Janji Kita
"Aku adalah orang yg sama dari masa lalu dan masa depan. Aku ingin mengubahnya semuanya dari masa kini karena aku tak ingin memulai dari masa lalu karena suatu alasan"
- Park Chanyeol
Disaat Chanyeol tengah asyik belajar, tiba tiba Baekhyun menelpon dirinya.
"ada apa Baek?" tanya Chanyeol.
"Chan di sana hujan gak?" tanya Baekhyun.
Chanyeol pun beranjak dari meja belajarnya menuju jendela untuk memastikan ucapan Baekhyun dan ternyata benar.
"iya hujan Baek. Kenapa?" tanya Chanyeol bingung.
"di rumah ku banjir dan listrik nya padam. Aku sendirian di rumah. Mama sama kakak ku dan anak nya pergi ke rumah sakit. Karena anak nya demam mulai aku pulang dari mall tadi" ucap Baekhyun sedih.
"aku akan segera kesana" ucap Chanyeol lalu berjalan menuju lantai bawah.
"kau yakin aku tak merepotkan mu?" tanya Baekhyun sedikit tak enak.
"tidak apa apa. Ini sudah larut malam aku takut aku kenapa kenapa" ucap Chanyeol lalu ia segera menuju ke kamar mama nya untuk meminta ijin.
"terima kasih banyak ya Chan" ucap Baekhyun membuat Chanyeol tersenyum.
"sama sama Baek" ucap Chanyeol. Lalu saat ia mau membuka pintu, gerakan nya terhenti karena 1 ucapan Baekhyun. Setelah mengucapkan hal itu, dia langsung memutuskan telponnya.
"love you"
"sial kau Baek" ucap Chanyeol menggerutu karena Baekhyun langsung mematikan telponnya. Pada hal ia ingin membalas ucapan Baekhyun.
" ya sudah lah" ucap Chanyeol lalu ia memasukan hp nya ke kantong celananya.
"mama" ucap Chanyeol pelan. Ia tak mau membangunkan kedua adik kembarnya.
"ada apa Chan?" tanya mama Chanyeol lalu ia berjalan ke arah Chanyeol, memutuskan untuk berbicara di luar kamar agar tidak mengganggu.
"mama, Baekhyun sedang kesusahan. Rumah nya kebanjiran dan listrik padam. Keponakan nya kena demam sejak soreh tadi jadi Baekhyun sendirian di rumahnya. Mama dan kakak nya pergi ke rumah sakit sementara papa nya sedang keluar kota" ucap Chanyeol menjelaskan.
"aduh kasihan sekali. Ya sudah kau jemput saja dia" ucap mama Chanyeol di balas anggukan oleh Chanyeol.
Chanyeol pun segera mengambil kunci mobilnya lalu berangkat menuju rumah Baekhyun.
"astaga banjirnya tinggi sekali. Lebih baik aku memarkirkan mobil di sini saja" ucap Chanyeol lalu ia mengambil senter dan payung yg sudah tersedia di mobil tersebut.
"Baek, Baekhyun" ucap Chanyeol saat ia sudah berada di depan rumah Baekhyun dengan menggunakan payung.
"ah sebentar Chan" ucap Baekhyun lalu ia segera keluar dan mengunci rumahnya dengan benar.
Chanyeol memang mengetahui bahwa rumah Baekhyun langganan banjir. Ya dia sudah mengetahui semua nya. Ia akan berjalan pelan pelan agar tidak terjatuh ke lubang yg sama karena ia hanya mengulanginya.
Baekhyun pun berjalan ke arah Chanyeol dengan menaruh tas sekolah nya di atas kepala karena banjir sampai setinggi pinggul nya.
"untung saja ponsel ku ku tinggalkan di mobil kalau gak sudah rusak tuh" ucap Chanyeol dalam hati.
Saat Baekhyun sudah mendekat, Chanyeol segera memberi payung dan akhirnya mereka sepayung berdua.
"awas nanti kau basah" ucap Chanyeol lalu menarik pinggang Baekhyun agar mendekat ke arah nya.
"maaf merepotkan mu" ucap Baekhyun merasa tak enak.
