Setelah pesta selesai…

Semua kembali ke kamar mereka, bahkan ada yang tinggal di luar karena mabuk dan tidak sadarkan diri. Yuya kembali ke kamarnya, menghapus makeupnya dan dia mengganti baju dengan gaun tidur. Yuya meringkuk di kursi balkon kamarnya sambil menikmati tehnya. Lamunan Yuya dibuyarkan ketika dia mendengar ketukan di pintu. Yuya menuju pintu sambil bertelanjang kaki. Ketika dibuka, Kyo berdiri di sana. Yuya melihat dengan penuh tanya "Kyo.. ada apa?" Kyo tidak menjawab apapun. Kyo hanya melihat Yuya dari atas sampai bawah. Gaun tidur yang dipakai Yuya bukan gaun yang terbuka, tetapi Kyo bisa melihat tungkai Yuya. Dan Kyo bergairah. Ketika Kyo berjalan kembali ke kamar, dia melihat Yuya duduk di balkon. Kyo mengamati Yuya yang sudah menghapus riasannya. Kyo berpikir tanpa perlu menggunakan makeup apapun, dogface sudah cantik. Pandangan Kyo jatuh ke gaun tidur yang dipakai Yuya dan dia tiba-tiba berpikir "bagaimana rasa tubuh yang tersembunyi di balik gaun itu?" Dia begitu menggoda, aku mengnginkannya. Pikiran Kyo melayang. Tanpa sadar, Kyo berjalan ke kamar Yuya. Dan di sinilah Kyo berada. "masuklah." Yuya membuyarkan lamunan Kyo dan mengajak Kyo masuk. "setelah sekian lama, aku senang melihatmu baik-baik saja Kyo. Aku merindukanmu" Yuya mengatakan itu dengan tersenyum ke Kyo.

Kyo tidak menanggapi perkataan Yuya. Kyo sadar kalau Yuya mencintainya. Fakta itu mengejutkan dan membuat dia senang. Kadang Kyo merasa dirinya tidak pantas buat Yuya. Yuya terlalu baik bagi dia. Tetapi, ketika melihat Yuya hari ini dan mendengar Yuya menyanyi, Kyo memutuskan untuk mengambil risiko. Risiko yang tidak pernah diambil bahkan dipikirkan oleh Kyo. Kyo memutuskan bahwa dia mengnginkan Yuya untuk selamanya dan di sampingnya. Selama dia kembali berkelana sendiri, pikirannya selalu dipenuhi dengan Yuya. Dia tidak pernah menyentuh wanita lain karena dia tidak menginginkan mereka. Dia hanya mengnginkan Yuya, wanita yang didambakannya. Dia maju memegang pipi Yuya dan mencium bibir Yuya. Yuya tiba-tiba tegang. Kyo melepas ciuman itu "Yuya.. aku sudah lama mengingingkanmu. Bercintalah denganku." Yuya terkejut dengan pengakuan Kyo, muka Yuya memerah. Yuya menginginkannya juga. Ketika bertemu dengan Kyo kembali setelah 3 tahun, Yuya mendambakan Kyo. Tetapi, Kyo tidak pernah menyentuhnya secara romantis atau bahkan bercinta. Yuya tidak pernah menyangka pengakuan Kyo. Yuya mengangguk.

Kyo menyeringai, dia mendekat sambil melepaskan bajunya. Yuya yang melihat dada bidang Kyo takjub dan memalingkan muka karena malu. Seolah-olah bisa membaca pikiran Yuya, Kyo tertawa dan menciumnya kembali. Ciuman kali ini begitu intens dan menggoda. Kyo mulai menyingkap gaun tidur Yuya dan mulai menjelajahi tungkai, paha Yuya. Yuya mendesah. Kyo membuka gaun tidur Yuya dan dia melihat payudara Yuya. Payudara yang selalu diejek Kyo "kecil, rata" itu menggodanya. Kyo mencium payudara Yuya, mengulumnya membuat Yuya tersentak. "oh.." Yuya menjerit dan melengkung ke arah Kyo tanpa menahan diri sehingga lebih memancing gairah Kyo lagi. Kuku Yuya menancap punggung Kyo, menarik Kyo lebih dekat lagi. Kyo menjauhkan bibirnya dari payudara Yuya. Jari Kyo menggantikan bibirnya menjelajahi payudara Yuya yang menggoda dengan perlahan dan Kyo menunduk mencium lembut bibir yuya. Yuya mabuk kepayang, dia membuka bibirnya untuk Kyo dan memeluknya.

"Yuya.. kamu yakin?" Kyo bertanya sambil menurunkan celananya. Pikiran Yuya yang sudah hilang akal sehatnya "Iya.. aku ingin kamu Kyo. Aku ingin kamu di dalamku." Yuya menyentuh Kyo dan Kyo hanyut di dalam sentuhan itu . Kyo tidak bisa mundur lagi. Kyo menekan Yuya ke kasur sedangkan bibirnya melumat bibir Yuya. Yuya mengangkat tubuh, menyadari ketelanjangannya dan kenikmatan menyentuhnya. Yuya menikmati rasa tubuh Kyo, sentuhan Kyo. Kulit Yuya terasa panas. Tubuh yuya tersentak ketika Kyo menyentuhnya dengan cara yang tidak pernah dia alami. Tubuh Yuya menegang, namun ia bergerak ke arah tangan Kyo, mengubur wajahnya di leher pria itu sementara sensasi-sensasi enak membuatnya berdenyut nikmat. Kulit Kyo lembab dan sangat panas. Yuya mendengar tarikan napas pria itu, ia dapat merasakannya di rambutnya saat Kyo membelainya dengan intim.

