"hiks hiks maaf kan aku Baekhyun. Maaf karena aku, kita harus mengulanginya dari awal. Maafkan aku sayang ku" ucap Chanyeol menangis pilu.

Setelah ia merasa kesesakan di dadanya berkurang, ia pun melajukan mobilnya menuju rumah.

Janji Kita

"Aku adalah orang yg sama dari masa lalu dan masa depan. Aku ingin mengubahnya semuanya dari masa kini karena aku tak ingin memulai dari masa lalu karena suatu alasan"

- Park Chanyeol

Setelah turun dari mobil Chanyeol, Baekhyun berjalan melewati ruang tamu. Saat itu sang kakak sedang menonton drama korea terbaru.

"hei kenapa kau baru pulang sekarang?" tanya sang kakak saat Baekhyun melintas melewatinya begitu saja berjalan menuju kamar nya.

"rumah teman" ucap Baekhyun tak acuh lalu ia mau kembali melangkah kan kaki ke kamar jika ia tak mendengar suatu lagu dari drama tersebut.

Lagu yg sepertinya sangat ia kenal. Pada hal kata kakak nya drama itu baru di rilis hari ini.

"kenapa kau bengong begitu saja?" tanya kakak Baekhyun kebingungan.

Baekhyun memilih mengabaikan sang kakak dan mendengar lagu tersebut dengan seksama.

Oh someone like you

chajeul su eopsgessjyo

Oh someone like you

tteonaji marayo

naneun andwaeyo

geudae animyeon andoegesseo

naui geudae naui geudae love u

"Yak kenapa kau kembali bengong hah?" ucap kakak perempuan Baekhyun dengan kesal.

"ah lagu ini, uh kenapa aku tidak bisa mengingatnya?" ucap Baekhyun dalam hati.

Ia pun langsung kembali melangkah ke arah kamarnya, mengabaikan sang kakak yg berteriak karena di abaikan oleh Baekhyun.

Baekhyun pun meletakan tas sekolahnya lalu mengambil baju gantinya. Bersiap siap ingin mandi. Tapi tiba tiba ia teringat lagu tersebut.

"meoreojyeo gado geudaegeujeo barabogo isseoyoeonjerado naege wayogeudael gidarigo isseoyogeudaeyeo"Dan Baekhyun pun teringat arti lagu yg di senandungkannya.

"ah lagu ini kan untuk... Chanyeol?" ucap Baekhyun kebingungan.

Ia merasa bahwa mereka baru saja bertemu hari ini tapi entah mengapa ada perasaan aneh menyelimuti hatinya.

"ada apa ini?" tanya Baekhyun kebingungan dalam keheningan.

Baekhyun pun memutuskan untuk melupakan sejenak, menenangkan pikirannya.

Ia pun mandi dengan cepat karena ia teringat bahwa Sehun baru saja mengchat nya.

"oh tidak" ucap Baekhyun teringat bahwa ponselnya ada di tangan Chanyeol.

"aduh gimana ini? aish sial sial sial" ucap Baekhyun kesal sambil menghentakan kakinya.

Baekhyun pun mandi dengan cepat lalu ia segera memakai bajunya.

"oh tidak. Aku tidak tau alamat rumah nya. Semua identitasnya ada di ponsel itu" ucap Baekhyun kebingungan.

Baekhyun pun mencoba merilekskan diri.

"hah biarin saja deh" ucap nya lalu ia duduk di tempat tidur untuk mengeringkan rambutnya.

Tanpa ia sadari, ia mulai menyenandungkan lagu tersebut.

Dan tiba tiba ia kembali ingat tentang arti dari lagu tersebut.

Dan tanpa Baekhyun sadari, ia mulai menyanyikan arti lagu tersebur sambil meletakan handuk nya di gantungan yg ada di kamar mandi.

"Jika aku memikirkan mu aku merasa hangatJika aku bilang aku merindukan ku, akankah kau datang?Dunia berhenti hanya ada kamuAku ingin memberitahu mu, pada mu"Dan entah mengapa hati Baekhyun berdenyut nyeri dan sedikit merasa berat jika melanjutkan lagu tersebut.

