua nya akan menyampaikan hal penting kepadanya.
Luhan masuk ke dalam kamarnya. Menyapu seluruh rumah dengan pandangan penatnya. Luhan sangat nyaman berada di kamar ini. Pernah ia meninggalkan kamar ini sekian lama. Masalahnya hanyalah karena ia merasa dibohongi. Ia merasa kecewa hingga melarikan diri ke Korea. Namun itu hanya berlangsung beberapa saat karena beberapa tahun kemudian ia kembali ke China. Luhan memang termasuk anak yang sangat menyayangi keluarganya. Ayah Ibu nya, ia sangat menyayangi mereka, dan begitupun mereka.
Luhan menginginkan keluarganya nanti seperti ini. Saling menyayangi. Seperti keluarga harmonis. Namun satu hal yang Luhan tak inginkan yaitu salah satu anggota keluarga yang hilang.
Ya, alasan Luhan pergi beberapa tahun yang lalu adalah karena ia merasa dibohongi orang tua nya yang menyembunyikan kakaknya. Entah sekarang kakaknya telah meninggal atau bagaimana, ia sangat merindukannya.
Beberapa menit Luhan melamun, ia mendapati beberapa missed call dengan nama 'Baekhyun' di layarnya. Ya, ia memang berteman baik dengan Baekhyun dan ia tau kalau Baekhyun telah tak sabar bertemu dengannya. Namun Baekhyun hanya bisa bertemu dengan Luhan di Korea. Karena ia sekarang tinggal di Korea bersama kekasihnya. Baekhyun tak menceritakan secara jelas tentang kekasihnya namun ia selalu bercerita tentang apa saja yang kekasihnya lakukan untuk membuatnya senang. Memang mereka adalah pasangan yang romantis.
Ah, terlalu lama Luhan melamun. Ia harus bersiap makan malam. Luhan bergegas mandi. Tak tau apa yang ingin dibicarakan orang tuanya tetapi firasatnya tak enak. Ia merasa ada sesuatu yang janggal.
Luhan memilih dress selutut berwarna biru muda. Dengan rambut lurusnya. Ia telah siap menuju makan malam keluarganya.
Makan malam berjalan dengan penuh canda tawa. Luhan tak menyangka orang tua nya bisa bercanda. Namun saat mereka selesai makan, ayah Luhan memulai berbicara serius kepada Luhan.
"Lu, anakku." Ayah Luhan, Xi Young memulai berbicara.
"Ya yah?" Luhan menjawab santai.
"Perusahaan kita mengalami kemajuan karenamu. Dan ayahmu ini sepertinya sudah tak sanggup memegang perusahaan itu." Tuan Xi menjelaskan.
"Kita bisa mengurusnya bersama ayah. Lagipula aku juga masih menikmati waktuku di Korea. Aku senang disana."
"Tapi mau sampai kapan nak?" Kali ini ibu Luhan yang berbicara.
"Sebenarnya apa maksud kalian?" Luhan penasaran.
"Kau harus segera menikah. Secepatnya. Ayah sudah memilih laki laki yang pantas untukmu." Tuan Xi mulai berbicara bersiap mendapat bantahan dari putri semata wayangnya.
"Apa? Tapi, ah kau tak bisa menjodohkanku begitu saja yah." benar saja Luhan menolaknya.
"Ayahmu benar nak. Ayahmu telah sakit dan kau harapan satu satunya. Ibu akan beri kau waktu untuk menerimanya. Namun jika kau terlalu lama berfikir, semuanya akan hancur dengan cepat nak. Semua usaha ayah dan ibu. Maka dari itu kami mohon bantuanmu nak." Ibu Luhan memelas dan sesaat kemudian membawa Tuan Xi menuju kamarnya yang karena amarahnya dadanya terasa sesak.
"Tunggu bu. Baiklah, aku menerima permintaan itu." Luhan mengambil tangan ibunya yang hampir pergi.
Luhan berfikir semoga saja ia dengan pasangannya kelak dapat memudarkan memori Luhan tentang Kris.
"Tapi beri aku petunjuk dimana kakak kandungku sekarang." Luhan melanjutkan dengan nada putus asanya. Ia sudah lama mencari tau siapa dan dimana kakaknya. Namun ia tak kunjung menemukannya.
"Tapi nak, hanya satu yang kami tau. Ia sekarang berada di Korea. Kami tak tau dimana tepatnya. Karena itu sudah terjadi sangat lama." Ibu Luhan menjawab syarat Luhan.
"Nak laki laki yang akan kau nikahi adalah anak dari keluarga Oh Corporation. Ibu juga tak tau mengapa mereka menjodohkannya denganmu, namun itu adalah kehormatan bagimu untuk menikahi putri bungsunya, Oh Sehun." Ibunya memberi tau Luhan calon suaminya dan langsung meninggalkan Luhan.
Sekali lagi Luhan dibuat tersiksa. Yang ia jauhi malah didekatkan padanya. Keluarga Oh Corporation, anak bungsu. Oh apakah itu adik Kris. Luhan berasa mati mengingat kenangan dulunya. Ia akan menjadi keluarga Kris.
Kenapa harus ia yang disiksa? Kemana keadilan Tuhan? Kemana lagi takdir Luhan akan dibawa?
Namun jika dipikir pikir ia akan terlalu muak jika memikirkan Kris. Mengapa ia tak memikirkan tentang calon suaminya itu?
…
"Baiklah, Terimakasih telah dapatkan informasi tentangnya. Aku akan sangat senang dapat menikahinya. Karena itulah caraku menghancurkan Kris. Uang untuk kalian sudah aku kirimkan." Sehun sedari tadi berbicara dalam telepon.
"Baik tuan. Jika ada yang dibutuhkan lagi silahkan telepon saya." Laki laki itu mengakhiri telepon mereka.
Setelah telepon ia tutup, Sehun segera bersiap menuju tempat orang tuanya. Ia bermaksud untuk menyegerakan pernikahannya. Ia sangat menginginkan pernikahan itu.
Mobil mewahnya ia lajukan dengan cepat. Di jalan ia hanya tersenyum membayangkan bagaimana Kris menderita. Dan ah perempuan itu juga cantik, ah sangat cantik tepatnya. Cukup indah untuk ia pamerkan kepada teman temannya. Ia sangat menguntungkan.
Sesampainya dirumah orang tuanya, Sehun segera mengatakan maksudnya kepada orang tuanya. Dan tanggapan orang tuanya sangatlah melegakan. Seminggu lagi, janji Sehun dan Luhan akan diikat seminggu lagi.
Selamat bertemu takdirmu, Xi Luhan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Maafin cerita yang agak berantakan yaa, maafin juga hunhan belum ketemu. Greget ya,besok sekalinya ketemu nikahin aja wkwk. Dan maafin juga ini pendek banget. Ini aku soalnya lagi blank lupa. Dan namanya juga masih anak ingusan, besok senin itu aku UAS. Jadi ya gini deh belajar sambil diem diem mikirin jalan cerita wkwk