Yuya terus merayu dengan gerakan-gerakan tajam pinggulnya sampai Kyo menyentuh di tempat yang ingin disentuh. Kenikmatan itu mendesak. Yuya tanpa sadar membuka kakinya, sambil memeluķ Kyo dengan erat. Tubuh yuya gemetar di bawah eksplorasi mendesak Kyo dan malu saat merasakan dirinya sangat lembap di tempat tangan Kyo berada. Yuya berubah kaku. "tenanglah..ini alami. Aku akan memperlakukanmu dengan baik." "iya.. aku percaya padamu Kyo, hanya saja ini pertama kalinya." Muka Yuya memerah. "Aku tahu aku laki-laki pertama dan satu-satunya." Sebelum Yuya membalas, Kyo menciumnya dan menggeser tubuhnya hingga berbaring di atas Yuya. Lengan Yuya melengkung di lengan Kyo dan sensasi itu begitu manis sehingga Yuya mulai mendesah. Pinggulnya naik-turun seirama sementara dia juga merasakan tusukan-tusukan kecil kenikmatan yang menemani setiap gerakan itu.

Kyo mulai gemetar. Gigi kyo menarik bibir atas Yuya kemudian bibir bawahnya. Lidah Kyo meluncur perlahan ke dalam mulut Yuya, menggodanya. Yuya merasa payudaranya menjadi sangat kencang. Kyo berbaring di atasanya dalam keintiman yang tidak terduga. Yuya merasakan Kyo di dalam sana, dalam kontak yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi bersama Kyo. Mata yuya melihat langsung mata Kyo. Yuya melihat hasrat yang begitu besar, di sana dalam wajah tegang dan mata merah serta bibir yang menipis. Yuya senang melihatnya karena dia memiliki pengaruh begitu besar bagi Kyo dan dengan sengaja menggsekkan tubuhnya ke Kyo. Kyo mengerang.

"cewek.. kamu tidak tahu, pengaruh apa yang kamu timbulkan ke aku? Lihat aku. Lihat betapa bergairahnya aku." Mata yuya menyusuri dari dada yang berotot, menuruni perutnya sampai ke milik Kyo. Dia begitu besar dan tegang. Yuya yang melihatnya hanya takjub dan tidak bisa mengatakan apa-apa. Tangan Kyo bergerak ke antara paha mereka dan mulai menyerang Yuya di tempat yang paling sensitif. Terlepas dari kenikmatan yang terjadi, Yuya merasakan tusukan kecil yang tidak nyaman. Yuya menegang dan Kyo dapat merasakannya. "tidak apa-apa. Aku bersamamu Yuya." Kyo memeluk Yuya dan dia menggerakkan pinggul ke bawah dan mendorong lembut dengan gerakan yang membawa gelombang kecil kenikmatan. Yuya tersentak.

Kyo melengkung di atas Yuya, mengerang. Matanya terpaku kepada Yuya saat Kyo bergerak perlahan dan hati-hati. Yuya yang tegang mulai mendadak tenang, kepemilikannya atas Yuya selesai. Kyo berpikir "luar biasa! Aku tidak pernah merasakan seperti inì." Tangan Kyo menyelip di bawah rambut Yuya dan memegang kepalanya sementara Kyo bergerak di atas Yuya. Sebelah paha Kyo mendorong paha Yuya, menjauhkannya dari bagian tengah tubuhnya yang berdenyut-denyut. Gerakan itu mengangkat Yuya mendekati Kyo dalam kenikmatan.

Kyo memegang lengan Yuya dn membawanya ke tubuhnya. Tangan Yuya diarahkan ke pusatnya. Yuya membiarkan Kyo mengajarinya. Kyo sangat sabar sebelum bersikap lebih mendesak, sebelum ciuman pria itu melahapnya. Kyo memandang Yuya dengan mata merah, wajahnya menegang dalam gairah, tubuhnya gemetarvoleh desakan saat ia berada di aras Yuya. "jangan tutup matamu Yuya. Aku ingin melihatnya persis pada saat kau mencapainya." Kata-kata begitu menggoda seperti gerakan dari pinggul Kyo. Gerakan itu semakin kuat dan temponya semakin cepat. Kyo menatap mata Yuya sampai Yuya hilang akal dan berteriak tak berdaya dilahap tanpa henti oleh mulut pria itu.

Yuya menggeliat di bawah Kyo, terkesiap oleh sensasi kepuasan, tubuhnya melekat ke Kyo Sementarà ledakan-ledakan itu membuatnya beriak seperti gelombang badai. Sesaat kemudian, Yuya merasakan Kyo mencapai klimaks. Erangn keras dan gemetar itu sama dengan suaranya sendiri beberapa detik yang lalu. Yuya melingkarkan lengan dan memeluk Kyo erat, membuainya. Kyo yang lelah dan lemas jatuh kedalam pelukan Yuya. "Malam yang menakjubkan. Dan aku tau arti tatapanmu Kyo ketika aku jalan di panggung itu" Yuya bergeming dan mendekat ke Kyo. Kyo yang mendengar itu hanya tersenyum sambil bergumam "aku menemukan rumahku." Tetapi Yuya tidak mendengarnya. Kyo memeluknya dan akhirnya ikut tertidur bersama Yuya.