"Oh seorang sepertimuApakah kau mendengarnya?Oh seorang seperti muDimanakah kamuWalau dalam mimpiAku harap aku bisa bertemu dengan mu"

DanBaekhyun tak sanggup melanjutkan lagu tersebut. Air mata nya tumpah. Ia pun menangis di depan pintu kamar mandi. Menangis dalam diam sambil berjongkok.

Ia merasa ada sesuatu yg tak beres saat menyanyikan lagu itu. "ada apa ini? hiks kenapa aku merasa sesak. Kenapa?" tanya Baekhyun seorang diri.

Ia pun membiarkan dirinya larut dalam kesedihan. Setelah merasa puas menangis, ia pun menghapus air matanya lalu memilih untuk tidur di bandingkan dengan makan malam.

Sesampainya di rumah, Chanyeol terlihat biasa saja. Ia seolah melupakan fakta bahwa ia baru saja menangis di dalam mobil.

Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, ia segera melangkah ke kamar sang ibunda. Ia ingin membantu mamanya yg pasti sedang kesulitan mengurus kedua adik kembar nya.

"Chanyeol kenapa kau pulang selarut ini nak? tak biasanya?" tanya ibu Chanyeol kepada Chanyeol sambil menggendong adik perempuan nya yg sedang menangis.

"aku main sebentar ma ke rumah teman" ucap Chanyeol lalu membantu mama nya menggendong adik laki laki nya yg juga sedang menangis.

"oh iya ma, papa hari ini pulang gak?" tanya Chanyeol.

"tidak. Kata papa ia sedang di Singapura urusan bisnis" ucap mama nya.

"hah pasti dia sedang tidur bersamaan jalang itu. Aku harus segera menggunakan semua tabungan ku agar papa tidak menggunakan uang itu untuk jalang itu seperti waktu lalu" ucap Chanyeol dalam hati.

"mama, mama tidak ada rencana ingin menceraikan papa?" tanya Chanyeol.

"tidak. Memangnya kenapa kami harus bercerai?" tanya mama Chanyeol kebingungan.

"sepertinya papa selingkuh deh mama" ucap Chanyeol lalu ia meletakan adik laki lakinya yg sudah berhenti menangis ke box bayi.

"kau yakin?" tanya mama Chanyeol curiga.

"sangat yakin. Ma aku mohon. Buat semua harta kita jadi atas nama ku sebelum papa menjual nya" ucap Chanyeol lalu membantu mama nya meletakan adik perempuan nya ke box bayi.

"hah baik lah" ucap mama Chanyeol. Sepertinya mama Chanyeol juga mulai curiga dengan kelakuan suaminya akhir2 ini.

"hm sebenarnya gini ma. Aku tadi gak ke rumah teman. Tapi aku membeli tanah. Aku ingin menghabiskan semua uang papa di tabungan ku. Tapi untuk sementara rumah itu atas nama teman ku agar tetap aman" ucap Chanyeol. Ya ini lah alasan awal nya. Memberikan hak milik rumah itu kepada Baekhyun. Dan dari sana lah mulai tumbuh cinta mereka tapi sial nya berakhir sadis.

Chanyeol pun menggelengkan kepala. Ia tak ingin mereka mati kembali dengan cepat dam sadis. Di bunuh oleh musuh papa nya karena terlilit utang. Sungguh miris.

"kau yakin orang itu orang baik?" tanya mama Chanyeol sedikit tak percaya.

"sangat yakin. Dia sangat baik. Dia, kekasihku ma" ucap Chanyeol.

"wah benar kah? kapan kapan ajak dong dia main ke sini" ucap mama Chanyeol kepada Chanyeol.

"hm secepatnya akan ku kenalkan pada mama" ucap Chanyeol sambil tersenyum.

"tapi ingat sekolah mu. Kau sudah kelas 11 loh" ucap mama Chanyeol.

"iya ma. Baekhyun juga kelas 11 tapi dia sekolah di negeri" ucap Chanyeol.

"oh namanya Baekhyun. Sekolah di negeri? pasti dia anak yg pintar. Karena masuk negeri kan gk sembarangan orang" ucap mama Chanyeol.

"hm. Ya sudah ya ma. Aku mau makan lalu belajar" ucap Chanyeol lalu mulai melangkahkan kaki ke arah dapur.

Chanyeol pun mulai menyiapkan makanan nya sendiri lalu makan sendiri karena mama nya masih sibuk mengurusi adik nya yg masih berumur 10 bulan.