"tidak apa. Santai saja" ucap Chanyeol lalu mereka pun berjalan menuju mobil Chanyeol yg di parkirnya dengan jarak 200 meter.
"ayo masuk lah" ucap Chanyeol.
"aku takut milikmu jadi basah Chan" ucap Baekhyun.
"tak apa. Aku bisa mengeringkannya besok" ucap Chanyeol dan Baekhyun pun menuruti ucapan Chanyeol.
"jadi apa kau besok sekolah?" tanya Chanyeol saat mereka sudah di jalan menuju rumah Chanyeol.
"tidak. Tas ku, buku buku ku basah semua" ucap Baekhyun sedih.
"ya sudah besok ibu ku akan datang ke sekolah mu untuk meminta ijin agar kau cuti selama beberapa hari ini" ucap Chanyeol.
"terima kasih" ucap Baekhyun.
"iya sama sama" ucap Chanyeol lalu keheningan pun menyelimuti mereka berdua hingga sampai di rumah Chanyeol.
"barang apa saja di tas mu itu?" tanya Chanyeol.
"surat surat berharga, buku tabungan, uang dan emas mama ku sama ponsel dan laptop" ucap Baekhyun.
"laptop mu tak rusak? tadi kan kau jadi kan tutup kepala mu agar tidak kena hujan" ucap Chanyeol.
"tas ini tebal. Lihat tidaj basah kan" ucap Baekhyun dan Chanyeol pun menganguk.
"jadi kau tak membawa bajumu?" tanya Chanyeol dan Baekhyun menggeleng.
"hah tak apa. Pinjam baju mama ku saja" ucap Chanyeol lalu ia mengajak Baekhyun ke dalam.
"di sana kamar mandinya. Kau mandi lah dengan air hangat. Biar aku mintakan baju sama mama ku" ucap Chanyeol dan Baekhyun pun mematuhinya.
Setelah membereskan urusan Baekhyun, Chanyeol pun mengganti baju nya sementara Baekhyun menunggu di ruang tengah sambil melihat sekitar nya.
"wah rumah Chanyeol besar dan_ de ja vu" ucap Baekhyun.
"apa itu de ja vu Baek?" tanya Chanyeol tiba tiba membuat Baekhyun kaget.
"de ja vu itu seperti pernah terjadi. Aku seperti pernah memasuki rumah ini pada hal kan ini pertama kalinya" ucap Baekhyun.
"hah kau benar benar tak mengingatnya dengan baik ya" ucap Chanyeol dalam hati.
"ayo tidur. Sudah setengah 11 malam" ucap Chanyeol lalu menggengam tangan Baekhyun, mengajak nya menuju kamar nya.
"kita akan tidur di sini?" tanya Baekhyun tak enak.
"kau tidur lah di atas. Tempat tidur ku ada dua. Lihat di bawah ada kan" ucap Chanyeol.
"sebaiknya aku tidur di bawah saja karena aku tidak bisa diam waktu tidur" ucap Baekhyun.
"tidak. Kau tidur lah di atas" ucap Chanyeol dan Baekhyun pun kembali mematuhinya.
"selamat malam Chan" ucap Baekhyun.
"selamat malam Baek" ucap Chanyeol.
15 menit kemudian, Chanyeol belum juga bisa tidur dengan nyenyak sementara Baekhyun sudah.
Jadi ia pun memutuskan untuk menatap wajah Baekhyun sampai kantuk menjemputnya.
Saat ia sudah mulai terlelap, tiba tiba tubuh Baekhyun jatuh di atasnya dan bibir mereka kembali bertemu. Chanyeol pun terpaksa membuka matanya dan seketika jantunga berdetak kencang.
Chanyeol pun membiarkan posisi seperti itu selama beberapa menit lalu mengeser tubuh Baekhyun agar tidur di sampingnya.
"yah. Aku merindukan momen ini" ucap Chanyeol lalu ia memeluk Baekhyun dengan pelukan hangat.
Tapi entah kenapa rasanya berat memejamkan matanya karena wajah Baekhyun berada sangat dekat dengan nya.
Chanyeol pun memutuskan untuk kembali melumat bibi Baekhyun dengan lembut agar sang empunya tidak terbangun.