Setelah makan, Chanyeol pun melangkahkan kaki nya menuju tangga untuk pergi ke kamar. Tapi entah kenapa perasaan nya gak enak. Seperti ada kesesakan memyelimuti hati nya.

Tanpa ia sadari pun air matanya mulai tumpah. Chanyeol pun segera mempercepat langkahnya menuju kamar agar isak tangis nya tak terdengar oleh mama nya.

"hiks ada apa ini. Kenapa aku merasakan sedih seperti ini?" ucap Chanyeol sambil menghapus air matanya.

Tiba tiba ponse Baekhyun bergetar. Ada sebuah Chat Line baru masuk.

"ini foto terbaru Baek" isi pesan itu.

"Sehun?" ucap Chanyeol tak percaya.

"kenapa? ini bukannya papa ku? Kakak Baekhyun?" ucap Chanyeol kaget.

"tidak mungkin kan? kakak Baekhyun jalang nya?" ucap Chanyeol dan ia pun kembali menangis. Perasaan nya bercampur aduk antara sedih dan marah.

"apa benar mama mu sudah mengusir kakak angkat mu?" tanya Sehun melalui pesan itu.

"kakak angkat? hah syukurlah" ucap Chanyeol menghela nafas legah. Ia kira kakak kandung Baekhyun.

"Memang beberapa waktu lalu yg memang papa terpetuk selingkuh dengan seorang wanita muda tapi wajah nya tidak seperti di foto ini" guma Chanyeol sambil menatap teliti foto tersebut.

"Baekhyun kau baik saja? kenapa tidak membalas pesan ku?" tanya Sehun melalui chat Line tersebut.

"ah aku tak apa2 Sehun. Aku hanya syok melihat kelakuan kakak ku" ucap Chanyeol membalas pesan Sehun seolah olah dia itu Baekhyun.

"beristirahat lah. Jangan terlalu memikirkan mereka" ucap Sehun membalas pesan Chanyeol tadi.

Chanyeol pun memutuskan hanya mengread pesan tersebut. Lalu ia merebahkan tubuhnya di ranjang untuk melihat semua isi hp Baekhyun.

"bahkan di fotonya dia terlihat sangat cantik sekali" ucap Chanyeol memandang kagun foto Baekyun di galeri hp.

"hah aku jadi merindukanmu" ucap Chanyeol sambil memandang ponsel itu.

Tiba2 Chanyeol teringat bahwa ada pr matematika yg belum ia selesaikan. Jadi ia segera beranjak dari ranjang dan duduk di meja belajar yg ada di kamar nya lalu mulai mengambil buku nya dari laci. Setelah itu ia meletakan ponsel Baekhyun di meja dan mulai fokus mengerjakan pr nya.

Ia bersekolah di SMA swasta yg elit. SMA yg sangat disiplin. Berbeda dengan Baekhyun.

"nanti aku akan mengajari Baekhyun. Kami akan belajar bersama di rumah itu. Lalu sesekali aku bisa mencuri cium di pipinya" ucap Chanyeol sambil tetap menulis jawaban di bukunya.

"ah aku jadi tak sabar menunggu waktu itu tiba" ucap Chanyeol.

Saat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul 9:18, Chanyeol telah siap mengerjakan semua pr nya.

Ia pun menyusun rosternya lalu kembali berbaring sambil memainkan ponsel Baekhyun.

"entah kenapa aku jadi teringat suara Baekhyun yg sedang menyanyikan lagu korea kesukaannya" ucap Chanyeol sambil tetap mengotak atik ponsel Baekhyun.

"ternyata di sudah suka Korea sejak kelas 1 sma" ucap Chanyeol saat melihat riwayat download di hp Baekhyun.

"aku aku jadi teringat saat kami bermain games dan Baekhyun kalah lalu ia ku suruh nge dance" ucap Chanyeol sambil menahan tawa.

"ah benar benar lah. Aku jadi sangat merindukannya. Lebih baik aku tidur" ucap Chanyeol lalu ia mencharger hp Baekhyun dan hp nya.

Keesokan hari nya. Chanyeol bangun langsung membantu ibu nya yg sedang masak di dapur. Sementara adik nya masih tidur jadi kerjaan mereka selesai dengam cepat.

"mama, bolehkah nanti aku menghubungi teman mama yg arsitektur itu?" tanya Chanyeol kepada mama nya.

"kau ingin dia mendesain rumah mu?" tanya Mama Chanyeol di balas anggukan oleh Chanyeol.

"baik lah. Ambil nomor nya di ponsel mama" ucap mama Chanyeol.

Chanyeol pun segera mematuhi ucapan mama nya. Ia menuliskan nomor itu pada kertas. Lalu ia segera naik ke lantai atas menuju kamarnya guna bersiap siap karena jam sudah menunjukkan pukul 6 tepat.

Setelah selesai, Chanyeol segera berangkat ke sekolah. Ia tak menjemput Baekhyun karena ia tau Baekhyun itu orang nya sangat mandiri. Ia punya motor jadi jika dia ada niat ingin menjemputnya harus di kabarin. Biarlah masalah hp Baekhyun nanti, mereka singgah sebentar ke rumah Baekhyun. Lumayan Chanyeol bisa melihat kembali isi rumah orang yg di cintainya itu.

Waktu berlalu begitu cepat. Sekolah nya sekolah swasta jadi pulang pukul 14:00 berbeda dengan Baekhyun yg pulang pukul 15:00. Makanya Chanyeol selalu tepat waktu menjemput Baekhyun. Calon istrinya.

"gimana?" tanya Chanyeol saat Baekhyun sudah ada di depan nya.

"motorku gimana?" tanya Baekhyun dengan suara cemberut membuat Chanyeol gemas.

Chanyeol sungguh merindukan tingkah manja dan menggemaskan Baekhyun.

"kita ke rumah mu dulu. Okey?" Ucap Chanyeol langsung di anggukin oleh Baekhyun.

Sesampainya di rumah, ternyata mama Baekhyun hendak pergi sebentar ada keperluan. Jadi ia menitipkan anak kakak nya itu kepada Baekhyun dan otomatis mereka harus menunggu sebentar.

Chanyeol justru tidak keberatan. Ia justru senang bisa berduaan dengan Baekhyun di tambah keponakan Baekhyun. Ia jadi teringat bahwa dulu mereka pernah punya anak. Chanyeol pun tak sengaja tersenyum mengingat itu membuat Baekyun kebingungan.

"kenapa kau tersenyum?" tanya Baekhyun bingung.

"kita jadi seperti pasangat suami istri" ucap Chanyeol.

"dalam mimpi mu" ucap Baekhyun dengan ketus.

"dan aku akan mewujudkan mimpi itu" ucap Chanyeol membuat Baekhyun merasa ngeri.

"kau akan memperkosaku di rumah itu?" tanya Baekhyun dengan suara meninggi.

"tidak perlu sampai memperkosa mu karena kita pasti akan menikah" ucap Chanyeol.

"percaya diri sekali kau" ucap Baekhyun kesal.

"dan aku akan membuktikannya. Kau akan jatuh ke tangan ku" ucap Chanyeol.

"hah mau mu apa sih?" ucap Baekhyun kesal.

"aku mencintaimu" ucap Chanyeol dan Baekhyun membalas Chanyeol dengan tatapan terkejut.

"tapi aku tidak" ucap Baekhyun.

"bukan tidak tapi belum" ucap Chanyeol.

Chanyeol pun memilih untuk pergi ke kamar Baekhyun meninggalkan Baekhyun di kamar mama nya.

Dari mana ia tau letak kamar Baekhyun? karena ia sudah pernah memasuki rumah ini. Beberapa waktu yg lalu. Ya. Semua karena Chanyeol. Dan karena itu lah ia harus kembali mengulang semuanya. Ia harus bersabar.

"ah wanginya" ucap Chanyeol setelah ia merebahkan dirinya di kasur Baekhyun. Ia jadi teringat bahwa beberapa waktu lalu pernah menindih lalu mencium bibi Baekhyun di sini.

"ah aku tak boleh mengingat hal seperti itu kalau gak nanti adik ku bangun" ucap Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya.

Tiba tiba Baekhyun datang.

"yak seenaknya tidur di kamar ku. Ayo bangun" ucap Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol.

"uh aku ngantuk" ucap Chanyeol dan kembali memejamkan matanya.

"yak bangun" ucap Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol.

Tiba tiba ada ide jail terlintas di otak nya. Chanyeol pun menarik tangan Baekhyun hingga Baekhyun jatuh di atas nya.