Setelah puas, Chanyeol pun mengakhiri ciuman nya lalu berbisik "aku selalu mencintaimu Baek". Setelah itu ia pun jatuh ke alam mimpi sambil memeluk tubuh Baekhyun.
keesokan hari nya Baekhyun terpekik terkejut karena saat ia membuka mata ia sudah berada di pelukan Chanyeol.
"Yak Chanyeol. Aish bangun. Lepaskan pekukanmu" ucap Baekhyun sambil menepuk pipi Chanyeol.
"uh sebentar lagi dear" ucap Chanyeol dan ia semakin mengeratkan pelukannya.
"yak! bangun" ucap Baekhyun kesal.
Chanyeol yg terusik pun membuka matanya.
"lepaskan aku" ucap Baekhyun ketus.
Chupp
"morning kiss" ucap Chanyeol. Perilaku Chanyeol tadi sukses membuat jantung Baekhyun berdetak kencang dan seketika tubuhnya mematung.
"hehehe wajahmu memerah" ucap Chanyeol sambil tertawa.
"aish kau ini!" ucap Baekhyun lalu ia memukul kepala Chanyeol.
"aduh sakit tau" ucap Chanyeol meringis.
"rasain. Lepaskan pelukanmu" ucap Baekhyun kesal.
"tidak" ucap Chanyeol dan ia kembali memeluk Baekhyun.
"Yak Chan_hmppfftt" bibir Baekhyun pun di bungkam oleh Chanyeol dalam ciuman dan mengubah posisi jadi di atas Baekhyun dengan bertumpu pada tangan dan kaki nya agar tidak menimpah Baekhyun.
"hmfft hmff" ucap Baekhyun menggeleng mencoba melepaskan ciuman Chanyeol.
Chanyeol yg kesal pun memilih menyerang leher Baekhyun, ke titik sensitif Baekhyun.
"Akh ahh aahh shh" desah Baekhyun lalu ia menjambak rambut Chanyeol agar menghentikan kegiatannya.
"aish kau ini! sakit tau!" ucap Baekhyun kesal sambil memegang bekas kecupan Chanyeol.
"tapi tadi sepertinya ada yg mendesah deh" goda Chanyeol dan Baekhyun malah menjitak Chanyeol.
"auh sakit tau" ucap Chanyeol sambil memegang kepalanya yg di jitak Baekhyun.
"Yak geser. Aku mau mandi" ucap Baekhyun kesal.
Chanyeol pun hanya tertawa lalu ia menggeser kerah baju Baekhyun untuk melihat karyanya.
"lumayan. Jangan di hapus ya. Kalau kau hapus pun, aku akan membuat nya lagi dengan senang hati" ucap Chanyeol sambil tersenyum bangga.
"dalam mimpimu!" ucap Baekhyun kesal lalu memukul dada Chanyeol.
"dan aku akan mewujudkan mimpi itu" ucap Chanyeol lalu ia bangkit berdiri.
"hah hah kau berat sekali" ucap Baekhyun kesal.
"maaf kan aku karena tubuhmu selalu berhasil menggoda ku" ucap Chanyeol.
"nafsu mu yg terlalu tinggi" ucap Baekhyun kesal lalu memilih untuk pergi ke kamar mandi.
"memangnya kau membawa baju gantimu?" tanya Chanyeol.
"oh iya" ucap Baekhyun teringat.
Chanyeol pun berjalan ke lemarinya. Ia mengambil sweter biru muda pemberian ibunya.
"celananya?" tanya Baekhyun.
"pakai aja celana pendek itu" ucap Chanyeol dan Baekhyun hanya mendengus kesal.
Baekhyun pun masuk ke kamar mandi dan mandi sementara Chanyeol memilih untuk turun ke bawah untuk membantu ibunya.
"pagi ma" sapa Chanyeol.
"hei pagi sayang" sapa mama Chanyeol.
"ada yg bisa ku bantu ma?" tanya Chanyeol.
"adik mu. Kau cek lah mereka" ucap mama Chanyeol dan Chanyeol pun menurut.
"hei ada apa ini adik kakak yg ganteng dan cantik huh" sapa Chanyeol saat ia masuk ke kamar mama nya dan langsung di sambut suara tangis kedua adik nya.
"edong~" ucap adik laki lakinya lalu di susul adik perempuannya.