Wajah mereka sangat lah dekat. Baekhyun seketika mematung.

Chanyeol pun tersenyum melihat itu. Jadi ia mendekatkan wajah Baekhyun dengan tanggannya hingga akhirnya bibir mereka pun bersentuhan.

"bibir yg ku rindukan" ucap Chanyeol dalam hati sementara Baekhyun semakin dia mematung.

"ah ini kan ciuman pertama Baekhyun" guma Chanyeol dalam hati.

Jadi Chanyeol pun memutuskan untuk melumat bibi Baekhyun.

"rasanya tetap sama. Manis" ucap Chanyeol sambil menikmati bibi bawah Baekhyun.

Tiba tiba Baekhyun menutup matanya lalu membalas lumatan Chanyeol. Chanyeol pun tersenyum dalam ciuman. Ia memutuskan untuk menutup matanya lalu kembali melumat bibi Baekhyun lebih dalam.

"uhh" desah Baekhyun pun keluar.

Chanyeol pun membuka matanya lalu menjahui kepala Baekhyun untuk melepaskan ciuman mereka.

"cukup. Aku tak mau memakan mu sekarang. Ini terlalu cepat" ucap Chanyeol lalu ia membaringkan Baekhyun di sampingnya.

Tanpa Chanyeol sadari, Baekhyun sedikit kecewa.

Chanyeol pun menarik tangan Baekhyun untuk bangkit dan berjalan menuju kamar mama Baekhyun untuk melihat keponakan Baekhyun.

Dan Chanyeol pun menyadari keterdiaman Baekhyun.

"hei kenapa kau sedih huh?" tanya Chanyeol dengan lembut dan Baekhyun hanya menggelengkan kepala.

"apa kau kecewa karena kita tak melanjutkannya?" tanya Chanyeol dan Baekhyun malah membuang wajah nya karena ia tak mau Chanyeol tau bahwa ia sedang merona.

"ah dugaan ku benar. Hei sayang dengarkan aku. Ini belum waktunya okey? Aku belum bisa mencari uang untuk menafkahkan mu dan anak kita jadi aku mohon bersabar lah ya?" ucap Chanyeol.

"apaan sih. Malah ngaur kau" ucap Baekhyun membuat suaranya ketus pada hal hati nya senang melihat perlakuan lembut Chanyeol.

Chupp

"itu sebagai permintaan maaf ku. Okey? jangan marah ya?" ucap Chanyeol setelah mengecup kilat bibi Baekhyun. Entah kenapa Baekhyun pun kembali tersenyum karena hal itu.

"mama pulang. Maaf mama agak lama. Tadi di jalan agak macet. Jangan lewat gudang mi instan itu ya di sana macet sekali" ucap mama nya.

"baik lah ma" ucap Baekhyun.

"ya sudah kami pergi dulu ya tante" ucap Chanyeol ijin pamit.

Setelah itu mereka pun berangkat menuju plaza. Ia harus bertanggung jawab atas ponsel Baekhyun yg di rusak nya.

"kau mau hp yg sama atau yg lain?" tanya Chanyeol pada Baekhyun.

"yang lain boleh kah?" tanya Baekhyun sedikit tak enak.

"boleh. Tidak apa apa" ucap Chanyeol.

Baekhyun pun mengangguk lalulalu mencari ponsel yg menurutnya bagus.

"ah yg itu tapi aku mau warna_" "putih" potong Chanyeol.

"dari mana kau tau aku akan memilih warna putih?" tanya Baekhyun pada Chanyeol.

"itu warna kesukaan mu selain biru" ucap Chanyeol dan Baekhyun menatap Chanyeol terkejut.

"dari mana kau tau?" tanya Baekhyun.

"kamar mu" ucap Chanyeol memberikan alasan agar Baekhyun tidak curiga.

"oh iya benar. Kamar ku warna biru dan putih" ucap Baekhyun membuat Chanyeol bernafas legah.

"ram nya berapa kak?" tanya Chanyeol.

"ram nya 5 GB dek" ucap pegawai itu.

"tidak ada kah yg 8 GB?" tanya Chanyeol.

"ada tapi harganya di atas ini dek" ucap pegawai itu lagi.

"tidak apa2" ucap Chanyeol.

"kenapa kau memilih ram yg 8 GB?" tanya Baekhyun.

"kau suka korea kan? pasti membutuhkan ponsel yg ram nya besar untuk memampung semua itu" ucap Chanyeol.

"dari mana kau tau aku suka korea?" tanya Baekhyun kembali terkejut.

"kamar mu. Ada 4 poster boyband korea" ucap Chanyeol dan Baekhyun pun kembali mengangguk.

"lain kali jangan seenaknya masuk kamar orang. Kau jadi tau semuanya tentang ku" ucap Baekhyun kesal.

"kau juga ingin tau semua tentang ku?" tanya Chanyeol dan wajah Baekhyun kembali merona.

Ucapan Baekhyun sangat tepat sasaran.

"tidak" ucap Baekhyun berbohong.

"baik lah. Besok kita bermain di kamarku" ucap Chanyeol.

"apa? bermain apa?" tanya Baekhyun kaget sekaligus panik.

"menggambr desain rumah 'kita'. Kau lupa?" tanya Chanyeol sambil tak lupa menekankan kata 'kita'.

"ah terserah mu" ucap Baekhyun tak ambil pusing.

Setelah pesanan ponsel mereka selesai, Chanyeol permisi sebentar untuk pergi ke ATM untuk membayar ponsel Baekhyun.

"ini kak. Totalnya 6 juta kan?" tanya Chanyeol dan pegawai itu mengangguk.

Baekhyun pun terdiam. 6 juta itu harga yg sangat mahal. Hp nya saja harnya hanya 3 juta. Setengah dari harga yg di kasih Chanyeol.

"ayo kita pulang" ucap Chanyeol sambil mmenggengam tangan Baekhyun.

"ah Chanyeol. Tidak kah ini terlalu mahal?" ucap Baekhyun merasa tak entak.

"tidak. Asalkan untuk mu semua akan ku lakukan" ucap Chanyeol sambil tersenyum.

"apa alasanya?" tanya Baekhyun.

"karena aku mencintaimu" ucap Chanyeol lalu ia memcuri satu kecupan di pipi Baekhyun.

"tapi aku tidak Chanyeol" ucap Baekhyun sambil menundukan kepala.

"bukan tidak. Tapi belum" ucap Chanyeol.

"sudah tidak apa2. Tak usah di pikirkan okey?" ucap Chanyeol dan Baekhyun pun mengangguk.

"sepertinya aku harus mulai mencintai Chanyeol. Dia pria yg sangat baik. Aku tak tega melihat nya tersakiti" ucap Baekhyun dalam hati.

Dari maal, Chanyeol langsung mengantarkan Baekhyun ke rumah nya.

"ini nomor ponsel ku. Kalau ada apa apa langsung hubungi aku ya?" ucap Chanyeol sambil mengetik nomor telponnya pada hp Baekhyun. Baekhyun pun hanya mengangguk.

"dan ini hp lama mu" ucap Chanyeol sambil memberikan hp lama Baekhyun ke tangan pemiliknya.

"terima kasih banyak ya Chanyaol" ucap Baekhyun sambil tersenyum manis membuat Chanyeol pun membalas semyum Baekhyun.

"sama sama. Belajar yg giat ya" ucap Chanyeol sambil mengusak kepala Baekhyun.

"iya" ucap Baekhyun sambil mengangguk. Setelah itu, Baekhyun pun turun dari mobil Chanyeol dan masuk ke rumah nya.

Setelah memastikan Baekhyun masuk ke rumah, Chanyeol pun menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia di kejutkan oleh ucapan mama nya bahwa semua harta orang tua nya yg atad nama mama dan papanya langsung berubah jadi atas namanya hanya 1 hari saja.

"mama menyogok notaris sebesar 15 juta agar semua siap pada hari ini. Mama benar benar takut papa mu kembali berulah" ucap Mama Chanyeol.

Chanyeol pun tersenyum senang lalu ia memeluk mama nya.

"makasih ma. Aku janji akan menjaga semua milik kita dengan baik" ucap Chanyeol di balas anggukan mama nya.

"Ngomong2 kau sudah makan?" tanya mama Chanyeol dj balas gelengan kepala oleh Chanyeol.

"ya sudah ayo makan lalu kau belajar ya" ucap mama Chanyeol dan Chanyeol pun mengikuti ucapan mama nya.

TBC