"ayo kakak gendong" ucap Chanyeol lalu ia menggendong adik perempuannya di tangan kiri dan adik laki laki di tangan kanan.
"kau yakin sanggup menggendong mereka berdua?" tanya mama Chanyeol.
"sanggup kok ma. Tenang saja" ucap Chanyeol.
"ternyata kau di sini Chan. Wuah lucu sekali" ucap Baekhyun saat ia turun dari tangga langsung melihat seorang bayi perempuan yg sangat lucu.
"ini adik mu ya Chan?" tanya Baekhyun.
"iya Baek. Umurnya 10 bulan" ucap Chanyeol.
"sini yg perempuan aku yg gendong" ucap Baekhyun lalu langsung mengambil adik perempuan Chanyeol.
"kau suka sama bayi perempuan ya dari pada ya laki laki" ucap Chanyeol sambil membenarkan posisi gendong adik laki lakinya.
"iya. Karena kalau bayi laki laki sudah ada 1 di rumah" ucap Baekhyun lalu ia mencium pipi bayi itu.
"oh ya? bayi siapa Baek?" tanya mama Chanyeol dari arah dapur sambil membawa makanan dari arah dapur.
"keponakan tante. Kakak ku ada 2. Jadi kakak pertama pergi dari rumah. Katanya kawin lari sementara kakak ke dua suaminya udah meninggal karena kecelakaan 2 bulan yg lalu" ucap Baekhyun menjelaskan.
"oh kalian semua cewek ya? enak dong" ucap mama Chanyeol.
"enak apa nya tante. Yg ada berantem mulu" ucap Baekhyun.
"dari pada aku Baek, kesepian" ucap Chanyeol mengingat saat dulu dia masih anak tunggal.
"sudah sudah. Waktunya sarapan lalu kalian siap siap lah ke sekolah" ucap mama Chanyeol.
"tapi tante, baju dan peralatan sekolah ku rusak" ucap Baekhyun sedih.
"kau libur saja Baek. Tante akan ke sekolah mu untuk permisiskan kau. Kau bisa kan jaga kedua bayi ini sebentar?" tanya mama Chanyeol.
"bisa kok tante. Maaf ngerepotin" ucap Baekhyun.
"tidak apa apa" ucap mama Chanyeol lalu mereka makan pagi sambil sesekali mendengar celotehan kedua adik kembar Chanyeol.
"aku selesai. Aku siap siap dulu ya ma" ucap Chanyeol lalu langsung pergi ke kamar untuk siap siap. Sementara Baekhyun membantu membersihkan peralatan makan.
"kau cantik sekali nak Baekhyun. Chanyeol beruntung memiliki kekasih secantik kamu" ucap mama Chanyeol.
"maaf tante tapi aku bukan kekasih Chanyeol. Aku hanya teman nya" ucap Baekhyun merasa gak enak.
"sudah jangan malu mengakui bahwa kau kekasih anak ku. Tak apa apa. Tante setuju kok. Lain kali panggil mama saja ya?" ucap mama Chanyeol dan di balas anggukan canggung dari Baekhyun.
Tak berapa lama, Chanyeol telah siap dengan pakaian sekolah nya.
"aku berangkat ya ma" ucap Chanyeol lalu mengecup pipi mamanya.
"hati hati" ucap mama Chanyeol.
"sebentar Baek" ucap Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun.
"yak mau kemana?" tanya Baekhyun bingung.
Chup
"mau mencium calon istriku. Kita belum resmi makanya aku masih tak berani melakukannya di hadapan mama" ucap Chanyeol sambil tersenyum sementara Baekhyun mendengus kesal.
"baik baik di rumah ya sayang. Jaga anak kita ya. Aku akan pulang cepat. Sampai jumpa" ucap Chanyeol sambil mengusak kepala Baekhyun. Setelah itu ia langsung pergi ke mobil menuju ke sekolah.
"aish dia itu" ucap Baekhyun jengkel.
"kenapa setiap di dekatnya jantungku selalu berdebar?" guma Baekhyun.
"apa aku mencintainya?" tanya Baekhyun dalam hati. Baekhyun pun memilih menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran nya yg kacau karena Chanyeol.
TBC
